Our Sweetest Memories
Episode 04 :: Dear. Mom
Sekarang tanggal 16 Desember. Satu minggu lagi adalah hari penting untuk orang yang sangat kita cintai dan sayangi, tak lain adalah ibu. Ya, tanggal 22 Desember adalah hari ibu.
Jungmin songsaengnim berencana untuk merayakan hari penting ini. Namun beberapa murid tidak menyukainya karena kelas mereka tak pernah melakukan perayaan seperti ini pada tahun-tahun yang lalu.
“Ayolah… perayaan hari ibu itu penting! Tidakkah kalian ingat siapa yang melahirkan kalian, membesarkan kalian?” Jungmin songsaengnim tetap bersikeras untuk mengajukan proposal kepada kepala sekolah agar kelas 9F bisa tampil di acara perayaan hari ibu. “Kalau kalian setuju, peluang kita untuk diterima proposalnya akan semakin besar!” kata Jungmin songsaengnim berkobar-kobar.
“Tapi kita akan menampilkan apa?” Seunghyun berkata dengan nada meremehkan.
“Kita… bisa menampilkan sebuah lagu! Ya, sebuah lagu bertema ibu!”
“Tapi, siapa yang akan menyanyi?” Kali ini Jinki yang bicara.
“Tentu saja kalian semua!” Jungmin songsaengnim menunjuk anak-anak didiknya satu persatu. Kali ini semua ikut berdiskusi, termasuk Seungho. Namun masih ada satu yang tidak ikut, murid itu tak lain adalah Seohyun.
“Seohyun-sshi, tidakkah kau ingin ikut berdiskusi?” tawar Jungmin songsaengnim sambil mendekati meja Seohyun. Seohyun masih duduk bungkuk di sana dengan wajah yang tertunduk ke bawah.
“Mungkin kau punya ide untuk acara kita?” Jungmin songsaengnim kembali meminta pendapat Seohyun. Namun Seohyun malah beranjak dari bangkunya, lalu berlari meninggalkan kelas.
“Sebenarnya ada apa dengan Seohyun?” tanya Jungmin songsaengnim. Semua murid hanya bisa mengangkat bahunya.
“Kalau begitu, mari kita lanjutkan diskusinya…”
********
Seohyun berlari, terus berlari, ia menuju ke ruang musik. Ruang musik adalah tempat favorit Seohyun, karena letaknya dekat dari kelas mereka, dan ruang musik selalu sepi setiap harinya. Selain itu di sana ada piano, Seohyun kerap kali bermain piano di sana.
Seohyun memutar gagang pintu, lalu perlahan masuk ke dalam. Ia duduk di bangku di depan piano, lalu mulai menangis.
“Oemma…”
“Bogoshipoyo…”
********
Sekarang sudah tanggal 17 Desember. Enam hari menuju hari ibu.
Jungmin songsaengnim berlari-lari ke kelas didiknya, 9F, sepertinya ia membawa kabar baik.
“Anak-anak! Anak-anak! Proposal kita disetujui oleh kepala sekolah! Hebat bukan?” Jungmin songsaengnim melonjak-lonjak riang. Seketika muka para murid berubah senang. Namun masih ada satu yang terlihat tidak senang, dan dia adalah Seohyun.
“Seohyun-sshi, apa kau tak senang dengan perayaan hari ibu ini?” Jungmin songsaengnim bertanya lagi. “Apa kau ingin kita buat acara lain?” tanyanya lagi.
Seohyun hanya diam, lalu membenamkan wajahnya di balik rambut panjangnya.
Jungmin songsaengnim tak tahu harus berkata apa. Jadinya dia hanya mengajak anak-anak untuk diskusi mengenai siapa yang akan menjadi lead vocal alias penyanyi utama pada acara ini.
“Bagaimana kalau Luna? Bukankah suaranya bagus?” kata Jinki, mencoba mempromosikan Luna.
“Iya, betul itu…” kata murid yang lain. Namun Luna menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Tidak, tidak… sebenarnya yang memiliki suara paling bagus adalah… Seohyun…”
Semua murid tercengang.
“Anak kelam itu? Bisa menyanyi?” sindir Seunghyun.
“Jangan seperti itu, Seunghyun-sshi…” ujar Jungmin songsaengnim. “Kalau memang iya, kita bisa membuat Seohyun menjadi lead vocalnya. Kau mau kan, Seohyun-sshi?” tanya Jungmin songsaengnim. Seohyun hanya diam.
“Diam berarti setuju. Sudah ditetapkan Seohyun akan menjadi lead vocalnya. Lalu sekarang, lagu apa yang akan kita nyanyikan?”
Sulli langsung mengangkat tangannya dengan antusias. “Bagaimana kalau lagu SNSD ‘Dear. Mom’? Bukankah lagu itu bertema tentang ibu? Selain itu, lagunya keren sekali lho!”
“Dear. Mom dari SNSD… ide yang bagus Sulli-sshi!” Jungmin songsaengnim mengangkat jempol tangan kanannya. “Sudah ditetapkan hasil diskusi hari ini. Lead vocal, Seohyun, dan lagu yang akan dibawakan adalah Dear. Mom dari SNSD… Dan kita akan latihan mulai hari ini. Setuju?”
“Setuju!” Murid-murid berkata serempak.
********
Teng… Teng… Teng…
“Sampai di sini saja pelajaran kita hari ini, anak-anak. Setelah ini kita langsung menuju ke aula saja untuk latihan…” kata Jungmin songsaengnim sambil membereskan buku-buku miliknya.
“Songsaengnim akan ke kantor guru dulu untuk menaruh buku-buku. Kalian pergilah duluan ke aula, songsaengnim akan menyusul…” Jungmin songsaengnim berteriak dari balik tikungan koridor.
“Ne, songsaengnim!”
********
Jungmin melangkah tergesa-gesa menuju kantor guru. Ia tak mau terlambat sampai di aula, karena murid-muridnya akan lama menunggunya. Ia segera menaruh buku-buku di meja, lalu pergi lagi. Namun sebuah tangan mencegatnya.
“Chakkaman, Jungmin-sshi!” Yonghwa menarik lengan baju Jungmin. “Kudengar kelas kalian akan turut berpartisipasi saat hari ibu nanti. Apa benar?”
“Benar sekali.” Jungmin menjawab dengan mantap.
“Apa yang akan kalian tampilkan, hah? Kau ingin menampilkan anak gendut yang membuat malu seantero sekolah ini lagi? Atau anaknya Mr. Park yang kabur saat sambutan dari penyumbang terbesar?”
“Kami sudah memiliki rencana, dan kami yakin akan berhasil…”
“Jangan terlalu percaya diri seperti itu, Jungmin-sshi” Yonghwa menyengir kecil. “Sudah, pergilah sekarang!” Yonghwa mendorong tubuh Jungmin, mengisyaratkannya untuk pergi. Jungmin segera berlari dari kantor guru menuju aula, di mana murid-muridnya sudah menunggu di sana.
********
“Songsaengnim! Kenapa lama sekali!” keluh Luna sambil mengibaskan rambutnya dan terus mengipasi tubuhnya dengan sebuah kipas kertas.
“Mianhae, tadi ada sedikit urusan,” jawab Jungmin songsaengnim. “Mana Seohyun?” Mata Jungmin songsaengnim jelalatan ke segala penjuru aula untuk mencari Seohyun.
“Itu, dia duduk di pojok sana…” Luna menunjuk Seohyun yang sedang duduk di kursi paling pojok.
“Seohyun, ayo ke sini.” Pinta Jungmin songsaengnim. Seohyun berjalan mendekat.
Sekarang, mari kita mulai latihannya…” Jungmin songsaengnim naik ke panggung, lalu menata letak sound system dan mic-nya sedimikian rupa agar murid tak kesulitan saat berada di panggung.
Jungmin songsaengnim juga mengatur posisi berdirinya. Luna, Sulli, dan Seohyun berada di barisan depan, sementara anak laki-laki di belakang. Namun untuk Seohyun, posisinya sedikit lebih di depan daripada yang lainnya, karena dia adalah lead vocal.
“Ini teks lagunya… kalian tentu sudah pernah mendengar lagu ini kan?” kata Jungmin songsaengnim sambil mengulurkan setumpuk kertas berisi lirik lagu SNSD – Dear. Mom.
“Kalian baca baik-baik liriknya. Terutama untuk Seohyun, ia harus bisa menguasai lagu dengan baik. Nah, sekarang mari kita mulai.” Jungmin songsaengnim berjalan menuju tape, dan memasukkan kaset ke dalamnya. Lalu ditekannya tombol play. Mengalunlah nada-nada indah dari intro lagu SNSD – Dear. Mom.
Saat tibanya bagi Seohyun untuk mulai menyanyi, Jungmin songsaengnim mengisyaratkannya dengan gerakan tangan. Seohyun pun membuka mulunya.
Oneureun waenjin himdeulgo jichyeo
Begaereul kkeureo aneun chae honja bangane nama
Jeonhwagil majijakgeorineun naui maeumi
Waenji oneul ttara weroungeojyo
Gapgaji ullin jeonhwae nolla
Bap meogeotneunji geokjeonghaneun oemma moksoriga
Kwichanhge deullyeotdeon geu mari
Oneureun tareungeol
Itgo isseotdeon yagsokdeuri tteoollayo
Maeumi yeppeun sarami dwelkeyo
Nameul meonji saenggakhaneun saram dwelkeyo
Oemmaui—
“AKU TAK BISAAA!” Seohyun berhenti bernyanyi dengan air mata bercucuran dari pelupuk matanya. Ia segera turun dari panggung dan berlari ke luar aula sambil menangis.
“Seohyun-sshi! Chakkaman!” Jungmin songsaengnim langsung mengejar Seohyun yang kabur dari latihan.
Ternyata lari Seohyun cepat sekali, dalam sekejap Jungmin songsaengnim kehilangan jejaknya. Tapi ia mendengar isak tangis dari sebuah ruangan, sepertinya berasal dari ruang musik.
Perlahan Jungmin songsaengnim memutar gagang pintu ruang musik. Ia melangkah perlahan, tak mau mengusik ketenangan orang yang berada di dalamnya. Benar saja, Seohyun sedang duduk di depan piano sambil menangis tersedu-sedu.
“Seohyun-sshi…”
“Tinggalkan aku sendirian!” Seohyun berteriak sambil menepis tangan Jungmin songsaengnim yang ingin menyentuhnya.
“Seohyun-sshi… apa masalahmu… ceritakan saja kepadaku. Kau bebas menceritakannya. Keluarkan semuanya, Seohyun-sshi! Semuanya!”
Seohyun makin terisak, lalu ia berteriak dengan sangat kencang.
“OEMMA!! BOGOSHIPOYO…!!!” Seohyun masih menangis dengan menutup wajahnya yang basah karena air mata. Perlahan titik air matanya jatuh mengenai tuts-tuts piano hitam putih yang ada di depannya.
“Oemma… aku rindu oemma…”
Tiba-tiba Jungmin songsaengnim bernyanyi.
Maeumi yeppeun sarami dwelkeyo
Nameul meonji saenggakhaneun saram dwelkeyo
Oemmaui sarangui baraemdeureul jikyeogalkeyo
Nawa kkumeul hamkke nanudeon
Nae meoreun bitgyeojudeon oemmaga saenggakna
Mendengar nyanyian Jungmin songsaengnim, Seohyun mengangkat kepalanya.
“Mungkin suaraku memang tidak bagus, dan tidak enak didengar. Namun setidaknya, aku masih bisa menyelesaikan satu bait lagu itu sampai selesai…” Jungmin songsaengnim berkata sambil menerawang ke jendela.
“Songsaengnim…”
“Aku tahu bagaimana perasaanmu, Seohyun-sshi. Karena aku juga sudah kehilangan oemmaku tercinta…” Tanpa sadar Jungmin songsaengnim mulai menitikkan air matanya juga.
“Songsaengnim…” Akhirnya Seohyun bicara. “Sebenarnya oemma melarangku untuk menangis. Selama ini aku memang belum pernah menangis karenanya, tapi hari ini aku telah melanggar janjiku, songsaengnim… janjiku pada oemma…” kata Seohyun di sela isak tangisnya.
“Tenang, Seohyun-sshi. Oemmamu takkan marah padamu.” Kata Jungmin songsaengnim untuk menenangkan hati Seohyun. “Apa kau bisa bermain piano?” tanya Jungmin songsaengnim tiba-tiba. Seohyun mengangguk.
“Kalau begitu, mainkan lagu Dear. Mom untukku, dan… untuk oemmamu…”
Seohyun mulai menekan tuts-tuts piano. Terciptalah sebuah harmoni yang indah… dan semua ini hanyalah untuk oemma, oemma seorang…
********
Hari Ibu sudah tiba. Hari ini merupakan tantangan besar bagi Seohyun, karena ia harus menyelesaikan lagu itu sampai selesai. Semua ini dilakukannya hanya demi oemmanya, yang kini telah tenang di surga.
“Dan inilah penampilan dari kelas 9F!!”
Seohyun dan teman-temannya melangkah masuk. Ia segera mengatur posisi mic. Namun tak dilihatnya Jungmin songsaengnim duduk di antara kursi penonton. Ke mana songsaengnim? Batinnya dalam hati.
Nada mulai mengalun perlahan. Aku harus bisa menyelesaikan lagu ini sampai habis… harus bisa!
Seohyun dapat melewati bagian depan lagu dengan baik, namun untuk reff… adalah tantangan terbesarnya. Dan kini ia harus menyanyikan bagian itu.
“Maeumi yeppeun sarami dwelkeyo…” Seiring dengan kalimat-kalimat itu, ia mendengar suara orang lain, seperti sedang membacakan puisi. Jungmin songsaengnim.
“Aku akan menjadi orang yang memiliki hati yang murni…”
“Nameul meonji saenggakhaneun saram dwelkeyo…”
“Aku akan menjadi orang yang baik…”
“Oemmaui sarangui baraemdeureul jikyeogalkeyo…”
“Aku akan menjaga cinta dari harapan-harapan mama…”
“Nawa kkumeul hamkke nanudeon…”
“Aku akan mengingat mama…”
“Nae meoreun bitgyeojudeon oemmaga saenggakna…”
“Yang dulu mendengar mimpi-mimpiku dan menyisir rambutku…”
Seohyun tersenyum. Ia berhasil menyelesaikan reff pertama. Dan ini semua berkat Jungmin songsaengnim.
Nada mengalun lembut, seiring berjalannya waktu. Akhirnya tibalah bagi Seohyun untuk menyanyikan lirik yang paling akhir.
“Haneobshi boyojeun sarangmankeum…”
“Aku akan memberimu cinta tiada akhir…”
“Ttaseuhan mameul gajilkeyo…”
“Aku akan memiliki hati yang hangat…”
“Sujubeo jaju pyohyeon mothaejyo…”
“Aku malu untuk menyatakannya pada mama…”
“Oemma jeongmallo saranghaeyo…”
“Kalau aku sangat mencintaimu, mama…”
PLOK PLOK PLOK!!! Sontak semua penonton bertepuk tangan ketika lagu berhasil diselesaikan Seohyun dengan baik. Seohyun langsung menangis, saat itu juga.
Seohyun meraih mic, lalu berteriak, “OEMMA!!! OEMMA JEONGMAL SARANGHAEYO…!!!”
********

yeah!!! akhirnya seohyun berubah!!!
hehehe…
aq jadi terharu… jadi kangen mama *peluk mama via telepati*
aq suka chapter yang ini!! terusin ya chingu~~
“Anak kelam itu? Bisa
menyanyi?” sindir
Seunghyun.
Ni org.. Ga pernah ngemeng baik.. Pedeeees mulu..
Ak baca ceritanya jam 02.21am..
Jd pengen nangis..
Inget mak!
Huhu..
Untung gw masih punya mak!!
Maaaaak i love u full..
wahahahah jangan nangis dong chingu…
nanti aku ikutan nangis lagi wakakakak *mata udah bekaca-kaca*
gomawo chingu uda mau baca ^^
bikin terharu….hiks…
inget mama..
mom..i love u…
btw,masi ada lanjutannya kan?
huwaaa aku terharu bgt T,T
Baca ni ff smbil dngerin lgu ‘dear mom’ aiissh berasa bgt >. sulli,seohyun,luna ^^
AKU SUKAAAA BGT NI FF,,,
AUTHOR PLIS LANJUTIN YAAAA TT____TT