Did I Wrong..[oneshot]

Cast :

> Choi Minho [SHINee]

> Y.O.U

Disclaim: I don’t own any characters in here story, they belongs in theirself. Plot belongs my wild imagination, so don’t sue me.

A/N: tiba-tiba bikin nih Fic..berkat inspirasi mendadak,akibat dari nonton sebuah MV dari group band Indonesia (tumben-tumbenan sekali saya nonton,tepatnya sih gak sengaja ngelihat) tapi setelah dilihat-lihat ternyata tuh MV lumayan menyentuh hati sya,akhirnya sy tuangkan saja kedalam tulisan sya ini..hehe~ biar penasaran silahkan tuh lagu & MV’nya cari tahu sendiri yah..pasti tahu kok..(halah,sok2 misterius nih si author) ^_^

so enjoying~ ^^V

***

Choi Minho POV

Hujan.Aku berlari mencari tempat berteduh,walaupun sebagian baju seragamku telah basah terkena hujan, tapi perjalanan pulang menuju rumahku masih jauh. Aku tak mau mengambil resiko basah kuyup,bukan karena apa-apa, hanya saja aku tak ingin mendengar omelan ibuku yg jika mengetahui anak laki-lakinya ini kehujanan, melebihi guru kimiaku yg menjelaskan pelajaran selama dua jam. Aku tak ingin waktu tidur siang-ku tersita karena ‘nasihat-yg-lebih-mirip-omelan’ dari sang ibu.

Great.. pohon besar, setidaknya aku bisa berteduh disana.

CIIT….

Mobil sialan yg mendadak berhenti disampingku, hampir saja mencipratkan genangan air kotor  yg ada dipinggir jalan. Aku tak bisa membayangkan jika ibu-ku menambahkan ceramah panjangnya itu,jika mengetahui aku pulang dalam keadaan basah,kotor,dan bau. Bukan berarti aku anak manja atau apalah, hanya saja aku ‘what mother say-lah’. Istilah lain dari kata ‘Anak Penurut’ ==”.

Aku sudah berdiri dibawah sebuah pohon yg cukup besar untuk dijadikan tempat berteduh, ketika mataku menangkap seorang laki-laki keluar dari tempat duduk pengemudi,dari mobil sialan yg berhenti mendadak tadi. Dengan kasar ia lalu membuka pintu penumpang, dan menarik keluar seorang gadis dari dalam mobilnya tersebut, gadis itu juga mengenakan seragam yg sama denganku. Yang membuatku terkejut laki-laki tadi mendorong gadis itu hingga ia jatuh terjerembab diatas aspal yg basah,sedangkan mulutnya mengeluarkan kata-kata serapah,yg seharusnya tak pantas ia ucapkan kepada seorang gadis seperti itu. Gadis itu meronta-ronta dan berusaha menahan laki-laki yg tadi mendorongnya jatuh,agar tidak pergi, sedangkan sebuah benda -yg-aku-tak-jelas-melihatnya jatuh dari tangan gadis itu. Hujan yg turun dengan deras rupanya tak juga dapat meredakan pertikaian mereka,yg dapat kupastikan mereka mungkin sepasang kekasih.

sekali lagi gadis itu didorong oleh laki-laki tersebut, terdengar tangisan dari gadis itu, mau tidak mau aku geram juga melihatnya. Tanpa sadar kakiku berjalan cepat menuju gadis itu, sedangkan laki-laki itu,ia sudah masuk kedalam mobilnya, lalu melajukan mobilnya begitu saja, berlalu dari hadapan gadis itu dan juga aku yg sedang membungkuk untuk membantu gadis tadi berdiri. sekilas aku tercengang melihat benda yg jatuh didekat tubuhnya itu adalah sebuah Test pack (alat test kehamilan), dan yg membuatku lebih tercengan lagi, ketika gadis itu mendongakkan kepalanya. Saat itu juga rasanya jantungku  berhenti berdetak,nafasku tercekat,dan anggota tubuhku lumpuh mendadak.Shock..itu yg kurasakan saat ini.

Ya,Tuhan..tidak mungkin. Gadis itu adalah……………

***

[Flashback..]

Minho menghampiri gadis itu di bangku taman sekolah didekat sederet pohon rimbun yg tumbuh dibelakang sekolah mereka itu. Yah..gadis itu adalah teman sekelasnya, sekaligus seseorang yg diam-diam ia perhatikan, diam-diam ia kagumi, diam-diam mencuri hatinya. Tapi diam-diam juga Minho memendam semua perasaannya, mengetahui gadis itu telah memiliki kekasih hati yg lain.

Lagi-lagi,selalu saja Minho mendapati gadis itu berwajah murung,pandangan matanya kosong,entah apa yg ada didalam pikiran gadis itu, ingin sekali Minho mengetahuinya.

“hei-..” sapa Minho dan duduk disamping gadis itu. Gadis itu menoleh sebentar kearah Minho dan tersenyum, hanya sekilas saja Minho dapat menikmati senyum gadis itu,karena detik berikutnya gadis itu kembali menunduk, sebelah tangannya mengelus perutnya. Entah apa isi hatinya,yg pasti Minho tak dapat mengetahuinya, apa ia lapar? atau sakit perut? Minho bertanya-tanya sendiri .

“Minho-ah ” panggilnya hampir seperti bisikan.

“hmm..”

“apa aku salah?” tanya gadis itu tanpa memandang kearah Minho. Pertanyaan yg membingungkan Minho.

“salah? salah karena apa?” Minho balik bertanya, karena setahunya gadis ini tak pernah berbuat kesalahan apa-apa padanya. Tapi entahlah..

“dosakah aku?” tanya kembali, dan kembali Minho dibuat bingung oleh pertanyaannya ini. Atau ini hanya pertanyaan retoris yg diajukan padanya, tak perlu jawaban, hanya perlu kita menanggapi pertanyaannya.

“jujur,aku tak mengerti maksud pertanyaanmu,  ___-ah” ucap Minho pada akhirnya.

gadis itu menghela nafasnya pelan, sambil kembali mengelus perutnya.

“bolehkah aku..bersandar sebentar dipundakmu?” pintanya.

“eh,ne..” sahut Minho cepat, entah ia harus senang atau sedih, ketika mendengar gadis yg diam-diam ia sukai tersebut meminta izin tuk bersandar dipundaknya, mengingat gadis itu seperti sedang terbebani pikirannya oleh sesuatu, yg tak dapat diketahui oleh Minho.

[Flashback end..]

***

Choi Minho POV

enam bulan  sudah berlalu, aku berdiri didekat bangku taman, yg mana dibangku tersebut duduk seorang gadis yg selama ini  aku cintai. Aku sedang melipat kertas putih yg ada ditanganku membentuk sebuah origami burung, sambil terus memandang dirinya. Ia tersenyum..dan aku menghampirinya.

“apa kau tahu..hadiah terindah dalam hidup ini..” aku menggantungkan kalimatku, dan alisnya mengkerut,pertanda ia bingung.

“adalah..bisa mencintai seseorang,dan baik dicintai..untuk selamanya” lanjutku, dan senyumnya merekah.

“dan kau adalah orang yg sangat beruntung,karena bisa dicintai oleh dua orang sekaligus” selesai mengucapkannya aku berdiri dan mengulurkan tanganku padanya. Ketika ia berdiri aku memeluknya lalu mengecup lembut perutnya yg sudah membuncit. Ada kehidupan lain disana, yg juga akan mencintai gadis ini, layaknya seorang bidadari yg harus dijaga.

***

You Pov

Aku bukan wanita yg suci, aku juga bukan wanita yg patut dihargai, aku telah melakukan kesalahan besar, yg seharusnya sejak awal tak perlu kulakukan, tapi apa daya. Aku juga seorang manusia biasa,manusia yg terkadang terjerat oleh bisikan iblis, yg tak bisa menahan nafsunya. Namun,penyesalan selalu datang diakhir.

Aku mendapat cacian dan makian,dipandang sebelah mata, dan berbagai sumpah serapah telah kuterima dari orang-orang sekitar, tapi aku sadar..ini semua memang terjadi karena perbuatanku sendiri, dan aku harus sabar menghadapinya. Dan mereka tidak salah,aku memang patut mendapatkan ejekan semuanya.

Kini disebelahku,sedang terlelap malaikat kecil..malaikat yg baru saja beberapa menit lalu menghembuskan nafas pertamanya didunia, yahh dia adalah bayi mungilku,anakku..

Yahh,andai saja dulu aku tidak pernah bertemu dengan laki-laki yg mencampakkanku itu. Mungkin tidak seperti ini jalan ceritanya, tapi aku besyukur..sangat-sangat bersyukur dalam kondisiku yg seperti ini, tuhan mengirimkanku laki-laki yg begitu baik,sangat baik,ia adalah orang yg rela menjagaku,merawatku dan menemaniku selama ini, Choi Minho.

***

Choi Minho POV

Aku duduk disamping gadisku yg sedang terlelap bersama bayi mungilnya. Sungguh pemandangan ini luar biasa bagiku,seorang bidadari dan seorang malaikat kecil telah tenggelam dialam mimpinya. Aku tersenyum,rasanya damai melihat wajah mereka. Aku membelai wajah bidadari-ku ini sebentar,lalu menggenggam tangannya yg dingin. Baru beberapa menit yg lalu ia harus berjuang untuk kehidupannya dan dan untuk satu kehidupan lagi yg bernafas ditubuhnya, melawan maut. Melahirkan seorang bayi,pasti penuh pengorbanan tersendiri bagi gadisku ini, terlihat dari wajahnya yg terlihat lelah dalam tidurnya. Namun dari wajah itu juga tersirat cahaya, cahaya yg tak dapat kudefinisikan.

aku meraih kotak merah yg sedari tadi kuletakkan disaku bajuku,membuka kotak itu lalu mengambil sebuah cincin putih, dan menempatkannya dijari manis gadis-ku. Pas sekali,dan cincin itu terlihat manis dijarinya. Aku mengecup puncak tangannya,dan kembali menggenggamnya dengan kedua tanganku.

will you marry me…bisikku ditelinganya,kemudian mengecup keningnya. Ia tersenyum dalam lelapnya, dan kuanggap itu sebagai jawaban ‘ya’

tidak peduli,bagaimana keadaannya,siapa dia..Aku akan tetap mencintainya.

Apa aku salah mencintainya?!

THE  END

mian..ini mngkin jadi ff terakhir sya,sblum hiatus untuk smntara…><

but i’ll be back….i promise..

so..i need ur comment chingu~ ^^

mian..klo ff’nya gaje..

6 thoughts on “Did I Wrong..[oneshot]

  1. Ini lagu Nidji kan, yg judul’y Dosakah aku,, tapi klo di MV’y si cwe meninggal stlh nikah sma cowok itu, dan anak’y, ya diurus dgn baik oleh cowok,, aku tharu nonton’y. .

    Pas dijadi’in ide bwt FF, jg sdiH bgt, apalagi yg jd cwok’y Minho, #ad y cowok baik kyk gt,,hehe

  2. @Wenz_Li : hhe..mmng sfatnya si minho baik hati..thnks chingu^^

    @minozwholovesshinee : iya..haha..tepat skali..tpi disni endingnya ku bkin happy..aja//lgi mls nulis yg angst..keke~
    minho kan brhati malaikat..thnks for ur commnt^^

    @cassie: yups..bidadari ma malaikat kesannya mmng bwt mbwa kedamaian..hhe~

    @shayleeshr: thank you..^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s