CERPEN ANAK “ TERIMA KASIH GURUKU”

25 Dec

CERPEN ANAK
“ TERIMA KASIH GURUKU”


 

author : rulysaranghae /cho hyunra

Genre : -

Rating : all

Length : 1shoot

Ini cerpen, ku buat dari lagu afi junior “terima kasih guruku” . q harap kalian suka ya.

Cast :
shinee, suju sebagai siswa namja kelas 6 SD
cho hyunra, lee minjee, han hae rie, park jung yeon, lee cheonsa, kim vieya, lee sunha, lee eunsuh, han eun jae, lee hyo in as siswa yeoja kelas 6 SD
songsaengnim as kim jae jong

author pov
disebuah sekolah yang ternama, terdapat 18 siswa anak laki-laki dan 10 siswa perempuan. Kelas yang di huni 28 siswa ini adalah kelas yang dikenal dengan anak-anak yang badung, memiliki nilai di bawah rata-rata bisa dikatakan siswa yang sangat bermasalah. Banyak guru yang tidak ingin mengajar dikelas ini, namun dari beberapa guru yang ada hanya 1 orang guru yang bersedia menjadi wali kelas mereka. guru itu bernama kim jae jong. Jae jong adalah seorang guru yang dikenal sebagai guru yang penyabar, tegas, dan sederhana. Jae jong seorang guru yang berumur 43 th. Dan jae jong sudah cukup lama bekerja sebagai guru disekolah ini. dari beberapa tahun ia mengajar sebagai guru, baru kali ini ia menghadapi siswa-siswa yang bermasalah. Banyak permasalahan yang ia hadapi dari siswa-siswa itu,, seperti tidak pandai membaca, ada yang tidak bisa menulis karena malas, ada yang memiliki masalah keluarga, ada yang orang tuanya terlalu over protectif terhadap anaknya, sehingga anak-anak mereka memiliki niai jeblok yaitu dibawah 10. Kebanyakan siswa-siswa dari kelas lain yang selalu dibanggakan nilai mereka paling rendah sekitar 70 atau 80. Sehingga banyak guru yang angkat tangan untuk menghadapi kelas ini. tapi tidak dengan jae jong. Mau tahu bagaimana kisah nya?, langsung saja ya…

 

kim jae jong pov
perkenalkan namaku adalah kim jae jong. Aku seorang guru yang sudah lama mengajar disekolah ini. aku adalah wali kelas dari siswa-siswa di kelas 6 D. yah…bisa dikatakan kelas itu adalah kelas buangan, karena tidak ada guru yang mau mengajar dikelas itu. aku terenyuh saat mendengar bahwa kelas itu memiliki siswa-siswa yang bermasalah. Banyak guru yang angkat tangan dalam menghadapi mereka. tapi menurutku pendidikan haruslah ditegakkan walau bagaimanapun rendahnya nilai mereka. aku tidak ingin siswa-siswa itu diremehkan. Oleh sebab itu…aku memberanikan diriku untuk mengajar mereka. hari ini adalah hari pertamaku mengajar dikelas ini. dan sebagai wali kelas mereka. pagi-pagi sekali aku sudah berangkat dari rumahku setelah mengantar anakku kesekolah nya. sekolah ini masih sepi, burung-burung berkicau dengan merdunya, matahari bersinar dengan indahnya. Aku melangkahkan kakiku menuju kelas 6 D ini, ketika aku masuk kedalam kelas ini, aku hanya bisa menggeleng-gelegkan kepalaku ketika melihat berbagai macam coretan terpampang di dinding kelas ini. begitu juga dengan meja dan kursi yang tidak tersusun rapi. Aku hanya bisa menghela napas ku. akupun kemudian merapikan kembali kursi dan meja yang berserakan ini. aku membersihkan kelas ini, setelah semuanya selesai, akupun berdiri didepan kelas untuk menyambut siswa-siswa baruku. Sekitar 10 menit kemudian beberapa siswa hadir ia menuju kelas ini, dan akupun sudah menyiapkan senyumku untuk mereka.
“selamat pagi…”sapaku pada beberapa siswa yang baru masuk
“selamat pagi pak….”sahut mereka, tidak berapa lama siswa-siswa yang lainpun datang, namun mereka hanya cuek pada ku ketika aku menyapa mereka. saat lonceng sekolah berbunyi akupun segera masuk kedalam kelas. Aku menyapa mereka semua, namun mereka tidak begitu menghiraukanku.
“selamat pagi anak-anak………”mereka masih saja ribut dengan obrolan mereka. hingga akupun beberapa kali menyapa mereka, hingga salah satu dari mereka celetuk dengan ketusnya……
“kami sudah dengar pak….kami tidak tuli” sahutnya, aku mengusap dadaku agar aku dapat lebih bersabar dalam menghadapi mereka.
“terima kasih, kalau kalian mendengar bapak…baiklah bapak akan mengabsen kalian, tolong jawab jika nama kalian saya panggil” ujarku kepada mereka.
“cho hyunra..”
“hadir pak”sahutnya
“cho kyuhyun” ia hanya mengangkat tangan tanpa menjawabnya
“choi siwon…”iapun sama dengan siswa tadi…aku terus mengabsen mereka hingga ku sebut nama salah satu dari mereka ….
“ lee jinki…”tidak ada sahutan sama sekali…hingga akupun mengulang kembali untuk memanggilnya.
“ lee jinki…”ujarku lagi, tiba-tiba…
BRAKKKKKK………..pintu kelas ini didobrak oleh seorang siswa yang pakaian seragamnya tidak rapi, dengan baju seragam yang keluar, dan dengan cueknya melewatiku begitu saja. Dan ia duduk paling belakang. Akupun kemudian memanggil kembali nama itu…
“lee jinki..”ujarku lagi, iapun kemudian menyahutnya
“apa bapak tidak cape memanggil nama saya terus…”sahutnya ketus.
“ternyata kamu yang namanya lee jinki” sahutku
“iya…kenapa?” tantangnya
“tidak apa-apa…”sahutku dan mencoba untuk tersenyum kepadanya. Aku terus mencoba untuk bertahan demi mereka. sudah 5 bulan lamanya aku mengajar dikelas ini, hingga tibalah keputusan dari sekolah yang mengatakannya dikelas ini.
“ 1 bulan lagi adalah bulan dimana kalian semua akan menghadapi ujian nasional. Jika kalian memiliki nilai di bawah 5, maka kalian akan mengulang kembali meskipun kalian mengulang kembali tapi kalian tetap tidak akan kami luluskan karena prilaku kalian itu” ujar kepala sekolah kepada mereka.
“tapi pak…kenapa harus seperti itu?” tanyaku
“ini sudah keputusan sekolah….jadi kamu juga tidak berhak membantah perintah ini, dan kamu juga kim jae jong, jika sampai semua siswa mu ini nilainya dibawah 5, maka kamupun akan kami pecat” ujarnya dan menatapku tajam. Aku merasa keputusan ini tidak adil buat mereka. mereka hanyalah anak-anak, tapi kenapa mereka harus mendengar ini semua. Aku takut mereka akan tambah bermalas-malasan dalam belajar karena mereka menganggap sia-sia mereka sekolah jika keputusannya seperti ini. setelah wakil kepala sekolah itu keluar dari kelas ini, akupun berkata pada semua siswa-siswaku.
“ bapak tahu, kalian pasti merasa kecewa dengan perkataan pak junsu tadi” ujarku kepada mereka.
“kami tidak peduli jika kami harus tidak lulus, karena kami juga tidak mampu mencapai nilai diatas 5” ujar jungsoo kepadaku
“ iya pak…lagian juga kami sudah cape disekolah ini, kami selalu di ejek siswa-siswa lain karena kami tidak pandai” sahut jinki
“tapi kalian tidak boleh pesimis seperti itu, kalian harus yakin bahwa kalian bisa” sahutku kepada mereka
“ hah…bapak akan rugi jika bapak berkata kami bisa” ujar sunha
“ bapak yakin kalian bisa, jika kalian ada keinginan untuk merubah nilai kalian” sahutku kepada mereka
“memangnya bapak mau mengajari kami sampai kami bisa?” tanya minho
“ iya…bapak akan mengajari kalian. karena bapak yakin, kalian pasti bisa mencapai nilai yang terbaik” sahutku semangat kepada mereka
“sudahlah pak…bagaimanapun bapak mencoba mengajari kami, kami tetap tidak akan berhasil untuk lulus ujian nasional itu.” ujar kyuhyun kepadaku
“ kenapa kalian semua mudah menyerah seperti itu?” ujarku kepada mereka
“karena kami tidak seperti siswa-siswa yang lain” sahut kangin
“jika kalian belum mencobanya, maka kalian tetap tidak akan pernah berhasil mencapai nilai baik seperti siswa yang lain” ujarku kepada mereka, akupun berjalan dan berdiri ditengah-tengah mereka.
“ pak…jujur, saya tidak yakin akan berhasil ujian ini” ujar hyo in lesu
“kenapa hyo in?” tanyaku
“saya kan belum terlalu pandai membaca pak” sahutnya
“tulisan saya juga tidak bisa dibaca pak” sahut donghae
“dan masih banyak pelajaran dari guru-guru lain yang tidak mereka ajarkan kepada kami” sahut hangeng
“hangeng benar pak, kami memang bermasalah. Tapi kenapa guru-guru yang lain tidak pernah mengajarkan kami pelajaran seperti yang mereka ajarkan kepada siswa dikelas yang lain” ujar key
“ kami seperti dibedakan pak” sahut eunsuh
“ iya pak…”sahut siswa yang lain. hatiku terasa sakit ketika mendengar unek-unek dari mereka. memang benar mereka bermasalah, tapi tidak harus sampai membedakan mereka seperti ini. akupun kemudian keluar dari kelas ini, dan aku mempercepat langkahku untuk menuju ruangan kepala sekolah yang menjadi satu dengan ruangan guru. Aku masuk keruangan itu, dan aku berdiri didepan kepala sekolah joo kwon.
“ada apa pak kim?” tanyanya
“ saya merasa keputusan yang sekolah ini berikan untuk siswa-siswa saya adalah keputusan yang tidak adil” ujarku kepadanya
“tapi ini sudah kesepakatan bersama dengandewan direksi sekolah lainnya” sahutnya
“mereka memang bermasalah dalam nilai dan prilaku mereka, tapi kenapa mereka harus mendengar keputusan seperti ini?” ujarku
“kalian semua…apakah kalian pantas dipanggil sebagai guru?, dimana moral kalian?” ujarku berteriak kepada guru-guru yang lain yang ada diruangan itu. mereka hanya diam.
“ bukankah sering dikatakan…guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Lalu dimana letak diri kalian sebagai guru, apakah pantas kalian disebut sebagai guru” ujarku lagi dengan emosi yang memuncak.
“apa kalian tidak pernah tahu isi hati dari siswa-siswa yang kalian anggap adalah siswa buangan, siswa yang selalu membuat onar, membuat malu sekolah. apakah kalian tidak pernah tahu itu?” mereka masih saja diam
“ mereka iri….mereka selalu dibedakan dengan siswa-siswa yang lain. mereka putus asa, ketika melihat kalian lebih memilih mengajar siswa yang lain dari pada mereka.”
“apakah kalian tidak pernah menyadari bahwa kalian terlalu pilih kasih?”
“apakah kalian tidak menyadari bagaimana perasaan para orang tua mereka, ketika mereka tahu kalian hanya terobsesi oleh siswa-siswa yang pandai?”aku menangis didepan mereka. dan mereka masih saja diam.
“meskipun kalian tidak mau mengajar mereka, biarlah aku yang akan mengajar mereka…aku tidak akan membiarkan siswa-siswa ku tidak lulus dari sekolah ini” ujarku tegas kepada mereka, akupun kemudian menyeka air mataku, dan aku melangkahkan kakiku dengan cepat dan keluar dari ruangan itu. akupun kembali kekelasku dan menemui murid-murid tercintaku. Mereka diam ketika aku datang, wajah mereka tampak lesu. Akupun kemudian berkata didepan mereka dengan semangat.
“baiklah…meskipun guru-guru yang lain tidak mau mengajar kalian, tapi…bapak akan mengajarkan kalian sampai kalian berhasil ujian nanti” ujarku kepada mereka, mereka hanya diam saja
“mulai besok…waktu belajar kalian akan bapak tambah. Dan kita tidak akan belajar dikelas ini” ujarku yang membuat mereka bingung.
“ maksud bapak?” tanya heechul
“kita akan belajar dialam bebas” sahutku, aku tahu mereka bingung. Tapi tekadku sudah kuat untuk mengajar mereka. setiap pulang dari sekolah, aku selalu mengajak siswa-siswa ku untuk belajar terkadang di ditaman, pantai, danau, bahkan aku sering sekali mengajak siswa-siswa ku untuk rekreasi agar mereka tidak bosan. Sudah 2 minggu kami belajar, dan kemampuan mereka masih belum terlalu terlihat. Saat kami belajar di ditepi danau, tiba-tiba saja beberapa guru yang mengajar di sekolahku, mereka menghampiri kami.
“maaf jika kedatangan kami mengganggu” ujar yoochun kepadaku
“tidak apa-apa”sahutku dan beranjak bangun dari dudukku.
“sebenarnya kami kemari, karena kami ingin bergabung bersamamu untuk mengajar mereka” ujar yunho kepadaku, aku terharu ketika mereka mengatakan hal tersebut.
“benarkah?” tanyaku tidak percaya
“benar…kami ingin mereka lulus pada ujian nanti” sahut jiyeon
“terima kasih….terima kasih…”ujarku kepada mereka, air mataku menetes karena terharu akan mereka. setelah mereka bergabung bersamaku, akhirnya kamipun dapat mengajar siswa-siswa ku seperti yang lainnya. siswa-siswaku tampak bersemangat dalam belajar. Hingga ketika 5 hari sebelum ujian. Ada masalah yang harus ku hadapi. Beberapa siswaku memiliki masalah. Eunjae lari dari rumah karena ibunya yang membawa laki-laki kerumahnya dan hampir memperkosa eunjae. Kyuhyun yang masuk rumah sakit dan kritis karena ayahnya memukul nya dengan keras, karena kyuhyun tidak mau mencuri. Taemin yang selalu menjadi bulan-bulanan preman di dekat rumahnya, karena taemin selalu menolak diajak menjadi pengemis dijalanan, hae rie yang tidak mau pulang kerumah, karena kedua orang tuanya yang selalu bertengkar dan hae rie selalu menjadi korban ketika orang tua mereka bertengkar. Dan jinki yang tidak pernah kesekolah karena bekerja mengangkat barang-barang untuk bangunan karena ingin mengobati ibunya yang terbaring lemah dirumah sakit. Setiap pulang sekolah aku selalu mencari eunjae kemana-mana, tapi belum ketemu juga. aku juga menyempatkan diriku untuk menjenguk kyuhyun dirumah sakit yang sampai sekarang ia belum sadar juga. ibunya selalu menangis melihat anaknya yang terbaring lemah tak berdaya.
“sabarlah bu…saya yakin kyuhyun pasti sembuh” ujarku kepadanya
“ ini semua adalah salahku, jika saja dari dulu aku bercerai dari ayahnya, kyuhyun tidak akan mungkin disiksa seperti ini” sahut ibunya kyuhyun
“ ayahnya kyuhyun dimana sekarang?” tanyaku
“ntahlah…tapi aku bisa tenang sekarang, karena aku telah bercerai darinya, dan tidak akan ada yang bisa menyiksa anakku lagi”sahutnya. Ibunya kyuhyun menangis saat mengatakan hal itu. aku mengerti bagaimana perasaan ibunya. Setelah aku menjenguk kyuhyun aku pergi kerumah taemin, dan saat itu aku melihat taemin dipukuli oleh beberapa orang preman. Akupun berlari dan menjauhkan preman-preman itu dari taemin.
“apa yang kalian lakukan pada anak sekecil dia” ujarku membentak mereka
“hei…jangan jadi sok pahlawan ya, dia itu tidak pernah mau mendengarkan kami makanya ia pantas kami hajar seperti ini”sahutnya
“ memangnya kau siapa nya taemin?” tanyanya ketus kepadaku
“ aku…aku adalah ayahnya taemin…kenapa?” sahutku
“apa………hah…tidak mungkin. Karena taemin tidak punya ayah…”sahut salah satu dari mereka
“ memang benar taemin tidak punya ayah, tapi mulai sekarang aku adalah ayahnya taemin, dan aku juga adalah gurunya taemin”sahutku dan masih melindungi taemin dibelakang punggungku
“ apakah kalian tidak punya anak?” tanyaku kepada mereka
“ada…kenapa?” sahut mereka
“jika anak kalian mengalami seperti yang kalian lakukan pada taemin, apakah kalian akan senang?” tanyaku
“ya tidaklah…karena kami tidak suka jika anak kami dipukuli” sahut salah satu dari mereka
“ kalau begitu kenapa kalian melakukannya pada taemin. Apakah kalian tidak tahu, bahwa anak sekecil ini harus dilindungi, anak seperti taemin harus mendapat kenyamanan” ujarku tegas kepada mereka
“coba kalian bayangkan…anak kalian tidak memiliki ayah, dan anak kalian diperlakukan seperti taemin atau bahkan lebih parah. Apakah kalian akan merasa tenang?” ujarku lagi, mereka hanya diam
“kalian tidak pantas dipanggil seorang ayah oleh anak kalian, karena kalian bukanlah ayah yang baik untuk mereka.”
“ seorang ayah…adalah melindungi anak-anak mereka”
“karena aku seorang ayah…aku akan melindungi taemin. Aku tidak akan membiarkan kalian melakukan kekerasan padanya lagi”ujarku kepada mereka. mereka terdiam. Akupun kemudian menggenggam tangan taemin dan aku membawanya pergi dari para preman itu. taemin hanya bisa menangis. aku mengajak taemin untuk pergi kerumahku. Karena ibunya taemin tidak ada diseoul saat ini. namun dijalan aku melihat siswiku eunjae. Ia duduk dipinggir jalan dengan memeluk kedua lututnya. Akupun menghampirinya sambil menggandeng taemin.
“eunjae…”ujarku dan memegang pundaknya, iapun menoleh kearahku. Matanya sembab, wajahnya pucat.
“pak guru…”ia menangis, akupun kemudian memeluknya.
“bapak sudah tahu eunjae…ibumu menyesal karena perbuatannya itu. ibumu selalu mencarimu eunjae…pulanglah sayang…”ujarku kepadanya
‘’tidak mau…karena ibu aku hampir diperkosa oleh laki-laki itu”sahutnya sesenggukkan.
“eunjae…apakah eunjae tahu, ibunya eunjae sekarang sakit karena terus-terusan memikirkan eunjae” ujarku kepadanya
“ibuku sakit?” sahutnya dan melepaskan pelukanku darinya.
“iya…eunjae pulang ya…jangan buat ibunya eunjae khawatir…”ujarku kepadanya
“iya pak…eunjae pulang”sahutnya
“baiklah…bapak akan mengantar eunjae pulang”ujarku kepadanya. Akupun mengantar eunjae untuk pulang kerumahnya. Setelah eunjae pulang, aku dan taeminpun pulang kerumahku. Istriku dan anakku yang sudah SMP kelas 3 sudah menungguku dirumah. Syukurlah mereka mengerti, dan taeminpun dengan tenang dapat menginap dirumahku. Malam harinya, aku sengaja keluar untuk mencari jinki. Dan kebetulan…malam ini aku bertemu dengan jinki yang bekerja mengangat barang-barang untuk dimasukkan kedalam truk. Akupun berlari dan menghampirinya
“jinki…”panggilku, iapun menoleh kepadaku
“pak guru…’’sahutnya terkejut
“ iya ini bapak. Kenapa jinki tidak masuk sekolah?” tanyaku
“jinki…jinki tidak bisa pak. Ibunya jinki sakit parah…dan jinki harus mencari uang untuk operasi kista nya ibu jinki” ujarnya lesu
“ jinki tenang saja…jinki tidak perlu khawatir soal uang operasi ibunya jinki. Yang penting jinki harus fokus pada sekolah jinki. Demi ibunya jinki, karena ibunya jinki ingin melihat jinki berhasil” ujarku sambil mengelus-elus kepalanya.
“tapi pak…”sahutnya
“jinki tenang saja, serahkan semuanya pada bapak”sahutku, akupun mengajak jinki kerumah sakit untuk menemui dokter rumah sakit itu. setibanya dirumah sakit, wakil kepala sekolah pak junsu, yoochun, yunho dan changmin pun sudah berada dirumah sakit itu.
“bapak…”ujar jinki yang menatap mereka karena bingung
“hari ini ibunya jinki akan dioperasi, dan jinki tidak perlu memikirkan biayanya karena bapak dan guru-guru yang lain akan membayar uang operasi ibunya jinki” jinki menangis mendengar perkataanku
“terima kasih pak…terima kasih…”sahutnya, akupun memeluknya
“mulai besok jinki kembali sekolah lagi ya, dan belajar seperti yang lainnya” ujarku kepadanya
“iya pak…”sahutnya. Beberapa masalah telah selesai. Dan keesokkan harinya hae rie datang kesekolah dengan wajah yang membiru. Akupun panik…dan menghampirinya
“hae rie~ah…wajahmu kenapa?” tanyaku
“tidak apa-apa pak” sahutnya berbohong
“hae rie…katakan pada bapak, siapa yang melakukan ini pada hae rie?” tanyaku
“ …”ia hanya diam,lalu tangisannya pun pecah dikelas ini. ia menangis sesenggukkan.
“hae rie…”ujarku
“ayah….ayah memukulku…ayah…juga memukul ibu…ayah jahat…ayah jahat…”ujarnya sambil menangis sesengukkan. Aku terenyuh saat mendengarnya. Akupun mengadukan perbuatan ayah hae rie pada pihak yang berwajib. Hae rie dan ibunya kini bisa hidup dengan tenang, karena ayahnya ditahan di penjara selama beberapa tahun.

~ ujian nasional~
Hari ini adalah hari dimana semua siswaku berjuang, semua berada dalam satu kelas untuk ujian saat ini, terkecuali kyuhyun yang mengerjakan soal ujiannya dirumah sakit, karena pihak rumah sakit melarangnya keluar dari rumah sakit. Jantungku berdegup tak karuan, karena aku memikirkan siswa-siswa ku, apakah mereka akan berhasil ujian nasional ini?, aku berharap mereka semua berhasil.

~ 3 minggu kemudian~
Hari ujian telah usai. Dan kini adalah saat-saat yang ditunggu-tunggu, karena hari ini adalah hari pengumuman hasil ujian mereka. aku menerima sebuah amplop dari pihak sekolah. dan isi dari amplop itu adalah nilai-nilai mereka. semua siswaku terdiam dan berharap cemas. Akupun membukanya perlahan-lahan,saat aku melihat hasilnya…akupun langsung membacanya….didepan semua siswaku.
“ anak-anakku….nilai kalian……..”aku sengaja diam didepan mereka, merekapun tertunduk saat aku melihat mereka.
“nilai kalian semua diatas rata-rata…”ujarku yang membuat mereka terkejut.
“maksud bapak?” ujar sungmin
“ kalian lulus semua….”sahutku dan tersenyum kepada mereka, mereka menangis karena merasa tidak percaya ddengan yang kukatakan.
“apakah itu benar pak?… bapak tidak bohongkan?” ujar siwon
“ untuk apa bapak berbohong pada kalian…nih lihat saja nilai kalian” ujarku sambil memberikan hasil nilai ujian mereka kepada mereka. merekapun berkumpul dan melihat hasil nilai mereka.
“horeeeee………..kita lulus……..”ujar mereka kegirangan. Aku tersenyum bahagia, ketika melihat mereka yang tersenyum lebar. Akupun mengajak mereka untuk merayakan keberhasilan mereka dengan mengajak mereka ketaman hiburan.

~ 28 siswa~
Ketika jae jong pulang, ke 28 siswapun berkumpul dan berembuk untuk merencanakan sesuatu.
“ 1 minggu lagi acara perpisahan…bagaimana jika kita memberikan sesuatu untuk pak jae jong” ujar kibum kepada teman-temannya
“ apa yang harus kita berikan pada pak guru?” tanya minjee
“ iya…kita juga tidak tahu pak guru suka apa?” sahut vieya
“bagaimana jika kita patungan”sahut cheonsa
“kita belikan apa?” tanya jung yeon
“mm……baju saja bagaimana?” ujar shindong
“boleh juga tuh…”sahut hae rie
“tapi apakah tidak lebih baik, kita memberikan sesuatu dari buatan kita sendiri” ujar jinki kepada yang lain
“memangnya kita bisa buat apa?” tanya wookie dan yesung bingung
“ hangeng kamu kan pandai membuat prakarya, enaknya kita buat apa?” tanya kyuhyun
“benar hangeng, sebaiknya kita buat prakarya apa untuk pak jae jong?” tanya eunhyuk
“ bagaimana jika kita buat lampion saja, tapi dari bahan bekas saja” sahut hengeng
‘boleh juga tuh…”sahut mereka
“ apa kalian punya kain polos sisa berwarna putih?” tanya hangeng
“aku punya…”sahut hyo in.
“baiklah, malam ini kita berkumpul di taman untuk membuat lampion” ujar hangeng
“Ok…”sahut merek serempak
“ sungmin~ah…”ujar hengeng
“iya..ada apa?” sahut sungmin
“ kamukan pandai melukis, kamu nanti melukis di kain polos itu ya” ujar hangeng
“melukis gambar apa?” tanya sungmin
“ melukis gambar kegiatan kita disekolah bersama pak jae jong” sahut hangeng
“Ok lah…”sahut sungmin. Bukan hanya sebuah lampion yang ingin mereka persembahkan untuk guru mereka, tapi masih ada sesuatu yang akan mereka persembahkan untuk jae jong.

~ saat perpisahan~
Hari ini adalah hari dimana sebuah acara perpisahan dilaksanakan. Beberapa siswa memberikan persembahan mereka diatas panggung. Ada yang melakukan aksi band mereka, ada yang bermain drama, ada yang menyanyi baik solo maupun grup, ada yang bermain pantomime. Setelah beberapa siswa itu selesai melakukan aksi mereka, tibalah ke 28 siswa itu berdiri diatas panggung. Mereka mengenakan baju seragam sekolah mereka. jinki sebagai ketua kelas mereka, jinkipun maju beberapa langkah kedepan. Jae jong duduk diantara guru-guru yang lain. jinkipun mengatakan sesuatu yang membuat jae jong dan yang lain terharu.

“Guruku idolaku”
Ketika engkau pertama kali mengajar kami
Kami hanyalah sekumpulan anak buangan yang tidak berarti
Hari demi hari engkau mengajar kami dengan penuh kesabaran
Engkau seperti seorang ayah yang selalu melindungi anak-anaknya
Engkau tak pernah lelah untuk membuat kami optimis
Engkau selalu adil pada kami
Engkau tak pernah membedakan kami seperti guru-guru yang lainnya
Engkau adalah pelita kami
Engkau adalah idola kami
Terima kasih…guruku
Terima kasih…karena engkau kami bisa berhasil
Kami sayang padamu pak jae jong…

Jae jong menangis, begitu juga guru yang lain yang merasa diri mereka tidak adil pada siswa-siswa itu. dan jae jong tidak bisa berhenti menangis saat siswa-siswanya menyanyikan sesuatu untuknya…

“lagu ini kami persembahkan untuk guru kami tercinta” ujar jinki diatas panggung. Musikpun mulai memainkan melodinya. Merekapun mulai menyanyi…

Pagiku cerahku
Matahari bersinar
Ku gendong tas merahku…dipundak

Slamat pagi semua
kunantikan dirimu
Didepan kelasmu
menantikan kami

guruku tersayang
guru tercinta
tanpamu apa jadinya aku

tak bisa baca tulis
mengerti banyak hal
guruku terima kasihku

nyatanya diriku kadang buatmu marah
namun segala maaf kau berikan….

guruku tersayang
guru tercinta
tanpamu apa jadinya aku

tak bisa baca tulis
mengerti banyak hal
guruku terima kasihku

setelah ke 28 siswa itu selesai menyanyi, merekapun turun dari panggung, dan mereka menghampiri jae jong, ketika jae jong berdiri, semua siswanya pun memeluk jae jong, jae jong menangis karena terharu..
“bapak sayang kalian….”ujar jae jong dengan suara yang bergetar.
“ kami juga sayang pada bapak…”sahut siswa-siswanya yang menangis dalam pelukan jae jong. Ketika acara perpisahan usai, ke 28 siswanya pun mengajak jae jong untuk pergi kekelas mereka. dan merekapun memberikan lampion itu kepada jae jong. Ketika lampion itu diputar, jae jong lagi-lagi terharu…karena lampion itu bergerak dan bayangan dari gambar yang terdapat pada lampion memenuhi seisi kelas. Lampion itu terlihat gambar-gambar aktifitas jae jong dan ke 28 siswanya.
“terima kasih….”ujar jae jong sesenggukkan
“terima kasih guruku” sahut ke 28 siswanya.

FIN

11 Responses to “CERPEN ANAK “ TERIMA KASIH GURUKU””

  1. Arin KPop-lover December 25, 2010 at 4:39 pm #

    Waaaah… Jaejoong baik banget…
    Pengen deh punya guru sesabar dan sebaik Jaejoong… -_-
    Bagus ff-nya, eonn…!

  2. Cute Pixie December 25, 2010 at 4:58 pm #

    OMO..
    speechless baca ff ini <– tp masih bisa ngomong
    baik banget jaejoong baikkk banget. .. huhu..
    akhirnya mereka lulus krn jaejonong yah..
    keren ffnya onnie, menyentuh banget.
    suka nih ff kayak gini.. *apasih*
    T-O-P-B-E-G-E-T-E onnie!

    • Cute Pixie December 25, 2010 at 5:01 pm #

      *ngakak pas baca komenku sendiri*
      maap onn, itu bukan “jaejonong” tp jaejoong..
      omo, gara2 semangat komen smpe salah ketik.. hahahaha

  3. Jung Yonmin December 25, 2010 at 7:38 pm #

    Bagus banget ffnya >.<

  4. vikoss December 25, 2010 at 8:33 pm #

    hiks… jd ingat waktu SMA dlu….
    wah…. ffnya mngharukn….

  5. hoonie~eunnie December 25, 2010 at 8:54 pm #

    annyong..
    oh iya sebelumnya, aku new reader di sini ^^
    ffnya baguuuuuuuuus~~~ coba guru-guru sekarang pada kayak gini.. guru sekarang mah gak ikhlas ngajarin nyaa..
    keren banget daah ff nya :)
    succes buat authornya :D

  6. dianluthae December 25, 2010 at 9:05 pm #

    Jdi inget pak amat, yg kyut ity *amit2*
    Tpi suer aku nangis bacanya hueeeee T.T
    Bagus bgt!!

  7. miow_chan December 26, 2010 at 1:19 am #

    aih, keren ff nya. lagu itu kayak pernah denger deh..

  8. _chino December 26, 2010 at 12:05 pm #

    sediih, denger ceritanya.. ><
    aku nangis disini *lol curcol*

    bagus!! aku suka, aku demen gaya author!! :D

  9. love2min December 26, 2010 at 6:02 pm #

    waaah makasih ya eon, aku jadi semangat belajar lagi nih *derita anak kelas 9* pokoknya aku gak mau ngecewain guruku sama orang tuaku!! makasih banget loh eon, aku terharu bacanya T_T

  10. Kien_33 December 26, 2010 at 9:28 pm #

    jadi pengen nanges,jaejoong jadi guru baek banget. pengen punya guru kayak dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 20,711 other followers

%d bloggers like this: