Your Love has Changed My World (Part 12/end)

28 Dec

Title             : Your Love has Changed My World (Part 12/end)

Genre          : Romance

Rating          : T

Author         : Shinyoungie

Length         : Chaptered

Main Cast    :

-    Park Shin Young (you)

-    Choi Minho (SHINee)

-    Cho Kyuhyun (Super Junior)

Cast             :

-    Kwon Yuri (SNSD)

-    Park Ji Yeon (T-ARA)

-    Yoo Seung Ho (actor)

-    Park Jung So / Leeteuk (Super Junior)

-    Nichkhun (2PM)

-    Member SHINee yang lain

NB              : FF ini spesial untuk para good readers yang mau memberikan comment. Tapi buat para silent readers juga boleh kok. Kan ga ada kata terlambat untuk betobat. Hehehe…. Kalau ada kata-kata yang kurang berkenan, mohon dimaafkan ya… Selamat membaca…

Read Previous Part    : Teaser / Part 1 / Part 2 / Part 3 / Part 4 / Part 5 / Part 6 / Part 7 / Part 8/ Part 9 / Part 10 / Part 11

_Someone POV_

Aku berlari sekencang mungkin. Berlari agar tak seorang pun menemui keberadaanku. Sungguh… Aku benar-benar takut.

Akhirnya setelah lama berlari, aku menemukan sebuah tempat yang sepertinya tidak ada orang yang bisa menemukanku.

“Ya Tuhan… Apakah dia selamat?? Apakah dia akan selamat setelah aku mencelakainya???”

Air mata mulai membasahi wajahku.

“Kalau sampai ia meninggal, aku akan dihantui rasa bersalah. Karena… Karena akulah yang telah membunuhnya…”

“Yuri??”

Seseorang memanggilku. Bagaimana mungkin ada orang yang menemukanku di sini?? Aku menoleh ke asal suara itu dan ternyata…

“Kyu Oppa…??” Aku terbelalak tak percaya mengetahui siapa orang yang memanggilku.

_Someone POV end_

_Kyuhyun POV_

Kulihat Shin Young menyentuh punggung Minho. Ia membalas pelukan namja itu. Ne… Kini aku tau jawabannya.

Aku terenyum melihat adegan di depan mataku itu.

Kuputuskan untuk melangkahkan kakiku meninggalkan lorong itu. Aku berjanji akan kembali, Shin Young… Aku akan kembali menemui dan menjagamu jika perasaanku ini sudah lebih baik.

Mianhe… Mianhe karena saat ini harus kuakui… Aku butuh waktu untuk mengobati hati ini…

—————————————-

Aah… Rasanya aku ingin berteriak sekencang mungkin. Mengeluarkan isi hatiku yang sesak ini.

Shin Young~aa, apakah kau bahagia bersamanya?? Apakah kau telah menemukan orang yang mengisi kekosongan hatimu?? Apakah dia bisa membuatmu menemukan keberanian lagi??

Kalau semua jawaban dari pertanyaan itu adalah ‘ne..’, maka dengan tulus aku akan melepaskanmu untuk bersamanya. Aku akan menangis… Menangis jika melihatmu menangis. Dan aku pun akan bahagia… Bahagia karena melihatmu bahagia…

Percayalah Shin Young~aa… Apa yang akan terjadi padamu nanti, tak akan merubah rasa cintaku padamu. Meski rasa ini tak terbalas, setidaknya aku masih bisa menjagamu sebagai seorang Oppa…

Aku melangkahkan kakiku menyusuri jembatan ini. Tempat ini begitu sepi. Hanya ada tiupan angin yang bisa kudengar di tempat ini.

Hiks… Hiks…

Suara apa itu??

Sepertinya aku mendengar suara isakan seorang yeoja di sini. Tapi siapa??

Aku terus menyusuri jembatan ini hingga akhirnya…

Itu…

Ahh… Aku kenal yeoja itu. Kuputuskan untuk menghampirinya. Namun, langkahku terhenti ketika mendengar…

“Kalau sampai ia meninggal, aku akan dihantui rasa bersalah. Karena… Karena akulah yang telah membunuhnya…”

Membunuh?? Apa maksud ucapannya??

“Yuri??” ujarku yang akhirnya membuatnya menoleh ke arahku.

“Kyu Oppa…??” Ia terbelalak. Sepertinya terkejut melihat kehadiranku.

Aku kembali mendekatinya.

Dengan jelas aku melihatnya menghapus air mata yang telah berhasil membasahi wajahnya yang cantik.

“Ada apa denganmu, Yuri~aa?? Kenapa ada di sini??” tanyaku heran.

Ia hanya terdiam tanpa berani menatapku.

“Yuri~aa, waeyo??”

Aku mengangkat wajahnya dengan jari-jariku. Yuri mulai berani menatapku.

“Oppa…” gumamnya tertahan. Aku tau yeoja ini mau menangis.

Aku merengkuhnya ke dalam pelukanku. Satu-satunya yang dibutuhkan seorang yeoja di saat-saat seperti ini adalah ketenangan. Aku tau… Karena Shin Young pun selalu bisa merasa lebih tenang jika aku memeluknya.

Dan benar saja. Tangisan Yuri kembali pecah. Nafasnya terengah-engah.

Kuputuskan untuk membelai rambutnya.

“Waeyo?? Ceritakanlah padaku…”

_Kyuhyun POV end_

_Yuri POV_

Ia merengkuh tubuhku ke dalam pelukannya. Seketika tangisku kembali pecah. Ne…Aku menangis dalam pelukan Kyu Oppa.

Dapat kurasakan tangannya membelai lembut rambutku.

Tuhan… Apakah aku pantas mendapat perlakuan seperti ini dari seseorang?? Aku adalah seorang pembunuh!!

“Waeyo?? Ceritakanlah padaku…” bisik Kyu Oppa tepat di telingaku.

Aku melepaskan pelukannya secara perlahan. Sungguh… Apakah harus kuceritakan semuanya padanya??

“Oppa…” gumamku pelan.

Ia menatapku dengan lembut. “Rasanya akan lebih tenang jika kau mau berbagi…”

Ya Tuhan… Apakah aku sudah siap menanggung resikonya??

“Oppa… Aku sudah membunuhnya…”

<<<<FLASHBACK<<<<

Aku melangkah menuju ke sebuah ruangan. Nampaknya ini adalah ruangannya.

Clek… Aku membuka pintu ruangan itu dan kulihat yeoja yang kucari sedang terbaring di atas ranjangnya. Park Shin Young. Yeoja yang sudah merebut semua kebahagiaanku.

“Kau…” gumamku dengan tatapan sinis ke arahnya.

“Onni… Aku tau kau akan datang…” balasnya sambil tersenyum.

Aku benar-benar benci melihatnya tersenyum seperti itu. Benar-benar benci!!

Aku membalas senyumannya itu dengan senyuman sinisku. “Jangan kau kira aku sudah kalah!! Aku tidak akan pernah membiarkanmu merebut kebahagiaanku.”

Kulihat yeoja itu membetulkan posisi tidurnya menjadi posisi duduk. “Ne… Kau akan mendapatkan kebahagiaanmu, Onni… Cepat atau lambat…”

Aku melangkah mendekati ranjangnya. Lihatlah… Yeoja ini benar-benar lemah. Sungguh tidak berguna!!

“Ne… kebahagiaanku itu kudapat kalau kau mati!!!” ujarku tajam.

Ia kembali tersenyum. “Tenanglah, Onni… cepat ataupun lambat, aku akan mati. Dan setelah itu, aku akan benar-benar pergi dari kehidupanmu dan hidupnya…”

“Baguslah kalau kau sadar itu. Tapi sayangnya, aku tidak akan sesabar itu menunggu kematianmu. Bukankah lebih cepat lebih baik??”

Dengan kasar, aku menariknya dari ranjang. Hanya dengan sekali tarikan, ia sudah terjatuh di atas lantai ruangan ini.

Aku tersenyum melihatnya kesakitan. Tapi bagiku, ini belum cukup!! Aku ingin dia mati saat ini juga di depan mataku!!

Tanpa rasa bersalah sedikitpun, aku menjambak rambutnya, dan kubenturkan kepalanya pada kaki ranjang yang terbuat dari besi itu.

Bruuk…

Hanya dengan sekali benturan, kepalanya itu sudah mengeluarkan banyak darah.

Aku kembali tersenyum melihat keadaannya yang seperti itu di depan mataku.

“Shin Young~aa… Say goodbye…” ujarku bangga.

Ia hanya tersenyum padaku. “Gomawo, Onni…”

Setelah itu, aku benar-benar sudah tak melihatnya bergerak lagi. Darah segar itu sudah benar-benar mengotori wajah, pakaian, bahkan lantai ruangan ini.

Kini, bukan lagi kebahagiaan yang menyelimuti hatiku. Melainkan rasa takut.

Ya Tuhan, apa yang telah kulakukan padanya?? Apa yang kulakukan???

Kuputuskan untuk keluar dari ruangan ini dan pergi dari Rumah Sakit ini.

Aku berlari sekencang mungkin. Berlari agar tak seorang pun menemui keberadaanku. Sungguh… Aku benar-benar takut.

<<<<FLASHBACK end<<<<

_Yuri POV end_

_Kyuhyun POV_

Sungguh… Aku benar-benar tak percaya dengan apa yang kudengar ini. Ingin rasanya aku membunuh yeoja di hadapanku ini. Rasanya saat ini, aku ingin membalas apa yang telah dilakukannya pada yeoja yang kucintai.

Plaaaakkk……

Tanganku mendarat di pipinya. Dan yeoja di hadapanku hanya bisa menangis tanpa bisa melawan.

“Oppa, aku tau aku salah… Mianhe…”

Drrt…Drrt… Dapat kurasakan handphone dalam saku celanaku bergetar.

Appa?? Aku yakin ini kabar mengenai Shin Young.

“Kau… Pulanglah ke dorm mu. Jangan ke mana-mana sampai aku kembali menemuimu!!” ujarku dingin pada yeoja di hadapanku ini. Dan secepat mungkin aku berlari tanpa mengangkat handphone ku itu. Karena aku tau apa yang akan dikatakan oleh Appa.

————————————–

Aku telah sampai di Rumah Sakit dan kulihat seluruh orang yang berada di sini tengah diselimuti rasa khawatir. Tak lama, seorang namja pun datang. Choi Minho.

“Oppa!!”

“Ne… Jiyeon… Bagaimana keadaan Shin Young???” aku bisa melihat rasa khawatir yang mendalam di wajah Minho.

Jiyeon tak menjawab pertanyaan Minho. Ia hanya menangis di dekapan namjachingunya itu.

Kuputuskan untuk menjawab pertanyaan Minho tadi. “Appaku bilang, Shin Young mengalami pendarahan. Entah apa yang membuatnya terluka seperti itu.”

Mianhe… Aku harus menutupi apa yang terjadi pada Shin Young sebenarnya. Aku tau, Minho akan segera membunuh Yuri jika dia tau apa yang telah Yuri lakukan pada Shin Young.

Cleeek…. Tiba-tiba pintu terbuka, dan Appa keluar dari ruangan itu.

“Kita harus segera melakukan transplantasi sumsum tulang dan transfuse sel darah merah. Jiyeon~ssi, apakah kau bersedia??” tanya Appa tanpa basa-basi.

Jiyeon menatap Seung Ho dan kedua orang tuanya secara bergantian, lalu mengangguk mantap. “Ne, uisa… Aku bersedia”

“Baiklah… Besok pagi, kau harus menjalani pemeriksaan agar siangnya bisa melakukan transplantasi sumsum tulang. Hanya saat ini, darahmu benar-benar dibutuhkan. Shin Young kehabisan banyak pendarahan.”

“Ne, Uisa… Ambilah darahku.” Ujar Jiyeon.

Tanpa basa-basi, Jiyeon mengikuti langkah Appaku dengan di dampingi Omma dan Appa nya.

Semoga…. Semoga semuanya akan baik-baik saja setelah ini…

—————————————–

Doaku terjawab. Shin Young berhasil diselamatkan. Dan sesuai dengan yang telah direncanakan, siang ini juga operasi transplantasi akan dilakukan.

_Kyuhyun POV end_

_Author POV_

Dua orang yeoja tengah digiring masuk menuju ruangan operasi. Ne… Itulah Shin Young dan Jiyeon. Keduanya berpegangan sangat erat.

“Shin Young~aa… Berjanjilah akan keluar dengan selamat. Omma yakin, Jiyeon dan kau akan baik-baik saja.”

“Ne… Appa ingin melihat kedua putri Appa sehat dan kita akan sama-sama bahagia.”

Mereka hanya tersenyum.

“Jagiya, aku yakin kau bisa…” ujar seorang namja bernama Seung Ho, pada yeojachingunya. Jiyeon.

Jiyeon mengangguk sambil tersenyum. “Yaa…!!! Seung Ho~aa… Kau tau kan siapa aku?? Aku pasti baik-baik saja…!!”

Sementara itu, Choi Minho terlihat begitu khawatir dengan keadaan yeojachingunya.

“Jagiya, berjanjilah kau akan baik-baik saja. Dan setelah kau sembuh, aku akan segera menikahimu…”

Shin Young tertawa mendengar ucapan namjachingunya itu. “Ne, Oppa… Ne… Jangan khawatir seperti itu…”

“Shin Young, Jiyeon, HWAITIIIING…!!!” Keempat namja SHINee bersama-sama membentuk paduan suara untuk memberi dukungan.

Tak lama, setelah semua siap, mereka berdua segera masuk dan memulai operasi.

Cukup lama semuanya menunggu di depan ruang operasi itu. Menunggu… Menunggu sebuah berita baik dan bersiap jika pada akhirnya akan mendapatkan berita buruk.

5 jam… Setelah 5 jam lamanya, Cho Uisa keluar dari ruangan itu, dan menghampiri seluruh orang yang sedang menunggu hasil operasi itu.

Cho Uisa melepas masker yang dikenakannya. “Operasi berjalan lancar… Kalian bisa tenang .”

Sebuah senyuman mulai terpancar dari wajah masing-masing orang.

“Ahh…!! Benarkan… Aku yakin mereka selamat… Hahahaha…” Paduan suara namja SHINee kembali terdengar mengiringi kebahagiaan mereka.

_Author POV end_

_Minho POV_

“Shin Young~aa… Kau telah sadar??” Aah… Akhirnya yeojaku ini sadar setelah beberapa hari tak sadarkan diri. Jiyeon, dongsaengnya, telah sadar lebih dulu.

Shin Young tersenyum lemah ke arahku. Ia mengangguk kecil. ”Ne..Oppa…”

Sungguh… Ini benar-benar suatu keajaiban saat Cho Uisa berkata bahwa operasi berjalan lancar, dan Shin Young juga Jiyeon berhasil diselamatkan.

“Gomawo, Shin Young~aa… Kau benar-benar sudah menepati janjimu untuk tidak meninggalkanku lagi.” Ujarku sambil memeluknya.

Shin Young membalas pelukanku.

Setelah cukup lama berpelukan, akhirnya kami melepas pelukan itu. Dapat kulihat, semua penghuni ruangan ini ikut bahagia melihat kebahagiaan kami.

“Oppa… Mengapa banyak sekali orang di sini??” tanya Shin young bingung.

Aaah… Aku lupa. Kalian tau mengapa di ruangan ini banyak sekali orang?? Ne… Di sini ada Omma dan Appa Shin Young, Jiyeon dan Seung Ho, Omma dan Appa ku, Nichkhun dan Victoria Noona, Teuki Hyung, Kyu Hyung, Cho Uisa, dan 4 namja SHINee yang lain.

Ruangan ini benar-benar penuh bukan??? Hahaha… Pihak Rumah Sakit bahkan tidak melarang semuanya masuk. Karena hari ini… Hari ini aku akan melamar Shin Young. Sesuai janjiku padanya siang itu.

Aku tersenyum mendengar pertanyaan Shin Young tadi.

Aku membantunya untuk duduk, lalu mengeluarkan sesuatu dari saku mantelku.

“Oppa… Apa maksudnya ini??” Aku bisa melihat wajahnya memerah antara malu dan terkejut.

Aku tersenyum dan mendekatkan wajahku pada wajahnya. Kukecup keningnya dengan lembut.

“Will you marry me??” tanyaku lembut.

“Mwoo??” Kini ia benar-benar terkejut.

Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya itu. Aku tau ini semua sangat terburu-buru. Tapi setidaknya, aku harus mengikat hubungan kami ini. Aku tidak mau berpisah lagi darinya. Masalah selama ini sudah cukup bagiku.

Aku masih menunggu jawabannya. Tiba-tiba Ommaku mendekat dan memeluk Shin Young.

“Jagiya, Omma sangat ingin memilikimu sebagai menantu. Omma tidak ingin yeoja lain.” Ujar Omma. Haha… Kali ini aku sangat menyukai sikap manja Omma. Gomawo, Omma…

Shin Young terlihat bingung dengan semua ini. Tapi ia juga terlihat bahagia. Ia membalas pelukan Omma sambil tersenyum.

Tak lama, ia kembali menatapku serius. “Oppa… Apakah kau yakin dengan ucapanmu? Tidak akan menyesal??” tanyanya.

Apa maksudnya?? Jelas saja aku tidak akan menyesal, Shin Young~aa… “Shin Young, apakah kau masih meragukan ketulusan cintaku padamu??” tanyaku akhirnya.

Ia menggeleng pelan, lalu tersenyum. “Ne… I’m willing…”

MWO?!!! Dia menerimaku?? Aiyooo…!!! Entah bagaimana mengekspresikannya. Tapi sungguh…!!! Aku benar-benar senang mendengar jawabannya.

Tanpa basa-basi, aku merengkuh tubuhnya ke dalam pelukanku.

“Gomawo, Shinyoungie… Gomawo, Jagi…” bisikku tepat di telinganya.

Dapat kudengar seluruh penghuni ruangan ini bertepuk tangan dan ikut merasa bahagia melihat kebahagian kami ini.

_Minho POV end_

_Kyuhyun POV_

“Shin Young…” Aku masuk ke dalam ruang rawatnya. Hingga saat ini, ia belum juga diperbolehkan pulang oleh Appa. Aku pun merasa bingung. Tapi mungkin, kondisi Shin Young masih sangat lemah setelah menjalani operasi.

“Kyu Oppa…” balasnya sambil tersenyum.

Aku memperhatikan wajahnya yang cantik. Benar-benar cantik. Ditambah lagi senyuman yang terpancar dari wajahnya itu. Aku tau… Kau begitu bahagia, Shin Young… Dan akupun akan ikut bahagia untukmu…

Ia membenarkan posisi duduknya.

Kini aku telah duduk di sampingnya. Di atas ranjangnya.

“Kau bahagia??” tanyaku sambil tersenyum.

Shin Young menjawab pertanyaanku dengan sebuah senyuman yang benar-benar manis. “Kau tau, Oppa?? Kebahagiaan sesungguhnya akan kita rasakan setelah kita berkumpul dengan orang-orang yang kita sayangi, dan juga bisa melihat orang yang kita cintai bahagia.”

Aku sedikit bingung dengan jawabannya. Tapi aku tau… Maksud dari ucapannya adalah… ‘Ne, Oppa… aku bahagia karena bisa berada di samping orang yang kucintai.’

Aku tertawa sendiri dengan kesimpulan yang kubuat itu.

“Oppa…” gumamnya.

Aku menoleh ke arahnya dan dengan cepat ia memelukku.

“Gomawo… Gomawo, Oppa… Kau sudah banyak membantuku. Tanpamu, mungkin aku tak tau apa yang terjadi padaku saat ini.” ujarnya sambil menangis. Ne… Yeoja yang masih sangat kucintai ini menangis.

Aku membelai rambutnya lembut. “Waeyo, saeng~aa?? Apa yang terjadi?? Mengapa menangis??”

Saeng?? Haha… Ne… Mulai saat ini aku hanya bisa menganggapnya sebagai yeodongsaengku. Tidak lebih…

Shin Young menggeleng pelan. “Anni, Oppa… Aku hanya terlalu bahagia. Hanya satu yang masih mengganjal di hatiku.”

Mengganjal?? Apa itu??

“Apa itu??” tanyaku masih sambil terus memeluknya.

Shin Young melepaskan pelukan itu dan kembali menatapku dengan tatapan sedihnya. Sedih?? Ne… Tatapannya itu terlihat sedih. Yaa…!! Ada apa dengannya??

“Mianhe karena sudah membuatmu mencintaiku, Oppa. Dan kumohon… Kejarlah kebahagiaanmu… Jangan terus mencintaiku. Bagiku… Sudah cukup nantinya akan…”

Ia menghentikan perkataannya. Akan apa??

Kulihat ia berusaha tersenyum. “Bagiku… Sudah cukup nantinya akan bersama Minho Oppa. Dan aku ingin kau juga menemukan kebahagiaanmu. Bagaimana??”

Aku membalas senyumannya itu. Aku tau dia bahagia. “Sudahlah… Tak perlu pikirkan aku. Aah… Aku lupa. Aku ke sini untuk menemukanmu dengan seseorang.”

Aku melangkah mendekati pintu, dan mempersilahkan seorang yeoja masuk. Kwon Yuri.

Kulihat Shin Young tersenyum kea rah Yuri. Sementara Yuri?? Ia hanya bisa menunduk tanpa berani menatap Shin Young.

“Onni… Kemari… Jangan hanya diam di sana…” ujar Shin Young

Yuri melangkah mendekati Shin Young, dan kulihat mereka berpelukan.

“Mianhe, Shin Young~aa… Jeongmal mianhe…” Yuri menangis karena rasa bersalahnya pada Shin Young.

“Gwaenchana, Onni… Gwaenchana…” balas Shin Young sambil tersenyum.

Shin Young~aa… Mengapa kau begitu baik??? Tak adakah sedikitpun rasa kesal di hatimu?? Tapi sungguh… Inilah yang membuatku yakin. Bahwa aku tidak salah telah mencintaimu dan berkorban demi kebahagiaanmu…

_Kyuhyun POV end_

A few days later…

_Shin Young POV_

“Oppa…” ujarku pada Minho Oppa yang kini sedang sibuk mengerjakan tugas kantor dari Appanya.

Aah… Ne… Aku sudah diperbolehkan pulang oleh Cho Uisa.

“Ne…” balas Minho Oppa sambil meletakkan pulpennya dan menatapku lembut.

Sungguh… Aku benar-benar mencintai namja ini. Mungkinkah aku akan bisa memberinya kebahagiaan??

“Oppa… bisakah kita mempercepat pernikahan kita??” tanyaku tanpa basa basi.

“Mwooo?!!!” Aku tau namjachinguku ini terkejut mendengar ucapanku. Tapi… Ini harus kulakukan. Ne… Harus…

“Tapi kita belum menyelesaikan sekolah kita…”

“Aisssh…!!! Minho~aa… Sekolah urusan gampang. Nanti Omma dan Appa yang akan mengurusnya.” Tiba-tiba Omonim datang.

Aku tersenyum melihat kedatangan Omonim.

“Omma… Kau membuatku kaget.” Ujar Minho Oppa pada Omonim.

Omonim memelukku. “Yaaa…!!! Minggu depan kalian harus menikah!! Omma ingin segera memiliki Shin Young.”

“Omma!! Yang akan menikah itu aku!! Shin Young tentunya akan jadi milikku.” Protes Minho Oppa.

Hahaha… Namja itu benar-benar membuatku tak bisa melepaskannya. Ne… Tidak akan pernah bisa…

“Ommmo!!! Bagaimana ini?? Aku dan Vic akan didahului oleh bocah-bocah seperti kalian…” Tiba-tiba Nichkhun Oppa dan Victoria Onni juga datang.

“Hahaha… Mianhe, Hyung… Ini keberuntunganku!!”

“Hahahahahaha….”

Dan seisi ruangan ini pun tertawa mendengar ucapan Minho Oppa.

_Shin Young POV end_

_Author POV_

Seorang yeoja terlihat memandangi jendela dengan tampang khawatir.

“Saeng~aa…” sapa seorang yeoja yang lain ketika menghampirinya.

“Onni… Aku benar-benar takut.” Ujar yeoja yang menjadi dongsaeng pada Onni nya.

Sang Onni memeluk tubuh dongsaengnya sambil tersenyum, meski sesungguhnya perasaannya pun dipenuhi rasa khawatir.

“Tenanglah… Tidak akan terjadi apa-apa. Bukankah kita sudah sepakat?? Cepat atau lambat, semuanya akan terjadi. Jadi kumohon, biarkan aku melanjutkan semuanya dengan tenang.”

Sang dongsaeng mengangguk meski hatinya terasa sangat takut dan bersalah. Bersalah… Karena ia telah menyetujui permintaan Onni nya itu.

_Author POV end_

_Minho POV_

Hari ini, aku dan Shin Young akan melakukan fiting gaun pengantin untuk pernikahan kami yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi.

Tentu tidak jadi masalah bagiku untuk mempercepat semuanya. Tidak taukah kalian siapa keluargaku?? Keluarga Choi akan sangat mudah mendapatkan apapun walau dalam waktu yang singkat.

Aku menunggu di sebuah ruangan. Menunggu yeoja yang kucintai itu keluar dari persembunyiannya. Hahaha… Maksudku dari ruang ganti.

Tiba-tiba tirai terbuka. Dan…

Sungguh…!! Aku benar-benar tercengang dibuatnya. Ia tersenyum sambil menatapku malu. Aissshhh…!!! Neomu yeppeo….

Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya. Shin Young Nampak seperti seorang bidadari.

“Oppa… Ada apa??”

Yaaa…!! Sejak kapan yeoja ini berdiri di hadapanku??

Aku menggaruk-garuk kepalaku yang sesungguhnya tidak gatal.

“Annii…” jawabku pelan.

“Oppa… Bagaimana menurutmu?? Apa ini bagus??” tanyanya sambil berputar pelan. Aku tau dia kesulitan untuk bergerak.

Aku tersenyum melihat tingkahnya. “Lumayan.” Jawabku singkat.

Ekspressi wajahnya berubah. Aku tau dia kesal.

“Yaaa…!!! Choi Minho!! Menikah saja dengan seorang model sana!!” Ia segera mengangkat gaunnya dan hendak meninggalkanku.

Tapi aku meraih tangannya dan membawanya dalam pelukanku.

“Aku bercanda, jagi~aa… Kau terlihat begitu cantik. Membuatku tak bisa perpaling lagi.” Bisiku di telinganya.

Haha… Tanpa kulihat, kata-kataku itu sudah pasti membuat wajahnya memerah. Aku sangat mengenal yeojachinguku ini. Hahaha…

Traaak…!!! *ga tau bunyi apa dehh tu. Hehe…*

“Aaaaaa!!!!!!!”

Ommo!! Kejam sekali yeoja ini menginjak kakiku dengan high heels yang dikenakannya.

“Makanya jangan berani-beraninya menggodaku!!” ancamnya, lalu pergi meninggalkanku.

Aisssh…!!! Benar-benar yeoja itu. Bisa-bisanya menginjak kaki calon namphyon nya sendiri. Tapi… Hahaha… Itulah yang kusuka darinya. Dia sungguh berani melawan namja keluarga Choi. Hahaha…

_Minho POV end_

One week later…

_Author POV_

Seorang yeoja menatap ke arah luar jendela dengan penuh khawatir di hari pernikahannya.

“Jagi… Ada apa??” Seorang yeoja yang lebih tua menghampirinya.

“Omma… Aku takut. Benar-benar takut… Apakah aku bisa membuatnya bahagia??” Yeoja yang tak lain adalah Shin Young, segera memeluk Omma nya itu.

Sang Omma hanya tersenyum sambil membalas pelukannya. “Omma yakin kau bisa, Shin Young~aa…”

Mereka terhanyut dalam pelukan itu. Hingga akhirnya, beberapa orang yang lain masuk dan mengiring Shin Young.

_Author POV end_

_Shin Young POV_

Aku melangkahkan kakiku menyusuri jalan yang dipenuhi dengan taburan bunga ini. Sungguh… Aku tak menyangka bahwa semua ini akan terjadi.

Shin Young~aa… Apa kau sudah sangat yakin dengan semua ini??

Kulihat diujung sana seorang namja sudah menungguku dengan senyum khasnya.

Minho Oppa… Aku berjanji akan membahagiakanmu sampai pada akhirnya maut yang akan memisahkan kita berdua. Aah… Anni… Bahkan mautpun tidak akan mungkin memisahkan kita. Bukankah aku sudah berjanji utnuk tidak meninggalkanmu??

Aku tersenyum sambil merangkul lengan Appaku.

Dan kini, aku telah berada di hadapannya. Berada di hadapan namja yang amat kucintai.

Ia mengulurkan tangannya ke arahku, dan aku menyambutnya sambil tersenyum di balik tudung pengantinku.

_Shin Young POV end_

_Minho POV_

Aku mengulurkan tanganku ke arahnya, dan ia menyambutnya lembut. Shin Young~aa… Mulai hari ini, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita berdua.

Kami berdua menghadap ke arah pendeta. Ne… Hanya tinggal sebentar lagi, kami akan resmi menjadi sepasang pubu.

“Choi Minho~ssi… Apakah kau bersedia menerima Park Shin Young ~ssi sebagai anae mu dan menerima segala kelebihan maupun kekurangannya, bertanggung jawab dan memberi kasih sayangmu sebagai seorang namphyon dalam keadaan suka maupun duka sampai maut datang menjemput??” Pendeta bertanya padaku.

Tanpa ragu, aku segera mengangguk. “Ne… Aku bersedia…”

“Dan Park Shin Young~ssi… Apakah kau bersedia menerima Choi Minho~ssi sebagai namphyon mu dan menerima segala kelebihan maupun kekurangannya, mengabdi dan menjadi seorang anae yang patuh dan setia dalam suka maupun duka sampai maut datang menjemput??” Kini, Pendeta bertanya pada Shin Young.

Lama… Tak terdengar jawaban apapun dari yeojaku itu.

Shin Young~aa… Ada apa denganmu?? Aku menoleh ke arahnya hingga akhirnya…

“Ne… Aku bersedia…” jawabnya sambil mengangguk.

Aissssh… Kau benar-benar membuatku kaget.

Aku tersenyum medengar ucapannya.

Kini, aku dan Shin Young saling berhadapan. Aku memasangkan cincin di jari manisnya.Begitu juga sebaliknya.

“Ne… Mulai saat ini, aku nyatakan kalian resmi sebagai sepasang pubu. Tidak akan ada yang bisa memisahkan ikatan di antara kalian berdua kecuali kematian. Saling mengasihilah hingga kalian tua, dan berlakulah baik pada setiap anak-anak yang kalian miliki…”

Aku membuka tudung pengantin yang menutupi wajah anae ku itu. Dan kulihat ia tersenyum manis ke arahku.

“Saranghae…” ujarku lalu mencium bibirnya lembut. Dapat kurasakan ia membalas ciumanku itu.

Sungguh… Aku benar-benar bahagia, Shin Young~aa…

—————————————–

Aku dan shin Young bersama-sama menyambut tamu-tamu yang hadir.

“Yaaa…!! Minho~aa… aku titip Shin Young ku ini padamu.” Ujar Teuki Hyung sambil memelukku. Hahaha… Kalian tau?? Si Angel Teuk ini menangis. Hahaha…

“Onni… Aku bahagia untukmu…” ujar Jiyeon sambil memeluk Shin Young. Dan tepat sekali… Si yeoja centil itu juga menangis. Haha… Apakah kisahku dan Shin Young ini benar-benar mengharukan?? Sampai-sampai banyak yang menangis. Haha…

“Hahaha… Jiyeon~aa… Kau dan Seung Ho, sekolahlah dulu. Jangan terburu-buru.” Shin Young menasihati Jiyeon.

Aiyooo… Aku bingung. Dia sendiri yang ingin buru-buru, tapi dia melarang dongsaengnya itu untuk buru-buru.

“Sunbae… Chukkae…” ujar Seung Ho sambil menyalamiku. Aku tersenyum membalasnya.

Dan… Inilah 4 namja konyol SHINee… Tidak termasuk aku tentunya…

“Chukkae, Min-Young~aa… Cepatlah buat keponakan untuk kami…!!”

Dengan segera, aku memukul kepala magnaeku itu. Tidak mungkin aku memukul keempatnya. Bisa-bisa, aku dianiaya oleh mereka.

“Jangan buat paduan suara seperti itu!!” omelku.

“Hyung… Kenapa hanya aku yang dijitak??” protes Taemin.

“Karena hanya kau yang lebih kecil dariku.” Jawabku seadanya.

“Hahahaha…” Adakah yang lucu??

_Minho POV end_

_Kyuhyun POV_

Aku melihatnya tersenyum… Itu sudah cukup bagiku… Gomawo Shin Young~aa, kau sudah membuatku merasakan apa itu cinta. Aku banyak belajar darimu… Bahwa sesungguhnya, cinta benar-benar terbukti jika kita mampu melihat orang yang kita cintai bahagia, meski bukan kita yang berada di sampingnya.

Tetaplah seperti itu, Shin Young~aa… Tetaplah bahagia…

_Kyuhyun POV end_

_Yuri POV_

Benarkah kau begitu bahagia, Minho~aa?? Bahagia bersama yeoja yang baik itu?? Ne… Dia adalah yeoja yang baik untukmu. Aku hanya bisa berharap, kalian akan terus bersama. Dan tidak akan ada lagi Yuri-Yuri lain yang mengganggu hidup kalian berdua.

Ne… Akupun akan mencari kebahagiaanku. Gomawo, Shin Young~aa… Kau sudah banyak mengajariku tentang arti cinta. Dan berkorban demi cinta itu lebih baik daripada memaksakan cinta.

_Yuri POV end_

_Minho POV_

Aku dan Shin Young memasuki kamar pengantin kami. Ne… Ini adalah malam pengantin kami. Dan mulai malam ini, dia adalah milikku sepenuhnya. Hahaha…

Aku memeluknya dari belakang. “Yeobo, bisakah kita melakukannya malam ini??” rengekku manja.

“Yaaa…!! Oppa, bisakah kau tidak manja seperti itu?? Ingatlah… Kita masih harus sekolah.” ujarnya sembari sibuk melepaskan perhiasannya.

“Aku tidak peduli.” Aku memberikan ciuman pada daun telinganya. Ia menggeliat pelan.

“Oppa… Jangan sep…”

Belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, aku telah berhasil mengangkat tubuhnya dan membaringkannya di atas ranjang kami.

“Mrs. Choi, you’re mine…” ujarku sambil tersenyum nakal.

“Kau…!! Dasar Minho mesum!!!” teriaknya.

Namun aku tidak menghiraukannya. Aku segera melancarkan aksiku, dan kami melakukannya malam itu.

*readers : Apaaan??*    *Author : g tw tuu… beneran dehh… author msh polos. Hehe*

­_Minho POV end_

_Shin Young POV_

Aku merasakan ada yang aneh dengan tubuhku ini. Rasanya mual dan entahlah…

“Yeobo~aa, waeyo??” tanya Minho Oppa sambil merangkulku. Kami baru saja pulang dari rumah Omma dan Appa.

Aku menggeleng pelan sambil memegangi mulutku. Seperti ada sesuatu yang ingin keluar dari perutku ini.

Minho Oppa memperhatikan wajahku. “Kau pucat, yeobo. Apa kau sakit?? Sudah kubilang, lebih baik naik mobil saja.”

“Annii, Oppa… Aku baik-baik saja.” Aaah… Rasanya kepalaku pusing sekali. Apakah ini…

Anniii…!! Tidak mungkin.

“Shin Young~aa… Wajahmu benar-benar pucat.”

“Gwaenchana, Oppa… Aku hanya…”

Sungguh, setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi.

————————————–

Aku membuka mataku dan mendapati Minho Oppa telah berada di hadapanku.

Ommo…!! Ini Rumah Sakit. Apa yang aku dan Minho Oppa lakukan di sini??

“Yeobo, mengapa tak bilang padaku??” tanyanya khawatir.

Tak bilang?? Apa Minho Oppa sudah tau??

“Oppa, mianhe… Aku…”

Tanpa bisa kucegah, Minho Oppa merengkuh tubuhku ke dalam pelukannya. “Gomawo, Shin Young~aa… Kau benar-benar membuatku bahagia. Anak ini akan menjadi kebanggaan kita berdua.”

Aku hanya terpaku mendengar ucapannya. Anak?? Aku hamil?? Benarkah??

“Shin Young~aa… Gomawo…” Pelukannya makin keras.

Anii, Oppa… Akulah yang harus berterima kasih padamu. Kau yang sudah banyak memberikan kebahagiaan untukku.

Sungguh…!! Kebahagiaanku lengkaplah sudah. Hanya dalam waktu beberapa bulan lagi, aku dan Minho Oppa akan menjadi orang tua.

Tapi entahlah… Apa di saat itu…

_Shin Young POV end_

_Minho POV_

Kini, kehamilannya telah memasuki bulan kelima. Kondisinya sering sekali terlihat mengkhawatirkan. Aku rasa ini pengaruh dari kehamilannya. Seperti saat ini, wajahnya pucat bukan main. Dan sering sekali muntah-muntah.

Apakah semua yeoja yang hamil akan mengalami muntah-muntah hingga usia kehamilan mereka memasuki usia tua?? Jika ya, begitu menderitanya seorang yeoja saat itu.

“Yeobo, kau sudah makan?” tanyaku sambil mengusap kepalanya lembut.

Ia hanya mengangguk lemah sambil terbaring di tempat tidurnya. Aku sudah berulang kali mengajaknya ke Rumah Sakit. Tapi ia terus menolak. Alasannya adalah ia ingin buah hati kami menjadi sebuah kejutan ketika lahir nanti. Tapi lama kelamaan, sungguh. Aku khawatir pada kondisinya.

“Shin Young~aa, kita periksa saja ya… Lihatlah… Kau terlihat begitu lemah.” Aku terus menerus memaksanya.

“Oppa, percayalah padaku. Bayi kita akan lahir dengan sangat sehat. Tak perlu khawatir.” Ujarnya lemah.

“Bukan hanya bayi kita yang kukhawatirkan. Tapi kondisimu juga…”

Ia membelai lembut wajahku. “Aku baik-baik saja. Percayalah padaku.” Ujarnya sambil tersenyum.

Kalau sudah begini, aku tak akan mungkin bisa menentang keinginannya.

“Oppa…” gumamnya pelan.

“Ne…” balasku lembut.

“Bagaimana kalau kita jalan-jalan??” tanya Shin Young sambil tersenyum.

Aku mengangguk pelan. “Baiklah. Tapi setelah itu, aku harus melihat kondisimu yang segar dan ceria. Bagaimana??”

Ia kembali mengangguk.

Aku membantu yeoja yang kucintai ini untuk berdiri. Memapahnya untuk masuk ke dalam mobil, dan aku segera melesatkan mobilku.

——————————-

“Oppa…”

Aku menoleh ke arahnya. “Ne…”

“Kau ingin bayi kita yeoja atau namja??” tanyanya sambil mengelus-ngelus perutnya. Kini kulihat wajahnya sedikit cerah. Ternyata, dia memang membutuhkan udara segar.

Aku tersenyum mendengar pertanyaannya. Tanganku ikut mengelus perutnya yang mulai membesar.

“Apapun asal bayi itu darimu, akan kuterima dan kusayangi.” Jawabku.

Shin Young menatapku tajam.

“Yaaa…!!! Ada apa??” tanyaku bingung. Apa aku salah bicara??

“Tadi kau bilang apa??” tanyanya dingin. Nada bicara terdengar sengit.

“Wae??” Akupun bingung, apa yang salah dengan ucapanku.

“Kau bilang, asal bayi itu dariku, akan kau terima dan kau sayangi. Begitu kan?? Memangnya selain aku, siapa lagi yang akan memberikanmu seorang bayi?? Hah??!!”

Ommona… Ternyata benar aku salah bicara.

Aku hanya terkikik sambil menggaruk-garuk kepalaku. “Aisshhh… Bukan itu maksudku, jagi… Maksudku, aku tidak mempermasalahkan apakah itu yeoja atau namja. Karena bayi itu adalah buah cinta kita.” Aku mencoba menjelaskannya.

Ekspressi wajah Shin Young berubah. Ia tersenyum. “Aku hanya bercanda, Oppa… Aku tau kau hanya mencintai aku. Tapi, jika suatu saat nanti kau mencintai yeoja lain, jangan sembunyikan dariku. Aku akan dengan tulus menerimanya. Asal kau bisa bahagia.”

MWOOOO?!!!! Apa maksud ucapannya ini??

“Shin Young~aa…!! Apa maksudmu?? Mana mungkin aku bisa mencintai yeoja lain selain dirimu?? Hanya ada kau di sini. Tidak ada ruang kosong lagi.” Ujarku sambil menunjuk dadaku.

Shin young kembali tersenyum, lalu memelukku. “Saranghae…” bisiknya.

Ada yang aneh pada ucapannya itu. Terdengar begitu menyakitkan dan lirih. Shin Young, ada apa sebenarnya??

———————————

Aku pulang dari kantor Appa. Tapi aku tidak menemukannya. Di mana dia??

“Shin Young~aa…!!” teriakku.

Tak ada satu orang pun yang menjawab. Ne… Aku dan Shin Young hanya tinggal berdua di rumah kami. Ke mana dia??

Hello, hello
Nareumdaero yonggil naesseoyo
Hello, hello
Jamshi yaegi hallaeyo
Hello, hello
Naega jom seodooljin mollado
Who knows? Eojjeom oorin
Jal dwaeljido molla

–SHINee – Hello—

Tiba-tiba handphoneku bordering.

Jiyeon?? Ada apa dia meneleponku??

“Yeboseo?? Ne, Jiyeon~aa… Wae?? Mwooo?!!! Rumah Sakit??? Ne… aku segera ke sana.”

Aku menutup handphoneku dan tanpa basa basi segera menuju Rumah sakit.

Apa yang terjadi dengan yeojaku?? Apakah dia akan melahirkan?? Tapi kandungannya baru menginjak 6 bulan.

Aaah… Sudahlah… Lebih baik aku ke sana lebih dulu.

——————————————

Ternyata semua orang telah berada di sini. Hanya aku yang baru datang. Aaah…!!! Lagi-lagi aku terlambat!!!

“Omma… Waeyo??” tanyaku pada Omma mertuaku.

Omma menggeleng dan menangis di pelukan Appa.

“Shin Young… Mengalami pendarahan.” Jawab Appa mertuaku.

“Pendarahan?? Bagaimana mungkin??”

“Tadi dia berkunjung ke rumah Omma. Dia ingin menyiapkan sebuah pesta ulang tahun untukmu, Minho~aa…” jelas Ommaku sambil menangis di pelukan Appa.

Mwooo??

Tiba-tiba Cho Uisa keluar dari ruangan Shin Young. Cho Uisa?? Bagaimana mungkin bisa Cho Uisa?? Bukankah Cho Uisa adalah dokter spesialis kanker??

“Ini mustahil… Salah satu harus kita selamatkan… Kankernya sudah sangat berbahaya bagi bayi dalam kandungannya.” Ujar Cho Uisa.

“Kanker??” Sontak semua terkejut mendengar ucapan Cho Uisa.

“Jadi rahasia ini masih…” Cho Uisa memandang ke arah Jiyeon.

Ada apa sebenarnya??

“Baiklah… Saatnya kalian tau…”

_Minho POV end_

_Jiyeon POV_

“Ini mustahil… Salah satu harus kita selamatkan… Kankernya sudah sangat berbahaya bagi bayi dalam kandungannya.” Ujar Cho Uisa.

“Kanker??” Sontak semua terkejut mendengar ucapan Cho Uisa.

“Jadi rahasia ini masih…” Cho Uisa memandangku.

“Baiklah… Saatnya kalian tau…” Ne… Sudah saatnya aku menceritakan semuanya ini.

<<<<FLASHBACK<<<<

Aku dan shin Young masuk ke dalam ruang operasi. Semua persiapan telah siap. Pintu ruang operasi telah ditutup.

Namun tiba-tiba…

“Tunggu…”

Kami semua, termasuk aku, menatap ke arah Shin Young.

“Hentikan semuanya ini.” ujar Shin Young tegas.

“Shin Young~aa… Apa yang kau lakukan??” Sungguh… aku tak mengerti apa maksud ucapannya.

“Jiyeon~aa… bagiku, hidup bukanlah hal yang pantas untuk dipermainkan. Hidupku berarti untukku. Dan hidupmu juga berarti untukmu. Semua keputusan yang kita ambil pasti ada resikonya. Sekarang pikirkan, jika operasi ini gagal, berapa besar kemungkinan kita berdua masih bisa hidup?? Sudahkah kita siap untuk itu, Jiyeon~aa??”

Aku menunduk menahan tangisku. Tiba-tiba Shin Young memelukku.

“Biarkanlah semua berjalan seperti ini. Aku masih membutuhkan waktu untuk bersama-sama dengan kalian. Biarkan aku menjalani hidupku dengan tenang tanpa rasa bersalah.”

“Rasa bersalah?? Apa maksudmu??”

“Ne… Jika nanti salah satu di antara kita mati, tentu akan membuatku merasa bersalah.” Ia menarik napasnya. “Jika kau mati, aku akan bersalah pada Omma, Appa, dan seung Ho. Dan jika aku mati, aku akan merasa bersalah karena aku belum bisa membuat kalian bahagia dengan kehadiranku. Dan jika kita berdua mati, tentu akan membuat banyak orang terluka.”

Aku membalas pelukannya. “Lalu apa yang harus kita lakukan??”

“Buatlah seolah kita melakukan operasi ini. Dan katakan kalau operasi ini berjalan dengan lancar.” Jawabnya sambil melepas pelukanku.

“Shin Young~aa… Ini tidak mungkin!!” Kini Cho Uisa ikut angkat bicara.

“Cho Uisa, kumohon… Aku sudah cukup bahagia jika akhirnya, aku hanya bisa hidup kurang dari satu tahun lagi. Tak masalah bagiku…”

“Onni, kita harus berusaha. Mungkin saja..”

Belum selesai aku dengan perkataanku, tiba-tiba ia sudah memotongnya.

“Bukankah semua orang di dunia ini pada akhirnya akan meninggal?? Hanya saja bedanya soal waktu. Mungkin waktuku akan lebih cepat datangnya. Jadi, biarkanlah semuanya berjalan seperti ini…”

Cho Uisa tak tau apalagi yang harus dikatakannya. Begitu juga denganku. Yang pada akhirnya, hanya mengangguk setuju dengan keputusan Shin Young.

<<<<FLASHBACK<<<<

“Beberapa hari ini, kondisinya makin menurun. Ia tidak pernah mengikuti chemotherapy karena ingin bayinya tetap hidup. Aku yang selalu mengantarnya check up. Dokter kandungan bilang, kondisi bayinya sangat baik. Dan itu membuat Shin young berjuang untuk tetap mempertahankannya. Sementara Cho Uisa bilang, kehamilannya itu bisa sangat berbahaya bagi kondisi tubuhnya. Karena Shin Young tidak boleh lelah apalagi sampai mengalami pendarahan. Ia harus menjalani chemotherapy jika ingin tetap hidup.”

“Cho Uisa… Kondisi pasien memburuk…”

_Jiyeon POV end_

_Minho POV_

Sungguh… Aku tak menyangka ini semua akan terjadi. Semua yang Jiyeon katakan benar-benar seperti merobek hatiku.

“Cho Uisa… Kondisi pasien memburuk…” Seorang perawat datang menghampiri Cho Uisa.

Aku hanya terpaku di tempatku tanpa tau lagi apa yang harus kulakukan.

Shiin Young~aa… Kumohon… Jangan tinggalkan aku…

_Minho POV end_

_Kyuhyun POV_

Kini aku tau apa maksud ucapannya saat itu.

‘Kebahagiaan sesungguhnya akan kita rasakan setelah kita berkumpul dengan orang-orang yang kita sayangi, dan juga bisa melihat orang yang kita cintai bahagia.’

Kini ia bisa berkumpul dengan Omma dan halmoninya di sana. Berkumpul sambil memperhatikan orang-orang yang dicintainya bahagia di dunia ini.

Shin Young~aa… gomawo sudah mengisi hidupku meki aku tau kau tak pernah membalas perasaanku. Tapi aku tetap bersyukur… Karena kau pernah hadir di dunia ini…

_Kyuhyun POV end_

_Minho POV_

Aku lelah… Sangat lelah…

Semuanya berjalan tanpa mampu untuk kucegah.

Apakah kau tau??? Semuanya mulai berubah…

Berubah sejak saat itu.

Aku tak tau apa yang harus kulakukan untuk membuatmu menyadari…

Bahwa aku mulai mencintaimu…

Aku membaca setiap tulisan yang terdapat dalam buku ini. Aku tersenyum. Dia sungguh mencintaiku. Bahkan sudah sangat lama.

Tiba-tiba sebuah kertas jatuh dari dalam buku ini. Sepucuk surat.

Kubuka, dan kubaca…

Dear my Lovely Minho…

Oppa… Jika suatu hari kau membaca surat ini, kupastikan bahwa aku sudah tak bersama lagi denganmu di dunia ini. Ne… Hanya di dunia ini. Tapi tenanglah… aku akan tetap mengawasimu dan anak kita di sini. Tentunya bersama Omma kandungku dan halmoni.

Oppa… Taukah kau seberapa dalam dan besarnya aku mencintaimu?? Lebih dalam dari lautan… Dan lebih besar dari cintaku terhadap diriku sendiri. Sungguh… Aku benar-benar mencintaimu.

Oppa… Jangan menangis… Aku tidak suka melihatmu menangis. Kau adalah namja paling tampan dan paling baik yang perbah kutemui. Tak ada yang bisa menandingimu.

Gomawo, Oppa… Karena berkat dirimu, aku bisa merasakan bagaimana rasanya mencintai dan dicintai. Dari dirimu… Aku menemukan sebuah cinta dan ketulusan.

Kalau saja aku masih bisa mengulang waktu, dan kalau saja Tuhan masih mau memberikan waktu sedikit lebih lama lagi untukku, aku akan memperbaiki semua kesalahan yang pernah aku lakukan selama ini. Aku menyesal karena tidak bisa menjadi seorang anae yang baik untukmu.

Yeobo, jika suatu saat, kau bertemu dengan seseorang yang sudah pantas untuk menggantikan posisiku, jangan lupa untuk mengenalkannya padaku ya… Aku akan mencoba untuk mengikhlaskanmu bahagia bersama yeoja lain, walaupun sebenarnya, aku tidak akan pernah sanggup.

Oppa, aku menitipkan anak kita padamu. Rawat dan cintailah dia sesuai janjimu dulu padaku. Karena akupun sudah menepati janjiku padamu. Bahwa aku tak akan pernah meninggalkanmu. Lihatlah anak kita, dalam dirinyalah kini aku hidup.

Aah… Kata dokter kandunganku, dia seorangg namja. Apakah benar dia seorang namja?? Kalau benar, pasti tampan sepertimu… Jika yeoja, mungkinkah akan secantik diriku?? Hahaha…

Untuk terakhir kalinya, bolehkah aku meminta kau tersenyum untukku?? Karena setelah ini, kau hanya boleh tersenyum pada anak kita. Jangan lupa ceritakan tentang aku padanya.

Gomawo, Yeobo… Saranghae… Jeongmal saranghae…….

With Love,

Shinyoungie

——————————————

Aku masih terduduk sambil menggenggam sebuah kertas yang setiap tahunnya selalu kubaca. Rasanya masih tak percaya kini kau telah tidak di sini, Shin young~aa…

Shin Young, sedang apa kau di sana?? Apakah sedang melihatku?? Ahh,,, Jangan lupa janjimu itu!! Kau hanya pergi dari dunia ini. tapi kau masih tetap memperhatikanku di sana kan??

“Appa…!!” Aku menoleh ke asal suara itu. Aku tersenyum saat mendapati..

Ne… Dialah satu-satunya orang yang bisa membuatku terus bertahan hingga saat ini. Choi Yoogeun. Buah cintaku dengan seorang yeoja yang sangat kucintai.

Aku mengangkat tubuhnya dan membawanya dalam pelukanku.

“Yoogeun~aa… Sudah makan??” tanyaku sambil mencium pipinya lembut.

Yoogeun mengangguk sambil membalas ciumanku.

Hahaha… Benar-benar putraku.

“Appa… Kita ketemu Omma… Kajja…!!”

Aishhh… Ne… Setiap tahun aku pasti akan membawanya ke makam Shin Young. Ne… Setiap tahun.

“Ne… Kau sudah siap, jagi??” tanyaku lagi.

Yoogeun kembali mengangguk.

“Aaah…. Yoogeun ganti baju dulu sana… Temui Jiyeon Omma. Appa tunggu di sini. Arasso??” Aku menyuruh Yoogeun untuk masuk.

Tanpa banyak bicara, Yoogeun masuk menemui Jiyeon yang sedang duduk di dalam bersama Seung Ho. Dan tak lama, ia keluar lagi dengan pakaian yang berbeda. Aku segera memeluknya.

“Kita foto dulu untuk Omma ya…”

Yoogeun kembali mengangguk. “Omma selalu liat foto kita ya, Appa??” tanyanya polos.

Aku hanya tersenyum. “1… 2… 3… Smile…”

Lihatlah, Yeobo… Anak kita sudah besar. Bahagiakah kau melihatnya di sana?? Gomawo… Karena kau tidak pernah meninggalkanku. Ne… Kau benar… Kau ada dalam diri Yoogeun.

Dan satu hal yang harus kau tau lagi… Sampai kapanpun, tidak akan ada yang pernah bisa menggantikanmu di sini. Tidak akan ada… Meski aku harus merawat Yoogeun seorang diri… Karena setelah ini, tak ada satupun yang bisa mengubah hidupku. Hanya kau yang bisa melakukannya. Ne… Your Love has Changed My World.

Saranghae, Shin Young~aa… Jeongmal saranghae…

…The End…

Annyeong, readers…

Akhirnya ff ini selesai. Beneran dehh… author sebenarnya gak tega mengakhiri semuanya seperti ini. Tapi apalah daya. Hahaha…

Gini, author selalu membiasakan diri menulis dengan kata hati. Dan kalau kata hati author udah bilang kayak gini, mau didemo sama siapapun, gak bakalan mempan. Jadi mian kalau tidak sesuai dengan harapan para readers. Author tau… banyak yang gak suka dengan sad ending. Tapi gimana lagi?? Hati author gak ngijinin bikin happy ending. Mungkin lain kali author buat happy ending. Hehehe… Sekali lagi mian ya…

Dan sampai jumpa di fanfic selanjutnya. Masih mau ketemu author kan??? Hehe…

Ooo…iaaa… Meski author tau, setelah ini banyak yang bakal demo, author tetap berharap readers masih mau meninggalkan commentnya di sini. Kritik dan saran sangat author butuhkan.

Gomawo readers… Saranghae… chu~♥

97 Responses to “Your Love has Changed My World (Part 12/end)”

  1. Irha castalina February 10, 2014 at 3:55 pm #

    Huaaaaaa, . .;(
    yaak,Thor knpa s’sedih ini siih, .
    Kirainx happy ending, eh trnyta sad ending,hiks hiks hiks,;(
    tp ffx keren, daebak thor,!
    Sukses ats krj kras mu thor,

    mianhae bru bsa coment,;)
    aku jga readers bru,.
    Tp trlpas dr smuax ff mu sngat mnyentuh,mnyenangkn n sngat mngharukn,.:)

    sukses slalu thor, !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 20,718 other followers

%d bloggers like this: