Author : Kim Ah Ra
Genre : Fantasy, little romance
Rating : PG 15
Cast :
- Kim Ah Ra
- Cho Kyuhyun
- Choi Minho
- Kim Key Bum
- Lee Hyuk Jae
- Son Dong Woon
- Kim Soerin
- Kim Nayoung
- Shin Heerin
- Lee Sung Ya
“Ah Ra berhenti melakukan sihir itu!!”, teriak umma.
“Ne!”, jawabku.
“Sudah umma katakan berapa kali, jangan kau gunakan sihirmu kalau sedang tidak dalam keadaan darurat.”, ujar umma.
“Ne. aku hanya sedang bosan.”, sahutku.
“Sudah cepat masuk ke dalam kamarmu lalu tidur. Besok kau sekolah kan?.”, perintah umma.
“Ne umma. Selamat malam umma.”, pamitku lalu mencium pipi umma dan beranjak menuju kamarku.
Namaku Kim Ah Ra, yeoja berumur 16 tahun dan bukan yeoja biasa. Mungkin kalian bingung kenapa aku memiliki kekuatan ‘sihir’ di zaman modern seperti ini. aku sendiri juga bingung kenapa aku bisa memiliki kekuatan seperti ini. padahal appa dan ummaku adalah manusia biasa tanpa kekuatan ‘sihir’ itu.
Suatu hari ketika Appa dan ummaku menyadari kekuatanku ini, mereka membawaku kepada seorang peramal. Peramal itu mengatakan kalau aku adalah reinkarnasi dari seorang penyihir muda yang meninggal karena dibunuh oleh penguasa kejahatan di zaman dimana masih banyak penyihir dan bla bla bla. Aku tidak percaya dengan apa yang dikatakan peramal itu, karena mungkin saja peramal itu hanya mengarang suatu cerita agar aku dan orang tuaku percaya. Tapi berbeda denganku, appa dan umma begitu percaya dengan apa yang dikatakan peramal itu. Peramal itu mengatakan kalau suatu hari nanti penguasa kejahatan itu akan datang mencariku untuk membunuhku, dan gara-gara perkataan peramal itu appa dan umma selalu mengawasi kemanapun aku pergi dengan menyuruh beberapa kaki tangan appa untuk mengikuti 24 jam, kecuali ke kamar mandi.
“Annyeong Ah Ra!”, sapa beberapa sunbaeku ketika aku berjalan di lorong sekolahku.
“Annyeong!”, balasku.
Mereka semua selalu menyapaku karena aku adalah anak dari pemilik sekolah ini dan beberapa orang tua dari mereka adalah rekan kerja di perusahaan milik keluargaku. Sebenarnya aku risih dengan sikap mereka yang seperti itu. Mereka seperti takut untuk bertemen denganku.
“Annyeong Ah Ra onnie!”, sapa sung ya, hoobaeku.
“Annyeong! Dimana Soerin dan Nayoung? Aku tidak akan bertanya tentang Heerin, aku tau dia belum datang.”, tanyaku.
“Soerin onnie dan Nayoung onnie belum datang.”, jawab sung ya.
Lee Sung ya adalah satu-satunya hoobae yang berani bergaul dan berteman denganku. Keluarga sung ya termasuk salah satu donatur di sekolah ini dan merupakan teman baik appa.
“Tumben kau sudah datang? Biasanya mereka berdua datang lebih pagi dari pada kamu.”, tanyaku.
“Aku juga biasanya datang jam segini onnie. Tumben kaki tangan Heechul ahjussi tidak berada di belakang onnie?”, tanya sung ya.
“Aku menyuruh mereka menunggu di mobil saja. Aku merasa seperti penjahat yang harus dikawal kemana-mana.”, jawabku.
“Tapi onnie kan bukan penjahat??”, ujar Sung Ya polos.
“Aku hanya merasa seperti penjahat, Sung Ya. Dimana namja chingumu?”, tanyaku.
“Minho Oppa sedang ada rapat Osis bersama anggota Osis lain.”, jawab Sung Ya.
“Pantas saja, pagi-pagi kau sudah menghampiriku. Biasanya juga kita bertemu ketika istirahat.”, kataku.
“Hehehe… Onnie katanya bakal ada siswa baru ya?”, tanya Sung Ya.
“Aku gak tau, appa ku tidak pernah bicara tentang masalah kerja di rumah. Memangnya kau tau dari siapa?”, tanyaku balik.
“Tadi pagi Appa bilang kalau ada siswa baru yang akan masuk ke kelas onnie.”, jawab Sung Ya.
“Ohh… Sung Ya aku harus masuk kelas. Sampai jumpa!”, kataku pada Sung Ya begitu sampai di depan kelasku.
“Bye Onnie!”, balas Sung Ya.
‘Murid baru? Lagi?? Ini sudah ke lima kalinya ada murid baru yang masuk ke sekolah ini. Apakah sekolah ini sedang kekurangan murid ya?’
“Ah Ra!!”, teriak Heerin.
“Apa?? Telingaku masih normal Shin Heerin.”, sahutku.
“Kau tau aku bertemu dengan Dong Woon di depan toilet!”, ujar Heerin dengan mata berbinar-binar (?)
“Lalu??”, sahutku sambil membolak-balik halaman di buku pelajaran.
“Ini sudah ke dua kalinya aku berpapasan dengannya, kalau besok aku berpapasan lagi dengannya berarti aku berjodoh dengannya.”, kata Heerin.
“Kemarin bertemu di parkiran, hari ini di depan toilet, terus besok di tempat pembuangan sampah??”
“Ahh!! Mungkin saja!! Dimanapun tempatnya yang penting bisa berpapasan lagi dengannya.”
“Shin Heerin, kenapa dari dulu bukannya berkurang tapi tambah polos??”, kataku sambil menutup buku pelajaranku. sifat polosmu
“Kau sudah bertemu dengan Soerin dan Nayoung?”, tanya Heerin mengabaikan perkataanku.
“Belum, kau?”, tanyaku balik.
“Sudah, mereka baru saja keluar dari ruang OSIS. Aku heran padamu, kenapa kau tidak masuk dalam organisasi itu? Bukankah kau akan diterima 100% oleh sekolah.”, ujar Heerin.
“Aku tidak suka memakai kekuasaan Appaku.”, kataku.
Shin Heerin, salah satu sahabatku dari TK. Rumah kami bersebelahan, dan orang tuanya adalah pemilik perusahaan terbesar ke dua setelah perusahaan keluargaku.
Percakapanku terhenti ketika Kim Heechul songsaenim (appaku) masuk untuk mulai mengajar sejarah Korea. Appaku selain pemilik sekolah ini, juga sebagai guru sejarah. Pantas saja, appa begitu percaya pada cerita peramal itu.
“Pagi anak-anak!”, sapa Kim Songsaenim.
“Pagi, Songsaenim!!”, balas kami.
“Hari ini kalian kedatangan siswa baru dari Amerika. Namanya Cho Kyuhyun.”, kata Kim Songsaenim lalu seorang namja masuk.
“Annyeong! Cho Kyuhyun imnida.”, ujarnya.
“Kyuhyun kau duduk di samping Ah Ra.”, perintah Kim Songsaenim.
‘Mwo?? Seharusnya appa tau kalau aku lebih suka duduk sendiri!’, batinku.
“Kita lanjutkan pelajaran!”, kata Kim Songsaenim.
“Annyeong, Cho Kyuhyun imnida.”, ujar namja itu.
“Kim Ah Ra imnida. Berhenti menatapku seperti itu.”, ujarku.
“Kemana saja kalian?”, tanyaku pada Soerin dan Nayoung begitu jam istirahat berbunyi.
“Ada rapat Osis mendadak. Aku dengar kau duduk dengan murid baru itu ya?”, ujar Nayoung.
“Hmm…”
“Apakah murid baru itu ganteng?”, tanya Soerin.
“Mau kau kemana kan Key? Baru jadian seminggu udah gatel aja tu mata.”, jawabku.
“Aku hanya bertanya, lagi pula kalau ganteng lumayan buat kecenganmu. Diantara kita berlima hanya kau yang tidak pernah memperlihatkan rasa tertarikmu pada namja. Padahal banyak namja di sini yang menyukaimu.”, kata Soerin.
“Aku tidak peduli.”, balasku.
“Benar itu onnie, coba buka hati onnie untuk namja-namja di sini.”, sahut Sung Ya yang datang bersama Minho.
“Ada masalah apa, kalian OSIS rapat pagi-pagi?”, tanyaku pada Minho mengabaikan perkataan Sung Ya dan Soerin.
“Kami akan mengadakan pesta topeng, untuk merayakan kelulusan sunbae kelas 12.”, jawab Minho.
“Oh… aku tau itu pasti wajibkan?”, tebakku.
“Ne, tapi kalau kau tidak datang juga nggak apa-apa.”, jawab Minho.
“Mulai dech… sekali saja kalian tidak menganggapku anak pemilik sekolah ini!”, kataku kesal, lalu berjalan meninggalkan kantin menuju taman dibelakang sekolah yang jarang di datangi murid-murid SMA sini.
‘Mereka sama saja dengan yang lain, selalu menganggapku sebagai anak dari pemilik sekolah ini yang harus dihormati, dituruti semua keinginanku.’
“Mungkin kalau bukan hanya aku yang bisa melihat keindahan taman ini, taman ini akan ramai dikunjungi.”, ujarku.
“Kalau saja tidak hanya aku yang memiliki kekuatan sihir ini, mungkin aku bisa bermain dengan mereka semua tanpa harus menyembunyikan kekuatan sihir ini.”, kataku lirih sambil membuat 3 buah batu melayang rendah.
“Sihir?? Mungkin aku tidak akan percaya pada kekuatan ini jika aku tidak memilikinya.”, gumamku lalu melempar batu-batu yang melayang itu.
“AWW!!”, teriak seseorang.
“OMO!! Siapa itu? Semoga dia tidak mendengar apa yang aku katakan.”, batinku.
“Kenapa kau melempar batu itu?”, ujar orang itu lalu keluar dari tempat persembunyiannya(?)
“Kau??”,
“Oh Ah Ra, kenapa kau ada ditempat ini?”, tanya Kyuhyun.
“Hanya menikmati taman ini.”, jawabku.
“Taman ini indahkan?”, tanyanya.
“NE?? kau bilang apa?”
“Taman ini indah kan? Sayangnya mereka tidak melihatnya dari sudut pandang jika taman ini dirawat.”, kata Kyuhyun.
‘Huft!! Aku kira di sama sepertiku.”
“Kau sedang apa di sini?”, tanya Kyuhyun.
“Hanya iseng.”, jawabku asal.
‘ nanananana nananana yurichangedo nae nun wiedo iseul maethyeotne nunmul maethyeotne jakeun naetmuleul mandeune (bagiannya Kyuhyun di coagulation)’
Kenapa aku merasa pernah mendengar nada yang dinyanyikan Kyuhyun? nadanya tidak terasa asing bagiku, tapi dimana aku pernah mendengarnya?
“Lebih baik kita kembali ke kelas! Aku tidak mau kena marah Kim songsaenim karena mengajakmu bolos.”, ajak Kyuhyun.
“Ne.”, kataku.
“Umma aku pulang!!”, teriakku begitu sampai dirumah.
“Nyonya sedang pergi ke luar kota non.”, kata pembantuku.
“Ne. nanti kalau appa pulang bilang saja aku ada di kamar dan tidak mau diganggu.”, kataku.
“Baik nona.”
Aku berjalan memasuki kamarku, lalu melmpar meletakkan tasku ke tempatnya dan langsung berbaring di kasurku.
Kenapa hari ini terasa sangat melelahkan? Lebih baik aku tidur.
‘na na na na na’, kenapa nyanyian itu terdengar lagi?
“Siapapun yang menyanyikan itu, tolong tunjukkan dirimu.”, kataku.
“Kau lupa padaku, jagi.”, jawab seseorang.
“Jagi? Kenapa kau seenaknya memanggilku jagi? Perasaan aku tidak pernah punya pacar.”, balasku.
“ternyata kau banyak melupakan masa lalu kita. Kalau seperti ini, apakah kau mengingatnya?”, kata orang itu lalu tiba-tiba muncul dan memelukku.
Tiba-tiba keluar kenang-kenangan yang entah berasal dari mana? Di situ aku melihat yeoja yang wajahnya mirip denganku sedang bersama seorang namja yang wajahnya mirip dengan Kyuhyun. mereka memakai jubah hitam dengan lapisan emas.
“Siapa mereka?”, tanyaku pada namja yang masih memelukku.
“Mereka adalah kau dan aku di masa dulu.”, jawab namja itu tetap memelukku.
“Masa dimana kita hidup bahagia tanpa adanya kebencian, sebelum penguasa kejahatan itu datang dan merusak semua kebahagian. Dan kau mengorbankan nyawamu untuk memusnahkan penguasa kejahatan itu.”, kata namja itu.
“Dan akhirnya setelah beribu-ribu tahun aku mencari keberadaanmu dengan berenkarnasi, akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi.”, lanjut namja itu mempererat pelukannya.
Tiba-tiba bayangan ketika yeoja yang mirip denganku dikejar-kejar makhluk yang berbentuk iblis dan yeoja itu berhenti di tepi sebuah jurang yang cukup dalam. Makhluk menyeramkan itu tertawa penuh kemenangan melihat yeoja itu tidak bisa menghindar darinya. Yeoja itu mengeluarkan sebuah pisau lalu mengucapkan “AKU MENYERAHKAN JIWA DAN RAGAKU UNTUK MENGHILANGKAN KEJAHATAN DIMUKA BUMI INI” lalu menusukkannya tepat dijantungnya. Perlahan-lahan tubuh makhluk itu hilang bersamaan dengan tubuh yeoja itu. Namja yang memiliki wajah mirip Kyuhyun itu datang dan menangis ketika melihat yeoja itu menghilang secara perlahan.
“Apa kau sudah ingat semuanya?”, tanya namja itu.
“Entahlah. Kenapa kau kembali lagi? Bukankah aku yang dulu sudah menyelesaikan masalahnya?”, tanyaku.
“Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang. Tapi kau mulai sekarang harus melatih kekuatan sihirmu. Aku tidak mau kehilanganmu untuk ke dua kalinya.”, jawab namja itu lalu melepas pelukannya dan menatapku.
“Kyuhyun??”, ucapku.
“Ne, jagi. Sampai bertemu besok.”, kata namja itu lalu mencium keningku dan menghilang.
“AAAA!!”, teriakku ketika sadar dari tidurku.
Hanya mimpi! Tapi kenapa begitu terasa nyata? Kyuhyun??
Besok pagi aku harus tanyakan pada namja itu!
“AH RA!! Kau baik-baik saja?”, teriak appa dari luar kamar.
“Ne appa! Hanya mimpi buruk!”, sahutku.
“Annyeong Ah Ra!!”, sapa Heerin ketika aku sampai di kelas.
“Annyeong.”, balasku sambil mencari keberadaan Kyuhyun.
“Kau sedang mencari siapa?”, tanya Heerin.
“Anhi.”, jawabku.
Hari ini Kyuhyun tidak mengikuti pelajaran sampai pelajaran terakhir. Kemana anak itu? Ketika aku sedang butuh, dia tidak ada. Atau mungkin Kyuhyun ada di taman belakang sekolah.
“Kalian pulang duluan saja! Aku ada urusan dengan appaku! Annyeong!!”, pamitku pada Sung Ya, Heerin, Soerin, Nayoung dan pasangan mereka.
“Hati-hati!”, teriak Nayoung.
“Kyuhyun ssi, kau ada di sini?”, tanyaku lirih begitu sampai di taman ini.
“Kau mencariku?”, ujar Kyuhyun tiba-tiba muncul didepanku lalu memelukku.
“Apakah kau selalu melakukan hal ini pada masa laluku?’, tanyaku.
“Ne.”, jawabnya.
“Sekarang jelaskan padaku kenapa kau kembali?”, tanyaku sambil melepaskan pelukannya.
“Baiklah, alasan pertama penguasa kejahatan itu kembali lagi untuk balas dendam padamu. Jadi mulai sekarang kau harus mulai melatih keahlianmu dalam sihir itu. Alasan kedua karena aku ingin bersamamu kembali.”, jawab Kyuhyun lalu kembali memelukku.
“Berhentilah memelukku!”, ujarku sambil mendorongnya.
“Kau semakin galak! Kita mulai latihannya, ikut aku!!”, ujar Kyuhyun lalu menarikku medekati pohon yang berada di tengah taman.
“Latihan dimana? Di dalam pohon? Kau gila?”, kataku.
“Ikut saja!! Kau semakin cerewet saja!!”, kata Kyuhyun.
Batang pohon itu lalu membentuk sebuah pintu, dan pintu itu membuka. Kyuhyun menarikku masuk ke dalam pohon itu. Sesampainya di dalam pohon, ternyata terdapat ruangannya yang sangat luas.
“Pakai ini!”, kata Kyuhyun lalu menyerahkan jubah hitam.
“Harus pakai ini? ini jelek sekali!”, protesku.
“Ini hanya untuk latihan! Cepat pakai!”, perintah Kyuhyun.
Latihan menjadi seorang penyihir yang sebenarnya ternyata sulit. Aku harus mengahapalkan berbagai macam mantra yang sangat sulit dan panjang. Bahasanya pun tidak hanya korea, tapi yunani. Kalau inggris aku masih bisa paham, tapi YUNANI??
Selain mantra, aku juga harus bisa bela diri. Sebenarnya Kyuhyun ingin mengajariku bela diri dulu, tapi karena aku menolaknya dengan berbagai alasan. Akhirnya Kyuhyun mengajariku matra-mantra aneh itu.
“Aku capek!! Aku mau pulang!!”, rengekku pada Kyuhyun.
“Tapi kita baru latihan sebentar!”, sahut Kyuhyun.
“Tapi aku lelah pokoknya aku mau pulang sekarang!!”, kataku.
“Baiklah, aku antar kau pulang. Besok kita latihan lagi pulang sekolah.”, kata Kyuhyun.
“UMMA!! AKU HAUS!!”, teriakku ketika sampai di rumah.
“Darimana saja? Jam segini baru pulang?”, tanya Appa yang tengah duduk sambil membaca koran.
“Belajar dengan Heerin.”, jawabku bohong. Kalau akau bilang latihan jadi penyihir bersama kyuhyun, bisa-bisa appa dan umma melarangku sekolah dan memindahkanku ke sekolah lain.
“Lebih baik kau mandi lalu tidur.”, kata Appa.
“Ne. Annyeong appa!”, pamitku.
Badanku remuk-remuk semua ini!! ternyata mandi air hangat sedikit menghilangkan rasa lelahku.
“Kau sudah selesai mandi?”,
“Kenapa kau bisa di kamarku? Cepat keluar! Aku tidak ingin latihan!!”, kataku pada Kyuhyun yang sedang duduk di kursi belajarku.
“Aku hanya ingin mengucapkan selamat malam pada pacarku.”, balas Kyuhyun lalu berjalan mendekatiku.
“pokles”, ucapku dan membuat Kyuhyun terjatuh.
“Sudah sana pulang!! Aku mau tidur!! Berhenti memanggilku jagi atau pacarmu. Yang jadi pacarmu itu masa laluku bukan aku.”, kataku.
“Aku pulang jagi, sampai ketemu besok. Tidur yang nyenyak, jangan lupa mimpikan aku.”, ujar Kyuhyun.
“Sudah sana pergi!! Sekali lagi kau memanggilku jagi, kau akan menyesal!!”, kataku.
“Ne!! bye Honey!!”, pamit Kyuhyun.
“KYUHYUN, AWAS KAU!!”, teriakku.
“Ah Ra!! Kenapa teriak-teriak? Cepat tidur!”, teriak appa.
‘Awas kau Cho Kyuhyun!!’
@ school
“Ah Ra Onnie!!”
“Ah Ra!”, teriak Heerin, Sung Ya, Soerin dan Nayoung begitu aku masuk kelas.
“Apa? Pagi-pagi udah teriak-teriak.”, sahutku.
“Sejak kapan kau pacaran dengan Kyuhyun si anak baru itu?”, tanya Nayoung.
“NE??”, kataku kaget.
“Kyuhyun bilang kalau kalian pacaran. Benarkah?”, tanya Heerin.
“AISH!! Anak itu! Dimana Kyuhyun!!”, tanyaku.
“Sedang bersama Minho Oppa, Key Oppa, Dong Woon Oppa dan Eunhyuk Oppa di ruang OSIS.”, jawab Sung Ya.
“Baiklah, kalian ikut aku!!”, ajakku menarik tangan Sung Ya.
‘Kau akan mati CHO KYUHYUN!!’, batinku.
@ruang OSIS
“Ayo masuk!”, kataku.
“Tapi kita harus minta ijin dulu.”, kata Nayoung.
“Tidak perlu, aku yang akan tanggung jawab.”, jawabku lalu membuka pintu ruang OSIS.
“CHO KYUHYUN!!”, teriakku.
“Ah Ra?? Ada apa kau kemari?”, tanya Kyuhyun.
“Apa maksudmu mengaku kalau kita pacaran!! Kau sudah bosan hidup, ha?”, tanyaku penuh emosi.
“Kan kita memang pacaran kan! Tenang Kim Ah Ra, jangan keluarkan kekuatanmu disini.”, jawab Kyuhyun lalu berjalan menghampiriku.
“Aku tidak peduli!!”, sahutku.
“Ah Ra, tenang lah. Kau tidak ingin menghancurkan sekolah ini kan?”, kata Dong Woon.
“Kami berempat sudah lama tahu kalau kau adalah reinkarnasi dari putri kerajaan Athena. Makanya kami pindah ke sekolah ini untuk melindungimu.”, kata Eunhyuk Oppa.
“Akhirnya semua sudah berkumpul disini. kami sudah lama menunggu kedatangan kau, tuan Cho Kyuhyun.”, kata Heerin yang berhasil membuatku bertambah bingung.
“Apa maksudnya semua ini?”, tanyaku pada mereka semua.
“Kami berempat adalah pelindungmu, Ah Ra.”, kata Nayoung.
“Ha?? Pelindung??”, tanyaku heran.
“Ne, kami adalah reinkarnasi dari pelindungmu sewaktu kerajaan Athena masih ada. Heerin, aku, Nayoung dan Sung Ya adalah pelindungmu putri Athena.”, jelas Soerin.
“Kenapa kalian tidak bilang dari dulu?”, tanyaku.
“Karena kami menunggu kedatangan Tuan Cho Kyuhyun.”, jawab Sung Ya.
“Kalian semua membuat hidupku semakin buruk saja. Aku pergi saja!!”, kataku lalu berjalan keluar dari ruang OSIS.
“Tetap disini! “, perintah Kyuhyun sambil menahan tanganku.
“Kita pindah lokasi saja. Dong Woon buka portal menuju Kerajaan Athena.”, perintah Eunhyuk.
“Lepaskan aku! Kalian mau membawaku kemana?”, tanyaku.
“Ikut saja.”, jawab Kyuhyun.
@Kerajaan Athena
“Dimana ini?”, tanyaku.
“Ini di Kerajaan milik mu putri Athena.”, jawab Heerin.
“Antar putri Athena ke kamarnya.”, perintah Key.
“Baik. Ayo putri kita ke kamar anda.”, ajak Nayoung.
“Aku ingin kembali ke masaku, aku tidak ingin di sini!”, kataku.
“Maaf putri, untuk sementara waktu anda harus tinggal disini. ini kamar anda.”, kata Heerin.
“Kalau butuh sesuatu panggil kami.”, kata Sung Ya.
Kamar ini benar-benar berbeda dengan yang aku bayangkan. Kamar ini lebih seperti kamar dihotel berbintang lima.
“Kau menyukai kamarmu?”, tanya Kyuhyun.
“Kembalikan aku ke zamanku. Aku ingin bersama orang tuaku.”, kataku mengabaikan pertanyaan Kyuhyun.
“Belum saatnya kau kembali. Ganti pakaianmu dengan gaun ini. ini jubahmu. Setelah kau ganti pakaianmu, kita mulai latihannya.”, perintah Kyuhyun sambil menyerahkan gaun biru dan jubah.
“Aku tidak mau memakai pakaian seperti ini!”, tolakku.
“Kalau kau tidak mau memakainya, aku yang akan memakaikannya padamu.”, ujar Kyuhyun.
“ANIYO!! Keluar kan dari kamarku!!”, teriakku.
“Aku tunggu dibawah.”, kata Kyuhyun.
Memakai gaun?? Padahal aku tidak pernah suka memakai gaun. Kenapa penyihir muda itu harus bereinkarnasi menjadi diriku? Menyusahkan saja!!
“Kenapa kau memandangku seperti itu?”, tanyaku sinis pada Kyuhyun.
“Kau cantik, dan semakin mirip dengan putri athena. Hanya saja…”, kata Kyuhyun lalu menarik ikat rambutku dan membuat rambutku tergerai.
“Kau lebih cantik jika rambutmu digerai.”, lanjut Kyuhyun.
“Cepat mulai latihannya! Semakin cepat selesai, semakin cepat aku pulang.”, kataku.
Author POV
“Lihat mereka kembali terlihat mesra walau sudah berpisah beribu-ribu tahun.”, ujar Nayoung.
“Kau benar, mereka memang pasangan yang abadi. Putri Athena masih tetap seperti dulu, cerewet, keras kepala.”, sahut Eunhyuk.
“Mungkin kah mereka akan bersatu lagi? Atau kejadian itu akan terulang lagi?”, tanya Heerin.
“Aku harap mereka berdua bersatu kembali, dan kejadian buruk itu tidak terulang kembali. Mereka sudah terlalu banyak berkorban untuk kita.”, jawab Dong Woon.
“Kau benar, mereka pantas mendapatkan kebahagian.”, sahut Key.
“Tapi untuk mengajarkan semua sihir kepada Putri Athena dari awal itu butuh waktu yang lama. Lagi pula umur Putri Athena baru 16 tahun belum mencapai 17 tahun. Emosi putri masih sangat labil.”, kata Soerin.
“Dan tongkat sihir putri Athena belum juga menampakkan keberadaannya sebelum putri berumur 17 tahun. Ini tugas yang berat bagi Tuan Cho Kyuhyun.”, lanjut Minho.
“Kita tidak boleh putus asa! Kita harus membantu Tuan Cho Kyuhyun untuk mengajari Putri Athena semua sihir itu. Semangat!!”, kata Sung Ya memberi semangat pada semuanya.
“Aku lelah!”, kata Ah Ra.
“Istirahatlah! Kau sudah menunjukkan kemanjuan yang luar biasa.”, kata Kyuhyun.
“Dari mana kau dapatkan tongkat sihir itu?”, tanya Ah Ra sambil menunjuk ke arah tongkat sihir milik Kyuhyun.
“Oh ini! aku mendapatkannya ketika umurku genap 17 tahun. Kau akan mendapatkan tongkatmu juga ketika ulang tahunmu yang ke 17.”, jawab Kyuhyun.
“Oh… Apa gunanya tongkat itu? Toh tanpa tongkatpun kekuatanmu sudah luar biasa.”
“Tongkat ini membuktikan bahwa kau adalah penyihir dewasa. Tanpa tongkat ini kau akan dianggap penyihir rendahan. Kau mengerti?”, tanya Kyuhyun lalu mengacak rambut Ah Ra.
“Aku mengerti!! Tidak usah mengacak rambutku!”, ujar Ah Ra kesal lalu merapikan rambutnya.
“Ayo masuk! Sudah malam!!”, ajak Kyuhyun.
Di suatu tempat…
“Tuan, penyihir muda itu telah kembali.”,
“Benarkah? Secepat ini? aku kira harus menunggu sampai umurnya 17 tahun.”
“Pangeran kerajaan Athena atau lebih tepatnya tunangan putri Athena itu membawa putri Athena kembali ke kerajaannya.”
“Awasi saja mereka! Aku percayakan semuanya padamu. Jangan sampai membuat mereka curiga padamu.”
“Baik Tuan. Saya permisi.”
“Tunggu pembalasanku putri Athena.”
@Kerajaan Athena
“Kenapa kau tidak makan?”, tanya Kyuhyun.
“Aku tidak lapar.”, jawab Ah Ra.
“Tapi kau belum makan dari tadi siang, kau tidak lapar?”, tanya Kyuhyun lagi.
“Sudah aku bilang, aku tidak lapar! Kalau kau mau makan, ya sana!”, jawab Ah Ra sambil berteriak.
“Baiklah. Aku tau kau tidak betah tinggal disini.”, ujar Kyuhyun.
“Kalau kau sudah tau, kenapa aku tidak dibawa kembali ke zamanku.”, ujar Ah Ra.
“Aku membawamu ke sini hanya ingin mempersiapkanmu untuk menghadapi penguasa kejahatan itu dan mengembalikan kerajaan ini seperti dulu lagi. Banyak rakyat negeri ini yang kehilangan rasa bahagianya. Dan itu membuatku yakin kalau kau berhasil mengalahkannya mungkin negeri ini akan kembali seperti dulu.”, jelas Kyuhyun.
“Kenapa harus aku? Kan ada kau? Heerin? Nayoung? Sung Ya? ()? Minho? Key? Dong Woon? Eunhyuk?”, tanya Ah Ra.
“Kekuatan kami tidak lebih kuat darimu. Kau adalah penyihir yang ditakdirkan untuk mengalahkan penguasa kejahatan itu.”, jawab Kyuhyun.
“Itu bukan Aku!! Tapi hanya masa laluku! Dan aku tidak akan mengorbankan nyawaku hanya untuk negeri yang aku sendiri tidak tau itu! Kau dengar CHO KYUHYUN!! AKU BUKAN PUTRI ATHENA! AKU ADALAH KIM AH RA MANUSIA BIASA! KEMBALIKAN AKU KE ZAMANKU, SEKARANG!!”, perintah Ah Ra.
“Baiklah kalau itu maumu. Aku akan menyuruh Minho untuk mengantarmu pulang. Gantilah bajumu!”, kata Kyuhyun lalu keluar dari kamar Ah Ra.
“Minho tolong buka portal itu dan kembalikan Ah Ra ke zamannya.”, perintah Kyuhyun pada Minho.
“Tapi, bagaimana dengan nasib negeri ini?”, tanya Minho.
“Kita tidak bisa memaksa Ah Ra. Lakukan saja perintahku.”, jawab Kyuhyun.
“Eunhyuk antar Ah Ra sampai ke rumahnya, dan katakan pada Appa nya kalau kita belajar kelompok.”, perintah Kyuhyun pada Eunhyuk.
“Baiklah.”, jawab Eunhyuk.
“Kau yakin dengan keputusanmu?”, tanya Key.
“Aku yakin.”, jawab Kyuhyun.
“Kenapa tidak kau saja yang mengantarnya?”, tanya Heerin.
“Tidak, aku tidak bisa. Kalian saja.”, jawab Kyuhyun lalu pergi entah kemana.
Ah Ra POV
“Untuk apa aku mengorban nyawaku? Tidak ada gunanya! Banyak orang yang mau mengorbankan nyawanya untukku kenapa aku harus mengorbankan nyawaku? Tidak Akan!!”, gumamku lalu keluar dari kamar aneh ini.
“Kau sudah siap? Ayo!”, ajak Eunhyuk.
“Kajja!!”, kataku bersemangat.
“Sampai berjumpa lagi, Kim Ah Ra.”, kata Nayoung.
“Sampai jumpa! Terimakasih selama ini kalian semua sudah mau menjadi temanku.”, balasku.
“Ayo! Antar aku pulang!”, kataku pada Eunhyuk.
@Home
“Appa!! Umma!! Aku pulang!!”, teriakku begitu sampai di rumah.
“Dari mana saja kau? Kata beberapa guru kau tidak masuk kelas dari pagi.”, tanya Appa sambil memelukku.
“Ah Ra bersama kami pengurus OSIS untuk mempersiapkan acara sekolah.”, jawab Eunhyuk.
“Oh begitu, terima kasih sudah mengantar Ah Ra.”, ujar Appa.
“Istirahatlah, kau terlihat lelah.”, kata Appa.
“Bye Eunhyuk!”, pamitku lalu berjalan menuju kamarku.
Hari ini benar-benar hari yang melelahkan dan aneh. Aku tidak akan mau kembali ke zaman aneh itu, hanya untuk mengorbankan nyawaku! Tidak akan pernah!!
~TBC~

menarik.. menarik.. tapi, kyuhyun nya serius bgt tampaknya. kurang evil. kekeke.. dilanjut chingu..
gomawo
sekali-kali serius si kyuhyun
Bagus.bagus..
Lanjutin chinggu!!!
Hehehe…
^^-
gomawo
Uaaaaaahh,, kyujagi slalu bkin penasaran! Misterius! Lanjuutt.. I like it!!
Daebak!!
Oahhhh…. Kayaknya seru nih ><
seru, nih! kerajaan yunani, aku ngerti bangt, soalnya disekolah diajari tentang yunani tadi
*gk da yg nax*
Oke! ep-ep-nya cukup bagus, menarik, lagi! Jadi, semangat buat nerusinnya yah, onnie! d^^b
hmm lanjuutt!!
penasaran!