Sixth Sense In Love – Part 3

8 May

Tittle :: Sixth Sense In Love

Author :: Dinna Afrida

Main Casts :: Cho Kyuhyun, Shin Yoon Hye, Ok Taecyeon

Other Casts :: (akan tau dengan sendirinya kalo udah baca)

Genre :: Romance etc.

Rating :: PG-13

Disclaimer :: Alur.. plot itu punya saya.. kalo cast nya.. milik para fans-fans-nya..!!

Baca => Part 1  //  Part 2

Author POV

Kyuhyun dan Haneul bertemu di caffe tempat mereka dulu pernah bertemu. Haneul merasa rindu akan sesosok namja yang dulu hingga saat ini masih sangat ia inginkan. Namun keadaan pada saat itu, membuat ia harus merelakan Kyuhyun untuk fokus akan karir-nya di Super Junior, dan ia pun pergi meniti masa depannya dengan bersekolah di perguruan tinggi luar negeri, tepatnya di Belanda.

Ia menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sangat mudah di artikan oleh kyuhyun. Ya, Kyuhyun sadar akan perasaan Haneul yang masih mencintainya. dalam hati yang terdalam, sesungguhnya Kyuhyun pun masih ingin bersama Haneul. Namun, Kyuhyun mengerti perasaan Haneul, jika ia kembali pada Haneul, maka ia hanya akan melukai hati gadis tersebut. Ia tidak dapat berjanji akan masa depan hubungan di antara kedua-nya.

Kyuhyun mengacak-ngacak rambut Haneul dengan lembut, agar Haneul tersadar, bahwa ia sudah terlalu lama menatapnya. Haneul pun mengerucutkan bibirnya, karena ia kesal.

“Oppa.. bisakah kau tidak membuat rambutku ini berantakan? aku ini sengaja dandan cantik-cantik agar menjadi pusat perhatian pria-pria. Aku sudah bosan sendiri mlulu tau” Haneul berkata dengan gaya aegyo-nya.

“Mana ada namja yang mau dengan mu.. Kau itu cukup beruntung, sudah mau aku memacarimu. Di luar sana banyak gadis yang menungguku. Tapi kau malah menyia-nyiakanku. Kau pergi ke Belanda, dan aku di tinggal di Korea”

“Aku tidak bermaksud…”

Belum sempat Haneul meneruskan perkataanya, Kyuhyun langsung memotongnya.

“Ahh aku haus.. ayo cepat pesan minum, dari tadi kita hanya diam saja tidak memesan makanan ataupun minuman sama sekali”

~end Author POV~

Kyuhyun POV

Aku langsung memesan minuman, karena aku tidak mau pembicaraan ini berlanjut. Karena itu akan membuat aku tambah bingung dengan perasaanku sesungguhnya terhadap Haneul. Dan Haneul? Tidak perlu mendapat penjelasan dari dia pun aku sudah mengetahui persaannya terhadapku yang sesungguhnya.

Ku lirik Haneul yang terlihat sedang menunduk, dan kini hatinya berkata bahwa ia sangat menginginkan saat-saat kami bersama dulu. Pikiran Haneul menerawang kembali ke masa-masa indah kami dahulu.

“Haneul-ah.. ada apa kau memintaku datang menemuimu? kau tau, aku sedang sibuk. Tapi aku bela-belain datang hanya untuk menemuimu.”
Ia pun meninggikan pandangannya ke arah ku, sebab, dari tadi ia hanya menatap kosong meja yang ada di depannya. Tatapannya memang kosong, tapi tidak dengan pikiran dan hatinya.

“Aku,,?? aahh~ aku hanya ingin bertemu saja, aku bosan di rumah terus” Ia terkejut karna aku telah mengganggu nostalgia-nya dalam pikirannya.

Pelayanpun datang membawakan kami 2 hot capucino.

“Gamsahamnida” ucapku kepada pelayan tersebut yang di balas dengan senyuman olehnya.

~

Ahh aku rebahkan tubuhku di kasur empuk berukuran King Size yang di sampingku ada Sungmin hyung yang sedang memainkan iPhone-nya..
kulirik wajahnya, dan sepertinya ia sedang tidak mood.
Gimana tidak, ia habis bertengkar dengan ayahnya.
Ingin aku bertanya kepadanya. Meskipun tanpa bertanya aku sudah tau apa yang terjadi, tapi rasanya terlalu egois jika aku diamkan hyungku yang sedang sedih itu. Setiap aku sedih, ia selalu menghiburku dengan senyumannya itu. Hingga aku melupakan semua permasalahan yang menyangkut di diriku.

Namun, aku takut jika aku salah bicara. Ia sangat menutup diri akan permasalahannya terhadap ayahnya itu.
Apa aku bertanya atau tidak ya?? ahh sebaiknya nanti saja kalau suasana hatinya sudah agak baikan.
Aku tidur dulu ahh.. aku lelah karena perjalanan tadi.

~end Kyuhyun POV~

~Author POV

Di tempat lain. Seorang namja duduk di tepi ranjang, tepatnya di pojok dekat jendela bed kedua.
Ya, karna di kamar itu di huni oleh 2 namja..

Taecyeon duduk di pinggir ranjang dengan wajah yang sumringah. Tak jarang, dalam jangka selisih beberapa detik dia terlihat tersenyum-senyum sendiri. Bahkan tertawa renyah.

Iya menyadari akan sesuatu hal yang terjadi pada dirinya. Namun ia belum dapat meyakininya bahwa itu benar-benar terjadi.

Taecyeon merebahkan tubuhnya. Sebelum tubuhnya menyentuh kasur tersebut, ia menarik napas dalam, lalu berbaring dengan posisi merentanngkan kedua tangannya ke samping dan kakinya yang masih menyentuh lantai.

‘Ia berbeda, dalam tatapannya, aku merasakan ketenangan. Senyumannya.. aaahhh aku bisa gila jika terus mendeskripsikannya melalui kata-kata. Itu tidak cukup untuk melukiskan kenyataan sesungguhnya tentangnya’ gumam Taecyeon dalam hati.

Taecyeon yang sedari tadi di perhatikan oleh Junsu yang sudah berada di depannya tidak menyadari keberadaan Junsu.
Junsu merasa heran dengan sikap Taecyeon yang tiba-tiba membuat bulu kuduk Junsu berdiri. Junsu mengerjap-ngerjapkan mata agar kembali ke alam sadarnya, sebelumnya pikirannya di penuhi tanggapan negatif atas sikap Taecyeon tadi.

Junsu ikut berbaring di sebelah Taecyeon.

“Are You Ok?” Junsu memiringkan tubuhnya agar ia bisa memperhatikan wajah Taecyeon.

“I’m so ok.. Really.. really ok..!! Like my name, OK TAECYEON..!!” Jawab Taecyeon dengan meletakkan tangannya di dadanya, lalu tersenyum polos..

“Aiiyshh.. Jawabanmu menandakan kau dalam keadaan gila stadium awal..!!” Junsu bangkit ketika mendengar kekehan Taecyeon atas balasan dari perkataannya.

~End Author POV~

~Yoon Hye POV~

Sudah beberapa minggu ini aku dan Taecyeon oppa melakukan promo single kami. Meskipun lagu itu adalah lagu lama, tapi ternyata masih banyak juga yang berminat mendengarkan lagunya. Lagu itu di remake uilang. Meskipun masih masuk ke dalam Ballad, sama seperti yang dulu. Tapi, bedanya ada bagian dimana Taecyeon oppa bernyanyi Rap..

Taecyeon oppa?? ya, dia menyuruhku untuk memanggilnya denngan embel-embel oppa di belakanngnya. Awalnya aku merasa risih dan sedikit menolak. Bahkan aku pura-pura lupa kalau aku sedang memanggilnya Taecyeon-sshii. Dan kalian tau apa yang ia katakan??

‘Aiiyshh.. Yoon Hye-ya!! itu terlalu formal!! Kau itu.. aku sudah bilang berkali-kali untuk memanggilku oppa..!! Taoi nkenapa kau selalu lupa?!! Aku tau, aku ini lebih tua darimu, tapi memanggilku dengan sebutan oppa itu lebih baik.. Setidaknya aku masih berasa mudaanlah.. kalo di panggil sshii.. terlalu kaku..’

Yang aku lakukian ketika ia berbicara panjang lebar seperti itu hanyalah berpikir.. Bagaimana caranya aku menghilangkan rasa risihku??

AAhh… Ketika berada di dekat Taecyeon oppa.. Aku merasakan gejala penyakit jantung..!!
Jantungku berdebar lebih kencang.. apalagi di tambah ia menyuruhku memanggilnya oppa..
Ommona~ aku kira dia menginginkanku mati sat itu juga, tapi untungnya jantungnku bisa diajak kompromi. Ia tidak memberhentikan denyutannya, tapi ia hanya menambah frekuensi getarannya saja. Selamat..!!

Tapi yang tidak bisa di selamatkan adalah.. rona merah di wajahku yang tiba-tiba muncul.. padahal aku tidak memakai make-up pada saat itu. Saat dimana memberdeul 2PM menggoda aku dan Taecyeon oppa..

Aiiyshh..!! rasanya ingin akku lempar satu persatu, oppadeul tersebut ke Amazon. Mereka semua berhasil membuatku malu di depan Taecyeon oppa.. Leherku pegal kalo selalu menunduk ketika wajahku memerah.

~

Huufthh.. aku menghela napas dalam-dalam.. menghirup udara kota Seoul di malam hari terasa nikmat..
‘AAhh.. aku jadi ingin camping.. Sudah lama aku tidak pergi camping.. Menghirup udara di sekitar pegunungan lebih nikmat dari pada di kota-kota. Terakhir kali aku pergi camping ketika mendekati kelulusan ketika aku SMA’ gumamku dalam hati.

Aku menghirup udara lebih dalam lagi.. Dan ku lirik Ara eonnie yang masih berada di dalam Supermarket. Ia masih sibuk membayar semua belanjaannya itu di kasir.. Sedangkan aku? Aku meminta untuk keluar duluan.

Aku berjalan pindah berdiri di dekat pintu kaca, dan di sampingku terdapat tempat sampah berwarna biru. Untung saja bau-nya tidak menyegat..

Aku bersandar di pintu kaca Supermarket yang tembusa pandang tersebut, lalu pandannganku tertuju pada seorang ahjumma yang sedang berdiri di sampingku yang di batasi tempat sampah. Ahjumma itu melirik ku balik. Dan aku tersenyum, dia pun membalas senyumanku.

“Agashii.. apa yang sedang kau lakukan di luar malam-malam gini?” Ahjumma itu membuka pembicaraan dengan memberiku pertanyaan.

“Aku sedang menunggu temanku” aku meliriknya sekilas dan tersenyum. “Dia sedang ada di dalam” tambahku.

“Dan kau sendiri ahjumma, apa yang kau lakukan disini? udara malam tidak baik loh untuk kesehatan” Aku bertanya balik dengan di tambahkan sedikit berbasa-basi.

“Aku juga sedang menunggu sesorang” jawabnya datar.

“Apa kau sudah bertemu dengan sesorang yang kau maksud?” aku kembali bertanya.

Sesungguhnya aku bosan dengan berdiam diri menunggu Ara eonnie selesai membayar belanjaannya Makanya aku terus bertanya kepada Ahjumma itu. Agar aku ada teman mengobrol.

“Sudah.. aku sudah bertemu dengannya” Jawabnya dingin. Dan otomatis aku langsung menoleh ke ahjumma tersebut.

“Dan aku harap. Aku bisa bertemu dengannya lagi. Kalaupun aku tidak dapat bertemu dengannya..” Aku menyipitkan mataku karena ia memotong pembicaraannya sejenak.

“Iyu adalah sesuatu yang mustahil. Aku akan terus bertemu dengannya sampai semuanya berakhir”

DEGG!! Mata ahjumma itu tepat menatap mataku. Sampai akku dapat melihat manik matanya. Tatapannya sungguh tajam. Seperti tatapan kucing. Aku bergidik takut melihat tatapannya. Tapi.. Oh.. God..!!
Aku tidak bisa berhenti menatapnya.

Aku baru tersadar dan berhenti menatapnya ketika pintu kaca terdorong dan muncul Ara eonnie. Aku langsung memalingkan kepalaku ke pintu kaca tersebut. Ara eonnie tersenyum kepadaku.

“Ayo kita pulang! Aku tidak sabar ingin memakan semua cemilan yang aku beli ini” Ucapnya bersemangat.

Aku mengatur napasku.. Aku masih terkejut dan ngeri dengan tatapan dingin ahjumma tadi.

“Kau kenapa Yoon Hye-ya?” tanya Ara eonnie, namun aku tidak menggubrisnya. Malahan aku menoleh ke tempat di mana ahjumma itu berdiri. Tapi, ahjumma itu sudah pergi. Yang aku lihat hanyalah bayangan siluet (?) punggungnya yang perlahan hilang di kegelapan.

“Yaak.!! kau lihat apa?” untuk kedua kalinya Ara eonnie bertanya kepadaku.

“Ani.. tadi ada ahjumma yang mengajak ku mengobrol. Dan sekarang dia udah pergi.” Jawabku jujur. Ia hanya membalas dengan anggukan kepala.

~

Aku dan Ara eonnie pulang ke dorm. Dan di depan dorm, aku melihat Minho dan Taemin sedang duduk di kursi depan dekat pintu.

“Noona kalian dari mana? kenapa lama sekali?” Tanya bocah yang mengenakan kaos berwarna putih bergambar tweety. Taemin.

Minho. Kulirik dia yang sedang duduk bertopang dagu dengan lengan kursi yang di jadikan tempat bertumpu siku-nya. Dan seperti biasa. Menggoyang-goyangkan kakinya.
Hahahaa~ Minho dan Manager oppa-ku memiliki kesamaan.
Sama-sama suka menggoyang-goyangkan kaki kanannya. Aku tersenyum setengah tertawa melihatnya. Bagaimana tidak, bahkan matanya saja sudah terlihat merah. Sepertinya dia mengantuk. Di tambah lagi suaranya yang terdengar parau.
Rupanya dia benar-benar sudah mengantuk berat.

“Taemin-ah.. Hoooaaaammhhh~ ayo kita pulang. Aku sudah ngantuk.” Benar saja, suaranya Minho sudah seperti ahjusshii. Hahahaaa~

“Aiiyshh hyung! noona-nya saja baru sampai. Kita bahkan belum main ke dormnya, kenapa harus kembali ke dorm sekarang? Percuma saja kita kesini kalau tidak main. Lagi pula noona sudah membeli makanan. Kan sayanng kalau gak di abisin. Aww!!” Taemin mengusap-usap kepalanya yang di jitak oleh Ara eonnie.

“Lebih baik tadi aku ajak Jinki hyung saja. Aku rasa dia tidak berniat kembali ke dorm kalau dia melihat belanjaan Ara noona. Banyak chiki-nya” tambah Taemin sambil membukakan pintu.

“Ayo masuk noona..!!” Perintah Taemin, seakan-akan dia lah penghuni dorm sesungguhnya.

“Ya sudah.. kau disini saja. aku kembali ke dorm duluan. Hoooaahhmhh~ aku rindu ingin memeluk gulingku” Aiiyshh.. jinja.. seenaknya Minho menjambak rambutku. sekarang giliranku yang mengusap-usap kepala. Bukan karena jitakan, tapi karena jambakan tangan jahil Minho.

“Minho-ya..!! aku sarankan kau untuk memanjangkan rambutmu. Aku ingin menjambak balik rambutmu.” Aku berteriak dan sukses membuat Minho menoleh ke belakang.

“Hahahhaaa~ akan aku pertimbangkan saranmu. Rambutku pasti akan lebih indah dari rambutmu.” Balasnya berteiak.

~

Hari ini, aku dan Taecyeon oppa akan melakukan promo single kami berdua di pulau jeju. Heemmhh.. lumayanlah sekalian liburan.
Kami berdua akan mengisi acara di Festival Jeju Island. Festival ini menampilkan acara-acara meriah seperti, pertunjukkan budaya tradisional Korea. Serta juga ada Drama kolosal Musikal yang menceritakan tentang kehidupan Gisaeng.

Aku kebagian bernyanyi di sekmen ke lima. Di sekmen keempat sebelum aku dan Taecyeon oppa bernyanyi, kami di cecar pertanyaan oleh sang MC. Yaahh.. pertanyaan yang bisa membuatku panas dingin.

“Aahh sebaiknya aku menanyakan ini kepada Taecyeon saja, karna ku rasa Yoon Hye akan malu-malu jika menjawab pertanyaanku.”

Mwoya? malu-malu? maksudnya apa?

“Taecyeon-sshii.. apa, di luar hubungan kerjasama kalian dalam bekerja, kalian menyimpan hubungan lain di balik semua itu?” Kang Nam Yong.. nama MC itu yang bertanya kepada Taecyeon.

Aku berusaha menguasai diriku yang di sesakki rasa malu. Benar sekali kata Nam Yong. Kalo aku di kasih pertanyaan itu, aku akan malu-malu. Dan selebihnya, aku akan mempermalukan diriku sendiri dengan tertawa tidak jelas untuk menutupi rasa maluku.

Aku tidak berani menatap Taecyeon oppa. Jangankan menatap, melirik saja aku takut. Aku takut ketauan kalo ternyata wajahku memerah. Aku menenangkan diriku dengan menyapu pandanganku ke penonton dari ujung kanan hingga ujung kiri Hall tersebut.

“Mwo?? Hahaha~ aniyo.. kami tidak menyembunyikan hubungan lain. Kami hanya sekedar partner dalam hubungan pekerjaan saja” Jawab Taecyeon oppa.

“Jinja?? aahh~ kalau begitu, jika besok aku mendengar ternyata kalian memilliki hubungan, aku ingin kalian berdua membayarnya” ucap Nam Yong mengancam. Dan ku rasa ia becanda.

“Hahaha~ ” Taecyeon oppa tertawa. Dan aku? tersenyum saja sudah cukup menurutku.

“Aku tidak becanda! Aku serius” ucap Nam Yong datar.

“Mwo??” Reflek aku dan Taecyeon oppa bertanya bebarengan.

……

Aahhh akhirnya.. part 3 kelar juga.. aku rasa part 3 ini panjang..
Maap yaak lama.. penyakit malas ngetik kambuh mlulu..
kekekkkk~

R => Read
C => Comment
L => Like

PLEASE…..!!!!!!

15 Responses to “Sixth Sense In Love – Part 3”

  1. yelwchuek135 July 22, 2012 at 3:05 pm #

    :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 20,424 other followers

%d bloggers like this: