Impromptu Marriage part 2

Author : Kim AhRa

Cast       : Cho Kyuhyun, Park Ah Ra

Rating : PG-15

Length : SERIES

Genre   : COMEDY (??), ROMANCE (??)

P.S : ini sekuel dari Strange Marriage, kalau ada yang belum baca Strange Marriage mending baca dulu. soalnya aku gak bakal tanggung jawab kalau nggak ngerti sama jalan ceritannya.


“Cepat sarapan!”, kataku lalu meninggalkan kamar Kyuhyun.

“Kau sudah membuat pesananku untuk sarapan pagi ini kan?”, tanya Kyuhyun.

“Kalau kau menyuruhku masak, paling tidak penuhin itu isi kulkas.”, jawabku.

“Lalu kau jadi masak gak?”, tanya Kyuhyun.

“Tidak, karena tidak ada apa-apa di kulkas. Sarapan saja dengan roti dan susu. Menurutku sarapan dengan roti sudah cukup membuat kenyang.”, jawabku.

“Tap..”

“Kalau mau protes, kau tidak usah sarapan saja. Jangan lupa mandi dan bereskan kamarmu! Jangan harap aku akan membereskan kamarmu!”, potongku.

“Kau jadi izin tidak masuk hari ini?”, tanya Kyuhyun ketika sarapan.

“Jadi, kau tidak usah mengijinkanku. Aku sudah memberitahu managerku kalau hari ini aku tidak masuk.”, jawabku sambil mengoleskan selai coklat pada rotiku.

“Lalu kemana kau akan mencari namja itu?”, tanya Kyuhyun.

“Kemana aja.”, jawabku asal.

“Aish! Kau ini mencari orang tapi tidak tau mau cari kemana?”, ujar Kyuhyun.

“Apa urusannya denganmu? Sudah lah, jangan campuri urusanku. Lebih baik kau selesaikan sarapanmu lalu berangkat ke kantor.”, kataku.

“Kau mengusirku??”

“Tidak, hanya menyuruhmu keluar.”, kataku.

“Kau…”

“Kau sudah selesai sarapan kan? Cepat pergi ke kantor! Sampai jumpa!”, potongku lalu menarik Kyuhyun agar berdiri dari tempat duduknya dan mendorongnya menuju pintu.

“Aku belum selesai sarapan, kenapa kau?? AH RA!! BUKA PINTUNYA!!”, teriak Kyuhyun begitu aku menutup pintu apartement.

“Cepat berangkat! Nanti kau telat!!”, balasku teriak.

“KUNCI MOBIL, HP KU MASIH DI DALAM!!”, teriak Kyuhyun.

“Ambil ini, dan cepat pergi!”, kataku sambil membuka pintu dan langsung menyerahkan kunci mobil dan handphonenya dan kembali menutup pintunya.

“DASAR!!”, umpat Kyuhyun.

Itu lah akibatnya kalau kau berani mengerjaiku.

@Perusahaan Kim

Aku keluar dari mobilku sambil memakai kacamata hitamku dan berjalan menuju pintu masuk.

“Selamat Datang!”, sapa beberapa pegawai.

“Apakah Tuan Bryan Kim ada?”, tanyaku.

“Presiden Direktur Kim semenjak 2 bulan yang lalu sudah kembali ke Amerika.”, jawab pegawai itu.

“Apakah selama 2 bulan ini, beliau pernah menghubungi perusahaan ini?”, tanyaku.

“Anhi, beliau memang jarang memeriksa perusahaan ini, karena perusahaan ini hanya cabang saja.”

“Boleh aku minta no telepon perusahaan utama yang ada di amerika?”, pintaku.

“Maaf, kami tidak bisa sembarangan memberi no telepon perusahaan.”

“Baiklah, terima kasih.”, ucapku lalu berjalan keluar dari perusahaan Kim.

Sudah aku duga percuma saja aku datang ke tempat ini, aku tidak akan menemukan Bryan. Satu-satu cara agar aku menemukan Bryan adalah dengan pergi ke Amerika. Tapi melihat jadwal ku sekarang aku tidak bisa pergi ke Amerika dalam waktu dekat ini.

“AISH!! Dasar BRYAN BABO!! Dimana kau? Kalau aku menemukanmu aku akan menghabisimu.”, gumamku.

Aku meminta bantuan Appa agar mencari tahu di mana keberadaan Bryan.

@Perusahaan Park

“Selamat datang nona.”, sapa beberapa pegawai ketika berpapasan denganku. Aku membalas sapaan mereka dengan senyuman dan berjalan memasuki lift.

Aku menekan tombol 11, dimana ruangan appa berada di lantai 11.

TRING!!

Aku keluar dari lift dan berjalan menuju ruang appa.

“Nona Shim, apa Appa ku ada di dalam?”, tanyaku pada sekretaris Appa.

“Ada nona. Silahkan masuk.”, jawabnya.

Perlahan aku membuka pintu ruangan Appa. Aku melihat Appa sedang berbicara dengan seseorang melalui handphonenya.

“Bagaimana keadaannya? Apakah ada kemajuan?”, tanya Appa.

“……”

“Oh baiklah. Kalau ada berita apapun tentangnya kau harus memberitahuku. Selamat siang.”, kata Appa lalu memutuskan pembicaraannya.

“Appa!!”, sapaku.

“Oh,,, Ah Ra. Sejak kapan kau ada di situ?”, tanya Appa.

“Baru aja, Appa sedang membicarakan siapa?”, tanyaku.

“Emm, ada teman appa yang baru saja kecelakaan. Ada apa kau kemari? Kau tidak kerja?”, tanya appa balik.

“Ohh… aku sedang ijin hari ini. aku ke sini ingin meminta bantuan Appa.”, jawabku.

“Apakah tentang Bryan??”, tebak Appa.

“Yes. Aku ingin appa mengirim bawahan Appa untuk mencari tahu dimana keberadaan Bryan di Amerika.”, kataku.

“Kau masih ingin mencarinya?”, tanya Appa.

“Aku hanya ingin tahu alasannya kenapa tidak datang ketika hari pernikahan 2 hari yang lalu. Setelah itu, aku tidak akan memaksanya untuk menikah denganku kalau memang Bryan tidak ingin menikah denganku.”, jawabku sambil menahan air mata yang akan tumpah.

“Appa akan membantumu, tapi kau harus janji pada appa untuk tidak akan menangis lagi.”, ujar Appa sambil memelukku.

Aku membalas pelukan Appa, dan air mata yang sudah aku bendung dari tadi tumpah begitu saja.

“Hari ini appa berikan kesempatan untukmu menangis mengeluarkan semua kekesalanmu, tapi lain waktu Appa tidak ingin mendengar dan melihatmu menangis.”, kata Appa.

Setelah menangis cukup lama dan aku merasa bebanku terasa berkurang, aku melepaskan pelukan appa.

“Kau sudah baikkan?”, tanya Appa.

“Ne.”, jawabku.

“Kau tau, dari kecil sampai sekarang appa baru 3 kali melihatmu menangis. Pertama ketika Halmoni meninggal, yang kedua ketika kau memutuskan berpisah dengan kami untuk tinggal di Amerika dan yang ketiga adalah hari ini. appa tidak mau melihatmu menangis untuk yang keempat kalinya.”

“Kau adalah anak Appa yang paling tegar dan jarang menangis. Tetaplah menjadi Ah Ra yang tegar dan jarang menangis ketika kau menghadapi masalah sebesar apapun. Arra?”, kata Appa.

“Ne, aku janji.”, jawabku.

“Kau ingin minum apa?”, tanya Appa.

“Aku ingin jus jeruk.”, jawabku.

“Bagaimana kehidupanmu dengan Kyuhyun? dia namja yang baik dan sopan.”, kata Appa.

“Menyebalkan hidup bersamanya. Kyuhyun selalu mencari masalah denganku.”, jawabku.

“Benarkah? Menurut appa, kalian itu pasangan yang serasi.”, ujar Appa.

“ANHI!!”, tolakku.

“Appa kenapa margaku harus dirubah menjadi CHO? Bukankah aku hanya sementara menikah dengannya?”, tanyaku.

“Hanya jaga-jaga kalau kalian akhirnya akan menikah untuk selamanya. Siapa tahu kalian berdua akan saling jatuh cinta. Lagipula keluarga Cho sangat senang begitu tahu kau dan Kyuhyun sudah menikah dua hari yang lalu.”, jawab Appa.

“Mwo?? Appa memberitahu keluarga Kyuhyun??”

“Ne, mana mungkin appa tidak memberitahu mereka kalau kau menikah dengan anak laki-laki mereka. Pertamanya mereka memang kaget karena pernikahan dadakan itu. Tapi nyonya Cho begitu senang mengetahui kalau kau adalah memantunya sekarang. Dalam beberapa hari ini mereka akan kembali ke Korea untuk bertemu denganmu.”, jelas Appa.

“Oh My God!”, gumamku sambil menepuk jidatku.

“Kalau seperti ini, aku akan sulit untuk bercerai dengannya!”, kataku.

“Jangan pikirkan tentang perceraian kalian dulu. Sekarang nikmati saja kehidupan kalian berdua.”, sahut Appa.

‘Menikmati apa nya? Pertengkaran? Perdebatan?’, batinku.

Kyuhyun POV

@SM Entertaiment

“Kyuhyun!! dimana istrimu? Kau berangkat sendiri?”, tanya Donghae.

“Ah Ra hari ini ijin tidak masuk.”, jawabku.

“Ah Ra kenapa? Dia sakit? Atau jangan-jangan….”

“Berhenti berpikiran seperti itu! Mana mungkin aku melakukan ‘itu’ pada yeoja menyebalkan sepertinya.”, potongku sebelum Donghae melanjutkan kata-katanya.

“Lalu kemana dia?”

“Mencari Bryan. Aku heran dengannya, kenapa masih saja mencari namja yang tidak bertanggung jawab itu.”, jawabku.

“Kau cemburu ya?”, tanya Donghae.

“Anhi, siapa juga yang cemburu?”, tanyaku balik. Mana mungkin aku cemburu?

“Kau tidak usah bohong, mukamu saja sudah merah seperti kepiting rebus.”, ujar Donghae.

“Haish!!”, kataku lalu berjalan meninggalkannya.

Aish!! Dasar Ikan!!

“Kyuhyun-ssi!!”, panggil seseorang.

“Oh Manager Shin.”, sahutku begitu tahu kalau yang memanggilku managernya Ah Ra.

“Kau tahu dimana Ah Ra? Dari tadi pagi aku tidak melihatnya.”, tanya Manager Shin.

“Ne?? katanya dia sudah ijin padamu untuk tidak masuk.”, jawabku.

“Ah Ra sama sekali tidak menghubungiku. Kau tahu kenapa dia tidak masuk hari ini?”, tanya Manager Shin.

“Ah Ra bilang, dia mau cari dimana Bryan.”, jawabku.

“Tapi kenapa handphonenya tidak diaktifkan?”, ujar Manager Shin.

“Aku akan melihat di apartement, mungkin Ah Ra sudah pulang. Annyeong!”, pamitku lalu berlari keluar dari gedung SM menuju parkiran.

“Kemana yeoja itu? Kenapa dia membohongiku kalau dia sudah ijin dengan managernya.”, gumamku sambil menyalakan mesin mobil.

Aku memencet no Ah Ra, lalu menghubunginya.

“Tut… Tut… Tut…”

“Ayo, angkat Ah RA!!”

“Hi! Di sini Park Ah Ra, tinggalkan pesan setelah bunyi *bemp*.”,

“Heh!! Kau dimana?? Aktifkan handphonemu!!”

Sesampainya di depan gedung apartement, aku langsung keluar dari mobil dan berlari memasuki lift.

TRING!!

Pintu lift terbuka, aku langsung berlari keluar menuju apartementku.

“AH RA!!”, teriakku begitu membuka pintu apartement.

Tidak ada jawaban, berarti Ah Ra belum pulang. Kemana yeoja itu?

Aku mengambil handphoneku lalu menghubungi Jiyeon, semoga saja Jiyeon bersama Ah Ra.

“Yeoboseyo?”, sahut Jiyeon.

“Jiyeon-ah, kau sedang bersama Ah Ra?”, tanyaku.

“Aniyo oppa, kenapa?”, tanya Jiyeon balik.

“Hari ini dia tidak masuk dan handphonenya tidak aktif. Kira-kira kau tau dimana Ah Ra?”, tanyaku.

“Coba oppa cari di Han River. Biasanya onnie di situ kalau sedang ingin sendiri. Lebih baik Oppa cepat ke sana, ini sudah malam. Aku takut terjadi sesuatu pada onnie.”, jawab Jiyeon panik.

“Baiklah, aku akan kesana. Gomawo Jiyeon-ah.”, ucapku lalu memutuskan sambungan dan berlari menuju mobil.

Selama perjalanan menuju Han River, aku berusaha menghubunginya tapi tidak ada jawaban dari Ah Ra.

@Han River

Aku mengelilingi tempat ini mencari keberadaan Ah Ra.

Dan akhirnya aku menemukan sosok Ah Ra sedang duduk dipinggir sungai Han sambil memeluk kedua lututnya. Aku berjalan menghampirinya sambil merubah raut wajahku agar tidak terlihat khawatir. Aku tidak mau dia besar kepala kalau tahu aku mengkhawatirkannya,

“Kau, sedang apa di sini?”, tanyaku begitu aku berada tepat di sampingnya.

“….”, tidak ada jawaban dari Ah Ra.

“Aku bertanya padamu, Park Ah Ra!! Sedang apa kau malam-malam disini?”, tanyaku sekali lagi.

“Bukan… urusanmu… Cho Kyuhyun.”, akhirnya Ah Ra menjawab pertanyaanku. Suaranya terdengar serak, apa mungkin dia sedang menangis?

“Ah Ra…”, panggilku sambil menyentuh pundaknya.

“Kyuhyun, aku benci Bryan! Aku benci namja itu!!”, Ah Ra tiba-tiba memelukku dan tangisnya pecah.

“Aku benci dia!!”, ucapnya masih dengan memelukku.

Aku membiarkannya menangis dalam pelukanku. Melihatnya menangis seperti ini membuat perasaanku hancur dan marah. Aku marah karena gara-gara Bryan, Ah Ra harus seperti ini. Bryan benar-benar laki-laki yang tidak bertanggung jawab.

Mulai saat ini, aku akan membuat Ah Ra melupakan Bryan. Aku tidak mau melihatnya menangis seperti ini terus. Dan aku tidak akan melepaskan Ah Ra begitu saja, ketika Bryan kembali. Itu janjiku.

Sepertinya Ah Ra sudah tertidur. Mungkin dia lelah menangis, dan aku merasa badanku sakit semua.

Perlahan aku menggendongnya menuju mobilku. besok pagi aku akan mengambil mobilnya, karena tidak mungkin aku membangunkan Ah Ra untuk menyetir mobilnya. Bisa-bisa terjadi sesuatu.

@apartement

Setelah sampai di apartement, aku langsung merebahkan Ah Ra ditempat tidurnya. Aku mengamati wajahnya, baru kali ini aku melihat wajahnya ketika tidur.

“Kau tau, kau lebih manis ketika tidur.”, kataku lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut.

“Selamat tidur, Nyonya Cho.”, ucapku lalu mengecup keningnya.

Ah Ra POV

@keesokan paginya.

Perlahan aku membuka mataku, dan menemukan aku sudah kembali ke kamarku. Terakhir yang aku ingat aku sedang menangis di Han River lalu Kyuhyun datang.

Apa mungkin Kyuhyun yang membawaku pulang?

Aku bangun dari tidurku dan duduk di pinggir tempat tidur. Aku melihat Kyuhyun tidur di sofa dalam kamarku. Dari mukanya, bisa aku tebak kalau Kyuhyun sedang lelah. Aku menghampirinya dan menyelimuti tubuhnya dengan selimutku.

“Gomawo, sudah mau meminjamkan pundakmu semalam.”, kataku.

Aku keluar dari kamar dan menutup pintunya perlahan agar tidak membangunkan Kyuhyun.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?”, gumamku.

“Baiklah, aku akan memasakkan sarapan untuk Kyuhyun. apapun yang ada di kulkas akan aku masak.”

Selama kurang lebih satu jam aku berkutat dengan alat-alat masak. Karena hanya ada mie dan beberapa sayuran, akhirnya aku memutuskan untuk membuat Ramyeon dan sup. Semoga saja rasanya enak.

“Sekarang aku akan mandi, lalu membangunkan si raja game itu.”, gumamku lalu berjalan menuju kamar mandi.

20 menit kemudian

Setelah selesai mandi dan berpakaian aku bermaksud menuju kamarku untuk membangunkan Kyuhyun tapi sepertinya itu tidak harus aku lakukan karena Kyuhyun sudah duduk di meja makan.

“Kau sudah bangun?”, tanyaku.

“Kalau aku sedang makan berarti aku sudah bangun kan?”, jawab Kyuhyun. sabar Ah Ra!!

“Gomawo untuk semalam, kau sudah mau meminjamkan pundakmu.”, kataku.

“Sebenarnya aku tidak mau, tapi karena kau tiba-tiba sudah memelukku, bagaimana lagi? Kalau aku mendorongmu dan kau masuk ke dalam sungai Han, akan menjadi bencana untukku. Besok paginya akan ada berita, “CHO KYUHYUN MEMBUNUH ISTRINYA”, jawabnya.

Bocah ini benar-benar ingin sesuatu ya…

Aku mengambil remote tv yang ada di dekatku, lalu melemparnya ke arah Kyuhyun dan mengenai puncak kepalanya.

“Aww!! Kenapa kau melemparku dengan remote?”, tanya Kyuhyun sambil mengusap-usap puncak kepalanya.

“Kau sendiri yang membuatku melakukan itu. Atau kau ingin aku melempar sepatuku ke arah mukamu seperti 3 tahun yang lalu?”, tawarku.

“Tidak usah.”, tolaknya.

“Kemarin kau kemana?”, tanya Kyuhyun, kali ini nadanya serius.

“Aku kan sudah bilang, aku mencari Bryan. Kau lupa?”, tanyaku balik.

“Kenapa kau tidak ijin pada managermu?”, tanyanya.

“Aku kira manager Shin tidak masuk kemarin, jadi aku lupa memberitahunya.”, jawabku.

“Lalu kenapa kau menonaktifkan handphonemu?”, tanyanya lagi.

“Baterai handponeku drop alias habis.”, jawabku.

“Hari ini kita berdua di undang di acara Strong Heart.”, kata Kyuhyun dingin lalu berjalan menuju kamarnya.

‘Ada apa dengannya? Apa aku membuatnya khawatir?’

@SM Entertaiment

“Kyuhyun, kau marah denganku?”, tanyaku ketika perjalanan menuju studio Strong Heart.

“Anhi.”, jawabnya dingin.

“Kau bohong, aku minta maaf kalau aku membuatmu khawatir kemarin.”, kataku.

“Lain kali kalau kau mau pergi, beritahu aku kemana kau akan pergi? Jam berapa kau pulang? Dan bersama siapa kau pergi? Arra?”, ujarnya.

“Aish, iya Cho Kyuhyun.Lama-lama kau bisa jadi ummaku kalau cerewet seperti itu.”, jawabku.

“Bagus! Ayo!!”, ajak Kyuhyun lalu menggandeng tanganku.

Perasaan ini lagi, kenapa setiap melakukan kontak fisik dengan Kyuhyun jantungku selalu berdetak 3 kali lebih cepat dari biasanya. Apakah aku menyukai Kyuhyun?

“Kau melamun?”

“Anhi.”, jawabku.

“Ah Ra!!”, panggil seseorang yang aku yakin itu managerku.

“Ne, Onnie…”, sahutku.

“Kyuhyun-ssi bisakah kau tinggalkan kami berdua?”, pinta managerku pada Kyuhyun.

“Ne. sampai ketemu nanti Ah Ra.”, kata Kyuhyun.

Setelah Kyuhyun berjalan cukup jauh meninggalkanku dan managerku, managerku langsung meluapkan semua kekesalannya padaku.

“Ah Ra, kau mau membuatku dipecat dari pekerjaanku? Kemana saja kau kemarin? Kenapa kau tidak ijin padaku kalau tidak akan masuk? Kau membuatku berkeringat dingin kemarin. Kau tau, pamanmu Lee Soo Man memearahiku gara-gara kau tidak masuk tanpa ijin. Untung saja, Tuan Lee itu pamanmu, kalau tidak mungkin kau sudah dipecat.”, jelas managerku.

“Mianhae onnie, aku kira kemarin onnie tidak masuk lagi jadi aku tidak ijin padamu. Nanti aku akan bicaran dengan paman Lee.”, kataku.

“Baiklah kali ini kau aku maafkan. Lain kali jangan ulangi hal itu lagi. Mengerti??”, ujar managerku.

“Ne, onnie.”, jawabku.

“Sekarang kita ke ruang riasmu!”, ajak managerku.

“Sejak kapan kau begitu dekat dengan Kyuhyun? aku tau kalian sudah menikah, tapi aku tahu kau dan Kyuhyun tidak pernah seakur tadi. Atau jangan-jangan kau sudah mulai menyukai Kyuhyun?”, tanya managerku.

“Anhi, aku tidak menyukai Kyuhyun. sudah, aku tidak mau membahas itu. Jadwalku hari ini apa aja?”, tanyaku.

“Hari ini jadwalmu Strong Heart, lalu Star Golden Bells, lalu Super Junior’s Foresight dan hari ini kau akan bersama Kyuhyun terus.”, jawabnya.

“Mwo?? Kenapa?”, tanyaku.

“Karena mereka yang meminta. Kalau Super Junior’s Foresight, Kyuhyun memang MC di situ.”, jawab Managerku.

“Huh… baiklah…”, kataku sambil menghela napas.

@Strong Heart

“Annyeong, Ah R-ssi!”, sapa Kang Ho dong.

“Annyeong.”, balasku.

“Aku dengar kau memulai debut pertamamu ketika berumur 9 tahun sebagai model anak-anak di salah satu majalah Amerika. Apakah benar?”, tanya Lee Seung-gi.

“Ne, itu benar. Tapi debut pertamaku sebenarnya sejak umur 7 tahun sebagai model anak-anak. Tapi kebanyakan media masa tahu kalau debut pertamaku saat berumur 9 tahun.”, jelasku.

“Berarti sudah 14 tahun kau bekerja di dunia per modelan. Lalu berapa tinggimu sekarang?”, tanya Kang Ho Dong.

“171 cm.”, jawabku.

“Ohh… aku dengar kau tidak pernah memakai high heels yang lebih dari 5 cm, alasannya kenapa?”, tanya Lee Sunggi.

“Sebenarnya hanya di Korea saja aku mulai tidak memakai high heels yang lebih dari 5 cm, karena di sini banyak model laki-laki yang tingginya tidak lebih dari 180 cm.”, jawabku.

“Oh begitu, untung saja kau mendapat pasangan yang tingginya lebih dari 178 cm. Kyuhyun-ssi, berapa tinggimu?”, tanya Kang Ho Dong.

“180 cm.”, jawab Kyuhyun.

“Ah Ra ssi, aku dengar kau dekat dengan Krystal f(x) dan Jessica di SM karena kalian sama-sama dari Amerika.”, kata Lee Seung-gi.

“Ne, karena hanya mereka yang sering bertemu denganku dan bisa diajak berbicara bahasa Inggris.”, sahutku.

“Aku dengar kau mengidolakan salah satu anggota Boyband korea. Siapa itu?”, tanya Kang Ho Dong.

“Changmin oppa dari TVXQ .”, jawabku.

“Kenapa kau menyukainya?”, tanya Lee Seung-gi.

“Ketika pertama kali aku datang ke gedung SM, Changmin Oppa yang mengajakku berkeliling dan aku suka dengan suaranya.”, jawabku.

“Suaraku juga tidak kalah bagus dengan Changmin.”, kata Kyuhyun.

“Sepertinya ada yang cemburu dengan Changmin…”, ujar Lee Seung-gi.

Setelah selesai Strong Heart aku dan Kyuhyun langsung menuju lokasi Star Golden Bells. Di acara itu mereka menanyakan bagaimana hubunganku dengan Kyuhyun, lalu kenapa pernikahan itu mendadak sekali.

“Sejak kapan kau menyukai Changmin?”, tanya Kyuhyun ketika perjalanan menuju studio Super Junior’s Foresight.

“Sejak aku kembali ke Korea. Kenapa kau cemburu?”, tanyaku balik.

“Anhi! Untuk apa aku cemburu denganmu?”, jawabnya.

“Ya udah kalau gak cemburu, gak usah marah gitu nanyanya.”, kataku.

“Siapa yang marah??”, tanyanya.

“Sudah diam! Aku mau istirahat!”, kataku sambil melempar majalah ke muka Kyuhyun.

‘Bilang aja kalau cemburu, nggak usah bohong kayak gitu.’, batinku.

@selesai syuting Super Junior’s Foresight

“AH RA!!!”, panggil managerku ketika syuting Super Junior’s Foresight selesai.

“Ada apa Onnie? Nggak usah histeris kayak gitu.”, kataku.

“Kau tau, Lee Soo Man akan menjadi kan mu penyanyi.”, kata Managerku sambil menggoyang-goyangkan bahuku.

“Tapi aku tidak bisa menyanyi.”, kataku.

“Aku memperlihatkan video ketika kau menyanyi berduet bersama Taylor Swift 2 tahun yang lalu.”, ujar managerku.

“Ne?? kenapa kau memperlihatkan video itu?”, tanyaku.

“Karena waktu itu Tuan Lee tanya, apa bakatmu selain model dan akting. Jadi aku perlihatkan saja video itu.”

“Jadi mulai besok, kau akan memulai trainee. Untuk dance, yang akan melatihmu Eunhyuk Suju. Untuk Vocal, Kyuhyun, Taeyeon, dan Krystal. Besok pagi aku akan menjemputmu untuk latihan dance.”, sambung managerku.

“Terserah!”, jawabku.

Keesokan harinya

@Apartement

Kyuhyun POV

“Kyuhyun!! bangun!! Sampai kapan aku harus membangunkanmu??”, teriak Ah Ra dari luar kamarku.

“Itu kan memang tugasmu sebagai istriku.”, sahutku.

“Berhenti membahas itu. Kalau kau sudah bangun, cepat mandi lalu sarapan! Aku berangkat dulu! Jangan lupa cuci piring makanmu!”, katanya.

“Iya, cerewet! Kau mau kemana?”, tanyaku.

“Ke kantor, bersama managerku. Mungkin aku pulang malam. Puas??”, jawabnya.

‘ternyata dia masih ingat juga, perkataanku kemarin.’

“Baiklah! Hati-hati!”, kataku.

‘Tumben sekali jam segini dia sudah berangkat?’, batinku.

@Ruang latihan Suju

“Hyung, dimana Eunhyuk hyung?”, tanyaku pada Eeteuk hyung.

“Sedang melatih trainee baru.”, jawab Eeteuk.

“Memangnya ada trainee baru?”, tanyaku.

“Ada, masa kau tidak tau? Istrimu jadi trainee masa gak tau?”, tanya Eeteuk hyung balik.

“Mwo?? Ah Ra jadi trainee? Tapi bukankah dia sudah jadi model kenapa harus trainee lagi?”

“Lee Soo Man akan menjadi kan Ah Ra sebagai penyanyi. Jadi Ah Ra tidak cerita padamu?”

“Anhi!”, jawabku.

“Kau pun akan melatih Ah Ra dalam hal vocal.”, kata Eeteuk.

“Ohh…”

‘Jadi yeoja itu bakal jadi trainee di sini, aku akan memberikan pelajaran khusus untuknya.’, batinku.

“Kyuhyun, kau tidak ada rencana bulan madu?”, tanya Heechul hyung.

“Anhi! Kecuali kalau Eunhyuk hyung mau membiayainya.”, jawabku.

“Sampai kapan pun, eunhyuk tidak akan mau mengeluarkan uang sebanyak itu.”, sahut Donghae.

“Kyuhyun, bagaimana rasanya menikah?”, tanya Shindong.

“Rasanya coklat. Nggak ada rasanya hyung. Keuntungannya aku tidak usah masak sarapan, terus ada yang bangunin pagi sama bersih-bersih rumah.”, jawabku.

“Jadi Ah Ra, seperti pembantu dong. Lalu tugasmu apa?”, tanya Sungmin hyung.

“Tukang isi kulkas sama belanja.”, jawabku.

“Ayo-ayo latihan! Jangan ngobrol aja!”, ajak Eeteuk hyung.

“Ne!”, jawab kami serempak.

“Hyung kau tau dimana Eunhyuk hyung melatih Ah Ra?”, tanyaku.

“Di tempat biasa trainee latihan. Mungkin Ah Ra sudah pulang, Eunhyuk aja sudah pulang dari tadi.”, jawab Donghae.

“Gomawo. Annyeong!”, ucapku lalu berjalan menuju ruang latihan trainee.

@ruang trainee

‘Apa mungkin Ah Ra sudah pulang? Tapi aku masih mendengar music di dalam?’, batinku ketika berada di depan pintu ruang trainee.

“Aww!!”, mendengar teriakan Ah Ra aku langsung masuk ke dalam ruang trainee.

Aku melihat Ah Ra terduduk di lantai sambil memegang kaki kanannya.

“Kau kenapa?”, tanyaku lalu menghampirinya.

“Kenapa kau ada di sini?”, tanyanya.

“Apa kakimu terkilir? Aku akan ambilkan es!”, kataku menghiraukan pertanyaannya.

Ah Ra POV

‘Kenapa Kyuhyun tiba-tiba ada di sini?

“Kenapa kau belum pulang? Bukannya latihanmu sudah selesai dari tadi sore?”, tanyanya sambil mengompres pergelangan kakiku.

“Bagaimana kalau aku tidak ada, mungkin kau tidak akan bisa pulang dengan kaki bengkak seperti ini. kau jangan terlalu memaksakan diri! Lihat akibatnya!”, kata Kyuhyun emosi.

“Kau bisa jalan?”, tanyanya.

“Anhi.”, jawabku.

“Naiklah, aku akan menggendongmu.”, katanya.

“Gomawo.”, ucapku.

“Ehm..”

“Kau tau ini sudah kedua kalinya aku menggendongmu.”, katanya.

“Ne, aku tahu. Maaf aku terpaksa membuatmu menggendongku.”, kataku.

“Untuk apa kau minta maaf? Ini memang tugasku untuk menolongmu. Bagaimana latihanmu?”, tanyanya.

“Lelah, bagaimana kau bisa bertahan dengan latihan seberat itu?”, tanyaku.

“Bertahan lah, trainee mu hanya 1 bulankan? Dulu aku trainee hanya 3 bulan tidak berat menurutku.”, jawabnya.

“Apa aku berat?”, tanyaku.

“Jelas! Bisa-bisa sampai apartement badanku remuk semua.”, jawabnya.

“Aish!! Kalau berat kenapa kau mau menggendongku?”, tanyaku lalu memukul punggungnya.

“Aww, sakit! Kalau bukan aku yang menolongmu lalu siapa?”, katanya.

“Changmin oppa. Aku bisa menelpon Changmin oppa agar menolongku.”, ucapku asal.

“Berhenti menyebut namanya. Aku tidak suka.”, ujar Kyuhyun.

“Kenapa?”, tanyaku.

“Aku tidak suka! Jangan sebut namanya lagi ketika kau bersamaku, arra?”, tanya Kyuhyun.

“Ne.”, jawabku.

Selama perjalanan menuju apartement, keadaan hening melanda kami. Aku tidak tahu harus membicarakan apa?

@Apartement

“Bisa aku jalan saja, aku malu diliatin banyak orang?”, pintaku.

“Kenapa harus malu? Aku kan suamimu jadi pantas saja kalau aku menggendongmu .”, jawabnya.

Mendengar Kyuhyun mengatakan ‘suamimu’ membuat wajahku tiba-tiba memanas.

“Umma? Noona?”, panggil Kyuhyun dan membuatku melihat siapa yang Kyuhyun panggil.

“Kyuhyun, kenapa dengan Ah Ra?”, tanya umma Kyuhyun.

“Kakinya terkilir. Kalian sedang apa di sini?”, tanya Kyuhyun balik.

“Kami akan menginap di apartement kalian sementara waktu.”, jawab Ah Ra onnie.

“Mwo? Kenapa tidak tinggal di rumah aja?”, kata Kyuhyun.

“Umma ingin melihat kehidupan kalian sebagai suami-istri. Umma masih tidak menyangka kalau Ah Ra adalah menantu keluarga Cho. Umma harap pernikahan kalian tidak hanya sementara tapi untuk selamanya.”, ujar umma Kyuhyun.

“Kyuhyun, buka pintu apartementnya. Ajak masuk umma dan onnie.”, kataku.

“Ne.”, jawab Kyuhyun lalu membuka pintu apartement.

“Umma, onnie silahkan masuk. Maaf kalau berantakan.”, kataku.

“Ne, Kyuhyun rebahkan Ah Ra di tempat tidur.”, perintah umma Kyuhyun.

“Kenapa kau membawaku masuk ke kamarmu? Aku mau tidur di kamarku.”, bisikku.

“Kau lupa, di apartement ini hanya ada 2 kamar, kalau kau tidur di kamarmu dimana onnie dan ummaku akan tidur?”, kata Kyuhyun.

“Awasnya kalau kau macam-macam!”, ancamku begitu Kyuhyun menurunkanku dari gendongannya.

“Aku tidak tertarik denganmu! Istirahatlah, aku yang akan mengurusi mereka.”, jawab Kyuhyun.

‘Kyuhyun, aku merasa kau adalah penyelamatku. Setiap aku ada masalah kau selalu datang. Sudah 3 kali kau menolongku, pertama kau mau menggantikan Bryan, kedua kau datang ketika aku sedang menangis di Han River dan meminjam kan pundakmu dan ketiga kau datang ketika kakiku terkilir.’

“Gomawo kyuhyun.”, gumamku.

Kyuhyun POV

“Apa Ah Ra sudah tidur?”, tanya umma begitu aku keluar dari kamar.

“Ne.”, jawabku.

“Kyuhyun, siapa yang memasak sarapan untukmu?”, tanya Ah Ra noona.

“Ah Ra.”, jawabku.

“Bukankah dia model? Apa dia sempat masak pagi-pagi?”, tanya Ah Ra noona.

“Sebelum berangkat ke kantor, Ah Ra membuat sarapan untukku.”, jawabku.

“Umma kira Ah Ra tidak bisa masak, ternyata perkiraan umma salah. Kau beruntung mendapatkan istri seperti Ah Ra.”, kata Umma.

Aku berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air.

“Kapan kau akan memberi umma cucu?”

“Uhuk…Uhuk…”, aku tersedak mendengar perkataan umma.

“Umma kenapa tanya begituan?”, tanyaku.

“Karena umma sudah tidak sabar ingin punya cucu.”, jawab umma.

“Aku dan Ah Ra hanya menikah untuk sementara, jadi aku tidak mungkin punya anak.”, kataku.

“Umma tidak mau tahu, kau harus memberikan cucu untuk umma dan appa.”, kata Umma lalu berjalan menuju kamar tamu.

“Dan keponakan untukku.”, sambung Ah Ra noona.

Aku masuk ke kamarku dan melihat Ah Ra sudah tertidur. Dari mukanya aku yakin dia kelelahan berlatih dari tadi pagi sampai malam.

“Kau terlalu tegar sebagai seorang yeoja. Terkadang aku ingin melihatmu bersikap manja seperti yeoja lain, tapi aku tahu kau tidak akan bersikap seperti itu. Kau tau, aku cemburu ketika kau selalu menyebut nama Changmin. Apa kau tidak sadar kalau aku mencintaimu? Bahkan mungkin lebih besar dari perasaan Bryan padamu. Ketika Bryan kembali, aku mungkin tidak akan sanggup untuk melepaskanmu pada nya. Tapi aku tahu kau sangat mencintai Bryan sampai-sampai kau menangis seperti kemarin. Rasanya aku ingin sekali memberitahumu kalau aku sangat mencintaimu, tapi aku takut kau akan menjauhiku.”, kataku sambil memegang tangannya.

“Kau adalah satu-satunya yeoja yang selalu membuatku khawatir ketika kau tidak bersamaku. Saranghae Park Ah Ra.”, kataku lalu mengecup bibirnya.

Ah Ra POV

Ketika Kyuhyun masuk ke dalam kamar, aku berpura-pura tidur.

“Kau terlalu tegar sebagai seorang yeoja. Terkadang aku ingin melihatmu bersikap manja seperti yeoja lain, tapi aku tahu kau tidak akan bersikap seperti itu. Kau tau, aku cemburu ketika kau selalu menyebut nama Changmin. Apa kau tidak sadar kalau aku mencintaimu? Bahkan mungkin lebih besar dari perasaan Bryan padamu. Ketika Bryan kembali, aku mungkin tidak akan sanggup untuk melepaskanmu pada nya. Tapi aku tahu kau sangat mencintai Bryan sampai-sampai kau menangis seperti kemarin. Rasanya aku ingin sekali memberitahumu kalau aku sangat mencintaimu, tapi aku takut kau akan menjauhiku.”, kata Kyuhyun sambil memegang tangannya.

‘Kyuhyun mencintaiku?? Apa aku tidak salah dengar? Apa yang harus aku lakukan?’, pikirku.

“Kau adalah satu-satunya yeoja yang selalu membuatku khawatir ketika kau tidak bersamaku. Saranghae Park Ah Ra.”, kata Kyuhyun lalu aku merasa sesuatu menyentuh bibirku. Apakah Kyuhyun menciumku? Omo!! (O.O)

Kyuhyun menciumku cukup lama sampai akhirnya di menyelesaikan ciumannya.

“Mungkin kalau kau tahu aku menciummu malam ini, aku pasti sudah kau lempar dengan semua sepatu high heelsmu.”, katanya dengan nada bercanda.

Bukan hanya melemparmu dengan itu, akan akan melemparmu dengan Laptopku.

Aku merasakan tempat tidur di sampingku bergoyang. Aku tahu pasti Kyuhyun yang melakukan itu.

“Biar kan, malam ini aku memelukmu.”, katanya lalu memelukku lalu menutupi tubuh kami dengan selimut.

Aku merasa nyaman berada dalam pelukannya. Rasanya berbeda dengan ketika aku dipeluk Bryan. Apakah aku juga menyukai Kyuhyun??

@Keesokan Harinya

Aku bangun dengan posisi masih dalam pelukan Kyuhyun. tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh.

“YA KYUHYUN!! APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU!!”

~TBC~

Episode berikutnya :

“Aku akan bertanggung jawab.”

“Darimana saja kau? Kenapa baru kembali?”

“Maafkan aku, kembalilah padaku.”

“Bulan madu? Denganmu?”

“Positif?? Kau bercanda kan?”

“Kau akan pergi? Cepat lah kembali.”

“Kecelakaan? Dimana?”

“Cepat lah sadar! Aku punya berita baik untukmu.”

“Jangan tinggalkan aku! Aku tidak mau kehilanganmu.”

“Aku benci kau CHO KYUHYUN!!”

“Jangan menangis! Aku tidak suka melihatmu menangis.”

54 thoughts on “Impromptu Marriage part 2

  1. Rame euy! Lanjutannya rame kayaknya. sebenernya aku dah baca ff ini dari pas pertama di publish, tapi aku ol di hp jadi baru semput komen *mian*
    Setiap hari aku buka ff indo loh buat liat ff ini dah publish ato belom. aku tunggu yang lanjutannya! Gomawo^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s