Together

16 May

Title : Together

Author : zeya

Genre : Horror, Romance, Thriller

Rating : PG-15 *cuih, authornya aja 13*

Length : Oneshoot

Cast :

-          Kim Kibum a.k.a Key SHINee

-          Kim Juyeon a.k.a Juyeon (Kak Etha)

Summary : “.. I’m alone here, I need friends ..”

Disclaimer : Sebenarnya, saya tak ada niat buat FF untuk kakak saya ini, wkwk, tapi saya kebetulan jadi baik (?) jadinya dibuatin deeh.. Oya, ini diadaptasi dari film Thailand gitu, jadinya yah, geje begitulah.. Tapi sedih lhoo.. Padahal horror (readers:teruus??) oke deh, lanjut aja lah ya, cekidot, selamat menikmati, saya doakan gamuntah (kena gaplak) byee~

==

*Juyeon POV*

“Telah terjadi kecelakaan antara Taxi yang berpenumpang seorang wanita dengan seorang pria yang menyebrangi jalan di daerah Daegu. Supir Taxi dan penumpangnya selamat, tetapi pria korban tabrakan itu meninggal…….”

Aku mematikan TV dan menatap kakiku yang di-gips saat ini. Kejadian itu berlangsung kemarin, saat aku baru saja pulang dari kantor malam hari. ‘Tentu saja masih menjadi berita baru..’ batinku. Aku tau saat itu jalanan sangat gelap, dan lampu jalan saat itu remang-remang, akhirnya kuputuskan untuk naik Taxi karena berpikir akan lebih aman.

<Flashback>

 

“Ahjuhssi~ Tolong cepat ya..” ujarku seraya melihat jam. Takut hari makin gelap.

“Ah, ne..” kata supir tersebut, lalu menaikkan kecepatan mobilnya. Aku menarik iPod-ku keluar dari tas dan mendengarkan musik. Kejadian itu sangat cepat.

‘BRUUK!!!!’ aku bisa merasakan badanku terlempar jatuh kedepan. Saat aku berusaha menggerakkan kakiku, aku merasakan ada yang patah dan aku kelihangan kesadaranku.

 

<End>

Aku kembali menatap kakiku yang di gips, dan mengingat pesan dokter.

“Kakimu ini harus di gips selama 3 bulan. Kenakanlah alat bantu ini untuk membantumu berjalan..”

Aku kembali menghidupkan TV dan menonton drama. Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 P.M waktu setempat. Tiba-tiba, handphone-ku berbunyi nyaring.

From : Unknown number

Hai

Jantungku berdegup kencang. ‘Siapa yang mengirim pesan ini?’ batinku kalut. Aku menutup handphone-ku, dan berusaha melupakan sms tadi. Lalu, sekali lagi, handphone-ku berbunyi, aku membukanya, dan sms dari nomor yang sama muncul lagi.

From : Unknown number

Kenapa kau tidak membalas smsku?

Dengan ragu, aku memilih tanda ‘Reply’ dan mulai mengetik pesan balasan.

From : Juyeon

Memangnya kau siapa? Apa aku mengenalmu sebelum ini? Apa kita pernah bertemu?

Aku menelan ludahku sendiri. Takut orang itu adalah penguntit ataupun pembunuh. Sambil menunggu balasan dari orang itu, aku kembali menonton TV. Tak lama kemudian, handphone-ku kembali berbunyi.

From : Unknown number

Aku Key. Tidak. Kita tidak pernah bertemu sebelumnya… Apa boleh kita berteman? Namamu?

Senyum mengembang dibibirku. Tentu saja aku ingin memiliki teman. Aku ingin memiliki banyak teman. Dengan cepat, kubalas pesannya.

From : Juyeon

Tentu saja. Aku. Kau pria atau wanita? Aku? Juyeon.

Aku menutup handphone-ku dan tiba-tiba berpikir. ‘Rasanya, aku pernah mendengar nama itu..’ pikirku. Tapi, dengan cepat kusingkirkan pikiranku itu, dan menganggap baru mengenalnya. Beberapa menit kemudian, handphone-ku kembali berbunyi, dengan cepat aku meraih handphone-ku, dan membukanya.

From : Unknown number

Terima kasih sudah mau berteman denganku. Tentu saja aku pria! Hahaha… Namaku saja ‘Key’.. Kau wanita?

Aku tersenyum kecil. Selama berjam-jam, aku sms-an dengan Key dan tanpa aku sadari, aku memang belum mengenalnya lebih dekat…

==

Esoknya, sepulang dari kantor, aku segera masuk kekamarku dan men-charger handphoneku. Seraya menunggu battery handphone-ku full, aku mencoba men-surfing internet dan mencari berita-berita terbaru.

PENYEBAB TERJADINYA KECELAKAAN DIDAERAH DAEGU TERUNGKAP!

‘Apa ini tentang aku dan korban kecelakaan itu?’ batinku. Aku membuka berita itu ditab baru dan menunggu tab itu selesai terbuka dan mulai membacanya.

Kejadian kecelakaan 2 hari yang lalu telah menewaskan 1 orang dan menyebabkan supir Taxi dan penumpangnya mengalami luka berat diseluruh tubuh. Setelah dievakuasi, kecelakaan tersebut terjadi akibat supir yang sedang mengantuk, dan jalanan yang sangat gelap saat itu.

                Menurut saksi mata, korban yang tewas tersebut berniat menyebrangi jalan yang menurutnya sepi, tanpa menyadari bahwa ada Taxi yang melaju dengan kecepatan lumayan tinggi. Korbang tewas tersebut tidak bisa disalahkan, karena saat itu dia dalam keadaan sehat atau tidak dalam keadaan mabuk ataupun mengantuk.

                Supir Taxi bisa saja dipersalahkan dalam kasus ini karena tidak memberikan peringatan terhadap pria tersebut, sehingga nyawa pria tersebut melayang.

Aku tertegun membaca berita tersebut. Aku ingat perkataan polisi waktu itu.

“Pria tersebut bermarga Kim. Berumur sekitar 20-an..”

“Tenang, nona.. Bukan anda yang salah… Kemungkinan besar, supir tersebut lah yang salah..”

Aku mendesah pelan dan berjalan tertatih-tatih menuju sisi tempat tidur, dan mengambil handphone-ku. Aku menatap nomor Key dengan 2 pilihan di kepalaku.

“Telpon”

“Tidak”

“Telpon”

“Tidak”

“Telpon”

Dengan pilihan terakhir berbunyi “Telpon” aku segera menekan tanda hijau pada keypad handphone-ku dan menelepon Key.

“Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi atau berada diluar jangkauan..”

Aku terheran-heran dan mengulang meneleponnya.

“Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi atau berada diluar jangkauan..”

“Silahkan tinggalkan pesan setelah nada berikut…”

“Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi atau berada diluar jangkauan..”

“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif…”

Dengan penuh rasa penasaran, aku membawa handphone-ku menuju tempat laptop-ku dan mulai menulis nomor Key untuk mencari tahu lokasinya. Tapi, aku segera mengurungkan niatku, dan mengiriminya pesan.

From : Juyeon

Hai…

Tak berapa lama, handphone-ku bergetar, menandakan ada pesan. Aku segera membuka handphone-ku.

From : Key

Ya? Ada apa?

Aku tersenyum. ‘Mungkin dia tidak suka berbicara..’ pikirku mencoba positif. Lalu, dengan cepat, aku membalas pesannya.

From : Juyeon

Tidak apa. Hey, bisakah kau mengirimkan aku fotomu?

Jantungku berdegup kencang, takut dia akan marah karena aku bertanya hal seperti itu. Tidak berapa lama, ia membalas pesanku.

From : Key

Haha.. Baiklah. Tapi, kau juga mengirimkan aku fotomu? Btw, maaf jika aku tidak setampan yang kau kira nantinya.

Aku terkekeh kecil dan membalas pesannya.

From : Juyeon

Ah.. Tentu saja.. Aku kirimkan duluan fotoku. Bagaimana? Aku juga. Maaf aku tidak secantik yang kau kira.

Aku mengirimkan fotoku saat sedang belanja bersama temanku dan mengirimkannya padanya. 10 menit kemudian, saat aku sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kantor yang kubawa kerumah, handphone-ku berbunyi. Aku segera membukanya dan terkejut bukan main.

Didalam foto itu. Itu. Aku.

Aku tidak melihat ada apa-apa disitu. Hanya ada aku sendiri berpose difoto itu. Jantungku berdegup kencang. Takut. Dengan ragu dan penuh ketakutan, aku membalas pesannya.

From : Juyeon

Kau yang mana? Aku tidak melihatmu disitu.

Tidak lama kemudian, ia membalas pesanku.

From : Key

Perhatikan foto itu baik-baik.. Aku ada disebelahmu dan mengambil foto bersamamu..

Handphone-ku bergetar. Satu lagi pesan masuk darinya.

From : Key

Bisa kita bertemu?

Dengan ragu, aku membalas pesannya dan berbohong padanya

From : Juyeon

Sepertinya tidak. Aku memiliki banyak kerjaan, dan adikku sedang berada disini.

Beberapa saat kemudian, ia membalas pesanku.

From : Key

Jangan bohong. Aku tau kau sendiri. Aku berada dibawah apartemenmu sekarang. Bisa kau turun?

‘Tidak mungkin!’ pikirku. Darimana dia tahu alamatku? Dengan penuh perasaan takut, aku mengunci pintu apartemenku rapat-rapat, karena apartemenku tepat disebelah tangga. Tiba-tiba, handphone-ku kembali berbunyi.

From : Key

Kalau begitu, aku yang akan keatas menemuimu.

Tiba-tiba, handphone-ku jatuh kebawah kolong tempat tidur. Aku segera mengambilnya. Handphone-ku yang semula terbuka, tiba-tiba tertutup rapat kembali. Rasa takut mulai menyelimuti diriku.

Dengan kaki terseret, aku berlari menuju ruang depan. Lampu kamarku tiba-tiba mati, membuat kamarku terlihat gelap. Aku menahan pintu depan apartemenku, tanpa memperdulikan rasa sakit dikakiku.

Lalu, aku mulai menangis. “Huuu… Huuu..” tiba-tiba, bunyi pintuku didobrak terdengar.

‘BRAK.. BRAK!!’ aku berteriak dan kembali menangis. Tiba-tiba, handphone-ku bergetar. Berisi satu pesan dari Key. Lagi.

From : Key

Aku. Sudah. Berada. Di. Dalam. Kamarmu.

Aku berlari sambil menyeret kakiku yang masih di-gips menuju kamarku yang gelap. Dengan menggunakan sinar handphone, aku mencoba mencari Key. Mengusirnya. Lalu, aku merasa pintu depan didobrak, dan terbuka lebar. Ketakutan, aku segera berlari keluar dan turun. Tiba-tiba, kakiku terpeleset, membuatku jatuh dan terlempar keluar. Yang aku tau, aku bisa melihat wajah Key.

Dia itu. Kim Kibum.

Flashback terulang dikepalaku.

“Nama panggilanku itu Key!”

“Kenapa kita harus putus hah?! Jawab aku Kim Juyeon!”

Pesan dari Key kembali muncul dikepalaku.

From : Key

Aku kesepian. Sekarang, aku mencari orang yang bisa menemaniku. Selamanya.

~~

*Author POV*

<Flashback>

 

“Kibum-ah…” ujar Juyeon. “Ada yang ingin aku bicarakan..”

“Apa itu?” tanya Kibum.

“Aku ingin kita putus..”

“Kenapa?” tanya Kibum parau. “Kenapa kita harus putus hah?! Jawab aku Kim Juyeon!”

“Karna aku sudah tidak mencintaimu lagi! Puas?!” bentak Juyeon. “Kita selesai.”

 

==

 

Key berjalan keluar dari sebuah supermarket. Ia mendesah dan menatap langit. Tampaknya langit mengerti akan kesedihan yang dia tengah alami saat ini.

‘Juyeonnie-ah..’ batinnya. Ia berjalan menyebrangi jalan dan kaget saat melihat Taxi menghampirinya dan akan menabraknya.

‘BRUUK’ tabrakan itu terjadi begitu cepat. Ia berada dibawah Taxi itu, yang berarti ia tertindih Taxi tersebut. Dengan mata terbelalak, ia masih bisa melihat orang terakhir yang akan dilihatnya itu.

Kim Juyeon.

Ia berada didalam Taxi itu. Berusaha menyelamatkan dirinya.

 

<End>

 

“Seorang wanita ditemukan tewas dijalan raya semalam. Sampai sekarang, penyebab kematian wanita itu tidak diketahui..”

==

100 hari setelah kematian Juyeon…

Sebuah handphone lusuh dipinggir jalan itu terbuka lebar. Layar yang semula berwarna hitam itu berubah menjadi sebuah foto pasangan yang tersenyum.

Key and Juyeon. Didepan sebuah restoran.Senyum mengembang dibibir mereka berdua.

Key merangkul Juyeon mesra dan tersenyum bahagia. Senyum indah mengembang dibibir Juyeon. Lesung pipinya yang manis itu terlihat, membuat setiap orang yang melihat pasangan itu akan iri. Dibawah foto itu terdapat tulisan.

“Together”

30 Responses to “Together”

  1. Silvya Chen November 30, 2011 at 9:44 pm #

    gileee, serem banget nih critanya..
    uda pernah nonton jg, klo ga slh film 4bia itu ya??
    pas baca ini pas malem” lg, bikin merinding dah T____T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 21,266 other followers

%d bloggers like this: