Our Life part 12

Tittle: Our Life part 12 (last)

Author: Choi Myung Ah aka Myungie

♥Cast♥

♥ Park Hyun Seul/Chiaki

♥ Choi Myung Ah/Myungie

♥ Cho Jung Hyun/Jungie

♥ Han/Park Son Hee

♥ Doojoon BEAST as Yoon Doojoon

♥ Junhyung BEAST as Yong Junhyung

♥ Kikwang BEAST as Lee Kikwang

♥ Yoseob BEAST as Yang Yoseob

♥ And Other Cast ^.<

Genre: Romance, Family, Friendly

Rate: PG 17

GOOD READERS = PAHALA

SILENCE READERS = DOSA

What you’re choice readers???

Okeh, ini adalah last part dari ff ‘OUR LIFE’ \^0^/

Moga kagak mengecewakan readersku ^.<

Dan peringatan!!!

Part ini panjangnya nauzubillah, aturannya bisa dibikin jadi 2part lagi, aku malah jadiin 1part, hohoho

Jadi, moga readers kagak bosan ampe ketiduran ya bacanya #lebe kumat, XDDD

Nb: mian kalau ada misstyponya yeee >/\<, soalnya aku kagak ngecek lagi, hehehe

Catatan kecil sebelum readers membaca part 12 ini. Son Hee dari lahir tidak pernah mendapatkan kasih sayang appanya karena sang appa meninggal saat dia masih dalam kandungan. Karena alasan itu pula Son Hee memakai marga oemmanya. Dan sejak bertemu pertama kali dengan Jungsoo, Son Hee pun langsung merasa nyaman dengan sifat Jungsoo yang benar2 kebapak2an. Membuat Son Hee yang selama hidupnya tidak pernah merasakan kasih sayang dari appa kandungnya menjadi menganggap Jungsoo sebagai pengganti appa yang dikirimkan tuhan untuknya. Dan itu benar2 menjadi kenyataan saat sang oemma mengatakan bahwa dia akan menikah dengan Jungsoo. Saat mendengar bahwa Jungsoo mempunyai seorang anak perempuan yang lebih tua darinya, Son Hee semakin merasa senang karena dia juga akan mempunyai seorang unnie. Walau untuk mendapatkan kasih sayang seorang ‘unnie’, Son Hee harus berjuang keras >>> inti dari catatan kecil ini saya buat adalah,,,agar ntar readers kagak berpikir kalo Son Hee itu lebay disebuah scene nantinya *soalnya itu berhubungan ama Jungsoo appa u,u*

Okeh, happy reading guys \^.^/

AND NO SILENCE READERS PLEASE >/\<

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang dan sudah 5 jam pula Myung Ah menjalani operasi akibat kecelakaan yang dialaminya. Soo Young dan Siwon, sejak 2jam yang lalu keduanya memilih untuk pergi ke gereja yang ada diRS  untuk berdoa dan berdoa agar operasi yang tengah dilalui Myung Ah dapat berjalan lancar. Junghyun dan Kikwang, keduanya sedang berada dikantin RS bersama dengan Hyun Seul dan Doojoon untuk makan siang. Kalau saja Kikwang tidak memaksa, mungkin Junghyun tidak akan mau beranjak dari tempat duduknya. Dan soal Na Eun yang ternyata benar2 pulang kerumah akibat ulah Hyun Seul, Kikwang hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan sembari menghela nafas saat mendengar Hyun Seul menceritakan apa yang telah dia lakukan pada yeosaeng sepupunya tersebut. Junhyung, namja tampan yang awalnya pergi berdoa kegereja itupun kini tampak sudah kembali duduk dideretan kursi yang ada didepan pintu ruang operasi. Sementara itu, Jiyeop juga tampak duduk berhadapan dengan Junhyung, raut wajah cemasnya akibat memikirkan Myung Ah tampak tak kalah dari Junhyung. Bo Young? Setelah Junhyung ‘mengusirnya’, gadis itupun memilih pulang kehotel dimana dia menginap selama di Seoul dengan menggunakan taksi karena Jiyeop tidak ingin pergi dari RS sebelum Myung Ah keluar dari ruang operasi.

“jadi mereka berdua sekarang berjaga didepan pintu operasi? Hanya berdua?” Tanya Doojoon yang diberi anggukan kecil oleh Kikwang.

“aigo, kenapa kalian biarkan saja. Bagaimana kalau mereka berbuat keributan disana?” Tanya Doojoon yang dijawab bahu terangkat oleh Junghyun dan Kikwang.

“aku rasa mereka tidak akan berani membuat ulah karena ini diRS. Lagipula, resikonya cukup besar kalau mereka sampai membuat keributan. Dan aku yakin mereka tidak mau mengambil resiko itu” ucap Junghyun tenang sebelum akhirnya menyuap kimchi kedalam mulutnya.

“o ya, bagaimana dengan Son Hee? Apa kecelakaan yang dialami olehnya parah?” Tanya Junghyun sembari menatap Hyun Seul.

“ne, cukup parah sampai2 membuat dia kehilangan penglihatannya” ucap Hyun Seul lirih. Kikwang dan Junghyun yang mendengar itu tampak membeku dengan mata yang melotot kearah Hyun Seul.

“maksudnya,,,dia buta?” Tanya Kikwang tidak percaya sembari menoleh kearah Doojoon. Doojoon mengangguk kecil dengan raut wajah sedihnya.

“tapi itu tidak akan berlangsung lama karena sudah ada seseorang yang akan menjadi pendonor mata untuknya” ucap Hyun Seul sembari tersenyum miris.

“jinja? Syukurlah. Pasti dia senang karena tidak perlu lama2 hidup didunia tanpa cahaya seperti itu” ucap Junghyun lega sembari meraih gelas jusnya dan meneguknya hingga habis setengahnya.

“tapi, kenapa raut wajahmu tampak tidak senang Chiaki? Ada apa?” Tanya Junghyun yang melihat gelagat aneh Hyun Seul. Hyun Seul yang tadinya menatap mangkuk nasinya kini tampak sedikit mendongak menatap Junghyun. Kedua mata gadis itu tampak sedikit memburam akibat air matanya yang menumpuk dikedua pelupuk matanya.

“pendonor, pendonor mata untuk Son Hee…hiks hiks hiks” Hyun Seul tampak tidak mampu melanjutkan kalimatnya. Gadis itu kini menangis, kedua telapak tangannya tampak menutupi bagian wajahnya. Doojoon yang melihat itupun dengan cepat menarik tubuh Hyun Seul kedalam pelukannya sementara Junghyun dan Kikwang tampak mengkerutkan kening bingung.

“memang kenapa dengan pendonor mata Son Hee? Jangan bilang kalau kaulah pendonornya?” Tanya Junghyun takut. Doojoon tampak menggeleng pelan menjawab pertanyaan Junghyun.

“bukan, bukan Chiaki yang menjadi pendonor mata untuk Son Hee. Tapi,,,tapi Jungsoo ahjussi” jawab Doojoon pelan namun masih bisa didengar oleh Junghyun dan Kikwang. Sekali lagi, keduanya membeku ditempat duduk mereka.

“Jungsoo ahjussi menderita kanker otak stadium akhir. Saat mendengar bahwa Son Hee buta, Jungsoo ahjussipun melakukan tes kecocokan mata dan ternyata matanya cocok 99% dengan Son Hee. Beliau mengatakan kalau dia ingin sedikit lagi berguna disisa2 hidupnya. Kami juga,,,baru tau tadi pagi kalau Jungsoo ahjussi menderita penyakit mematikan itu” jelas Doojoon panjang lebar sementara Junghyun dan Kikwang tampak mendengarnya dengan serius kata2 Doojoon.

“apa,,,apa Son Hee tau kalau yang menjadi pendonor matanya adalah Jungsoo ahjussi?” Tanya Junghyun yang dijawab gelengan pelan oleh Hyun Seul yang tampak sudah bisa menguasai dirinya.

“appa tidak mau Son Hee tau sampai operasi mata itu dilaksanakan karena appa tau Son Hee pasti tidak mau menerima matanya kalau dia tau sejak awal siapa yang mendonorkan mata untuknya” terang Hyun Seul lirih sembari menunduk.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

“yeobo, aku takut” ucap Soo Young lirih sembari menoleh pada Siwon yang duduk disampingnya.

“aku takut Myungie benar2 akan…”

“tidak. Dia tidak akan meninggalkan kita. Dia kuat, dia pasti bisa melewati operasi ini. Setelah itu, dalam hitungan hari kita pasti bisa melihatnya kembali sehat dan tersenyum. Percayalah” ucap Siwon yakin. Soo Young tersenyum tipis sembari kembali menatap lurus.

“aku juga berharap begitu. Tapi,,,bagaimana jika Myungie tidak mau lagi tersenyum kepada kita. Kita sudah menyakitinya selama ini, aku takut dia akan membenci kita selamanya” ucap Soo Young sembari menitikkan air matanya yang entah sudah untuk keberapa kalinya.

“tidak. Itu tidak akan terjadi jagi. Karena setelah dia sadar nanti, kita akan selalu berada disampingnya dan tidak akan pernah meninggalkannya lagi. Tidak akan pernah” ucap Siwon tegas hingga membuat Soo Young kembali menoleh kearahnya.

“ne, kita akan selalu berada disampingnya” ucap Soo Young yang kini tersenyum sebelum akhirnya kembali berdoa.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Ga In dan Jungsoo, keduanya tampak tersenyum melihat Yoseob yang dengan sabar menyuapi Son Hee bubur sebagai menu makan siang gadis mungil itu.

“buburnya hambar. Aku tidak mau lagi” tolak Son Hee sembari memalingkan wajahnya dari Yoseob. Melihat itu Yoseob tersenyum kecil sembari meletakkan mangkuk bubur dan berganti mengambil gelas berisi susu coklat.

“kalau begitu sekarang minum susu coklatmu jagi” ucap Yoseob sembari meraih tangan Son Hee dengan tangan kirinya dan memberikan gelas tersebut pada Son Hee. Son Hee tampak menerimanya pelan dan hati2 karena takut menumpahkan isinya. Melihat itu, Ga In dan Jungsoo saling melempar pandang sebelum akhirnya kembali tersenyum.

“argggg” Tapi tiba2 saja Jungsoo merasakan sakit luar biasa dikepalanya. Kedua tangannya pun kini tampak memegangi kepalanya. Son Hee dan Yoseob yang mendengar erangan kecil Jungsoo pun menolehkan kepala mereka kearah Jungsoo sementara Ga In tampak menatap Jungsoo panic.

“yeobo” panggil Ga In cemas.

“bawa aku keluar. Ppali” bisik Jungsoo sembari menahan sakit dikepalanya.

“appa, appa kenapa?” Tanya Son Hee yang khawatir karena mendengar rintihan pelan Jungsoo.

“ap,,,appa tidak apa2. Kepala appa sedikit pusing, mungkin karena kurang tidur” jawab Jungsoo pelan.

“appa dan oemma keluar dulu ya jagi. Yoseob-gun, tolong jaga Son Hee-a” ucap Ga In sembari membantu Jungsoo berjalan keluar kamar inap Son Hee sementara Yoseob mengangguk kecil.

“oppa, apa oppa tau apa yang terjadi pada appa?” Tanya Son Hee cemas. Yoseob tersenyum sebelum tangan kanannya beralih menangkup pipi Son Hee dan membelainya lembut.

“Jungsoo ahjussi mungkin kelelahan. Kau tidak usah terlalu khawatir. Araseo” ucap Yoseob yang diberi anggukan kecil oleh Son Hee. Sementara itu, Jungsoo yang kini duduk dikursi panjang yang ada dilorong RS tepat 2kamar setelah kamar inap Son Hee tampak masih saja mengerang kesakitan sementara Ga In sibuk mencari2 letak obat Jungsoo didalam tasnya.

“yeobo, ini obatnya” ucap Ga In sembari menyerahkan botol kecil berisikan beberapa tablet obat. Dengan cepat Jungsoo mengambilnya dan menelannya sementara Ga In tampak menyodorkan botol air mineral padanya.

“bagaimana?” Tanya Ga In setelah Jungsoo meneguk habis isi botol air mineral berukuran kecil itu.

“hah hah hah, aku sudah tidak apa2” jawab Jungsoo sembari tersenyum tipis kearah Ga In.

“aku rasa, hidupku tidak akan lama lagi” sambung Jungsoo yang sontak membuat Ga In menatapnya sedih.

“kita harus menemui dokter sekarang” ucap Jungsoo yang kini sudah berdiri dari duduknya.

“menemui dokter? Untuk apa?” Tanya Ga In yang ikut2an berdiri dari duduknya.

“operasi mata Son Hee. Apa operasinya bisa dipercepat? Besok pagi atau kalau perlu nanti malam saja” ucap Jungsoo yang sontak membuat Ga In melotot kaget.

“kenapa, kenapa kau ingin sekali operasi itu secepatnya dilaksanakan? Apa kau tidak ingin menghabiskan lebih lama waktu bersama Chiaki? Bersama denganku?” Tanya Ga In yang sontak membuat langkah Jungsoo terhenti. Namja tampan itu memutar tubuhnya, menatap Ga In sebentar sebelum akhirnya berjalan mendekati yeoja cantik itu.

“aku ingin, sangat ingin. Tapi waktuku sudah tidak banyak lagi yeobo. Operasi itu harus segera dilakukan sebelum aku meninggal. Karena kalau aku sudah meninggal, mataku tidak akan bisa didonorkan pada Son Hee lagi” terang Jungsoo sembari tersenyum kecil. Mendengar itu Ga In pun menggigit bibir bawahnya sebelum akhirnya memeluk Jungsoo erat dan mulai menangis terisak2 didalam pelukan namja tampan itu.

“oppa” panggil Ga In dengan suara yang terdengar serak sementara Jungsoo tampak mengelus puncak kepala Ga In lembut.

“uljima yeobo, uljima” ucap Jungsoo lembut.

“kkaja. Kita harus keruangan dokter sekarang” ajak Jungsoo sembari merenggangkan pelukan Ga In. menyeka air mata yeoja cantik itu lembut sebelum menarik tangan Ga In untuk mengikutinya.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Junhyung dan Jiyeop, kedua namja tampan itu kini tampak berjalan mondar mandir didepan pintu ruang operasi. Sesekali keduanya tampak saling berpandangan dengan tatapan dingin sebelum kembali berjalan mondar mandir.

“lebih baik hyung pulang saja” ucap Junhyung datar sembari menatap Jiyeop dengan tatapan dingin. Jiyeop tersenyum kecil sembari memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.

“aku tidak mau. Jangan karena kau calon tunangannya, kau berpikir kau boleh melarangku menemuinya” ucap Jiyeop santai sebelum akhirnya duduk dengan matanya yang menatap pintu ruang operasi sementara Junhyung yang mendengarnya hanya bisa mendengus kesal. Brakkk pintu ruang operasi terbuka. Jiyeop yang dudukpun sontak berdiri sementara Junhyung tampak sudah berdiri didepan dokter yang kini tampak membuka masker yang tengah dipakainya.

“bagaimana keadaannya dok?” Tanya Junhyung cemas. Dokter muda bername tag Son Dongwoon itu tampak menghela nafas pelan.

“masa kritisnya sudah lewat. Patah tulang dan pergeseran tulang yang terjadi juga sudah diatasi. Hanya saja, karena benturan kuat dikepalanya…pasien kemungkinan akan mengalami koma” ucap dokter Dongwoon yang sontak membuat Junhyung dan Jiyeop kaget.

“koma?” ulang Junhyung tidak percaya sementara dokter Dongwoon tampak mengangguk kecil.

“tapi itu baru kemungkinan saja dan baru akan terbukti jika pasien tidak juga sadar hingga jam 12 malam ini” ucap dokter Dongwoon sebelum akhirnya pergi dari hadapan Junhyung dan Jiyeop. Tak berapa lama, Myung Ah pun keluar dari ruang operasi dengan keadaan tak sadarkan diri diatas tempat tidur dorong dimana hampir seluruh tubuhnya ditutupi oleh perban dan khusus dibagian lehernya tampak terpasang alat penyangga sementara dibetis kiri dan paha kanannya tampak diberi penahan agar kaki Myung Ah tetap dalam posisi lurus. Junhyung dan Jiyeop yang melihat Myung Ah pun dengan cepat mengikutinya hingga akhirnya tiba dikamar inapnya. Alat pendeteksi detak jantung tampak berada disamping kanan tempat tidur Myung Ah sementara infuse dan tabung oksigen berada disamping kiri.

“kami permisi dulu” ucap salah seorang suster yang membawa Myung Ah kekamar inapnya. Junhyung tampak mengangguk sebelum akhirnya mengambil posisi duduk disamping kanan Myung Ah sementara Jiyeop tampak duduk disamping kiri. Myung Ah, wajahnya yang tengah tertidur tampak tenang dan juga polos walau dibeberapa bagian wajahnya terdapat memar2 kecil. Junhyung dan Jiyeop, keduanya tampak menatap Myung Ah sedih sebelum akhirnya menoleh kearah pintu dimana Soo Young dan Siwon tampak baru saja masuk. Junhyungpun dengan cepat berdiri dari duduknya dan mempersilahkan Soo Young untuk duduk. Sementara Jiyeop tampak juga ikut2an berdiri dari duduknya lalu membungkuk saat Siwon menatap kearahnya.

“apa yang dikatakan oleh dokter Junhyung-gun?” Tanya Siwon sembari menatap Junhyung yang berdiri tepat disamping kirinya.

“masa kritis Myungie sudah lewat ahjussi. Hanya saja, kalau sampai tengah malam nanti Myungie tidak juga sadar, Myungie dinyatakan koma” ucap Junhyung yang sontak membuat Siwon melotot kaget sementara Soo Young yang mendengarnya tampak meremas lembut jemari tangan kanan Myung Ah.

“jagi, ireona” ucap Soo Young lirih.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Setelah sebelumnya pergi kekamar inap Myung Ah untuk melihat kondisi gadis berambut sepinggang itu, Hyun Seul dan Doojoon pun memilih kembali kekamar inap Son Hee dengan Junghyun dan Kikwang yang juga ingin melihat keadaan gadis berstatus hoobae mereka itu. Tok tok tok mendengar suara ketukan pintu, Yoseob yang tadinya sedang membantu Son Hee minum pun menolehkan kepalanya dan tersenyum kearah 4 orang yang baru saja masuk.

“oemma dan appa dimana?” Tanya Hyun Seul karena tidak melihat Jungsoo dan Ga In disana.

“ahjumma dan ahjussi sedang pergi keluar. Dari tadi siang belum kembali” jelas Yoseob yang dijawab anggukan paham oleh Hyun Seul sebelum gadis itu akhirnya mengambil posisi duduk disebelah kanan tempat tidur Son Hee.

“bagaimana kondisimu Son Hee-a? Apa ada bagian tubuhmu yang terasa sakit?” Tanya Hyun Seul. Son Hee tersenyum sebelum akhirnya menggeleng pelan.

“tidak ada unnie. Kondisiku sangat baik karena ada unnie, oemma, appa, Yosoeb oppa dan juga Doojoon sunbae yang menemaniku” jawab Son Hee yang sontak membuat Hyun Seul tersenyum sebelum tangan kanannya bergerak mencubit pelan pipi kiri Son Hee, membuat Son Hee tertawa kecil sementara Yoseob, Doojoon, Junghyun dan Kikwang tersenyum kecil melihatnya.

“o ya, unnie darimana?” Tanya Son Hee lembut.

“unnie,,,dari kamar inap Myungie. Dia mengalami kecelakaan tadi pagi” ucap Hyun Seul yang sontak membuat Son Hee melotot kaget.

“jinja? Lalu bagaimana keadaan Myung Ah sunbae sekarang unnie?” Tanya Son Hee cepat.

“dia masih belum sadar. Dan kemungkinan dia,,,dia akan mengalami koma kalau tidak juga sadar tengah malam ini” ucap Hyun Seul lirih, membuat semua yang berada disana tampak kembali murung.

“o ya, Jungie dan Kikwang sunbae juga ada disini. Mereka datang untuk menjengukmu” ucap Hyun Seul tiba2. Son Hee yang awalnya menunduk sedih tampak kembali menegakkan kepalanya cepat.

“jinja?”

“annyeong Son Hee-a” sapa Kikwang ramah.

“an,,,annyeong Kikwang sunbae” balas Son Hee sembari tersenyum.

“aku sudah mendengar cerita lengkapnya dari Doojoon sunbae. Kau benar2 berani Son Hee-a” ucap Junghyun yang kini duduk disamping kiri tempat tidur Son Hee. Mendengar itu Son Hee tampak tersenyum lebih lebar.

“tapi,,,apa yang saat itu kau pikirkan Son Hee-a? Apa kau tidak merasa takut?” Tanya Junghyun lagi.

“takut? Tentu saja. Tapi yang paling membuatku takut adalah kalau Chiaki unnie yang sampai terluka parah” jawab Son Hee pelan. Krekkkk pintu kamar inap yang terdengar terbuka sontak membuat semuanya menoleh kearah pintu. Disana, tampak Ga In berdiri sembari tersenyum sebelum akhirnya berjalan pelan mendekati tempat tidur Son Hee.

“appa mana?” Tanya Hyun Seul pada Ga In.

“appa ada diluar. Dia ingin bicara denganmu Chiaki” ucap Ga In yang sontak membuat Hyun Seul berdiri dari duduknya.

“unnie keluar dulu ya” ucap Hyun Seul sembari mencubit pipi Son Hee pelan sebelum akhirnya keluar dari kamar inap Son Hee.

“jagi, apa kau kuat kalau harus melakukan operasi mata malam ini?” Tanya Ga In tepat saat Hyun Seul menutup pintu. Mendengar itu Doojoon, Yoseob, Junghyun dan Kikwang tampak melotot kaget sementara Son Hee tersenyum lebar.

“ne, tentu saja aku kuat oemma. Aku ingin sekali secepatnya bisa kembali melihat” ucap Son Hee bersemangat. Sementara itu diluar kamar, Jungsoo tampak tersenyum lebar melihat Hyun Seul berjalan mendekatinya.

“appa” panggil Hyun Seul pelan.

“ada yang ingin appa katakan padamu jagi” ucap Jungsoo sembari memegang kedua belah bahu Hyun Seul.

“apa itu?”

“malam ini, operasi mata Son Hee akan dilakukan” ucap Jungsoo pelan sementara Hyun Seul tampak membulatkan matanya kaget.

“ma,,,malam ini? Kenapa secepat itu appa?” Tanya Hyun Seul sembari menggigit bibir bawahnya pelan.

“kondisi tubuh appa sudah semakin lemah jagi, jadi operasi itu harus secepatnya dijalankan. Dan,,,appa,,,punya satu permintaan lagi padamu jagi” ucap Jungsoo sembari menatap Hyun Seul lekat.

“ap,,,apa itu appa?” Tanya Hyun Seul cepat.

“tolong kubur tubuh appa berdampingan dengan kuburan oemmamu”

♥♥OUR♥LIFE♥♥

“gomawo oppa” ucap Junghyun sembari menyerahkan helm yang dipakainya pada Kikwang.

“apa besok oppa akan menjemputku atau oppa akan berangkat dengan Ne Eun-a?” Tanya Junghyun yang sontak membuat senyum Kikwang menghilang.

“hmmm, besok aku akan berangkat dengannya baby. Mianhe” ucap Kikwang sementara Junghyun tampak menghembuskan nafas pelan.

“tidak apa2. Kalau begitu aku masuk dulu. Sampai jumpa disekolah” ucap Junghyun sebelum akhirnya berjalan masuk kedalam rumah sementara Kikwang tampak menatap sendu punggung Junghyun.

“hahhhhhhhh, kenapa jadi begini?” gumam Kikwang sebelum kembali memakai helmnya dan melajukan motornya pergi dari pekarang rumah keluarga Cho tersebut.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Sudah jam 11 malam dan operasi mata Son Hee yang sudah berlangsung selama 3jam itupun tampak sudah selesai dengan bergantinya warna lampu yang ada diatas pintu. Tak lama setelah itu pintu ruang operasi tampak terbuka dan dokter Hyun Seung pun keluar sembari melepas maskernya. Ga In, Yoseob, Hyun Seul dan Doojoon yang tadinya sudah berdiripun tampak dengan cepat berlari mendekati dokter muda tersebut.

“bagaimana dokter?” Tanya Ga In cemas.

“operasinya berjalan lancar. Seminggu lagi perbannya baru bisa dibuka. Saya permisi dulu. Annyeonghaseyo” ucap dokter Hyun Seung sebelum membungkuk kecil pada Ga In dan akhirnay melangkah pergi. Tak berapa lama setelah itu, Son Hee pun tampak keluar dengan bagian matanya ditutupi oleh perban.

“Yosoeb-gun, tolong jaga Son Hee sebentar” ucap Ga In yang diberi anggukan oleh Yoseob sebelum namja tampan itu mengikuti tempat tidur dorong dimana Son Hee tampak masih tertidur akibat obat bius. Sementara itu Hyun Seul dan Doojoon tampak berjalan masuk kedalam ruang operasi saat Ga In menoleh kearah mereka. Air mata Hyun Seul tampak tidak bisa dibendungnya lagi saat melihat tubuh Jungsoo yang terbujur kaku diatas tempat tidur. Dibagian mata namja tampan itu tampak darah2 kering akibat mata yang kini tidak ada lagi didalam rongganya.

“appa, appa,,,appa” ucap Hyun Seul sembari menggigit bibir bawahnya dan mulai merebahkan kepalanya diatas dada Jungsoo.

hiks hiks hiks hiks” suara isakan kecil Hyun Seul pun terdengar bersamaan dengan Hyun Seul yang mulai memeluk tubuh Jungsoo erat. Doojoon yang melihat itu tampak hanya diam ditempatnya berdiri. Baginya, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuknya berbicara ataupun mendekati Hyun Seul. Sementara itu, Ga In yang sudah masuk kedalam ruang operasi tampak menggigit bibir bawahnya pelan sembari menahan agar air mata yang sudah penuh dipelupuk matanya tidak jatuh. Tapi, saat air matanya sudah terlalu penuh disana, dengan terpaksa Ga In pun harus menjatuhkannya, membasahi kedua pipinya dengan deras. Namja yang sangat berarti baginya, yang sudah menjadi sahabat bahkan oppa yang sangat perhatian padanya, kini tampak sudah tidak bernyawa lagi. Ga In menyeka air matanya perlahan, dia harus tegar dan kuat, itulah yang sekali lagi harus dia tanamkan dipikirannya. Perlahan, Ga In pun menyentuh pundak Hyun Seul, menarik tubuh gadis remaja itu pelan sebelum akhirnya memeluknya erat.

“uljimayo Chiaki, uljimayo” ucap Ga In setenang mungkin. Dia harus bisa membuat Hyun Seul kuat menerima semua tantangan berat yang ada didalam hidupnya.

“kau,,,kau harus kuat Chiaki. Oemma,,,eomma tau kau pasti bisa kuat menerima ini semua. La,,,lagipula appa dan oemmamu tidak pernah benar2 pergi meninggalkanmu” ucap Ga In lembut sementara Hyun Seul tampak menangis kuat didalam pelukannya.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Junghyun, gadis itu tampak keluar dari mobil Lamborghini birunya dengan wajah yang tampak sedikit kusut. Matanya kini menatap sendu 2 bagian parkir dimana Myung Ah dan Hyun Seul biasanya memarkir mobil mereka. Namjachingu sibuk dengan sepupu sementara dua sahabatnya sedang dalam keadaan yang sulit.

“benar2 hari senin yang paling buruk dalam hidupku” gumam Junghyun sebelum gadis itu berjalan menuju kelasnya. Moodnya yang benar2 jelek pagi ini bahkan membuatnya tidak bisa tersenyum pada tiap murid yang menyapanya. Keadaan kelas yang juga terasa sangat sepi karena tidak adanya ocehan2 Myung Ah atau tingkah jahil Hyun Seul benar2 membuat Junghyun seperti kehilangan nyawanya.

“hahhhh, kenapa efek ketidakhadiran mereka terasa kuat sekali ya” gumam Junghyun pelan sebelum akhirnya berjalan keluar dari kelas saat bel istirahat berbunyi nyaring didalam kelas. Dengan langkah sedikit gontai, Junghyun pun berjalan menuju ruang OSIS. Tapi walaupun sudah berada disana, Junghyun tampak tidak melakukan apa2 selain menghela nafas. Mengingat kesusahan yang dialami kedua sahabatnya, membuat Junghyun benar2 merasa tidak bersemangat berada disekolah dan ingin sekali pergi keRS. Apalagi pagi2 sekali Doojoon mengirimi pesan singkat padanya yang berisikan berita bahwa Jungsoo sudah meninggal dan akan dimakamkan siang ini.

“aku harus pergi kepemakaman Jungsoo ahjussi, harus” tekad Junghyun sembari mengangguk yakin sekali sebelum akhirnya berlari keluar dari ruang OSIS. Tapi, baru setengah perjalanannya menuju ruang KepSek untuk meminta izin pulang lebih cepat. Langkahnya harus terhenti karena sesosok gadis berstatus hoobaenya berdiri menghalangi jalannya.

“mau kemana?” Tanya gadis yang tak lain adalah Na Eun dengan nada suaranya yang terdengar dingin. Kedua tangan gadis itu tampak terlipat didada dengan tatapan tajam yang diberikannya pada Junghyun.

“mau keruang KepSep” jawab Junghyun santai.

“jinja? Aku tidak percaya. Pasti kau mau menemui Kiwi oppa. Iyakan? Ya! Apa kau tidak berkaca? Aku lebih cantik dan lebih pantas untuk Kiwi oppa. Jadi aku peringatkan padamu untuk menjauh dari Kiwi oppa. Kiwi oppa itu milikku!” seru Na Eun keras tapi Junghyun malah tersenyum kecil.

“apa orang tuamu mengajarkanmu untuk berkata kasar seperti itu pada orang yang lebih tua darimu? Lagipula, bukan aku yang selama ini mendekati Kikwang oppa, tapi dia. Jadi kalau kau ingin menyuruhku menjauhinya,,,,kau salah orang. Seharusnya kau menyuruh Kikwang oppa untuk menjauhiku” ucap Junghyun yang sontak membuat Na Eun marah. Gadis itupun berjalan maju hingga hanya berdiri sekitar 60cm dari Junghyun dengan tangan kanannya yang tampak melayang diudara dan…

“HENTIKAN!” seru sebuah suara yang sontak membuat Na Eun dan Junghyun melotot kaget. Tangan Na Eun tampak masih melayang diudara saat sosok namja yang ternyata Kikwang sudah berdiri tepat disamping kanannya dan kiri Junghyun.

“apa yang mau kau lakukan pada yeojachinguku Na Eun-a?” Tanya Kikwang dengan nada suaranya yang terdengar dingin.

“oppa, aku,,, aku”

“kau baru 3hari di Seoul tapi kau sudah membuat ulah? Apa yang sebenarnya membuatmu ingin tinggal di Seoul?” Tanya Kikwang memotong kata2 Na Eun. Gadis itu tampak diam dan menunduk, Kikwang tampak benar2 marah padanya.

“kau menyuruhnya menjauhiku? Apa yang ada dalam pikiranmu? Bukankah sudah jelas aku katakan padamu tadi bahwa aku sangat mencintainya?” ucap Kikwang yang kini terdengar sangat kecewa dengan tingkah Na Eun.

“kau tau Na Eun-a, oppa awalnya tidak percaya dengan apa yang dikatakan Jungie tentang kau yang mengancamnya saat pertama kali kalian bertemu. Tapi, melihat apa yang ingin kau lakukan padanya dan yang kau katakan tadi padanya, oppa rasa oppa harus lebih percaya pada Jungie daripada denganmu” ucap Kikwang yang sontak membuat Na Eun menegakkan posisi kepalanya.

“oppa, bukan begitu. Aku, tadi aku…”

“jangan mencari alasan Na Eun-a. Ternyata,,,,sifatmu tidak pernah berubah. Aku adalah oppamu Na Eun-a, kita tidak mungkin menikah seperti yang kau mau karena status kita dan juga karena oppa hanya menganggakmu sebagai yeosaeng. Daripada nantinya kau membuat lebih banyak ulah disini, lebih baik kau kembali saja ke Cina” ucap Kikwang datar sebelum akhirnya menarik tangan Junghyun pergi dari hadapan Na Eun yang tampak diam membatu ditempatnya berdiri.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Hyun Seul terus saja menangis dengan mata yang menatap sendu kearah batu nisan bertulisankan nama ‘Park Jungsoo’. Sudah setengah jam yang lalu Jungsoo dimakamkan, tapi Hyun Seul, Ga In dan Doojoon tampak masih berdiri disana. Dengan pelan, Ga In tampak menyeka air matanya sebelum akhirnya menoleh pada Hyun Seul yang berdiri tepat disamping kanannya.

“Chiaki, ayo kita pulang” ajak Ga In lembut tapi Hyun Seul menggeleng, menolak ajakan Ga In.

“aku,,,masih ingin disini oemma” ucap Hyun Seul serak. Mendengar itu Ga In tampak mengangguk kecil.

“baiklah. Doojoon-gun, tolong jaga Chiaki” ucap Ga In yang kini beralih menatap Doojoon. Namja tampan yang berdiri tepat dibelakang Hyun Seul itupun mengangguk kecil sebelum akhirnya Ga In berjalan pergi.

“aku rasa aku akan tetap merasa sedih oppa, karena aku tidak akan bisa lagi merasakan pelukan hangat appa” ucap Hyun Seul pelan. Doojoon yang mendengar itu tampak menatap punggung Hyun Seul sendu sebelum memeluk gadis itu erat. Tidak bersuara dan hanya memeluk, itulah yang dilakukan Doojoon untuk membuat Hyun Seul merasa lebih baik. Sementara itu, motor Kikwang tampak berhenti diarea parkir pemakaman. Dengan cepat Junghyun dan Kikwang turun dari motor dan berlari kecil kearah makam Jungsoo dimana Hyun Seul dan Doojoon masih berdiri. Setelah merasa lebih dekat, Junghyun dan Kikwangpun berganti berjalan pelan. Junghyun tampak berjongkok lalu meletakkan bunga lili putih yang sebelumnya dibelinya tepat didepan batu nisan Jungsoo.

“ahjussi, istirahatlah dengan tenang, dan semoga ahjussi bisa bertemu dengan ahjumma juga appa dan oemmaku disana. Jangan khawatir tentang Chiaki karena aku, Myungie, Doojoon sunbae dan yang lainnya pasti akan menjaganya” ucap Junghyun sembari menatap batu nisan dimana foto Jungsoo yang tengah tersenyum lebar terpasang. Gadis itu kembali berdiri tegak sembari memutar tubuhnya menghadap Hyun Seul yang tampak masih saja menangis. Junghyun pun berjalan mendekat dan memeluk Hyun Seul.

“kau harus kuat, untuk semua orang yang menyayangimu dan juga untuk dirimu sendiri Chiaki. Jalan hidupmu masih panjang, kau tidak boleh terpuruk terlalu lama didalam kesedihan. Kau tau itukan?” ucap Junghyun sembari merenggangkan pelukannya.

“aku,,,aku akan berusaha. Gomawo Jungie” ucap Hyun Seul sembari menyeka air matanya. Junghyun mengangguk kecil sembari tersenyum tipis.

“aku yakin kau bisa Chiaki. Hmm, bagaimana kalau sekarang kita keRS? Bukankah ada 2 orang yang harus kita jenguk disana?”

♥♥OUR♥LIFE♥♥

“kau sudah siap Son Hee-ssi?” Tanya dokter Hyun Seung yang diberi anggukan pelan oleh Son Hee. Seminggu sudah berlalu, dan sekarang waktunya membuka perban yang menutupi kedua mata Son Hee. Gadis itu tampak gugup, takut2 kalau ternyata operasi matanya gagal. Melihat Son Hee meremas pelan tangannya, Yoseob tersenyum sembari meraih tangan gadis mungil itu.

“ah” Son Hee tersentak kecil saat tangannya digenggam oleh Yoseob.

“tenanglah jagi. Kau pasti bisa melihat lagi, percayalah” ucap Yoseob lembut, Son Hee tampak tersenyum kecil sembari mengangguk. Dokter Hyun Seung tampak sudah mengambil ancang2 membuka perban dimata Son Hee sementara Ga In, Hyun Seul, Doojoon, Junghyun dan Kikwang tampak menunggu dengan perasaan harap2 cemas. Perban sudah dibuka, sekarang tinggal dua buah kapas yang menutupi bagian kelopak mata Son Hee saja yang perlu dilepas.

“nah, coba buka kelopak matamu secara perlahan Son Hee-ssi” ucap dokter Hyun Seung setelah mengambil kapas yang menutupi bagian kelopak mata Son Hee. Son Hee menurut, perlahan kelopak matanyapun membuka. Samar2, itulah yang pertama kali tampak oleh ‘mata baru’ Son Hee, tapi tak berapa lama setelah itu, Son Hee pun dapat melihat jelas. Melihat Ga In, Hyun Seul dan Junghyun yang tampak berdiri tepat didepan tempat tidurnya sementara Yoseob tampak duduk disamping kirinya dengan Doojoon dan Kikwang berdiri dibelakangnya. Perlahan kedua sudut bibir Son Hee terangkat membentuk sebuah senyum.

“aku bisa melihat. Oemma, unnie, aku bisa melihat kalian semua” ucap Son Hee yang sontak membuat semua orang yang ada disana bernafas lega. Ga In pun dengan cepat memeluk Son Hee sembari menangis terisak sementara Hyun Seul dan yang lainnya tersenyum senang.

“syukurlah jagi, syukurlah kau bisa melihat lagi” gumam Ga In masih memeluk Son Hee.

“ne oemma. Hmm, appa mana? Bukankah seharusnya appa sudah pulang dari kerja luar kotanya?” Tanya Son Hee yang sontak membuat isak tangis Ga In terhenti sementara senyum yang tadinya menghiasi wajah semua orang yang ada dikamar inapnya tiba2 menghilang. Kening Son Hee berkerut, sebuah pirasat buruk entah mengapa tiba2 menyelimuti perasaannya.

“kenapa, kenapa raut wajah kalian berubah begitu? Unnie, appa mana?” Tanya Son Hee yang kini menoleh pada Hyun Seul. Hyun Seul dengan cepat memalingkan wajahnya dari Son Hee, dia tidak sanggup, tidak sanggup untuk mengatakan kebenaran tersebut pada Son Hee.

“jagi, sebaiknya kau istirahat” ucap Ga In sembari melepaskan pelukannya.

“istirahat? Aku tidak mau. Oemma, appa dimana? Apa appa masih sibuk?” Tanya Son Hee sembari menatap Ga In lekat. Ga In menggigit bibir bawahnya pelan, dia masih bingung apakah harus mengatakannya sekarang atau dia harus menundanya.

“appa,,,appa sedang…”

“appa sudah tidak ada lagi Son Hee-a” ucap Hyun Seul memotong kata2 Ga In. Son Hee yang tadinya menatap Ga In kini tampak dengan cepat menoleh pada Hyun Seul.

“apa,,,apa maksud unnie?”

“appa sudah meninggal. Appa meninggal karena penyakit kanker otak yang dideritanya. Dan mata,,,mata yang sekarang ada dirongga matamu itu adalah milik appa” ucap Hyun Seul sembari menoleh menatap Son Hee dengan mata yang tampak menahan air matanya agar tidak jatuh. Sementara Son Hee yang mendengar itu tampak menutup mulutnya tidak percaya. Perlahan, air matanyapun jatuh.

“app,,,appa meninggal?” Tanya Son Hee tak percaya sembari menggeleng pelan.

“ja,,,jadi malam itu,,,appa,appa ada disampingku? Jadi,,,jadi itu sebabnya aku merasa sangat tenang karena appa,,appa menggenggam tanganku? Appa hiks appa hiks,,appa hiks hiks hiks huaaaaaaaaaaa”. Son Hee menangis, menangis sembari meraung sekuat yang dia bisa. Perasaan memiliki appa yang baru bisa dirasakannya selama kurang dari 1bulan harus hilang hanya karena sepasang mata? Hyun Seul yang melihat betapa hancurnya Son Heepun ikut2an menitikkan air mata yang sedari tadi ditahannya. Junghyun yang melihat itupun menarik Hyun Seul kedalam pelukannya sementara Ga In kini tampak memeluk Son Hee yang masih saja meraung tidak terima dengan takdir yang harus kembali dijalaninya.

“kenapa, kenapa tuhan tidak adil padaku oemma? Aku,,aku baru saja merasakan kasih sayang seorang appa, tapi dia,dia harus kembali dariku. Apa,,apa salahku sampai tuhan melakukan ini padaku? Apa?” Tanya Son Hee serak sembari terus saja meraung dalam tangisnya. Ga In tampak menggeleng pelan sembari merenggangkan pelukannya dan mulai mengelus puncak kepala Son Hee lembut.

“jagi, kau harus sabar nak. Kau tidak boleh berkata begitu. Sudah, jangan menangis lagi, tegarkan hatimu jagi” ucap Ga In lembut sembari menyeka air mata Son Hee.

“jagi, kau harus sabar” ucap Yoseob yang kini tampak menarik kepala Son Hee hingga bersandar didadanya. Suara raungan tangis Son Hee tampak mulai merada, gadis itupun mulai menyeka sendiri air matanya. Menangis terus juga tidak akan membuat Jungsoo hidup kembali.

“aku,,,aku mau pergi kemakam appa. Apa boleh oemma?” Tanya Son Hee serak. Mendengar itu Ga In tampak menoleh kearah dokter Hyun Seung yang masih berdiri tepat dibelakangnya.

“boleh saja. Tapi jangan terlalu lama karena dia harus kembali mengikuti pemeriksaan patah tulang dikaki dan tangan kirinya” terang dokter Hyun Seung.

*

Setengah jam perjalanan, 2buah mobil yang masing2 dibawa oleh Yoseob dan Kikwang tampak sudah terparkir cantik diparkiran pemakaman. Yoseob tampak turun dari mobil dan berlari pelan kebelakang mobil untuk mengeluarkan kursi roda milik RS yang dipinjam sementara.

“hati2” ucap Ga In saat Yoseob menggendong Son Hee keluar dari mobil. Son Hee tampak sudah duduk dikursi roda, Yoseob pun dengan pelan mulai mendorongnya kearah makam dimana dibatu nisan tersebut ada foto Jungsoo. Air mata yang tadinya sudah kering kini kembali keluar dari kedua mata Son Hee.

hiks hiks hiks” Son Hee menangis sembari menutupi bagian mulutnya agar suara tangisnya tidak terlalu terdengar.

“appa, kenapa appa meninggalkanku, unnie dan oemma begitu cepat?” ucap Son Hee lirih.

“padahal aku,,,aku masih ingin merasa kasih sayang dari appa. Tapi appa malah pergi ketempat yang sangat sulit kujangkau. Tempat dimana appa kandungku berada. Kalau, kalau nantinya appa bertemu dengan appa kandungku disurga, aku titip salam padanya. Katakan juga padanya kalau aku sudah besar dan tumbuh menjadi gadis yang yeoppo seperti yang appa kandungku mau. Katakan juga padanya kalau aku adalah aegi yang baik dan penurut, katakan itu padanya agar appa kandungku bangga. Dan gomawo untuk appa, gomawo sudah memberiku sepasang mata indah appa. Gomawo sudah menitipkan seorang unnie padaku dan,,,gomawo sudah mau menerimaku sebagai aegi appa walau itu tidak lama. Sekali lagi, gomawo Jungsoo appa. aku janji aku juga akan menjaga unnie dengan baik disini. Jadi, appa jangan khawatirkan unnie dan istirahatlah dengan tenang” ucap Son Hee dengan air mata yang terus mengalir membasahi kedua pipinya. Hyun Seul yang mendengar itu sontak kembali menangis dalam diam. Melihat itu Doojoon pun menarik kepala Hyun Seul agar bersandar didada bidangnya. Sementara itu Ga In tampak terus saja mengeluarkan air matanya tanpa bisa dihentikan.

“uljimayo jagi” ucap Yoseob sembari menyeka air mata Son Hee dengan sapu tangannya. Gadis mungil itu mengangguk kecil walau air matanya terus saja keluar.

“aku,,,aku sangat menyayanginya walau appa bukan appa kandungku” ucap Son Hee pelan. Yoseob tampak mengangguk kecil dengan tangan yang tetap menyeka air mata Son Hee lembut.

“oppa tau, semua orang juga tau itu jagi. Jangan menangis lagi, karena itu hanya akan membuat ahjussi sedih” ucap Yoseob lembut.

“tersenyumlah, oppa rasa ahjussi akan lebih suka kau tersenyum” sambung Yoseob yang diberi anggukan kuat oleh Son Hee.

“ne, aku akan tersenyum, aku akan tersenyum agar appa senang disana” ucap Son Hee yang kini tampak tersenyum lembut dengan air mata yang masih setia mengalir dari kedua pasang mata indahnya.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Wajah pucat, bibir kering dan tubuh yang semakin lama tampak semakin kurus saja. Myung Ah, sosok gadis ceria yang keras kepala dan cepat marah itu ternyata benar2 mengalami koma. Sudah seminggu dan tidak ada tanda2 bahwa gadis itu akan bangun dari tidurnya. Sementara itu, Siwon, Soo Young dan Junhyung tampak menjaganya secara bergilir. Jika dipagi dan siang hari adalah waktunya Siwon dan Soo Young yang menjaga Myung Ah, maka sore dan malam hari adalah waktu Junhyung untuk menjaganya. Jiyeop? Namja tampan itu secara tegas dilarang oleh Siwon untuk ikut menjaga Myung Ah karena dia hanyalah ‘chingu’, berbeda dengan Junhyung yang sudah dianggap Siwon dan Soo Young sebagai tunangan Myung Ah. Jadi bisa dikatakan Jiyeop hanya bisa menjenguk Myung Ah, itupun hanya bisa dilakukannya saat pagi atau siang hari karena jika sore dan malam hari sudah dipastikan Junhyung tidak akan mengizinkannya.

Tok tok tok krekkk ketukan dan bunyi pintu dibuka tersebut sontak membuat Siwon menoleh sebelum akhirnya tersenyum pada Junhyung yang mengangguk kecil kearahnya sementara Soo Young tampak masih saja menatap lekat dan sendu wajah pucat Myung Ah yang tidak tampak jelas akibat alat bantu pernafasan yang terpasang menutupi mulut hingga hidungnya. Jika awal tampilan Myung Ah tampak seperti mummy karena hampir seluruh bagian tubuhnya ditutupi perban, kini tidak lagi karena perban untuk luka kecilnya sudah dilepas dan hanya meninggalkan perban dibagian betis kiri, pahan kanan, tangan kiri serta dikepala Myung Ah. Luka2 memar yang ada diwajah Myung Ah juga sudah tidak tampak lagi.

“bagaimana Myungie? Apa belum ada perubahan ahjussi?” Tanya Junhyung sembari meletakkan tas berisi buku2 pelajarannya diatas sofa. Siwon menghela nafas sebelum akhirnya mengangguk kecil.

“kalau begitu kami pergi dulu Junhyung-gun. Tolong jaga Myungie” ucap Siwon yang diberi anggukan oleh Junhyung.

“ayo kita pergi” ajak Siwon sembari meremas lembut bahu kiri Soo Young. Soo Young tampak mengangguk sebelum akhirnya berdiri dari duduknya dan chu mengecup lembut kening Myung Ah sebelum akhirnya memutar tubuhnya.

“kami pergi dulu Junhyung-gun” ucap Soo Young sembari tersenyum tipis.

“ne ahjumma. Hati2 dijalan” ucap Junhyung sebelum akhirnya menutup pintu kamar inap Myung Ah. Pelan, Junhyungpun berjalan kearah tempat tidur Myung Ah dan duduk ditepi kanan tempat tidur tersebut.

“sampai kapan kau mau tidur dear? Apa kau tidak kasihan padaku? Pada oemma dan appamu serta pada chingudeulmu? Aku mohon, bangunlah” gumam Junhyung sembari meremas lembut telapak tangan kanan Myung Ah.

“aku mohon, cepatlah bangun dari tidurmu dear chu” ucap Junhyung yang kini mengecup lembut punggung tangan kanan Myung Ah sebelum akhirnya kembali menatap sedih kewajah Myung Ah yang tampak pucat.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

“arggg” erang Son Hee kesakitan. Yoseob yang mendengar itupun kaget dan dengan cepat mengangkat kedua tangannya dari kaki kiri Son Hee.

“mian, mianhe jagi” ucap Yoseob cemas tapi Son Hee tampak menggeleng pelan.

“tidak apa2 oppa. Kakiku terasa sakit mungkin karena sudah lama tidak digerakkan” ucap Son Hee sembari tersenyum.

“biar aku yang memijit kakinya” ucap Hyun Seul yang tiba2 saja sudah duduk disamping kiri Son Hee, membuat Yoseob sedikit mendorong posisi duduknya agar Hyun Seul benar2 berada dihadapan kaki kiri Son Hee yang tampak diperban dibagian pahanya. 2hari yang lalu paha kiri Son Hee masih dipasangi besi penahan agar tulangannya yang patah tidak bergeser dan sekarang besi itu harus dibuka agar Son Hee bisa mulai berlatih berjalan.

“unnie, kapan datang?” Tanya Son Hee kaget tapi Hyun Seul hanya tersenyum sembari mulai memijit pelan kaki kiri yeosaeng tirinya itu.

“bagaimana? Apa sakit?” Tanya Hyun Seul dengan mata yang masih focus pada gerakan tangannya memijit kaki Son Hee.

“errr, sedikit. Hm, apa unnie kemari bersama Doojoon oppa? Mana dia?” Tanya Son Hee karena tidak melihat sosok Doojoon diruangan seluas 10x10meter tersebut. Ruangan dimana mereka berada sekarang adalah ruangan khusus untuk membantu para pasien RS agar bisa kembali menggerakan bagian tubuh mereka yang kaku seperti sedia kala –tentu saja disini mereka diawasi oleh dokter agar tidak terjadi kesalahan yang malah membuat bagian tubuh tersebut tidak bisa digerakkan kembali.

“Doojoon oppa bilang mau kekantin untuk membeli sesuatu, setelah itu dia baru akan kemari” ucap Hyun Seul yang diberi anggukan paham oleh Son Hee.

“sudah waktunya berlatih berjalan Son Hee-ssi” ucap dokter Hyun Seung. Son Hee mengangguk dan dengan bantuan Yoseob serta Hyun Seung, Son Hee pun tampak mencoba berjalan sembari menahan sakit dipaha kirinya. Kedua tangannya tampak memegang kuat2 besi penyangga yang ada disamping kiri dan kanannya.

“kalau masih terasa sakit, lebih baik jangan terlalu memaksakan diri jagi” ucap Yoseob karena melihat wajah Son Hee yang benar2 terlihat jelas menahan rasa sakitnya. Son Hee menoleh kearah Yoseob dan tersenyum sembari mengangguk kecil.

“aku rasa kakiku memang belum bisa untuk berlatih berjalan oppa” ucap Son Hee pelan. Yoseob tersenyum sebelum akhirnya membantu Son Hee kembali duduk diatas kursi roda yang dibelikan oleh Ga In.

“kalau begitu untuk beberapa hari kedepan, Son Hee-ssi melakukan gerakan2 kecil saja agar kaki kirimu tidak terlalu kaku” terang dokter Hyun Seung yang diberi anggukan paham oleh Son Hee, Yoseob dan Hyun Seul.

“kalau begitu sekarang kita kembali saja kekamarmu” ucap Hyun Seul sembari menarik kursi roda Son Hee dan memutarnya kearah pintu keluar. Tepat disaat itu, sosok Doojoon tampak masuk dengan kantung plastic putih berukuran sedang ditangan kanannya.

“latihan berjalannya sudah selesai?” Tanya Doojoon bingung yang dijawab anggukan kecil oleh Yoseob.

“lukanya belum benar2 sembuh. Jadi masih terlalu sakit saat dibawa berjalan” terang Yoseob yang diberi anggukan paham oleh Doojoon sebelum akhirnya kedua namja tampan itu berjalan disamping kiri dan kanan Hyun Seul.

“hmm, unnie. Bagaimana kondisi Myung Ah sunbae? Apa dia masih koma?” Tanya Son Hee sembari menoleh kearah Hyun Seul. Mendengar itu Hyun Seul tampak mendesah pelan sebelum akhirnya mengangguk kecil.

“ne, dia masih koma. Padahal sudah masuk hari ke10” jawab Hyun Seul pelan.

“begitu ya. Hmm, bagaimana kalau kita menjenguk dia sebentar sebelum kembali kekamarku. Mau ya?” pinta Son Hee memelas. Hyun Seul tersenyum tipis sembari mengangguk.

“hmm, araseo”

♥♥OUR♥LIFE♥♥

“Na Eun pulang ke Cina?”. Junghyun tampak melotot dengan mulut setengah terbuka mendengar kata2 Kikwang. Namja tampan itu tampak hanya menanggapi dengan mengangguk kecil sebelum kembali menggigit sandwich yang dibuat Junghyun untuknya. Sepasang kekasih itu sedang bersantai diruang makan rumah keluarga Cho karena mereka baru saja pulang sekolah. Junghyun menyodorkan segelas jus jeruk pada Kikwang dengan raut wajah yang tampak berpikir keras.

“pantas saja aku tidak melihatnya seharian ini disekolah. Tapi, apa alasannya dia kembali ke Cina?” Tanya Junghyun sembari mengambil posisi duduk tepat dihadapan Kikwang. Gadis itu tampak sudah mengganti seragam sekolahnya dengan hot pants setengah paha berwarna biru langit yang dipadukan dengan tant top putih dan kemeja kotak berwarna biru tua.

“aku mengacuhkannya sejak kejadian dia hampir menamparmu baby. Dan semalam halmoni menelpon kalau Na Eun sudah pulang ke Cina” jawab Kikwang santai sementara Junghyun yang mendengarnya mendesah pelan.

“kenapa oppa lakukan itu padanya? Itukan keterlaluan” ucap Junghyun yang sukses membuat kening Kikwang berkerut.

“kenapa kau terdengar tidak suka baby? Aku melakukan itu karena aku tidak suka dengan sifatnya yang sudah keterlaluan itu. Padahal dia sudah tau aku sangat mencintaimu baby. Tapi dia, dia malah berkata kasar seperti itu padamu. Lagipula aku merasa bersalah padamu karena aku tidak percaya kata2mu waktu itu” terang Kikwang yang kini sudah berdiri disamping kanan Junghyun.

“sudah, jangan bahas tentang Na Eun lagi. Lebih baik sekarang kita bahas tentang kita” ucap Kikwang yang sontak membuat Junghyun mengerjapkan matanya kaget.

“mak,,,maksud oppa?” Tanya Junghyun sementara Kikwang tampak duduk ditepi meja makan sembari menurunkan wajahnya mendekati wajah Junghyun yang menatapnya lekat. Jemari tangan kiri Kikwangpun mulai menyentuh dagu Junghyun hingga gadis cantik itu sedikit mendongak. Kikwang tersenyum kecil saat melihat raut wajah Junghyun yang berubah tegang. Jarak bibir mereka tampak hanya sekitar 5cm, semakin lama tampak semakin dekat dan…

“ehem” deheman seseorang membuat Kikwang dan Junghyun tersentak kaget. Kikwang pun dengan cepat turun dari atas meja sementara Junghyun terlihat membulatkan matanya kaget melihat Geum yang menatap mereka tajam. Tak lama setelah itu, yeoja tua tersebut tampak mendesah pelan sebelum akhirnya menggeleng pelan.

“aigo, kalian ini. Apa tidak ada tempat lain untuk melakukannya?” ucap Geum sementara Junghyun dan Kikwang tampak menunduk tidak berani balas menatap Geum.

“hahhh, sudahlah. Aku mau tidur siang. Kalau kau jadi pergi menjenguk chingumu di RS, halmoni titip belikan bulgogi. Araseo” ucap Geum yang diberi anggukan oleh Junghyun. Yeoja tua itupun kini tampak berjalan pergi tanpa sekalipun menoleh kebelakang. Kikwang terdengar menghela nafas pelan saat sosok Geum tidak tampak lagi.

“semoga pertunangan kita tidak dibatalkan” gumam Kikwang sementara Junghyun yang mendengarnya tertawa kecil sebelum akhirnya berjalan kearah dapur.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Tok tok tok Junhyung tampak tengah menatap lekat wajah Myung Ah saat pintu kamar inap gadis itu terbuka lebar. Junhyungpun menoleh sembari tersenyum tipis sebelum akhirnya turun dari tepi tempat tidur Myung Ah.

“Myungie masih koma?” Tanya Hyun Seul yang diberi anggukan pelan oleh Junhyung.

“tubuh Myung Ah sunbae semakin lama semakin kurus saja” ucap Son Hee prihatin sembari menggenggam tangan kiri Myung Ah yang benar2 lemah. Tok tok tok ketukan dipintu kamar membuat semua menoleh kearah pintu.

“kalian semua ada disini?” Tanya Junghyun sembari berjalan masuk.

“annyeong Jungie unnie” sapa Son Hee sembari tersenyum manis. Junghyun balas tersenyum sembari mendekati Son Hee.

“annyeong. Bagaimana dengan latihan jalanmu hari ini? Apa berjalan lancar?” Tanya Junghyun sembari meletakkan kantung plastic berisi buah2an.

“buruk Jungie unnie. Luka dikakiku belum sembuh benar, jadi masih belum bisa dibawa berjalan” terang Son Hee sedih sementara Junghyun tampak menggangguk pelan.

“tidak apa2. Namanya juga baru pertama kali. Fighting” ucap Junghyun sembari mengepalkan tinjunya. Melihat itu semua yang ada disana tampak tersenyum termasuk Son Hee.

“gomawo Jungie unnie” ucap Son Hee yang diberi anggukan kecil oleh Junghyun.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

“gomawo oppa” ucap Hyun Seul sembari menyodorkan helm yang dipakainya pada Doojoon.

“apa oppa mau mampir dulu?” Tanya Hyun Seul yang diberi gelengen pelan oleh Doojoon.

“aku harus pergi sekarang karena hari ini jadwalku menjadi bartender, mianhe” ucap Doojoon pelan. Hyun Seul mengangguk paham sebelum akhirnya tersenyum.

“kalau begitu, hati2 dijalan ya” ucap Hyun Seul sembari memutar tubuhnya hendak masuk kedalam rumah.

“tunggu!” seru Doojoon sembari meraih lengan tangan kanan Hyun Seul dan sukses membuat langkah gadis itu terhenti. Hyun Seul pun kembali memutar tubuhnya hingga menghadap Doojoon sementara tangan kiri Doojoon yang tadinya mencengkram lengan tangan kanan Hyun Seul kini beralih menggaruk2 pelan belakang kepala Doojoon.

“mungkin ini bukan waktu yang tepat tapi,,,ada yang ingin aku tanyakan padamu Chiaki” ungkap Doojoon sembari menatap Hyun Seul.

“apa itu?”

“tentang hubungan kita. Aku,,,aku ingin tau apakah kita masih dalam tahap percobaan atau aku,,,aku sudah resmi menjadi namjachingumu” ucap Doojoon gugup. Hyun Seul diam membeku, tapi beberapa detik kemudian gadis cantik itu tersenyum manis.

“oppa mau tau? Kalau begitu tutup mata oppa” ucap Hyun Seul.

“eh?” respon Doojoon yang kaget.

“tutup mata oppa” ulang Hyun Seul dan tanpa berkata apa2 Doojoon pun menurut. Hyun Seul lalu berjalan mendekat hingga jarak tubuhnya dengan Doojoon yang masih duduk diatas motor hanya sekitar 15cm, sementara itu bibir tipis dan pink Hyun Seul berjarak 5cm dari bibir Doojoon dan chu… Doojoon sontak membuka matanya dan melotot kaget melihat bibir Hyun Seul yang masih menempel diatas bibirnya sementara kedua kelopak mata Hyun Seul tampak menutup. Tak berapa lama Hyun Seul pun melepaskan bibirnya dari bibir Doojoon sembari tersenyum.

“itu adalah jawaban dariku oppa” ucap Hyun Seul malu2 sebelum akhirnya berlari masuk kedalam rumah, meninggalkan Doojoon yang tampak masih melotot kaget. Tak berapa lama tangan kanan Doojoon pun bergerak menyentuh bibirnya sendiri.

“aigo, aku harap ini bukan mimpi” gumam namja tampan itu sebelum akhirnya tersenyum lebar.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

“kita harus pergi” ucap Siwon dengan raut wajah seriusnya.

“tapi yeobo, bagaimana dengan uri Myungie. Siapa yang akan menjaganya? Kalau nanti dia sadar bagaimana?” Tanya Soo Young sembari menatap wajah Myung Ah sedih. Meninggalkan gadis itu tanpa ada yang menjaga benar2 membuat Soo Young khawatir.

“tapi ini harus segera kita urus jagi. Dengan begitu kita akan bisa terus2an berada disamping uri Myungie. Ppali, disini ada banyak suster yang akan menjaganya. Kkaja” ajak Siwon yang kini mulai menarik tangan Soo Young. Yeoja cantik itupun mendesah pelan sembari melepaskan tangannya yang dipegang Siwon.

“oemma dan appa pergi dulu jagi. Kami tidak akan lama chu” ucap Soo Young sebelum akhirnya mengecup kening Myung Ah.

“ayo pergi” ajak Soo Young lemah sembari berjalan kearah pintu.

“setelah ini, appa dan oemma berjanji tidak akan membuatmu merasa tidak dipedulikan lagi jagi” ucap Siwon sebelum akhirnya keluar dan menutup rapat pintu kamar inap Myung Ah. Tak sampai 5menit Siwon dan Soo Young pergi, krekkk pintu kamar inap Myung Ah terbuka.

“apa kau tidak capek berpura2 koma begitu?” Tanya sesosok namja tampan yang tampak berjalan santai mendekati tempat tidur Myung Ah sembari memasukkan tangannya kedalam saku celana. Hening, Myung Ah tampak diam dan tidak sedikitpun bergerak. Melihat itu namja yang tak lain adalah Jiyeop itupun menghela nafas pelan. Jiyeop kembali berjalan lalu mengambil posisi duduk ditepi tempat tidur sebelah kanan.

“Myungie, jangan berpura2 lagi. Apa kau tidak kasihan dengan orang tua dan chingudeulmu?” Tanya Jiyeop lagi tapi Myung Ah sama sekali tidak merespon.

“aku tau kau tidak koma Myungie. Aku mohon bukalah matamu, ada yang ingin aku bicarakan” ucap Jiyeop dengan nada serius sembari menatap lekat wajah pucat Myung Ah.

“aku mohon” ucap Jiyeop yang kini terdengar memelas. Tak berapa lama, perlahan kedua kelopak mata Myung Ah pun membuka.

“sepertinya aku harus mengklarifikasi sesuatu. Aku memang koma, tapi itu hanya 7hari” ucap Myung Ah dengan suara pelan dan terdengar serak. Jiyeop tampak tersenyum kecil mendengar kata2 Myung Ah.

“apa yang ingin kau katakan?” sambung Myung Ah datar.

“sampai kapan kau akan berpura2 koma?” Tanya Jiyeop lembut.

“apa itu yang ingin kau tanyakan? Kalau begitu aku mau tidur lagi” ucap Myung Ah dingin sebelum akhirnya kembali menutup kedua matanya.

“bukan. Yang ingin aku tanyakan adalah, apakah masih ada tempat untukku dihatimu?” Tanya Jiyeop yang sontak membuat mata Myung Ah kembali terbuka.

“tempat? Aku rasa sudah tidak ada lagi. Hatiku bahkan sudah penuh sesak karena cintaku pada Junhyung oppa. Aku mohon, kembalilah ke London atau cari yeoja lain. Bukankah dibumi ini masih banyak yeoja?” ucap Myung Ah pelan dengan nada yang terdengar memohon.

“tapi aku benar2 mencintamu Myungie. Ini sama sekali…”

“aku tau itu Jiyeop-ssi. Aku, aku bahkan ingat pertemuan pertama kita dipulau Jeju 3tahun yang lalu” potong Myung Ah cepat dan sukses membuat Jiyeop kaget.

“kau,,kau ingat?”

“tentu saja. Aku hanya pura2 tidak ingat waktu kita bertemu lagi diarena balap. Aku juga tau kau mencintaiku, dan itu tulus tanpa ada unsur balas dendam pada Junhyung oppa. Aku tau itu, sangat tau. Tapi,,,mianhe, hatiku benar2 hanya milik Junhyung oppa” ucap Myung Ah yang kini terdengar pelan namun masih bisa terdengar jelas oleh Jiyeop.

karena aku,,,hanya milik Myungie

Jiyeop sontak tersenyum mengingat kata2 yang Junhyung tujukan pada Bo Young untuk menolaknya dan juga sukses membuat gadis itu kembali ke London.

“kau mengatakan apa yang dikatakan Hyungie pada Bo Young. Kalian benar2 sehati” ucap Jiyeop lirih. Perlahan namja tampan itupun berdiri dari duduknya.

“baiklah. Aku rasa aku benar2 tidak akan bisa merebutmu darinya. Aku, akan kembali ke London hari ini” ucap Jiyeop sembari tersenyum kearah Myung Ah.

“tapi sebelum aku pergi, aku punya satu nasehat untukmu Myungie. Mereka, orang tuamu memang sangat salah karena memperlakukanmu seperti itu. Tapi apa selama berpura2 koma itu kau tidak bisa merasakan betapa sedih, khawatir dan merasa bersalahnya orang tuamu? Mereka menjagamu dan menunggumu sadar dari koma. Mereka juga bahkan berkali2 berdoa digereja untukmu dan aku rasa kau pasti sering mendengar mereka mengatakan kalau mereka akan berubah. Kenapa kau tidak mencoba memberi mereka kesempatan kedua? Beri mereka kesempatan untuk menebus semua kesalahan mereka padamu. Lagipula kau juga tidak akan bisa selamanya berpura2 koma bukan?” ucap Jiyeop panjang lebar sementara Myung Ah tampak diam mendengarkan.

“hmm, sebentar lagi pesawatku akan berangkat, aku harus pergi sekarang. Semoga kau dan Hyungie bisa bersama selamanya. Dan aku rasa, balas dendam itu tidak diperlukan lagi. Toh appa dan oemmaku sudah bersatu” ucap Jiyeop sebelum akhirnya berjalan kearah pintu.

“tunggu!” seru Myung Ah yang sontak membuat Jiyeop berhenti berjalan sebelum akhirnya memutar tubuhnya menghadap Myung Ah.

“sebelum kau benar2 pergi,,,bisakah aku minta tolong sesuatu padamu?”

♥♥OUR♥LIFE♥♥

“oppa!” seru Son Hee yang kaget dengan kedatangan Yoseob.

“kenapa oppa kesini pagi2 begini?” Tanya Son Hee sementara Yoseob tampak meletakkan tas sekolahnya disofa lalu berlalu kearah meja nakas yang ada disamping kiri tempat tidur Son Hee, namja tampan dan imut itu meraih apel dan pisau sebelum akhirnya duduk ditepi tempat tidur Son Hee.

“hari ini oppa bolos. Entah kenapa oppa ingin sekali menemanimu pagi ini jagi” ucap Yoseob sembari membelah 2 lalu membelah 4 apel yang ada ditangannya.

“aaaa” ucap Yoseob sembari menyodorkan sepotong apel kemulut Son Hee. Dengan sedikit malu2 Son Hee pun membuka mulutnya.

“tapi,,,bagaimana dengan,,,ulangan B.Inggris oppa?” Tanya Son Hee sembari mengunyah apel yang disuapi Yoseob. Mendengar itu Yoseob tersenyum.

“tenang saja jagi. Tadi oppa dapat telpon dari chingu oppa kalau Jung songsaengnim tidak masuk” ucap Yoseob yang kembali menyuapkan potongan apel pada Son Hee. Mendengar itu Son Hee tampak mengangguk paham dengan mulut yang tetap mengunyah. Tapi tiba2 saja gerakan mengunyahnya terhenti dan mulai menatap Yoseob dengan tatapan sedih. Melihat raut wajah Son Hee yang tiba2 berubah, Yoseobpun mengkerutkan keningnya bingung.

“wae jagi?”

“hmm, mianhe oppa. Aku,,,aku hanya merepotkan oppa saja. Datang keRS tiap hari, mengajakku jalan2 dengan kursi roda, pasti oppa bosan dan capek melakukan itu” ucap Son Hee sembari menunduk, tidak berani memandang wajah Yoseob. Yoseob diam, tapi sedetik kemudian namja tampan itu tersenyum. pisau yang sedari tadi digenggamnya kini kembali diletakkannya diatas meja sembari lebih mendekat kearah Son Hee.

“apa itu tidak terbalik? Jangan2 malah kau yang merasa bosan melihat oppa setiap hari?” ucap Yoseob santai namun sukses membuat Son Hee menegakkan kembali kepalanya.

“aniyo. Aku tidak…” kata2 Son Hee sontak terhenti karena bibir Yoseob menempel diatas bibir tipisnya.

“oppa tidak pernah merasa bosan apalagi capek jagi. Oppa malah senang karena dengan begitu oppa bisa menghabiskan banyak waktu denganmu. Jadi jangan pernah mengatakan bahwa kau merepotkan oppa lagi, araseo” ucap Yoseob setelah melepaskan bibirnya dari bibir Son Hee dan kini beralih mengadu pelan keningnya dengan kening Son Hee.

“saranghae jagi, jeongmal saranghae” ucap Yoseob pelan. Son Hee tersenyum kecil.

“na do saranghae oppa” balas Son Hee sebelum Yoseob kembali menempelkan bibir mereka lembut.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

Berlari dan berlari, itulah yang kini dilakukan oleh Junhyung dilorong RS menuju kamar inap Myung Ah.

Myungie sudah sadar. Kau harus secepatnya keRS dan,,,selamat tinggal Hyungie” itulah isi pesan singkat yang dikirim Jiyeop padanya.  Dengan masih memakai seragam sekolahnya dan bahkan sebenarnya dia membolos karena jam masih menunjukkan pukul 10 pagi. Brakkk dengan sedikit kasar Junhyung membuka pintu kamar inap Myung Ah. Gadis yang selama 12hari selalu dilihatnya dalam keadaan tertidur kini tampak tersenyum lemah kearahnya. Alat pengukur detak jantung dan alat bantu pernapasan tampak sudah tidak terpasang lagi ditubuhnya. Gadis itu bahkan kini tampak duduk ditempat tidurnya dengan bagian leher dan lengan kiri yang masih dipasangi penyangga serta kedua kakinya yang masih diberi perban dibagian yang terluka.

“annyeong oppa” sapa Myung Ah pelan. Perlahan, Junhyung masuk kedalam kamar inap Myung Ah dan mengambil posisi duduk tepat ditepi kanan tempat tidur.

“kau,,,sadar. Senang akhirnya bisa melihatku tersenyum lagi dear” ucap Junhyung pelan sembari menggenggam tangan kanan Myung Ah.

“mianhe sudah membuat oppa cemas” ucap Myung Ah serak. Junhyung menggeleng pelan.

“tidak apa2. Yang penting sekarang kau sudah sadar chu” ucap Junhyung sebelum akhirnya mengecup punggung tangan kanan Myung Ah.

“hmm, waktunya makan Myung Ah-ssi” ucap seorang suster yang masuk dengan satu mangkuk bubur, 1gelas susu, 1gelas air putih dan sebuah botol kecil berisi obat diatas nampan. Junhyung bangkit dari duduknya sembari menyambar nampan yang dibawa suster tersebut.

“biar aku saja sus” ucap Junhyung sembari tersenyum.

“baiklah” balas suster tersebut sembari balas tersenyum sebelum akhirnya keluar dari kamar inap Myung Ah.

“apa oemma dan appamu sudah tau dear?” Tanya Junhyung yang kembali duduk sembari meletakkan nampan tersebut diatas paha Myung Ah. Myung Ah menggeleng pelan.

“aku, belum siap berbicara lagi dengan mereka oppa” ucap Myung Ah lemah sembari menatap kearah jendela kamar dengan tatapan kosong. Junhyung mengangguk paham, mengambil mangkuk diatas nampan dan mulai mengisi sendok dengan bubur sebelum akhirnya menyodorkannya kearah mulut Myung Ah.

“makanlah, kau pasti lapar”. Myung Ah kembali tersenyum sebelum membuka mulutnya dan mulai memakan bubur tersebut hingga habis setengahnya.

“aku sudah kenyang” ucap Myung Ah menolak sendok berisi bubur yang akan disodorkan Junhyung padanya. Junhyung mengangguk paham, meletakkan mangkuk bubur lalu berganti mengambil susu vanilla yang langsung diminum Myung Ah hingga tandas.

“sekarang obatnya” ucap Junhyung menyodorkan botol berisi beberapa tablet obat. Dengan sedikit enggang Myung Ah mengambilnya dan meneguk semua obat tersebut sebelum akhirnya menyambar gelas berisi air dan meminumnya hingga sisa setengahnya. Brakkk bertepatan dengan Myung Ah meletakkan gelas diatas nampan, pintu kamar inapnya terbuka. Disana tampak Siwon dan Soo Young berdiri dengan raut wajah yang tampak terkejut. Beberapa detik kemudian SooYoung dan Siwon pun berlari kecil mendekati Myung Ah sementara Junhyung berdiri dari duduknya lalu berjalan kearah sofa sembari membawa nampan yang tadinya berada diatas paha Myung Ah.

“jagi, Myungie, kau sudah sadar” ucap Soo Young sembari mengelus pipi kiri Myung Ah, tapi gadis itu diam dan hanya memperhatikan Soo Young yang kini tampak ingin menangis saking senangnya melihat Myung Ah sudah bangun dari komanya. Kini mata Myung Ah beralih pada Siwon, namja tampan itu tampak menatapnya sembari tersenyum senang.

“jadi oemma dan appa masih perduli padaku?” Tanya Myung Ah dengan nada datarnya. Senyum Soo Young dan Siwon langsung luntur sementara Junhyung yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas.

“jagi, kenapa bicara begitu? Oemma dan appa sangat perduli padamu jagi. Oemma dan appa minta maaf karena sudah membuatmu merasa kami acuhkan. Tapi kami benar2 tidak pernah berniat melakukan itu padamu. Kami bekerja juga hanya untukmu, hanya agar kau selalu bisa membeli apapun yang kau mau. Tapi kami tidak sadar kalau ternyata cara kami ini malah membuatmu kehilangan sesuatu yang lain dan bahkan membuatmu merasa keberadaanmu tidak kami anggap. Itu salah, kami bekerja karena ingin membahagiakanmu, bukan karena kami lebih mencintai pekerjaan kami” terang Soo Young panjang lebar sembari menatap lekat kedua mata bening Myung Ah. Siwon yang tadinya berdiri dibelakang Soo Young kini berjalan hingga mengambil posisi duduk disamping kiri tempat tidur Myung Ah.

“appa dan oemma benar2 minta maaf jagi. Kami benar2 sangat menyayangimu. Tolong beri appa dan oemma kesempatan untuk memperbaiki kesalahan kami. Appa dan eomma berjanji tidak akan bekerja diluar negeri lagi. Kami akan bekerja dikantor pusat yang ada di Seoul, jadi kita akan selalu bertemu. Appa mohon, maafkan kami jagiya” ucap Siwon sembari menggenggam tangan kiri Myung Ah. Sementara itu Myung Ah hanya diam sembari memperhatikan Siwon dan Soo Young secara bergantian. Perlahan, Myung Ah pun mulai mendesah pelan.

“araseo. Appa dan eomma aku maafkan” ucap Myung Ah sembari tersenyum manis. Mendengar itu Junhyung, Soo Young dan Siwon pun ikut2an tersenyum.

“gomawo jagi” ucap Soo Young sembari memeluk Myung Ah pelan dan chu mengecup kilat pipi kanan gadis cantik itu.

“appa janji, appa dan eomma akan lebih memperhatikanmu jagi” ucap Siwon sembari memeluk Myung Ah pelan dan chu mengecup kening Myung Ah penuh rasa sayangnya sebagai seorang appa.

“mulai sekarang, aku rasa aku akan benar2 merasakan kembali rasanya punya appa dan oemma.  O ya, aku dan Junhyung oppa tetap akan tunangankan appa?” Tanya Myung Ah yang diberi anggukan dan tawa kecil oleh Siwon.

“ne jagi, tapi setelah kau benar2 sembuh” ucap Siwon yang diberi anggukan setuju Soo Young.

“araseo. Dan nanti saat aku sudah lulus dari High School, aku bolehkan menikah dengan Junhyung oppa?” Tanya Myung Ah dengan senyum mengembang sementara Junhyung, Siwon dan Soo Young yang mendengarnya tampak melotot kaget.

“MWO? Menikah? Tidak boleh! Kau harus kuliah dengan benar dulu lalu dapatkan gelar sarjana tanpa bantuan koneksi appa. Sebelum itu, sekolahmu juga harus dibenarkan dulu. Bukankah selama ini kau tidak pernah mendapatkan nilai diatas rata2? Kau harus lulus dengan kemampuanmu sendiri. Jadi, setelah kau benar2 sembuh, kau harus ikut les seluruh mata pelajaran agar nilaimu bisa bagus dan bla bla bla bla bla”. Siwon terus saja mengoceh sembari berjalan mondar mandir didepan tempat tidur Myung Ah sementara Soo Young yang mendengarnya tampak tersenyum kecut kearah Myung Ah yang tampak bengong mendengar ocehan panjang Siwon. Junhyung? Namja tampan itu tampak tersenyum melihat tingkah Siwon, Myung Ah dan Soo Young.

“oemma, apa appa dari dulu sudah cerewet seperti ini?” bisik Myung Ah pelan pada Soo Young.

“appamu berubah cerewet hanya untuk hal2 khusus saja. Dan karena dia sudah berjanji akan menjadi appa yang baik untukmu, dia akan memulai semuanya dari awal” terang Soo Young yang membuat Myung Ah mendesah pelan.

“sepertinya hidupku akan benar2 berubah 180 derajat” keluh Myung Ah sementara Junhyung tertawa kecil mendengarnya. Siwon? Namja tampan itu tampak masih saja mengoceh panjang tanpa henti.

♥♥OUR♥LIFE♥♥

The End…

Hahahahahahaha, akhirnya ini ff tamat juga #tepar didepan lapy…

Gimana? Panjangkan? Sangat panjang malah, LOL

Apakah semua readers selamat ampe endnya? XDDD

Adakah yang merasa ini ff masih gantung? Author rencananya pengen buat after storynya, tapi itu bakal dibuat kalau banyak yang minta, hohohoho

Okeh, waktunya koment readers ^0^

Dan tungguin juga FF terbaruku dengan sabar ya ;)

KAMSAHAMNIDA (_ _)

About these ads

30 thoughts on “Our Life part 12

  1. MWO??
    TAMAT? Yahhh.
    sayang sekali. ya udah deh gakpapa. aku suka ff nya. keren author. aku suka ff nya(ffnya doang) hehe.

  2. Saya ketinggalan, saya ketingalan, huaaaa T.T *mewek*

    onnie, saya panggl onnie aja deh. Akhirnya saya mau buat pengakuan jujur aja deh.
    Mungkin salah satu part onnie lihat username saya enggak ada, ya? Jujur, saya baca semua part sampe’ selamat, nangis-nangisdan lonjak2 bahagia-tapi nggak komen? Saya kecapeka, entah di part berapa, tapi saya rasa kesalahan itu besaaar sekali u,u saya minta maaaaaf yang sebesar-besarnya….

    Kalo boleh ngasih saran, nanti boleh enggak pas ending di after storynya itu foto keluarga? Bukan cuma keluarganya Myung Ah aja, tapi semua tokoh disini nanti kaya’ pangeran william-kate middleton ituu~~ jadi semua tokoh, dari sooyoung-siwon sampai yang urutan terakhir,son hee misalnya. Itu cuma saran, kalau tidak diterima, ya nggak apa-apa. Kebetulan ide ini muncul pas yang merekakeRS semua buat jenguk Son hee sama MyungAh.

    Nice FF, saya tunggu after storynyaa~ d^^b onnie telah menyelesaikan part awal sampai akhir dengan waktu yang relatif cepat daripada ff yang lain yang udh pernah saya baca. partnya banyak,-tapi cuman ini yang paling singkat. Acung jempol!

    Maaf kalo komen saya panjangnya minta ampun, soalnya saya cerewet sih. hehe #ngaku.
    Fightiiingg!! :D

    • ne, boleh kok saeng :)
      hmm, jinja? gk apa2 kok ^^
      bikin foto keluarga? unn jg pengen, tapi liat nta aje ye ;)
      hahaha, ini krn ffnya emank udah kelar, jadi dipost aja daripada readersnya demo, LOL
      ne gk apa2, unn seneng kok ama koment panjang2, XDD

      gomawo :D

  3. Hwaaaaaaaa…gila keren abizzz thor..aku bacanya sambil nangis..apalgi pas bagian pendonoran mata..good job thor, hehehe ^_<..

  4. annyeong author…
    sebelumnya aku minta maaf bgt soalnya aku telat baca ff ini dan sebelumnya gapernah komen karena aku emang mau baca sampe abis dulu, mianhae kalo hal itu bikin author kesel.
    tp jujur aku baca ff ini selama 3 hari (dari part 1-12) dan aku suka bgt sama ff ini. ceritanya ga ketebak, gaya bahasanya mudah dipahami. kayanya aku mulai ngefans deh sama author :D
    ff ini jg bikin aku senyam senyum sendiri, nangis sendiri, marah sendiri <– dikira orang gila dong ?
    hahaa tp yg jelas aku suka sama ff ini.
    okey aku mau hijrah ke after storynya ya author… #nobodyasking

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s