No One Else [Part3]

Title : No One Else [Part3]

Author : ilmacuccha (@mailsaurus_)

Cast :

  • SHINee Kim Jonghyun
  • f(x) Amber
  • f(x) Choi Sulli

Support Cast : SHINee member and other

Genre : Family, friendship, fluff

Length : Three-shoot

Rate : PG13

Poster and Thanks To : Shinstarkey (@nanonadia)

Disclaimer : I just own the story (But I want own Kim Jonghyun, haha)

Preview : Part1 /Part2 (Klik!)

NB : Diharapkan kepada merasa tidak suka dengan salah satu cast disini untuk tidak membaca FF –nista- saya ini. Karena ditakutkan bisa menimbulkan serangan jantung, pingsan mendadak, dan badan menggigil serta mata yang terus melotot, atau juga keracunan(?). Juga untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Terimakasih atas perhatiannya.

Not For Silent Reader!!

 

Normal P.O.V

 

Amber menggerutu kesal saat tadi Jonghyun menarik paksa tangannya, dan menyuruhnya duduk di bagian belakang motornya. “Kau tahu aku masih pusing! Dan sekarang kau malah mengajakku makan ice cream?” Serunya pada Jonghyun.

“Sudahlah kalau kau ingin ditraktir bilang saja, tak usah ribut seperti ini,” ujar Jonghyun pada Amber yang kini tengah duduk di bagian belakang motornya.

“Hah?! Kau berkata apa?! Aku tak mendengarnya!” Teriak Amber.

Jonghyun menghela nafas. “Sudahlah, tak efektif berbicara ketika sedang naik motor,” ujarnya. Sementara Amber menepuk punggung Jonghyun kesal. “Bagaimana aku bisa mendegarmu sedangkan laju motor ini sudah hampir 80 km/jam bodoh!!” Teriaknya. Jonghyun hanya diam dan memfokuskan matanya ke jalanan, sampai….

Ckiiit….. Brukk

“Ya! Kalau kau mau ngerem tuh bilang dulu kek! Kan wajahku sekarang jadi korban!” Teriak Amber sambil mengusap-usap wajahnya. Tadi saat Jonghyun melihat kedai ice creamnya hampir terlewat dia langsung mengerem mendadak dan langsung membuat wajah Amber menubruk punggungnya dan keningnya sedikit membentur helmnya.

Jonghyun menatap Amber sebentar. “Tak usah teriak-teriak, kajja kita masuk!” Serunya sambil menarik Amber. Amber yang masih sibuk menggerutu dan mengusap wajahnya, dia semakin menggerutu karena si Jonghyun ini.

“Dino sialan kau!” Umpat Amber.

Jonghyun hanya tersenyum pada Amber dan langsung membuat Amber berpose seperti orang ingin muntah. Mereka pun duduk di salah satu tempat yang kosong dekat jendela.

“Aku kan masih pusing, kau saja yang memesan ice cream,” ujar Amber serius. Jonghyun mengangkat satu alisnya pertanda ingin tahu keseriusan Amber.

“Aku tak akan pesan kok, perca-,”

“Anda mau memesan ice cream apa Tuan?” Ucapan Amber terhenti saat melihat seorang pelayan sudah menghampiri mereka.

“Aku ice cream coklat seperti biasa,” ujar Jonghyun pelan sambil tersenyum. Bisa mereka lihat wajah pelayan itu langsung memerah saat melihat senyum Jonghyun. Amber lagi-lagi berpose seperti ingin muntah. Jonghyun memang sering datang ke kedai es krim ini, membuatnya cukup terkenal di kalangan para pelayannya.

“Kalau Tuan?” Tanya pelayan itu dengan senyumnya. Amber mendengus kesal mendengar ucapan pelayan itu, sementara Jonghyun langsung tertawa terbahak-bahak.

“Nona, dia ini seorang yeoja.. Haha,” ujar Jonghyun disela-sela tertawanya.

Amber masih memanyunkan bibirnya. Sementara pelayan itu membungkukkan kepalanya tanda meminta maaf pada Amber.

“Mianhae, saya tak menyadarinya. Nona anda ingin pesan apa?”

“Aku juga coklat,” jawab Amber diikuti anggukan pelayan itu. Pelayan itu pun segera pergi dan meninggalkan Jonghyun yang kini tengah menatap Amber.

“Wae?” Tanya Amber.

Jonghyun terkekeh sebentar. “Kau bilang tak akan pesan ice cream,” ujarnya dengan nada sedikit tajam. Amber langsung terbatuk menyadari perkataan Jonghyun.

“I..itu tadi aku tak sadar! Aigoo~ mana pelayannya, aku akan membatalkannya!” Ujar Amber sedikit linglung. Baru saja Amber akan beranjak dari kursi untuk mencari pelayan, tangan kekar Jonghyun menahan tangan Amber.

“Sudah, sudah, duduk saja, kau memang ingin ice cream kan?” Tanya Jonghyun.

Amber yang awalnya cemberut langsung tersenyum manis pada Jonghyun. “Sudah tak usah memakai senyummu yang aneh itu, aku memang akan mentraktirmu kok,” ujar Jonghyun. Amber semakin tersenyum pada Jonghyun, dan kali ini bagian Jonghyun yang berpose seperti ingin muntah.

Aksi Jonghyun terhenti saat seorang pelayan menghampiri mereka. “Ini pesanan kalian,” ujar pelayan itu sambil menyimpan dua ice cream coklat.

Jonghyun dan Amber sama-sama mengangguk dan tersenyum pada pelayan itu, lagi-lagi pelayan itu pun semakin memerah wajahnya ditambah senyuman dari Amber seolah menjadi tip untuk pelayan itu. Mereka sedikit menahan tawa mereka saat menlihat hal tadi. Walaupun dia tahu Amber itu sebenarnya seorang yeoja.

“Kau lihat wajah pelayan tadi?” Tanya Jonghyun saat pelayan itu sudah pergi.

“Ya, merah,” ujar Amber sambil terkikik geli. Jonghyun pun ikut terkikik geli sambil menyuapkan ice cream ke mulutnya. Amber pun ikut menyuapkan ice creamnya ke mulutnya.

“Eh, aku ingin bertanya, waktu aku hampir terkena pot kau mengumpat keras pada Sulli kenapa?” Tanya Amber. “Kau mencurigai adikmu sendiri?” Lanjutnya.

“Ne, tentu saja aku sangat mencurigainya karena hal itu pernah terjadi pada Luna dan itu karena Sulli juga. Jadi aku menyimpulkan hal yang terjadi padamu karena Sulli juga. Bahkan aku sudah sangat yakin yang melakukannya adalah Sulli” jawab Jonghyun tanpa ragu.

Amber mengeryitkan dahinya. “Luna? Luna yang pernah Key sebut-sebut itu?” Tanya Amber. Jonghyun mengangguk.

“Memang apa yag terjadi pada Luna itu? Eh, dia pacarmu?” Lanjut Amber.

“Ne, dia pacarku, dan dia itu sepupu Key. Dan hal yang terjadi pada Luna itu hampir sama apa yang terjadi padamu,” ujar Jonghyun.

“Ditakut-takuti, semacam itu?” Tanya Amber.

Jonghyun mengangguk. “Ne, tapi dia lebih parah, karena dia murid baru dan hampir semua kakak kelas tidak suka padanya, termasuk Jessica karena dia dulu mantan pacarku, untung saja aku segera bertindak kalau tidak dia pasti akan pindah,” ujar Jonghyun.

“Jessica? Kakak kelas yang berambut pirang itu? Yang manager band-mu itu? Yang sangat menyebalkan, centil, lalu wajahnya menakutkan saat sedang marah? Jessica yang itu?” Tanya Amber. Jonghyun mengangguk sambil masih terus memakan ice creamnya.

Amber membulatkan matanya. “Masa?! Kau tak bercanda? Aigoo~ aku tak percaya, kenapa kau bisa pacaran dengannya? Dengan kakak kelas lagi? Bagaimana bisa?” Tanya Amber sambil menatap Jonghyun tak percaya.

“Karena dia cantik,” ujar Jonghyun.

“Kau yang menembaknya?” Tanya Amber.

“Ani, dia yang menembakku, tapi karena aku memang suka dia jadi aku terima saja, tapi tak lama kok hanya tiga bulan kalau tak salah,” ujar Jonghyun. Amber mengangguk mengerti sambil sedikit membulatkan mulutnya.

“Ehm.. Soal Sulli, harusnya kau tak terlalu keras padanya Jjong, dia itu sepertinya haus kasih sayang,” Amber pun akhirnya mengeluarkan pendapatnya soal sikap Jonghyun pada Sulli.

Jonghyun terdiam sebentar. “Bagaimana bisa? Aku selalu tersenyum padanya, aku selalu baik padanya, aku selalu mengikuti kemauannya, tapi dia yang menyebalkan karena selalu menyakiti yeoja yang dekat denganku. Bukan berarti aku tak suka kalau aku punya adik tiri, tapi sikapnya itu sungguh-,” ucapan Jonghyun terhenti saat mendengar ponselnya berbunyi.

“Yoboseyo.. Nugusijyo?” Tanya Jonghyun setelah mengangkat telpon masuk itu.

Ini aku Oppa!” Seru seorang yeoja di seberang sana.

Jonghyun mengerutkan keningnya. “Sulli?” Tanyanya memastikan.

Ne! Oppa! Kau harus bantu aku, ada empat orang yang menculikku! Mereka ingin bertemu Oppa, aku mohon Oppa datanglah, mereka menakutkan terus saja membentakku dan memarahiku, aku takut Oppa.. Aku mohon Oppa datang..” ujar Sulli sedikit terisak.

“Jeongmal?” Tanya Jonghyun ragu.

“Ne, Oppa! Aku tak bohong! Aku mohon…”

“Ani, aku tak bisa percaya padamu. Hal ini sudah pernah terjadi, waktu itu kau juga berbohong padaku dan hanya ingin memperlihatkanku pada temanmu yang baru datang dari luar kota kan?” Tanya Jonghyun. Amber yang kini sedang berada di hadapan Jonghyun hanya bisa mengerutkan keningnya.

Aniyo Oppa, ini sungguhan! Aku tak bohong! Aku mohon Oppa, jebal,” ujar Sulli dengan isakan tangis darinya. Jonghyun tanpa berperasaan langsung menutup ponselnya. Dia sudah cukup kesal saat memikirkan adiknya sendiri yang mengerjai Luna dan Amber.

“Nugu?” Tanya Amber.

“Sulli,” ujar Jonghyun.

“Apa yang terjadi padanya?” Tanya Amber penasaran.

“Ani, tak perlu tahu,” ujar Jonghyun.

Drrt..Drrt..

Ponsel Jonghyun kembali bergetar, dengan malas dia mengangkat telepon yang masuk ke ponselnya.

“Yoboseyo,” ujar Jonghyun malas.

Oppa jebal datang ke tempatku, aku tak tahu harus bagaimana lagi, aku benar-benar takut..” lagi-lagi Sulli berkata sambil terisak.

“Sudah, jangan ganggu aku lagi,” ujar Jonghyun dingin, baru kali ini dia benar-benar dingin terhadap Sulli adiknya, pikirannya terlalu penuh dengan rasa kesal karena hal yang sudah pasti diperbuat adiknya itu. Amber yang tahu siapa penelepon itu langsung merebut ponsel Jonghyun.

“Kau ada dimana sekarang?” Tanya Amber.

Amber Unnie? Aku ada di jalan Apujong, di rumah ke 5 dari arah utara, aku mohon Unnie bantu aku membujuk Jonghyun Oppa, aku benar-benar sedang tidak berbohong. Maafkan aku Unnie, aku tak bermaksud membuatmu pingsan dan takut soal di toilet, lalu soal pot, lalu soal bangku Unnie. Aku-aku hanya takut kalau Jonghyun Oppa menyukai Unnie, dia akan dingin kepadaku, aku mohon Unnie percayalah..” ujar Sulli sambil terisak.

“Geurae. Kajja kita pergi,” ujar Jonghyun sambil menarik tangan Amber. Dia bisa melihat wajah Amber langsung berubah tak percaya saat berbicara dengan Sulli.

“Kau mau menolong Sulli?” Tanya Amber.

Jonghyun menatap Amber heran. “Harus bagaimana lagi? Aku tak mungkin membiarkannya begitu saja kan?” Jawab Jonghyun.

“Tapi tadi jelas-jelas kau menolak menolong-ah! Sudahlah! Well, aku cukup kaget tadi dia jujur, aku tak menyangka dia yang benar-benar melakukannya, aku shock sekali, sampai rasanya aku ingin pingsan lagi.” ujar Amber sebelum motor Jonghyun melaju lagi dengan kecepatan dengan sangat tinggi, seperti biasanya.

***

Brakk

Sebuah pintu langsung didobrak oleh namja berambut kuning tanpa basa-basi, mendengar suara dobrakan itu beberapa orang yang ada di dalamnya langsung berlari ribut menuju namja itu dan bersiap untuk menghajarnya, terlihat dari beberapa tongkat pemukul yang sudah berada di tangan mereka.

Jonghyun menyeringai. “Tak akan aku lewatkan kesempatan ini, kesampatan yang sangat bagus ini..” ujar Jonghyun namja berambut kuning itu sambil melayangkan tendangannya ke perut seseorang yang lebih jangkung darinya. Jonghyun mulai tersenyum –atau lebih tepatnya menyeringai, dia pun melanjutkan aksinya dengan sangat riang.

Setelah beberapa menit Jonghyun bergelut dengan mereka semua, akhirnya semua orang yang tadi akan menghajarnya itu kini sudah tergeletak tak berdaya dihadapannya. “Oppa!!” Teriak seorang yeoja berparas imut sambil memeluk namja berambut kuning tadi. Jonghyun ikut tersenyum dan mengelus kepala yeoja itu dengan lembut.

“Gwenchana?” Tanyanya lembut. Dia sedikit menyesal karena sudah bersikap dingin pada Sulli tadi di telepon.

“Gwenchana, Oppa.. saranghae,” ujar Sulli.

“Hm?” Tanya Jonghyun heran.

“Aku ingin minta maaf pada Oppa.. aku ingin minta maaf, aku tahu aku benar-benar salah.. aku tak mau melihat Oppa sedih karena Luna Unnie atau Amber Unnie sekarang, aku melakukan ini karena takut Oppa akan menjadi dingin padaku, dan lebih menyayangi Luna atau Amber Unnie.. tak mengelus rambutku lagi, mencium keningku, hiks, dan tersenyum padaku lagi, hiks,” ujar Sulli sambil terisak di pelukan Jonghyun.

“Dengar Sul-ah, kau itu adikku yang manis satu-satunya yang kumiliki, aku tak mungkin melupakanmu begitu saja walaupun berpacaran dengan Luna. Kau jangan cengeng begini, aku tak mau mempunyai adik kecil yang cengeng seperti ini, arachi?” Tanya Jonghyun dengan lembut.

Sulli mendongakkan kepalanya. “Jinjja Oppa?” Tanya Sulli dengan mata yang berbinar. Jonghyun mengangguk, Sulli pun semakin mengeratkan pelukannya.

“Gomawo Oppa,” ujarnya.

“Ne,” jawab Jonghyun sambil kembali memeluk Sulli.

“Ehm, adik yang manis satu-satunya? Tersentuh aku,” sindir Amber yang sejak tadi melihat adegan melankolis kakak beradik itu.

Jonghyun menoleh pada yeoja yang sedang melipat tangannya di dada itu. “Hehe, mianhae Amber. tentu saja kau bukan adikku yang manis, kau kan adikku yang paling tampan setelah aku dan Appa,” ujar Jonghyun. Sulli mengernyitkan dahinya heran.

“Adik?” Tanyanya heran.

“Ne, aku lupa memperkenalkan dia padamu Sul-ah. Nah, perkenalkan dia Amber Liu adikku atau tepatnya saudara kembar Oppa. Awalnya aku ingin memberitahumu sejak dulu sih, tapi ada berbagai alasan, contohnya ingin kau jera dengan tindakanmu.” ujar Jonghyun yang langsung diikuti teriakan tak percaya dari Sulli.

“OMO!! Oppa!! Kau jahat sekali!! Masa tak memberitahuku apapun soal Amber Unnie?! Oppa benar-benar jahat!!” Sulli langsung berteriak sambil melepas pelukannya dari Jonghyun.

Jonghyun menatap Sulli dengan tatapan aneh. “Appa dan Umma sudah kuberitahu kok, hanya kau saja yang tidak kuberitahu,”

“Jadi-jadi selama ini, aku-aku— aigoo~ bodohnya aku! Kenapa aku bisa dibodohi oleh Oppaku sendiri?! Mianhae ya Amber Unnie, Mianhae, aku akan melakukan apapun agar aku dimaafkan oleh Unnie. Aku mohon maafkan aku Unnie..” ujar Sulli dengan nada menyesal.

Amber tersenyum kecil. “Sudahlah, kau melakukan itu karena tak tahu kan? Seharusnya kau juga tak melakukannya pada pacar Oppa-mu itu, dan setidaknya kau dapat pelajaran untuk tidak melakukan hal itu lagi..” Sulli ikut tersenyum kecil.

“Ne, gomawo sudah memaafkan aku Unnie,” ujar Sulli sambil membungkuk pelan.

“Ah, tapi apa aku bisa menganggapmu kakakku juga?” Tanyanya penuh harap. Amber menatap Jonghyun seolah meinta persetujuan. Sementara Jonghyun hanya menatap Amber seolah berkata ‘terseramu-lah!’.

“Ne, tentu saja. Adik Jonghyun, berarti dia adikku juga,” jawab Amber tersenyum.

Sulli mengepalkan tangannya dan mengacungkannya(?) .“Kalau begitu kali ini bukan hanya Jonghyun Oppa yang akan aku jaga! Mulai sekarang dan selamanya aku akan menjaga Jonghyun Oppa dan Amber Unnie sampai titik darah penghabisan!” Seru Sulli dengan sangat bersemangat.

“HA?! JANGAN MULAI LAGI SULLI-YA!!” Teriak Jonghyun dan Amber bersamaan.

Sementara yang diteriaki kini hanya terkekeh pelan, sambil sedikit mengusap air mata yang kini sudah tumpah ke wajahnya karena menyadari kebodohannya, juga menangis karena kebahagiaannya.

***

Sementara itu keesokan harinya semua orang tercengang dan terus-terusan berkata ‘Itu tidak mungkin’ saat mendengar berita kalau Amber itu adalah saudara kembar Jonghyun. Namun, para fans Jonghyun kini sedang membuat pesta poria untuk merayakannya kabar gembira itu, karena itu berarti saingan mereka sudah berkurang satu walau memang Jonghyun itu milik Luna yang kini sedang berada di Amerika. Tapi hal yang sama dirasakan oleh fans Jonghyun tidak dirasakan sama sekali oleh Onew cs.

Mereka kini sedang berada di ruang kelas mereka yang sudah sengaja mereka kosongkan dengan cara mentraktir semua murid di kantin.

“Kau sepertinya sangat ingin menghajarku ya Jjong?” Umpat Minho sambil sedikit meringis memegangi lebam di pipinya.

Jonghyun terkekeh bersemangat. “Terlalu semangat Ho, dan sedikit ehm- pembalasan atas kejadian pot tanaman lalu,” jawab Jonghyun enteng.

“Sialan kau!” Umpat Minho. Sementara Jonghyun hanya memamerkan seringaiannya pada Minho yang kini tengah menatap Jonghyun dnegan tatapan tajamnya.

“Berhasil rencana kita?” Tanya Onew. Bisa dilihat dari wajahnya, dia juga mengalami lebam namun dia tak terlalu terluka parah seperti Minho. Hanya ada beberapa luka lebam di tangan dan kakinya.

Jonghyun mengangguk. “Yup! Dan kita berhasil! Hehe, gomawo rencana kita memang cemerlang,” ujarnya semangat.

“Rencana kita? Rencanaku bodoh! Seenaknya saja mengaku-ngaku rencanaku!” Teriak si pemilik rambut botak separuh Key tak terima rencana cemerlangnya disebut rencana ‘kita’. Sekarang dia masih sibuk mengobati Taemin dan mengumpat kesal pada Jonghyun karena melukai Taemin si magnae kesayangannya.

“Semoga kau berubah menjadi dinosaurus Jjong!” Umpat Key. Itulah salah satu umpatan favorit Key untuk Jonghyun karena bentuk rahangnya yang mirip dengan dinaosurus. “Terimakasih Tuan botak separuh, itu benar-benar pujian yang sangat mengharukan.” Balas Jonghyun.

“Aku menyesal mengusulkan rencana ini,” umpatnya Key.

Taemin menepuk pundak Key pelan. “Sudah-sudah Key Hyung, yang penting kan ini yang terakhir.” Ujar namja imut itu.

“Ah! Hyung bagaimana dengan Sulli?” Lanjut Taemin lagi sambil sedikit meringis karena masih diobati oleh Key.

“Dia baikan dengan Amber, dan mereka sudah sangat dekat seperti amplop dan perangko, bahkan aku pun tersingkirkan,” ujar Jonghyun lesu, dia sedikit mengerucutkan bibirnya.

“Salahkan wajahmu yang kalah tampan dari Amber,” celetuk Minho yang masih dendam pada Jonghyun karena luka lebamnya yang lebih banyak.

Onew terkekeh. “Syukurlah, aku akan membunuhmu kalau rencana ini tak berhasil,” ujarnya sambil diikuti anggukan semangat dari Taemin.

“Yeah, pasti berhasil rencana siapa dong-” ujar Jonghyun sedikit menghentikan ucapannya. “Rencana Tuan Botak Separuh yang sangat menyeramkan ini,” lanjut Jonghyun sambil menunjuk Key.

“PULANGLAH KE MASA LALU! DASAR DINO BODOH!!” Teriak Key sambil melempar obat merah ke wajah Jonghyun. Untungnya Jonghyun sempat menghindar, kalau tidak wajahnya pasti sudah seperti wajah orang yang kerja sebagai tukang cat.

“Kau jadi punya dua adik heh?” Tanya Onew.

“Yup, and No one else except them,” ujar Jonghyun.

“Kagak usah ngomong bahasa inggris kalau masih belepotan gitu! DINO SIALAN!!” Teriak Key sambil melempar  obat merah lagi pada Jonghyun.

“Sialan kau Tuan Botak!!”

 

No One Else status : END

Annyeong semua!!

Ini part terakhir dari no one else, jadi nikmatin ya?

Sorry aku terlat postnya, kemarin-kemarin langsung ada tugas pas udah masuk sekolah, guru-guru emg niat mau membuat kita kerja rodi! (diseret wakasek ke ruang Kepsek)

haha, ya udah deh!

note :

1. Jangan panggil saya thor, panggil aja mail/chingu oke?

2. Buat yang gak suka, please jangan baca aja (tapi kalo udah keburu baca langsung komen aja yak!) daripada komen aneh(?)

3. Please Leave a Comment (Important) !!

4. See You on Next Fanfiction !!

5. Ini note terakhir : BYE!!


-ilmacuccha-

14 thoughts on “No One Else [Part3]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s