[Teaser] Even Just a Dreams

Hemm .. yang mau ketawa, ketawa dulu deh jangan masuk. Puas-puasin dulu ketawanya XD . KALAU UDAH MASUK DILARANG KERAS UNTUK KETAWA ! AWAS, INI BULAN RAMADHAN ! <– lah?. Hoho .. maaf karna FF ini rada gaje gimana gitu TT.TT mohon dimaklumi ya :D D Hoho . Untuk sementara ini POSTER belum ada, Zen masih binggung sama main castnya, ntar ikut polling yooo BADers Zen tercinta/DUAGH. Byee~ Bye byee .

______________________________________________________________

Title        : Even Just a Dreams

Genre       : AU,a bit romance,Friendship,family.

Rate        : General

Length       : Short Story

Main Cast   :

  • Yoon Eun Ji/Ocs ak.a Zen as YOU
  • Bang Cheolyong/MBLAQ
  • Kim Jonghyun/SHINee
  • Im Jin ah ak.a Nana/After School
  • G-Dragon/Big Bang
  • Sandara Park/2NE1

Cameo cast :

  • G.o ak.a Jung Byunghee/MBLAQ
  • Lee Jinki/SHINee
  • CL/2NE1

Soundtrack   : Even in My Dreams – G.O 1st Solo Album, You & I – MBLAQ

Disclaimer    : Zen illustration area only ! No others Author ! Yoon Eun Ji is MINE ! Bang Cheolyong TOO ! arra?!

Summary     :

“Mimpi adalah bayang-bayang illusi kematian yang ada disampingmu” – Akzen

*Ppyong*

“KAU PUNYA mimpi? Ya … sebuah mimpi”Gadis itu memutar badannya, dia bersandar dipagar, rambutnya melayang bersama dengan hembusan angin.

Gadis yang satunya mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah rokok dan pemetik api, dia akan merokok. “Tidak, mimpiku sudah mati ..”Ucapnya seraya menghisap rokok yang ada dimulutnya.

Gadis yang bersandar itu tertawa, lalu dia kembali memutar badannya, melihat kea rah central kota Seoul yang penuh dengan lampu. “Kau salah, Mimpi tidak pernah mati. Yang mati itu Semangatmu, kepercayaan dirimu. Tahu apa kau tentang kematian?”

“Sesuatu yang membuat sakit atas kematian eommaku”Ucapnya dengan santai, rokok yang ada dimulutnya hampir habis. “Kau punya rokok lagi?”

“Berhentilah merokok ! aku benci melihatmu seperti ini, Ada apa denganmu huh?! Kau gila !”Gadis itu membentak temannya, emosinya sudah memuncak.

Gadis yang dibentak malah tertawa remeh, “Tahu apa kau tentang aku? Urus saja mimpimu yang tidak pernah tercapai itu !”

“Oh, tuhan .. Eun Ji ! Aku sudah tidak mengenal dirimu lagi ! kau tahu, aku menemuimu karna ingin menawarkan beasiswa disekolah bakat itu ! Ini semua tentang mimpimu yang dulu ! tapi kau malah seperti itu denganku?! Aku menyesal telah menemuimu !”

“Siapa? Siapa yang menyuruhmu untuk menemuiku? Aku berbeda, aku yang dulu sudah mati ! mati bersama dengan jasad eommaku !”Gadis itu bersiap pergi, dia melempar sembarang putung rokok miliknya.

“Mimpi adalah sesuatu yang bisa membawamu bertemu dengan orang yang kau sayangi ! Ingatlah itu Eun Ji ! aku tidak berbohong !”Teriak gadis itu dengan kuat, lalu dia menghela nafas berat. “Mimpi itu adalah dirimu Eun Ji”

(***)

NADA DARI biola itu terdengar sangat indah, alunan yang begitu halus sehingga orang bisa merasakan perasaan dari pemain biola itu. Gadis itu memberhentikan permainannya, sepertinya dia merasakan sesuatu yang salah pada biola itu, salah satu nada dari biola itu ada yang hilang.

“Ahjumma, sepertinya biola ini tidak bisa dimainkan lagi. Kau harus meminta ganti rugi atas ini”Gadis itu tersenyum, lalu menaruh kembali biola itu.

“Ah, Terima kasih Dara. Berkat kau banyak pembeli yang tidak pernah merasa kecewa. Dan kau sepertinya mendapatkan sebuah pesan”

Dara mengambil Cardigan dan Syalnya, lalu mengalihkan kembali pandangannya kea rah perempuan paruh baya itu. “Apa Ahjumma?”

“Seorang pembeli memintaku untuk mempertemukan dirinya dengan kau, hari ini kau tidak sibuk bukan? Kau bisa datang ke Insadong, toko tea tradisional itu”

“Aigoo~ apa dia pengemmarku?”Gadis itu terkekeh, “Oke ahjumma, aku akan menemuinya. Annyeong~”Dara menghilang dibalik pintu bordering karna terdapat lonceng diatasnya.

(***)

@ Geojang Seoul School, 09.00 AM KST

GADIS ITU membenarkan letak kacamatanya, tangannya dipenuhi oleh buku-buku yang akan dia masukkan kedalam loker. Kakinya terus berjalan ringan melewati koridor yang sepi, mungkin karna seluruh siswa sudah masuk ke dalam kelas. Langkahnya terhenti sejenak, sepertinya gadis itu menginjak sesuatu.

“Musical Seoul School? Bukankah ini sekolah bakat terkenal itu?”Gadis itu melirik ke kiri dan ke kanan, “Siapa yang membawa brosur ini? Apa para stuf mereka ada disini?”

“Hey !!”Seseorang mengejutkan gadis itu, membuat dirinya terhuyung kebelakang.

“Ka-kau-kau .. Siapa?”

“Aku salah satu dari mereka, Musical Seoul School sedang mencari siswa yang berbakat dan guru disini bilang kalau kau adalah orangnya. Selamat, kau mendapat beasiswa untuk bersekolah disana, kau akan dipertemukan lagi dengan dua orang berbakat lainnya”

“Apa?”Gadis itu terdiam, dia masih tidak mengerti.

(***)

@Tradisional Tea,Insadong 10.00 AM KST

GADIS ITU mendorong pelan pintu kaca dengan lonceng kecil diatasnya, matanya melirik ke kiri dan ke kanan, mencari seseorang yang dikatakan oleh Ahjumma tadi. Matanya berhenti pada satu orang yang tengah melambai kea rah gadis itu.

“Annyeonghaseyo ..”Gadis itu menundukkan kepalanya sedikit, lalu menarik kursi untuk duduk.

“Dara-ssi? Benar?”Tanya lelaki itu dengan tersenyum.

Gadis bernama Dara itu hanya mengangguk kaku, “Anda kenal dengan Seonggu Ahjumma?”

“Benar, kami adalah pelanggan tetap dari tokonya. Kau tahu Musical Seoul School? Sekolah itulah pelanggan tetap dari Seonggu ahjumaa”Lelaki itu mengaduk minuman yang ada didepannya, “kau ingin memesan apa?”

“Ah~ tidak usah, setelah ini aku ingin menjemput adikku”

“Geurae, sebaiknya kita segera memulai ini. Dara-ssi .. Selamat, kau mendapat beasiswa untuk masuk ke Musical Seoul School”

“Apa?maksud kau? Beasiswa?”

“Akhir tahun ini Musical Seoul, sedang mencari tiga siswa berbakat dan memberikan mereka sebuah beasiswa untuk bersekolah disana. Dan aku? Melihat itu dalam dirimu Dara-ssi, kau mempunyainya … bakatmu itu, kau akan menjadi pemain cello bersama dengan siswa disana”

“Tapi bukankah sekolah itu sangat terkenal? Dan hanya menerima siswa dengan latar belakang yang jelas?”

Lelaki yang ada dihadapan Dara tertawa, “Sebagian dari perkataanmu benar, tapi sebagian salah. Memang Musical Seoul hanya menerima siswa dengan latar belakang jelas, bukan berdasarkan dari kekayaan, tapi latar belakang bakat yang mereka miliki. Tapi itu ada benarnya, rata-rata siswa disana mempunyai uang lebih”Lanjutnya, “tapi kau tenang saja, Sunbae disana sangat baik”

Gadis itu masih terdiam, dia masih membisu dibalik kekagetannya.

“Dara-ssi, besok kau sudah bisa memakai seragam yang ada dirumahmu itu. Kau orang terpilih Sandara Park”Lelaki itu meneguk habis minumannya, lalu dia beranjak dari kursi. “Aku harus pergi, titip salam untuk adikmu ya”Ucapnya dengan tertawa.

Dara hanya mengangguk, sepertinya pikirannya sedang tidak ada dikepalanya.

(***)

@Musical Seoul School, 09.00 am KST, Apujeong

GADIS DENGAN topi softball menutupi kepalanya dan menggenakan kacamata itu melangkah ringan mengelilingi sekolah. Mulutnya yang mengunyah permen karet, sesekali meniupnya sehingga membuat balon yang lumayan besar. Matanya menatap bangunan itu dengan sangat dingin. Sedangkan tangan kanannya, menyentuh dinding sekolah dengan pikiran yang menerawang.

“Yaa ! Kau, kau yang berambut merah ! Siapa yang menyuruhmu memainkan nada yang salah hah ! Dasar bodoh ! Ulangi lagi sampai nada itu cocok !”

Mendengar teriakkan lumayan keras, gadis itu menoleh. Seketika otot matanya mengencang, tangannya mengepal erat. Sesuatu yang sudah terkubur didalam hatinya menyeruak kembali, sesuatu rasa yang hampir dia lupakan .. Kebencian.

Dia tersenyum, lalu berbalik pergi. “Kau benar kawan, mimpi tidak mati. Tapi semangatku yang menghilang, rasa kepercayaan diriku yang tidak bisa .. menghancurkan dia !”Lanjutnya lagi, “Aku akan mengejar mimpi itu .. disini”Gadis itu membenarkan letak topinya, “akan aku hancurkan, sampai kau berlutut didepanku G-Dragon”

(***)

@Musical Seoul School, 08.00 am KST

_Eun Ji Sides_

Aku berjalan pelan menyusuri lorong koridor sekolah, ini adalah hari pertamaku masuk ke dalam sini tapi kenapa aku masih berada diluar kelas, sedangkan semua siswa sudah masuk? Jawabannya hanya satu, Malas. Orang mengatakan kalau aku akan di ajarkan oleh seorang Sunbae, tapi aku tidak tahu siapa namanya. Yang jelas, Sunbae itu termasuk salah satu deretan lelaki ‘tertampan’ disekolah ini. Masa bodoh, pikirku.

Langkahku terhenti, ku sentuh jajaran loker yang mereka pada dinding. Lalu kaki kembali melangkah dengan setapak demi setapak. Tampak jelas koridor itu masih sama .. tidak ada yang berubah, sedikitpun. Aku ingat ketika aku melarikan diri dari sekolah ini, dan membuat beberapa guru mengejarku sampai mereka terjatuh. Oh, betapa bodohnya mereka dulu.

Ya, aku pernah bersekolah disini. Sebelum perusahaan appa bangkrut. Haa~ masa lalu yang tidak perlu diingat, tidak penting.

“Aish~ Kemana perginya anak baru itu?! Apa dia pikir ini sekolah punya keluarganya!”Lelaki yang masih berada di ujung koridor itu melihatku, lalu dia mendelik. “YAA ! KAU ! kau anak baru itukan ! Aigoo~ kemana saja kau? Apa kau tidak tahu kalau kelas piano sudah mulai dari jam setengah tujuh !”Ucapnya dengan berjalan cepat dan menunjuk ke arahku.

Ku sunggingkan sebuah senyuman, lalu berbalik dan segera berlari cepat meninggalkan koridor.

“APA?! YAA TUNGGU !DASAR!”Lelaki itu mengejarku, dengan mengangkat tangannya dengan sia-sia.

Ahh~ sudah lama aku merindukan kejar-kejaran seperti ini. Di kejar guru, penjaga sekolah, dan juga appaku sendiri. Aku menghentikan langkahku dengan kejut, tiba-tiba saja lelaki itu sudah ada berada dihadapanku dengan menterlentangkan tangannya.

“Mau kemana kau hah?! Sudahlah, aku lelah. Cepat kau kembali ke kelas, nona kita bukan anak kecil lagi”

Aku melangkah ke kanan, lelaki itu ikut kekanan. Aku melangkah ke kiri, dia juga ikut seperti itu. Ku luruskan badanku, lalu menatapnya dengan tatapan dingin.

“Apa?”tanyanya. “Sudahkan, ayo kita kembali ..”

Bibirku masih tertutup rapat, tidak mengatakan apa-apa.

“Aish~kau ini aneh sekali, apa kau bisu?!”

“Kau ingin pergi ke sekolah atau bermain dipantai hah?”kataku seraya melewatinya, berjalan pelan mendahului lelaki itu.

“YAA!kau harus memanggilku SUNBAE! Eh? Apa?”

“Sandal tidak diperbolehkan dipakai ke sekolah. Mau aku laporkan .. atau kita bolos?”

“OMONA!”lelaki itu terkejut, ketika melihat kea rah kakinya. “Apa kau bilang?”

Sunbae bodohku ini bernama .. Bang Cheolyong atau kau bisa memanggilnya Mir. Tapi aku lebih suka menambahkan TOK dibelakang namanya.

_End Eun Ji Sides_

(***)

@Street, 07.20 am KST

_Jin Ah Sides_

Tidak ! tidak ! tidak ! ku acak rambutku dengan sembarangan. Kakiku masih berjuang keras mengayuh sepeda dengan kuat agar cepat sampai di sekolah. Jam tangan karet yang ada dipergelangan tanganku sudah menunjukkan jam tujuh lewat dua puluh menit dan artinya kelas akan masuk sepuluh menit lagi ! Bagaimana ini? BAGAIMANA?! Ku dengar kalau sunbae yang akan mengajar Vocal adalah sunbae yang sangat galak.

@Musical Seoul School 07. 27

Aku memakirkan sepeda itu dengan sembarangan, tidak ku pedulikan lagi itu jatuh atau tidak. Tapi terdengar jelas kalau sedepa itu memang terjatuh, tidak ! sekarang aku harus memikirkan bagaimana aku tidak telat ! Sedangkan kelas vocal lumayan jauh dari gedung induk sekolah.

@07.29

Hos .. Hos .. nafasku sudah tidak beraturan lagi sekarang, kini aku sudah berdiri didepan pintu kelas, menyenderkan tangan dipintu. Sudah berulang kali aku memutar knok pintu tapi tetap saja pintu itu masih terkunci. Sampai pandanganku beralih ke seseorang yang berjalan santai dikoridor dengan berjalan menunduk. OMO ! itu dia sunbae yang akan mengajarkanku.

“YAA!Sunbae kau telat !”teriakku tepat didepan telinganya dan ketika dia sudah berada didepanku.

Sunbae itu terlihat sedikit terhuyung kebelakang, mungkin karna terkejut oleh teriakkanku. Lalu dia mendelik ke arahku.

“YAA! Siapa kau bilang telat hah?! Kau itu yang telat ! Sana minggir, aku ingin membuka pintu !”Lelaki itu merongoh saku jaketnya, tapi tidak dia temukan juga benda itu. “Astaga, aku meninggalkannya”Desahnya yang masih bisa terdengar jelas olehku.

“APAA?!SUNBAE?”

“TIDAK USAH BERTERIAK BODOH !”ucapnya dengan kasar.

Aku menutup kedua mulut dengan tanganku, lalu terdiam dalam jangka waktu yang cukup lama.

Si pelupa ini sunbaeku, dia akan mengajarkanku Vocal. Lelaki ini bernama .. Kim Jonghyun. Tapi aku lebih suka memanggilnya dengan sebutan Yadong,  walaupun dia tidak suka.

_End Jin Ah sides_

(***)

_Dara Sides_

@Musical Seoul School, 08.00 am KST

Ya tuhan ! sungguh .. laki-laki botak ini, benar-benar keras kepala ! Sudah lebih dari 30 menit yang lalu kami berdebat, hanya karna sebuah cello yang tidak bisa digunakan lagi. Kepalanya itu terbuat dari apa huh ! Batu? Atau Beton ! Apa karna dia seorang senior jadi tidak mau untuk mengalah !

“Yaa ! Sunbae, dengarkan aku .. Cello ini sudah benar-benar tidak bisa digunakan, kau bisa melihat disenar Do yang sudah benar-benar menipis dan menyebabkan bunyi yang kasar ! harus berapa kali aku mengatakannya?!”

“Sudah aku bilang ini tidak rusak ! aku sudah memainkannya dan nadanya masih tetap sama ! tidak ada bunyi kasar yang seperti kau bilang tadi bodoh !”

“YAA! Tidak perlu mengataiku sunbae, Aigoo~ sungguh aku benar-benar kesal mendapatkan sunbae sepertimu ! Sebenarnya ada apa dengan Cello ini sehingga kau tidak mau membuangnya huh !”

“Tidak perlu berteriak !”teriaknya, kini dia mendekatkan badannya denganku. Menatap mataku dengan tajam. “Tidak perlu kau ketahui tentang masa lalu cello ini”Ucap lelaki itu seraya melewatiku, dia pergi meninggalkan aku sendirian di panggung musik.

Aku berbalik, menatap punggungnya yang semakin menjauh. “Cello itu milik seorang perempuan bukan, sunbae?”

Langkahnya terhenti, lalu kembali berbalik tidak berjalan .. dia tetap ditempatnya. “Tahu apa kau?Bukan ! ini milik seorang lelaki”

Aku mengangkat kedua pundakku, lalu kembali sibuk dengan cello-cello yang rusak karna dihancurkan oleh Sunbae botak itu. “Dasar botak keras kepala”Desahku.

“YAA ! AKU TIDAK KERAS KEPALA BODOH !”

Si keras kepala ini sunbaeku, dia bernama Kwon Jiyong. Tapi aku lebih suka memanggilnya Botak, sebenarnya kepalanya tidak botak. Masih ada tersisa 3 atau 4 centi lagi, entah kenapa kelapa yang selalu di tutupi topi fedora itu terkesan botak, makan aku memanggilnya itu.

(*ENDING*)

Eee, gimana? gaje ya? MAAF MAAF -,- Zen waktu buatnya lagi nostalgial nonto Obama anak menteng/pletak. Jadi gini ddeh ini FF TT.TT Kalau misalnya jelek sih  ga bakal Zen lanjott -,- .

Ah, Pilih poling dibawah ya TT.TT Pemeran BANG CHEOLYONG-EUN JI GAK BOLEH GANTI ! DARAGON COUPLE JUGA ! kalau Jonghyun sama Nana boleh aja kalau mau ^^ Tulis dikomentar ya kalau JONGHYUN mau diganti :D

NEXT FF AFTER EVEN JUST A DREMS :

FINAL EPISODE : BLACK SWAN (The Dark sides of heart)

27 thoughts on “[Teaser] Even Just a Dreams

  1. Waahh…ff nyaa kereeenn abisss!!!Nana jangan dgnti dong,..udah cocok kok sm jjong,..hehehe,..
    Ayoo…cpet update next part-nyaa dong….udh gak sbar nihh,..hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s