Annyeong author jeni kembali lagi membawa ff kyuhyun … mohon maaf apabila ff-nya jelek atau gak cocok sma judulnya,,, bngung mau ngasih jdul apa soalnya … kekekek …
Diharap jangan ngebashing ya….
Kalau gak suka mending gak usah dibaca…. Gomawo =) ^^
Title :: Kyuhyun Kissing
Author :: Jeni_Jenay
Main cast :: Cho Kyuhyun
[…] *Reader
Genre :: Romance
Length :: Oneshot
Rating :: PG-15
[*Reader *Pov]
First day
Aku menatap layar ponsel dengan tatapan geram. Biasanya dia mengsms ku tepat jam sembilan. Tapi, ini sudah hampir jam sepuluh! Kapan dia akan mengsms ku? Baru saja aku hendak mematikan ponselku, tiba-tiba satu pesan baru muncul dilayarnya. Ku tatap nama pengirim itu dengan kesal. GameKyu, nama yang aneh! Aku tau dia sangat maniak akan game, tapi jangan sampai menulis namanya sendiri di ponselku dengan nama itu! Dasar bocah aneh!!
From : GameKyu
Selamat malam
Saranghae
:*
Aku sedikit terkejut membaca isi pesan itu, isi pesan yang berbeda dari biasanya. Kyuhyun adalah orang yang cuek, paling jarang mengatakan saranghae. Kalau pun dia mengirim pesan paling hanya mengatakan selamat malam, selamat tidur, sampai bertemu besok dan pesan yang sangat membuatku jengkel adalah dia hanya mengatakan :: Malam. Apa-apaan itu?! Aku kan yeojachingunya. Ah sudahlah, buat apa aku memikirkan itu!?
Second days
“Ya! Kyu!” Tegurku yang sontak membuat langkahnya terhenti.
“Mau sampai mana kau mengantarkan ku? Apa sampai dalam juga?” Tanyaku sedikit kesal.
“Oh, jinjja?” Tanyanya dengan tampang innocentnya. Dasar anak ini. Kalau saja aku harimau, mungkin sudah aku makan hidup-hidup.
“Ne, gomawo sudah mengantarkan aku pulang.” Aku sedikit menunduk. Paling tidak aku sudah mau berterima kasih padanya. Dia menatapku sejenak dan
Chu—
“Annyeong.” Ia melambai-lambai sambil membelakangiku. Omo, apa yang baru saja ia lakukan. Ku pegangi keningku dengan tampang heran. Baru kali ini ia mencium keningku, bahkan selama 2 tahun berpacaran baru kali ini ia melakukannya. Aku berjalan masuk dan membanting pintu rumah. Apa-apaan dia itu?!
Third days
Aku membolak-balik buku pelajaranku berulang kali. Sudah setengah jam aku menunggu disini tetapi kyuhyun masih saja belum datang. Mau sampai kapan aku menunggu? Pelajaran juga akan dimulai 15 menit lagi. Aku membanting buku ku ke meja. Kesal? Tentu saja. Bukankah dia tau kalau aku tidak suka menunggu terlalu lama?!
“Mianhae.” Seseorang berbisik ditelingaku dengan lembutnya.
Chu—
“Ya! Kyu! Apa yang kau lakukan?” Aku menatapnya kesal.
“Apa salah ku? Aku hanya mencium pipi kananmu. Apa itu salah?” Tanyanya polos. Aku menatapnya datar. Entah apa yang aku rasakan sekarang. Kesal, senang, malu semua jadi satu.
“Aku mau ke kelas, aku takut seongsenim terlebih dahulu masuk daripada aku.” Aku berdiri dari kursiku dan melewatinya. Ia menarik tanganku. Aku berbalik dan..
Chu—
Lagi-lagi dia menciumku. Dan sekarang pipi kiriku yang jadi sasarannya. Argghhh, bukannya aku tak ingin. Tapi waktunya belum tepat.
“Masuklah.” Ia menarik kembali tangannya dan pergi menjauh dariku. Aku diam mematung menatap kepergiannya. Tak lama ia berbalik dan tersenyum kearahku.
“Cepatlah! Nanti seongsenim memarahimu.” Teriaknya yang sontak membuatku tersadar. Aku berbalik dan berlari menuju kelas.
Forth days
“Mianhae, apa kau sudah lama menunggu?” Tanyaku ragu-ragu.
“Ani, aku baru menunggumu 45 menit.” Kyuhyun tersenyum kearahku. Mwo? 45 menit? Itukan cukup lama, bahkan menurutku sudah sangat lama.
“Mianhae, jeongmal mianhae. Aku sedang sibuk tadi.” Aku memasang tatapan memelasku.
“Arra, makanya aku mau menunggumu.” Kyuhyun menggandeng tanganku memasuki tempat yang sudah tidak asing lagi bagiku. Arena Bermain. Kyuhyun mengajakku ke arena bermain? Apa jangan-jangan dia akan bermain sepuasnya sendiri dan akan meninggalkanku, mengacuhkanku, bahkan tidak menghiraukanku? Aaaa, tidakk! Kalau begitu lebih baik aku tidur saja dirumah, daripada ditinggalkan sendiri olehnya! Aku menggeleng-gelengkan kepalaku cepat. Tidak! Diakan cinta padaku, tapi diakan lebih mencintai game daripada aku. Tidaakk!! Aku menatapnya sekilas. Bagaimana kalau dia membentakku hanya karena game? Bagaimana kalau dia memarahiku hanya karena game? Bagaimana kalau dia memutuskanku hanya karena game?
“Andweeeee.” Tanpa sengaja aku berteriak ditengah kerumunan-kerumunan orang yang sedang berlalu lalang. Kyuhyun menatapku bingung.
“Kau kenapa?” Tanyanya heran.
“Ha? Hm, aku, e, itu, e, anu, e, apa, hm, aku” Aku gelagapan mencari alasan. Tak mungkin aku bilang kalau aku takut ia memutuskanku. Bisa-bisa nanti ia selalu mengancam akan memutuskanku kalau aku tak mau menuruti apa katanya. Kyuhyun menatapku makin bingung.
“Kau sakit.” Kyu memegang keningku dengan punggung tangannya.
“Kau tidak panas.” Sambungnya, kyu kembali menggandengku ke arah game kesukaannya. Andwe! Andwe!!!
“Kyu.” Panggilku cepat. Kyu menoleh.
“Aku ingin ice cream. Ne, aku ingin ice cream.” Ucapku sumringah akhirnya aku mendapatkan alasan untuk tidak dibawanya kesana.
—
“Sudah selesai?” Tanyaku tersenyum lebar.
“Kau aneh, katanya kau mau ice cream kenapa malah aku yang memakannya?” Tanya kyu, aku mengerjap-ngerjapkan mataku.
“Aku tidak berselera. Kita disini saja ya.” Aku menarik-narik ujung lengan bajunya.
“Tapi,”
“Yayayaya.” Aku memotong omongannya, mungkin perkataan ku sudah terlewat manja. Tapi ya sudahlah. Demi kebaikanku juga.
—
“Aku bosan disini.” Aku menatap sekitar dengan tatapan lemas.
“Kajja kita masuk.” Kyu berdiri dari posisinya dan menyodorkan tangannya ke hadapanku, ingin mengajakku mungkin.
“Andwe! Nanti kau mengacuhkanku.” Aku membuang mukaku dari hadapannya. Omo, aku keceplosan.
“Hahaha.” Kyu tertawa pelan. Kyu kembali duduk disampingku.
“Buat apa aku mengacuhkanmu.” Kyu mengusap rambutku lembut.
“Kau kan cinta dengan game-game itu.” Aku memperlihatkan tampang kusutku. Kyu terkekeh.
“Buatku, kau yang utama.” Kyu menatapku dengan pandangan hangatnya.
“Jinjja?” Tanyaku diiringi dengan kedipan mata yang aneh bin ajaib.
“Kau utama sesudah yang paling utama.” Kyu kembali tertawa. Aku memonyongkan mulutku.
“Tuhkan, aku diduakan. Kalau saja game-game mu itu hidup. Aku pasti sudah membakarnya habis-habisan.” Aku semakin emosi. Bayangkan saja, aku diduakan oleh sebuah Game -_-
“Haha, ani. Aku hanya bercanda. Kau utama dari yang paling utama dan sangat utama dari beribu-ribu utama.” Jelas kyu panjang lebar. Aku hanya membulatkan mulutku, aku sudah lelah berdebat dengannya, bisa-bisa aku kena serangan jantung kalau terus berdebat dengannya.
“Kajja, kita masuk.” Kyu menarik-narik tanganku tidak sabar.
“Andwe!” Tolakku cepat. Kyu menatapku dengan pandangan sabar mungkin. Kyu terus menatapku, lama kami berpandangan, dan akhirnya …
Chu—
Bibirnya menyentuh bibirku. Apa ini? Aku segera menutup mataku. Apa yang ia lakukan? Dasar bocah babo! Berani-beraninya dia menciumku ditempat umum seperti ini. Liat saja nanti !!!
—
Omooo, lama sekali dia menciumku. Nafasku sudah hampir habis, apakah dia tau itu?! Aku melangkah mundur menjauhi dirinya.
“Kau kenapa? Tak mau kucium?” Tanyanya polos. Anak ini sengaja polos atau kelewat polos?
“Ani, bukannya begitu tapi,.” Belum sempat aku melanjutkan omonganku kyu sudah menarikku kepelukannya, dan….
Chuuuu—-
Dia menciumku lagi. Kali ini kubiarkan dia melakukannya. Hitung-hitung diakan namjachinguku juga
Huaaaaaaaaa, apa-apaan ini? FF-nya bener-bener aneh. Maunya romancenya bejibun. Tapi, apa mau dikata. Inilah hasil akhirnya, ku harap kalian tidak kecewa. *bow
Gomawo =)
Follow twitter author ya : @Jeni_Jenay
Add fb author ya : Jeni Azzah
chuuu…dicium sungmin#kagak mau kalah,,
Iri2in balik
Hehehe
Suka..suka..sukaa so sweet
kependekan chingu..terlalu datar..mian hehe
Gwencana.. umur ku blm memasuki tahap yg lebih …
Gomawo ^^
chingu, sebenernya ane suka ffmu
tapi entah kenapa ini kurang panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang #sigh #ngarepceritanyapanjang
lanjutin cingu….heu
Poppox di t4 umum y….dasar si kyu…T,T…laen kali bt yg pnjg y thor,,
aku suka…
tp pnasaran lnjutannya..
eonni..buat yg pnjang ya…
saranghaeo chingu…