Love Story of MinSun

23 Sep
Author : r13eonni a.k.a Pinky Girl
Main Cast :
- Lee Min Ho
- Goo Hye Sn
- Yoona
Genre : Sad Romance, Romance, Life
Rating : PG 17
Type : One Shoot
Disclaimer : Sebenernya ini cerpen karya aku, yang aku angkat jadi sebuah FanFiction, ga tau bagus ato ga dan ini juga FF pertama aku yang cast nya MinSun, hehehe….JANGAN LUPA RCL NYA YAAAAAAHHH….Oya mianyah kalo cover nya butut abiiizzzz, haha…maklum ga ahli bikin Cover, wkwkwkwk..;D

NOT FOR SILENT READER


Author POV

Lee Min Ho dan Goo Hye Sun pacaran sudah 7 tahun, mereka merayakan hari jadi mereka dengan candle light dinner di pinggir pantai. Lee Min Ho  sudah mempersiapkan semuanya dengan “Sempurna” karena Min Ho memang tipe laki-laki yang romantis. Di tengah acara mereka, Min Ho melamar Hye Sun.
“Chagia, kita sudah pacaran 7 tahun, sekarang aku sudah yakinkan hatiku untuk menjadikanmu pedamping terakhir hidupku..Maukah kau menerimaku apa adanya sebagai suamimu kelak?” ucap min Ho sambil membuka kotak cincin untuk Hye Sun.
Hye Sun diam sejenak, ia sangat terharu akan lamaran Min Ho.
“Wanita mana yang sanggup menolak pria terbaik sepertimu, yobo” Hye Sun tersenyum pada Min Ho.

Dan Min Ho tersenyum bahagia karena tahu isyarat dari kata-kata Hye Sun tadi bahwa ia menerima lamarannya.

Beberapa hari kemudian, mereka sudah mulai mempersiapkan kebutuhan untuk acara pernikahan mereka. Mereka akan menikah pada tanggal 10-10-10, tanggal yang bagus karena tepat hari Ulang tahun Hye Sun. Menjelang hari pernikahan mereka, beberapa hari sebelumnya mereka melakukan pemotretan untuk foto Pra Wedding mereka. Dua hari kemudian, foto itu sudah selesai. Hye Sun ingin memajang foto itu di kamar pengantin mereka nanti. Min Ho memajangnya, namun..

Praaaang…

Foto itu tiba-tiba jatuh dan Hye Sun terkena pecahan kacanya.

“Chagia, gwaenchana?” tanya Min Ho cemas.

“Nan Gwanchanayo yobo, hanya luka robek sedikit di kakiku” jawab Hye Sun sambil menahan sakit.

“Ini bukan luka kecil sayang, aku akan bawa kamu ke Rumah Sakit”

Segera Min Ho membawa Hye Sun ke rumah sakit. Di perjalanan mereka saling menatap, terlintas rasa ketakutan di antara mereka apakah itu “Pertanda Buruk?”

Hye Sun hanya terluka di kaki kanannya dan suster telah selesai mengobati lukanya dan dia pun sudah diperbolehkan di bawa pulang. Tapi di lobi Rumah Sakit, ketika mereka berjalan tiba-tiba Min Ho tidak sengaja menabrak tubuh seorang yeoja, choengmal yeppeo. Namun, wajahnya tidak asing bagi Min Ho. Sejenak ia menatap yeoja itu kaget dan tentu yeoja itu lebih tidak menyangka bahwa yang ia lihat saat itu adalah Min Ho.

Namun Min Ho tersadar dari lamunannya saat Hye Sun bertanya padanya.
“Kau kenal dia, yobo?”

“Ne..?Ah..anhio, aku tidak mengenal dia sedikitpun”

Yoona terdiam, dia sedih mendengar Min Ho berkata seperti itu. Padahal Min Ho sangat mengenal dia. Dalam hati Min Ho berkata “Maaf sayang, sebenarnya aku mengenal dia, dia adalah….” Min Ho tidak meneruskan ucapannya dalam hatinya, ia seperti tidak ingin mengingat siapa Yoona.

Yah, Yoona…yeoja yang sebenarnya pernah mengisi hari-hari Min Ho selama 3 tahun, mereka pacaran karena mereka teman satu kuliah dulu. Tapi selama 3 tahun mereka pacaran Min Ho justru tidak pernah benar-benar serius menyayangi Yoona. Padahal Yoona sudah sangat baik padanya dan sabar menghadapi sikap Min Ho yang terkadang selalu acuh padanya. Mereka putus, karena waktu itu Min Ho bertemu lagi dengan Hye Sun, sebenarnya Hye Sun adalah teman kecil Min Ho, mereka terpisah saat usia mereka 11 tahun, karena saat itu Hye Sun ikut appa nya ke luar negeri. Dan saat dia kembali ke Seoul, ida tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Min Ho. Min Ho memutuskan Yoona dan menjalin hubungan dengan Hye Sun. Pukulan berat bagi Yoona..

Ketika Min Ho berlalu meninggalkan Yoona di rumah sakit, dan melihat ternyata Min Ho telah memiliki yeoja lain, dalam hati Yoona berkata “Tuhan, aku berharap di hari-hari terakhir hidupku, aku bisa merasakan kebahagiaan melewati hariku bersamanya, itulah permintaan terakhirku Tuhan, dengar pintaku…”

Hari pernikahan Min Ho dan Hye Sun tiba, Min Ho melaju mobilnya sendiri menuju tempat pernikahannya. Namun seperti mimpi buruk, tiba-tiba dia mengalami kecelakaan saat dia akan menghindari penyebrang jalan yang tiba-tiba muncul di depan mobilnya. Min Ho langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat oleh warga sekitar. Di tempat pernikahan Hye Sun gelisah karena min Ho tidak kunjung datang, perasaannya sudah mulai tidak enak dan tiba-tiba dia mendapat telfon dari keluarganya yang melihat mobil Min Ho di jalan dan mengalami kecelakaan. Spontan Hye Sun shock dan hampir pingsan, tapi sayang keluarganya itu tidak tahu Min Ho di bawa ke Rumah Sakit mana, karena min Ho dilarikan ke Rumah Sakit oleh seorang warga namun bukan penduduk setempat.

2 hari kemudian…

Min Ho 2 hari tidak sadarkan diri, dan saat ia terbangun ia merasa pusing dan sakit di kepalanya.

“Tuan, kau sudah sadar??” tanya Dokter yang menangani Min Ho.

“Ak..uuu di mana??” ucap Min Ho sambil memegang kepalanya karna pusing.

“Anda di Rumah sakit sudah 2 hari ini, tuan. Apakah ada keluarga yang ingin anda hubungi? Karna sudah 2 hari ini kami kebingungan mencari tau siapa keluarga anda”

“Akk..uu siapa?? Siapa namaku??”

“Apakah anda tidak ingat siapa nama anda tuan?”

“Ah..aku,,aku tidak tau siapa namaku Dokter. Arrgghtt..kepalaku” Min Ho mengerang kesakitan.

“Sudahlah tuan, anda jangan memaksakan diri anda untuk mengingat nama anda, sekarang anda istirahat dulu, saya akan memeriksa kondisi anda lagi”

“Tunggu Dokter, bisakah kau menghubungi kekasihku?”

“Ye..?? Apakah anda ingat nama kekasih anda??” Dokter bertanya heran.

“Yah, Dokter tentu saja aku ingat, namanya Yoona dan beri aku kertas dan pulpen, aku akan menuliskan nomor telfonya”

Dokter memberikan Min Ho pulpen dan kertas.

“Ini nomornya” Min Ho memberikan kertas itu pada Dokter.

“Suster tolong hubungi nomor ini dan suruh dia untuk datang ke sini” Dokter itu menyerahkan kertas ke suster yang bertuliskan nomor telfon Yoona.

Suster pun segera menghubungi Yoona. Dan 1 jam kemudian Yoona datang ke Rumah Sakit, dia kaget karena melihat namja yang sedang terbaring di sana adalah Min Ho.

“Dokter, dia kenapa??” Yoona cemas melihat keadaan Min Ho.

Dokter menjelaskan pada Yoona bahwa Min Ho hilang ingatan tapi anehnya yang dia ingat hanya Yoona. Jelas Yoona pun tidak menyangka bisa seperti itu.

“Kau sudah datang??” Min Ho terlihat senang dengan kedatangan yoona.

“Ye,,aku sudah datang” Yoona tersenyum pada Min Ho.

“Gwaenchana??”

“Ye, gwaenchana. Tapi kepalaku sangat sakit chagia”

“Jinja?? Ya sudah kau istirahtalah, jangan banyak bergerak dulu, badanmu penuh dengan luka”

“Ye..tapi jangan tinggalkan aku yah, kau harus tetap di sini jika aku bangun nanti”

“Ne…aku tidak akan pernah meninggalkanmu oppa” Yoona mengelus-ngelus pipi Min Ho dengan lembut.

***

Beberapa hari kemudian Min Ho boleh di bawa pulang, Yoona membawanya pulang ke rumahnya, karena dia tidak tahu dimana rumah Min Ho sekarang, karena Min Ho sudah pindah rumah, Yoona pun tidak bisa menghubungi keluarganya karena saat kecelakaan Min Ho tidak membawa Handphone nya.

Satu minggu kemudian min Ho berangsur pulih, Yoona merawatnya dengan penuh kesabaran. Pada satu hari, Yoona duduk di ruang tamu, duduk santai karena saat itu Min Ho sedang tidur. Yoona melihat koran, ada berita tentang pencarian orangg hilang dan dia  kaget ternyata yang di cari adalah Min Ho. Batin Yoona berperang, dia bimbang, di satu sisi dia bahagia karena sekarang dia bisa bersama Min Ho di sisinya tapi di sisi lain, dia tidak mau egois karena dia tahu, ibu Min Ho dan keluarganya pasti mengkhawatirkan keadaan Min Ho sekarang. Akhirnya Yoona menghubungi nomor telefon yang tertera di koran, ternyata dia tertuju pada Hye Sun, calon istri Min Ho. Yoona mengajak Hye Sun bertemu, Yoona menceritakan semua kejadian sebenarnya pada Hye Sun bahwa dulu dia dan Min Ho pernah menjalin hubungan dan menceritakan saat ini Min Ho hilang ingatan tapi yang dia ingat hanyaYoona. Hye Sun sangat sedih dan terpukul.

“Eonni, maafkan aku karna aku sudah berbuat seperti ini padamu, tapi aku mohon, biarkan Min Ho bersamaku hanya untuk beberapa hari saja” Yoona menangis memohon pada Hye Sun.
“Mwo?? Kau pikir Min Ho barang yang bisa kau pinjam?? Anhi,,aku mohon tolong kembalikan Min Ho ku” Hye Sun pun ikut menangis karna dia sangat mengkhawatirkan calon suaminya itu.

“Eonni, sebenarnya aku sedang sakit, aku menderita penyakit serius dan hidupku tidak akan lama lagi, aku punya permintaan terakhir, aku hanya ingin di saat terakhirku, Min Ho ada di sisiku. Hanya itu, jebal” Yoona memohon lagi pada Hye Sun.

“Mworago? Kau sudah gila? Aku tidak percaya dengan apa yang kamu katakan, Min Ho adalah calon suamiku, katakan padaku dimana dia sekarang?”

“Aku tidak berbohong Eonni, aku serius, aku mohon?”

Hye Sun tetap tidak percaya, Hye Sun terus memaksa Yoona mengatakan dimana Min Ho, dan akhirnya dia tidak sengaja mendorong Yoona. Yoona pingsan, Hye Sun kaget dan dia segera membawa Yoona ke Rumah Sakit.

“Dokter apakah dia baik2 saja?” Hye Sun bertanya pada DOkter yang menangani Yoona.

“Nona, bisa saya bicara pada anda sebentar?”

Dokter yang menangani Yoona itu mengatakan yang sebenarnya pada Hye Sun, bahwa Yoona menderita penyakit Leukeumia sudah 2 tahun dan dia sudah di vonis, hidupnya hanya untuk beberapa minggu ke depan. Hye Sun tidak percaya, ternyata apa yang diucapkan Yoona itu semua benar. Hye Sun merenung dan berfikir, akhirnya dia memutuskan untuk merelakan Min Ho calon suaminya itu untuk bersama Yoona di detik2 terakhir hidupnya.

Awalnya Min Ho kaget dan tidak menyangka yeoja yang dia kira saat ini adalah kekasihnya, menderita penyakit serius dan dia tidak tau sama sekali akan hal itu. Tapi akhirnya Min Ho berjanji bahwa dia akan merawat Yoona dengan baik, walopun dia juga tau kalo hidup Yoona tidak akan lama lagi. Setiap harinya Min Ho merawat Yoona di rumah Yoona, karena Yoona yang minta ingin dirawat di rumah. Hye Sun ikut merawat Yoona, dan Min Ho sempat bertanya Hye Sun siapa nya Yoona, dan Yoona cuma bilang kalo Hye Sun itu temen kecilnya. Jelas itu bikin Hye Sun sedih, karna calon suaminya itu sekarang tidak mengingatnya sebagai calon istrinya dan malah mengingat Yoona yang sebenarnya hanya sebagai masa lalunya. Hye Sun sering menangis karena melihat Min Ho, laki-laki yang sangat dia cintai bahkan akan menjadi suaminya, sekarang ini ada di hadapannya merawat dan mencintai yeoja lain. Tapi Hye Sun selalu mencoba menyembunyikan kesedihannya di depan Yoona. Dia sadar bahwa Yoona juga wanita yang sangat mencintai Min Ho bahkan dia tahu hidup Yoona tidak lama lagi

Sore hari Yoona tiba-tiba ingin pergi ke pantai menyaksikan Sunset bersama Min Ho. Dengan duduk di kursi roda, Yoona menikmati indahnya matahari terbenam. Ia memegang tangan Min Ho dan berkata
“Oppa…ini saatnya aku pergi, aku akan kembalikan kau pada Hye Sun, wanita yang paling pantas memilikimu. Kau tahu apa permintaan terakhir sebelum aku akan pergi? Aku ingin ada kau disampingku yang merawatku. Dan permintaan terakhirku itu sudah terkabul sekarang, aku sangat bahagia oppa. Berjanjilah untuk selalu membahagiakan Hye Sun Eonnie, jangan pernah menyakiti hatinya sedikitpun dan jangan pernah membuat dia menangis setetespun karenamu”

“Chagia kau ini bicara apa? Aku bahkan tidak mengenal siapa dia? Kau tidak akan pergi kemana-mana, aku akan selalu disisimu selamanya, kau akan baik-baik saja” jawab Min Ho sambil memeluk Yoona dan heran mengapa tiba-tiba Yoona berkata seperti itu.

Yoona tersenyum menatap Min Ho sejenak, senyuman terakhir Yoona. Sampai akhirnya Yoona menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan Min Ho.

***

Di acara pemakaman Yoona, Min Ho menangis, menjerit histeris karena tidak menyangka Yoona kekasihnya itu telah pergi.

“Yonaa-yah…..Yonaaaa jangan pergi, aku mohon jangan tinggalkan aku. Bukankah kau pernah berjanji padaku bahwa kau tidak akan pernah meninggalkanku, huh?? Tapi kenapa sekarang kau mengingkari janjimu?? Yonaa-yah, ayo cepat kembali padaku, Yonaaaa…” Min Ho menangis di depan batu nisan  Yoona yang masih bersih itu.

Hye Sun yang melihatnya sangat sedih dan terpukul, bulir2 air mata tak mampu dia bendung lagi, karna laki2 yang dia cintai itu seperti sangat mencintai masa lalunya itu yang kini telah pergi.

Min Ho tiba-tiba pingsan, segera dia dibawa ke Rumah Sakit, semalaman dia tidak sadarkan diri. Dokter memeriksa Min Ho sambil memberikan surat pada Hye Sun yang sudah semalaman menunggu Min Ho.

“Ige mwoya??” Hye Sun menatap Surat yang di berikan Dokter yang dulu menangani Yoona sebelum dia meninggal dan yang sekarang juga menangani Min Ho.

“Sebelum Yoona meninggal, dia menitipkan surat ini pada saya untuk di  berikan  pada anda, Nona”

Dokter itu meninggalkan Hye Sun di kamar Min Ho yang masih terpejam dalam tidurnya.

“Dear, Hye Sun Eonnie….

Aku sangat bahagia, di saat terakhir hidupku, Min Ho ada disampingku dan aku bisa mengenal wanita berhati mulia sepertimu. Sebelumnya aku minta maaf karena aku seperti merebut Min Ho oppa darimu selama 1 bulan ini. Tapi aku yakin, setelah itu oppa pasti akan kembali ke sisimu dan akan menjadi milikmu selamanya. Terima kasih untuk hadiah yang berharga ini, mungkin saat kau membaca surat ini, aku sudah hidup tenang di alamku. Aku ucapkan turut bahagia untuk kalian berdua, semoga bisa menjadi suami istri yang bahagia dan memilki anak-anak yang tampan dan cantik seperti kalian. Berjanjilah kelak jika kalian memiliki anak perempuan, berikan dia namaku, maka rasakanlah aku akan ada di dekat kalian…”

Love….

Yoona…;)

Hye Sun meneteskan air matanya membaca petikan surat dari Yoona, dan air matanya menetes di tangan Min Ho yang sedang terbaring. Min Ho terbangun, dia melihat yeoja di depannya dan berkata.

“Hye Sun-ah….”

Spontan Hye Sun kaget mendengar Min Ho memanggil namanya.

“Kau sudah ingat aku sayang?” ucap hye Sun terharu karna bahagia.

“Kenapa kau menangis?”

“Anhio,,aku menangis karna kau sudah sadarkan diri yobo” Hye Sun memeluk Min Ho.

Hye Sun lalu memanggil Dokter, akhirnya Dokter memeriksa Min Ho dan Dokter mengatakan ingatan Min Ho sudah kembali. Hye Sun bahagia, dia bersyukur akhirnya Min Ho bisa mengingat dirinya lagi.

***

Beberapa hari kemudian…

Hari pernikahan Min Ho dan Hye Sun akhirnya benar2 berlangsung, tapi mereka ingin mengenang Yoona dan akhirnya pengucapan janji suci  dilakukan di depan makam Yoona.
3 tahun kemudian, Hye Sun melahirkan anak keduanya dengan Min Ho. Setelah anak pertama mereka laki-laki yang sudah berumur 2 tahun bernama Kim Hyun Joong. Dan kali ini anak kedua mereka seorang bayi cantik, di beri nama Yoona, sesuai pesan Yoona di surat terakhirnya untuk hye Sun agar memberikan namanya untuk putri mereka. Dan ternyata, setelah tumbuh dewasa Yoona kecil wajahnya memang mirip dengan Yoona, cantik, putih, bersih dan lembut. Mereka merasa Yoona  memang hadir kembali di tengah mereka tiap kali melihat Yoona kecil.

Keluarga sempurna, Hye Sun dan Min Ho hidup bahagia dengan dikaruniai dua anak yang tampan dan cantik dan mendapatkan pengalaman berharga dari Yoona. Sekarang Min Ho sadar, tidak akan menyia-nyiakan wanita yang sangat mecintainya & wanita yang begitu ikhlas hatinya terluka demi membahagiakan orang lain karena Min Ho takut menyesal karena kehilangannya, Hye Sun yang sekarang ini telah menjadi istrinya dan memberikan dia kebahagaiaan yang sempurna…

The End….

22 Responses to “Love Story of MinSun”

  1. Evelyn Minoz Sunnies August 21, 2012 at 1:20 am #

    yakin mereka nikah?

  2. Mitha dewita July 29, 2013 at 6:24 am #

    So sweetttt bngtt dahhhh…:*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 20,564 other followers

%d bloggers like this: