Author: v3aprilia, dwiananing, Fiensa_F
Length: chaptered
Genre: drama, family, friendship, romance
Rating: PG
Main Cast:
No! Name’s member:
- Choi Eunhoon (Orchid Choi) —> dwiananing
- Jung Iseul (Kiara Jung) —> v3aprilia
- Park Jiyoo (Jane Park) —> Fiensa_F
- Byeon Ji Young (Jill Byeon) —> LiaaML
- Kim Hye Ran (Rainy Kim) —> Rani Dwi
JYJ
- Kim Jaejoong
- Park Yoochun
- Kim Junsu
PART II
No! Name tidak akan pernah terbentuk kalau bukan karena Jung Bo Ra yang pertama kali menggagasnya. Yeoja cantik ini selalu mengatakan pada teman-temannya, kenapa di Korea band perempuan tidak terlalu mendapat tempat. Bo Ra selalu membayangkan kalau suatu saat nanti mereka akan membentuk FT Island atau Trax versi perempuan. Mulailah Bo Ra membentuk grup band No! Name dengan keempat sahabatnya, Eunhoon, Jiyoo, Iseul dan Hye Ran. Mereka sering mengikuti festival-festival musik dan beberapa kali meraih juara. Tak jarang, dari berbagai festival musik yang diikuti, No! Name menjadi satu-satunya peserta perempuan.
Hingga kemudian, No! Name mengikuti audisi di SMEnt, audisi perorangan. Mereka berharap bisa lulus bersama, dan kalau CEO SM melihat daftar prestasi No! Name, mungkin SM akan mempertimbangkan untuk membentuk band perempuan pertama di Korea. Itulah mimpi No! Name saat itu. Namun kenyataan berkata lain. Hanya Jung Bo Ra yang lolos audisi akhir. Dia sempat ragu, kalau dia mengambil kesempatan ini, artinya dia harus meninggalkan No! Name. Tapi teman-temannya mendukungnya untuk menjadi trainee SM. Mereka mengatakan kalau kesempatan seperti ini tidak akan datang dua kali. Akhirnya Bo Ra membuat keputusan untuk keluar dari No! Name, dan berjanji pada teman-temannya kalau dia akan bekerja keras untuk menjadi penyanyi terkenal.
Sayangnya, Bo Ra lebih dulu meninggal sebelum menepati janjinya.
***
Park Jiyoo memperhatikan gerak gerik Ji Young saat dia makan siang sendirian di kafetaria. Bahkan kesan pertama saja sudah menunjukkan kalau Ji Young adalah tipe orang yang tidak suka bergaul dengan orang lain. Ji Young terlihat cuek saja meskipun tepat di belakangnya, orang-orang berbisik-bisik sambil sesekali meliriknya.
Bisik-bisik serta pandangan mata yang penuh selidik memang terus mengikuti Byeon Ji Young selama beberapa hari ini. Setelah dia menjalani training selama dua bulan di JYJ, sebuah situs berita di internet mengungkap fakta bahwa Byeon Ji Young ternyata pernah menjalani training di di SM Entertainment. Berapa lama Ji Young menjalani training, sampai sekarang ini masih belum diketahui. Tapi fakta itu saja sudah cukup membuat heboh, karena mengingat perseteruan yang masih terjadi antara SM dan JYJ, mustahil mereka mengadakan semacam kerja sama kontrak dengan memindahkan Ji Young dari SM ke JYJ, karena Ji Young sudah jelas-jelas masuk ke JYJ lewat jalur audisi.
Berita itu memunculkan satu pertanyaan di benak Jiyoo: apakah Ji Young pernah mengenal Jung Bo Ra?
Jiyoo segan menanyakannya, tentu saja. Dia tidak pernah mengenal Ji Young, dan melihat ekspresinya itu, Jiyoo pesimis Ji Young mau menjawabnya.
Tapi kalau Ji Young menjawab ‘kenal’, lalu selanjutnya apa? Menanyakan kenapa Bo Ra bisa mendadak mengalami serangan jantung, yang kemudian merenggut nyawanya? Untuk apa Jiyoo menanyakan hal yang menyakitkan itu, apalagi pada orang yang belum dia kenal?
Jiyoo kaget melihat tiba-tiba Ji Young mengambil tempat duduk tepat di depannya.
“Hei…”
“Maaf kalau aku mengambil tempat duduk temanmu,” kata Ji Young. “Tapi aku tidak bisa duduk di tempat lain.”
“Ah, iya, tidak apa-apa. Aku sendiri saja, kok,” kata Jiyoo canggung. “Oh iya, namaku Park Jiyoo.”
Ji Young hanya mengangguk sekilas, tanpa memperkenalkan namanya. Selama beberapa saat mereka hanya diam, kemudian Jiyoo berdehem pelan dan bertanya,
“Apa… kau pernah mengenal Jung Bo Ra?” tanya Jiyoo pelan.
Sendok di tangan Ji Young tertahan di udara. Dia tidak mendongak menatap Jiyoo, tapi Jiyoo bisa melihat ekspresi di wajah Ji Young mendadak berubah.
“Jung Bo Ra…. Apa kau mengenalnya? Dia temanku di…”
“Aku tidak kenal,” potong Ji Young. “Aku tidak mungkin mengenal semua trainee di SM,” lanjutnya. Ji Young lalu segera berdiri tanpa menghabiskan makanannya.
“Maaf!” kata Jiyoo. “Aku tidak bermaksud menyinggungmu!”
“Tidak apa-apa,” kata Ji Young, lalu pergi. Jiyoo menatap yeoja yang berjalan menjauh itu, sementara orang-orang di kafetaria menatapnya dengan pandangan penuh ingin tahu. Mungkin mereka penasaran dengan apa yang Jiyoo dan Ji Young obrolkan tadi, dan kenapa Ji Young mendadak pergi.
Baru beberapa langkah meninggalkan kafetaria, ekspresi dingin Ji Young berubah drastis. Dia bersandar di tembok sambil menggigit bibirnya. Seberapapun besarnya usaha Ji Young untuk tidak mempedulikan pemberitaan serta komentar orang-orang tentang dirinya. Ji Young tetap tidak bisa seratus persen melakukannya.
Ji Young memaksakan dirinya untuk tidak bersandar lagi, hendak berbalik kembali ke tempat latihan. Tapi ternyata seseorang sudah berdiri di belakangnya, dan Ji Young menabrak orang itu saat dia berbalik.
“Aduuuh!”
“Aaaaaw! Ah, mianhae! Mianhae!” seru Ji Young. Orang yang dia tabrak ternyata Iseul.
Bukankah yeoja ini yang menyapaku saat audisi akhir? pikir Ji Young.
Iseul mengaduh kesakitan sambil menekan lengannya, lalu mendongak menatap Ji Young. “Ji Young-ssi! Aku mencarimu kemana-mana.”
“Kenapa kau mencariku?” tanya Ji Young.
“Sebenarnya bukan aku sih yang mencarimu, tapi PresDir Kim. Dia ingin membicarakan sesuatu denganmu,” jawab Iseul. “Hei, siapa tahu dia ingin membicarakan mengenai debutmu.”
“Aku kan baru training dua bulan, itu terlalu awal,” kata Ji Young.
“Oh, iya ya, hehehe,” kata Iseul. Ji Young menghela napas melihat keluguan Iseul, lalu pergi melewati yeoja itu.
“Oh ya, Ji Young-ssi,” panggil Iseul. Ji Young menoleh.
“Tidak usah peduli dengan omongan orang-orang,” kata Iseul, tersenyum tulus pada Ji Young. “Hwaiting! Ok?”
“Sikapmu berlebihan,” kata Ji Young datar. “Lagipula, yang menjalani kan aku, kenapa orang lain yang repot?” lanjutnya lalu pergi meninggalkan Iseul.
“Dingin sekali…” gumam Iseul.
***
“Onnie, Ji Young onnie sekarang sudah menjadi trainee di JYJ!” kata Luna ceria pada rekan satu grupnya di f(x), Amber, saat mereka sedang istirahat latihan dance untuk persiapan tur konser SMTown tiga bulan lagi.
“Benarkah?” kata Amber, kelelahan yang tersirat di wajahnya sedikit menghilang.
Luna mengangguk semangat. “Aku baca beritanya tadi di internet. Kupikir sejak dia keluar dari SM beberapa waktu yang lalu, aku tidak akan bisa mendengar kabarnya lagi, apalagi Ji Young onnie tidak pernah meneleponku. Ternyata dia sedang menjalani training di JYJ, sudah dua bulan.”
Amber mengangguk sekilas.
“Onnie kangen dengannya ya?” tanya Luna. Dia tahu kalau saat training, Amber dan Ji Young sangat akrab. Selain itu, mereka juga sama-sama calon rapper di grup f(x), sebelum akhirnya posisi itu diberikan pada Amber.
“Kalau saja Young Min-ssi menjadikan f(x) enam member, mungkin Ji Young onnie bisa masuk,” kata Amber pelan. “Dia yang paling akrab denganku, dan kami sering bersama-sama melatih rap kami, bahkan dia juga yang mengajariku. Tapi justru dia yang tidak terpilih jadi member f(x).”
“Jangan menyalahkan dirimu, Onnie. dan jangan berkata seolah-olah Young Min-ssi membuat kesalahan dengan tidak memilih Ji Young onnie,” Luna memelankan suaranya. “Pasti ada pertimbangan lain kenapa Ji Young onnie tidak terpilih.”
“Lalu kenapa dia keluar?” tanya Amber. Luna kaget melihat reaksi Amber.
“Onnie…”
“Maaf, maafkan aku,” kata Amber menyesal. “Yah, kau benar. Mungkin saja dia tidak cocok dengan karakter f(x)…”
Tapi tetap saja, Amber tidak bisa menahan pertanyaan yang muncul dalam benaknya. Dia merasa ada sesuatu yang mengganjal dalam keputusan Ji Young saat keluar dari SM dulu.
***
“Ji Young…”
Tanpa disadari oleh Amber dan Luna, obrolan mereka didengar oleh Changmin yang hendak masuk ke ruang latihan para member f(x). Sebenarnya dia hendak mencari Victoria untuk suatu keperluan, tapi saat dia hampir membuka pintu, dia mendengar Luna, hoobae-nya, menyebut-nyebut nama JYJ dan Ji Young.
“Ji Young…” Changmin menggumamkannya lagi. Dia tidak pernah mengenal seorang Ji Young pun, tapi dari obrolan kedua hoobae-nya itu, dia tahu kalau Ji Young ini dulu mantan trainee di SM. Seorang trainee yang keluar dari satu manajemen dan kemudian bergabung ke manajemen lainnya memang menjadi hal yang akan selalu terjadi di dalam industri musik, tapi Changmin penasaran kenapa Amber jadi segusar itu.
Tiba-tiba saja gagang pintu yang dipegang Changmin berputar dari dalam dan terbuka. Changmin terkejut setengah mati.
“Ah, Changmin sunbaenim!” seru Amber. “Ada apa?”
Gawat, apa mereka tahu kalau aku menguping? batin Changmin. Changmin sedikit berdehem lalu pura-pura melongok ke dalam ruang latihan. “Kalian… berdua saja?”
“Yang lain keluar, kami sedang istirahat. Capek sekali setelah latihan 3 jam. Oppa mencari Vic onnie ya?” tanya Luna, menatap Changmin yang tinggi menjulang di depannya.
“Ah… iya, aku mencarinya. Tapi sepertinya dia tidak ada, ya sudahlah,” kata Changmin, lalu berbalik pergi.
“Mau kami sampaikan ke onnie?” tanya Amber.
“Tidak usah. Bukan hal penting,” kata Changmin, lalu pergi. Entah kenapa, obrolan Luna dan Amber tadi membuat dia penasaran dengan sosok Ji Young mantan trainee SM ini.
***
“Bagaimana? Apa pihak SM sudah memberikan konfirmasi?” tanya Jaejoong pada Junsu. Yang ditanya hanya menggeleng singkat.
“Sekretaris Shin sudah melakukan semua kata-katamu, mengirimkan faks setiap hari kepada SM. Tapi sudah seminggu lewat mereka belum juga membalas, entah apa sebabnya.”
“Hyung, kau pasti tahu kalau hal ini akan menyebabkan masalah, kenapa kau meloloskannya?” tanya Junsu pelan.
“Gadis itu? Kenapa aku harus tidak meloloskannya?” Jaejoong balik bertanya. “Peserta lain memiliki banyak kelemahan yang membuat mereka tidak lolos. Tapi tidak dengan gadis itu, semua orang di aula waktu itu pasti akan mengakui kalau dia berbakat. Tidak mungkin aku tidak meloloskannya hanya karena dia mantan trainee SM.”
Junsu hendak bicara lagi, tapi tiba-tiba terdengar suara pintu ruangan diketuk.
“Masuk,” kata Jaejoong.
Pintu ruangan terbuka, Ji Young sudah berdiri di sana. “PresDir Kim, anda memanggilku?”
“Ya, duduklah,” kata Jaejoong.
“Aku keluar dulu,” kata Junsu. Ji Young membungkuk saat Junsu melewatinya, dan lewat sudut matanya Ji Young bisa melihat kalau Junsu sempat menatapnya selama beberapa saat sebelum dia keluar ruangan dan menutup pintu. Ji Young mencoba bersikap tenang dan duduk.
“Ji Young-ssi, kau tentunya sudah mengetahui pemberitaan tentang beberapa hari ini, bahwa kau dulu adalah mantan trainee di SM Entertainment. Kami belum bisa memberikan pernyataan resmi ke media karena sampai saat ini pihak SM juga belum memberikan konfirmasi,” kata Jaejoong.
Air muka Ji Young berubah kaget. “Ah… aku tidak tahu kalau hal itu penting. Maafkan aku Jaejoong-ssi…”
“Yang penting sekarang, kami memerlukan konfirmasi darimu, supaya pemberitaan tidak semakin meluas dan kau tidak terganggu.”
“Saya memang pernah menjalani training di sana selama 1,5 tahun,” jawab Ji Young. “Saat itu saya hampir menjadi rapper di grup f(x), tapi kemudian posisi itu diberikan pada Amber, saya tidak terpilih.”
Entah kenapa Jaejoong melihat gelagat yang aneh dari Ji Young, meskipun Ji Young bersikap tenang tapi Jaejoong tetap merasa ada yang ditutupi yeoja itu.
“Baiklah, aku percaya dengan ucapanmu. Kalau sampai tiga hari pihak SM tidak juga memberikan konfirmasi, kami akan memberikan pernyataan resmi berdasarkan keterangan darimu.”
“Baik,” kata Ji Young.
“Kau boleh pergi sekarang,” kata Jaejoong.
Ji Young membungkuk lalu berjalan keluar ruangan, tapi beberapa saat kemudian dia berbalik lagi.
“PresDir Kim,” kata Ji Young pelan. Jaejoong menoleh.
“Grup No! Name yang saat ini masih menjalani training,” kata Ji Young. “Apa anda akan menjadikan mereka girband?”
Jaejoong menatap Ji Young heran. “Mereka baru dua bulan training, masih lama untuk membicarakan konsep debut mereka. Dan seharusnya kau tidak menanyakan itu.”
“Maaf. Saya menanyakannya karena… dari training yang sedang mereka jalani, mereka hanya melatih vokal dan alat musik, sama sekali tidak melatih tarian. Saya mengira anda melatih mereka untuk menjadi band,” kata Ji Young. “Untuk itu, saya memberanikan diri untuk mengatakan ini pada Anda, izinkan saya menjadi anggota kelima No! Name.”
Jaejoong terkejut mendengar kata-kata Ji Young. “Kau ingin di-training bersama dengan No! Name?”
“Ya,” jawab Ji Young pelan namun pasti.
“Tapi sepertinya formasi mereka sudah lengkap. Choi Eunhoon pada main vocal dan gitar, Park Jiyoo pada drum, Jung Iseul di bass, dan Kim Hye Ran di keyboard.”
“Saya menguasai gitar dan rap,” kata Ji Young yakin. “Artis-artis lain menjadikan kemampuan bermain alat musik mereka sebagai bakat sampingan, tapi saya ingin melakukan hal yang sebaliknya.”
Jaejoong menatap yeoja yang berdiri di hadapannya ini. Dia sama sekali tidak menangkap kesan sombong dari Ji Young. Kata-katanya tadi justru menunjukkan kalau Ji Young sudah mengetahui apa yang ingin dia kembangkan dalam dirinya, dan untuk itu dia merasa harus mendapat persetujuan dari Jaejoong.
“Mohon anda mempertimbangkannya,” kata Ji Young, sangat berharap.
“Baik, seminggu lagi kau akan kupanggil untuk membicarakan hal ini,” kata Jaejoong. “Sekarang kau boleh keluar.”
“Terima kasih banyak,” Ji Young membungkuk lalu keluar dari ruangan Jaejoong. Ji Young menutup pintu, lalu bersandar dan menghela napas panjang.
“Kumohon, Jaejoong-ssi… Izinkan aku bersama dengan mereka…”
***
“Changmin, tadi katanya kau mencariku?” tanya Victoria.
“Umm, ya…” jawab Changmin. Dia sudah benar-benar melupakan tujuannya mencari Victoria tadi, karena dia terlalu memikirkan Ji Young. “Noona… Apa noona pernah mengenal mantan trainee SM yang bernama Ji Young?”
Wajah Victoria yang semula ramah mendadak berubah. Dia seperti kaget melihat Changmin bisa mengetahui tentang hal itu. Victoria merasa gugup saat Changmin menatapnya, menunggu jawaban darinya.
“Noona…”
“Aku tidak mengenalnya,” jawab Victoria cepat. “Ji Young siapa yang kau maksud, Changmin?”
Changmin terkejut mendengar jawaban Victoria. “Noona tidak mengenalnya?”
“Tidak, aku tidak pernah mengenalnya,” kata Victoria lagi, dia berusaha menutupi suaranya yang bergetar dengan berbicara cepat. “Kenapa kau menanyakannya?”
“Ah, tidak. Aku melihat beritanya ramai dibicarakan di internet. Aku hanya penasaran saja,” jawab Changmin. Tak ada seorangpun di SM yang tahu kalau Yunho dan Changmin masih sering mencari berita-berita tentang DBSK dan JYJ.
Victoria mengangguk sekilas. “Ah, aku harus pergi, Changmin. Maaf aku tidak bisa membantumu, aku tidak mengenalnya,” kata Victoria lalu buru-buru pergi.
“Tidak apa-apa, noona,” kata Changmin. Setelah Victoria pergi, Changmin menangkap satu hal yang mengganjal. Kenapa Luna dan Amber bisa sangat mengenal Ji Young, tapi Victoria mengaku tidak mengenalnya sama sekali? Atau… benarkah Victoria tidak pernah mengenal Ji Young?
“Ji Young… Ji Young…” gumam Changmin. Kau ini sebenarnya siapa?
***
Iseul berjalan sendirian menyusuri pertokoan. Dia sudah selesai latihan hari ini, dan dia minta izin keluar sebentar untuk mengambil uang kiriman ibunya di ATM. Iseul sebenarnya tidak ingin ibunya terus menerus mengiriminya uang, karena dia tahu ibunya tidak hanya mencari uang untuknya saja, tapi juga untuk adik laki-lakinya, Yoogeun. Tahun ini Yoogeun baru akan masuk SD, pasti perlu banyak uang untuk mengurus keperluannya. Tapi Iseul juga tidak tahu dimana dia bisa mencari pekerjaan part time, karena jadwal latihannya sangat padat.
Karena melamun, Iseul tidak terlalu memperhatikan jalan dan orang yang berjalan di depannya. Orang itu merenggangkan tangannya ke belakang, dan karena hentakannya terlalu keras, tanpa sengaja sikunya menghantam bahu Iseul dan yeoja itu jatuh terjerembap. Ponsel yang digenggam Iseul terjatuh dan pecah.
“Ah, maaf! Maaf! Saya tidak sengaja!” kata laki-laki itu, mendekati Iseul yang masih mengerang kesakitan. Suaranya yang dalam tersamar di balik masker yang dia kenakan. Iseul tidak mendengarkan orang itu, dia mencari-cari ponselnya dan ternyata ponselnya rusak. Baterainya tercopot.
“Kau tidak apa-apa?” tanya laki-laki itu lagi.
“Ponselku!” Iseul meratapi chasing ponselnya yang sudah terbuka. “Lihat apa yang kau lakukan pada ponselku!”
“Maaf! Aku minta maaf! Biarkan aku memperbaikinya,” kata laki-laki itu dan sebelum Iseul menjawab, dia mengambil ponsel Iseul. Memeriksanya sebentar, lalu memasangkan baterai dan chasing ponselnya. Lalu menyalakannya.
“Ini,” dia menyerahkan ponsel itu pada Iseul. “Tidak rusak kok. Hanya lepas.”
“Gomapseumnida,” kata Iseul setengah hati, dia masih kesal karena orang ini menabraknya. Dia lalu berdiri, tapi segera mengaduh kesakitan lagi. Ternyata selain bahunya sakit, kakinya juga terkilir.
“Kenapa?” tanya laki-laki itu khawatir. “Kau tidak apa-apa?”
“Tidak apa-apa, sebentar lagi juga sembuh,” kata Iseul berbohong. Dia lalu berjalan melewati laki-laki itu sambil tertatih-tatih. Dalam hati dia menggumam, “Astaga, kenapa badannya bisa sekuat itu? Tubuhku sampai sakit seperti ini…”
Iseul menoleh ke belakang, menatap laki-laki tadi. Dia menatap Iseul dengan tatapan aneh. Iseul tidak ingat pernah mengenal orang itu, dia tidak punya teman sama sekali yang tinggal di Seoul, apalagi yang setinggi itu.
Laki-laki itu masih menatap Iseul, yeoja itu mulai merasa tidak nyaman.
“Dia kenapa…?” kata Iseul dalam hati. Dia mulai ketakutan saat laki-laki itu mulai berjalan mendekatinya. Iseul mempercepat langkahnya, tidak peduli meskipun kakinya masih sakit, sambil memeluk tasnya. Tapi sebentar saja laki-laki itu berhasil menyusul Iseul, lalu menepuk pundaknya.
Iseul tidak berani menoleh. Dia memeluk tasnya semakin erat.
“Kakimu terkilir begitu, biarkan aku mengantarmu pulang,” kata laki-laki itu.
“Tidak,” jawab Iseul cepat. Dia tidak mau begitu saja percaya dengan tawaran orang asing. Tapi laki-laki itu malah menggenggam lengannya, menopang langkah Iseul yang tidak stabil.
“Kau pikir aku orang jahat?” tanyanya.
“Aku tidak mengenalmu sama sekali, wajar kan kalau aku berpikir begitu,” kata Iseul. “Lepaskan, aku bisa pulang sendiri.”
“Aku akan mengantarmu,” laki-laki itu bersikeras. “Kita akan melewati jalan yang ramai, kalau memang aku berbuat sesuatu, kau teriak saja sekerasnya. Kalau perlu siapkan nomor telepon polisi.”
Lalu laki-laki itu sedikit menarik lengan Iseul, dan mau tidak mau Iseul mengikutinya. Dalam hati, Iseul merasa menyesal kenapa dia pergi keluar dorm sendirian.
***TO BE CONTINUE***

siapa tuh yg cowok yang nabrak iseul?
eh jiyoung kok sesuatu banget ya~ xD
aku telat nih ff nya, tau2 udah sampe banyak part
pasti ada sesuatu antara jiyoung dan f(x) nih,
itu cowok itu tuh yg nabrak iseul itu changmin ya?
hayaaah~ nih ff baru part 2 aja uda bikin reader semaput penasaraan XO