Author: v3aprilia, dwiananing, Fiensa_F
Length: chaptered
Genre: drama, family, friendship, romance
Rating: PG
Main Cast:
No! Name’s member:
- Choi Eunhoon (Orchid Choi) —> dwiananing
- Jung Iseul (Kiara Jung) —> v3aprilia
- Park Jiyoo (Jane Park) —> Fiensa_F
- Byeon Ji Young (Jill Byeon) —> LiaaML
- Kim Hye Ran (Rainy Kim) —> Rani Dwi
JYJ
- Kim Jaejoong
- Park Yoochun
- Kim Junsu
PART V
“Hyung!” seru Yoochun. “Tak bisakah kita bicarakan ini dengan kepala dingin?”
“Buang-buang waktu saja membicarakan anak itu. Sudah jelas-jelas dia salah,” kata Jaejoong. Yoochun menatap Jaejoong dengan pandangan tidak percaya, belum pernah dia melihat hyung-nya semarah ini. Kemarahan Jaejoong ini pun dirasanya tidak masuk akal, Jaejoong seperti terpengaruh oleh sesuatu dan dia menjadi paranoid.
“Hyung, bagaimana mungkin kau bisa mengambil keputusan seperti itu?” tanya Junsu. “Hanya karena dia tidak sengaja memasuki ruanganmu, kau bisa menuduhnya mencuri darimu?”
Jaejoong menatap Junsu dengan pandangan murka. “Aku tidak sedang berhadapan dengan anak umur lima tahun, Junsu, yang bisa dengan bebas memasuki semua ruangan semaunya tanpa perlu dimarahi. Dan kau tahu, data tentang trainee dan laporan keuangan kita hilang setelah anak itu masuk ke ruanganku…”
“Kau langsung saja menuduhnya tanpa mengecek! Memangnya suddah jelas kalau dia yang melakukannya?” tanya Yoochun.
“Oh, jadi kau menuduhku sebagai orang yang teledor?” tanya Jaejoong. “Aku tetap tidak bisa menerima perbuatannya!”
Yoochun tidak bisa lagi menahan marahnya. Dia segera menghampiri pintu dan membukanya dengan kasar.
“Mau kemana kau?” tanya Jaejoong.
Yoochun berbalik dan menatap Jaejoong. “Kalaupun Iseul bersalah, aku harus melihat kesalahannya dengan mata kepalaku sendiri,” katanya lalu pergi.
Jaejoong menghela napas kesal. Dia menghempaskan tubuhnya ke kursi.
“Kau akan membiarkan No! Name kehilangan bassis?” tanya Junsu.
Tanpa menoleh, Jaejoong menjawab, “Aku akan mencari penggantinya.”
Jaejoong mengeluarkan ponselnya, menatap pesan singkat misterius yang beberapa hari ini selalu terkirim dan membuatnya gusar. Ketakutannya terbukti.
Awasi trainee-mu.
***
Eunhoon mondar mandir menunggu Iseul. Dia mencoba menghubungi Iseul tapi teleponnya sama sekali tidak diangkat.
“Hyun Ki derinim bilang Iseul dipanggil lagi ke ruangan PresDir, dan PresDir sedang marah-marah,” kata salah seorang trainee saat Eunhoon menanyakan keberadaan Iseul.
PresDir marah? Kenapa Iseul yang dipanggil? Eunhoon takut kemarahan Jaejoong ada kaitannya dengan pemberitaan mengenai Yunho dan Iseul. Kalaupun benar tentang itu, Eunhoon tidak mengerti apa yang membuat Jaejoong bisa semarah itu.
“Onnie, Iseul onnie kemana?” tanya Hye Ran.
“Tidak tahu. Aku mencoba menghubunginya tapi tidak diangkat,” kata Eunhoon khawatir.
“Yoochun sunbaenim,” sapa Ji Young, melihat Yoochun yang masuk ke studio latihan. Wajah Yoochun menyiratkan kekhawatiran, terlebih saat dia tidak melihat Iseul diantara para trainee ini.
“Apa Iseul-ssi datang kemari?” tanya Yoochun.
“Tidak,” jawab Eunhoon. “Ada apa? Apa ada masalah?”
Yoochun tidak langsung menjawab, dia berkacak pinggang dan ekspresi wajahnya berubah frustrasi. Itu membuat Eunhoon dan teman-temannya menjadi bertambah khawatir.
“Sunbaenim, apa ada masalah?” tanya Eunhoon lagi.
“Aku tidak tahu harus cerita darimana,” kata Yoochun. “Iseul… dia dituduh mencuri dokumen penting dari ruangan Jaejoong, dan dia… dikeluarkan.”
“Apa?” seru Eunhoon. Ji Young, Ji Yoo, dan Hye Ran kaget mendengar kata-kata Yoochun. “Tidak mungkin! Iseul tidak mungkin seperti itu! Kenapa dia bisa dituduh?”
“Ada staff yang melihat Iseul keluar dari ruangan Jaejoong saat Jaejoong sedang tidak ada di kantor. Dan sesaat setelah Iseul keluar, dua dokumen penting itu hilang, berupa laporan keuangan serta data-data trainee.”
“Itu bukan berarti Iseul pelakunya!” kata Eunhoon. “Aku harus bicara dengan PresDir Kim! Dia tidak bisa mengeluarkan Iseul begitu saja!”
“Jangan dulu,” kata Yoochun. “PresDir sedang emosi dan suasana hatimu tidak bagus. Aku khawatir kalian akan bertengkar, situasinya akan bertambah buruk nanti.”
“Tapi Iseul onnie tidak salah!” kata Hye Ran. “Mana mungkin dia mengerti hal-hal seperti itu!”
“Coba hubungi terus Iseul,” kata Yoochun. “Anak itu bodoh sekali… Kenapa harus kabur segala? Itu justru akan mempersulit dirinya sendiri!” katanya lalu keluar dari studio.
“Onnie… onnie tidak mungkin melakukan hal seperti itu…” kata Hye Ran, lalu menangis. Ji Young terduduk dengan lemas, meskipun dia tidak terlalu akrab dengan Iseul, tapi dia juga tidak percaya kalau Iseul bisa dituduh melakukan hal itu.
“Kenapa Iseul bisa masuk ke ruangan PresDir…” gumam Jiyoo.
“Seharusnya bukan Iseul onnie yang bersalah…” kata Hye Ran. “Seharusnya kau!” katanya berang sambil menuding Ji Young.
Ji Young kaget melihat dirinya dituding seperti itu. “Apa maksud…”
“Semua orang mencurigaimu karena dulu kau mantan trainee SM, tapi kenapa Iseul yang terkena masalah? Yang mencuri dokumen itu kau, kan? Kau mata-mata SM, kan? Kau sengaja menyusup kemari, iya kan?!” teriak Hye Ran.
“Hye Ran! Apa-apaan kau ini?!” kata Jiyoo.
“Sejak awal aku sudah tidak setuju kalau kau bergabung dengan No! Name! Ternyata ini tujuanmu, mengacaukan internal JYJ dan membiarkan Iseul onnie yang jadi tertuduh!” seru Hye Ran lagi.
“Hye Ran! Tuduhanmu itu benar-benar tidak masuk akal!” seru Eunhoon.
“Lihat saja nanti! Aku akan buktikan kalau Iseul onnie tidak salah, dan dia adalah pelakunya! Aku akan membuatmu dikeluarkan dari JYJ!” kata Hye Ran, dan sambil menangis dia menghambur keluar dari studio.
“Hye Ran!” panggil Jiyoo. “Hye Ran!”
“Apa kalian berpikiran seperti itu juga?” tanya Ji Young pada Jiyoo dan Eunhoon.
“Onnie…” kata Eunhoon.
“Kalian curiga dengan statusku sebagai mantan trainee SM? Apa aku begitu buruk menyandang status seperti itu?” kata Ji Young. “Aku sama sekali tidak berpikir untuk mencelakai siapapun! Aku sama sekali tidak ingin mencelakai Iseul! Kenapa dia malah menuduhku seperti itu?”
“Onnie… tolong jangan marah, jangan membuat kami bingung…” kata Eunhoon. Dada dan tenggorokannya sakit karena menahan air mata. Dia sangat bingung dengan apa yang terjadi hari ini. Tapi Ji Young sudah terlanjur tersinggung dengan kata-kata Hye Ran, dia akhirnya keluar dari studio.
Jiyoo merangkul Eunhoon yang bersandar di tembok dan menangis. “Eunhoon…”
“Aku tidak bisa diam seperti ini,” kata Eunhoon. “Aku harus bicara dengan PresDir.”
“Jangan! Kau dengar kan, apa kata Yoochun sunbaenim tadi,” kata Jiyoo. “PresDir sedang emosi saat ini.”
“Kalau memang harus bertengkar, kami akan bertengkar!” kata Eunhoon. “Aku tidak mau Iseul keluar dengan cara seperti ini!”
***
Sosok laki-laki itu berjalan pelan menuju ruangan Kim Young Min, CEO SM. Ya, dia adalah salah satu staff SM yang beberapa hari lalu menyusup ke dalam gedung utama JYJ dengan menyamar sebagai petugas servis AC. Saat berada di ruangan Jaejoong itu, nyaris saja dia ketahuan oleh Jung Iseul yang masuk ke dalam ruangan Jaejoong karena curiga dengan suara di dalam. Laki-laki itu bersembunyi di balik pintu saat Iseul masuk, dan begitu ada kesempatan, dia langsung kabur.
Tapi ada satu masalah: dia kehilangan dokumen penting yang hendak dia curi itu. Dia terlalu panik saat Iseul masuk, dia tidak sadar kalau saat keluar dari ruangan itu dia tidak membawa dokumennya. Dan sekarang dia tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya pada atasannya.
Laki-laki itu mengetuk pintu ruangan Young Min.
“Masuk.”
Laki-laki itu mengepalkan tangannya dan menghela napas, lalu masuk.
“Ah, Dong Ju-ssi,” kata Young Min. “Aku ingin tahu apa kerjamu selama ini sudah menunjukkan hasil.”
Laki-laki yang dipanggil Dong Ju itu berdehem, kembali mengepalkan tangannya. “Tidak sepenuhnya berhasil.”
Wajah tua Young Min menegang. “Apa maksudmu? Mana dokumen yang aku minta?”
Dong Ju menelan ludah. “Tidak ada disana.”
“Tidak ada? Maksudmu, kau tidak berhasil membawanya?” bentak Young Min. “Dan kau ketahuan?”
“Tidak, aku tidak ketahuan,” kata Dong Ju. “Mereka mengira ada orang lain yang melakukan itu, yaitu trainee JYJ yang bernama Jung Iseul, gadis yang bersama dengan Jung Yunho beberapa hari yang lalu.”
“Jung Iseul…” gumam Young Min. “Percuma saja aku mempercayaimu untuk melakukan hal ini. Kerjamu tidak beres!”
“Jeosonghamnida,” kata Dong Ju.
“Keluar kau! Dasar tidak berguna!” bentak Young Min. Dong Ju membungkuk dan segera keluar dari ruangan Young Min.
***
Yunho bergegas menjauhi pintu ruangan Young Min setelah mendengar pria itu membentak staff-nya dan menyuruhnya keluar. Dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar, Iseul telah menjadi korban fitnah. Yunho tidak habis pikir kenapa Young Min melakukan hal seperti itu. Untuk apa dia menginginkan dokumen penting dari JYJ, dan kenapa dia melakukan hal rendah seperti itu?
Yunho masuk ke dalam lift dan menekan sembarang tombol. Pikirannya benar-benar kalut. Staff itu bahkan tahu nama Iseul, Yunho curiga kalau sejak awal Dong Ju sengaja menjadikan Iseul sebagai tameng supaya tindakannya tidak ketahuan.
Begitu pintu lift terbuka, Yunho melihat Changmin sudah berdiri di depannya. Changmin heran melihat wajah Yunho yang pucat.
“Hyung, kau baik-baik saja?” tanya Changmin. Yunho keluar dari lift dan menatap Changmin.
“Gadis itu dalam masalah…” kata Yunho. “Dia difitnah…”
“Gadis itu? Siapa?” tanya Changmin. “Jung Iseul, gadis yang bersama denganmu beberapa hari yang lalu itu?”
Yunho mengangguk, lalu menceritakan apa yang didengarnya tadi di balik pintu ruangan Young Min. Changmin terbelalak tidak percaya.
“Tidak mungkin Kim sajangnim melakukan tindakan seperti itu…” bisik Changmin, dia takut ada yang mendengar.
“Tapi aku mendengarnya sendiri, Changmin,” kata Yunho. “Aku tidak mengerti kenapa dia menginginkan dokumen penting sampai harus menyuruh orang SM untuk menyusup ke sana… Aku harus mencari Iseul, dia dalam masalah karena aku juga. Aku takut dia dituduh mata-mata SM karena dia terpergok sedang bersamaku beberapa hari yang lalu.”
“Kau gila?” kata Changmin. “Kalian berdua akan terlibat dalam masalah yang lebih besar nanti!”
“Tapi aku tidak bisa berdiam diri, aku harus menolong gadis itu!”
“Tidak, kau tidak boleh pergi, hyung…”
“Yunho-ssi.”
Yunho menoleh dan terkejut ketika melihat ternyata yang memanggilnya adalah Dong Ju. Yunho mengepalkan tangannya dan berusaha menahan diri untuk tidak menghantam orang di depannya ini. “Ada apa?”
“Sajangnim memanggilmu,” kata Dong Ju. “Kau harus ke ruangannya sekarang.”
Changmin menatap Yunho dengan cemas.
“Baik, aku kesana sekarang,” kata Yunho. Dia menatap Changmin sesaat, lalu mengikuti Dong Ju menuju ruangan Young Min.
***
Eunhoon masuk ke ruangan Jaejoong dan melihat CEO itu duduk di belakang mejanya. Eunhoon berusaha menahan emosinya dan dengan sopan membungkuk pada Jaejoong.
“Ada apa?” tanya Jaejoong.
“Kenapa anda mengeluarkan Iseul?” tanya Eunhoon tanpa basa basi.
“Dia sudah melakukan kesalahan,” jawab Jaejoong singkat.
“Lalu, apakah anda tidak mencurigaiku juga?” tanya Eunhoon, lebih tepatnya menantang Jaejoong. “Saya berteman baik dengan Iseul selama beberapa tahun, begitu juga Park Jiyoo dan Kim Hye Ran. Apakah anda tidak mencurigai kami juga? Apa anda tidak curiga kalau kami berkomplot?”
Jaejoong menatap Eunhoon di depannya, emosinya mendadak meluap lagi. “Sudah jelas buktinya kalau Iseul memasuki ruanganku tanpa ijin, dan dia juga sudah mengakuinya. Kau jangan pernah menuduhku mengeluarkannya tanpa alasan yang jelas.”
“Tapi saya tidak percaya Iseul memasuki ruangan anda untuk mencuri,” potong Eunhoon.
“Oh ya? Dari mana kau bisa percaya? Apa hanya karena hubungan persahabatan kalian?”
Eunhoon terdiam. Dia memang tidak punya bukti apapun untuk membela sahabatnya, karena saksi mata yang ada justru memberatkan Iseul.
“Bagaimana? Kau punya bukti kalau anak itu tidak bersalah?” tanya Jaejoong.
“Tidak,” kata Eunhoon. “Tapi setidaknya saya akan cari bukti kalau Iseul tidak bersalah.”
Jaejoong menatap Eunhoon, dan gadis itu sama sekali tidak menunduk, dia balas menatap Jaejoong.
“Waktumu seminggu,” kata Jaejoong, setelah beberapa saat. “Kalau lebih dari seminggu kau tidak bisa menemukan buktinya… Aku akan mengganti Iseul dengan orang lain.”
Raut wajah Eunhoon menegang. Dia tidak terima posisi Iseul sebagai bassis digantikan begitu saja oleh orang lain. Sepintas dia merasa seminggu itu sangat tidak adil, ditambah dengan menghilangnya Iseul, ini pasti akan menjadi lebih sulit.
“Aku tidak menerima waktu yang lebih panjang daripada itu,” kata Jaejoong.
“Baik. Seminggu,” kata Eunhoon. “Saya akan cari buktinya dalam waktu seminggu. Kalau saya berhasil, anda harus membatalkan proses pengeluaran Iseul dari managemen.”
Jaejoong tidak menjawab, tapi Eunhoon menganggap itu sebagai tanda setuju.
“Saya harap anda memegang kata-kata anda, PresDir Kim,” kata Eunhoon. Dia membungkuk lalu berjalan menuju pintu.
“Dan aku harap kau menepati waktu yang sudah kuberikan,” kata Jaejoong. Eunhoon berhenti berjalan, dia menoleh menatap Jaejoong, tapi tidak menjawab apa-apa. Sesaat kemudian Eunhoon berjalan keluar ruangan.
Eunhoon menutup pintu, menghela napas kesal. Dia sudah terlanjur menerima waktu seminggu yang diberikan Jaejoong, dia bingung harus mulai mencari bukti dari mana.
“Iseul… kemana kau…?” gumam Eunhoon khawatir.
***
“Silakan duduk,” kata Young Min, begitu Yunho memasuki ruangannya. Yunho tidak langsung duduk di sofa, dia hanya berdiri didekat pintu ruangan.
“Apakah kekacauan yang sedang terjadi di JYJ… ada hubungannya dengan anda?” tanya Yunho, sebelum Young Min sempat mengatakan sesuatu.
“Bagaimana kau bisa tahu kalau tentang hal itu?” tanya Young Min tenang.
“Darimana saya mengetahuinya, itu bukan hal penting…”
“Oh, menurutku itu hal penting, Yunho-ssi,” potong Young Min. “Karena itu artinya kau masih mencari berita tentang tiga orang yang sudah meninggalkanmu itu.”
Young Min bahkan tidak mau menyebut nama JYJ, baginya itu haram diucapkan di dalam kawasan SM. “Tapi tidak masalah kalau ternyata kau sudah mengetahui tentang hal itu, aku jadi tidak perlu sulit untuk menjelaskannya padamu.”
“Kenapa anda ingin menjelaskan padaku?” tanya Yunho.
“Aku ingin memberikan tawaran padamu, Yunho-ssi,” kata Young Min. “Tawaran untuk membantu temanmu, Jung Iseul.”
Yunho terkejut mendengar kata-kata Young Min. Apa maksudnya? Menolong Iseul?
“Kau tahu, Yunho-ssi, aku menyukai anak itu. Tenanglah, bukan perasaan semacam itu,” kata Young Min setelah melihat wajah kaget Yunho. “Aku melihat videomu saat menyanyi dengan Iseul di café itu, dan sepertinya aku harus berterima kasih padamu Yunho, kau sudah membantuku menemukan bakat baru.”
“Tapi dia masih tercatat sebagai trainee JYJ,” kata Yunho.
“Tidak lagi,” potong Young Min. “Bukankah kau sudah tahu apa yang terjadi pada anak itu? Dia dikeluarkan dari managemennya. Apa kau tidak ingin melakukan sesuatu untuk anak itu?”
Yunho masih belum menangkap arah pembicaraan Young Min, tapi dia khawatir ini sesuatu yang buruk.
“Aku ingin dia menjadi bagian dari SM,” kata Young Min. Dia justru tersenyum melihat ekspresi kaget di wajah Yunho. “Menurutku sayang sekali bakat seperti dia disia-siakan begitu saja. Untuk itu, aku menyuruhmu… ah tidak, meminta bantuanmu untuk bicara dengan anak itu. Kau yang paling dekat dengannya, dia pasti mau mendengarkanmu.”
“Kenapa aku harus melakukan itu?” tanya Yunho. Merebut trainee ini menurutnya ide gila, Iseul pasti akan terlibat dalam masalah yang lebih besar lagi.
“Sudah kubilang kan, untuk membantunya,” kata Young Min tenang. “Kupikir, setelah pemberitaan itu kau pasti merasa bersalah karena sudah mengakibatkan Iseul menjadi perbincangan banyak orang, hingga akhirnya dia dikeluarkan. Apa kau tidak ingin membantunya?”
Yunho memang ingin membantu, tapi bukan bantuan seperti ini. Dia ingin Iseul kembali ke JYJ, bukan malah ditarik ke SM. Ini ide gila.
“Atau kau lebih suka membiarkan Iseul luntang lantung tidak jelas dengan bakat besar dalam dirinya, yang semestinya bisa membesarkan namanya?” tanya Young Min. “Bukankah kalau anak itu ada di SM, kau bisa lebih bebas berteman dengannya tanpa harus mengundang komentar banyak orang?”
Yunho tidak menjawab.
“Aku akan melakukan apapun supaya anak itu bisa ada disini, Yunho-ssi,” kata Young Min, dia berdiri tepat di depan Yunho dan menatap mata sang leader. “Begitupun kalau kau tidak mau melakukan apa yang kukatakan.”
Yunho tahu, saat ini Young Min sedang mengancamnya.
***
Beberapa saat kemudian, Yunho keluar dari ruangan Young Min. Beberapa menit di sana menjadi saat-saat yang menyiksa. Yunho dipaksa untuk melakukan sesuatu yang menyebabkan masalah besar bagi dirinya maupun Iseul. Yunho tidak mau membujuk Iseul untuk berpindah ke SM, tapi dia khawatir dengan kata-kata Young Min tadi.
Tapi kalau Yunho tidak melakukannya, masalah lain akan datang. Dia khawatir orang-orang di sekitarnya akan mendapat masalah, tidak terkecuali JYJ.
“Apa yang harus kulakukan…?” gumam Yunho.
***
“Kau sudah mencoba menghubunginya lagi?” tanya Jiyoo.
Eunhoon menghela napas. “Teleponnya memang aktif, tapi tidak diangkat. Aku juga tidak tahu dimana harus mencarinya.”
“Mungkin dia ada di café tempatnya bekerja,” kata Jiyoo lagi.
“Tidak ada disana,” kata Eunhoon. “Aku takut kalau Iseul kabur ke tempat yang jauh setelah tahu kalau dia dikeluarkan dari managemen…” Eunhoon mencoba menghubungi Iseul lagi, bahkan sampai beberapa kali. Akhirnya, setelah hampir sebelas kali mencoba, teleponnya diangkat.
“Yobosaeyo? Iseul? Iseul?” tanya Eunhoon, hatinya sedikit lega. “Kau dimana?”
“Di tempat sauna,” jawab Iseul, suaranya sangat pelan hingga Eunhoon harus menyuruh Iseul mengulang kata-katanya. “Aku tidak tahu aku harus pergi kemana, aku tidak punya saudara atau teman di Seoul…”
“Iseul, Iseul… dengarkan aku. Kau jangan bersikap seperti ini, kalau kau memang tidak salah, seharusnya kau tidak kabur,” kata Eunhoon. Dia panik mendengar suara napas Iseul yang terdengar berat di seberang telepon.
“Iseul? Kau kenapa?” tanya Eunhoon.
Iseul tidak menjawab. Saat Eunhoon masih memanggil-manggil Iseul, tiba-tiba ponselnya direbut seseorang dari belakang. Ternyata Yoochun yang merebutnya. Dia mengaktifkan loudspeaker dan menaruh ponsel Eunhoon diatas meja.
“Kenapa kau kabur?” tanya Yoochun tanpa basa basi. “Tindakanmu itu sangat bodoh, tahu! Memangnya segampang itu kau bisa keluar dari managemen?”
“Sunbae, jangan terlalu marah padanya…” kata Eunhoon takut-takut. Eunhoon tidak pernah melihat seorang Park Yoochun semarah ini. “Aku sudah susah payah mencoba menghubunginya, jangan sampai Iseul menutup teleponnya…”
Yoochun tidak mempedulikan kata-kata Eunhoon. “Jung Iseul, kau masih ingin berada di JYJ atau tidak? Jawab yang jujur!”
“Masih…” jawab Iseul pelan. Dahi Yoochun mengkerut mendengar suara Iseul yang terdengar lemah.
“Iseul, jelaskan kenapa kau bisa ada di ruangan Jaejoong hyung saat itu. Jelaskan dengan jujur, karena ini bisa membuktikan kalau kau tidak bersalah,” kata Yoochun.
“Aku mendengar sesuatu di dalam ruangannya,” kata Iseul. “Saat itu aku sudah tahu kalau PresDir Kim sedang tidak ada, dan itulah yang membuatku penasaran, dan bodohnya aku langsung masuk… Tapi aku berani sumpah aku sama sekali tidak mengambil apapun, tuduhan PresDir sama sekali tidak benar…”
“Astaga, Iseul, kenapa kau masuk ke ruangan tanpa izin…” gumam Jiyoo.
“Jadi, sebelum kau masuk, sudah ada seseorang di sana?” tanya Yoochun lagi.
“Iya… tapi aku tidak tahu siapa orangnya, saat aku masuk aku tidak melihat siapapun…” kata Iseul.
“Kau ini kenapa sih? Kenapa suaramu makin pelan begitu?” tanya Eunhoon.
Iseul tidak menjawab.
“Iseul? Iseul? Hei, kau masih mendengarku?” tanya Eunhoon. Iseul tetap tidak menjawab.
“Yobosaeyo?” kata seseorang di seberang telepon, suaranya berbeda dengan suara Iseul.
“Siapa ini?” tanya Yoochun heran.
“Anda keluarga gadis ini?” tanya orang itu. “Gadis ini pingsan…”
“Apa? Pingsan?” tanya Eunhoon dan Jiyoo panik.
“Aku melihatnya pingsan saat dia sedang menelepon,” kata orang itu. “Sekarang aku akan membawanya ke rumah sakit, kalian temui aku disana,” lanjutnya lagi lalu menyebutkan nama rumah sakit yang hendak dia tuju. Setelah itu dia menutup teleponnya.
“Aku saja yang kesana,” kata Yoochun. “Kalian tunggu saja disini.”
Eunhoon hendak membantah, tapi Yoochun sudah lebih dulu berjalan keluar. Saat berjalan menyusuri koridor, Yoochun berpapasan dengan Ji Young. Ji Young heran melihat Yoochun yang terlihat terburu-buru.
“Sunbae…”
“Aku sudah menemukan Iseul,” kata Yoochun singkat.
Ji Young terbelalak mendengar kata-kata Yoochun. “Dimana? Bisakah aku ikut?”
“Tidak, kau tunggu saja dengan teman-temanmu,” kata Yoochun lalu pergi. Tapi Ji Young masih bisa mendengar Yoochun mengumpat, “Dia itu trainee yang paling menyusahkan!”
Selepas kepergian Yoochun, Ji Young buru-buru kembali ke tempat teman-temannya di studio. Dia melihat Eunhoon mondar mandir di ruangan sambil menggenggam ponselnya. Begitu melihat Ji Young, Eunhoon bergegas menghampirinya.
“Onnie! Iseul sudah…”
“Aku tahu, tadi aku sudah bertemu dengan Yoochun sunbaenim,” potong Ji Young. “Berarti tadi kalian sempat bicara dengan Iseul?”
“Ya, dan dia dibawa ke rumah sakit sekarang,” kata Jiyoo, dan kedua mata Ji Young terbelalak kaget. “Saat kami meneleponnya, tiba-tiba dia pingsan.” Jiyoo lalu menceritakan apa saja yang dikatakan Iseul di telepon pada Ji Young.
“Jadi, sebelum Iseul masuk, ada orang yang lebih dulu ada di ruangan PresDir Kim?” gumam Ji Young.
Eunhoon mengangguk. “Dan kalau memang ada dokumen penting yang hilang, mungkin orang itu yang mengambilnya…” katanya pelan, dia sendiri masih ragu dengan pendapatnya.
Ji Young terdiam. Terkadang dia masih suka berpikiran kalau teman-teman barunya ini juga mencurigainya sebagai pelaku pencurian dokumen yang sebenarnya, yang menjadikan Iseul sebagai tameng supaya tindakannya tidak ketahuan. Ji Young mengakui kalau dia membantu Iseul bukan karena dia perhatian dengan gadis itu, tapi karena dia ingin membuktikan pada orang-orang ini kalau dia tidak terlibat sedikitpun. Kalau perlu, dia ingin apa yang dia lakukan ini juga dilihat oleh Junsu. Ji Young tahu kalau selama ini Junsu juga mencurigainya, sejak Junsu menatapnya dengan tatapan aneh beberapa waktu yang lalu.
“Mungkin aku bisa menanyakan beberapa hal pada Hyun Ki derinim,” kata Ji Young, lalu kembali berjalan keluar ruangan.
“Aku juga akan bicara lagi dengan PresDir Kim,” kata Eunhoon.
“Jangan dulu. Semua yang kau utarakan tadi itu baru hipotesis saja, kita tidak tahu itu benar atau tidak. Kalian coba dulu kembali ke dorm dan geledah barang-barang Iseul,” kata Ji Young. “Bukannya aku mencurigainya, tapi untuk mencari bukti,” lanjutnya saat melihat ekspresi Jiyoo dan Eunhoon yang terbelalak kaget.
***
“Hyun Ki derinim,” panggil Ji Young pada namja itu, yang sudah berjalan keluar dari lobi gedung utama. Hyun Ki menoleh, dan meskipun dia tidak tahu nama gadis yang memanggilnya ini, dia hanya mengingatnya sebagai ‘mantan trainee SM’.
“Ya? Ada apa?” tanya Hyun Ki tenang.
“Aku ingin menanyakan sesuatu padamu,” kata Ji Young. “Tentang Jung Iseul.”
Ekspresi tenang di wajah Hyun Ki berubah. “Kau mengiraku berbohong?”
“Tidak,” kata Ji Young. “Dan seharusnya kau tidak langsung tersinggung begitu, kan.”
Hyun Ki mendengus kesal. “Baiklah, apa yang ingin kau tanyakan?”
“Saat kau melihat Iseul keluar dari ruangan PresDir, apa sebelumnya ada seseorang dari luar JYJ yang keluar masuk gedung ini?” tanya Ji Young.
Kening Hyun Ki berkerut, dia tampaknya sedang berusaha mengingat-ingat sesuatu. “Kalau orang yang kau maksud itu hanya sebatas tukang servis AC, menurutku itu bukan sesuatu yang aneh…”
“Tukang servis AC? Berarti dia bukan orang dalam?” tanya Ji Young. “Berarti dia bisa keluar masuk ruangan, termasuk ruangan PresDir?”
“Untuk apa tukang servis AC mencuri dokumen penting?” tanya Hyun Ki. “Kalau kau memang ingin menolong temanmu itu, bukan berarti kau bisa seenaknya menuduh orang lain…”
“Baiklah, terima kasih, Hyun Ki derinim,” kata Ji Young, tidak mempedulikan kata-kata Hyun Ki dan langsung pergi.
“Hei, kau,” panggil Hyun Ki. Ji Young menoleh.
“Maaf kalau aku yang jadi penyebab temanmu itu dikeluarkan,” kata Hyun Ki.
Ji Young menatap Hyun Ki selama beberapa saat, lalu berkata, “Aku akan lakukan apapun supaya dia kembali.”
Dan membuktikan pada semua orang kalau aku bisa berjasa besar untuk JYJ, lanjut Ji Young dalam hati.
Setelah berjalan menjauhi lobi, Ji Young mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi perusahaan elektronik yang memang sering mengirimkan tukang servis AC untuk memperbaiki AC yang bermasalah. Ini semacam gambling bagi Ji Young, kalau memang dugaannya benar, berarti…
“Yobosaeyo,” kata Ji Young kepada seseorang di seberang telepon. “Saya dari JYJ Entertainment ingin menanyakan, apakah pada tanggal 10 kemarin anda mengirimkan tenaga teknisi untuk memperbaiki AC di ruangan Presiden Direktur JYJ?”
“Tanggal 10…” orang di seberang telepon itu terdiam sebentar, mungkin sedang mengecek sesuatu, lalu menjawab, “Tanggal 10 kami memang mengirim dua tenaga teknisi, tapi bukan ke kantor JYJ Entertainment. Apa anda sebelumnya juga meminta dikirimkan teknisi, tapi tidak datang?”
Ji Young mencoba bicara dengan manager perusahaan tersebut dan memberikan beberapa alasan supaya manager itu tidak curiga dengan pertanyaan Ji Young. Beberapa saat kemudian Ji Young menutup teleponnya.
“Berarti dugaanku benar…”
“Onnie,” panggil Jiyoo. “Apa yang kau lakukan disini?”
“Kenapa kau tidak ke dorm?” Ji Young balik bertanya.
“Eunhoon yang pergi ke dorm,” jawab Jiyoo. “Kau belum menjawab pertanyaanku, onnie…”
“Ada satu lagi bukti kalau Iseul tidak bersalah,” kata Ji Young, memotong kata-kata Jiyoo. “Tidak pernah ada teknisi AC yang dikirim kemari pada tanggal 10, hari dimana Hyun Ki derinim melihat Iseul keluar dari ruangan PresDir Kim. Itu artinya… ada penyusup.”
Jiyoo terperanjat. “Penyusup? Apa itu artinya sama dengan mata-mata?”
Ji Young mengangguk.
“Tapi onnie, kalau ada orang yang menyusup ke dalam JYJ untuk mencuri dokumen… Entahlah, onnie, menurutku itu… aneh,” kata Jiyoo. “Ibaratnya seperti seorang maling amatiran yang mencoba mencuri di sebuah rumah…”
“Kau yakin kalau niat orang itu memang benar-benar mencuri?” potong Ji Young. “Bagaimana kalau ada rencana lain?”
“Maksudnya?” tanya Jiyoo.
“Aku tidak berani menjelaskannya lebih detail, karena ini baru dugaan saja. Kau pergi dan beritahu Eunhoon,” kata Ji Young. Jiyoo mengangguk lalu bergegas pergi. Tapi baru beberapa langkah, dia berbalik menatap Ji Young.
“Onnie,” kata Jiyoo. “Terima kasih sudah membantu kami, padahal kau belum lama mengenal kami.”
Ji Young tertegun mendengar kata-kata Jiyoo. Jiyoo mengira Ji Young membantu mereka sampai sejauh ini karena peduli, tapi nyatanya Ji Young melakukan ini untuk dirinya sendiri, hanya supaya dia tidak dicurigai lagi. Jiyoo tersenyum lalu pergi.
***
Yunho memarkir mobilnya di depan tempat sauna di kawasan Myeong Dong itu. Dia tidak langsung keluar dari mobil, hanya menatap orang-orang yang keluar masuk tempat sauna itu.
“Jung Iseul ada disana. Kau tahu kan tugasmu? Pergi kesana dan bicara padanya, kau harus bisa membujuknya supaya masuk ke SM, bergabung dengan kita.”
Itu kata-kata Dong Ju, mata-mata SM itu, yang ternyata memata-matai gadis itu setelah dia dikeluarkan dari JYJ. Yunho berusaha keras menahan emosinya supaya tidak memukul laki-laki itu. Karena Dong Ju, Iseul jadi terlibat masalah, dan Yunho benar-benar marah.
Yunho akhirnya keluar dari mobilnya, dan berjalan memasuki tempat sauna itu. Dia langsung mencari pemilik tempat sauna itu.
“Permisi,” kata Yunho kepada laki-laki paruh baya pemilik tempat sauna itu. “Apa sebelumnya ada seorang gadis yang masuk ke tempat ini? Tingginya sekitar 160 cm dan rambutnya pendek.”
“Aigoo… mana mungkin aku ingat… ada begitu banyak orang disini…” laki-laki itu mengeluh. Tapi kemudian seorang wanita yang berdiri tidak jauh darinya berjalan mendekati Yunho.
“Warna rambutnya hitam?” tanya wanita itu.
Yunho mengangguk. “Ya, anda tahu?”
“Aku sempat mendengar saat orang-orang menyebut namanya… Iseul…”
“Ya! Itu dia! Dia gadis yang kumaksud!” kata Yunho antusias. “Apa dia ada disini?”
“Dia dibawa ke rumah sakit,” kata wanita itu, jawaban yang membuat Yunho terbelalak kaget. “Tadi anakku melihat gadis itu sedang menelepon dan tiba-tiba saja dia pingsan. Sekarang anakku masih ada di rumah sakit.”
“Dia dibawa ke rumah sakit mana?” tanya Yunho panik. Setelah wanita itu memberitahu nama rumah sakitnya, Yunho bergegas keluar dari tempat sauna dan masuk ke mobilnya. Dia tidak lagi memikirkan apa yang Young Min tugaskan padanya, saat ini Yunho benar-benar mengkhawatirkan Iseul.
*** TO BE CONTINUE***

hyun ki itu ga salah..
Buktinya dia mau ngasitau jiyoung tentang tgl 10 itu..
Kesimpulanku hyun ki ga salah dan youngmin sma dongju yg jadi pemeran utama disini.. Youngmin dalangnya, dongju wayangnya.. Tapi sayangnya, wayangnya cacat fisik, sehingga wkt pentas dia malah malu2in..
Dongju gagal, youngminpun beraksi.. Ternyata emang bener2 otak licik ya, msh aja ada celah buat mikirin hal2 licik slanjutnya setelah rencna sblmnya gagal..
Tapi sebenernya youngmin punya 2 tujuan utama kan, ngerebut iseul dan menghancurkan JYJent..
Iseul pingsan? Wae?
Hye ran sma jiyoung yah yg paling menggebu2 buat ngebuktiin iseul itu ga salah.. Kalo eunhoon sma jiyoo, mereka lebih ke mencoba memecahkan masalah ini dgn kpala dingin.. Sbnernya kalo semangat hye-young sma brain power nya ji-hoon, sepertinya mrka bkal membentuk suatu tim yg sangat kuat! Yeaah..
Just can’t get enough in this part.. Jiwa penganalisisnya harus berhenti di saat2 yg seru.. Hihi.. Eonnideul pinter bgt nyari celah buat TBCnya.. Pasti aja tepat disaat2 yg seru plus menegangkan..
Next part, hope it will be more more more “dangerous” than this part.. XD
Uaaah~
Jinjja! Konfliknya makin seru!
Akhirnya iseul ditemukaaan *joget ring ding dong (?)
Jadinya yunho setuju nih sm rencananya youngmin-_- kogitu sih~ *sukasukaeonnideul=p
Heeemmm~~
Hyun ki gasalaaah~~
Hyunki sebenernya baik~~ iya kan~?
Jaeppa nya aja yg emosional-_- <-nyalahin
Itu iseul kenapa bisa pingsan? Kasiaaan~~
Lanjutannya ditunggu yah eonnideul^^
Fighting!(Y)
Eunhoon mlai mnunjkn kpmimpnn ny ne
enth np ak sk ma krktr ny eunhoon
brarti d sni jiyoung msh egois n mmentingkn dri sndri y..
Smpt ksl jg ma hyeran yg mledak2, tp mklum lah, dy kn magnae
ak hrap nma iseul cpt dbrsihkn ne
wow young mi bener2 licik cara gini gagal pake cara lain lg,,,, d otak y kyk ada 1000 cadangan rencana kyk y……
jiyoung ngelakuin tindakan kyk pepatah “sekali mendayung 2 3 pulau terlampaui”,,,,, iseul pingsan gara2 knp???? yunho nyisul.iseul bakal ketemu sama yoochun dong,,,,,, Lanjut…….
tunggu tunggu, kalo data2 itu ga didapet sama si mata-mata, lalu kemana perginya data2 itu? siapa yg ambil? sejauh ini aku juga masih penasaran sama Jiyoung, banget!
ini konflik uda bikin aku keliyengan bener, sampe kebawa emosi jg.. ya ampun cinta kalian bener deh para author yang cantik :*
kira2 yunho sama yoochoon ketemu ga tuh ya di RS?