Author: v3aprilia, dwiananing, Fiensa_F
Length: chaptered
Genre: drama, family, friendship, romance
Rating: PG
Main Cast:
No! Name’s member:
- Choi Eunhoon (Orchid Choi) —> dwiananing
- Jung Iseul (Kiara Jung) —> v3aprilia
- Park Jiyoo (Jane Park) —> Fiensa_F
- Byeon Ji Young (Jill Byeon) —> LiaaML
- Kim Hye Ran (Rainy Kim) —> Rani Dwi
JYJ
- Kim Jaejoong
- Park Yoochun
- Kim Junsu
PART VI
Yeoja yang dari tadi menunggu di depan ruang ICU itu seketika berdiri dan terkejut melihat siapa sosok yang berjalan menghampirinya dengan langkah terburu-buru itu. Sosok itu tersenyum singkat kearahnya.
“Anda…” gumam yeoja itu. “Park Yoochun… anda…” yeoja itu menoleh ke pintu ruang ICU, lalu kembali menatap Yoochun yang berdiri di depannya. Dia mungkin tidak pernah menyangka kalau orang yang bicara dengannya di telepon tadi adalah seorang Park Yoochun.
“Gadis itu… kerabat anda?” tanya yeoja itu, masih terbelalak kaget.
“Dia anak didik Kim Jaejoong,” jawab Yoochun, membuat yeoja itu bertambah kaget. “Apa yang terjadi dengannya?”
“Tadi aku melihatnya duduk sendirian dan sedang menelepon seseorang. Aku tidak terlalu memperhatikannya saat itu, sampai akhirnya tiba-tiba dia pingsan. Wajahnya pucat sekali, aku duga dia sudah sakit beberapa hari sebelumnya,” jawab yeoja itu.
Yoochun menghela napas. “Terima kasih banyak sudah menolongnya.”
“Sama-sama,” kata yeoja itu. “Kalau sudah tidak ada masalah lagi, saya mohon izin untuk pulang, permisi, ” lanjutnya lalu membungkuk pada Yoochun dan pergi.
Tak berapa lama setelah yeoja itu pergi, tiba-tiba seorang dokter keluar dari ruang ICU. “Apa anda keluarga dari Jung Iseul?”
“Ya, saya,” jawab Yoochun. “Apa yang terjadi dengannya?”
“Iseul-ssi mengidap hepatitis A,” kata dokter itu. “Sepertinya dia sudah mengalami gejala penyakit ini sejak beberapa hari yang lalu, tapi kenapa dia tidak segera memeriksakannya ke dokter?”
Yoochun menggeleng, dia sendiri pun sama sekali tidak tahu kalau Iseul sakit, dia jarang sekali bertemu dengan trainee ini. “Apa hepatitis A itu berbahaya?”
Dokter itu menggeleng. “Ini hepatitis yang paling ringan, tidak membahayakan. Tapi untuk mencegah resiko penularan, anda belum bisa menjenguknya sekarang.”
“Baiklah, terima kasih, dokter,” kata Yoochun. Dia menghela napas panjang dan menatap pintu ruang ICU yang masih tertutup. Setidaknya aku sudah memastikan keberadaan gadis ini, gumamnya dalam hati.
***
Yunho tidak bisa mendekat lagi, padahal jaraknya sudah sangat dekat dengan ruang ICU itu. Dari jauh, dia melihat Yoochun berdiri mondar mandir sambil mengacak-acak rambutnya. Samar-samar juga dia mendengar pembicaraan Yoochun dan dokter itu, mendengar bahwa Iseul mengidap penyakit hepatitis A.
Bagaimana mungkin Iseul bisa terkena hepatitis… gumam Yunho dalam hati. Dia mengepalkan tangannya, berjalan mondar mandir tak tentu arah, dia ragu untuk menghampiri Yoochun atau tidak.
Kenapa kau tidak berani menemuinya, Yunho? Dia kan sahabatmu, kau merindukannya kan? gumam Yunho lagi. Tapi apa Yoochun tidak curiga, bagaimana caranya Yunho bisa tahu kalau Iseul dirawat disini?
Dengan perasaan sedih, Yunho perlahan berjalan menjauhi ruang ICU, menjauhi Yoochun yang sekarang dilihatnya sedang menelepon seseorang, entah itu Jaejoong, Junsu, atau mungkin orang lain. Yunho memang ingin bertemu dengan tiga sahabatnya itu, tapi tidak dalam kondisi seperti sekarang ini.
***
Yoochun penasaran dengan sosok bertubuh tinggi yang berjalan memunggunginya, dia seperti mengenal laki-laki itu.
“Yunho hyung…?”
Tapi dia sendiri meragukannya. Tidak mungkin Yunho bisa berada disini sekarang, Yoochun pikir Yunho tidak mungkin kemari untuk menemui Iseul. Yunho tidak mungkin tahu kalau Iseul saat ini sedang sakit.
Tapi semakin sosok Yunho menjauh, entah kenapa Yoochun semakin penasaran. Dia mulai berjalan menyusul laki-laki itu.
“Yunho hyung?” panggil Yoochun. Suaranya tidak cukup keras sehingga Yunho tidak mendengarnya. Yoochun mempercepat langkahnya menyusul Yunho. Tapi kemudian langkah Yoochun terhalang karena ada pasien yang baru keluar dari lift, dan seketika itu Yunho sudah menghilang dari pandangan.
Benarkah yang kulihat tadi itu Yunho hyung…? gumam Yoochun dalam hati.
***
JYJEnt…
Sekitar pukul 9 pagi, Jaejoong sudah masuk ke ruangannya. Saat menghampiri meja kerjanya, dia terkejut melihat ada dua map berwarna biru sudah tergeletak rapi di atas mejanya. Dia membuka map itu, betapa terkejutnya dia karena isi map itu ternyata dokumen-dokumennya yang dikiranya hilang, data trainee dan laporan keuangan. Dia segera menghubungi sekretarisnya.
“Apa kau yang menemukannya?” tanya Jaejoong pada sekretarisnya.
“Office boy yang tadi pagi membersihkan ruangan anda tidak sengaja menemukannya di bawah sofa. PresDir, bagaimana mungkin dokumen sepenting itu bisa ada di bawah sofa anda?”
Jaejoong tidak menjawab. Dengan frustrasi dia membanting map itu ke atas meja dan terhenyak di kursinya. Sekretaris Shin terkejut melihat reaksi laki-laki di depannya ini.
“PresDir? Anda kenapa?”
“Anda boleh keluar,” kata Jaejoong. Dia mengacak-acak rambutnya dan berjalan mondar-mandir di ruangannya , menyadari kebodohannya yang sudah termakan hasutan orang yang tidak dikenalnya lewat pesan singkat di ponselnya yang secara beruntun dikirim padanya dan menerornya. Jaejoong marah pada dirinya sendiri, karena hal itu dia malah mencurigai Iseul dan malah mengusirnya.
“Apa yang sudah kulakukan…?” gumam Jaejoong. Dia lalu berjalan keluar ruangan. Saat membuka pintu, ternyata Eunhoon sudah berdiri di depan ruangannya. Tangan Eunhoon terjulur seperti hendak mengetuk pintu, dan ketika Jaejoong sudah lebih dulu membukanya, Eunhoon terkejut dan buru-buru menarik tangannya.
“Ada apa?” tanya Jaejoong.
“Iseul tidak bersalah,” kata Eunhoon, tanpa basa basi. Dia tidak peduli kalaupun Jaejoong akan muak dan marah mendengar kata-katanya. “Aku dan Ji Young punya bukti kalau Iseul tidak pernah mengambil apapun dari ruangan anda…”
“Aku sudah tahu,” kata Jaejoong singkat, membuat Eunhoon terkejut. “Iseul memang tidak pernah mengambil apapun.”
“Lalu?” kata Eunhoon. “Anda masih berniat untuk mengeluarkannya? Aku dan teman-temanku sudah membuktikannya dalam waktu kurang dari seminggu, aku menagih janjimu!”
Jaejoong menatap gadis di depannya ini, Jaejoong sepintas merasa kalau Eunhoon bukan Cassiopeia, entah darimana dia bisa memiliki pikiran seperti itu.
“Kau pikir aku tipe orang yang suka ingkar janji?” tanya Jaejoong. “Baiklah, aku membatalkan proses pemecatannya dari managemen. Aku menepati janjiku.”
Eunhoon jelas senang mendengar ini, tapi dia tidak mau menunjukkannya secara berlebihan di depan Jaejoong, bahkan tersenyum pun tidak. Dia hanya mengangguk lalu berkata, “Terima kasih. Aku akan ke rumah sakit hari ini dan memberitahu Iseul.” Eunhoon membungkuk pada Jaejoong lalu pergi.
Kau seperti bukan Kim Jaejoong yang kukenal, gumam Eunhoon sedih.
***
Ji Young berjalan menuju ke studio latihan ketika dia tidak sengaja berpapasan dengan Junsu. Ji Young membungkuk pada Junsu, tapi belum beberapa langkah Ji Young pergi, Junsu memanggilnya.
“Aku dengar Jung Iseul sedang berada di rumah sakit sekarang,” katanya.
“Ya, Yoochun sunbaenim menghubungi kami kemarin,” kata Ji Young.
“Dan aku juga dengar kau dan Eunhoon menemukan bukti kalau bukan Iseul yang mencuri dokumen dari ruangan Jaejoong hyung.”
Ji Young mengangguk. “Tapi aku tidak tahu siapa orang yang menyamar sebagai teknisi supaya bisa menyusup ke ruangan PresDir…”
“Lalu,” potong Junsu. “Apa kau melakukan itu karena kau memang perhatian dengan temanmu itu?”
Ji Young terdiam, dia sudah tahu arah pembicaraan ini, tapi dia lebih memilih berpura-pura tidak tahu. “Maksud anda?”
“Supaya orang-orang tidak mencurigaimu lagi, kau membantu Iseul dengan mencari bukti kalau ada orang lain dari luar JYJ yang menyusup masuk kemari dan mengacaukan semuanya. Dan ternyata kau berhasil.”
Junsu menatap Ji Young, dia tahu kata-katanya benar, dilihat dari ekspresi gadis itu. Beberapa saat kemudian Ji Young menjawab, “Kalau memang itu tujuanku membantu Iseul, lalu apakah anda ingin mengeluarkanku?”
“Jadi bisa dibilang, apa yang kukatakan itu benar,” kata Junsu.
“Karena aku tidak suka dicurigai,” kata Ji Young. “Hanya karena aku pernah berada disana, anda tidak bisa menuduhku sebagai orang jahat. Aku hanya ingin membuktikan itu pada anda, pada semua orang disini.”
“Lalu apa kau punya alasan kenapa kau keluar dari SM, lalu bergabung ke JYJ?” tanya Junsu lagi.
Ji Young tidak suka dengan pertanyaan ini, dia tidak mau masa lalunya diungkit-ungkit lagi, dan dia tidak mau mengungkapkan rahasia yang sudah lama dia pendam itu hanya supaya Junsu tidak bersikap dingin dengannya lagi.
“Aku tidak bisa mengatakannya,” hanya itu jawaban Ji Young.
“Baiklah, tidak apa-apa kalau kau tidak mau memberitahu,” kata Junsu, lalu pergi melewati Ji Young.
Sekilas Ji Young menunggu supaya Junsu berbalik menoleh padanya lagi, lalu Ji Young akan menceritakan semuanya, tanpa ada satu hal pun yang ditutup-tutupi. Tapi Junsu sudah berbelok memasuki lift, tak sekalipun menoleh lagi. Baginya, wajar kalau Junsu curiga padanya, karena melihat sikap Ji Young yang misterius dan banyak merahasiakan sesuatu. Tapi saat akhirnya Junsu menunjukkan kecurigaannya langsung di hadapan Ji Young, Ji Young merasakan pedih dalam hatinya.
***
Yunho kembali lagi ke rumah sakit. Dia belum memberitahu siapapun kalau dia sudah mengetahui keberadaan Iseul, termasuk pada Kim Young Min. Yunho memang sengaja melakukan hal itu, karena Yunho memang tidak mau menuruti perintah Young Min untuk mengajak Iseul bergabung ke SM. Dia justru menginginkan Iseul kembali ke JYJ.
Sampai di depan kamar Iseul, sejenak Yunho ragu. Bagaimana kalau ternyata di dalam ada Yoochun? Bagaimana kalau nanti Yoochun malah curiga, alih-alih senang melihatnya?
Perlahan Yunho membuka pintu kamar. Dia melihat sosok gadis yang dicarinya itu terbaring di tempat tidur, masih tertidur saat Yunho berjalan menghampirinya. Wajah Iseul, gadis yang masih tertidur itu, terlihat lelah dan pucat. Tangan kiri gadis itu menggenggam sesuatu, seperti sebuah kain putih yang terlihat agak kusut. Yunho melihat ada beberapa coretan di atas kain itu, dan dia tertarik melihatnya. Pelan-pelan dia menggeser tangan Iseul dan mengambil kain itu, tapi kemudian dia melihat sesuatu yang tergenggam di tangan kanan Iseul, yang dari tadi tertutup kain putih itu.
Iseul tertidur sambil terus menggenggam sebuah kalung dengan huruf U besar berwarna perak, dan ada tulisan ‘know’ di tengahnya. U-Know, kalung nama Yunho. Melihat kalung itu, Yunho membayangkan Iseul seperti sedang menunggunya untuk datang menemuinya, bahkan ketika dia sedang sakit.
Yunho kemudian mengalihkan pandangannya ke kain yang berisi coretan-coretan pulpen itu. Yunho membentangkannya, dan terlihat kain putih yang ternyata sarung bantal itu sudah berisi begitu banyak nada dan lirik lagu, beberapa dicoret karena salah.
“Tsk, anak ini…” Yunho tersenyum geli membaca coretan di sarung bantal itu. Bahkan saat sakit pun gadis itu masih menyempatkan untuk belajar menulis lagu, dan mungkin karena dia tidak menemukan kertas kosong, dia menggunakan sarung bantal untuk menulis.
“Yunho sunbaenim…?”
Yunho terkejut mendengar suara pelan itu, dia menoleh dari sarung bantal di tangannya, dan ternyata Iseul sudah terbangun, menatap kearahnya dengan matanya yang sayu. Iseul terdiam beberapa saat, seperti ingin menyesuaikan diri dengan keadaan di sekitarnya. Baru setelah dia menoleh lagi kearah Yunho dan melihat sarung bantalnya sudah berada ditangan namja itu, tersirat sedikit rona merah di wajah Iseul yang pucat. Yunho melihat kearah sarung bantal ditangannya, dan tersenyum.
“Bisa-bisanya kau mencoret-coret properti rumah sakit,” katanya.
Iseul tidak menjawab, dia perlahan duduk. Dengan canggung dia buru-buru memasukkan kalung di tangannya ke balik selimut, tidak ingin Yunho melihatnya.
“Bagaimana keadaanmu?” tanya Yunho.
“Kenapa kau bisa tahu aku disini?” Iseul balik bertanya.
Yunho tidak menjawab, dia menatap tajam Iseul. “Apa itu benar? Kau dikeluarkan dari JYJ?”
Iseul tertegun mendengar pertanyaan Yunho. “Kenapa kau bisa tahu…”
“Apa ini semua gara-gara aku?”
“Bukan…”
“Apa aku harus menemui Jaejoong agar kau tidak dikeluarkan dari JYJ? Aku tidak mau kau bernasib seperti ini, kau dikeluarkan padahal kau tidak salah apa-apa…”
“Tidak,” kata Iseul cepat. “PresDir tidak akan mau…”
“Tapi ini semua gara-gara aku,” kata Yunho. “Kalau saja kita tidak bertemu dan berita itu tidak keluar, mungkin Jaejoong tidak akan berpikir kalau kau terlibat sesuatu dengan SM…”
“Tapi aku tidak mau kau terlibat masalah…”
“Jangan pedulikan aku!” seru Yunho. “Kau sudah menderita begini tapi kau masih saja mengkhawatirkanku!”
“Pokoknya aku tidak mau!” seru Iseul. Diluar dugaan Yunho, Iseul tiba-tiba menangis. “Aku tidak mau kau dan PresDir bertemu kalau ujung-ujungnya kalian bertengkar! Aku tidak mau!”
Iseul menangis frustasi, dia tidak suka membayangkan Yunho datang menemui Jaejoong dan meminta supaya Iseul tidak dikeluarkan, dan Yunho mengaku salah karena sudah menempatkan Iseul pada posisi yang buruk. Iseul merasa dirinya bukan siapa-siapa yang harus dibela Yunho sampai sejauh itu. Dan ketika Iseul kembali menyadari kalau dirinya dikeluarkan secara sepihak, dia merasa sangat sakit hati. Iseul menangis sekeras-kerasnya dan membenamkan wajahnya ke selimut. Yunho pindah ke sisi tempat tidur, mengelus pelan kepala Iseul.
“Kau tidak mengerti, aku harus melakukannya,” kata Yunho. “Aku hanya ingin agar kau tidak dikeluarkan dari JYJ…”
“Kenapa?” tanya Iseul, di sela tangisnya. “Apa aku begitu penting bagimu, sehingga kau ingin membantuku bicara dengan PresDir?”
Yunho tidak menjawab. Dia tidak mungkin menjelaskan pada Iseul tentang rencana Young Min yang ingin menarik Iseul ke SM. Yunho mulai mengerti alasan Young Min menginginkan Iseul. Young Min sama sekali tidak tertarik dengan bakat Iseul, dia hanya ingin mengacaukan JYJ.
“Kenapa?” desak Iseul lagi, sambil sesenggukan.
“Karena aku temanmu…” jawab Yunho pelan.
Lama tak ada jawaban, tak ada suara tangis atau sesenggukan dari Iseul yang masih menyembunyikan wajahnya yang sembap di selimut. Dia seperti terpaku mendengar jawaban itu.
“Kenapa?” tanya Yunho heran.
“Teman?” tanya Iseul. “Kau membelaku sampai seperti ini, itu semua hanya karena aku ini temanmu?”
“Apa maksudmu?”
Iseul tidak menjawab, tapi dia menurunkan selimutnya dan menatap ujung tempat tidur dengan pandangan kosong, lalu menggigit bibir.
“Iseul? Maksudmu apa?” tanya Yunho. “Hei, aku bertanya…”
“Aku menyukaimu.”
Yunho tertegun mendengar jawaban yang sangat tiba-tiba itu. “Apa?”
Iseul hendak berbaring dan menutupi tubuhnya dengan selimut, tapi Yunho sudah lebih dulu menahannya dengan menarik selimutnya. Tapi tiba-tiba tangan Iseul tanpa sengaja menyenggol kalung yang dia taruh di balik selimut. Kalung itu jatuh ke lantai. Yunho memungut kalung itu, memperhatikannya sebentar, lalu kembali menatap Iseul.
“Kau menyukaiku?” tanya Yunho.
Iseul tidak menjawab, tapi ekspresi wajahnya terlihat seperti sedang menahan tangis dan malu. Dengan marah dia menarik selimut dari tangan Yunho. “Jangan menarik selimutku! Aku mau istirahat!”
“Kau menyukaiku?” tanya Yunho lagi, menatap tajam Iseul. Iseul terus menunduk, tapi tetap tidak menjawab apapun.
“Kalau kau tidak mau jawab, aku pulang,” kata Yunho. Dia melepas selimut Iseul, menaruh kalung Iseul ke meja di sisi tempat tidur, lalu berdiri dan hendak berjalan menuju pintu.
“Memangnya salah?” tanya Iseul. Yunho berbalik.
“Apa aku tidak boleh memendam perasaan seperti itu?” tanya Iseul lagi. “Apa aku tidak boleh menyukaimu?”
Yunho menghindari tatapan Iseul, dia melihat ke seberang ruangan, lalu melihat lagi keluar jendela. Selama beberapa saat Iseul terus menatap Yunho, sampai akhirnya Yunho balas menatap gadis itu dan berkata,
“Tidak.”
Iseul tertegun. Dia kaget melihat Yunho yang awalnya begitu memperhatikannya, mendadak berubah drastis setelah Iseul mengaku menyukainya. Hati Iseul mencelos melihat ekspresi Yunho yang mendadak berubah dingin saat mengatakan ‘tidak’.
“Kena…”
“Kau tidak boleh menyukaiku, bahkan kau tidak bisa lagi berteman denganku,” kata Yunho. Melihat wajah Iseul yang menatap Yunho dengan terkejut, Yunho melanjutkan kata-katanya,
“Bukankah kau sendiri yang bilang, kau tidak ingin aku terlibat masalah,” kata Yunho. “Aku turuti kata-katamu. Kita tidak bisa berteman lagi.”
Setelah berkata begitu, Yunho langsung berjalan keluar dari kamar, meninggalkan Iseul yang masih tidak percaya dengan sikap Yunho. Hatinya kembali sakit, jauh lebih sakit dari sebelumnya. Iseul menganggap kalau lebih baik dia tidak mengatakan perasaannya dan mereka masih bisa berteman, daripada Yunho menjauhinya seperti itu. Iseul menekuk kakinya, membenamkan wajahnya ke lutut dan kembali menangis.
***
Yunho keluar dari kamar Iseul, berjalan menyusuri koridor rumah sakit dan memikirkan apa yang baru saja dikatakan Iseul padanya.
Dia menyukaiku…
Semudah itukah? Yunho dan Iseul belum lama bertemu, tapi Iseul mengatakan itu seperti dia sudah begitu lama memendamnya. Dan sikap Yunho tadi, dia sebenarnya tidak tega melakukan itu. Yunho tidak ingin bersikap sedingin itu pada Iseul, tapi dia sendiri juga menyadari kalau jika mereka terus berteman, mungkin Iseul akan terus terseret masalah. Yunho tidak mau hal seperti itu terjadi.
Yunho berjalan terus hingga hampir sampai ke ujung koridor, ketika dia melihat seseorang di kejauhan berjalan kearahnya. Yunho berhenti berjalan, menatap sosok itu. Yunho tahu betul siapa itu, dia masih sangat hapal dengan cara berjalan sosok itu, yang sudah begitu lama dikenalnya. Namja itu, yang saat ini sudah berdiri di depan Yunho dengan jarak tidak lebih dari lima meter, tercekat melihat Yunho.
“Jaejoong…?”
***TO BE CONTINUE***

mian baru komen di part ini. #bow
part ini kereeeen! itu si abang (?) yoochun udah mau ketemu ma yunho tapi kehalang pasien lewat. tuh pasien ngapain sih pake lewat segala?? ganggu aja tuh pasien! #tendang pasien
ayo part selanjutnya ditunggu. semoga cepet publish. hehe ^^
Gyaaaa ketemu jaejoong…
Ahhhh semakin baca ff ini semakin penasaran dan semakin pengen baca ff ini sampe abis… Nice ff thor
Iseul dtolak..
Gmn ne jaejoong n yunho ktmu, ap yg bkal tjdi
Eunhoon kyk ny agk kcwa ma jaejoong y
jaejoong hrus mnta maaf ne k iseul n eunhoon
ak mnggu-nggu bgn ny eunhoon ne
wahhhh…..jaejoong ketemu sama yunhooo !! ‘
kira-kira apa yang akan terjadii??
gag sabarannn !!!
suerrrr..iseulll untung jaejong nemu tuh dokumen
eaaaaaa….
Ada iseul d tengah kehadiran yunjae…
Cinta sgitiga nih…
Nyhhahahhaha
yunho ketemu jg ma bini y setelah sekian lama jaema….. bakak.gmn ya mereka,,,,,
iseul y kasian udah beraniin nyatain perasaan y malah yunho y.nolak n ngejauh…..
junsu curiga sama jiyoung ya??? aku.jd sedikit rada kasian ma jiyoung krn dia mendam sesuatun menyendiri……
Lanjut…….
o yeaaaaaaah!!!
aku suka scene pas yunho bilang “tidak”
aaaaah!!!
omaigat, emosiku campur aduk (@@!”)
dan yak, apakah yg akan terjadi selanjutnya? apakah ketika yunho menyebut nama jaejoong lirih lalu kemudian mereka akan berpelukan? dan kemudian … (STOP!)
mungkin ada baiknya saya pindah chapter.
uhhh!! bener2 suka deh sama nih story! mian baru coment di pert ini yaaaa. hehehe