[FF/CHAPTERED/PG-16] Psycho Chap 5

Title : Psycho

Author : Sarah Sucia Adler

Rating : PG-16

Casts : Cho Kyuhyun, Park Chae Rin, Song Joong Ki and other

Genre : Romance

Length : ? shot

Part : 5 of ?

Disclamer : I don’t own the Super Junior characters here. They belong to God and themselves.  This story is only a fiction. So please don’t sue me.

A/N : Oke author back! ini masih akan terus bersambung, tapi kalau yang ngekomennya sedikit author males nerusinnya juga. So, kalau mau Psycho lanjut harap komen yang banyak *maksa* kamsahamnida.

oh iya ini emang sengaja dibikin pendek perpartnya biar gapada bosen hehehehehe

***

Sejak kejadian di ruang kesehatan itu dia sama sekali tidak pernah muncul di hadapanku, dia tidak pernah meneleponku, atau cari tahu tentang keadaanku. Dia marah. Aku bahkan belum sempat bilang apapun padanya. Jujur aku sangat kehilangannya, tapi aku tidak berani untuk datang ke apartemen atau ke kelasnya. Aku terlalu naif untuk melakukannya.

Aku baru saja keluar dari toilet dan dia sedang berjalan, dia melihatku tapi dia malah membuang muka dan meneruskan perjalanannya.

“Kyuhyun sunbae…” panggilku. Dia tidak menoleh, seolah-olah tidak mendengar. Aku berlari kecil untuk menyamai langkahnya, kemudian kutarik tangannya hingga dia melihatku. “Cho Kyuhyun kita harus bicara.” Dia menepis tanganku dan mulai berjalan. Tak bisakah dia menjawab apa yang kukatakan? Aku mengikutinya dan menarik tangannya lagi. “Sunbae… dengarkan aku dulu…” dia menyudutkanku ke tembok. Persis ketika pertama kali kami bertemu. aku menunduk.

“Bukankah kau mau bicara? Menapa tidak menatapku?” suaranya terdengar marah. Dia masih belum memaafkanku. Aku menatap wajahnya, tapi seketika dia melumat habis bibirku. Tanganku kubiarkan memegangi tembok yang kusandari. Dia benar-benar sedang marah, ciumannya kasar dan buru-buru. Dia benar-benar melakukan apa yang dia lakukan waktu pertama kami bertemu. tangannya masuk ke seragamku dan dia meremas yang dia cari. Karena aku tidak berontak dia berhenti kemudian menjauh dari tubuhku.

“Dasar jalang.” Dia lalu pergi meninggalkanku.

Aku rela kau sebut jalang atau apapun, aku juga rela kau jamah seperti itu. Asal kau di sisiku aku rela melakukan apapun, Sunbae. Cho Kyuhyun.

***

Saat jam istirahat aku ke kelasnya. Dia baru selesai belajar dan sedang membereskan buku. Beberapa sunbae sudah keluar kelas, aku lalu masuk dan menaruh bekal di mejanya. Dia menatapku dengan malas.

“Terserah kau mau membuangnya atau bagaimana, aku hanya melakukan apa yang kau minta,” aku keluar dari kelasnya. Dan mengintipnya dari jendela. Ternyata dimakan juga, dasar Kuhyun sunbae

***

“Kau tidak merindukanku?” tanyaku cepat, dia mendelik kemudian membuang muka. “Hari ini jadwalku mengajarkanmu biologi, ingat?” tanyaku lagi.

“Nanti aku ke rumahmu,” jawabnya. Aku tersenyum.

“Kau masih marah ya? Biar aku jelaskan dulu, waktu itu aku tidak berbuat apapun dengan Joong Ki. Ada yang terjadi di toilet, aku menelepon Bora dia datang bersama Joong Ki dan mereka membawaku ke ruang kesehatan. Sudah, hanya itu.”

“Tapi kulihat dia menyentuhmu.” Dia merespons.

“Dia melihat apakah ada luka atau tidak. Jangan terlalu cemburu… em… chagi…” dia mendongak mendengarku memanggilnya chagi.

“Apa yang terjadi di toilet?”

“A… apakah harus kukatakan?” dia menatapku dengan tatapan tentu-saja-harus. “Emm…” apakah aku harus mengadukan perbuatan sunbae bar-bar itu?

See?” dia berdiri dan melenggang pergi.

Sunbae… jangan salah sangka dulu… aku bukan tidak mau memberitahumu tapi…”

“Kau tidak akan memberi tahuku dan Joong Ki tahu. Itu cukup.”

“Aku juga ti… tidak memberitahunya, aku hanya minta tolong pada Bora tapi Joong Ki ikut, aku…”

“Terserah.” Dia meneruskan langkahnya dan aku berjalan agak cepat untuk menyamai langkahnya yang besar. Kutarik tangannya, dia berhenti, aku mendekatinya dan menciumnya. Dia memegang tengkukku hingga sekarang dialah yang berusaha melumat habis bibirku. Aku tahu dia juga merindukan ini. Sepertinya dia tersadar dan melepaskanku.

“Aku hanya menciummu, dan tidak pernah mencium Joong Ki.” Dia diam, sepertinya masih belum bisa memaafkanku, tapi kemudian dia menciumku lagi. Tubuhnya membutuhkanku, hanya saja dia masih belum jujur.

***

“Chae Rin, coba ke taman sebentar,” ujar Bora di telepon.

“Untuk apa?”

“Kyuhyun sunbae…”

“Ah? Apa yang terjadi dengannya?” tanyaku cemas.

Anni, tapi… ah kaulihat saja sendiri, cepat ke taman makanya…” telepon ditutup,

Ish, bocah itu kenapa sih? Aku berjalan ke taman dengan buru-buru takut-takut ada sesuatu yang terjadi padanya. Tapi semua kecemasanku menghilang saat kulihat dia bersama Seohyun. Kyuhyun sunbae tengah berbaring di rerumputan. Sementara Seohyun duduk di sebelahnya sambil sesekali mengelus kepala Kyuhyun sunbae.

Oke Chae, jangan menangis, jangan berteriak, jangan marah, pelan-pelan saja, tenang… aku mendekat ke arah mereka dan… Seohyun mencium bibir Kyuhyun sunbae. Langkahku terhenti. Kakiku lemas dan mataku basah. Sialan! Jadi karena ini dia tak lagi mencariku. Fine, sana pacaran sama Seohyun dia tidak akan tahan dengan kelakuanmu yang gila itu. Aku pergi meninggalkan mereka berdua sambil menangis. Sunbae sialan! Kau membuatku jatuh cinta padamu dan kau campakkan aku begitu saja. Dasar psiko!

***

Aku menghindarinya, aku tak datang ke kelasnya, aku tak menemuinya di gudang, aku tak mencoba datang ke atap. Aku pura-pura tidak melihatnya jika berpapasan di kantin, koridor, dimana pun itu. Aku mencoba melupakan aku pernah mengenal seseorang bernama Cho Kyuhyun. Biar saja seperti dulu, Park Chae Rin cuma anak kelas XI biasa bukan pacar Cho Kyuhyun siswa kaya, tampan dan pintar yang suka cari masalah. Bias saja begini.

“Kau sudah makan?” tanya Seohyun pada Kyuhyun. Aku melirik mereka. Sialan aku kesal setengah mati. “Mau kubelikan apa, Oppa?” oke aku mual dan nafsu makanku hilang.

“Chae Rin, ayo cepat beli makan,” kata Bora. Joong Ki sudah tahu kenapa aku tiba-tiba terdiam.

“Aku tidak makan, aku ke… em… toilet dulu…” aku langsung pergi. Aku takut akan menangis di hadapannya.

Akhirnya aku ada di atap sendirian, menangis. Sial. Oh c’mon Chae…

“Kenapa menghindariku?” aku menoleh dengan mata yang masih basah. Cho Kyuhyun sudah ada di hadapanku dengan wajah datarnya. “Kenapa tidak menemuiku? kenapa tidak datang padaku? Kenapa menghindariku? Huh?” dia menghampiriku, dengan cepat kuseka air mataku agar dia tak melihatnya. Aku berjalan melewatinya dan dia menarik tanganku. “Jawab aku!” ah dia mulai lagi.

“Tanya pada Seohyun!”

“Kau mulai berteriak padaku? Cih, kenapa aku harus tanya pada Seohyun sementara ada kau di sini, dan urusanku denganmu bukan dengan Seohyun!”

“Kalau begitu kau pikir sendiri! Apa yang kau lakukan tiga hari yang lalu di taman bersama Seohyun.”

“Taman?” aku menepis cengkeramannya di tanganku. “Hey kita belum selesai!” dia menyudutkanku de tembok.

“Lepaskan aku!” aku memukuli bahunya.

“Hey! Selesaikan dulu masalah ini!” dia berteriak lebih kencang dariku sambil kedua tangannya memegangi kedua tanganku di samping tubuhku.

“Apa yang harus kita selesaikan? Semuanya sudah selesai sejak tiga hari yang lulu.”

“Tiga hari yang lalu apa sih? aku memang tidak pergi ke rumahmu untuk belajar, karena itu?”

Pabo!”

“Kau… berani kau… aish, apa? Aku hanya tidur di taman sudah itu saja.”

“Kau tidur dan Seohyun bersamamu sambil menciumimu!”

“Apa? Aku hanya tidur, aku tidak tahu apa-apa…”

“Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri kalian berciuman, aku bahkan tidak pernah melakukannya dengan siapa pun kecuali kau.”

“Aku berani sumpah aku tidak melakukannya. Dan… jadi, karena ini?”

“Kau pikir karena apa lagi, bodoh…” aku menangis, “Kau pikir aku bisa tiba-tiba menghindarimu tanpa alasan yang jelas? Kau pikir aku bisa hidup dengan tenang setelah kau membuatku gila? Kau itu bodoh atau apa?” dia memelukku.

“Kau mencintaiku?”

“Pertanyaan bodoh macam apa lagi itu? Bahkan orang gila sekalipun tahu aku mencintaimu,” isakku di bahunya.

Mianhae… demi Tuhan aku tidak berbuat apapun, yang aku tahu aku hanya tidur di taman dan ketika aku bangun Seohyun sudah ada di sana. Aku tidak tahu kalau dia menciumku.”

“Pokoknya kau menyebalkan..” aku memukul dadanya.

“Apa yang bisa membuatmu memaafkanku?”

“Lupakan masalah di ruang kesehatan itu, aku benar-benar tidak melakukan apapun dengan Joong Ki…”

“Aku tahu,” bisiknya lembut.

“Ah?”

“Aku tahu yang Hyeyeon, Sooyoung, dan Tiffany lakukan. Maafkan mereka, mereka hanya membela Seohyun.”

“Dan sekarang kau membela mereka?”

Anni, aku sudah memberi sedikit pelajaran pada mereka, kau tenang saja.” Aku mengangguk.

“Kau tahu sekarang kenapa bajuku koyak begitu, jangan salahkan Joong Ki dan menganggap kami melakukan hal-hal aneh,”

“Aku tahu, maaf aku salah,” lagi-lagi aku mengangguk. Dia melepaskan pelukan kami. “Kau sudah memaafkanku?”

“Kenapa kau selalu bertanya pertanyaan-pertanyaan bodoh sih? tentu saja aku…” dia memegang kepalaku dan menciumku. Tanganku dengan spontan menyentuh pipinya. Aku merindukan ini. Aku juga tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku membutuhkan pria gila ini. Cho Kyuhyun.

~ TBC ~

98 thoughts on “[FF/CHAPTERED/PG-16] Psycho Chap 5

  1. aish!!
    mau dippopo juga sama si setaaan!!:(
    kereeen daah thor,,:D
    aku bener2 speechless abis baca nih FF,,-_-”
    tau sih mau komen apa tapi abis baca malah bingung harus mulai gimana,,-_-”
    #curhat
    pokoknya T.O.P banget daaah,,:D

  2. Ooo…
    Ternyata hanya jebakan yg d buat soehyun dkk untuk menjauhkan kyu dg chae rin..
    Psycho sll seru ceritanya n sll ada konflik yg menegangkan..
    Hahhaha..
    Tp kejadian d kantin ketika soehyun menawarkan membelikan makanan ke kyu apakah hanya jebakan jg..
    Jadi penasaran baca part berikutnya..

    Aq jg suka krn per part nya pendek..
    Jadi dk tll capek bacanya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s