[Part 7 0f ?] No! Name: Remake

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6

Author: v3apriliadwiananingFiensa_F

Length: chaptered

Genre: drama, family, friendship, romance

Rating: PG

Main Cast:

No! Name’s member:

- Choi Eunhoon (Orchid Choi) —> dwiananing

- Jung Iseul (Kiara Jung) —> v3aprilia

- Park Jiyoo (Jane Park) —> Fiensa_F

- Byeon Ji Young (Jill Byeon) —> LiaaML

- Kim Hye Ran (Rainy Kim) —> Rani Dwi

JYJ

- Kim Jaejoong

- Park Yoochun

- Kim Junsu

PART VII

 

Eunhoon tertegun melihat Jaejoong saat dia baru memasuki lobi rumah sakit. Jaejoong sendiri pun terkejut saat bertemu dengan yeoja itu, sedikit canggung karena sebelumnya dia tidak berniat ada siapapun yang melihatnya menjenguk Iseul ke rumah sakit.

“Eunhoon-ssi…”

“Aku pikir kau tidak terlalu peduli dengan Iseul,” sindir Eunhoon.

Jaejoong yang semula canggung, mendadak kesal. “Kita sudah bertengkar di kantor, apa kau mau melanjutkannya disini?”

Eunhoon mengatupkan rahangnya dengan keras. Jaejoong mendengus kesal dan berjalan pergi meninggalkan Eunhoon. Meskipun sebenarnya malas, Eunhoon terpaksa berjalan mengikuti Jaejoong karena tujuan mereka sama.

Setelah menanyakan nomor kamar Iseul di bagian resepsionis, mereka bergegas menuju ke kamar. Tapi begitu mereka berbelok ke koridor, Jaejoong mendadak berhenti berjalan.

“Kenapa…?”

Pertanyaan Eunhoon terhenti setelah melihat siapa orang yang membuat Jaejoong terkejut. Di depan Jaejoong, Yunho berdiri terpaku, menatap Jaejoong dengan ekspresi yang sama terkejutnya.

“Jaejoong…?”

Jaejoong menoleh kearah Eunhoon yang berdiri di belakangnya. “Kau sudah tahu nomor kamarnya, kan? Pergilah ke sana.”

Eunhoon hanya bisa memandang Jaejoong dan Yunho bergantian dengan pandangan tidak percaya. Dia perlahan berjalan melewati Jaejoong dan Yunho. Eunhoon sempat menoleh sebentar sebelum akhirnya dia berjalan menuju kamar Iseul dan masuk.

Ada keheningan yang menyesakkan diantara Yunho dan Jaejoong. Masing-masing tidak tahu apa yang harus dikatakan, padahal Jaejoong sendiri menyadari kalau dia sangat merindukan sahabatnya ini, Yunho dan tentu saja juga Changmin. Tapi setelah akhirnya dia bertemu dengan Yunho, dia justru merasa sangat canggung.

Yunho berusaha tersenyum meskipun dia tahu Jaejoong sengaja menghindari kontak mata dengannya. “Aku selalu percaya kalau selama ini kalian baik-baik saja, dan sekarang aku bisa melihatnya sendiri.”

Jaejoong menggerakkan kepalanya, sebuah anggukan yang terlihat sangat canggung. “Ya… terima kasih.”

Jaejoong sama sekali tidak menyukai situasi yang canggung seperti ini. Tanpa menatap Yunho, dia bergegas pergi meninggalkan pria itu.

“Jangan keluarkan Iseul.”

Jaejoong berhenti dan menoleh menatap Yunho. “Kenapa kau bisa tahu tentang itu?”

“Itu tidak penting…”

“Menurutku penting,” potong Jaejoong. “Apa Iseul menceritakan semuanya?”

“Ya,” jawab Yunho berbohong. “Aku tidak mau kau mencurigainya hanya karena dia mengenalku. Berita tentangku dan Iseul itu tidak benar.”

Jaejoong tidak langsung menjawab, dia menghindari tatapan Yunho.

“Kau tidak percaya denganku?” tanya Yunho.

“Aku…”

Tiba-tiba dari jauh mereka mendengar suara pintu terbuka. Eunhoon keluar dengan panik dan langsung menghampiri suster.

“Tolong! Teman saya pingsan!” seru Eunhoon.

Jaejoong dan Yunho terkejut mendengar kata-kata Eunhoon. Jaejoong menoleh menatap Yunho, tapi sesaat kemudian Jaejoong lebih memilih pergi menghampiri Eunhoon yang menunggu di luar kamar dengan panik.

Yunho masih terpaku di tempatnya berdiri. Perlukah aku kesana? katanya dalam hati. Dia tahu, kondisi Iseul pasti drop setelah dia mendengar kata-kata Yunho beberapa saat yang lalu. Tapi disisi lain, Yunho juga tahu kalau tidak ada gunanya dia lebih lama berada disini. Perlahan Yunho berbalik pergi.

***

Jaejoong masuk kembali ke kamar Iseul sekitar setengah jam kemudian, dan dia melihat Eunhoon tertidur di sisi tempat tidur. Gadis itu mendadak terbangun setelah mendengar suara pintu yang tak sengaja ditutup Jaejoong terlalu keras.

“Maaf,” kata Jaejoong. Eunhoon menoleh kearah Iseul, dan gadis itu masih tertidur.

“Bagaimana keadaannya?” tanya Jaejoong.

“Sudah lebih baik,” jawab Eunhoon. Dia melihat raut wajah Jaejoong yang murung, dan Eunhoon bisa menebak kalau pertemuannya dengan Yunho tidak berakhir dengan baik.

“Seharusnya aku tidak bilang pada Iseul,” kata Eunhoon.

“Bilang apa?”

“Aku katakan padanya kalau kau dan Yunho sunbaenim… bertemu,” kata Eunhoon. Jaejoong tidak berkata apa-apa, dia berjalan menuju sofa dan duduk.

“Tapi sebelum aku mengatakannya, aku sudah melihat Iseul seperti baru saja menangis,” kata Eunhoon lagi, seolah ingin mengatakan kalau sebelumnya Iseul bertemu dengan Yunho dan ada sesuatu yang membuat Iseul menangis.

Jaejoong mengerti apa yang ingin dikatakan Eunhoon. Gadis itu melihat Iseul menangis, dan dalam waktu yang bersamaan Jaejoong juga melihat Yunho berjalan menjauhi kamar Iseul. Jaejoong langsung berpikiran kalau Yunho sudah mengatakan sesuatu yang buruk pada Iseul, meskipun dia sendiri juga tidak percaya Yunho bisa melakukan hal itu.

Sementara Eunhoon prihatin melihat raut sedih di wajah Jaejoong. Dia sama sekali tidak membayangkan akan melihat langsung permasalahan yang sedang terjadi antara DBSK, terlalu menyesakkan.

“Ada apa…?” tanya Eunhoon pelan.

Perlu waktu kira-kira semenit sebelum akhirnya Jaejoong menjawab, “Aku tidak berharap bisa bertemu dengannya dalam keadaan seperti ini.”

“Seburuk itukah?” tanya Eunhoon, yang sedetik kemudian merasa menyesal sudah menanyakan itu. Eunhoon merasa tidak pantas mengetahui permasalahan yang terjadi di antara mereka.

Cukup lama Jaejoong tidak menjawab. Dia mengalihkan pandangannya ke sosok yang masih tertidur itu, Iseul.

“Terkadang aku berpikir kalau apa yang dikatakan Junsu itu benar,” kata Jaejoong. “JYJ Entertainment adalah keputusan ternekat yang pernah kubuat.”

“Kenapa? Apa ada masalah?”

“Dua trainee memutuskan keluar,” kata Jaejoong, membuat Eunhoon terkejut. “Mereka lebih memilih keluar dan fokus ke pendidikan mereka daripada meneruskan training. Intinya begitulah yang mereka katakan padaku. Tapi itu membuatku pesimis, entah kenapa aku merasa bukan itu alasan mereka keluar.”

Eunhoon hanya diam. Dia merasa tidak enak kalau hanya menjadi pendengar yang baik, tapi dia juga tidak mau kalau dia memberikan pendapat yang berkesan menggurui Jaejoong. Dia memperhatikan Jaejoong yang terdiam menatap lantai sambil menggenggam kedua tangannya.

“Dan kau tahu, aku mendapat pesan dari seseorang, entah siapa,” kata Jaejoong pelan.

Eunhoon terkejut. “Pesan?”

“Isi pesan itu berbunyi ‘awasi trainee-mu’. Aku sebenarnya tidak ingin menghiraukan itu, tapi pesan itu selalu muncul selama beberapa kali setiap hari dan itu membuatku sangat terganggu. Pikiranku sudah kalut karena semua hal itu, dan kemudian muncul lagi berita tentang dua dokumen penting yang hilang itu. Aku tidak bisa berpikir apa-apa lagi selain marah dan mengusirnya,” kata Jaejoong, sambil menatap Iseul. “Apa menurutmu dia marah padaku?”

Eunhoon mengangkat bahu. “Tapi aku tahu kalau dia kecewa…”

Sebuah pesan? Apa yang dia maksud adalah meneror? Eunhoon tidak berani membayangkan itu.

“Maaf aku sudah menceritakan masalah pribadi padamu,” kata Jaejoong.

Eunhoon mengangguk, berusaha tersenyum. “Tidak apa-apa. Justru aku yang seharusnya minta maaf, aku tidak tahu apa yang harus kukatakan…”

Jaejoong mengangkat bahu, tersenyum. “Aku hanya perlu pendengar yang baik.” Setelah berkata itu, dia beranjak pergi menuju pintu. Sebelum membuka pintu, Jaejoong sempat menatap Iseul, seperti berharap Iseul akan terbangun. Tapi sesaat kemudian dia pergi keluar kamar.

Sebenarnya, tanpa disadari Eunhoon dan Jaejoong, Iseul sudah tersadar sejak beberapa menit yang lalu. Tentu saja dia mendengar semua cerita Jaejoong. Semua perasaan kecewa dan marahnya pada Jaejoong mendadak lenyap. Jaejoong ternyata jauh lebih tertekan daripada dirinya, memiliki masalah yang jauh lebih besar darinya, dan tidak tahu kapan akan berakhir. Iseul mendengar ada seseorang yang duduk di sebelah tempat tidurnya, dia tahu itu Eunhoon. Eunhoon melihat ada air mata menggantung di sudut mata Iseul, dan dia menghapus air mata itu serta keringat di dahi Iseul dengan saputangannya.

“Seandainya kau mendengarnya tadi…” gumam Eunhoon, tidak menyadari kalau sebenarnya Iseul pura-pura tidur. “Aku memang masih berpikir kalau tetap saja situasi ini tidak adil untukmu, karena kau tidak salah apa-apa. Tapi aku kasihan dengan PresDir, aku tidak tahu apa yang terjadi kalau seandainya aku juga memiliki masalah yang sama besarnya dengan yang dia hadapi sekarang… Aku tidak tahu apakah aku bisa bertahan seperti dia…”

Iseul berharap setelah ini Eunhoon akan pergi keluar kamar, supaya dia punya kesempatan untuk menangis sepuasnya, sendirian.

***

Sampai lewat tengah malam Hye Ran tidak bisa tidur. Sudah tiga hari ini dia tidur sendirian dan Iseul baru akan pulang dari rumah sakit tiga hari lagi. Terlebih lagi malam ini Eunhoon memutuskan untuk menjaga Iseul, tentu saja di dorm hanya ada dirinya, Jiyoo, dan Ji Young.

Hye Ran keluar dari kamar, minum segelas susu hangat mungkin akan bisa membuatnya mengantuk. Atau mungkin dia akan menonton acara tengah malam. Tapi kemudian dia melihat seseorang sedang berdiri membelakanginya di beranda. Dari bentuk tubuhnya yang tinggi langsing, Hye Ran tahu sosok itu adalah Ji Young.

Tapi Ji Young… menangis?

Hye Ran tidak tahu masalah apa yang menimpa Ji Young, dia tidak pernah mau mengenal gadis itu lebih dekat. Tapi Ji Young yang saat ini sedang menangis menurutnya adalah yang aneh. Mungkinkah ada sesuatu yang dia tutupi?

Hye Ran bersikeras untuk tidak peduli. Dia tahu, kalau dia menanyakan pada Ji Young apa masalahnya, Ji Young tidak akan mau memberitahu. Hye Ran sudah terlanjur berpikiran buruk tentang Ji Young.

Sekitar limabelas menit kemudian, Ji Young mendengar seperti ada sesuatu yang ditaruh di meja kaca di ruang tengah. Ji Young buru-buru mengusap air matanya dan berbalik. Ternyata Hye Ran. Gadis itu itu meletakkan mug berisi susu hangat.

“Kau kenapa?” tanya Hye Ran.

Ji Young tidak menjawab, dia menatap mug di atas meja itu.

“Terserah kalau kau tidak mau jawab,” kata Hye Ran lalu beranjak menuju kamarnya.

“Terima kasih,” kata Ji Young. Hye Ran berhenti membuka pintu kamar. “Untuk minumannya.”

“Terima kasih sudah membantu Iseul onnie,” kata Hye Ran. “Tapi tetap saja, hal itu tidak bisa langsung membuatku berubah simpati padamu.”

Ji Young tidak bereaksi, seolah dia sudah tahu kalau Hye Ran akan mengatakan hal itu. Ji Young berbalik memunggungi Hye Ran, menatap langit malam yang tak berbintang itu. Pandangan Hye Ran tanpa sengaja tertuju ke titik-titik hitam di punggung atas Ji Young. Rambut Ji Young yang digelung tidak menutupi punggung itu, yang kali ini bisa dilihat Hye Ran secara jelas dengan bantuan lampu yang menerangi beranda. Dia tahu titik itu, kelima bintang yang tertato permanen di punggung atas dekat leher itu.

Rasi bintang Cassiopeia.

***

“Peran yang sejatinya akan dimainkan oleh Yunho ‘TVXQ’ dalam drama Poseidon akan digantikan oleh Siwon ‘Super Junior’.”

Yunho tidak berkomentar apapun, saat berita itu akhirnya benar-benar keluar dan berbagai komentar mulai bermunculan, bahkan sempat menjurus kearah pertengkaran antara mereka yang kecewa karena Yunho diganti dan mereka yang senang karena bisa melihat akting Choi Siwon lagi di layar kaca.

SM memang beralasan kalau Yunho tidak mungkin melanjutkan pekerjaannya di drama Poseidon itu karena berbenturan dengan jadwalnya, meskipun beberapa pihak meragukan itu. Kalau memang alasannya karena jadwal yang padat, kenapa peran itu ditolak sejak awal? Kenapa mendadak Yunho diganti, padahal dia sudah menjalani proses reading?

Karena itu hukuman untuk Yunho.

Kim Young Min murka karena Yunho dengan tegas menolak membawa Iseul bergabung ke SM, bahkan membantu gadis itu untuk kembali ke JYJ.

“Aku sudah mengatakan padamu sebelumnya, Jung Yunho. Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan anak itu, begitupun sebaliknya. Kau lihat sendiri kan, apa yang sudah kulakukan padamu. Jangan salahkan aku, karena memang inilah yang pantas kau dapatkan.”

Yunho keluar dari ruangan Young Min, tak kecewa sama sekali dengan perannya yang digantikan orang lain. Young Min mungkin berpikir kalau Yunho telah menyesal menolak melakukan hal yang dia inginkan, tapi nyatanya tidak. Yunho berjalan menjauhi ruangan Young Min, menghela napas panjang, dan tanpa diduga, dia tersenyum.

“Aku adalah leader yang akan menjaga tubuh semua anggotaku.”

Dia melakukannya. Yunho sudah melakukannya pada JYJ. Yunho berhasil membuktikan pada dirinya sendiri, kalau dia masih bisa melindungi orang-orang yang dia cintai sekalipun orang-orang itu, JYJ, tidak berada di dekatnya.

Dan Jung Iseul, gadis itu… Yunho berharap jika waktunya tepat, dia bisa menjelaskan pada gadis itu kenapa Yunho menjauhinya, sengaja bersikap dingin padanya.

“Suatu saat nanti, akan kujelaskan semuanya…”

***

4 bulan kemudian…

Iseul masih berada di studio meskipun jam sudah menunjukkan pukul sebelas. Setelah sukses dengan proyek soundtrack Sungkyunkwan Scandal The Movie, Yoochun tampaknya semakin menyukai bakat Iseul dalam menulis lagu dan meskipun dia sempat marah besar karena insiden Iseul terkapar di tempat sauna karena sakit hepatitis dulu, dia mulai sering menawari proyek menggarap soundtrack drama. Sementara keempat temannya pun juga mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing, kebanyakan mereka menjadi model MV ataupun bintang iklan, padahal mereka belum debut.

Iseul terlonjak kaget ketika mendengar pintu studio terbuka dan Jaejoong masuk.

“Oh, PresDir,” kata Iseul lega.

“Kenapa? Kau pikir studio ini berhantu?” ledek Jaejoong. “Dimana teman-temanmu? Kenapa kau hanya sendiri?”

“Mereka sudah pulang duluan, terutama Jiyoo karena besok pagi dia harus berangkat syuting sebagai model MV,” jawab Iseul. Dia tidak menatap Jaejoong, matanya menyusuri tiap sudut studio dan sesekali memeriksa kantong-kantong di dalam tas dan celana jins-nya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Jaejoong.

“Ah, ada sesuatu milikku yang jatuh,” jawab Iseul.

Jaejoong menoleh kebawah sofa dan dia melihat sesuatu berkilauan tertimpa cahaya lampu. Jaejoong membungkuk mengambilnya. Ternyata itu kalung U-Know yang dicari-cari Iseul. Jaejoong tentu saja ingat kalung ini, Yunho dulu pernah memakainya di salah satu pemotretan, hanya saja ukurannya lebih kecil. Melihat Iseul yang mencari-cari kalung ini bahkan hingga larut malam, ingatan Jaejoong kembali ke 4 bulan yang lalu, saat dia bertemu dengan Yunho di rumah sakit. Yunho pergi bersamaan dengan Iseul yang terlihat tertekan bahkan kondisi tubuhnya memburuk. Entah kenapa Jaejoong bisa menebak kalau Iseul menyukai Yunho, dan gadis itu masih menyimpan perasaannya sampai sekarang.

“Ini?”

Iseul menoleh, dan ekspresinya berubah saat melihat kalung itu menjuntai di tangan Jaejoong. Iseul senang karena kalung itu ditemukan, tapi juga malu karena Jaejoong yang menemukannya. Iseul hendak mengambil kalung itu dari tangan Jaejoong, tapi Jaejoong sudah lebih dulu maju dan hendak mengalungkan kalung itu.

“Apa…”

“Kalung itu memang seharusnya dipakai, bukannya dimasukkan ke kantong,” kata Jaejoong, kemudian memakaikan kalung itu pada Iseul. “Sembunyikan saja ke balik kausmu, kalau memang kau tidak mau memperlihatkannya.”

Iseul memasukkan kalungnya ke balik kaus, dia merasa sangat canggung. Baru kali ini dia merasakan benda dingin itu menyentuh kulitnya, setelah beberapa bulan dia memiliki kalung itu tanpa pernah memakainya, membuatnya teringat lagi dengan Yunho. Tak ingin sikap canggungnya terlihat lebih kentara lagi, Iseul berjalan melewati Jaejoong hendak keluar dari studio.

“Mianhae,” kata Jaejoong. Iseul berhenti tepat di depan pintu, dia berbalik.

“Mianhae,” Jaejoong mengulang kata-katanya. “Untuk hal-hal buruk yang sudah kau alami selama ini.”

Ya, dibenci banyak orang bahkan sebelum debut karena skandalnya dengan Yunho, nyaris dikeluarkan dari manajemen, sakit hepatitis A, dan Yunho yang mendadak menjauhinya, semua itu memang membuat Iseul sangat terpukul dan merasa dunianya sudah berakhir. Tapi Iseul tahu, itu semua tidak ada apa-apanya dibanding masalah yang menimpa Jaejoong, terutama saat Jaejoong berjuang mempertahankan JYJ Entertainment, disaat berbagai masalah menimpanya, disaat ada begitu banyak orang yang mengharapkan JYJ hancur.

Iseul tersenyum tulus. “PresDir, kupikir kau harus lebih sedikit ceria, seperti dulu.”

Jaejoong mengerutkan kening. “Maksudmu?”

“Siapapun pasti mengenal Kim Jaejoong sebagai sosok yang lucu, hangat, dan membawa keceriaan dimanapun dia berada. Aku merindukan Kim Jaejoong yang seperti itu. Jadi PresDir, maukah kau kembali menjadi Kim Jaejoong yang ceria dan hangat itu?” kata Iseul.

Jaejoong tertegun melihat perhatian Iseul yang begitu besar padanya. Sesaat kemudian dia tersenyum. “Jadi menurutmu, selama beberapa bulan ini aku menjadi orang yang kaku.”

Iseul mengangkat bahu. “Begitulah yang kulihat,” katanya lalu menghela napas dan tersenyum.

“Lalu menurutmu apa yang harus kulakukan supaya kembali ceria seperti yang kau katakan tadi?”

“Kau hanya perlu mengingat kalau di dunia ini, kau tidak berjuang sendirian. Ada banyak orang yang juga berjuang bersamamu dan selalu mendukungmu,” kata Iseul. “Hei, kata-kataku tadi bagus, tidak?”

“Tsk, kau ini,” kata Jaejoong. “Kata-katamu biasa saja, semua orang juga sudah pernah mengatakannya,” lanjutnya lalu berjalan meninggalkan studio.

“Hei, masa’ hanya begitu saja pendapatmu?” seru Iseul. “Menurutku itu bagus untuk lirik lagu!”

“Selamat malam,” Jaejoong melambai tanpa sekalipun menoleh.

“Tsk, payah,” gumam Iseul. Tapi dia tersenyum, lega melihat Kim Jaejoong tidak berputus asa. Iseul bisa melihat itu dari senyumnya. Menyadari itu semua, Iseul mulai berpikir, mungkin hal lain yang bisa membuat Jaejoong tersenyum adalah melihat debut No! Name berjalan sukses. Ya, itulah yang terpikir oleh Iseul, dan hal yang akan diperjuangkan Iseul dan teman-temannya habis-habisan.

***TO BE CONTINUE***

45 thoughts on “[Part 7 0f ?] No! Name: Remake

  1. Buahahaha…akhir yg sgt manis,,g ada kalimat cerita yg mnggantung lg nh chingu??
    Next,,pasti lgsg kalimat cerita yg bkin geger lagi hehehehe……

  2. kasian jg sama nasib y iseul belom debut udah banyak menderita y…..
    aku jd ikut dag dig dug jantung aku pas yg yunho n jj ketemu n jd ngebayangin klo mereka tatap muka beneran bakaln canggung kyk gt ngak ya?????
    penasaran n kasian jg ma jiyoung, ,,, ada apa.sama masa dia jd training d SM n hye ran masi rada ngak suka gt……
    Lanjut……..

  3. sdflfkjhgfsldkjf yunjaenya kenapa gk saling berpelukan aja gitu sih ky teletubbies gitu u,u /plaaak
    jaejoong jgn stress2 dong yahT^T tp kl stress lg ntar telfon aku aja :3 /dilindes/
    emg enak tuh si youngmin wkwkwk gagal nih,eh tapi ntar gk ada lgan kan dia nyuruh2 ky gitu lg?>.<
    no!name debutnya ceritanya bulan depannya kan ya? *loh?*._.
    hwaitinggg^^

  4. kesian ya iseulnya. .masalahnya berat bgt. .
    terharu deh ama kata-katanya om yunho*disepak
    Jaejongnya jugaaaaaa kesiaaannnn huhuhu
    hayo hayoo. .no! name kapan ya debut?? jadi gak sabar. .

  5. no name debut tgl 11 . 11 . 11 kan heboh tuh ..
    xD

    btw,,
    biseul ,,
    iseul mksd’y..msti bnyak sabar ..
    Cobaan dtg mnerpa slih brganti..
    #cailah

  6. astaga ini ff.. makin mantep! konfliknya bukan konflik kacangan!! empatjempol buat kalian bertiga.. btw debutnya lama nih.. cerita pas traineenya panjang tapi ga bikin bosen.. gayatulisannya ringan tapi berbobot..

  7. Uaaah!
    Baru baca lagi -_-
    Akhirnya jaeppa sama yunppa bertemu!! Aseeek *jogedringdingdong* #eh
    Iseul nakal yah~ pura-pura tidur~ ._.
    Itu kapan coba jiyoung sama hyeran baikan? Hadoeeeh~~
    Lanjutannya ditunggu ya eonnideul ^^
    Fighting!(Y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s