[Part 8 of ?] No! Name: Remake

15 Nov

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7

Author: v3apriliadwiananingFiensa_F

Length: chaptered

Genre: drama, family, friendship, romance

Rating: PG

Main Cast:

No! Name’s member:

- Choi Eunhoon (Orchid Choi) —> dwiananing

- Jung Iseul (Kiara Jung) —> v3aprilia

- Park Jiyoo (Jane Park) —> Fiensa_F

- Byeon Ji Young (Jill Byeon) —> LiaaML

- Kim Hye Ran (Rainy Kim) —> Rani Dwi

JYJ

- Kim Jaejoong

- Park Yoochun

- Kim Junsu

PART VIII

 Satu langkah besar akan dilalui oleh No! Name dan JYJEnt. Pihak manajemen sudah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai No! Name yang akan melakukan debut, dan dalam waktu sebentar saja, No! Name dan JYJ menjadi lima besar topik yang paling dicari di berbagai situs internet. Netizen tentu saja penasaran dengan perkembangan JYJ Entertainment dan artis baru mereka. Banyak yag berkomentar mengenai keputusan JYJEnt mengorbitkan No! Name, mengingat band perempuan kurang mendapat perhatian di industri musik Korea. Tapi kemudian, netizen dihebohkan lagi saat manajemen memperkenalkan kelima member No! Name.

Perhatian netizen sebagian besar tertuju pada Byeon Ji Young dan Jung Iseul, yang masing-masing memakai nama panggung Jill dan Kiara. Sebelumnya Ji Young memang sempat banyak diperbincangkan mengenai statusnya sebagai mantan trainee SM, serta Iseul yang dulu pernah terkena skandal dengan Yunho TVXQ. Berita yang sudah setahun lebih terlupakan itu, sekarang terangkat kembali.

“Kalau tidak kuat mental, jangan baca beritanya,” kata Ji Young pada Hye Ran. Ji Young sebagai member tertua awalnya yang ditunjuk sebagai leader, tapi dia menolak dan akhirnya posisi itu diberikan pada Eunhoon. Hye Ran melirik kesal pada Ji Young, tapi dia menurutinya dan menutup halaman situs.

“Lalu menurutmu, kami sebaiknya tidak tahu apa-apa?” tanya Hye Ran.

“Sebaiknya kan memang begitu,” kata Ji Young datar.

“Dan kita memang tidak bisa menghindar dari pemberitaan itu,” kata Eunhoon. “Kita berada di bawah JYJ Entertainment, ingat? Awal berdirinya manajemen saja sudah membuat heboh, sudah pasti mereka ingin tahu perkembangannya termasuk artis-artisnya.”

“Tidak heran kalau kita di-training sangat keras selama setahun ini, menurutku itu supaya kita bisa menghadapi semua berita ini,” kata Jiyoo.

“Tapi bagaimana dengan Iseul onnie?” tanya Hye Ran. “Dia paling tidak suka dengan hal-hal seperti ini, orang-orang mulai menganggapnya sengaja mendekati Yunho sunbaenim untuk mendompleng popularitas.” Hye Ran dan Iseul memang sangat dekat dan dia sudah paham dengan sifat Iseul. Sudah beberapa hari ini Iseul terlihat murung semenjak berita lama dirinya  dengan Yunho kembali diungkit.

“Padahal dia sangat senang saat diberi kesempatan menulis salah satu lagu di mini album meskipun itu bukan lagu hits, tapi gara-gara berita itu dia murung lagi,” lanjut Hye Ran.

“Nanti aku yang akan bicara padanya,” kata Eunhoon. Tapi dia sendiri ragu dengan kata-katanya. Tidak mudah membangkitkan semangat Iseul.

***

Amber tersenyum senang melihat foto kelima member No! Name di situs berita yang dia akses melalui ponselnya. Dia senang melihat sahabatnya semasa training dulu, Ji Young, sebentar lagi debut. Akhirnya impian Ji Young untuk menjadi gitaris terwujud, impian yang dlu sering diceritakan Ji Young pada Amber.

Salah satu komentar di bawah berita tentang No! Name menarik perhatian Amber. Dia membacanya.

“Bodoh sekali, dia keluar dari manajemen besar dan bergabung ke JYJEnt. Apa dia sengaja melakukan itu untuk membuat berita heboh dan menyulut permusuhan antara SM dan JYJ?”

Emosi Amber tersulut. Dia menggunakan akun palsu untuk membalas komentar netizen itu. “Jangan mengatakan orang lain bodoh kalau kau tidak tahu kebenarannya! Dasar manusia kurang kerjaan!”

Tapi beberapa saat setelah Amber mem-post komentarnya, dia mendengus kesal. “Aigoo, tapi kenapa kesannya malah aku yang kurang kerjaan…?”

“Ada apa?”

Amber terlonjak. Leader f(x), Victoria, sudah duduk disamping Amber tanpa diketahui gadis tomboy itu. “Ah, onnie…”

“Apa yang kau lihat?” tanya Victoria.

“Berita tentang… Ji Young onnie…” jawab Amber pelan. Raut wajah Victoria seketika berubah, seperti menahan kerinduan. Entah kenapa Amber yakin Victoria juga sudah membaca berita tentang No! Name.

“Onnie…”

“Jangan sampai orang lain tahu, ya,” kata Victoria pelan, menggenggam tangan Amber. Amber balas menatap Victoria, sedih menyadari kenyataan kalau dia dan teman-temannya bahkan tidak bisa bebas membicarakan sahabat mereka.

“Iya, onnie,” kata Amber.

Tanpa sepengetahuan kedua gadis itu, Changmin mendengar obrolan mereka secara tidak sengaja. Setahun sudah berlalu semenjak dia pertama kali mendengar nama Ji Young, dan Changmin sudah nyaris melupakannya. Tapi saat mendengar Victoria dan Amber menyebutnya lagi, rasa penasaran Changmin muncul kembali, bahkan lebih besar dari sebelumnya.

Changmin kembali teringat saat dulu dia menanyakan tentang Ji Young pada Victoria, gadis itu mengaku tidak tahu. Tapi tadi, tak lebih dari semenit yang lalu, dia mendengarnya sendiri kalau Victoria mewanti-wanti Amber. Itu artinya, Victoria sebenarnya mengenal Ji Young? Victoria berbohong padanya?

***

No! Name tidak memiliki banyak waktu untuk berpusing-pusing memikirkan berita-berita negatif tentang mereka, karena mereka sudah disibukkan dengan debut mereka. No! Name akan debut di MNet Countdown, kemudian dilanjutkan dengan Music Bank, Music Core, dan Inkigayo. Khusus di Music Bank, banyak netizen yang memprediksi kemungkinan-kemungkinan buruk seperti dipersulitnya No! Name untuk bisa tampil di Music Bank, mengingat hubungan antara JYJ dan KBS yang tidak bagus. Tapi manajemen mencoba berpikir positif dan bahkan mulai mempersiapkan special performance untuk No! Name. Dalam salah satu lagu yang akan dibawakan No! Name, Constellation, khusus untuk perform mereka di Music Bank, No! Name akan berkolaborasi dengan Yoochun JYJ. Mood Iseul sedikit merasa lebih baik, mengingat dia ikut andil dalam menciptakan lagu itu bersama composer JYJEnt, Oh Jong Kyu. Harapan semakin terbuka saat KBS ternyata menerima. Berita resmi pun keluar dan fans heboh, JYJ akhirnya berkesempatan tampil di Music Bank! Meskipun hanya satu member, itupun karena berkolaborasi dengan rookie No! Name, fans sudah merasa senang.

Tapi berita buruk muncul kembali. Tiba-tiba saja KBS mengeluarkan pernyataan kalau No! Name tidak bisa tampil di Music Bank, dan lebih buruknya lagi, lagu Constellation ternyata juga di-banned KBS. Pihak KBS memberikan opsi, kalau JYJEnt menginginkan No! Name bisa tampil di Music Bank, No! Name tidak boleh berkolaborasi dengan member JYJ.

“Kelewatan!”

“KBS itu sedang ketakutan atau apa?”

“Berapa milyar won mereka dibayar untuk menghalang-halangi JYJ dan artis barunya?”

Fans JYJ melontarkan sumpah serapah tapi tentu saja itu tidak mengubah keadaan. No! Name tetap harus tampil tanpa Yoochun. Hye Ran sempat ingin mencari tahu kemungkinan No! Name di-bash dan dianggap sengaja mencari sensasi dengan memanfaatkan nama besar JYJ. Tapi Eunhoon melarangnya.

“Tak ada gunanya,” kata Eunhoon. Selain itu, Eunhoon juga mengkhawatirkan kondisi Iseul. Gadis itu menjadi lebih sensitif belakangan ini, terlebih saat dia tahu kalau lagu Constellation di-banned, sementara Iseul tidak mengerti bagian mana dari lirik lagunya yang dianggap bermasalah. Butuh waktu beberapa lama untuk membangkitkan lagi semangat Iseul supaya dia bisa menampilkan performa terbaiknya meskipun tengah terhimpit masalah.

Bulan-bulan pun akhirnya berlalu, dan popularitas No! Name mulai menanjak. Para member tentu saja disibukkan dengan berbagai kegiatan promo, menjadi bintang tamu di acara-acara radio, tampil di universitas dan acara-acara off air lain, serta membintangi iklan. Di luar dugaan, No! Name menjadi band perempuan pertama yang mendapat begitu banyak perhatian, dan secara tidak langsung, popularitas No! Name juga ikut sedikit mengangkat popularitas band-band perempuan lain seperti Sweet Revenge, SpinEL, dan Wind Hold Venus, membawa warna baru pada industri musik Korea.

No! Name tidak bisa sepenuhnya berbangga dengan prestasi itu. Kelima member masih harus menghadapi tudingan miring, terutama yang membuat Eunhoon kesulitan tidur selama beberapa hari ini. Dia terkadang mengira-ngira kalau popularitas yang mereka raih saat ini bukan karena mereka berbakat, bukan karena mereka berani “melawan arus” industri musik, tapi karena manajemen mereka. Karena JYJ. Orang-orang selalu ingin tahu berita tentang JYJ, dan ketika JYJ membentuk manajemen baru, mereka akan mengikuti itu juga, termasuk artis-artisnya. Belum lagi mengenai berita lain yang menyudutkan mereka.

Belum lama ini Ji Young menjadi bintang tamu acara Strong Heart, Ji Young yang memiliki nama panggung Jill ini bercerita kalau dia pernah mencoba menyapa Hongki FT Island, tapi Hongki mengacuhkannya.

“Sejak saat itu aku jadi meragukan keramahan Hongki sunbaenim,” kata Ji Young.

Hongki yang saat itu juga menjadi bintang tamu terkejut dan kemudian menanggapinya. “Benarkah? Oh, maaf… Saat itu ada begitu banyak orang, jadi aku tidak melihatmu.” Lalu Hongki melanjutkan sambil bercanda. “Bagaimana kalau kau ulangi lagi sapaanmu dulu, Jill-ssi?”

Meskipun bicara dengan ekspresi wajah yang sombong, tapi Ji Young melakukan itu sambil bercanda, dan semua orang di acara itu tertawa. Tapi tidak bagi beberapa fans Hongki. Mereka menyerang Ji Young dengan kata-kata kurang mengenakkan, menyebut Ji Young sombong dan Hongki memang sepantasnya mengacuhkan gadis itu.

Lain lagi dengan Jiyoo. Dia terlibat skandal dengan Junsu padahal mereka berdua sebenarnya tidak pernah benar-benar dekat. Awalnya netizen memergoki Jiyoo dan Junsu sama-sama mengenakan cincin di jari manis mereka, dan berikutnya, pada salah satu foto yang di-upload Jiyoo di Twitter, latar restoran tempat Jiyoo dan Junsu makan malam sangat mirip, netizen banyak yang mengira kalau mereka sedang dinner berdua. Padahal itu tempat yang berbeda, dan saat itu Jiyoo sedang makan malam dengan Eunhoon. Jiyoo bahkan tidak berani lagi memakai cincin di tangannya sejak berita itu keluar, dia tidak mau gosip yang beredar menjadi semakin parah.

Eunhoon, dengan bakat besar dalam dirinya serta wajahnya yang cantik, menjadi primadona baru. Banyak idol pria yang mulai menyebut “Orchid ‘No! Name’ adalah tipe idealku”. Sebut saja Jonghun FT Island, Jonghyun CN Blue, Jeongmin Boyfriend, dan Kyuhyun Super Junior. Nama terakhir ini membuat netizen heboh, karena tak lama berselang, fans melihat kedekatan Eunhoon dan Kyuhyun saat kedua orang ini berdiri bersebelahan dan mengobrol di akhir acara Inkigayo. Banyak fans Kyuhyun yang kemudian membenci Eunhoon.

Iseul juga sebenarnya adalah salah satu orang yang kurang menyukai kedekatan Eunhoon dan Kyuhyun. Bukan karena cemburu, tapi justru karena Iseul kurang menyukai Kyuhyun. Gadis itu tidak suka sahabatnya dekat dengan orang yang tidak dia sukai. Tapi Iseul juga tidak mungkin melarang Eunhoon.

“Ada apa dengannya?” tanya Ji Young, yang tidak paham kenapa Iseul selalu bertampang masam setiap kali dia mendengar gosip apapun tentang Eunhoon-Kyuhyun.

“Onnie tidak terlalu menyukai Kyuhyun sunbaenim,” jawab Hye Ran sambil lalu.

“Semenjak kata-kata yang ditulis Kyuhyun sunbaenim di cyworld-nya tentang Hankyung sunbaenim, Iseul menjadi hilang respek,” kata Jiyoo.

“Jadi, Iseul itu dulunya ELF?” tanya Ji Young.

“Tidak. Dari dulu Iseul hanya punya satu fandom, Cassiopeia. Tapi Hankyung sunbaenim satu-satunya member Super Junior yang paling Iseul suka. Dia tidak terima saat berita cyworld Kyuhyun sunbae heboh dulu, orang-orang justru menyalahkan Hankyung sunbae yang dianggap tidak tahu terima kasih. Mereka bilang, Kyuhyun sunbae tidak salah saat menulis itu. Itu yang membuat Iseul marah sampai sekarang,” jelas Jiyoo.

Gara-gara ini, Iseul tidak lepas dari tudingan. Gosip ramai berhembus, mengatakan kalau Iseul adalah anti-fans Kyuhyun, karena ada netizen yang menemukan salah satu post di cyworld Iseul, post yang dibuatnya dulu jauh sebelum Iseul masuk JYJ.

“Dia, sang maknae yang sengaja menciptakan kekacauan. Ya, aku memang tidak mengerti, tidak akan pernah mengerti kenapa dia mengumbar kata-kata kejam dan membiarkan orang lain menuduh sahabatnya sendiri.”

Netizen berkesimpulan kalau itu ditujukan untuk Kyuhyun. Kenyataannya memang begitu, tapi sesungguhnya Iseul bukan tipe anti-fans yang selalu menyerang artis yang dia benci. Iseul bahkan sama sekali tidak menulis nama Kyuhyun. Dia membenci Kyuhyun dengan cara menghindarinya.

Bagaimana dengan Hye Ran? Gadis dengan nama panggung Rainy ini juga mendapat tudingan kurang mengenakkan. Sementara penyanyi yang tentunya lebih senior darinya berpidato untuk kemenangannya di Inkigayo, Hye Ran justru bermain-main sendiri di belakang. Banyak yang kemudian menganggapnya tidak respek dan tidak sopan terhadap senior. Terkadang hal yang sangat kecil bisa membuat orang merasa sangat benci, dan itulah yang terjadi pada Hye Ran.

***

“Oi, sarung bantal!”

Iseul mengeluh pasrah saat mendengar panggilan itu. Hanya Yoochun satu-satunya orang di manajemen yang memanggilnya Sarung Bantal, alih-alih Iseul atau Kiara, nama panggungnya. Julukan itu berawal saat Iseul mencoret-coret sarung bantal di rumah sakit dulu, dan Yoochun sebagai walinya tentu saja harus mengganti rugi.

“Sunbaenim,” sapa Iseul. Sejujurnya, Iseul kesal. Dia mengira dengan kesibukan Yoochun di drama barunya, Miss Ripley, akan membuatnya lupa dengan insiden sarung bantal itu. Tapi Yoochun justru mengingatnya bahkan melebihi Iseul sendiri.

“Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu,” kata Yoochun. Iseul heran melihat raut wajah Yoochun yang serius. Dia mengikuti laki-laki itu menuju kafetaria.

Terakhir kali Iseul melihat ekspresi Yoochun yang serius seperti ini, adalah saat Iseul baru keluar dari rumah sakit. Yoochun memarahi Iseul di depan banyak orang yang lalu lalang di lobi rumah sakit, tentu saja karena masalah sarung bantal itu. Itu saat-saat yang paling tidak mengenakkan bagi Iseul. Dia tidak suka melihat wajah Yoochun yang serius.

“Kudengar kau menolak tawaran CF lagi,” kata Yoochun.

Iseul tidak punya pilihan lain selain mengangguk. Setelah beberapa bulan No! Name debut, tak sedikit fans (yang disebut Anonymous) memberikan komentar kalau Iseul adalah member yang paling tidak menonjol dibanding keempat member lain. Dengan kata lain, underrated.

“Kau tahu, manajermu pusing karena memikirkanmu saja,” kata Yoochun. “Kalaupun kau sibuk dengan proyek album soundtrack drama atau debut single album band lain, kupikir kau masih bisa mengerjakan hal lain.”

“Kau sendiri yang menarik diri dari publik,” lanjut Yoochun. “Dan kau tahu akibatnya? Orang-orang menuduh manajemen-lah yang tidak adil padamu, mereka pikir manajemen sudah menganaktirikan Kiara. Padahal kau sendiri yang melakukannya.”

Iseul kesal medengarnya, tapi harus dia akui kalau kata-kata Yoochun itu benar. Iseul sendiri yang menarik diri dari publik, hanya mau mengambil pekerjaan individu yang dilakukan di balik layar, seperti penggarapan lagu untuk soundtrack drama. Kalaupun Iseul membintangi CF, bukan hanya dia bintangnya, tapi juga semua member No! Name.

“Ada apa denganmu?” tanya Yoochun.

“Aku…” Iseul sejenak ragu menjawab. “… tidak suka dengan semua berita yang menyudutkanku…”

“Tentangmu dan Yunho hyung?” potong Yoochun. Iseul menatap Yoochun, selama beberapa saat dia merasa bahagia saat Yoochun mengatakan ‘Yunho hyung’. Ekspresi Yoochun berubah, seperti merasa canggung mendengar kata ‘Yunho hyung’ keluar dari mulutnya dan didengar langsung oleh Iseul. Dia berdehem keras. “Tentang itu?”

“Aku tidak suka, benar-benar tidak suka,” kata Iseul, berusaha keras supaya emosinya tidak meledak. “Susah payah aku menjalani training yang berat, tapi aku justru dikenal karena skandalku dengan Yunho sunbae…”

“Tapi kau juga tidak di-training untuk menjadi sosok yang underrated,” potong Yoochun. “Kau tidak di-training untuk hanya menjadi sosok di balik kesuksesan sebuah lagu. Lagu-lagu yang kau tulis disukai banyak orang, band-band yang kau bantu penggarapan debut single-nya menjadi dikenal banyak orang tapi namamu hanya disebut dalam kolom ‘Thanks To’, tidak lebih dari itu. Apa itu yang kau mau? Apa kau di-training selama dua tahun di JYJ hanya untuk menampilkan namamu di kolom ‘Thanks To’?”

Kata-kata Yoochun terlalu menusuk.

“Apa keadaan seperti itu yang lebih kau sukai? Kalau memang begitu, seharusnya dari awal kau hanya melamar sebagai composer, bukannya ikut audisi.”

Iseul menduga apakah hanya dirinya yang selalu membuat Yoochun marah, dibandingkan trainee lainnya. Tapi kata-kata lelaki itu tidak cukup untuk membuatnya bangkit semangat lagi. Iseul tidak mungkin mengacuhkan tudingan negatif yang diarahkan padanya.

“Begini, Iseul-ssi,” kata Yoochun, dan Iseul lega akhirnya Yoochun memanggil nama aslinya. “Menurutku, kau hanya terlalu takut. Yang kau lihat hanyalah orang-orang yang tidak menyukaimu, dan kau bersembunyi dengan harapan supaya orang-orang itu melupakanmu, atau paling tidak, supaya kau tidak melihat mereka lagi. Tapi sadarkah kau, kalau kau juga bersembunyi dari orang-orang yang menyayangimu?”

“Anonymous yang mengeluh kenapa Kiara sangat underrated, mereka begitu karena mereka ingin selalu bisa melihatmu, dan kau tahu, mereka menyayangimu. Orang-orang yang membencimu mungkin banyak, tapi kau juga harus percaya kalau orang yang menyayangimu juga banyak, bahkan jauh lebih banyak dari mereka yang membencimu.”

Iseul tertegun. Yoochun mungkin bersikap keras padanya, tapi dia melakukan itu karena dia peduli. Sudah lama Iseul tinggal jauh dari keluarganya, dan dia tidak punya saudara laki-laki, kecuali adiknya yang masih kecil. Ayahnya pun sudah lama meninggal, tak ada laki-laki dewasa yang mengayominya. Tapi akhirnya disini dia menemukan apa yang dia impikan, sebuah keluarga, salah satunya ada dalam diri Yoochun.

“Kalau kau selalu ingat kata-kataku, aku yakin kau tidak akan seperti ini lagi,” kata Yoochun, lalu berdiri dan berjalan meninggalkan Iseul. Iseul ingin menghentikannya, mengucapkan terima kasih. Tapi alih-alih berterima kasih, kata-kata yang keluar justru berbeda.

“Apa kau merindukannya, sunbaenim?”

Yoochun menoleh, tak terlalu paham dengan pertanyaan Iseul.

“Yunho sunbaenim…” kata Iseul. “Kau… merindukannya?”

Yoochun tersenyum, antara senyum getir tapi sekaligus senyum untuk membuat dirinya terlihat kuat. Dia tidak menjawab pertanyaan gadis itu, dia pergi.

***

“Astaga, 39 derajat…”

Jiyoo menatap thermometer di tangannya setelah mengukur suhu tubuh Iseul. Hye Ran menyentuh dahi gadis itu, menatap prihatin.

“Efek dimarahi Yoochun sunbaenim, ya?” tanya Hye Ran.

“Mungkin,” jawab Iseul. “Aku tidur saja ya, lagipula setelah ini aku tidak ada jadwal lagi…”

“Makan dulu!” sahut Eunhoon, dia membawa baki berisi bubur dan masih mengenakan celemek biru langit kesayangannya saat masuk ke kamar.

Iseul mengeluh. “Aku tidak selera makan…”

Eunhoon melotot galak. Jiyoo dan Hye Ran sudah bersiap-siap pergi.

“Sudahlah, kau pergi saja,” kata Iseul pada Eunhoon. “Bukankah hari ini kau harus rekaman?”

Eunhoon memang akan mengisi soundtrack untuk drama dan karena Iseul sakit, mereka terpaksa tidak bisa pergi berdua.

“Bagaimana bisa aku pergi sementara kau sama sekali tidak mau makan?” kata Eunhoon.

Iseul menyendok buburnya dengan malas, meniupnya sebentar lalu memakannya. “Lihat, kan. Aku makan.”

Eunhoon menghela napas kesal. “Habiskan. Atau kupaksa kau menelan buburnya lewat selang.”

Iseul bergidik. Eunhoon tidak hanya menggertak, dia pasti akan melakukan kata-katanya kalau sudah sangat marah. Eunhoon melepas celemek, merapikan kemejanya, dan meraih tasnya.

“Ah, kalau sempat, kau buka twitter-mu,” kata Eunhoon, lalu menutup pintu depan. Sesaat setelah pintu tertutup, dorm menjadi sangat sunyi.

“Sendirian lagi,” gumam Iseul. Ji Young dan manager baru akan kembali ke dorm setengah jam lagi. Iseul hanya mengaduk-aduk buburnya, tapi kemudian dia teringat dengan kata-kata Eunhoon. Dia susah payah menyeret tubuhnya yang lemas ke depan laptop milik Hye Ran di atas meja, lalu membuka akun twitter-nya. Eunhoon ternyata membuat tweet baru.

“Baru saja memasakkan bubur untuk @13Kiara04 karena dia sedikit demam, tapi dia sulit sekali makan. Seseorang, tolong bujuk dia.” Eunhoon juga meng-upload foto bubur yang dia buat untuk Iseul.

“Tsk, mau pamer bubur, ya?” gumam Iseul. Tapi kemudian dia terkejut melihat begitu banyak mention untuknya. Jumlah terus bertambah dalam waktu tak kurang dari semenit.

“@13Kiara04 onnie, kau sudah bekerja sangat keras. Istirahatlah.”

“Cepat sembuh, @13Kiara04 noona. @choieunhoon noona sudah membuatkan bubur untukmu.”

“@13Kiara04 onnie, makanlah buburnya dan cepat sembuh. Kami akan memberi banyak cinta untukmu.”

“Itu bubur yang dibuat dengan penuh cinta. Makanlah, @13Kiara04.”

“Istirahat yang banyak, @13Kiara04 onnie. Kami ingin selalu melihatmu sehat.”

Iseul merasa dadanya seperti ingin meledak karena terlalu bahagia. Ada begitu banyak orang yang peduli dengannya, menyayanginya, ingin melihatnya selalu sehat… dan Iseul bersembunyi dari mereka semua selama ini.

Iseul iseng melihat timeline dan dia melihat tweet Yoochun.

“Kau hanya perlu percaya bahwa ada begitu banyak orang yang mencintaimu, dan kau akan merasa kuat dalam menjalani hidup yang keras.”

Yoochun tidak mencantumkan nama Iseul, tapi Iseul tahu tweet itu ditujukan untuknya dan juga orang-orang dengan keadaan yang sama seperti Iseul. Iseul menyeka air mata yang menggantung di sudut matanya, lalu mem-post tweet,

“Bahagianya! Aku menerima begitu banyak cinta hari ini, terima kasih semuanya! Sepertinya demamku mulai turun, ^^.”

Iseul tak lupa me-mention Eunhoon. “Hei @choieunhoon, buburnya sudah kumakan. Jangan marah-marah lagi padaku, kekeke.”

Iseul kembali ke tempat tidur dan menghabiskan buburnya. Melihat tweet Yoochun tadi, mendadak Iseul ingin punya kakak laki-laki.

***

“Amber, bisakah aku bicara denganmu sebentar?” tanya Changmin.

Amber menatap Changmin, setengah bingung. Baru kali ini Changmin mengajaknya bicara, dan dari raut wajahnya, sepertinya ini sesuatu yang serius.

“Apa yang ingin sunbae bicarakan padaku?” tanya Amber.

Changmin menjawabnya dalam satu helaan napas. “Ji Young.”

Amber membelalakkan matanya. Changmin sendiri sudah menduga kalau reaksi Amber akan seperti itu. Amber pasti kaget kenapa Changmin bisa mengetahui nama itu.

“Maksudmu apa, sunbaenim?”

“Apa kau akan melakukan hal yang sama seperti Victoria noona?” kata Changmin. “Dia berbohong padaku, dia bilang dia tidak pernah mengenal Ji Young, tapi kenyataannya justru sebaliknya.”

“Darimana sunbae tahu hal ini?” tanya Amber takut.

“Darimu,” jawab Changmin. Melihat keterkejutan di wajah Amber, Changmin lalu melanjutkan, “Aku tak sengaja mendengarnya saat kau membicarakannya dengan Luna dulu.”

“Lalu kenapa sunbae ingin tahu?” tanya Amber lagi.

“Karena menurutku sangat aneh melihat seorang trainee keluar dari manajemen dan semua orang sangat takut membicarakannya secara terang-terangan.”

Amber bimbang, dia tidak tahu apakah harus menuruti Victoria atau Changmin.

“Apa… aku bisa mempercayaimu?” tanya Amber kemudian.

“Tentu.”

Amber menghela napas. “Ji Young onnie dulu adalah calon rapper di f(x) sebelum akhirnya posisi itu diberikan padaku, karena dia memutuskan keluar dari SM.”

Changmin membuka mulutnya, hendak bertanya lagi. Tapi Amber sudah lebih dulu memotong. “Itu saja yang bisa kuberitahu. Maaf, sunbae,” kata Amber lalu buru-buru pergi.

“Aku bisa saja mencari tahu di tempat lain,” kata Changmin. “Bisa aja aku mencari tahu dari orang yang salah.”

Amber berhenti berjalan, berbalik menatap Changmin.

“Bisa saja, setelah itu aku menjadi berpikiran buruk tentang Ji Young, karena aku mencari tahu dari orang yang salah. Dari orang yang, mungkin, membenci Ji Young,” kata Changmin.

Amber merasa dia sangat sial sudah berurusan dengan Changmin. Dia menghampiri namja bertubuh tinggi itu. “Tapi memang hanya itu yang aku tahu! Aku pun sampai sekarang tidak tahu kenapa Ji Young onnie tiba-tiba keluar tanpa mengatakan apapun padaku…”

Tiba-tiba Amber berhenti bicara, dari ekspresinya terlihat kalau dia seperti teringat dengan sesuatu.

“Ada apa?” tanya Changmin.

“Tidak…” gumam Amber. “Aku teringat sesuatu, tapi lebih baik tidak kukatakan…”

“Katakan,” kata Changmin.

“Aku tidak mau ini menjadi fitnah…”

“Katakan,” desak Changmin.

“Asalkan sunbae mau berjanji padaku, akan kukatakan,” kata Amber.

“Apa itu?”

“Aku tidak mau terlibat masalah, begitu pula dengan teman-temanku di f(x),” kata Amber. “Dan aku juga tidak mau No! Name terlibat.”

“Aku tidak akan melibatkan kalian,” kata Changmin tegas. “Sekarang katakan.”

“Aku baru saja teringat,” kata Amber. “ Ji Young onnie keluar dari SM tiga hari setelah Bo Ra onnie…”

“Bo Ra?”

“Jung Bo Ra, dia juga dulu trainee disini,” kata Amber. “ Ji Young onnie keluar tepat tiga hari setelah Bo Ra onnie ditemukan meninggal di studio latihan karena serangan jantung mendadak. Dan mengenai Bo Ra onnie… tak satupun orang disini yang diperbolehkan mengungkit-ungkit namanya lagi.”

***

“Kau masih belum tahu kenapa Yunho hyung bisa berada di rumah sakit tempat Iseul dirawat?” tanya Junsu pada Yoochun. Yoochun hanya memainkan gelas minuman di depannya, tak langsung menjawab pertanyaan.

“Hyung?”

“Itu sudah setahun yang lalu,” kata Yoochun. “Aku saja sudah hampir lupa apa yang kulihat waktu itu memang benar Yunho hyung.”

“Lalu apa Iseul juga belum tahu kalau kau melihat Yunho hyung saat itu?”

Yoochun tersenyum getir. “Junsu, anak itu Cassiopeia. Apa yang kau harapkan kalau seandainya Iseul tahu aku melihat Yunho hyung? Dia pasti akan heran kenapa aku tidak mengejar Yunho hyung saat itu. Dia mungkin mengira kalau kita sudah… melupakannya.”

Tentu saja, tidak semudah itu melupakan seseorang yang sudah menjadi sahabat selama bertahun-tahun.

“Kau sendiri bagaimana? Masih antipati dengan Byeon Ji Young?” tanya Yoochun mengalihkan pembicaraan.

“Apa salah? Menurutku dia itu terlalu misterius, wajar kalau aku curiga,” Junsu membela diri. “Dia mulai terlihat aneh saat meminta pada Jaejoong hyung supaya dia dimasukkan ke No! Name dulu…”

“Ya, aku juga merasa dia sedang menyimpan sesuatu,” kata Yoochun. “Hanya saja, dari apa yang dia coba sembunyikan itu… sepertinya sesuatu yang menyedihkan.”

***

Jaejoong melihat gadis itu, Eunhoon, sedang duduk sendirian, saat dia pergi ke atap gedung. Dadanya mendadak berdegup kencang, tapi dengan cepat Jaejoong memukulnya, seolah dengan cara itu jantungnya bisa berdetak normal kembali.

Jaejoong mersa belakangan ini mood-nya tidak terlalu bagus. Kebanyakan hal yang membuatnya kesal adalah berita tentang Eunhoon, tentang para  idol pria yang menyukai Eunhoon, bahkan yang santer belakangan ini, tentang kedekatan Eunhoon dan Kyuhyun.

Beginikah rasanya jadi fanboy? gumam Jaejoong dalam hati. Tapi aku kan bukan fanboy! Mana mungkin aku mengidolakan artis didikanku sendiri? Tidak… dia bukan tipeku…

“PresDir Kim?”

Jaejoong terkejut. Eunhoon ternyata menatapnya dari tadi.

“Oh, Eunhoon-ssi,” kata Jaejoong canggung. “Apa yang kau lakukan malam-malam disini?”

“Hanya santai sebentar,” kata Eunhoon.

Jaejoong berdehem untuk mengurangi perasaan canggungnya. “Kenapa Iseul tadi tidak datang saat rekaman?”

“Dia sakit,” kata Eunhoon. “Tapi dia akan menyelesaikan sisa pekerjaannya besok.”

Jaejoong mengangguk, dan mereka tidak bicara apa-apa lagi.

“PresDir,” panggil Eunhoon. “Apa begini rasanya jadi rookie?”

“Maksudmu?” tanya Jaejoong kurang paham.

“Entahlah, aku merasa sangat kesulitan belakangan ini, dan itu membuatku lelah,” kata Eunhoon. “Aku merasa tertekan dengan semua berita negatif itu.”

“Oh, kupikir kau senang diidolakan banyak pria,” cibir Jaejoong.

“Omo… kenapa kau bicara begitu padaku?” kata Eunhoon tersinggung.

“Kenapa kau bicara dengan nada seperti itu didepan PresDir?” Jaejoong balik bertanya.

“Aku sedang serius bertanya tapi kau malah…”

“Lalu kau sedang berpikir apakah sebaiknya kau mundur dari karirmu?” tebak Jaejoong. Eunhoon tertegun.

“Teman-temanmu saat ini sedang mencoba untuk bertahan, tapi kau malah berdiri disini seperti orang yang ingin bunuh diri karena putus asa. Seharusnya kau malu,” kata Jaejoong. “Selalu ada masa-masa ketika kalian diremehkan orang, tapi kau juga harus percaya kalau suatu saat nanti akan ada masa-masa ketika kalian dipuji banyak orang. Kau hanya perlu bersabar dan tidak pernah menyerah.”

“Kau itu leader,” lanjut Jaejoong. “Kalau kau saja putus asa, bagaimana dengan teman-temanmu?”

Benar, aku ini leader, gumam Eunhoon. Dia terbayang wajah teman-temannya yang bahagia saat akhirnya mereka debut, dan Eunhoon tidak tega kalau senyum itu harus terhapus dari wajah mereka, karena putus asa dengan masalah yang sedang mereka hadapi.

“Kau tidak sendirian menghadapi semua ini,” kata Jaejoong. “Masih ada aku.”

“Apa?” tanya Eunhoon kaget.

“Ah, bukan… maksudku… tentu saja aku tidak akan membiarkan artisku dalam kesulitan terus menerus. Aku akan berusaha selalu membantumu. Maksudku, kalian. Kalian semua,” kata Jaejoong. Dalam hati dia berteriak frustasi kenapa mendadak omongannya berlepotan.

“Ne. Kamsahamnida,” kata Eunhoon pelan. Dia diam-diam menggosok-ngosok lengannya karena kedinginan, sementara dia tidak membawa jaket. Jaejoong melihat itu, lalu dia membuka jasnya dan memberikannya pada Eunhoon.

“Apa ini…?” tanya Eunhoon bingung.

“Pakai,” kata Jaejoong. Karena gengsi, alih-alih membantu memakaikan jas, Jaejoong sedikit melemparkan jasnya dan Eunhoon refleks menangkapnya. Wajah gadis itu memerah, meskipun dia heran kenapa Jaejoong bersikap canggung seperti itu, entah kenapa dia senang, seorang Kim Jaejoong meminjamkan jasnya supaya dia tidak kedinginan.

“Kalau begitu, aku pergi dulu,” kata Jaejoong.

“Kamsaham…”

“Oh ya,” Jaejoong berbalik, memotong kata-kata Eunhoon. “Tolong cucikan jasku, ya.”

“Eh?” kata Eunhoon.

“Tolong cucikan,” kata Jaejoong, sambil berjalan ke tangga. “Sudah tiga hari tidak kucuci.”

“Omo!” kata Eunhoon kesal, kali ini wajahnya memerah bukan karena malu, tapi karena kesal. Kim Jaejoong! Kau pikir aku ini pembantumu?! teriaknya dalam hati.

***

“Jiyoo-ssi,” panggil Ji Young pelan, saat dia melihat Jiyoo sedang duduk sendirian di beranda.

Jiyoo menoleh dan tersenyum. “Onnie… kita sudah tinggal serumah selama dua tahun lebih, jangan berbicara formal begitu.”

“Maaf. Aku hanya… tidak terbiasa,” kata Ji Young. Dia kemudian duduk di sebelah Jiyoo. “Apa yang kau lakukan disini?”

Jiyoo menunjuk ke langit yang malam itu dipenuhi banyak bintang. Ji Young melihat kearah yang ditunjuk gadis itu.

“Cassiopeia?” tanya Ji Young.

Jiyoo mengangguk. “Tapi sinarnya agak meredup, menurutku. Apa onnie bisa melihatnya juga?”

Ji Young juga setuju dengan kata-kata Jiyoo. Padahal sekarang sudah bulan November, dan rasi bintang Cassiopeia paling terlihat terang dilihat di bulan ini.

“Jiyoo,” panggil Ji Young lagi. “Dulu kau pernah menanyakan tentang Jung Bo Ra padaku.”

“Oh, Bo Ra onnie,” kata Jiyoo, mengucapkan nama itu dengan penuh kerinduan. “Karena kau pernah training di SM, kupikir kalian kenal.”

“Dia temanmu?” tanya Ji Young lagi.

“Dia yang membentuk No! Name,” kata Jiyoo. “Umurnya hanya lebih tua tiga bulan darimu. Kalau saja kau juga mengenalnya… Dia sangat baik dan menyenangkan. Sulit diungkapkan dengan kata-kata tentang betapa besar rasa cintanya pada kami, pada No! Name…”

“Mungkin karena itu Hye Ran tidak menyukaiku,” kata Ji Young pelan. “Dia pikir aku sudah menggantikan posisi Jung Bo Ra.”

“Hye Ran memang agak keras kepala, tapi tolong maklumi dia, Onnie. Dia memang sangat terpukul saat mendengar berita Bo Ra onnie meninggal,” kata Jiyoo.

Meninggal…

“Tidak apa-apa, aku memakluminya,” kata Ji Young.

Mereka tidak melanjutkan obrolan lagi, masing-masing tenggelam dalam keheningan, sambil menatap rasi bintang Cassiopeia.

***

Aku ingin keluar… aku ingin keluar dari tempat ini…

Kalau seandainya aku tidak bisa keluar, kau yang keluar. Temui mereka.

Tidak, jangan tinggalkan aku! Jangan pergi!

Ji Young terbangun, dan mendapati dirinya berada di kamar yang gelap. Dia bermimpi buruk.

“Onnie,” Eunhoon menyalakan lampu baca di samping tempat tidur. Matanya yang sayu menatap Ji Young yang terengah-engah dan berkeringat dingin. “Onnie, kau kenapa? Mimpi buruk?”

“Entahlah, sleep paralysis, mungkin,” jawab Ji Young. “Semacam perasaan ada sesuatu yang menindih saat tidur, dan halusinasi. Semacam itulah.”

“Astaga, apa itu penyakit?” tanya Eunhoon khawatir.

“Tidak berbahaya. Aku hanya terlalu capek,” kata Ji Young. “Kau tidur saja lagi.”

Meskipun masih mengkhawatirkan Ji Young, Eunhoon mematikan lampu dan kembali tidur. Ji Young berbaring menyamping, memunggungi Eunhoon. Tapi dia tidak berani tidur lagi.

***TO BE CONTINUE***

Cover Debut Mini Album No! Name: Let The Show Begin

Makasih banyak buat DeeAKTF, design-nya keren! ^^

21 Responses to “[Part 8 of ?] No! Name: Remake”

  1. deiismyday February 3, 2012 at 6:15 am #

    aaaaah makin seru aja nih story!!! ^^ penasaran sama jiyoung, bora juga. :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 20,723 other followers

%d bloggers like this: