Tittle : NG Life Part 6
Author : Choi YoungRa (@AngelaW_CyR)
Cast : Super Junior, SNSD, DBSK, Other
Genre : Romance, Family, Friendship
Yakkk!!! Aku tahu apa yang ada dipikiran readers begitu ngelihat judul ffnya. Akhirnya nih ff terbit juga kann?? hehehe
Miannnn banget udah lama banget nih ff gak muncul – muncul. Mian yaaaa
Yaudah gak usah lama – lama deh
Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5
HAPPY READING^^
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Preview Part 5
Tanpa sadar, aku sudah berjalan perlahan ke arahnya dan menepuk bahunya dengan tangan yang gemetaran. Terlihat dia sedikit berjengit kaget saat kutepuk pundaknya. Perlahan dia menoleh ke arahku yang berdiri tepat di belakangnya dan kini semakin dapat kulihat dengan jelas wajah itu. Wajah yang selama ini kuakui sebagai wajahku.
Kini aku bagai melihat refleksi diriku sendiri yang berdiri dan hidup di depanku. Hanya saja sekarang aku berada di tubuh Yuri dan apakah benar yang sekarang ada di depanku adalah Yuri?
“Kim Yuri?” tanyaku lirih pada ‘aku’ yang menatapku dengan bingung.
“Aniyo.. Kau salah orang. Aku bukan Kim Yuri. Aku Im Yoona” jawab yeoja di depanku. Mwo? Dia bukan Kim Yuri? Kenapa dia mengaku sebagai ‘aku’? Yak!! Yang benar saja!
“Yoona ah!!” terdengar seruan seseorang yang memanggilku. Kali ini tak hanya aku yang menoleh dan mencari asal suara yang memanggil nama Yoona, tapi ‘kami’ bersamaan menoleh ke arah asal suara.
Eh?? Dia kan….
END of Preview
~~~~~~
“Donghae?” ucapku lirih. Namun seakan tak melihatku, Donghae berjalan begitu saja melewatiku. Entah aku harus berkata apa tapi hatiku terasa amat sakit.
Donghae atau lebih tepatnya Lee Donghae. Namja yang selama ini kusukai. Donghae berasal dari keluarga kaya raya. Dia adalah anak dari pemilik restoran mewah tempatku bekerja. Keluarganya adalah pattisier terkenal di seluruh Seoul. Mereka memiliki puluhan cabang restoran Perancis yang tersebar di seluruh Korea Selatan. Namun meskipun begitu, Donghae tak pernah sombong. Dia bahkan sangat ramah terhadap karyawan maupun pelayan di restoran miliknya. Itulah yang membuatku mengagumi sekaligus menyukainya.
Menyukainya? Ani.. Kurasa aku sudah tak lagi berada pada tahap menyukai melainkan mencintainya. Molla… Aku sendiri bingung dengan perasaanku sendiri.
Seperti saat ini, hatiku terasa amat sakit ketika menyadari Donghae tak lagi mengenaliku dan justru mengobrol akrab dengan ‘Yoona’ yang tepat berada di sebelahku. Seakan Donghae tak pernah melihat diriku yang jelas berdiri di samping orang yang diajaknya bicara saat ini. Apa yang harus kulakukan? Tetap berdiri di sini dan menunggu hingga Donghae melihatku? Melirik mungkin? atau mundur perlahan dan menungu hingga waktu yang tepat? Atau justru menunggu hingga jiwaku dan Yuri kembali ke tubuh masing – masing? Tapi kapan itu terjadi? Oh ayolah Kyu. Lihat aku! Aku ada di sini. Aku Yoona!
++++
Sebuah kenyataan yang tak dapat kuterima. Yeoja itu. Kim Yuri mengaku sebagai Im Yoona?
Dengan perlahan kuayunkan langkah kakiku menjauhi rumahku sehingga tanpa sadar langkah kakiku membawaku ke tepi sungai han. Genangan air yang tenang seakan memberitahuku agar tetap berpikir dengan tenang.
Bagus! Pertama aku nekat keluar rumah sakit hanya demi kembali ke rumah *yang notabene adalah rumah kontrakan* dan berkumpul lagi dengan Hankyung oppa. Tapi apa yang terjadi? Seseorang yang mengaku sebagai IM YOONA telah berhasil menghancurkan segalanya! HEY! Sekarang aku tanya siapa yang IM YOONA hahh??
Aigoo~ Hanya dengan memikirkannya saja sudah membuatku pusing seperti ini.
Hmm.. Apa benar yang dikatakan Kibum oppa? Apa aku memang hanya amnesia dan berkhayal menjadi seorang Im Yoona? Haishhh!! Kalau terus begini aku bisa botak!!
Kupandang lagi aliran air Sungai Han yang seakan tak terusik sedikitpun oleh banyaknya orang yang berjalan di sekitar sungai. Tenang dan damai. Membuatku terus menelaah dalam apa yang sedang terjadi menimpaku. Tanpa terasa sebulir air mata jatuh dari sudut mataku.
Sesak. Sakit. Itu yang kurasakan. Tak ada yang mengenalku. Tak ada yang memahamiku. Semuanya terasa hampa. Bahkan saat ini tak ada seorangoun yang dapat menjadi sandaranku untuk menangis. Hankyung oppa? Aniyo. Dia tak lagi mengenalku dalam tubuh Kim Yuri seperti ini. Lalu siapa? Apa yang harus kulakukan agar semuanya kembali?
Sebuah tepukan halus mendarat di bahuku. Kuarahkan pandanganku yang mulai kabur ke arah orang yang menepuk bahuku tadi.
“Yoona-shi. Gwenchana?”
Kuhapus kasar air mata yang dengan lancar jatuh dari mataku tadi begitu menyadari siapa yang menepuk bahuku.
“Siwon-shi?” ujarku sedikit tercekat karena rasa sesak yang belum hilang. Siwon kemudian duduk di sebelahku tanpa banyak bicara.
“Neo gwenchana?” tanya Siwon terlihat sedikit khawatir. Khawatir? Tentu saja dia khawatir. Bukankah aku sedang memakai tubuh kekasihnya? Kalau sampai terluka lagi pasti Siwon akan panik.
“Ne. Gwenchana, Siwon-shi. Nae gwenchana” jawabku dengan wajah tertunduk. Entah mengapa menyadari fakta bahwa tak ada lagi yang mengkhawatirkanku dengan tulus membuatku semakin terasa sesak. Sebegitu besarkah kesalahanku? Seberapa besar dosaku hingga ini semua jatuh menimpaku?
Tanpa sadar bulir air mata semakin deras mengalir dari sudut mataku dan isakanku mulai keluar. Kubekap mulutku agar isakanku mereda tapi justru sebaliknya yang terjadi. Isakanku semakin kuat dan tak dapat kubendung lagi.
Sebuah tangan yang hangat memelukku dari samping dan mendekapku hangat. Tangan itu membawaku untuk bersandar di bahunya. Sangat nyaman dan aman. Inikah tempatku bersadar? Di sinikah? Di bahu inikah tempatku harus melepaskan segala keresahan yang melandaku?
“Uljima. Uljimayo, Yoona ah~ Aku ada di sampingmu. Uljima,” ucap sosok di sampingku di tengah tangisanku yang makin tak terbendung.
Yoona POV’s END
++++
Cahaya mentari pagi merobos masuk ke dalam sebuah ruangan. Sebuah ruangan dengan nuansa putih terlihat anggun dengan berkas cahaya matahari itu. Seorang gadis terlihat tengah termenung di atas tempat tidurnya. Pikirannya melayang dan tak tentu arah. Yeoja itu bingung akan apa yang harus dilakukannya. Akankah dia harus terus begini?
CKLEK!
Deritan suara pintu kamar yang terbuka berhasil mengalihkan perhatiannya dari lamunan di pagi harinya.
“Sarapan datang!” ucap Siwon yang melangkah masuk ke dalam ruangan sambil membawa nampan berisi sepiring nasi goreng kimchi dan segelas air putih.
“Oh? Siwon-shi! Kenapa sampai repot – repot membawa sarapan kemari?” tanya Yoona yang terlihat terkejut akan kedatangan Siwon.
“Kalaupun aku memanggilmu untuk sarapan di ruang makan, kau pasti akan mengatakan, ‘aku sedang tak lapar,’ benar kan?” balas Siwon.
Yoona yang tak dapat membalas perkataan Siwon karena apa yang dikatakan Siwon tak ada yang salah, hanya dapat terdiam.
“Kau… Untuk apa melakukan semua ini? Apa karena aku sedang berada di dalam tubuh kekasihmu? Karena itu?” ucap Yoona tanpa berpikir panjang. Entah kenapa semua rasa sesak di hatinya berubah menjadi kata – kata pedas yang baru saja dilontarkannya pada Siwon.
“Apa yang sedang kau katakan?” ujar Siwon tanpa menjawab pertanyaan yang dikatakan Yoona barusan.
“Aku… Tak lagi punya siapa – siapa. Aku menghilangpun tak akan ada yang menyadari. Tak akan ada yang tahu. Tapi Yuri? Apakah kalau dia menghilang, kau akan menangisinya? Kau akan merasa kehilangan?” tanya Yoona setengah menerawang. Mulutnya tak lagi dapat dikontrolnya. Semua pertanyaan dan kehampaan yang dirasakannya terlontar begitu saja.
“Kau… Apa yang sedang kau pikirkan? Hah?” tanya Siwon begitu mendenar rentetan pertanyaan Yoona yang tak terkendali.
“Aku sudah lelah dengan semua ini. Aku lelah menjalani kehidupanku. Aku sendirian. Bahkan aku menghilang, tak ada yang menyadarinya. Donghae oppa, Sooyoung unnie, Han oppa. Dari antara mereka tak adakah yang merasa kalau aku berubah? Kalau aku kembali nanti, lalu apa artinya? Eobsseo!” seru Yoona dengan nada yang meninggi. Di sudut matanya mengalir air mata tanda kelelahannya akan hidup berat yang selama ini dijalaninya. Belum lagi ditambah oleh masalah yang baru ini sedang dihadapinya.
Mendengar jeritan hati Yoona, tanpa banyak bicara Siwon beranjak memeluknya. Mendekapnya dalam pelukan hangatnya. Tangan hangatnya mengelus punggung Yoona berusaha menenangkan hati yeoja yang ada di hadapannya itu.
“Gwenchana. Semua akan baik – baik saja. Tenanglah. Aku ada di sini,” bisik Siwon sambil terus merengkuh Yoona dalam pelukannya.
++++
Disamping itu, Yunho tengah memperhatikan kedua orang tersebut dari sela pintu kamar yang tak tertutup rapat. Pandangannya lurus menatap Siwon dan Yoona. Matanya sayu seakan merasa sedih akan sesuatu.
“Im Yoona. Apakah ini karma? Ataukah Tuhan sedang berusaha membuka rahasia itu? Sebuah dosa tak termaafkan yang telah ku lakukan di masa lalu?” ucapnya lirih. Sehingga hanya dia yang dapat mendengar perkataannya sendiri.
++++
Kling Kling!
“Kamshahamnida,” ucap seorang yeoja dengan pakaian pelayan pada seorang tamu sambil membungkukkan badannya pada tamu tersebut setelah memberikan uang kembalian beserta struk pembayaran.
“Yoona ah! Bisakah kau membantuku membersihkan meja nomor 5?” seru Sooyoung dari balik pintu dapur.
“Ah? Ne!” seru Yuri yang ada di tubuh Yoona dan segera mengerjakan apa yang ditugaskan padanya.
Kling Kling!
Terdengar deringan lonceng pintu restaurant saat seorang tamu datang memasuki ruangan.
“Selamat datang!” sambut Yuri sambil beranjak menyambut tamu yang baru datang.
“Oh? Yoona ya!” seru tamu yang baru datang itu.
“Ne? Nugu… seyo?” balas Yuri yang merasa tak mengenal tamu itu.
“Donghae hyung!” seru Changmin yang tiba – tiba datang dan berjalan menuju Donghae.
“Oh? Changmin ah! Lama tak bertemu ya,” sahut Donghae dengan senang. Mereka berdua kemudian berjalan menjauh dan mengambil duduk di kursi dekat jendela.
Yuri kemudian mencatat pesanan Donghae dan beralih berjalan menuju dapur untuk menyampaikan pesanannya pada Sooyoung.
“Jadi… Yoona benar – benar amnesia?” ucap Donghae sambil sedikit berbisik pada Changmin.
“Kurasa begitu. Waktu kemarin, dia malah tak mengenali Sooyoung. Hyung tahu sendiri kan kalau mereka berdua itu sahabat dekat? Bagaimana bisa Yoona melupakan Soo begitu saja?” jelas Changmin.
“Begitu ya?” ucap Donghae. “Sayang sekali,” ucap Donghae lirih.
“Apa hyung? Aku tak mendengar perkataan hyung barusan,” tanya Changmin yang tak dapat menangkap apa yang diucapkan Donghae barusan.
“Ani. Eobsseo,” jawab Donghae. Pandangannya terus memperhatikan Yuri yang tengah berlari ke sana kemari untuk melayani para pelanggan restaurant.
++++
Siang itu Yoona terlihat bosan dan tak tahu apa yang harus dilakukannya. Seharian dia hanya berada di dalam kamar dan berjalan mondar mandir dengan bosan. Tiba – tiba sudut matanya menemukan sebuah remote yang tergeletak di atas meja di samping tempat tidur. Dengan penasaran, diraihnya remote itu. Cukup banyak tombol yang tak dikenalnya di sana.
“Remote apa ya ini?” tanya Yoona dalam hati. Pandangannya beranjak berkeliling ruangan kamar yang sangat luas itu.
“Tak ada televisi di sini. Lalu remote apaan ya?” dengan ragu di tekannya salah satu tombol di remote itu.
Dinding putih di seberang tempat tidur terbuka. Cukup lebar hingga memperlihatkan sebuah benda yang selama ini hanya berani diimpikan Yoona untuk berada di rumahnya.
“Wuahh!” seru Yoona saat melihat sebuah televisi plasma 56 inch yang mulai berjalan maju dan menyembul dari dinding. Sangat berbeda dengan televisi 12 inch tebal yang tergeletak di ruang tamu rumahnya. Mulut Yoona terbuka lebar. Kakinya perlahan berjalan menuju televisi yang tergantung di dinding itu.
“Tak mungkin,” ucapnya lirih. Matanya mengagumi televisi tersebut dengan tangannya mulai membelai lembut barang impiannya itu. Secepat kilat kakinya kembali berlari menuju tempat tidur dan menekan tombol lainnya. Televisi tersebut menyala dan memperlihatkan tampilan bermacam – macam channel yang belum pernah dilihat Yoona.
“Wahh! Pasti mereka memasang televisi kabel. Aigooo!” seru Yoona kagum. Yoona terus mengganti channelnya untuk mencari acara yang menurutnya menarik hingga dia berhenti di salah satu channel yang sedang memperlihatkan sebuah iklan taman hiburan. Lotte World. Tempat yang sejak kecil ingin Yoona kunjungi. Dirinya hanya pernah pergi ke sana sekali saja bersama kedua orang tuanya yang saat ini tak bisa lagi mengantarnya.
CKLEK!
Suara pintu kamar yang terbuka tak membuat Yoona memalingkan wajahnya dari iklan Lotte World itu.
“Ya! Kau tak turun makan?” seru Siwon yang berdiri di ambang pintu. Niatnya untuk mengajak Yoona yang tak kunjung beranjak turun untuk makan siang. Padahal selama 3 hari ini, Yoona selalu sudah berada di meja makan saat jam makan tiba.
Melihat pertanyaannya tak digubris, Siwon mengulangi lagi ajakannya.
“Yoona sshi! Kau tak makan siang?” ucap Siwon. Tapi bukannya beranjak turun dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar, Yoona justru menoleh ke arah Siwon dengan wajah memelas. Persis seperti seorang anak balita yang sedang menginginkan sesuatu.
“M… Mwo?” dipandang seperti itu, Siwon merasa gelagapan.
Tak menjawab pertanyaan Siwon dengan perkataan, Yoona hanya menunjuk ke arah televisi sambil terus memandang Siwon dengan wajah memelas yang semakin menggetarkan hati. Sadar apa yang diinginkan Yoona, Siwon hanya dapat menghembuskan nafas dengan berat.
“Arasseo! Aku tahu kau pasti bosan di rumah terus. Baiklah kita besok ke sana,” ucap Siwon sambil menunjuk ke arah televisi yang masih memutar iklan Lotte World. Sebuah senyum lebar terbentuk sempurna di wajah Yoona dan langsung meloncat – loncat senang di atas tempat tidur.
“Yeeyyy!!! Kajja!!!” seru Yoona senang.
++++
“Aku berangkat!” seru Yuri yang hendak pergi bekerja.
“Yoona ah! Kau mau kemana?” seru Hankyung.
“Bekerja oppa. Waeyo?”
“Aniyo. Kau lupa? Tiap sabtu kau kan memang libur. Tapi minggu kau masuk siang,” ujar Hankyung.
Sedangkan Yuri hanya memasang wajah bingungnya.
“Ah iya. Aku lupa kalau kau amnesia,” ucap Hankyung lirih sambil menyesali diri. “Kau akan ke suatu tempat bersamaku hari ini,” kata Hankyung sambil tersenyum manis.
“Eh? Kemana?” tanya Yuri bingung.
“Sudahlah. Sebaiknya kau siap – siap lalu kita berangkat,” jawab Hankyung tanpa menjawab pertanyaan Yuri.
“Kemana sih?”
“Nanti kau juga tahu. Kau pasti menyukainya. Lebih baik sekarang kau menyiapkan bekal saja,” kata Hankyung sambil mendorong tubuh kurus Yuri ke arah dapur.
“Kajja!” seru Hankyung bersemangat.
++++
“Yeyyy!!!” seru Yoona bersemangat. Saking bersemangatnya, Yoona langsung berlari ke sana kemari begitu melangkah memasuki Lotte World.
“Siwon sshi! Ayo kita naik yang ini!” seru Yoona sambil menunjuk permainan Merry Go Round yang pertama kali dilihatnya saat masuk taman bermain. Sedangkan Siwon yang melihat semangat Yoona hanya mendengus kesal.
“Aish! Itu kan permainan anak kecil!”
“Ayolah!” rayu Yoona sambil memasang puppy eyes andalannya.
“Shireo! Kau kira aku anak kecil?” tolak Siwon sambil memalingkan wajahnya dari Yoona. Sedangkan Yoona mulai memasang wajah yang ingin menangis.
“Iya! Iya deh! Aku paling benci melihat wanita menangis,” seru Siwon menyerah. Dengan pasrah akhirnya Siwon mengikuti tarikan tangan Yoona yang membawanya berlari menuju loket penjualan tiket Merry Go Round.
“Yihaa!!” seru Yoona gembira saat duduk di atas salah satu kuda mainan sedangkan wajah Siwon sudah semerah kepiting rebus menahan malu karena bermain di arena permainan anak kecil.
“Ayo sekarang kita naik Jet Coaster!” seru Yoona setelah keluar arena Merry Go Round.
“Mwo???” seru Siwon shock. “Kau gila? Kita baru mulai dan kau langsung mengajakku naik permainan mengerikan itu? Oh tidak bisa. Andwae!”
“Memangnya kenapa? Sepertinya itu seru?” tanya Yoona sambil melihat arena Jet Coaster di depannya dengan wajah berbinar. Berbeda sekali dengan ekspresi Siwon yang berubah pucat saat mendengar teriakan histeris yang berasal dari permainan itu.
“Shireo!” seru Siwon takut.
“Waeyo? Kau takut? Aish! Namja macam apa yang takut hanya karena permainan seperti itu? Huh!” sindir Yoona menghina Siwon. Senyum meremehkan terlukis jelas di wajahnya.
“Ani! Aku tak takut! Siapa bilang aku takut?” sanggah Siwon yang merasa terhina.
“Lalu? Kenapa tak mau naik itu?” tanya Yoona yang merasa Siwon mulai masuk perangkapnya.
“A… Aku…”
“Tuh kan takut. Bilang saja kalau takut.”
“Ani! Ok! Kita naik itu!” seru Siwon yang merasa tertantang. Senyum keberhasilan mengembang di wajah Yoona. Siwon masuk perangkapnya.
Dengan gemetar Siwon menaiki kereta Jet Coaster. Yoona menariknya untuk duduk di bangku paling depan yang sudah jelas membuatnya berubah pucat seketika.
“Kajja!!!” seru Yoona semangat. Kereta mulai berjalan. Teriakan demi teriakan mulai membahana. Apalagi di saat keretanya melintasi jalur berputar.
“Hahahaha!” tawa Yoona puas saat melihat wajah pucat pasi Siwon setelah turun dari Jet Coaster. Sedangkan Siwon yang ditertawai terus terdiam sambil terus berusaha untuk dapat berdiri. Karena kakinya terasa lemas.
“Duduklah di sini. Akan kubelikan minuman hangat supaya kau tak muntah. Untung saja kita tadi tak sarapan dulu,” ujar Yoona setelah berhenti tertawa. Yoona menuntun Siwon untuk duduk di kursi di samping sebuah stand.
++++
“Taraaa!!!” seru Hankyung sambil membuka penutup mata yang melilit mata Yuri.
“Eh? Lotte World?” ucap Yuri heran.
“Ne! Kau selalu berkata kalau kau ingin kemari kan? Kemarin aku mendapat voucher Lotte World dari tempatku bekerja. Bagaimana? Kau senang bukan?”
“Ne! Aku senang!” jawab Yuri dengan senyum terkembang.
“Kajja!”
“Yoona ah! Kita kemana dulu ya enaknya?” tanya Hankyung saat mereka sudah memasuki Lotte World.
“Kemana ya?” ucap Yuri bingung. Pandangannya menatap sekelilingnya sehingga dia tak memperhatikan orang yang berjalan di depannya.
BRUK!
Yuri menabrak orang di depannya yang sedang membawa segelas kopi. Kopi itu tumpah di bajunya yang berwarna pink.
“Ah! Mianhae!” seru orang itu.
“Ne! Gwenchanayo,” ucap Yuri sambil berusaha menghilangkan noda kopi di bajunya.
“Yoona! Gwenchanayo?” seru Hankyung saat melihat noda kopi di baju Yuri.
“Ne. Ehm… Lebih baik aku ke kamar mandi dulu ya oppa. Oppa tunggu di sini saja,” ujar Yuri yang kemudian beranjak menuju kamar mandi.
++++
“Mesin minumannya dimana ya?” terlihat Yoona masih terus mengedarkan pandangannya secara acak ditengah kerumunan orang banyak untuk mencari mesin minuman.
“Yoona! Gwenchanayo?” terdengar seruan seseorang yang sangat dikenalnya dari kejauhan. Dengan reflek Yoona menolehkan wajahnya.
“Eh? Siapa yang memanggilku?” ucap Yoona bingung. Suara tadi hanya sayup – sayup didengarnya. “Mungkin hanya perasaanku saja,” putus Yoona dan meneruskan langkahnya mencari mesin minuman.
++++
“Sebaiknya aku menunggu di sini saja,” ucap Hankyung sepeninggal Yuri ke kamar mandi untuk membersihkan pakaiannya yang kotor. Hankyung kemudian beranjak duduk di bangku taman tak jauh darinya. Disebelahnya terduduk seorang namja dengan wajah pucat dan terasa ingin memuntahkan sesuatu.
“Gwenchana?” ucap Hankyung pada namja itu dan namja itu menoleh pada Hankyung.
“Ne. Gwenchanayo,” jawab namja itu dengan lemah.
Sudut mata Hankyung menangkap permainan yang tak jauh dari tempatnya duduk. Jet Coaster.
“Ah! Jangan bilang kau begini gara – gara naik permainan itu,” tanya Hankyung sambil tangannya menunjuk ke arah wahana menakutkan yang penuh jeritan itu. Sementara namja di sebelahnya hanya dapat mengangguk lemah karena rasa mualnya masih cukup terasa.
“Aigoo~ Tak heran. Aku juga pasti akan senasib denganmu kalau naik wahan itu,” wajah Hankyung berubah sedikit pucat begitu membayangkan dirinya menaiki wahana itu. Tubuhnya bergidik ngeri.
“Jinjjayo? Kukira hanya aku saja yang seperti itu,” ucap namja di sebelahnya.
“Sudahlah. Tak perlu dibahas. Oh ya. Perkenalkan aku Hankyung. Kau?” ucap Hankyung ramah.
“Siwon. Choi Siwon,” balas namja itu. Merekapun berjabat tangan.
“Kau kemari dengan siapa?” tanya Hankyung.
“Dengan… chinguku,” jawab Siwon sedikit terdengar ragu – ragu. “Kau sendiri?”
“Aku dengan…” belum sempat Hankyung menjawab pertanyaan Siwon, seorang yeoja datang menghampirinya.
#### TBC ####

wedeeehh…syapa tuh yang dateng?
yoona kah? atau yuri??
trus yunho yah jgn” perampok yang ngebunuh ortu yoona??
hayooo.. siapa ya??
waduh yunho jdi jahat dong?
AKHIRNYA……
jiahh..
akhrnya apaan chingu?
XP
aduhh… kata TBC itu lohhh….. bikin kesel bgt… lagi enak2 baca… TT… TBC yg bisa bikn TBC… ayo author, daebak!!
yahh.. jangan kesel dong.. ditunggu aja ya lnjutannya^^
aduh dah lumuten nunggunya TBC lagee aduh aduh plus duo couple ketuker ketemuan lagee aduhh TBCnya gk gk gk kuat…ayo cinghu
ok ok^^
mohon d tunggu ya^^
arghhhh penasaran.. yg dtg itu yuri apa yoona yaa? hmm..
oh ya author, maap br comment di chap ini krn br bca.. hehe miannn *bow*
lama-lama crta na mkin pjg aj per chapter n mkin seru dehh..
smua msi teka-teki haha..
hwaiting ya buat lnjutannya.. trus kl bs bkin yg pjg’an lg yaa *ditabok* :p
iya.. bakal aq pnjangin buat yg brikutnya.. omawo udah mau baca^^
________________________________
lanjutannya mna niech….
sabar ya… masih banyak tugas jadi blm sempet ngelanjutin
lanjut y … soalx seru banget.
baru baca langsung TBC deh … kesel deh
Ini YoonWon kan??
Ah aku brharap banget ini YoonWon