Seasons of The Lucifer
Title: Seasons of The Lucifer
Author: LucifeRain / Aya
Genre: romantic – comedy, AU, hurt / human life
Leght: Chaptered
Ratting: General
Main Cast:
Cho Minhye a.k.a Cho Minhyun
Kim Kibum a.k.a Key
Choi Minho a.k.a Minho
Lee Taemin a.k.a Taemin
Kim Jonghyun a.k.a Jonghyun
Lee Jinki a.k.a Onew
Note: kalo part sebelumnya banyak pendiskripsian, di part ini lebih dominan dialognya
Yang mau ikut berperan dalam cerita, baca di akhir postingan hehe
Previous Chapter: SOL (Teaser) & SOL ( Chap 1)
______________
Lucifer
Seseorang berwajah malaikat namun seperti iblis
Hati yang egois
Cinta yang tulus
Kesucian yang keliru
Mengancam
Berulang kali salah seperti malaikat dan iblis
Mempunyai perasaan yang tidak jelas
Lucifer adalah keberanian
—————————–
“AAAAA!!! HYUNG! MINHYUN BERCIUMAN”
Teriakan itu membuat jiwa mereka seakan tertarik. Mereka mengerjapkan matanya, sama sama terkesiap. Namja itu mendorong tubuh Minhyun lalu bangkit berdiri begitu pula dengan Minhyun, ia bediri agak kikuk.
Minhyun melirik namja berkelopak runcing di sebelahnya yang ternyata juga tengah meliriknya, buru buru ia mengalihkan pandangan. Pipinya memerah tiba tiba, ia malu sekali. >///<
Namja itu terlihat canggung, ia lalu melangkah pergi, bantingan pintu menandakan kalau ia sudah berada di luar. Heyy… seperti ada yang janggal. YA! Kemana Bocah setan itu!
Minhyun melangkah keluar, ia membuka pintu kamar dan mendapati 3 orang namja tengah menghadangnya. Taemin memandangnya dengan tatapan membunuh, Jonghyun menatapnya geli sedangkan Jinki sudah tertawa tawa seperti ayam, aishh… dasar Onew!
Ketiga namja itu berlalu setelah Jonghyun mengerlingkan matanya pada Minhyun, memberi isyarat untuk mengikuti mereka.
Mereka berjalan ke arah ruang makan makan yang terletak di sisi kanan ruang tamu. Ruang tamu itu memang berbentuk persegi, di sisi kirinya terdapat ruang tivi, sisi depan terdapat lorong, di sisi belakang ada pintu lift dan sisi kanan ada ruang makan.
2 orang namja telah lebih dulu menduduki kursi di meja makan bundar itu, Jonghyun, Taemin dan Jinki pun ikut duduk menyusul mereka. Sedangkan Minhyun masih berdiri dengan tatapan linglung
“kenapa masih berdiri? Ayo duduk” ajak Jonghyun.
“bagaimana aku bisa duduk kalau kursinya Cuma ada 5”
“hehe aku lupa. Ya sudah kau berdiri saja disitu!”
“KENAPA?! Aku juga penghuni dorm ini!” elak Minhyun, enak sekali namja gendeng ini menyuruhnya berdiri seperti patung pancoran.
“lagi pula siapa yang menyuruhmu tinggal di dorm ini, kalau tidak mau ya pindah saja!” kali ini Taemin angkat bicara.
“aigoo… maknae, kau sensi sekali hari ini” cibir Jinki, dia masih saja tertawa seperti ayam. Menyebalkan…
“biar saya jelaskan Lee Taemin-ssi” suara bariton memecahkan keheningan.
Minhyun tersentak kaget, ia lalu menoleh ke sumber suara dan mendapati Park ahjussi tengah berdiri di sudut ruangan sambil membawa sebuah kursi kayu yang sama persis dengan kursi di meja makan.
“Park ahjussi! Kenapa kau bisa muncul tiba tiba?” tanya Minhyun
“Park Ahjussi memang seperti hantu, dia bisa muncul dan menghilang secara horor” ujar Jonghyun sambil memicingkan matanya.
“semua kamar di asrama Shineshall academy sudah terisi penuh, hanya di tingkat ini yang kosong. Lagi pula Cho Minhyun adalah pewaris tunggal dari ‘Cho groups’ ”
Park Ahjussi memerintahkan Jinki untuk bergeser, ia pun meletakkan kursi di sbelahnya dan mempersilahkan Minhyun untuk duduk.
“Cho Groups?… sudah ku duga kau bukan orang sembarangan” nada bicara Jonghyun terdengar sinis
Minhyun tersenyum maksa, merasa tertohok karena kalima yang Jonghyun lontarkan. Dari nada bicara namja itu, sepertinya hal buruk akan terjadi padanya.
“kau belum sepenuhnya diterima di sini, kawan! Kalaupun kau di terima, kau hanya bisa menjadi Sub member karena sampai kapanpun SHINee hanya terdiri 5 orang”
Minhyun menegak ludah, sudah ia duga akan begini. Ia pun hanya bisa terdiam sambil menunduk. Seperti sedang di dakwa 5 hakim saja.
“sudah 2 tahun kami berlima mendiami dorm ini, dan kau orang pertama yang diizinkan tinggal bersama kami. Aku yakin alasanya bukan hanya tidak ada kamar yang kosong dan kau sebagai pewaris Cho Group. Pasti ada alasan Khusus” Argument Jinki yang diikuti anggukan lainya.
“anii.. aniyo” Minhyun mengibas ngibaskan tanganya di udara “tak ada alasan lain, aku sungguh tidak tahu menahu’ kilahnya kemudian.
“baiklah Cho Minhyun, ada beberapa Syarat yang harus kau penuhi untuk menjadi Sub member. Dan jika semua syarat terpenuhi kau bisa menggoreskan tanda tanganmu disana…”
Jonghyun menunjuk ke arah ruang tivi, lebih tepatnya ke arah wallpaper yang di penuhi coretan warna warni. Minhyun menatap dengan seksama, ternyata benar dugaanya itu adalah tandatangan.
Tandatangan berwarna Hijau muda dibawahnya bertuliskan “Spring Taemin“, lalu yang berwarna merah bertuliskan “Summer Jonghyun”, berwarna jingga bertuliskan “Autumn Onew”, berwarna perak bertuliskan “Winter Minho” dan di tengah semua tanda tangan itu terdapat goresan tangan berwarna golden yang bertuliskan “Almighty KEY”
“… tak hanya itu, wajahmu juga akan di ukir menjadi graffiti di dinding ini”
jonghyun menunjuk dinding di belakang ruang makan, disitu terdapat gambar wajah yang telukis abstrak dari cat pilox. Di bawah wajah itu terletak nama masing masing yang terukir menjadi graffiti dan di atas semua lukisan rupa itu terdapat graffiti berukuran jumbo yang bertuliskan ‘SHINee’
‘ahh… ternyata nama namja tadi itu Kim Kibum’ batin Minhyun, tanpa ia sadari seulas senyum mencuri untuk di tampilkan.
“YA! Kenapa kau tersenyum?! Sudah ku duga kau gila” ledek Taemin, lagi lagi Minhyun hanya bisa mengutuknya dalam hati dan mendoakanya yang jelek jelek.
“kau lahir bulan berapa? Aku bosan jadi maknae yang selalu di kerjai hyung gila ini” Tanya Taemin dan langsung di timpuk Jonghyun dengan ayam kemudian di tangkap Onew -___-
“satu peraturan lagi, SHINee sangat menghormati orang yang lebih T-U-A” kata Jonghyun dengan Penekanan di kata ‘TUA’, ia mengarahkan mulutnya pada Onew yang langsung mesem mesem dikatai tua.
“meskipun lahir pada garis Tahun yang sama, tetap wajib memanggil Hyung pada yang lebih tua. Itu sudah peraturan mutlak SHINee” Minhyun mengangguk angguk mengerti “Onew lahir di january, aku di bulan February, Minho dan Key april dan Taemin December. Kau?”
“peraturan yang aneh” guman Minhyun dan langsung di pelototi jonghyun. “ehehe.. aku November”
“YA! Kenapa harus aku lagi yang menjadi maknae, aku tidak mau memanggilmu Hyung!” kilah Taemin
“aku juga tidak mau di panggil Hyung sama setan seperti mu!”
“apa katamu hah?!”
“aigooo… kalian berdua sama saja seperti anak kecil!” hardik jonghyun.
Tiba tiba Onew keluar dari kamarnya yang berada di depan ruang makan, hey! Kapan dia pergi ke sana?. Di tanganya terdapat sebuah map biru, ia pun meletakkan itu di atas meja atau lebih tepatnya di hadapan Minhyun.
“kau harus mendatangani surat perjanjian ini, kalau kau melanggar peraturan kami sampai 3 kali, kau akan dikeluarkan secara paksa dari dorm ini” Onew terlihat serius, ia menyerahkan bolpoint ke tangan minhyun.
Dengan amat terpaksa Minhyun menandatangani perjanjian tak masuk akal itu, ia hanya bisa berharap semoga peraturan SHINee tidak aneh tapi nyata.
Mereka pun menghabiskan makan malam bersama. Onew yang sibuk menjaga ayam ayamnya dari rebutan Key dan Jonghyun, Taemin dan Minyun yang selalu beradu argument serta Minho yang makan dengan amat tenang. Sepertinya Cuma namja itu yang waras.
Dalam hati Minhyun sangat mensyukuri keadaan ini. canda, tawa, kegembiraan dan keceriaan melekat pada mereka. Mungkin baru kali ini Minhyun merasakan hangatnya kebersamaan. Ia tahu SHINee di penuhi orang orang baik yang akan mengajari segalanya –meski dengan cara menyebalkan sekalipun.
~*~*~*~
Sejak tadi Minhyun membolak balikkan badanya tak karuan, sudah berbagai macam posisi tidur ia coba tapi tetap saja matanya tak mau terpejam. Ia menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 23.15, lalu mengeluh untuk kesekian kalinya.
Minhyun menutup matanya lagi, mencoba untuk tidur. namun hasilnya NIHIL, ia lebih mirip sate yang di bolak balik di penggorengan. Kenapa matanya tak mau terpajam juga?!
“YA! CHO MINHYUN! KAU DISERUDUK BANTENG HUH? BERISIK SEKALI!” teriak namja yang tidur di lantai bawah, siapa lagi kalau buka Taemin si cerewet -___-
‘aishh… namja laknat itu lagi’ batin Minhyun
“KARENA KAU AKU TERBANGUN BODOH!!!”
“Mianhaeyo, aku tak biasa tidur sebelum di ceritakan sesuatu atau membaca suatu cerita”
“kau ini seperti yeoja saja!” gerutu Taemin yang sukses membuat Mata minhyun terbelalak lebar, apa sikapnya sangat kontras sebagai seorang yeoja. Ayolah Minhyun, jangan sampai identitasmu terbongkar secepat ini, batinnya.
Derap langkah terdengar dari arah tangga, sesaat kemudian Taemin muncul dengan wajah lusuh sambil membawa sebuah bantal di tanganya.
“ke.. kenapa kau disini?” Minhyun terduduk ia lalu mengalihkan pandanganya dari Taemin karena namja itu tidak mengenakan baju, hanya memakai celana pendek saja. Firasatnya tidak enak…
Taemin berjalan ke arah tempat tidur Minhyun, membuat namja yang sebenarnya adalah yeoja itu semakin tertunduk, ia tak berani menatap namja berambut coklat almond yang sedang berbaring dengan seenak jidatnya di atas tempat tidur Minhyun. Membuat jantungnya berdebar tak karuan, tingkah namja ini selalu membuatnya spot jantung.
“kenapa masih duduk? Kau ingin melepas baju juga huh?” Ucapan taemin tadi sukses membuat Minhyun harus menangkap jantungnya yang lari kesana kemari (?)
“anii… aniiyo” jawabnya terbata
Taemin meraih guling Minhyun lalu memeluknya, kemudian ia menepuk nepuk bantal di sebelahnya mengisyaratkan Minhyun untuk berbaring di sana.
“kajja, aku akan menceritakanmu sesuatu, kau kan baru bisa tidur setelah mendengar cerita” nada lembut yang mengalun dari mulut Taemin malah membuat Minhyun merinding tak karuan.
Mau tak mau Minhyun pun harus merebahkan tubuhnya di sebelah Taemin, ia memiringkan badanya agar bisa berhadapan dengan namja itu. Taemin menarik selimut yang terlipat di bawah kaki mereka, ia lalu menyelimuti dirinya dan Minhyun.
Tiba tiba kedua sudut bibir Taemin tertarik menampilkan seulas senyum bulan sabit yang amat manis. senyuman itu seakan menular, membuat Minhyun ikut tersenyum tanpa ia sadari.
“tak usah canggung, aku dan para Hyung sering tidur bersama terutama saat terjadi badai. Kau tahu, kebersamaan itu adalah obat penenang yang paling ampuh” untaian kata itu mengalun seperti nyanyian tidur bagi Minhyun. Tapiiii…
‘Mwo?! Tadi dia bilang sering tidur bersama? Tamatlah riwayatmu Cho Minhyun!’ rutuk minhyun dalam hati
“apa kalau kalian tidur bersama akan membuka baju juga?” pertanyaan itu terlontar begitu saja, Minhyun pun merutuk habis dirinya
“pertanyan bodoh!” cibir Taemin “ tentu saja, bahkan kami akan tarik menarik celana dan biasanya dalaman Onew hyung paling aneh karena bergambar anak ayam haha. Dan perang itu akan selesai setelah Minho Hyung menatap kami dengan gaze snowstormnya”
Minhun sudah tak sanggup lagi meneguk ludah, namja namja ini sangat membahayakan ! Kenapa nasibnya begitu buruk bisa tinggal selantai dengan namja gendeng seperti mereka. Posisinya sangat rawan!
“aku akan menceritakanmu kenapa kami bisa bersama. Dulu aku adalah murid baru di tahun kedua dongwook middle school, keempat hyung gila itu menghampiriku dan mengajakku berteman. Mereka mengaku bahwa mereka murid kelas 3 dan menyuruhku memanggil ‘hyung’ bukan sunbae.
Karena dongwook itu luas dan mempunyai banyak kelas, setelah beberapa bulan barulah aku sadar kalau mereka satu anggkatan denganku tapi berbeda kelas, aishhh… menyebalkan! Namun mereka sangat baik padaku dan aku sudah terbiasa memanggil mereka Hyung.
Hingga sekarang…. Sedangkan Minho hyung dan Key Hyung dulunya juga di kerjai Onew hyung dan jonghyun hyung dengan kasus yang sama. Itulah kenapa ada peraturan memanggil ‘hyung’ padahal lahir di tahun yang sama” jelas Taemin panjang lebar “tak masuk akal memang, tapi kami sudah nyaman dengan panggilan itu” tambahnya kemudian
Minhyun mengangguk paham “lalu kenapa kalian bisa tinggal di dorm ini?”
“karena kami senasib, kami sama sama orang yang terbuang dan sebatang kara“ Taemin tersenyum miris, pandanganya menerawang lurus ke arah langit langit kamar.
“orang tua dan kakak ku meninggal karena kecelakaan beruntun, begitu juga keluarga Onew hyung yang meninggal karena kecelakaan pesawat”
Ia lalu menghela nafas berat, kemudian meluruskan posisinya begitu juga Minhyun.
“jonghyun hyung lahir tanpa tau ayah kandungnya, ibunya meninggal ketika ia lulus sekolah dasar. Keluarga Key hyung broken home, ibunya lari meniggalkan dia dan ayahnya meninggal 3 tahun lalu. Sedangkan Minho hyung adalah anak adopsi sejak kelas 2 middle school”
ibu Minho hyunglah yang menemukan kami, mengajak kami tinggal dan bersekolah tanpa biaya. Untuk kebutuhan pribadi kami mengandalkan sisa warisan kecuali Jonghyun hyung yang harus bekerja sebagai penyiar radio, sejak ibunya meninggal ia selalu bekerja keras”
Minhyun terhenyak, ternyata di balik keceriaan mereka tersembunyi luka batin yang masih terasa perih hingga kini. ia merasa bahwa dirinya juga berdiri pada satu garis nasib yang sama. Mungkin ini alasanya kenapa ia merasa sangat akrab dengan mereka.
“ah… karena park ahjussi kami jadi melupakan satu pertanyaan penting”
“apa?”
“kenapa kau bisa berciuman dengan Key hyung? Kau homo ya?” Taemin memicingkan matanya, menatap Minhyun penuh selidik. Mata Minhyun yang hampir menutup itu pun kontan terbelalak lebar.
“tentu saja tidak bodoh! Tadi kami terpeleset dan… ahhh lupakan saja! Tak usah mengingat hal itu!” Minhyun menarik selimut hingga menutupi kepalanya, ia tak mau pertanyaan itu menjadi jadi. Dalam hati ia meringis, ciuman pertamanya telah dicuri…
~*~*~*~
Seorang anak kecil meringkuk di sudut ruangan, ia menggenggam sebuah surat lusuh yang bahkan tintanya pun telah luntur terkena air. anak itu terisak dalam kegelapan, tubuhnya basah ia menggigil kedinginan. hanya secerca cahaya lampu yang meneranginya dengan sangat enggan.
Kepingan kepingan memori terputar bak sebuah film pilu, ia berteriak namun tak ada yang mendengar, ia menangis dan tak ada yang peduli, ia sendirian dalam ketakutan yang berujung trauma
Terlintas dalam benaknya seorang gadis manis yang tersenyum lembut kearahnya. Dan teringat akan seorang ibu yang memeluknya dengan penuh kehangatan dan kasih sayang. TAPI DIA BENCI MEREKA
Buah dari senyuman gadis itu adalah kepahitan yang tak pernah pupus dan kasih sayang itu adalah semu, seperti sebuah mawar yang indah namun berujung dengan goresan luka karena durinya. Luka yang tak akan pernah mengering meski di baluri obat sebanyak apapun.
Karena ini adalah luka batin, luka yang tak bisa dilihat namun terasa seribu kali lebih sakit dari luka yang bisa terlihat. Rasanya sesak tepat di ulu hati.
Sekuat apapun ia berusaha luka itu akan selalu ada, terasa perih dan membawa ketakutan…. Ketakutan….
“hosh… hosh… hoshhh….” Key terbangun dengan nafas yang terengah engah, Burlir bulir keringat mengucur deras di pelipisnya. Mimpi buruk yang sama…
Ia menegakkan punggungnya lalu tertunduk, tubuhnya bergetar hebat. Kenapa? Kenapa mimpi itu selalu terulang? Ia selalu mencoba melupakan kejadian itu tetapi kenapa mimpi selalu menginggatkanya?. Tiba tiba ingatanya menyorot balik kisah di kamar Taemin tadi.
Kenapa ia merasa aneh saat bibirnya menempel dengan bibir namja tadi. Bukan, bukan karena ia sekedar berciuman dengan seorang namja, instingnya mengatakan lebih dari itu.
Saat bibir mereka bertemu, ia merasa ada sesuatu yang jangal. Nafasnya sesak, seakan ada yang mengganjal di kerongkonganya. keringat dingin langsung membasahi tubuhnya, ia merasa sangat kotor.
Namja itu menyibakkan selimutnya lalu memasuki bath room dengan tergesa gesa, tanganya yang bergemetar menghamburkan rak peralatan mandi demi mencari sesuatu. Kepanikanya semakin menjadi ketika sebotol antiseptic yang baru di belinya kemarin telah habis.
Ia sendirilah yang menghabiskanya, entah sudah berapa kali ia membersihkan diri hari ini karena merasa sangat kotor. Apa ini semua akibat namja tadi? tidak! Dirinya hanya alergi terhadap wanita!
Ia melangkah gontai ke arah shower, lalu menyalakanya dan membiarkan tubuhnya di hujani jutaan air. Namja itu mengacak acak rambut frustasi, di tinjunya dinding dihadapanya, bahkan dinding pun seakan menatapnya sinis, merendahkan dirinya.
meski yang ditinjunya adalah benda keras, namun Tak terasa sakit sama sekali, karena ulu hatinya terasa lebih sakit. perasaanya jauh lebih tersiksa
“Aaaaaaa!!!!” ia berteriak dalam guyuran air. Di sandarkanya tubuhnya ke dinding lalu membiarkan punggungnya merosot menghentak lantai. Ia terisak, tubuhnya berguncang hebat. Kejadian yang sama terulang… meringkuk dingin dalam selubung ketakutan.
~*~*~*~
Minhyun menggeliat kecil, terasa amat silau ketika secerca cahaya menembus kelopak matanya yang masih menutup. Ia mengerjapkan matanya namun sesaat kemudian matanya terbuka sempurna ketika teringat kejadian semalam.
Ia menoleh ke arah samping, ternyata Taemin sudah meninggalkanya. Semoga semalam tak terjadi apa apa, harapnya dalam hati.
Minhyun pun bergegas mandi dan bersiap untuk ke sekolah. Tak lama kemudian dirinya sudah siap dengan balutan seragam, ia lalu berjalan keluar menuju dining room dan mendapati all member SHINee sedang sarapan di sana.
“annyeong Minhyun. Ayo ikut sarapan” ajak Onew, Minhyun pun menurut.
“Key kenapa kau terlihat pucat? Dan kau Taemin kenapa matamu seperti panda. Neo Gwaenchanna?” tanya Jonghyun bertubi tubi, ia memang selalu memperhatikan kondisi teman temanya.
“kemarin minhyun berisik sekali, aku tidak bisa tidur di buatnya” keluh Taemin
“Mianhaeyo” ucap Minhyun
“dan kau Key, Gwaenchanna?”
“ne, gwaenchannayo” jawab Key sekenanya.
saat Minhyun melirik Key, Key juga tengah meliriknya. Alhasil merekapun tertunduk melanjutkan sarapan masing masing. Masih canggung karena kejadian mungkin…
“ANNYEONG~” suara seorang namja menghentikan kegiatan mereka. Bukan, sepertinya ini bukan suara Park Ahjussi yang suka muncul tiba tiba itu. Park ahjussi tak mungkin teriak seperti orang yang habis di lempar sandal jepit.
Dari balik dinding pembatas seorang namja dan yeoja muncul. namja itu berambut putih blonde, ia mengenakan jas semiformal dan yeoja cantik di sebelahnya terlihat sangat anggun dengan rambut pendek dan blazernya.
“Choi Minho, anakku! Appa merindukanmu sayang” namja itu berjalan ke arah Minho namun langkahnya terhenti ketika namja winter itu melayangkan death glare ke arahnya
“menjauhlah LEE HYUK JAE!” sentaknya dingin.
“YA! Aku ini Appa mu!” rengeknya, aigoo sebenarnya siapa anak dan siapa ayah di sini heh?
“aku tidak mau mempunyai Appa Monyet sepertimu!”
“ahhh.. Minho kau terlalu memuji” ucapnya sambil memberikan wink nakal dan langsung di balas tatapan jijik dari Minho.
“Tak ada yang memujimu LEE HYUK JAE!” ucap Minho sinis dan langsung menciptakan tatapan gaze snowstorm dari karisma matanya. Itu membuat hyukjae ta berkutik lagi
“kalian tega!” seru Hyukjae sambil mencomot sandwich ayam buatan Onew. Onew yang sadar Cuma bisa mesem mesem sendiri, selalu dia yang seperti ini.
“Annyeong” sapa yeoja yang datang dengan hyukjae
“nado annyeong halmeoni!” sapa balik Jonghyun
“YA! Kapan aku kawin dengan kakek mu Jonghyun! Rupanya kau ingin merasai sepatu kulitku ya!” omel Yeoja itu yang di balas dengan cengiran Jonghyun
“annyeong noona”
“itu lebih baik, Taemin”
Minhyun menyenggol sikut Taemin, ia lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Taemin. “siapa mereka?”
“appa dan eomma-nya Minho hyung?”
“Mwo?! Semuda itu?”
“ne, sudah ku bilang Minho hyung adalah anak adopsi. Padahal mereka hanya terpaut 13 tahun tapi tetap saja mereka orang tua adopsi Minho hyung. Ya meskipun Minho hyung tak mau memanggil mereka dengan sebutan appa & eomma karena itu tak masuk akal baginya” jelas Taemin, Minhyun hanya membulatkan mulutnya.
“walaupun Lee hyuk jae itu aneh dan tingkahya seperti anak kecil tapi dia direktur utama yayasan Shineworld dan istrinya Choi Sooyoung adalah kepala sekolah Shineshall academy”
“ehemm… siapa yang kau bilang aneh dan seperti anak kecil Lee Taemin?!” Hyukjae melayangkan tatapan tajam ke arah TaeMinHyun, sontak mereka pun tersiap lalu melayangkan cengiran aneh.
“Ohya, aku harus ke SSedna, banyak Yeoja cantik menunggu ku”
“berani kau eunhyuk! Tak akan ku kasih jatah kau selama sebulan!” bentak Sooyoung dengan tatapan membunuh.
“anii.. anii yeobo! Kita kan dalam proses pembuat adik laki laki untuk Eunmi” seru Hyuk jae, spontan namja yang masih duduk di meja makan tertawa geli –kecuali Minho tentunya.
“dasar orang aneh”
Minhyun menoleh ke sumber suara dan mendapati anak perempuan kecil yang rambutnya di kuncir dua sedang bertopang dagu dengan kedua tanganya, ia memanyunkan bibirnya terlihat bosan.
“dia Lee Eunmi, anak hyukjae ahjussi. Umurnya 6 tahun” tutur Taemin seakan mengerti raut kebingungan di wajah Minhyun.
“kami kesini, karena Eunmi merindukan Minho, dia merenggek minta kesini” jelas sooyoung
Eunmi pun berlari kecil ke arah minho, rambut panjangnya bergoyang seirama langkahnya, terlihat amat manis. Minho lalu menggendong Eunmi, membiarkan anak perempuan yang sudah ia anggap adiknya sendiri itu memeluknya dengan erat.
Anak itu terlihat bahagia, seulas senyum terukir di pipi chubby-nya menampilkan lesung pipi yang membuatnya semakin manis. Entah kenapa dada Minhyun serasa sesak melihat kebahagiaan itu, kebahagian yang tak kunjung ia dapatkan.
Masa kecilnya terlalu suram untuk di kenang dan sama sekali tidak menarik untuk di ceritakan. Sejak kecil ia mendambakan rambut panjang dan kebahagiaan yang tak kunjung usai, sesederhana itu saja… namun kenapa susah sekali mewujudkanya?
Minhyung menggelengkan kepalanya, memerintahkan agar otaknya tak mengingat masa lalunya lagi.
~*~
Suasana sarapan pagi ini berakhir heboh, karena siapa lagi kalau bukan lee hyukjae. Ia memang merepotkan….
Setelah makan Minhyun langsung ditinggal mereka sendirian, buat apa lagi kalau bukan menyuruhnya nyuci piring. Itu salah satu syarat katanya. Huh, padahal jam masuk 15 menit lagi..
“ini sih sama saja aku di manfaatkan mereka” rutuk Minhyun, ia menyuci piring acuh tak acuh
Tanpa ia sadari, sepasang mata memperhatikan setiap gerak geriknya. pemilik mata itu berdiri sambil menyandar pada mini bar yang memisahkan dapur dengan ruang makan.
Minhyun mematikan kran air, pertanda ia telah selesai. Saat ia membalikkan badan, raut kekagetan terpeta di wajahnya. ia mendapati Minho sedang menatapnya dingin sambil melipat kedua tanganya di depan dada.
Diam, tak ada sepatah kata terucap setelah sekian menit mematung. Merasa awkward, Minhyun pun berinisiatif untuk pergi. dirinya sangat risih di tatapi seperti itu, ia pun melewati Minho dengan langkah seringan mungkin.
“hebat sekali ada yeoja disini…”
SKAK MATT!!!
__ TO BE CONTINUED__
Annyeong, akhirnya chap 2 dari ff nista ini selesai juga *joget kepret dance*. Rada aneh ya klo aku bikin mereka manggil hyung padahal sama sama kelas 3? Ehehe soalnya aku nggak dapet feelnya klo misalnya Taemin manggil onew tanpa embel embel hyung. Aneh jadinya
Konflik sesungguhnya akan dimulai next chap. Ini baru permulaan aja :p.
Oh ya, aku perlu beberapa Cast yang cukup berperan dalam cerita ini. Entah itu suport cast, pairing ect.
Berhubung aku sangat payah bikin nama korea –yang jadinya malah mirip nama tukang becak, bajaj bemo dll ._.
Mangkanya aku harap kalian mau berpartisipasi. Cukup isi
Nama:
Nama korea:
Nama jepang:
Ciri ciri:
Wajib diisi semua ya, karakternya udah aku tentuin baik protagonis maupun anatagonis jadi aku minta ciri ciri aja. kalo ada ang mau nambahin karakter juga nggak papa, Tapi Jangan kesel ya kalo karakternya sedikit melenceng hehehe <— author yang hobby bikin karakter aneh #ditimpukgajah
yang mau jadi support cast, TERUTAMA PAIRING SHINee komen ya.
Ada 3 peran peran amat penting, 2 peran cukup penting dan support cast lainya hehehe
Jangan lupa juga komen ceritanya, biar authornya tersentuh (?) gitu hehe
kalo komenya cuma bagus atau lanjut, sumpah alu males bgt. kesanya malah kyk siders yg cuma niat ikut ikutan doang. malasih banyak loh sama Reasers yg baik hati. jeongmal kamsahamnida *bungkuk bungkuk
Cheers,

Pingback: Seasons of The Lucifer [CHAPTER 10] Part. A | FFindo
Pingback: Seasons of The Lucifer [CHAPTER 10] Part. B | FFindo
Walaupun taemin kesan nya cerewet, tp aku suka hahahahaha .
Jd minhyun dulu masa lalu nya jg suram gitu ya? ._.
Minho tau? Waaah kok bisa?? Aku lanjut ya thor hehe