My Fat & Game Chp. 4

Author: Kidneypea

Rating: General

Lenght: Chaptered

Genre: School Life, Romance.

Main Cast:

- Joo Jihyun (OC)

- Park Sang Mi (OC)

- Cho Kyuhyun (Super Junior)

- Kwon Yuri (SNSD)

Poster: Cutepixie@Wordpress.com

Read First: PROLOG | Chp.1 | Chp.2 | Chp. 3 |

Note: chapter ini NON CONFLICT! aku sebut part ini adalah part penjelasan untuk pertanyaan2 di part yang kemarin.

so, let’s check it out yo ;)

***

(Author’s PoV)

At The Same Time, Party..

Kyuhyun berjalan dengan langkah tegas menuju seorang wanita yang memakai tube dress mini silver beraksen glitter elegan.. ia kenal wanita itu, bahkan ia sangat tahu kalau wanita itu tengah mengejarnya—menggilainya.

“Ikut aku..” Kyuhyun menarik lengan wanita itu dengan sedikit kasar. Hal ini membuat jantung wanita itu berdegup kencang—menebak-nebak apa yang akan Kyuhyun lakukan terhadapnya.

Sampai di tempat yang sepi, Kyuhyun memojokkannya. Sehingga tubuh wanita itu menyandar di tembok. Kyuhyun perlahan menyentuh dagu wanita itu sampai terdongak..

“Cantik….”

Seketika wajah wanita itu memerah..

“Tapi, sayang….”

Wanita itu menyerngitkan dahinya—penasaran dengan apa yang akan dikatakan Kyuhyun selanjutnya.

“Wajahmu terlalu indah untuk hatimu yang kotor. Tega sekali berbuat seperti itu kepada orang yang sudah menganggapmu sahabat” Kyuhyun segera melepas tangannya dari wajah wanita itu, lalu menepuk-nepukkan telapak tangannya—seolah tangannya itu habis menyentuh sesuatu yang menjijikkan.

“O… oppa… kau membelanya!!!?”

“Huh?”

“Apa kau menyukainya, oppa? Kau menyukai wanita GENDUT itu!!??”

“Jaga mulutmu!” bentak Kyuhyun, “Kau, tidak usah ikut campur!”

Air muka gadis itu berubah, antara murka, marah, sedih, dan kecewa. Ia takut, takut jika sahabatnya—yang menurut dia levelnya sangat jauh dibawah dirinya—adalah orang yang disukai Kyuhyun-nya. Kyuhyun-nya? Ya, gadis itu selalu menganggap Kyuhyun hanya miliknya seorang dan tak ada satupun yang boleh merebut Kyuhyun-nya dari dirinya.

Kyuhyun melangkah perlahan meninggalkan gadis itu, tak lama kemudian ia berhenti dan menoleh ke arah gadis itu, lalu memandangnya dari atas sampai bawah..

“Busuk….” ujarnya. Kyuhyun pun meneruskan berjalan.

Kata-kata yang barusan dilontarkan Kyuhyun sepertinya sangat dalam sehingga membuat gadis itu semakin menjadi-jadi. Kalian tahu bagaimana rasanya dibenci oleh orang yang kita sukai? Sesak? Sedih? Seperti tercabik-cabik? Ya. Begitulah yang dirasakan gadis itu.. kebenciannya akan wanita yang barusan ia permalukan semakin bertambah, karena gadis itu.. telah merubah Kyuhyun-nya.

***

          “Aiiish! Kemana dia?” gumam Yuri sesampainya di gerbang masuk gedung SM. Yuri tak ada henti-hentinya berdecak, ia sangat meruntuki dirinya karena sudah lalai mengejar Jihyun. Semua gara-gara wanita rendahan itu! Ya, Yuri tidak bisa bertindak apa-apa selain membiarkannya karena tante dari wanita rendahan itu memiliki posisi di SM. Satpam juga sudah mengepung Yuri agar tidak keluar dari areal gedung SM, kalau tidak ingin ada kericuhan. Mau tak mau, Yuri pun akhirnya kembali ke lobi pesta.

“Yuri-ah! Eottae?” Yoona tampak khawatir. Yuri hanya menggeleng. Semua member SNSD yang mengenal Jihyun tampak sedih, dan kecewa terhadap Sang Mi itu.

“Saya Kim Da Hae Koordinator dari SM Entertainment. Mewakili keponakan saya, meminta maaf kepada kalian semua atas apa yang telah terjadi barusan. Maaf telah membuat suasana pesta menjadi kacau dan membuat anda sekalian tidak nyaman.. sekali lagi saya minta maaf” ucap wanita paruh baya itu di panggung sambil membungkuk.

“Ya, Kyuhyun-ah! dari mana saja kau? Dan, kemana jas mu?” tanya Donghae.

“Ah? itu.. mungkin hilang” sahut Kyuhyun dengan santai, ia mengingat kejadian yang belum lama ini terjadi.

(Flashback)

“Astaga..!! Jihyun..!!” sahut Yuri sambil menutup mulutnya, takjub dengan kejadian yang ia lihat di depan matanya. Air muka Yuri terlihat sangat shock. Ia-pun berjalan cepat menuju segerombolan orang itu. Kyuhyun menahan lengan Yuri..

Kyuhyun memberikan jas hitam-nya kepada Yuri, Yuri seperti menangkap maksud Kyuhyun lalu mengangguk.

Yuri melanjutkan jalannya, lalu berlari.

(Flashback end)

“Hilang!!? Kau santai sekali berkata seperti itu” sahut Donghae sambil menyender di meja bundar kayu kecil disudut ruangan.

Kyuhyun hanya mengitari pandangannya ke sudut-sudut ruangan pesta. Tak lama, seorang wanita dengan postur tumbuh sempurna, berambut panjang dengan poni khasnya.

“Hey, Kyu..” sapa wanita itu dengan nada bicara lembut sambil menawarkan segelas minuman berwarna biru, Kyuhyun meraih minuman yang ditawarkan wanita itu.

“Terima kasih, Qiannie” wanita yang dipanggil Qiannie itu tersenyum.

“Kudengar.. wanita tadi itu staff Super Junior ya?” tanya wanita itu.

“Wanita mana yang kau maksud, Vic?” Donghae kali ini yang membalas.

“Tentu saja keduanya, yang bertengkar di pintu utama barusan. Ehm, yang berambut panjang dan juga yang gen—”

“Ne” potong Kyuhyun, lalu meneguk minuman yang baru saja diberi oleh Victoria.

“Sepertinya.. Mood-mu sedang tidak bagus ya, Kyu.. baiklah aku menemui yang lain dulu” Victoria tersenyum kearah Kyuhyun dan Donghae, lalu pergi meninggalkan mereka.

(Kyuhyun’s PoV)

“Kudengar.. wanita tadi itu staff Super Junior ya?” tanya Victoria. Bagus, bertambah satu wanita yang membuat emosiku tak karuan.

“Wanita mana yang kau maksud, Vic?” Donghae Hyung menjawab.

“Tentu saja keduanya, yang bertengkar di pintu utama barusan. Ehm, yang berambut panjang dan juga yang gen—”

“Ne”aku memotong pernyataannya, lalu meneguk minuman yang diberikan Victoria tadi. Seakan menyadari perubahan air muka-ku.. Victoria langsung mengatakan, “Sepertinya.. Mood-mu sedang tidak bagus, Kyu.. baiklah aku menemui yang lain dulu” sambil tersenyum pada kami, ia pun pergi.

Untunglah Victoria sudah mengerti perubahan pada wajah-ku. Ya, kami memang terbilang dekat, jadi wajar saja kalau kita sudah cukup mengenal satu sama lain. Dia selalu membantuku ketika aku ada masalah, begitu juga sebaliknya. Tapi, soal Jihyun.. aku tak pernah bercerita kepadanya..

Dia wanita yang sangat baik, pengertian, dan menyenangkan.. oh, dia juga pandai bergaul.. tidak heran kalau dia memiliki banyak teman, entah itu pria maupun wanita. Dia nuna favorit-ku.

(Kyuhyun’s PoV End)

***

(Author’s PoV)

Ketika sampai dirumah, Jihyun langsung mengurung diri dikamarnya. Mengunci pintu rapat-rapat dan membenamkan diri dibawah selimut—lalu menangis. Adiknya yang jarang sekali melihat perubahan sikap kakaknya ini langsung heran, ia menggedor-gedor pintu kamar kakaknya sekencang-kencangnya namun hasilnya nihil—tak ada jawaban. Hyomin akhirnya menyerah dan memutuskan untuk tidak mengganggunya terlebih dahulu dan tidur sendiri untuk malam ini.

Ya, kejadian ini berlangsung selama seminggu.

Hyomin sempat mengira kalau kakaknya tidak makan selama seminggu itu, tapi mana mungkin seorang Joo Jihyun—kakak semata wayangnya itu sanggup untuk tidak makan selama seminggu, manusia normal saja pasti sudah.. ehm, mungkin semaput?

Hyomin sudah tidak lagi mendengar suara eonninya yang merdu ketika mandi, tidak ada lagi masakan-masakan yang lezat buatan eonninya itu.. sekalipun memiliki fisik seperti itu, menurutnya—eonninya itu memiliki banyak bakat.

Berkat kejadian ini pula Hyomin jadi terbiasa untuk tidur sendiri, ya setidaknya ada sisi menguntungkannya.

Selama seminggu ini juga Yuri jadi stress—masih karena kejadian itu, Yuri sudah menganggap Jihyun temannya karena sudah menyelamatkan dirinya waktu itu, ia menganggap itu sebuah hutang yang harus segera dibayar. Secepatnya ia ingin sekali bertemu dengan Jihyun, ia rasa Jihyun itu sosok yang baik—berbeda dengan yang lain.

Akhir-akhir ini member SNSD selalu melihat Yuri keluar masuk kamar, mereka tahu Yuri kalau sedang stress atau marah pasti seperti itu.. tapi, itu terlalu rutin. Yaah, mengingat seorang Kwon Yuri sangat memperhatikan kesehatannya.. mereka jadi khawatir.

“Yuri-ah! ingin ikut kami mencari makan di luar tidak?” tanya Taeyeon eonni, seakan menyadarkan Yuri dari lamunannya.

“Oh, Ne!”

Yuri, Taeyeon, Sooyoung, dan Yoona pergi mencari makan diluar dengan mobil van mereka.. Taeyeon dan Hyoyeon akhir-akhir ini sepertinya malas sekali memasak, sehingga mereka harus mencari makan di luar.. lagipula bosan sekali memakan masakan yang itu-itu saja.

“Yuri-ah, kau ikut turun tidak?” tanya Yoona, lalu disambut sebuah gelengan pelan dari kepala Yuri. “Ah, Baiklah..”

30 menit kemudian, Yoona, Taeyeon dan Sooyoung kembali ke dalam mobil dan bergegas melaju meninggalkan tempat ini.. sepertinya mereka membeli Jajangmyeon dan samgyetang mengingat cuaca hari ini panas sekali. Yuri hanya terdiam sedari tadi, tiba-tiba berteriak “BERHENTI!!!”

“BERHENTI SEKARANG JUGA…!!” Taeyeon, Sooyoung dan Yoona reflek menutup telinganya. Mobil-pun berhenti, Yuri segera membuka pintu mobil dan berlari, sepertinya Yuri menemukan seseorang. Yoona ikut mengejar Yuri, diikuti oleh Taeyeon dan Sooyoung.

“Ya!! Joo Jihyun!” panggil Yuri seraya menarik lengan seorang wanita gendut berambut sebahu.

“Yu…Yu.. Yuri eonni…” ucap Jihyun terbata-bata.

“Kau, ikut aku!” Yuri menarik lengan Jihyun, dibantu oleh ke-tiga member yang lain. Jihyun tidak berontak sampai ia berada di van SNSD. Ia benar-benar tidak bergeming sampai mereka sudah berada di dormitory SNSD.

“Annyeong!” sahut Sooyoung dan Yoona berbarengan, membuat seluruh orang yang berada di ruangan itu menengok kearah mereka. Lalu, mereka tampak shock ketika melihat Jihyun—orang yang selalu dikhawatirkan Yuri.

“Jihyunnie!” sahut seluruh member SNSD yang berada di dorm. Jessica mengisyaratkan agar Jihyun duduk disebelahnya. Jihyun-pun menuruti kemauan ice princess ini.

“Ya, Jihyunnie.. kudengar kau dekat dengan Kyuhyun Super Junior, huh?” tanya Tiffany dengan suara yang cukup terdengar ke seluruh sudut ruangan. Semua member SNSD pun mendekat, mendekat ke posisi Jihyun-Jessica-Tiffany berada.

“Ah, aniyoo”

“Jeongmallo?” Taeyeon-sang kid leader pun ikut masuk dalam pembicaraan.

“Kami hanya teman di game saja kok….” ujar Jihyun lirih.

“Ceritakan pada kami~” kali ini Seohyun, namun disambut anggukan oleh semuanya. Semua mata tertuju kepada Jihyun kini. Jihyun bimbang saat disuruh untuk memberitahukan semuanya.. akhirnya ia memilih untuk bercerita saja, siapatahu kegalau-annya mereda setelah itu.

“Ne, jadi sebenarnya……………..”

(Flashback)

Seorang pria dengan atribut lengkap dan memakai pedang besar sedang berbicara kepada lawan bicaranya, saat itu mereka berada di kawasan berbahaya (dungeon). Ada banyak orang disana, ada yang sedang berjualan, mengobrol, istirahat, bahkan sampai pacaran.

BabyVandal    : Hey, kau pria memakai baju merah berpedang kecil disana!

          EvilGyu         : Apa itu masalah bagimu?

          BabyVandal    : Ne!Ck, kau tidak ada uang untuk membeli pedang sepertiku,huh?

          EvilGyu         : Tidak ada, kau mau membelikan?

          BabyVandal    : Kasihan sekali kau, aku akan memberikan pedang kesayanganku ini jika kau bisa mengalahkanku dengan pedang MAINANmu itu.

          EvilGyu         : Baiklah..

          BabyVandal    : Hei kau wanita yang disana!

          circleJJH       : Aku?

          BabyVandal    : Ne!

          circleJJH       : Wae?

          BabyVandal    : Menurutmu siapa yang akan menang diantara aku dan pria berpedang kecil itu?

          circleJJH       : Kurasa tuan berpedang kecil..

Orang-orang pun berdatangan, menyaksikan pertandingan (PvP) antara pria berpedang kecil dan berpedang besar itu. semua memilih si BabyVandal—berpedang besar. Namun, untuk EvilGyu—pria dengan pedang kecil itu hanya 1 orang yang memilih diantara 15 orang penonton. 1:14 siapakah yang akan menang?

Semua optimis akan pilihannya, termasuk wanita berprofesi Magician (penyihir) dengan user circleJJH.

BabyVandal    : Sebaiknya kita bertarung sekarang tuan pedang kecil.. kau! Wanita yang disana, perhatikan ini baik-baik!

Terlihat pria berpedang kecil itu sangat lihai dan lincah menghadapi lawannya, sedangkan pria berpedang besar menang dalam strategi, tapi sayang.. ia tidak secepat lawannya. Dalam waktu kurang dari 15 menit, hasil sudah terlihat.

Pria berpedang besar itu kalah, ia berbaring di tanah. Perempuan Magician itu menghampiri pria berpedang besar, lalu berkata..

circleJJH       : Bagaimana tuan? Aku benar bukan? Pedang yang dipakai oleh pria ini sudah benar, pedang besar memiliki ASPD (kecepatan serang) yang buruk, sehingga membuatmu lama menyerang lawan.

          BabyVandal    : Ah, baiklah.. aku mengaku kalah, sesuai janjiku, aku akan memberikan pedang ini kepadamu..

          EvilGyu         : Tidak perlu.. Aku tidak butuh.. Simpan saja untuk pria berpedang kecil lainnya.

EvilGyu dan circleJJH beranjak pergi dari sana, mereka berdua tak berbicara satupun sampai akhirnya EvilGyu berbicara..

EvilGyu         : Ya, nona.. Apa pernyataanmu tadi serius?

          circleJJH       : Tentang apa? Pedang? Hh.. untuk apa aku berbohong~ by the way, kau berburu disini?

          EvilGyu         : Ne, kau ingin bareng nona?

          circleJJH       : Bagaimana kalau Party (membagi EXP (poin untuk menambah level) sama rata)?

          EvilGyu         : Ide bagus..

          cirleJJH        : Hey, tuan sebaiknya aku memanggilmu apa?

          EvilGyu         : Panggil aku Evil.

          circleJJH       : Oke tuan Evil

          EvilGyu         : Apakah aku harus memanggilmu nona terus?

          circleJJH       : Panggil saja aku JH..

(Flashback End)

         

***

          “Tapi, bagaimana kau tahu perasaan Kyuhyun seperti itu ketika tahu wujud asli mu?” kali ini sang Ice Princess yang bertanya. Jihyun hening sejenak, ia membenarkan ucapan Jessica. Ia terlalu cepat mengambil penilaian.

“Aku pinjam Jihyun sebentar” Yuri menarik lengan Jihyun menuju kamarnya. Terlihat sangat jelas Jihyun kebingungan.

“Ya! Mengapa kau kabur begitu saja saat itu, huh?” Yuri menjaga intonasi bicaranya agar tidak terdengar membentak.

“Ah itu… Mian”

“Kau tahu? Aku mengkhawatirkanmu!”

“…” Jihyun hening, ia merasa sangat bersalah saat itu. ia juga sedang dalam mood tidak bagus.

“Dengar, aku berhutang padamu. Aku ingin membayarnya..” suara Yuri mulai melunak.

“Gwenchana eonni, aku tulus membantumu..”

“Ani ani! Tidak bisa! Katakan padaku keinginanmu, akan aku usahakan untuk mengabulkannya” tutur Yuri tidak ingin kalah, ia kukuh harus membayarnya..

“Nee?? Eonni-ya! Tidak perlu seperti itu, memiliki teman seperti eonni saja itu sudah cukup” kata Jihyun lirih, ia mengingat Sang Mi—sahabatnya—dulu. Ia berubah.

“Kau bahkan sudah menjadi salah satu orang yang masuk dalam pikiranku, itu berarti kau sudah memiliki perhatian khusus dariku..”

“Tapi…”

“Aku kakakmu sekarang!” ujarYuri dengan tegas.

“Ne??? Tapi, apakah eonni yakin ingin mempunyai yeodongsaeng gendut sepertiku?” Jihyun menunduk, ia masih ragu akan pernyataan dari

“Aiiish! Shut up! Kau-cantik! Camkan itu! arra?” Jihyun mengangguk.

“Jadi, kau ingin apa nae saranghaneun yeodongsaeng?” tanya Yuri.

“Belum ada..” gumam Jihyun, namun terdengar oleh Yuri karena jarak mereka tidak terlalu jauh.

“Hm.. baiklah, kalau kau butuh bantuan, cari aku.. arraji?” karena diberi anggukan oleh Jihyun, Yuri tersenyum. Yuri sudah kembali menjadi Yuri yang biasanya.

“Ayo” ajak Yuri, Jihyun mengikuti Yuri dari belakang. Yuri membuka knop pintu dan 3 orang sudah bertengger (?) di depan pintu, tak lain dan tak bukan adalah Taeyeon, Yoona, dan Sooyoung..

“Sudah kuduga..” sahut Jihyun, merekapun tersenyum gaje lalu pergi meninggalkan pintu sambil meneriakkan “Miaaaannn”

“Eonnideul, aku pulang dulu” sahut Jihyun, tanpa melihat jam berapa saat ini.

“Ne? Kau yakin? Tidak menginap saja? Lagipula sudah malam” Sooyoung terbelalak mendengar pernyataan Jihyun.

“Kau ingin aku antar dengan van?” tanya Yuri. Disambut gelengan oleh Jihyun

“Yasudah, aku akan mengantarmu sampai lantai bawah”

“Ne, Gomawo eonni.. eonnideul, aku pulang dulu ya, annyeong!” Jihyun melambaikan tangannya perlahan lalu menghilang dibalik pintu bersama Yuri.

“Kau tidak apa-apa pulang sendirian? Sudah nyaris malam sekali”

“Gwenchana, lagipula siapa juga yang tertarik dengan perempuan gendut sepertiku” sahut Jihyun sambil tersenyum memaksa.

“Jangan bicara seperti itu lagi! aku benci orang seperti itu” Yuri menekan suaranya.

“Ah, Mian..” Jihyun menunduk—canggung.

“Sudah sampai, hati-hati Jihyunnie..” Yuri tersenyum. Jihyun tidak beranjak pergi dari tempatnya.

Hening….

“Eonni…” panggil Jihyun

“Ne?”

          “Aku ingin diet….”

***TBC***

AAAA sumpah MAAF SEBESAR BESARNYA!! ngepostnya lama banget T_T

tugas seagames itu numpuk!! maaf banget :( ffnya juga ancur. soalnya ini diketik hanya dalam jangka waktu 1 jam 20 menit. ini semua penjelasan.. waktu itu ada yang nanya, thor, kenapa kyu begini.. kenapa sangmi begini.. kapan jihyun kurusnya? jihyun sama kyu ketemuan di gamenya gimana?

untuk part selanjutnya, masih bimbang antara dibikin Oneshoot khusus untuk perjuangan Jihyun (baca: diet) atau langsung di skip ke part 5.. voting aja ya ;)

di tanggal 29 aku bakal post suatu ff khusus untuk orang yang ulangtahun(kalo jadi) ngomong-ngomong, pengen deh dibikinin FF.. iri banget pas aku baca sebuah ff ternyata itu buat orang.. pengen juga *eh? ini apaan?* yaudah, kalo mau ngasihnya tanggal 11 januari aja.. *digilingpakebuldozer*

yang kurang jelas, atau mau tanya, ke twitter aku aja ya @Mandadps .. yang lainnya jarang aku buka hehe.

budayakan RCL ^^

76 thoughts on “My Fat & Game Chp. 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s