12 Signs of Zodiac [Part 2 - Bad Morning!]

Title : 12 Signs of Zodiac

Author : ditjao

Poster thanks to: ELF4KIMCHI (thanks Elno, posternya bagus ><)

Cast :

  • Shin Eunjin [OC]
  • Lee Kiseop [U-Kiss]
  • Shin Dongho [U-Kiss]
  • Lee Jieun [IU]
  • Victoria Song [f(x)]
  • Kim Kibum [SHINee]
  • Lee Taemin [SHINee]

Rating : PG-13

Genre : Fantasy, Comedy (?), a bit Romance? ehehe ._.v

Length : Series

Disclaimer : Just own the plot ^^~

Note : Hai semuanyaaa~ Akhirnya saya dateng bawa part 2-nya =D <— tumben rada cepet apdetnya. Buat kemaren yang bertanya-tanya siapa burung kakatua yang bisa ngomong itu, bisa cari tau jawabannya di sini (^-^) Terus buat yang bertanya-tanya, Kim Kibum yg ada di sini itu Kibum siapa? Berhubung nama Kim Kibum itu emang rada pasaran yah ._.v (/plak) di sini yang aku pakai itu Key. Hehe ;) Ya udah deh, Happy Reading ya kawan-kawan semuaaa~ *tebar melati* *biarradahorrorgituceritanya

Prev: Part 1 – A Cockatoo

Good Reader: Masuk gratis, keluar komen~ u.u

Silent Reader: Masuk gratis, keluar bayar! u_u *lu kate angkot*

*********

“KRIIIIING…..!!!” suara bising dari alarm yang sudah aku pasang dari jam weker-ku berbunyi nyaring hingga membuat aku terbangun. Aku menggeliat di atas tempat tidur sambil membuka mataku perlahan. Aigoo, sepertinya aku tidur nyenyak sekali tadi malam. Hoaaamm… sekarang waktunya untuk berangkat ke sekolah, Eunjin!

Aku segera beranjak dari tempat tidur dan mencari handukku yang kutaruh di dalam koper. Sampai tiba-tiba sebuah uluran tangan muncul di hadapanku sambil menyodorkan sebuah handuk berwarna putih.

“Mencari ini?” tanya sebuah suara.

“Ah, ne…, gomawo…,” ujarku sembari menerima handuk tersebut. Tanpa pikir panjang aku pun segera berjalan ke arah kamar mandi. Namun tiba-tiba… 

“YA!! Siapa kau??!” tanyaku panik sambil menoleh ke arah asal suara tadi. Seorang namja berperawakan tinggi dengan rambut hitam kecoklatan sedang tersenyum manis ke arahku. Siapa dia? Kenapa dia bisa berada di rumah Victoria Onnie?? Astaga….!

“Aku? Kau lupa? Kita sudah berkenalan tadi malam…, Shin Eunjin!” jawabnya sambil tersenyum.

“YA!! Jangan bohong! Kau ini siapa?! Maling ya?! Gyaaa…!! Kenapa kau bisa tahu namaku?! Apa kau ini juga paranormal?!” tanyaku bertubi-tubi.

Namja itu hanya terkekeh  melihat reaksiku. “Hei, kau ini lupa? Aku Kiseop…, yang kemarin kau anggap hantu itu! Lucu sekali, kemarin malam kau menyebutku hantu. Dan sekarang kau menyebutku paranormal! Hahaha… sudah berapa kali aku bilang padamu, bahwa aku ini seorang DEWA!”

Aku menutup mulutku rapat-rapat. Astaga!  Dewa?! Jangan-jangan yang tadi malam itu memang benar bukan mimpi. Jadi ocehan burung kakatua itu juga…, ah ani… maksudku pemuda ini… jelmaan kakatua yang semalam?!

“Aigoo, jam berapa sekarang? Bukankah kau harus lekas bersiap-siap untuk pergi sekolah, Eunjin? Ayo cepat mandi! Sarapannya sudah aku siapkan di atas meja makan.” Ujar pemuda itu lagi.

Aku hanya bisa melongo. Aissh…jincca! Aku sama sekali belum bisa mencerna situasi apa yang sedang aku alami sekarang. Benarkah pemuda ini adalah sosok jelmaan kakatua yang semalam? Oh Tuhan…, ini benar-benar gila! Kalau aku sedang bermimpi, tolong cepat-cepat bangunkan aku, Tuhan!

“Kenapa diam saja? Kau bisa terlambat!” seru pemuda yang mengaku bernama Kiseop itu.

“Apa sebenarnya aku masih bermimpi, ya?” tanyaku bergumam.

“Mimpi! Mimpi! Dari kemarin hanya itu saja yang kau bicarakan! Aku bosan mendengarnya! Sudahlah, lebih baik kau lekas bersiap. Kau tahu, sekarang sudah hampir jam setengah 7 lewat! Bukankah kau harus melakukan pekerjaanmu seperti manusia-manusia yang lain itu? Ayo, kau bisa terlambat ke sekolah!”

Aku terkesiap begitu mendengar seruannya. Mwo?? Setengah tujuh lewat?? Gawat! Benar kata namja ini, aku bisa terlambat ke sekolah!

Tanpa pikir panjang lagi aku pun segera berlari menuju ke kamar mandi. Kudengar namja itu kembali berseru tepat setelah aku menutup pintu kamar mandi.

“Aku tunggu kau di meja makan! Sambil aku menjelaskan tugasmu sebagai Dewi Pengendali Shio yang baru!”

Hmmph…, lagi-lagi aku tertawa geli mendengar ucapannya tadi. Dewi Pengendali Shio katanya? Dasar namja tidak waras!

***~**~***

Aku mengintip dari balik dinding dapur yang menghadap ke ruang makan. Kulihat namja tadi sedang asyik menyantap sarapannya. Aku masih tak habis pikir. Apa benar yang dikatakan namja ini kalau ia adalah jelmaan seorang dewa? Apa kemunculan namja ini juga ada hubungannya dengan kejadian diagram milik Victoria Onnie kemarin? Tapi kalaupun ia seorang dewa, kenapa penampilannya sama sekali tidak menunjukkan kalau ia seorang dewa? Ia hanya memakai sweater panjang berwarna hitam, juga hanya mengenakan celana jeans biasa. Dan lagi, Victoria Onnie sama sekali tidak pernah bercerita kalau ia tinggal bersama orang lain di rumahnya. Ya ampun, pertanyaan-pertanyaan itu kini seakan berputar-putar di otakku.

“Kenapa malah bersembunyi di situ? Kau tidak ingin sarapan?” tanya namja tadi tanpa menoleh ke arahku. Ia seolah tahu kalau sedari tadi aku asyik memperhatikannya sambil bersembunyi dari balik dinding dapur.

“Oh…eh…,” aku gelagapan.

“Kemarilah, ayo kita sarapan bersama!” ajaknya.

Aku menuruti saja apa katanya. Entah kenapa rasa curigaku kepadanya perlahan-lahan mulai berangsur-angsur hilang. Firasatku mengatakan bahwa namja ini bukanlah orang yang jahat.

“Uhm, maaf tapi Anda ini siapa, ya? Kenapa tiba-tiba Anda bisa berada di rumah ini?” tanyaku sopan sambil berdiri di dekatnya.

“Kau ini bodoh atau apa, sih?” tanya namja itu dengan nada setengah mengejek.

Mwo?? Apa katanya?? Dia bilang aku ‘bodoh’?? Yang benar sajaaa! -_-

“Sudah berapa kali aku katakan kepadamu? Namaku Kiseop, dewa yang dikutuk untuk turun ke bumi dan menjelma menjadi seekor kakatua. Baiklah, biar aku jelaskan dari awal. Karena suatu kesalahan yang aku perbuat ribuan tahun yang lalu, aku terpaksa terusir dari langit. Selama berada di bumi, aku diberi tugas untuk menemani Dewi Pengendali Shio untuk menjalankan tugasnya mengatur keseimbangan aura di antara arwah 12 dewa shio yang bersemayam di bumi. 12 arwah itu sudah disegel di dalam jimat pat kwa yang sebenarnya tidak boleh disentuh oleh siapapun kecuali Dewi Pengendali Shio itu sendiri. Tapi karena ulahmu kemarin, segel pada jimat pat kwa itu terlepas. Akibatnya 12 arwah dewa itu terpencar. Kau harus bertanggung jawab atas kesalahan yang telah kau perbuat ini, Eunjin!” jelas namja itu panjang lebar.

Aku hanya bisa melongo. Aku benar-benar sama sekali tidak mengerti apa yang sedang namja ini bicarakan. Apa namja ini pikirannya sedikit terganggu, ya? Ckckck… -_-

“Kenapa bengong? Kau ini mengerti apa yang tadi aku bicarakan tidak, sih?!” seru namja itu gusar.

“Errr… ya terserah lah apapun itu, mungkin Anda ini sedang stress atau apa ya, saya juga bingung. Begini saja, deh. Jadi sebenarnya Anda ini siapa? Lalu datang darimana? Ada urusan apa ke sini? Kalau urusannya sudah selesai, silakan cepat-cepat pergi. Pintu keluarnya ada di sebelah sana. Kalau tidak cepat pergi nanti aku akan panggil polisi,” ancamku.

“Aku Kiseop, aku sudah tinggal bersama Victoria sejak lama. Namun, aku baru bisa berubah kembali menjadi sosok manusia setelah segel pada jimat pat kwa itu terlepas. Tenang, kalau urusanku sudah selesai, aku akan cepat-cepat kembali ke langit, kok. Asal kau selesaikan dulu tugasmu sebagai Dewi Pengendali shio yang baru. Kau puas mendengarnya?” jawab Kiseop sebal.

“Baiklah, kalau boleh aku tahu, tugas apa itu, Kiseop-sshi? Aku akan cepat-cepat menyelesaikan tugas itu hingga kau bisa cepat-cepat kembali ke langit!”

Namja bernama Kiseop itu langsung tersenyum mendengarnya. “Bagus! Baiklah, tugasmu sekarang adalah mencari orang-orang yang menjadi tempat persemayaman dari masing-masing 12 dewa shio yang terpencar itu. Setelah kau berhasil menemukan mereka semua, kau harus kembali menyegel 12 dewa itu ke dalam jimat pat kwa! Bagaimana, apa kau sanggup?”

“He?” alisku terangkat. Kenapa perkataan namja ini semakin lama semakin terdengar tidak masuk akal, sih?

“YA! Bagaimana? Kau bisa menyanggupinya, kan? Dengan begitu, aku janji begitu tugasmu selesai aku akan cepat-cepat kembali ke langit!” desak Kiseop.

“Yayaya… baiklah, terserah kau saja. Aku akan menjalankan tugas itu secepatnya, tapi nanti setelah aku pulang sekolah.” Jawabku sekenanya sambil kemudian berbalik pergi menuju pintu keluar untuk segera berangkat. Namun tiba-tiba, Kiseop menahan lenganku dari belakang.

“Tunggu!” serunya. “Ada satu hal lagi!”

“Mwo?” tanyaku ketus.

Tiba-tiba namja itu mengecup punggung tanganku dengan lembut. Entah kenapa badanku rasanya gemetar, kulihat cahaya terang berwarna putih tiba-tiba muncul dari seluruh permukaan tubuh Kiseop.

“Dengan begini kita sudah terikat kontrak. Kau berjanji akan menjalankan tugas sebagai Dewi Pengendali Shio yang baru, dan aku akan mengabdi padamu,” katanya sambil tersenyum.

Aku hanya terdiam. Jantungku mulai berdebar tak karuan. Aigoo, apa yang sebenarnya terjadi? Apa maksud namja ini tadi dengan kata ‘mengabdi’? Ya Tuhan…, aku masih tak habis pikir.

“Uhm, aku…aku berangkat dulu!” seruku gugup sambil buru-buru melepaskan tanganku dari genggamannya. Tanpa pikir panjang lagi, aku segera menyambar sepeda kesayanganku yang terparkir di halaman rumah Victoria Onnie dan mengayuhnya dengan cepat keluar melewati gerbang depan.

“Annyeong, hati-hati di jalan, Eunjin!” seru namja itu dari kejauhan.

Aku semakin mengayuh sepedaku dengan kecepatan tinggi. Aduh, kenapa tiba-tiba perasaanku mendadak jadi tak karuan begini? Kiseop…, namja itu…. bagaimana kalau kehadirannya di rumah membuat Victoria Onnie marah kepadaku? Pasti ia mengira bahwa aku telah dengan sengaja memasukkan orang asing ke dalam rumahnya! Tapi… tadi Kiseop terus-terusan menyebut nama Victoria. Apa jangan-jangan mereka memang sudah saling mengenal? Lalu… apa yang dikatakan oleh Kiseop tadi itu benar, bahwa ia adalah seorang Dewa dan Victoria Onnie adalah Dewi Pengendali Shio? Aissh…, ini semua tidak masuk akal!

“Eun Jin –ah~!” tiba-tiba sebuah suara menyapaku dari belakang.

Aku buru-buru menoleh.

“Eh? Taemin!”

Seorang namja berseragam sekolah yang juga sedang mengayuh sepeda melambaikan sebelah tangannya ke arahku. Dia Lee Taemin, salah satu teman dekatku di kelas.

“Tumben, ada keajaiban apa pagi ini sampai-sampai seorang Shin Eunjin bisa datang tak terlambat ke sekolah?” tanya Taemin dengan nada menyindir.

“Jangan mencoba menyindirku ya,” ujarku sedikit kesal.

“Ahahaha, aku hanya bercanda. Mau pergi ke sekolah bersama?” tawarnya.

“Wah, dengan senang hati. Bagaimana kalau kita mengadakan lomba? Siapa yang terakhir sampai di sekolah, dia wajib mentraktir lawannya selama seminggu penuh untuk makan di kantin sekolah!” aku tersenyum jahil.

“Boleh, siapa takut? Baik, kita mulai ya! Hana…, dul…., eh! YA! Kau berbuat curang, Eun Jin! YA! Shin Eun Jin! Kau mencuri start duluan!”

“Hahahahaha….,” aku hanya bisa terbahak mendapati Taemin yang kini benar-benar jauh tertinggal di belakang.

“YA! Eun Jin-ah! Chamkanman!” seru Taemin lagi. Kelihatan sekali kalau namja itu benar-benar bersusah payah untuk menyusulku. Haruskah kutambah kecepatanku dalam mengayuh sepeda? Hihihi…

Tiba-tiba…

‘CROOOOOOTTT…!!!’

“YAAAA….!!!” seruku histeris begitu mengetahui kalau seragam dan sepedaku ini tiba-tiba terciprat genangan air.

Tiba-tiba saja sebuah mobil Ferrari berwarna merah menyala menyalip sepeda kami berdua. Tak salah lagi, pasti pengendara mobil itu pelakunya. Orang yang telah dengan seenaknya menyiramku dengan genangan air karena cara menyetirnya yang ugal-ugalan itu. Sial! Apa dia tidak melihat kalau di depannya tadi ada genangan air dan 2 orang pelajar yang sedang bersepeda?? Atau ia sengaja menyipratkan genangan air itu kepadaku karena aku dianggap telah menghalangi jalannya?? Apa sih, maunya orang ini?? Pagi-pagi sudah cari masalah!

“YA!!” seruku gusar. Aku buru-buru memberhentikan sepedaku dan meneriaki mobil itu. Sementara Taemin buru-buru memakirkan sepedanya di sampingku.

“Eunjin – ah, gwenchana?” tanyanya cemas.

“YA!!! Berhenti kau! Seenaknya saja menyiramku dengan genangan air! Gara-gara kau, seragamku jadi kotor seperti ini! Kau harus tanggung jawab!” seruku yang masih emosi.

Mendadak mobil mewah itu pun berhenti melaju. Tak lama kemudian, turunlah seorang namja berseragam sekolah dari dalam mobil. Sial, dia berbalik menghampiriku tanpa menunjukkan ekspresi bersalah sedikitpun. Sombong sekali namja ini! Tapi tunggu, ternyata seragam sekolah kami sama! Apa ini artinya kami satu sekolah??

“Sudahlah Eunjin, kita pergi saja, yuk!” ajak Taemin takut-takut.

“Mwo?? Pergi katamu?? Enak saja! Aku bahkan belum mendengar orang ini meminta maaf kepadaku!”

Akhirnya namja pengemudi Ferrari tadi tiba di hadapanku. Ia menatapku dari atas sampai bawah. Memperhatikan penampilanku dengan seksama. Aneh, bukannya langsung meminta maaf malah mengamati penampilan orang! Mana raut wajahnya pun terlihat dingin. Sepertinya ia tidak merasa telah berbuat hal yang salah kepadaku. Sial! Rasanya aku ingin sekali melemparkan sepatuku ke arah wajahnya! Hiiiih….!!

“Ada apa? Tadi aku mendengar kau meneriaki mobilku. Apa ada masalah?” tanyanya dengan ekspresi dingin.

MWO??! Kenapa dia masih bisa bersikap seperti ini? Padahal sudah jelas-jelas tadi dia melakukan kesalahan! Tenang Eunjin, tenang… Tenangkan dirimu. Ya, kau harus sabar menghadapi orang tidak tahu diri seperti ini. Kau harus mengontrol sikapmu, Eunjin. Tenanglah…

Setelah diawali dengan helaan nafas dan berangsur-angsur tenang, akhirnya kuberanikan diri juga untuk menyampaikan rasa kesalku ini.

“Kau tidak lihat? Karena ulahmu tadi, seragam dan sepedaku ini jadi kotor!”

Namja itu hanya mendelikkan matanya mendengar protesku ini. “Lalu?” tanyanya dengan ekspresi datar.

Aish, jincca…. jawabannya benar-benar membuatku meradang! Apa sih, maunya namja ini?! Padahal sudah jelas-jelas dia yang bersalah!

“Lalu?! Tentu saja kau harus mempertanggungjawabkan ulahmu ini!” seruku kesal.

“Eunjin…,” Taemin berusaha menenangkanku yang mulai tersulut amarah.

“Lalu apa susahnya sih?? Tinggalkan saja sepedamu yang kotor itu!” namja itu membalas dengan nada yang tak kalah kesal.

“Mudah sekali bagimu bicara seperti itu! Lalu bagaimana dengan seragamku, heh?!” tanyaku emosi.

“Lepaskan saja seragammu. Gampang, kan?! Dan masalah kita pun selesai! Hanya karena masalah sepele begini saja kau sudah menyita waktuku. Dasar gadis kecil kurang kerjaan!” namja itu kemudian berbalik pergi dan kembali masuk ke dalam mobilnya lalu mulai tancap gas meninggalkan kami berdua.

“YAAA….!!! NEO….!!!” kali ini amarahku tak dapat terbendung lagi. Ingin kukejar namja itu menggunakan sepeda, namun Taemin buru-buru menghalangiku.

“Tahan emosimu, Eunjin! Kau tidak tahu siapa dia?”

“Siapapun dia yang jelas dia sudah membuat masalah denganku! Lihat saja, suatu saat aku akan menuntut balas!” aku menggeram.

“Kau tidak mengenalnya? Dia Kim Kibum, putra kepala sekolah kita! Kau lupa?”

“Kim Kibum?” dahiku mengerut begitu mendengar perkataan Taemin.

“Ya, dia Kim Kibum. Tapi anak-anak di sekolah lebih sering memanggilnya dengan nama Key. Dia putra semata wayang keluarga Kim. Itu kenapa mungkin keluarganya selalu memanjakannya. Tidak heran jika Key sunbae pun mungkin sering berprilaku seenaknya seperti itu,” jelas Taemin.

“Cih! Key sunbae?” aku meringis. “Orang belagu seperti itu tak pantas disebut sebagai sunbae!”

“Sabar Eunjin, lebih baik sekarang kita cepat-cepat pergi ke sekolah. Jangan sampai kita terlambat karena hal seperti ini. Kau tidak apa-apa, kan? Atau kau mau aku bonceng?” tawar Taemin.

“Ani, tidak usah. Aku bisa sendiri, kok!” aku kembali menaiki sepedaku dan mengayuhnya lalu pergi melaju bersama Taemin.

Cih, ternyata namanya Key… Tunggu saja pembalasan yang akan datang kepadamu! Tinggal tunggu apa yang akan menimpamu nanti. Apapun itu, aku jamin pasti akan terjadi sesuatu yang buruk…

-TBC-

Nah, udah pada tau kan kakatuanya siapa? (^-^)v Mian ya kalo aku bikin karakter Kiseop jadi rada-rada bawel di sini, dan Key jadi rada-rada dingin gimanaaa gitu. Hahaha ketuker gak sih? ._.v

Jangan lupa komeng yah kawan-kawan ;)  Komen gak mesti di sini, bisa juga ke Dhita Febriana Sari atau ke @ditjao. Sampai jumpa di part/FF selanjutnya (^-^)/ Eh iya, doain saya juga ya, tanggal 24 saya dibagi rapot nih. Semoga gak ada nilai yang mengecewakan. Heuheu…. Annyeong (;~;)/

READ + COMMENT = DIDOAIN DAPET PAHALA + DIDOAIN MASUK SURGA

READ + COMMENT + LIKE = DIDOAIN DAPET PAHALA + DIDOAIN MASUK SURGA + DIDOAIN BERJODOH DENGAN BIAS MASING-MASING

DON’T FORGET TO COMMENT :D AND NO COPYCAT PLEASE :D

40 thoughts on “12 Signs of Zodiac [Part 2 - Bad Morning!]

  1. hehehe….sama kale klo aku juga di datangin secara tiba2 oleh kiseop aku juga akan bingung sendiri dan klo di cipratin air sama key juga pasti aku marah !!! benar2 hari yang sial untk Eunjin

  2. Pingback: 12 Signs of Zodiac [Part 4B - 龙] | FFindo

  3. Nah! *apadeh
    Bener kan kakatua.A bang Kiseop.. (Kiseop:”Marga gw Lee bukan Bang WOEEE!!’<—ganyante)
    Perasaan pendek yah eonni…
    Duhh…enak.A yg tinggal sm Kiseop.. #lirikEunjin
    Ebusett…Key oppa q *cuih =P *key muntab* ko' jadi begichyu.. *busetdah bahasa gw
    Haha..XD seru niee…
    Ok!,langsung q baca next part.A ^^

  4. Ketuker. Banget, thor.
    Key jadi dingin, kiseop jadi bawel. Hahaha.
    Tapi mending daripada taemin jadi bawel -___-
    Lanjut ke part selanjutnyaa~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s