Genre: -
Rating: General
Lenght: Oneshoot
Main Cast:
- Joo Jihyun (OC)
- Kwon Yuri (SNSD)
- Krystal F(x)
Cameo:
- SNSD member
- F(x) member
- Super Junior Member (nangkring doang)
***
(Jihyun’s PoV)
First Test, The Beginning
Saat ini aku berada di Dormitory SNSD unni, yaa.. kau tahu kan tujuanku kesini? Benar sekali! karena kata-kata yang sudah kulontarkan malam lusa kemarin—diet! Satu kata, empat huruf yang membuatku setengah mati memutuskan untuk melakukannya. Tapi kutegaskan sekali lagi, aku-sungguh-sungguh-ingin-melakukannya.
“Tes pertama..”
“M-mwo? Tes? Apakah orang yang ingin diet harus diberi tes terlebih dahulu!?”
“Ne, tenang saja.. ini tak akan lama” sahut Yuri unni terlihat menenangkanku yang sudah kalang-kabut memikirkan soal-seperti-apa yang akan keluar, Sosiologi? Sejarah? Atau malah pengetahuan alam? Tunggu, apakah hewan & tumbuhan butuh diet? Apakah para pejuang terdahulu sebelum perang harus diet? Entahlah.
“Aku hanya bertanya, apa alasanmu ingin Diet?” JENG! Pertanyaan sepele, tapi cukup membuat-ku terkesiap. Aku saja tidak memikirkan terlebih dahulu alasan mengapa aku ingin diet.
“A-Aku.. ingin lebih percaya diri.. aku juga ingin membiasakan hidup sehat dan aku takut terkena penyakit—mengingat aku ini obesitas” aku mengucapkan semua alasan yang terlintas di otakku, entahlah aku lulus atau tidak.
“Selamat, kau lulus!” Yuri unni tersenyum memandangku. Aku hanya bisa menganga, “Memangnya bisa tidak lulus?” tanyaku.
“Bisa saja kalau kau mengatakan kau ingin disukai oleh.. hm, Kyuhyun? Atau ingin agar Junhyung kembali kepadamu?” ujar Yuri unni sambil terkekeh. Apa-apaan itu??!! yah, aku sedikit menyesal kenapa waktu itu harus kuceritakan pada mereka, soal hal itu..
“Ya unni!! Aku tidak menyukainyaa!!” ucapku seenaknya sambil melayangkan bantal yang berada didekatku kearah Yuri unni, namun meleset. Memikirkan orang itu saja malas sekali! menyukainya? Ewh!
***
“Mungkin kami hanya bisa mengontrolmu selama sebulan ini saja, Jihyunnie” ujar Yuri unni padaku saat sedang santai di ruang tengah.
“Waeyo?” tanyaku penasaran.
“Bulan depan kami harus ke Jepang untuk merilis MV baru” balas Taeyeon unni. Aku hanya mengangguk, aku tak yakin aku bisa meneruskannya sendiri.
“Tapi tenang, aku akan mencari pengganti selama kami tidak ada, agar kau tetap terkontrol” Eh? apa Yuri unni ini bisa membaca pikiranku? O.o
***
Bisa dibilang, selama sebulan ini aku menginap di dorm SNSD. Tenang saja, SNSD unni sudah meminta izin kepada managernya, dan ia setuju.. ini berkat Jessica unni yang sudah pandai membujuk manager mereka! daebak!
Sekolah? Tidak aku sudah tidak sekolah lagi.. Eh? maksudku aku sudah Ujian Kelulusan, aku hanya tinggal menunggu hasil dan ikut ujian masuk Universitas saja. Jadi selama kira-kira 2 bulanan ini aku senggang, soal Universitas? Aku masih bingung.. Let it flow saja lah..
“Jihyunnie, kemari sebentar!” panggil Yuri unni dari kamar Yuri dan Yoona unni. Tanpa ba-bi-bu aku langsung beranjak ke sana. Disana kulihat Yuri unni tengah berdiri tegap di sisi tempat tidur sambil memegang sebuah tali.. oh! Bukan, itu untuk lompat-lompat.. err.. maksudku skipping.
“500 kali” sahutnya santai. Mulutku menganga lebar. Aku? Skipping? 500 kali? Akupun akhirnya meraih tali lompat (?) itu dan mulai bersiap untuk memutarkan tali sambil melompat. Akupun melompat, Hup!
“1, 2…….4, 10, 17, 20, 24, 36, 45, 51! Ya, jangan berhenti.. baru 51” Yuri unni terdengar sangar bicara seperti itu, aku jadi takut. Akhirnya aku menuruti keinginannya, ayo Jihyun terus melompat!
“140, 167.. 232” cukup aku sudah sangat lelah di angka 232, keringatku sudah berkucuran, kakiku serasa ingin patah! Ini sudah 45 menit kulewati.. “Ya! Jihyunnie! Ayo lanjutkan lagi!” ujar Yuri unni, dia juga apa tidak letih berdiri menungguiku sampai selesai?
“456, 477…499.. Ayo Jihyunnie! Satu lagi!” sungguh! Tidak bohong! Kakiku seperti menghilang! Tapi, 1 lagi? baiklah! HUP! Aku melompat dengan sekuat tenagaku yang tersisa.
“500!!” sahut Yuri unni bahagia. Aku pun tersungkur di lantai, “besok, tambah 10 lagi, arra?” A-ap-apaa? Besok lagi??
Yuri unni keluar dari kamar meninggalkanku sendirian disini, dari sini kulihat semua member SNSD sedang berkumpul di ruang tengah, “Hey Jihyun! Come here!” panggil Tiffany unni. Aku mencoba berdiri dan berjalan ke ruang tengah.
“Ne? Ada apa?” jawabku, seraya duduk ditempat yang sudah disiapkan Tiffany unni untukku.
“Can you speak english?” tanya Tiffany unni. Aku mengangguk ragu, aku sudah jarang berbicara bahasa inggris.
“Yes, of course.. why?” ujarku ragu. Tiba-tiba Sooyoung unni ikut bergabung, “Show us, show us!” dengan masih menyisakan logat koreanya.
“You’re korean, rite?” kali ini Jessica unni yang berbicara, “Yes, but.. i’ve been at Florida when i was little.. err, exactly Miami” balasku. Semua member SNSD memandang kearahku dengan tatapan tak percaya.
“Yeah, I’ve also been to Florida, it’s so beautifully at night”
“Hey hey sudahlah, jangan berbicara bahasa itu terus, pusing aku mendengarnyaa!” sahut Yuri dari arah dapur, “Saatnya camilan~”
“Mwo? Camilan??” terbayang olehku kue-kue kesukaanku, waffle, ice cream, wafer dan segala minuman dengan warna yang beraneka ragam.
“Silahkan..~” Yuri unni menaruh nampan berisi… APA!? semuanya tak sesuai dengan harapanku, di nampan itu malah tersedia Yogurt dan buah-buahan.
“Kenapa? Itu camilanmu Jihyunnie!” sahut Sunny unni riang, oh tidak terdengar mengejek tapi terkesan bercanda. Aku memakan satu buah apel yang sudah dikupas.
“You’re so fluent at english!” ujar Tiffany unni tiba-tiba menyentuh pundakku. Lalu, Yuri unni menambahkan, “Ya, nilai plus untuk seorang Joo Jihyun”
***
Ini sudah jam makan siang, ternyata Taeyeon dan Hyoyeon unni sudah membuatkan makanan, kami berkumpul di ruang tengah untuk menyantap makanan yang sudah dibuat oleh Taeyeon dan Hyoyeon unni, ada masakan khusus untukku, ya.. sayuran dan—oh tidak! Sedikit nasi.. kalau kata Yuri unni ‘Untuk apa karbohidrat sebanyak itu!~’ yah, aku hanya bisa menatap makananku yang bisa dibilang ‘porsi mini’ ini. Aku bersama Yuri unni berada di tempat pojok tersendiri. Yuri unni melihat cara makanku yang amburadul dan super cepat.
“ Ya! Ya! Ya! Berhenti! Kau itu seharusnya makan pelan-pelan saja, kau harus menikmati setiap kunyahan, anggaplah makanan yang berada didalam mulutmu ini sangat berharga” aku hanya mengangguk mendengar petuah yang diucapkan oleh Yuri unni. Aku melakukannya. INI MEMBUATKU TERSIKSA! Aku lapar, aku tidak tahan untuk langsung menelannya! Tapi, apa mau dikata.. aku ingin diet! Ya, aku ingin diet!
Ya, cara makan super hati-hati itu membuat waktu terbuang sia-sia. Aku menaruh piring bekas aku makan ke wastafel, mencucinya dan menaruh ke tempat yang seharusnya.
“Kau sudah minum?” aku menggeleng, Yuri unni tiba-tiba saja menyerahkan satu gelas air mineral kepadaku, aku meneguknya habis.
“Kau harus rajin minum air putih, paling minimal 8 gelas perhari, semakin banyak semakin bagus, racun-racun didalam tubuhmu terbuang, kulitmu tidak akan kering” Air putih? Susu? Aku tahu maksudnya Yuri unni itu Air mineral, tapi.. apakah berwarna putih? Tidak, air mineral tidak berwarna, melainkan bening..
Tidak terasa sudah 1 jam berlalu, ini menjelang sore.. aku lapar lagi, aku ingin makan.. makan yang berat. Aku pun menghampiri Yuri unni yang berada di kamar bersama Yoona unni.
“Unni-ya! Aku lapar lagi….” ujarku sambil memasang tampang memelas.
“Lapar? Aahaha, aku juga. kau sikat gigi saja!” sahut Yoona unni. Eh? aku lapar.. kenapa malah menyuruhku sikat gigi? Yasudahlah, aku berjalan gontai menuju kamar mandi..
“Jihyunnie, Wae irae?” tanya Seohyun unni yang sedang berada di ruang tengah menonton kartun kesukaannya itu, apalagi kalau bukan keroro.
“Nan Baegopayo (aku lapar), tapi malah disuruh sikat gigi!”
“Sikat gigilah..” sambil tersenyum. Aku akhirnya menyikat gigiku di kamar mandi, tak lama aku keluar dan Seohyun unni bertanya, “Ottae?”
“Mulutku aneh, aku jadi tidak ingin makan dulu..” dia hanya terkekeh. EH?? aku baru menyadari ini.., gigiku sudah bersih.. aku enggan makan, nafsu makanku juga berkurang. Hahaha, aku ingin tertawa mengetahui fakta ini.
***
Malam pun tiba, sekarang jam 7 lewat.. Yuri unni untungnya sedang didalam. Aku ingin makan sedikit saja untuk mengganjal rasa laparku—aku tahu sekitar 45 menit yang lalu aku baru saja makan malam tapi.. Aku beranjak ke dapur dan membuka kulkas.
“Sedang apa, Jihyunnie?” itu.. suara sang Ice Princess, aku buru-buru menutup kulkas.
“Eobseo..” sahutku sambil tersenyum—memaksa.
“Sebaiknya kau jangan makan diatas jam 7, Jihyunnie..” ujar Jessica unni pelan. Aku mengangguk mengerti sambil menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal ini.
“Minumlah, teh ini kurasa dapat membantumu..” Jessica unni menyodorkan gelas berisi teh yang ia bicarakan itu. Ia pergi tak lama kemudian. Aku meminumnya, perlahan tapi pasti isi gelas itu habis, aku melihat ada sejumput daun didalam gelas itu, aku mengambilnya, daun yang familiar…
Aku kembali ke kamar Yuri unni, seperti biasa ia sedang menulis sesuatu.. entah itu apa, kurasa aku tidak berhak untuk mengetahuinya.
“Kau habis minum apa?” tanya Yuri unni
“Teh.. dari Jessica unni” balasku pelan. Ia mengangguk.
“Ah ya aku lupa, itu teh cina, itu juga sangat bagus untuk dietmu” tutur Yuri unni. Aku mengangguk, teh cina ya?
Aku mengambil notes hijauku dan menyatat cerita hari ini dalam beberapa poin, setelah sebulan mungkin aku bisa menjalankan dietku sendiri? Setelah menulis beberapa poin hari ini, niatnya aku ingin menemani Seohyun unni yang sedang menonton Keroro.
“Ya, kau! Tidurlah..” pinta Yuri unni.
“Ne? Ini bahkan masih jam 9” gumamku pelan, semoga saja ia tidak mendengar. Karena tidak ingin membuat ‘unni’ku yang satu itu marah, akupun mencoba memejamkan mata.
***
Setelah melakukan kegiatan melelahkan itu—Skipping maksudku. Sabtu ini, aku harus ikut dengan Yuri unni ke Gym.
“Pakai jaketmu” bisik Sooyoung unni saat tahu kami—aku dan Yuri unni akan ke Gym. Aku menatap wajah Sooyoung unni—heran, suhu diluar cukup panas kenapa aku harus memakai jaket?, “Ah, bukan apa-apa supaya berkeringat saja” lanjutnya sambil menyengir lebar. Aku menurutinya.
Kami akhirnya pergi ke Gym dengan van SNSD. Yuri unni bilang, kalau nanti aku boleh pulang ke rumahku dulu, nanti mereka akan menjemputku setelah selesai pemotretan. Yeay!
Kini, kami telah sampai di sebuah gedung, gedung itu tinggi. Yuri unni bilang *lagi*, kalau Gym itu terletak di lantai 15. Kami memasuki lobby gedung itu, aku tenang-tenang saja berjalan menuju lift yang ada disana sampai Yuri unni berkata, “Untuk apa kesana? Kita tidak naik lift” aku hanya mengangguk, memang sih liftnya penuh.. lebih baik naik eskalator saja.
“Ya! Kau mau kemanaa?” Yuri unni setengah berteriak dari kejauhan, aku bingung.. eskalator kan disebelah sana, kenapa Yuri unni malah… ah! aku bingung. Akhirnya aku menghampirinya.
“Kita akan naik tangga, Jihyunnie~” tuturnya sambil tersenyum manis yang dibuat-buat. Apa? naik tangga? Lantai 15? Rasanya aku mau pingsan!
Napasku tersengal-sengal ketika sampai di lantai 9, yak! 6 lantai lagi, tapi.. kalian harus tahu! Anak tangganya sangat banyak! Kini Yuri unni tengah berdiri di lantai 10 sambil menyender di tembok.
“Ayolah Jihyunnie.. ini belum seberapa”
Begitu terus sampai akhirnya kami sampai di Gym dan aku sudah sangat lelah..
“Hey, Krystal!” Yuri unni menghampiri seorang wanita cantik berambut ikal panjang, tubuhnya juga bagus, hanya saja wajahnya tak terlalu terlihat..
Aku mengikuti Yuri unni di belakang, samar-samar aku mendengar percakapan tentangku antara Yuri unni dan perempuan bernama Krystal itu. Aku melihat sekilas wajah Krystal, dia… ehm, familiar! Yuri unni menunjuk kearahku, perempuan bernama Krystal itu memandang intens kearahku.
“Ji.. Ji.. Jihyun.. Joo Jibang?” Krystal memandang hati-hati, sontak aku terkejut.. itu panggilanku semasa kecil! ‘Jibang’ itulah panggilanku dulu yang artinya lemak. Aku balas memandang wajahnya.. AH! DIA….!!
“Soojung?” aku tak yakin dia benar Soojung atau bukan… itu sudah 8 tahun yang lalu.
“Jibangie!!!! Kau mengenaliku ternyata!” seru Krystal seraya memelukku. Dia benar-benar Soojungie? Astaga! Cantiknya…
“Lho? Kalian sudah saling kenal?” kami mengangguk berbarengan, “Baguslah, aku bisa meninggalkanmu dengan tenang Jihyunnie!”
“Oh ya, Soojung-ah! mana kakakmu?” tanyaku dengan wajah polos, dia memandang Yuri unni.
“Jihyun-ah, yang kau maksud Jung Sooyeon?” tanya Yuri unni, aku mengangguk.. Ah! ya namanya Sooyeon!, “Kau sudah bertemu dengannya!” HAH?? Kapan? Dimana??
“Yang kau maksud itu Jessica unni!!” NE?? Kenapa namanya Jessica? Jelas aku tak mengenalnya! Kenapa wajahnya berbeda sekali ya.. dengan Soojung?
“Kenapa? Wajah kami berbeda ya? Yah wajarlah, itu keinginan dari manajemen kami” sahut Soojung santai. ‘Operasi Plastik’ kah? Hal itu sudah tidak tabu lagi di Korea.
***
Selesai beraktifitas di Gym dengan Soojung sebagai pengarahku, yang tak lain dan tak bukan adalah teman semasa kecilku sendiri. Dan lagi-lagi karena ke-kudet-an (kurang-update) ku, aku sama sekali tidak tahu kalau Soojung a.k.a Krystal adalah member Girlband F(x). T_T karena Soojung menyadari ke kudetan ku, akhirnya aku tidak jadi pulang kerumah melainkan ke perpustakaan Seoul untuk meminjam buku. Katanya agar wawasanku tambah luas.
Dia mengambilkan 6 buah buku tebal, dan menyerahkannya padaku. Aku melihat-lihat isinya.. ada yang seni & kebudayaan di dunia, pengetahuan alam, sejarah, resep masakan kontinental, biografi orang terkenal, dan.. hah? Chicken soup? Sup ayam? -_- ah persetan!
Soojung juga meminjam beberapa majalah dan tabloid tentang artis-artis lokal. Yaampun, Soojung!
***
Yuri unni menyarankan, ketika aku membaca atau melakukan aktifitas apapun, aku harus mengunyah permen karet—sugar free. Aku yang dimentori olehnya hanya bisa mengangguk saja. Aku menuruti pintanya.
Sampai saat jam 3, Yuri unni membawa pisang dan yogurt, Oh god! “Yogurt lagi?” tanyaku. Yuri unni mengangguk lalu menjawab, “Ne, kalau bisa kau minum Yogurt setiap hari, tapi yang low fat” setiap hari? Aku harus meminum minuman kental asam itu setiap harii?!
“Kalau kau memasak sayur, jangan lama-lama! Juga, jangan terlalu banyak garam”
“Seledri itu bagus untuk dietmu”
“Makan almond ketika kau ingin mengemil yang manis”
“Pilih makanan yang berkuah, direbus, atau ditim sebelum memilih makanan yang digoreng dibakar dan dipanggang”
“Ketika kau berbelanja, bacalah tabel kalori di belakang kemasan!”
Yah, dan berbagai macam petuah Yuri unni lainnya, tapi semua itu kucatat dalam note hijau kesayanganku.
***
Kalian bertanya, bagaimana nasib adikku dirumah? Dia sendirian? Oh, tentu tidak.. beruntunglah aku masih memiliki Bibi baik hati yang mau menemani Hyomin sementara aku pergi—tentunya dengan alasan yang tidak akan dimengerti adikku.
Orang tuaku? Ah kebetulan sekali, Hyomin menelponku tadi, dia bilang Eomma dan Appa ku pulang setelah pekerjaan disana selesai, namun mereka tidak tahu kapan.. Hyomin bilang sekitar 1-2 bulan lagi. untungnya Appa mengirim uang untuk aku dan Hyomin. Hyomin juga bilang, ia merindukan masakanku~ hehehe.
Apa? kalian belum tahu kalau aku bisa memasak? Haha kasihan sekali kalian! Aku ini seperti ini karena hobi mencoba makanan, berbagai makanan pernah aku coba.. jadi aku tahu yang mana yang enak. Karena sering makan, aku berusaha untuk bisa membuatnya.. karena aku sangat memanjakan lidahku ini, aku mengutamakan rasa.
Aku bisa memasak sejak tingkat akhir Sekolah Dasar. Sepertinya aku memang berbakat memasak, hahaha! Eomma, Appa dan Hyomin mengakui bahwa masakanku sangat enak~ sayangnya aku belum pernah memasak untuk orang lain selain mereka. Sampai ketika member SNSD tau kalau aku bisa memasak…
“Ayolah Jihyunnie~ buatkan kami makanan andalanmu!”
“Kumohon Jihyunnie, kali ini sajaaa oke?”
“Aku ingin tahu kadar enak masakan seorang Joo Jihyun!”
Itu kata mereka, mau tidak mau aku memasakan sesuatu untuk mereka.. aku sudah menumpang di dorm mereka, aku jadi tidak enak.
Aku membuka kulkas, banyak sekali coklat! Aku tak menyadari ini sebelumnya, akhirnya aku memutuskan untuk membuatkan mereka Chocolate Cake. Tanpa melihat resep aku bisa membuatnya sendiri, aku sudah sering mencoba berbagai Chocolate Cake. Kurasa aku bisa mengira-ngira sesuai dengan seleraku, kalian tahu? Orang gendut punya selera tersendiri!
Membuat ini menghabiskan waktu 1 jam 30 menit alias satu setengah jam. Aku mengambilnya dari freezer dan menyajikannya di ruang tengah dimana memberdeul berkumpul.
“Hmm.. aromanya menggugah selera”
“Kyaaa~ kelihatannya enak”
“Warnanya menggiurkan..”
Ya, itulah yang kudengar dari mulut mereka. Kulihat mereka mencomot Chocolate Cake buatanku, aku memperhatikan raut wajah mereka yang sedang menilai rasanya, ada yang aneh.. apakah rasanya tidak enak?
“Apa ini….?” tanya Sooyoung unni sambil menilik potongan Chocolate Cake-ku, lalu menatapku dalam.
“Kenapa unn?” tanyaku ragu.
“Kue ini.. kau yang buat? kau yakin?” tanyanya lagi, aku mengangguk pasti, “Kau tahu.. Kue ini..” aku menunggu lanjutannya.
“ENAK SEKALI!!!!! DAEBAK! Manisnya pas, matangnya juga pas, rasanya lezat sekali.. jarang-jarang aku bisa menikmati kue homemade seenak ini Jihyunnie..” puji Sooyoung unni. Kukira apa.. jantungku nyaris copot!
“Ne Jihyunnie! Kue buatanmu enak sekali!” puji yang lainnya dengan ucapan yang serupa. Dalam sekejap, piring itu kembali menjomblo.. err maksudnya kue itu disikat habis tanpa menyisakan untuk kokinya. Ah sudahlah, aku juga masih bisa membuatnya lagi nanti.. eh? ingat diet Jihyunnie…
***
Ada kalanya artis satu entertainment saling silaturahmi, seperti kali ini.. Super Junior datang ke Dormitory SNSD!!! Inilah resikonya.. dan mau tak mau itu pasti terjadi.
“Jihyunnie, sebaiknya kau bersembunyi di kamar! Palli!” Jessica unni mendorongku menuju kamar Yuri dan Yoona unni. Aku hanya bisa menurut, ah aku masih bisa membaca sambil makan permen karet didalam.. kalau sudah bosan aku bisa tidur.
Tapi, kalau salah satu member Super Junior membuka kamar ini dan melihatku bagaimana? Ah iya! Kunci kamar ini bukan aku yang memegangnya! Aiiish, bagaimana ini? aku hanya bisa berpasrah pada tuhan…
Aku iseng mendengar dari balik pintu apa saja yang mereka bicarakan..
“Oppa…” itu suara Sooyoung unni, kali ini terdengar ‘agak’ manja.
“Oh, Sooyoungie..” DING DONG! Itu suara Evil. Deg! Ah, kenapa aku jadi seperti ini? rasanya ingin mendengar suaranya lagi.. Ya! Jihyunie.. sadarlaah! Akupun menampar-nampar pipiku sendiri.
<CKLEK..>
Karena aku sibuk dengan acara tampar-menampar tadi aku sempat tidak konsen mendengar ada yang datang.. Oh tidak! aku bergegas ke belakang pintu, kurasa ia tak mungkin melihatku sekalipun aku masih sebesar ini.
“Tidak ada orangkah? Kemana Yoona ya?” sahut seseorang itu—dia pria. Yang kuyakini adalah member Super Junior. Benar juga, Yoona unni kan sedang keluar! Kamar ini tidak aman!!
Aku membuka mataku, aku tertidur di belakang pintu. Sekarang jam 10 malam, kuyakin Super Junior itu sudah pulang. Benar, aku sudah tidak mendengar tanda-tanda adanya mereka disini. Akhirnya akupun melanjutkan tidurku.
***
Bulan kedua, Aku melanjutkannya di Dorm F(x), hanya seminggu saja.. ini permintaan Soojung! Kalau bukan karena dia, aku lebih memilih pulang. Aku tidak ingin membuat mereka tidak nyaman, aku kan belum mengenal mereka.
Pada saat santai, di ruang tengah Krystal berkata sesuatu yang tidak ingin orang lain mendengarnya..
“Jibangie! Kurasa dulu kau suka sekali menyanyi, dan suaramu bagus sekali.. aku ingin mendengarmu menyanyi.. aku rindu suaramu”
“Kau hanya rindu suaraku?” tanyaku.
“Ani…. aku ingin mendengarkan suaramu.. ya?” rajuk Soojung dengan menampakkan aegyo facenya.
“Jinjja? Jihyun-ah kau bisa menyanyi? Aku ingin mendengarnyaa!” seru Luna. dia orang kedua yang dekat denganku setelah Soojung disini. Ini semua karena perkataan Soojung! Rasanya Soojung ingin aku lempar blender.
“Nyanyikan aku First Love nya Nikka Costa” seru Soojung, kubalas dengan tatapan membunuh. Aku sebenarnya sangaaaaaat enggan bernyanyi didepan orang-orang.
Aku memejamkan mataku dan mulai menyanyikan lagu yang Soojung request padaku barusan, kebetulan aku menyukai lagu itu.
Everyone can see.. Theres a change in me
They all say i’m not the same, Kid i used to be..
Don’t go out and play. I just dream all day.
They don’t know what’s wrong with me. And i’m too shy to say..
Tunggu, aku tak mampu melanjutkannya.. aku membuka kelopak mataku, aku terhening, Soojung terhening, Luna juga terhening, kita semua terhening.
“Aku mau menangis mendengarnya..” sahut orang yang baru saja datang, Victoria unni.
“Ne, suaramu indah..” timpal Luna. diberi anggukan oleh Soojung.
“Kapan-kapan kita harus mengajak dia bernyanyi bersama kita!” seru Soojung kepada Luna dan Victoria unni.
Aku berjalan menuju kamar mandi. Entah kenapa aku ingin kesana padahal disana aku sama sekali tak ingin buang air kecil ataupun besar. Mandi? Kau gila. Aku baru saja mandi.
Entah mengapa lagu yang barusan kunyanyikan sangat mengenai hatiku.
***
Gym berjalan lancar, karena ada Soojung. Dietku makin terkontrol karena adanya Luna yang selalu mengingatkanku, dia baik sekali! dia bahkan hapal apa saja yang boleh dan tidak boleh kulakukan. Victoria unni, dia juga mengajarkanku gerakan senam aerobik kepadaku. Sulli dan Amber dia adalah obat awet mudaku.. melihat mereka rasanya aku ingin tertawa.. entah tingkah aneh si Sulli atau suara dan tubuh Amber membuatku suka lupa, dia adalah wanita.
Tak butuh waktu lama untuk dekat dengan mereka! mereka orang-orang yang asyik!
***
Ini pertengahan bulan ketiga, SNSD unni pulang. Kalian tahu? Aku masih menginap di Dorm F(x) atas paksaan yang lainnya. (mungkin gara-gara aku bisa memasak) beberapa hari yang lalu, aku mengikuti tes masuk Universitas, Soojung meminta agar dia saja yang mengambilkan semua keperluan untuk tes masuk Universitas.
Aku masih melakukan semua titah Yuri unni, karena semua sudah kurangkum dalam catatanku. Hingga kini sudah menjadi kebiasaan—tentunya dibantu oleh anak-anak F(x) lainnya.
Aku masih ingin bercerita banyak, tapi.. ini sudah panjang sekali..
Aku tahu kalian sudah bosan dengan ceritaku ini, hahaha tenang saja aku akan mengakhirinya. Tapi tunggu, apa? kalian bertanya berat badanku? Ah, kalian tebak-tebak saja ya? Bagaimana kalau kalian tetap menunggu lanjutan kisah ini? kekeke..
Semoga catatanku ini berguna untuk kalian yang ingin menurunkan berat badan hahaha..
Intinya, Dietku terasa menyenangkan.. tidak ada penyiksaan dan pembunuhan disini (?) itu semua berasal jika kau memang niat dan bersungguh-sungguh untuk menjalankannya..
Is this mission accomplished?
***END***
karena pada minta FF oneshotnya dulu, saya akhirnya bikin oneshot dulu deh u.u gimanaa? pada mau nebak berat badan jihyun gaaak?? :p
maaf untuk keterlambatannya, kemarin2 saya sibuk & ada kegiatan diluar sekolah. kan udah masuk liburan nih, rencananya pengen post agak cepet, buat permintaan maaf kepada reader2 ini :/
oke deh, keep RCL ya~~~~. chapter 5 ditunggu aja ^^V

wah si jihyun itu punya banak bakat loh..
pasti dietnya berhasil!! penasaran lanjutannya..
dan.. tips dietnya jg patut dicob, hhehehehe…
wah ternyata jihyun punya banyak bakat ya..
iys ni penasaran deh ama dietnya jihyun,,kira2 sukses g ya??
wah penasaran sama berat badannya jihyun..
ngepostnya cepetan yaaa hehe
tips dietnya boleh juga nih
thanks ya….
Hahay Tips bru untuk diet nih.. gomawo yah thor.. Critanya makin bikin penasaran ! ^^ Keep Writing
Oh ya ..bleh nanya ga?? aplikasi apa yang author pakai bwd ngedit photo??? Thx ea ..
wah, jihyun smgt bgt…
bnyak talenta lg, klo gni c bnyk poin plus untk jihyun…
smga jd lsg de, sp tw bs jd artis jg..
wah ceritanya menarik nih, semangat ya thor nulisnya, yg part 5 di tunggu ya, hwaiting chingu^^
ayoolaaaahh penasaraaannn XD
nice thor
asik ya diet diajarin langsung sm member snsd &fx haha.
Sbntar lg jihyun bs jd wanita yg smpurna dh,pintar nyanyi,masak jg cantik dan baik hati,ditmbah dietny yg psti brhasil…patut dicba dietny tp kynya sulit huhuhu…
waaaaaaa keren side story nya
jihyun udah kurusan ya ? Kekeke
untung lah ada member snsd dan f(x) yg baik sama jihyun ^^