Author : reizky or sapphireskyblue or reemaxy501
Cast : Henry Lau(SJ)
Kim Hyun Neul(OC)
Genre : Romance, Comdey(?)
Rating : General
Twitter : @reizkycnb
RCL,PLEASE
Suatu hari bertemu…
Pertemuan dengan awal yang menyebalkan…
Pertemuan yang tak terlupakan nan menyenangkan…
Saat perpisahan tiba segalanya terasa menyebalkan…
~ <3333~
[AUTHOR POV]
Seorang gadis remaja menatap penuh takjub sebuah tempat baru yang selalu diimpikannya. Dia menatap setiap jengkal manusia yang berlalu lalang di depan pelupuk matanya.
“Huwaa…Jadi ini yang disebut dengan Airport Fashion?”tanyanya takjub pada diri sendiri,”yah untuk saja bajuku cukup trendy, tidak kalah dengan mereka-mereka ini,”
Ia mulai berjalan menuju pintu keluar Incheon International Airport. Senyum selalu terukir dari bibir manisnya. Gadis itu berwajah imut. Fashion airportnya tidak terlalu glamour seperti para artis. Tapi justru terlihat simple dan menunjukkan sisi yang sedikit tomboy. Jeans biru tua yang tak terlalu ketat menutupi kaki indahnya dengan kaos putih panjang yang sangat simple ditambah rompi hitam yang sangat simpel dan santai namun terlihat keren. Sepatu sneaker biru muda senantiasa menemani setiap langkahnya. Jam tangan hitam sporty melilit pergelangan tangan indahnya.Rambut panjangnya yang hitam dan dibiarkan tergerai indah. Ia menatap jam yang melilit pergelangan tangannya. Pukul 07.00.
“Masih pagi. Sebaiknya aku minum teh dulu. Seperti kebiasaan orang-orang Korea yang kulihat di drama-drama.hahaha..”Ia tertawa-tawa sendiri seperti orang gila. Orang-orang yang berjalan di sekitarnya hanya melihatnya aneh. Tiba-tiba Ia merasa harus ke kamar kecil. Ia segera berlari mencari kamar kecil. Namun, karena ia tak mengetahui dimana letaknya ia hanay berlari kesana kemari tak menentu. Sampai tiba-tiba..BRUKKK! Ia menabrak seseorang hingga keduanya terjatuh.
“Ah maaf. Aku benar-benar minta maaf,”katanya sambil berdiri lalu membungkuk kepada lelaki muda yang ditabraknya tadi.
“Ah! Bisa tidak sih jalan pake mata? Masa di airport lari-lari. Kurang kerjaan! Lihat bajuku jadi ketumpahan teh kan?!”maki si lelaki itu.
“Ah mianhe. Aku hanya sedang mencari toilet. Aku tidak tahu dimana letaknya,”jawab si gadis polos.
“Hei, kau bukan orang Korea ya?”tanya sang lelaki.
“Ne..”
“Pantas. Kalau kau tanya padaku sama saja. Aku juga baru di Korea.”jelas si lelaki. Si gadi yang mendengarnya langsung melongok menatap si lelaki. Sedari tadi ia hanay menunduk malu.
“OMO!”tiba-tiba si gadis berteriak kaget.
“Wae?”tanya sang lelaki.
“OMO! OMO! OMO!” Gadis itu mencubit pipinya. Sakit. Dia tidak mimpi.
“Wae? Wae? Bisakah jangan seperti itu? Aku malu dilihat banyak orang.”
“Ka..kau Henry Super Junior?”tanay gadis itu takjub.
“Ne. Why?”
“Luar biasa.” Si gadis masih tertakjub-takjub.
“Tentu”kata lelaki yang bernama Henry itu sombong.
“Luar biasa MENYEBALKAN!! Ternyata saat aku emlihatmu di reality show dan di reality-nya kau sama. Ku kira itu hanya skenario. Ternyata kau benar-benar bergaya barat. Tidak sopan! Menyebalkan! Annyeong!”kata sang gadis lalu beranjak meninggalkan Henry yang masih terbengong-bengong dengan si gadis aneh. Tapi baru dua langkah gadis itu berjalan, ia kembali berbalik.
“Henry-ssi, maaf atas bajumu. Ku rasa kau bisa menyuruh Ryewook Oppa mencucinya. Annyeong,” Si gadis kembali meninggalkan Henry.
“ Gadis aneh. Tapi ya lumayan cute. Aissh apa yang kau pikirkan Henry.” Henry pun berlalu meninggalkan airport.
~ <3333~
Si gadis keluar dari toilet. “Huh, leganya,”ia segera teringat dnegan rencananya tadi. Ia harus segera minum teh. Sebelum siang, karena ia harus segera mendapatkan hotel. Ia berjalan keluar dari airport. Ia berjalan di sekitar airport. Ia tak tahu harus mencari kedai teh dimana. Akhirnya ia bertanya kepada seseorang di jalan. Untung saja ia dapat berbahasa Korea.
“Permisi,agasshi. Apakah anada tahu dimana kedai teh disekitar sini?”tanay si gadis dengan sopan.
“Oh ada di depan lampu merah ujung sana,nona.Itu kedai teh yang sangat terkenal. Tapi murah,”jawab orang tersebut ramah.
“Oh Gamsahamnida,” Si gadis segera menuju kedai teh yang ditunjukkan tadi.
Sepanjang jalan menuju kedai teh, ia memandang pemandangan pagi kota Incheon. Masih sepi. Hanya terlihat beberapa mobil yang lalu lalang di jalan. Lebih banyak orang-orang berjalan kaki. Orang-orang itu pasti orang-orang yang rajin datang pagi, pikir sang gadis. Ia sampai di lampu merah. Ia melihat ke samping. Bravo! Ia menemukan kedai teh itu. Hanya ada beberapa orang disana. Ia melangkahkan kakinya masuk ke kedai tersebut. Wow! Bibirnya membentuk huruf O. Dia benar-benar kagum melihat penataan ruangan yang sangat klasik. Sangat keren.
Ia segera memilih tempat duduk di dekat jendela agar bisa melihat pemandangan di jalan raya. Seorang pelayan menanyakan pesanannya sambil memberikan buku menu.
“Mmm..Teh jenis apa yang paling banyak disukai?”tanay si gadis.
“Teh yang ini,nona. Teh ini digemari karena harumnya yang sangat menyegarkan dan menenangkan. Harganya juga terjangkau.”jelas si pelayan.
“Baiklah aku membeli ini. Dan biskuit ini ya. Terimakasih.”
“Tunggu sebentar,Nona,”kata si pelayan lalu berlalu dari hadapan si gadis.
“Hei! Kenapa kau duduk disini?”teriak seseorang. Si gadis merasa suara tersebut mengarah kepadanya. Ia menengok ke samping. Seketika ia terkaget dan menutup mulutnya.
“Hya! Kau lagi! Kenapa kau duduk di tempatku?”tanya lelaki yang ternyata Henry.
“Tempatmu? Aku duluan yang duduk disini. Tadi kursi ini kosong.”jawab si gadis.
“Aissh. Kau ini emmang aneh. Lihat. Lihat ini tasku kan? Apakah kau minus? Kenapa tak memakai kacamat jika tak bisa melihat tas sebesar ini.” Henry menunjukkan tasnya yang berada di atas kuris yang berhadapan dengan si gadis.
“Ah..mianhe. Aku tidak melihatnya. Siapa suruh meninggalkan tas sembarangan? Siapa cepat dia dapat!”
“Huh, kau ini menyebalkan sekali. Jelas aku duluan yang dapat tempat ini. Sana pergi!”suruh Henry sambil duduk di hadapan snag gadis.
“Andwae! Kau kan lelaki. Harusnya kau mengalah. Lagipula masih banyak tempat kosong,Henry-ssi.”kata si gadis sambil memberi penekanan pada kalimatnya.
Henry mengacuhkan si gadis, “pelayan.”
Pelayan datang membawa buku menu, “Ya Tuan? Anda ingin pesan apa?”
“Mm..yang ini saja ya,”kata Henry ramah.
“Pilihan Anda sangat tepat. Tunggu sebentar,Tuan,” Sesaat setelah pelayan itu pergi, datanglah pelayan yang mengantarkan teh untuk si gadis.
“Nona, ini teh Anda. Selamat menikmati,”kata si Pelayan lalu pergi. Si gadis hanya tersenyum. Is lupa bahwa didepannya sedang ada seorang lelaki menyebalkan yang menatapnya sedari tadi. Ia merasa risih. Lalu ia membalas tatapan Henry.
“Bisakah kau berhenti menatapku aneh?”tanay si gadis.
“Lihat. Sepertinya kau menyukaiku ya? Kau menabrakku, mengikutiku sampai disini dan teh yang kau pesan sama dengan teh yang ku pesan..hahaha. Pasti kau dari luar negeri datang hanay untuk melihatku ‘kan?”kata Henry panjang lebar dengan PD-nya.
“Hah?! Apa kau bilang? PD sekali kau. Aku duluan yang memesan teh ini. Kau yang ikut-ikut. Narsis sekali. Tidak jauh beda seperti di video yang ku download.”jelas si gadis.
“Yah lumaya juga kau disini. Aku sedang tidak ada teman. Jadi kau bisa menemaniku. Walaupun aku harus mendengarkan bualanmu dalam bahasa korea dengan aksen yang aneh itu. Siapa namamu?”tanya Henry.
“Cih. Kau menyebalkan sekali. Tentu saja bahasa koreaku aneh. Aku ini kan orang Indonesia. Tapi kan wajahku wajah Korea bukan? Hyun Neul-imnida. Kim Hyun Neul,”jawab gadis yang ternyata bernama Hyun Neul itu.
“Oh jadi kau dari Indonesia? Jadi kau ini blasteran sepertiku?” Hyun hanya mengangguk smabil menikmati tehnya. Pelayan datang mengantarkan teh Henry, “Tuan, ini tehnya. Teh yang kalian pilih sangat tepat. Teh ini dipercaya dapat melanggengkan hubungan percintaan sepasang kekasih seperti kalian. Selamat menikmati.”
Henry dan Hyun yang mendnegarnya hanya bisa terbengong-bengong.
HYUN POV
Enak saja. Aku kekasihnya? Hah, sebenarnya aku mau. Ups. Ketahuan.hehe. Tapi ternyata dia menyebalkan. Aish kenapa kau harus menyebalkan,Henry? Padahal aku cukup nge-fans dneganmu. Kau childish sekali. Tapi bukankah aku menyukai sikapmu ini jika aku menononton reality show. Tapi kenapa saat bertemu, kau jadi menyebalkan. Henry, kenapa kau memandnagku seperti itu? Kau tahu betapa susahnya aku menyembunyikan kegugupanku padamu. Kau dan Super Junior kan artis. Sedangkan aku selalu senang bertemu artis..hehe*kampungan amat*.
HENRY POV
Aku mengamati gadis dei depanku ini. Dia terlihat imut saat memakan biskuitnya sambil sebentar-sebentar menyedu tehnya. Aish lagi-lagi aku memujinya. Lucu sekali aku ini. Sampai lupa meminum tehku sendiri.
AUTHOR POV
Henry dan Hyun larut dalam pikiran mereka masing-masing. Hyun hanya memandnagi jalanan yang mulai ramai. Henry juga melakukan hal yang sama seperti Hyun. Henry menjulurkan tangannya sedikit ke depan untuk mengambil tissue. Ternyata Hyun juga melakukannya. Tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan. Henry menatap tangannya yang menyentuh tangan Hyun. Ia lalu memandang wajah Hyun. Mata mereka bertemu. Seketika seperti waktu berhenti, mereka saling berpandangan lama. Namun, itu semua usai ketika terdengar suara klakson mobil di luar kedai. Henry sontak menyeret tangannya menjauh dari tangan Hyun. Begitu juga Hyun. Hyun segera bangkit berusaha menyembunyikan rasa gugupnya.
“Aku harus pergi. Henry-ssi,senang bertemu dengan orang menyebalkan sepertimu. Annyeong,”katanya mulai beranjak dari mejanya.
“Tu..tunggu.”seru Henry. Hyun berhenti sebentar lalu membalikkan badannya.
“Ada apa?”tanyanya dingin.
“Kau mau kemana? Kau tahu jalan disini?”tanya Henry. Hyun menggeleng. “Lalu?”
“Aku ingin mencari hotel. Apa urusannya denganmu Henry-ssi?”
“Mmm..Sebenarnya aku tidak tahu daerah sini. Maukah kau membantuku untuk mencari dorm suju?”tanay Henry. Wajahnya tetap terlihat snatai dan sok.
“Kau meminta bantuan kepada orang yang salah. Kau ini aneh sekali. Aku kan juga bukan orang sini. Mana kutahu dorm super junior. Harusnya kau punya alamatnya,”jelas Hyun sebal.
“Alamatnya hilang. Terjatuh dijalan,”
“Huh, menyebalkan sekali.”dengus Hyun kesal.
“Ayolah. Nanti kubantu untuk mencarikan hotel. Sepertinya asik berjalan-jalan di Korea dengan orang yang sama-sama asing dengan tempat ini. Karena jika aku mengajak Hyung berjalan-jalan pasti mereka sudah sering, dan bosan. Jadi kau mau ‘kan?”
Hyun melipat tangannya sok berpikir keras, “Mm..Baiklah. Apa imbalannya?”
“Kau kan bisa bertemu dengan member suju. Bukankah itu imbalan yang sangat keren?”
“Ya..Boleh juga. Baiklah. Kajja.” Hyun berjalan mendahului Henry. Henry tersenyum simpul lalu berjalan ke kasir menyusul Hyun.
Henry dan Hyun berjalan berdampingan di sepanjang kota Incheon. Hyun sibuk menikmati suasana baru dalam hidupnya ini. Sedangkan Henry sibuk memotret-motret suasana sibuk pagi hari di Incheon dengan kamera SLR-nya.
“Hyun,”panggil Henry.
Hyun menoleh, “Ya?”
“Kau mau menginap dimana? Kita sudah lama berjalan lama. Apa kau tak capek?”
“Kau ini manja sekali. Baru berjalan sebentar sudah capek. Mmm..sepertinya disana itu hotel.”tunjuk Hyun kearah hotel tersebut.
“Oke. Ayo kesana.”
Mereka sampai di hotel yang megah.
“Sepertinya ini hoetl mahal.”gumam Hyun.
“Tenang saja jika uangmu kurang nanti ku pinjami. Bagaimana? Impas ‘kan?”kata Henry menyombongkan diri.
“Cih. Aku juga punya uang ya. Jangan meremehkan karena kau artis.” Hyun mendnegus kesal lalu masuk ke gedung hotel. Sedangkan Henry hanya tersenyum-senyum melihat punggung Hyun yang menghilang masuk ke gedung hotel.
Henry mengikuti Hyun masuk ke dalam gedung. Ia duduk di sofa dekat resepsionist. Terlihat Hyun yang sedang mengurus check ini di meja resepsionist.
“Hyun! Cepatlah sedikit!”teriak Henry tak tahu malu.
“Aish Diam kau Mochi!”balas Hyun sambil melotot ke arah Henry.
Lagi-lagi Henry tersenyum, “Bahkan ia memanggilku,Mochi. Dan rasanya aku sangat senang.haha. Aku aneh sekali hari ini,”gumam Henry pelan. Henry masih tersenyum-senyum sendiri hingga tanpa sadar Hyun sudah berada di hadapannya.
“Hei. Kenapa senyum-senyum? Kau gila ya?”
“Enak saja. Memangnya tidak boleh senyum-senyum sendiri? Menyebalkan sekali,”ucap Henry sambil menyembunyikan kegugupannya akibat kepergok oleh Hyun.
“Ya sudah. Kau tunggu di sini dulu,ya? Aku mau naik keatas. Aku mau mandi, ganti baju lalu turun menemuimu. Lalu kita makan. Lalu jalan-jalan. Baru nanti kita mencari dorm suju. Lalu kau mempertemukanku dengan donghae Oppa. Lalu berfoto bersama. Meminta tanda tangan. Memeluknya. Lalu aku pamit. Dan akhirnya AKU BISA BERPISAH DENGANMU!! HAHAHA,” Hyun hanya mengoceh tak hentinya. Henry memandang takjub gadis di depannya ini. Ia menatap wajah Hyun yang lucu saat mengoceh tak jelas. Bagi Henry diam bukan mendengarkan ocehan Hyun. Tapi menikmati wajahnya yang lucu itu. “Sudah mendongengnya?”tanya Henry.
“Huh,” Hyun mendengus kesal lalu berlari menuju lift. Saat ia masuk ke lift ia membalikkan badan. Menatap Henry dengan melotot. Lalu menjulurkan lidahnya. Dan pintu lift pun tertutup. Henry yang melihatnya lagi-lagi tertawa.
~<3333~
Henry termenung denga segala pikiran yang berlari-lari di pikirannya. Sejujurnya jika dia tersesat, ia pasti bisa menghubungi Hyungnya untuk menanyakan alamat dorm suju. Ataupun bertanya pada supir taxi dimana letak kantor SM yang terkenal. Tapi ia merasa hal inilah yang harus dilakukan. Ia tak tahu rasa apa yang tiba-tiba membuatnya penasaran terhadap Hyun. Kenapa gadis itu begitu polos sampai-sampai tidak berpikir bahwa Henry bisa menghubungi Hyungnya. Suatu energi menarik Henry untuk mendekati sang gadis.
“Henry-ssi! Aku sudah selesai. Cepat bukan?” Tiba-tiba suara ceria Hyun Neul menyadarkan Henry dari lamunannya.
“Berapa menit?”tanya Henry.
“20 menit.”
“Hah? Secepat itukah? Kau ini wanita atau apa sih. Mandi secepat itu.ckck..Kajja kita jalan-jalan,” Henry tanpa sengaja menggandeng tangan Hyun. “Oh..Sorry.”katanya tersenyum kecil lalu mendahului Hyun. Hyun masih mematung ditempat. Ia tak percaya bisa mengenal bahkan bersentuhan dengan Henry. Henry yang merasa tidak ada reaksi dari Hyun membalikkan badannya. “Hyun-ssi. Ppali.”
Hyun yang tersadar menjawab deng gugup, “Oh ne..ne” Lalu ia berjalan mengikuti Henry.
Henry berjalan di depan sedangkan Hyun mengikuti di belakang. Ia merasa gugup jika harus berjalan berdampingan dengan Henry. Hyun merasa aneh kenapa ia harus mengikuti Henry. Bukankah Henry juga asing dnegan tempat ini?
“Hya! Henry-ssi, kenapa kau yang di depan? Bukankah kau juga tidak tahu daerah ini?”
“Mmm..Kenapa memangnya? Kau tak percaya kepadaku?”
“Tentu aku saja tak percaya padamu!” Hyun berkacak pinggang dan memperlihatkan ekspresi menantangnya.
“Huh, gadis aneh. Sudahlah ikut aku saja.”
Hyun terlihat curiga dengan gelagat Henry yang sepertinya sangat mengenal daerah ini. Namun, pikirannya itu hilang saat ia mnyadari Henry mengjaknya ke taman yang sangat indah. Di sekitar taman tersebut banyak sekali bunga sakura yang sedang bermekaran.
“Wow..Yeoppo.” Hyun merentangkan tangannya lalu berputar-putar di taman tersebut. Ia mengeluarkan kamera SLR-nya lalu memotret segala macam hal yang ada di taman itu.
“Kampungan sekali kau.”sindir Henry yang sontak membuat Hyun tersadar.
“Mwo? Apa katamu?”
“K-A-M-P-U-N-G-A-N”
“Hyaa!! Kau ini menyebalkan sekali. Huh, menyesal aku menemanimu jalan-jalan,”
“Ya sudah sana pergi. Kau tidak bisa bertemu dengan Donghae Hyung.haha..Kasihan sekali,”ujar Henry mengejek. Ia mengeluarkan kamera SLR-nya yang tentunya lebih keren daripada milik Hyun. Hyun sebal memandang Henry yang sepertinya pamer SLR-nya yang lebih bagus daripada milik Hyun.
“Aku lapar. Aku mau makan,” Hyun pergi meninggalkan Henry. Henry yang kesal hanya bisa mengikuti Hyun.
Henry dan Hyun berjalan-jalan sepanjang hari. Sampai-sampai mereka lupa bahwa hari sudah sore. Henry merasa sangat senang. Akhirnya ada juga orang yang mau menemaninya berjalan-jalan. Hyun pun juga begitu. Ia kini merasa lebih akrab dengan Henry. Mereka saling bercanda tawa walaupun masih diliputi ejekan dan perdebatan yang tak henti-hentinya. Henry memutuskan untuk mencari dorm. Hyun bingung harus membantu Henry. Ia tidak tahu sama sekali daerah ini. Bagaimana ia bisa membantu menemukan dorm.
“Henry-ssi, kau yakin akan mengajakku mencari dorm suju?”tanya Hyun tak yakin.
“Ne. Memangnya kenapa? Kau keberatan?”
“Bukan! Demi bertemu dnegan Donghae Oppa aku rela melakukan ini. Berjalan dengan seorang menyebalkan,”katanya smabil melirik Henry.
“Yah terserah sajalah. Ayo cepat! Sudah sore ini. Ppali ppali!” Hyun terpaksa berdiri dari duduknya. Padahal ia belum kenyang. Tapi karena si Henry yang menyebalkan ini dia harus menurut. Demi Donghae, katanya dalam hati.
Henry berpura-pura lupa arah. Padahal sebenarnya ia sedikit ingat dimana letak dorm suju. “Ah sepertionya ke arah sini. Bagaimana menurutmu,Hyun?”tanya Henry menoleh kearah Hyun disampingnya.
“Jika kau tahu jalannya kenapa kau mengajakku? Kau mengerjaiku ya?”
“Aku memang sedikit ingat. Hanya saja aku ingin mengajakmu untuk jaga-jaga jika aku tersesat aku kan ada teman yang bisa disalahkan.” Ujar Henry santai dengan tampang arrogantnya.
“Mwo? Jinja. Kau benar-benar menyebalkan. Cepat. Ke arah mana ini?”tanya Hyun kesal.
Setelah lama berkelut dengan kepura-puraannya, Henry akhirnya menemukan dorm. Tentu saja menemukannya. Ia tadi menanyakan alamat pada Donghae. Tapi dia tetap dalam aktingnya, “Ah ini dia dormnya. Akhirnya aku bisa menemukannya. Gomwao,Hyun-ah,” Henry melihat ke samping. Hyun menatapnya dengan curiga. Henry mendekatkan wajahnya pada Hyun. Jarak mereka hanya tinggal beberapa sentimeter saja. Hyun yang gugup ingin menjauhkan wajahnya dari Henry. Tapi tubuhnya terasa membeku.
Henry meenatap mata Hyun jahil, “Wae?”
Hyun akhirnya memberanikan diri untuk angkat bicara dan berusaha menghilangkan rasa gugupnya. “Kau bohong ya?”
“Bohong?”Henry tak mengerti.
“Kau sebenarnya tahu kan dimana dorm suju? Apakah kau snagat bodoh? Mana mungkin seorang artis kaya sepertimu tidak mempunyai handphone atau benda lain untuk menghubungi Hyung-hyungmu. Kau pasti hanya mengerjaiku ‘kan?”
Henry mulai gugup. Beberapa butir keringat muncul di keningnya. Dia berusaha menenangkan hembusan nafasnya. “Aniya. Aku benar-benar lupa,”
“Ah..Kau ini tak bisa berbohong sekarang. Apa maksudmu mengerjaiku seperti ini? Kau suka padaku?”ucap Hyun.
Henry merasa terpojok. Akhirnya ia mengakui bahwa dirinya memang hanya mengerjai Hyun. “Ne..ne..Aku memang mengerjaimu. Wae? Kau tak suka?”
Hyun yang sebal memukul kepala Henry. “Hya! Orang mana yang suka dikerjai oleh orang asing sepertimu. Pabboya! Kau menyebalkan!”
“Ya sudah kalau kau marah. Jadi, kau tidak perlu bertemu dengan Hyung-ku yang lain. Padahal aku berniat untuk mengenalkan mereka denganmu. Oke. Gomawo sudah menemaniku jalan-jalan. Kau benar-benar tak ingin ikut ke dorm?”
Hyun tak menjawab. “Baiklah. Aku mausk dulu. Annyeong,”ucap Henry meninggalkan Hyun. Namun, saat Henry belum sampai di pintu, Hyun memanggilnya, “Henry-ssi!” Sontak Henry berhenti. Tersenyum evil lalu membalikkan badannya. Hyun memperlihatkan muka melasnya, “Aku ikut..” Ia lalu berlari dan menjajari Henry.
Henry dan Hyun berjalan bersama. Mereka naik ke apartmen Suju. Di dalam lift Henry dan Hyun hanya diam. Tiba-tiba rasa gugup menyerang mereka. Ting! Lift sudah membuka. Henry segera keluar dari lift. Namun Hyun masih diam di dalam lift.
“Hey. Ayo.”ajak henry. Hyun hanya diam. Akhirnya Henry menarik tangan Hyun.
Mereka berjalan menuju dorm. Sampai di depan dorm, Henry memencet bell. Hyun yang berdiri disampingnya tidak bisa tenang. Ia memainkan jarinya. Menggigit-nggigit bibir menahan kegugupan. Menyeka keringat yang mulai mengucur. Henry yang melihatnya hanya tersneyum geli. Kenapa harus sampai gugup seperti itu,pikir Henry. Pada monitor apartement muncul seorang lelaki.
“Nuguseyo? Oh Henry!”ucapa si lelaki dari dalam dorm itu. Hyun melihat di layar lelaki itu adalah Donghae. Dia memelototokan matanya. Ia menoleh menatap Henry.
“Henry-ssi..”gumamnya lirih. Henry pun menoleh menyiratkan pertanyaan ‘Wae’.
“Aku gugup..Itu Donghae Oppa.”ucapnya lirih. Ia menutup wajahnya lalu bersembunyi di belakang lengan Henry.
Donghae melihat wanita dari layar. “Henry. Kenapa kau membawa wanita? Siapa dia?”
“Sudahlah Hyung buka dulu pintunya. Nanti kuceritakan.”
Pintu terbuka. Henry melangkah masuk. Nmaun, Hyun lagi-lagi tetap terdim di tempatnya. Henry pun harus menarik tangannya. Saat melewati pintu, jantung Hyun serasa berhenti. Donghae memberikan senyum selamat datang yang sangat hangat. Senyumnya sama persis seperti sneyum menawannya di televisi. Benar-benar membuat setiap gadis meleleh. Henry menyeret Hyun masuk ke ruang tamu. Lagi-lagi Hyun tersentak melihat para member suju yang duduk di sana menonton TV menoleh ke arahnya. Kegugupan merasuki Hyun. Bahkan lebih parah. Henry yang menyadarinya hanya bisa tersenyum mengejek sambil berucap, “Bagaimana? Bukannya tadi tidak mau ikut?”
Hyun menoleh ke samping. Menatap Henry dengan sebal. Lalu ia menginjak kaki Henry. “Awas kalau kau mengerjaiku lagi. Kau akan kubunuh,”ucapnya sambil mengacungkan jarinya di depan wajah Henry.
Member suju menatap mereka aneh. Hyun pun sadar akan tatapan aneh dari mereka. Hening. Hyun masih juga gugup. Akhirnya Leeteuk memulai pembicaran.
“Wuaa..Henry-a, siapa gadis ini? Annyeonghaseyo, Leeteuk imnida,”sapa Leeteuk di depan Hyun.
“A..anyeonghaseyo. Joneun Kim Hyun Neul-imnida.”jawab Hyun terbata-bata.
“Dia gadis aneh yang kutemui di jalan Hyung.”jawab Henry seadanya. Kembali muncul ide jahil di otak Henry.
“Mwo?! Henry-ssi! Kutegaskan sekali lagi aku sama sekali tidak tertarik untuk berjalan-jalan denganmu. Kau yang memintaku. Kau bilang kau tak tahu jalan dan apalah dnegan segala alasan anehmu itu. Dan kau bilang aku aneh? Yang aneh itu dirimu! Mana ada seorang artis tak tahu dormnya. Huh, lebih baik aku pulang saja!”Hyun hendak melangkahkan kakinya menuju pintu. Namun, Henry menarik tangannya.
“Hahaha..Ara..ara. Kau ini emosian sekali. Aku akan mengabulkan janjiku. Jadi jangan pergi,”
Para member Suju memperkenalkan diri kepada Hyun. Mereka bercerita banyak sekali. Hyun menceritakan kenapa ia bisa ke Korea dan menceritakan Indonesia. Ia juga menceritakan betapa menybalkannya si Henry itu. Ia tersipu malu setiap Donghae angkat bicara. Setelah lama mereka bercerita, Hyun pamit pulang. Leeteuk menyuruh Donghae mengantarnya.
“Hei, aku saja yang mengantarnya,”ujar Henry.
“Hya, Henry kau mau pulang ke dorm saja lupa jalan. Apalagi ke Lotte Hotel. Sudahlah Hae saja. Kau cemburu ya Hyun bersama Hae?”tanya Leeteuk Hyun yang mendengar kalimat terakhir hanya bisa melotot. Donghae tersenyum-senyum lalu merangkul pundak Hyun.
“Kajja,Hyun-a,”
Henry menatap mereka yang berjalan pergi dengan sinis. Tiba-tiba ada suara bisikan yang masuk melewati gendang telinganya.
“Kau suka dia,mochi.” Lalu dilanjutkan tawa para member. Ternyata seseorang yang membisikkan tadi Eunhyuk.
~<3333~
Hyun berjalan-jalan di sekitar KBS Building. Ia dengar dari internet, hari ini akan ada Pre-Record Music Bank. Tentu saja ia sangat ingin menonton idolanya secara live. Walaupun dia pernah bertemu sangat live. Ya donghae. Dia benar-benar telah merebut hati Hyun. Hyun melangkahkan kakinya menuju gedung. Ia berjalan dnegan santai sampai segerombolan ELF berlari-lari mengejar seseorang. Orang itu melewati Hyun, ia memandang Hyun sebentar lalu menyeret Hyun ikut dengannya. Hyun tak bisa mengenali lelaki tersebut karena wajahnya di tutup dengan masker.
Lelaki itu menyeret Hyun jauh sampai melewati beberapa bodyguard yang menjaga jalan menuju ke dalam gedung tempat artis bersiap-siap tampil. Hyun di seret sampai mereka berdua memasuki ruang ganti. Saat Hyun dan lelaki itu masuk dengan berlari, orang yang ada di dalam ruang ganti memandang kedatangan Hyun dan sang lelaki. Sontak Hyun menutup mulutnya lalu membalikkan badan memunggungi para namja yang ada dalam ruang ganti.
TBC…
Reader mianhe klo jelek dan sering typo ya..hehe RCL PLEASE..

bagus chingu ffnya..
cuma masi banyak typo sana-sini..hehehe..
diperbaiki dikit pasti makin bagus.. ^^
lanjut donkkkk.. ><
haha..iya msh banyak yg typo,mls ngeditnya
gomawo ya
YAH kenapa tbc?
YAH lagi seru /abaikan
nice ff~!
ditunggu lanjutannya~
makasih chinguu
Bagus kok. Cuma kurang gara gara typo. ^^~
wah gomawo ya..
aku emang agak mls buat ngilangin typo-nya.dan aku yakin pasti msh banyak typo..
mksh atas masukannya^^
lanjut thor kren
ffnya bagus chingu ^^ kukira oneshoot ._.
*nahloh
eh itu kasian banget diseret”~
lanjutannya cepet yah chingu
ini continue.Tapi g banyak2 kok partnya..hehe
Makasih ya udah baca plus comment
Wuoooo penasaran nih xD
Ditunggu next part nya
Jngan lama postnya..soalnya penasaran.hahah
hyaaaa~ kirain oneshoot, twnya series. hehehehe~ aku seneng bgt akhirnya muncul FF castnya my mochiiii~ gomawo ya thor
Waaww~ FF nya seru..
Tapi kenapa TBC? dikirain Oneshoot.. XD
Lanjutnya jngn lama – lama ya thor
Yah, ku kira oneshoot ternyata tbc…
Biikin penasaran nih klo sekuel kyk gini….
Td yg narik hyun pake masker sapa ya…? Henry atau Donghae…? #mau dong ditarik mereka *abaikan*
Ditunggu part slanjutnya author.., jangan lama2 ya…
Fightiiing….!!
eh, masih TBC toh? kirain oneshot.
Henry Lau!!! aih, aku pingin jadi Hyun, jalan-jalan ama Mochi…..
udah ada lanjutannya belum yak? #ngubek-ngubek FFIndo