Title : HARD [PROLOG]
Author : Joonisa (@Joonisa)
Rating : PG 15
Genre : Thriller, Action, Friendship,Romance, Angst,AU
Length : Chaptered (Maybe 4 or 5 chapters)
Cast :
- Kim Hye Ri (OC) / YOU
- Lee Jong Hyun (CN BLUE)
- Kang Min Hyuk (CN BLUE)
- Jung Yong Hwa (CN BLUE)
- Lee Jung Shin (CN BLUE)
- Bae Su Ji / Suzy (Miss A)
Disclaimer : The plot and the idea is mine. The cast is mine too *kidding* ^^
Note : Hai hai… ini adalah FF Pertama aku dengan cast CNBLUE dan dengan genre thriller-action pula.. But i hope you all can enjoy this FF ^O^.
[PLAK!!]
Jong Hyun membanting sekuat tenaga amplop yang baru saja diterimanya dari seorang kurir kepercayaannya ke lantai. Tangannya mengepal, nafasnya memburu dan wajahnya memerah, menandakan kalau ia sedang menahan amarah yang membuncah di dalam dadanya.
“Aishh! Berani-beraninya dia mempermainkanku! Awas saja kalau sampai kau bertemu denganku! Habis kau, Jung Yong Hwa!”
Jong Hyun mengeluarkan ponsel dari saku bajunya dan menekan-nekan layar touch screen ponselnya itu dengan gemas, mencari nomer seseorang yang bernama Jung Yong Hwa. Setelah menemukannya, Jong Hyun menempelkan ponselnya ke telinga dengan tidak sabar. Nada sambung terdengar beberapa kali sebelum akhirnya sambungan telepon itu diangkat.
“Yeoboseyo?”
“Woy, Jung Yong Hwa! Apalagi ini yang kau kirimkan padaku, HAH?” Teriak Jong Hyun tepat di depan speaker ponsel.
“Masa kau tidak tahu? Itu adalah tugasmu berikutnya, kenapa bertanya lagi?” Yong Hwa bertanya balik dengan nada yang sangat tenang, berbeda sekali dengan Jong Hyun yang tidak tenang seperti cacing kepanasan (?).
“Bukankah kau bilang yang kemarin itu adalah tugas terakhirku dan aku akan segera mendapat bayarannya hari ini? Kenapa kau malau mengirimiku tugas lagi? Ini menyalahi kontrak!”
“Kau pernah membaca fanfiction?”
“Mwo?” Jong Hyun membelalakkan matanya, “Fanfiction?”
“Kau tau, aku suka sekali membaca fanfiction.” Jawab Yong Hwa dengan nada riang.
“Tsk! Lalu apa hubungannya, Tuan Jung Yong Hwaaaaaaa?” Jong Hyun memutar bola matanya.
“Sebagian besar fanfiction menyertakan epilog setelah ceritanya selesai. Dan tugas ini adalah epilog dari keseluruhan tugasmu yang ada di kontrak kita..”
[BUK!]
Jong Hyun melempar ponselnya ke lantai sampai baterainya terlepas dan layarnya pecah.
“SINTIIING!!!” teriak Jong Hyun. Ia kemudian menghempaskan dirinya di sofa dan memijit pelipisnya, mencoba untuk menenangkan diri.
[TING! TONG!]
“Aissh! Siapa lagi sih!” Jong Hyun bangkit dari sofa sambil mencak-mencak karena merasa terganggu. Begitu ia memencet interkom dan melihat siapa yang ada di luar, Jong Hyun mendengus pelan.
“Ya! Kang Min Hyuk! Untuk apa kau memencet bel lagi? Kalau mau masuk ya masuk saja!” ucap Jong Hyun di depan interkom. Ia kemudian kembali menuju sofa dan duduk berselonjor di atasnya.
[KLEK!]
“Annyeong, Hyung!” Min Hyuk menyembulkan kepalanya di balik pintu dan melambaikan tangan. Ia lalu masuk dan berlari kecil menghampiri Jong Hyun.
“Hmm? Ada apa?” tanya Jong Hyun sambil memijit pelipisnya tanpa menatap Min Hyuk. Min Hyuk sudah ingin membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tapi tidak jadi setelah ia melihat ponsel Jong Hyun yang sudah tidak jelas lagi bentuknya di lantai.
“Hyung, kenapa kau menganiaya ponselmu seperti ini?” tanya Min Hyuk sambil mengumpulkan serpihan(?) ponsel Jong Hyun.
“Semua ini gara-gara si sinting itu.”
Min Hyuk meletakkan sepihan ponsel Jong Hyun di atas meja ruang tengah. “Sinting? Siapa yang sinting?”
“Jung Yong Hwa!”
“Oh!” Min Hyuk tiba-tiba berseru dan duduk di sebelah Jong Hyun. “Tujuanku ke sini sebenarnya juga mau membicarakan tentang Yong Hwa hyung.”
Jong Hyun menatap Min Hyuk dengan alis bertaut. “Kau juga dapat tugas yang disebutnya sebagai EPILOG itu?”
“Ne!” Min Hyuk mengangguk cepat.
“Sigh… sudah kuduga dia akan mengulur-ngulur waktu untuk membayar kita!” Jong Hyun beranjak dari sofa dan berjalan ke arah pantry. Min Hyuk mengerucutkan bibirnya.
“Apa hyung sudah mengetahui apa tugasnya?”
“Belum.” Jawab Jong Hyun pendek. Ia membuka kulkas, mengambil 2 kaleng soda, kemudian melemparkan 1 kaleng untuk Min Hyuk. Min Hyuk menangkapnya dengan sigap.
“Gomawo, hyung.”
“Memangnya apa tugasmu?” tanya Jong Hyun sambil kembali duduk di sebelah Min Hyuk dan meminum sodanya.
“Bukan tugasku hyung, tapi tugas KITA. Untuk misi kali ini, kita ditugaskan berdua.”
“HPFFFTTTT…” Jong Hyun memuncratkan separo dari soda yang diminumnya setelah mendengar perkataan Min Hyuk. “Mworago? Kita ditugaskan.. berdua?”
Min Hyuk mengangguk. “Kau pasti keburu membanting ponselmu sebelum Yong Hwa hyung menjelaskan apa tugasnya kan?”
Jong Hyun mengelap bibirnya yang penuh dengan soda dengan tangan. “Iya, tadi aku keburu mengumpatnya habis-habisan. Tumben sekali kita ditugaskan berdua, biasanya kita tidak pernah didekatkan kalau sedang bertugas…”
“Hmm.. makanya, aku juga bingung. Dan tugas kita kali ini cukup aneh..”
Jong Hyun merubah posisi duduknya. Ia menanti lanjutan dari kata-kata Min Hyuk yang menggantung.
“Kita.. disuruh menjadi teman, sahabat, pengawal, dan pengawas dari.. seorang yeoja.”
Mata Jong Hyun membulat. Baru saja ia ingin membuka mulut untuk protes, tapi Min Hyuk mengangkat amplop yang dikeluarkan dari sakunya.
“Foto dan data-data yeoja itu ada di dalam amplop ini. Hyung sudah lihat kan?”
Jong Hyun melongo, kemudian menggeleng pelan. “Aku bahkan sudah mengumpat dan menyumpahi Yong Hwa ketika baru saja menerima amplop itu. Aku belum membukanya apalagi melihat isinya.”
Min Hyuk menoyor kepala Jong Hyun sampai Jong Hyun terhuyung ke belakang. “Kendalikanlah emosimu sedikit, hyung!”
“Bagaimana aku tidak emosi? Seharusnya tugas kita berdua sudah selesai kan, tapi kenapa Yong Hwa mengirim amplop ini lagi? Jelas saja aku kesal setengah mati!” Jong Hyun bersungut-sungut. Min Hyuk memutar bola matanya, kemudian menghela nafas panjang.
“Mau tidak mau kita harus menyelesaikannya, hyung. Kalau tidak, kita tidak akan dapat apa-apa kecuali baju-baju yang sudah disponsori oleh Yong Hwa hyung.”
Min Hyuk dan Jong Hyun menghela nafas berbarengan. Pandangan mereka sama-sama menerawang ke langit-langit. Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain mematuhi apa yang dikatakan Yong Hwa.
Jong Hyun dan Min Hyuk adalah anak buah Jung Yong Hwa. Mereka bertugas sebagai spy atau biasa disebut intel. Tugas mereka adalah meringkus para kriminal yang sedang dicari-cari oleh pihak kepolisian.
Sebelum bertemu dengan Yong Hwa, Jong Hyun dan Min Hyuk hanya seorang mahasiswa biasa yang lulus dengan nilai pas-pasan dan belum memiliki pekerjaan tetap. Jong Hyun bekerja part time di restoran makanan Jepang bersama dengan Min Hyuk. Mereka tentu tidak menerima tawaran pekerjaan dari Yong Hwa begitu saja. Yong Hwa mengiming-imingi mereka dengan bayaran 10 Milyar Won kalau mereka berhasil menyelesaikan misi-misi yang diberikan oleh Yong Hwa.
Di dalam kontrak yang sudah mereka tanda tangani, misi yang harus mereka lakukan masing-masing berjumlah 20 misi. Semuanya sudah diselesaikan dengan baik dan rapi oleh Jong Hyun dan Min Hyuk. Misi-misi yang sudah pernah mereka selesaikan diantaranya adalah menangkap penyelundup barang elektronik, penyelundup narkoba, dokter yang dengan sengaja mencari keuntungan dari pasien, pegawai bank yang memalsukan tanda tangan, pembuat skripsi komersial, pembajak lagu, dan masih banyak lagi.
Jong Hyun kontan emosi ketika Yong Hwa kembali mengirimkan amplop berisi misi kepadanya. Dengan adanya amplop misi itu, berarti jumlah misi yang harus ia selesaikan bukan 20 seperti yang tertulis di dalam kontrak, melainkan ada 21 misi. Nasib yang sama juga menimpa Min Hyuk, di mana ia juga mendapat amplop misi ke 21 dari Yong Hwa. Tapi pembawaan Min Hyuk yang cenderung ‘cool’ membuat ia terlihat lebih sabar dari Jong Hyun, meskipun ia sebenarnya juga kesal pada Yong Hwa.
“Aish!! Arasseo arasseo! Sini, aku mau lihat orangnya!”
Min Hyuk menyerahkan amplop miliknya pada Jong Hyun. Jong Hyun mengeluarkan semua isinya dan mengamatinya satu persatu. Tatapannya tertuju pada foto yang disertakan Yong Hwa di dalam amplop tersebut.
“Namanya Kim Hye Ri, umur 21 tahun, mahasiswi jurusan teknik informatika semester akhir di Sungkyunkwan University.”
Jong Hyun terus menatap yeoja yang ada di dalam foto itu lekat-lekat. Ia mendengar apa yang dikatakan Min Hyuk, tapi ia sama sekali tidak mau mengalihkan perhatiannya sedetik pun dari foto itu, seperti ada suatu hal dari yeoja itu yang sangat menarik perhatiannya.
“Hyung, ada apa? Kau kenal dengannya?”
Jong Hyun menggeleng. “Aniya.”
Min Hyuk mengerucutkan bibirnya. “Kenapa fotonya dipelototi terus-terusan seperti itu?”
“Apa yang diperintahkan Yong Hwa pada kita? Kita apakan yeoja ini?”
“Hmm.. Yong Hwa hyung bilang kita cukup berteman dan mengawasi gadis ini sampai ada instruksi selanjutnya dari Yong Hwa hyung.
“Jadi kita tidak langsung melapor ke polisi seperti biasa?”
Min Hyuk mengangguk. “Kita menunggu instruksi bos dulu, baru bergerak.”
Jong Hyun kembali mengamati foto Kim Hye Ri. “Sepertinya yeoja ini bukan seorang kriminal.”
“Aku pikir juga begitu.”
Jong Hyun menyerahkan foto Hye Ri pada Min Hyuk, kemudian ia bersandar di sofa dan memejamkan matanya.
“Mana kita tahu. Mungkin saja di balik wajah yang terlihat baik itu tersimpan naluri yang seperti iblis. Kita tidak boleh tertipu, Kang Min Hyuk.”
Min Hyuk menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
===============
@ Jung Yong Hwa’s House
Yong Hwa mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja. Di tangan kanannya ada foto seorang yeoja yang sedari tadi diamatinya.
“Kim Hye Ri…. Hufffff…”
Yong Hwa melempar foto Hye Ri ke sembarang arah. Ia kemudian memegangi pelipisnya.
“Ini akan menjadi yang tersulit dalam hidupku. Dan juga di dalam hidup kalian, Jong Hyun.. Kang Min Hyuk….”
Air mata Yong Hwa yang sedari tadi ia tahan di ujung matanya, akhirnya mengalir dengan derasnya.
“Mianhae… mianhae…. Jeongmal mianhae..”
Saat Yong Hwa menunduk, matanya tiba-tiba mengarah ke laci meja yang tepat berada di sebelah lutut kanannya. Yong Hwa mengarahkan tangannya untuk membuka laci itu dan mengambil sebuah benda yang berwarna hitam, berkilau, dan cukup berat.
Sebuah pistol kini berada di dalam genggamannya.
Yong Hwa mengamati pistol itu lekat-lekat. Cukup lama sampai akhirnya Yong Hwa meletakkan kembali pistol itu di tempatnya semula.
“Pistol itu yang akan membunuhmu, Lee Jung Shin.”Gumam Yong Hwa pada dirinya sendiri. Yong Hwa kemudian mengambil ponselnya yang terletak di atas meja dan menekan nomer seseorang.
“Yeoboseyo. Kang Min Hyuk?”
“Ne, hyung. Ada apa?” suara Min Hyuk terdengar jelas di ujung telepon.
“Apa Jong Hyun sedang bersamamu?”
“…..”
“Min Hyuk-ah?”
“Ne, hyung. Dia ada bersamaku sekarang.”
“Bagus. Tolong kalian berdua ke sini sekarang juga. Aku ingin membicarakan tentang Hye Ri.”
“Ne! Segera, hyung!” suara Min Hyuk terdengar bergema, membuat Yong Hwa mengerutkan alis. Tapi sesaat kemudian ia tahu kalau Min Hyuk sedang berbicara dengan menggunakan loudspeaker.
“Ah, tolong katakan pada Jong Hyun kalau aku sama sekali tidak sinting.”
“Jangan mengelak!” sambar Jong Hyun tiba-tiba.
Yong Hwa mengulum senyum. Tiba-tiba sebuah ide jahil melintas di kepalanya.
“Aku akan membayar penuh Min Hyuk sampai misi ke 21 selesai. Sedangkan kau, kau baru akan dibayar setelah misi ke 21 dikali 21 dikali 21 selesai!” ucap Yong Hwa dengan nada yang dibuat-buat galak.
“Mwo? Ck! Apalagi namanya kalau bukan sinting, hah?” tanya Jong Hyun sinis, membuat senyum Yong Hwa semakin lebar.
“Ck! Kau yang sinting! Anak ada buah mana yang meminta bayaran tapi berani mencaci maki bosnya selain kau?”
“Sudahlah hyung..” terdengar suara Min Hyuk menengahi debat kusir di antara Yong Hwa dan Jong Hyun. “Yong Hwa hyung itu hanya bercanda. Tidak usah terlalu serius kenapa sih?”
“Mianhae.. bos Yong Hwa.”
“Dasar badut!”
[KLIK!]
“Hahahahahahahaha..” Yong Hwa tertawa terbahak-bahak begitu sambungan telepon terputus. Ia benar-benar tertawa sangat keras sampai air matanya kembali keluar.
===============
15 minutes later…
Min Hyuk dan Jong Hyun sudah berdiri di hadapan Yong Hwa yang sedang bersandar di kursi kerjanya. Yong Hwa menatap satu-persatu anak buahnya itu, kemudian ia membuka laci tempat pistol yang ia ambil tadi. Ternyata di dalam laci itu masih terdapat 2 pistol lain yang sama dengan yang diambil Yong Hwa beberapa menit yang lalu. Yong Hwa mengambil 2 buah pistol itu dan meletakkannya di atas meja.
“Ambillah..”
Jong Hyun dan Min Hyuk mengambil pistol itu. Mereka berdua mengamati pistol itu dengan seksama.
“Keluaran terbaru?” tanya Jong Hyun.
“Hmmm..” Yong Hwa mengangguk. “Limited edition, hanya diproduksi 5 buah. Aku masih punya 1, jadi total yang kumiliki ada 3. Mendapatkannya pun sangat sulit, harganya juga selangit.”
“Kemampuannya?” tanya Min Hyuk.
“Sebanding dengan harganya. Pokoknya tidak akan menyesal kalau memakainya.” Jawab Yong Hwa dengan nada meyakinkan.
“Untuk apa kau memberi kami pistol mahal seperti ini?”
Yong Hwa menarik nafasnya dalam-dalam, mengambil jeda sebelum ia menjawab pertanyaan Jong Hyun.
“Untuk jaga-jaga saja. Pakailah hanya dalam keadaan paling darurat.”
Jong Hyun menatap lurus ke arah Yong Hwa. “Ini.. bukan untuk menembak Kim Hye Ri kan?”
“Hpffttt..” Yong Hwa menahan tawanya. “Tentu saja bukan!”
“Kalau begitu keadaan paling darurat bagaimana yang kau maksud?” tanya Jong Hyun lagi. Min Hyuk yang sedari tadi masih mengagumi pistol, mendongakkan kepalanya karena tertarik dengan apa yang dibicarakan sahabat dan bosnya itu.
“Yah.. darurat seperti yang sesuai dengan pemahamanmu. Saat kau benar-benar merasa di ujung tanduk.. saat kau benar-benar merasa hidupmu akan diakhiri oleh seseorang..” nada bicara Yong Hwa berubah menjadi puitis. Jong Hyun dan Min Hyuk saling berpandangan.
“AH!” seru Yong Hwa tiba-tiba, membuat Jong Hyun dan Min Hyuk sedikit tersentak. “Mengenai Kim Hye Ri, tolong jaga dia baik-baik. Jangan sampai kalian menyakitinya sedikit pun.”
“Kalau boleh tahu, memangnya dia itu siapa, hyung?” tanya Min Hyuk.
“Dia..” Suara Yong Hwa tiba-tiba tercekat, seolah-olah ada batu yang tiba-tiba masuk ke dalam kerongkongannya. Yong Hwa memejamkan matanya beberapa detik, kemudian membukanya kembali.
“Dia.. adalah yeoja yang sangat kucintai.”
To Be Continue…
Bagaimana? Gaje kah? Jelek kah? Kkk XD..
Buat mmmpeb.. ini aku berikan secara kredit yah ^^.. Hahahaha *ketawa evil*

sukaaa
ak demen ff bgnian xD
eh castnya cn blue ni jonghyun bodor bgt sih dsni
emg pantes dia mah jd org emosian tp dodol tp jago tp ganteng *ga jelas
lanjut bca ah
buat part 1 nyaa, siap-siap ada tissue nih~
LAnjut yaa ..
Penasaran bgt nih ..
wahhhhh CN BLUE >,<
lanjut part 1 hihihi
Hwaiting eonnie
enggak juga kok author, bagus juga prolognya. hahaha