Title : HARD [PART 1]
Author : Joonisa
Rating : PG 15
Genre : Thriller, Action, Friendship,Romance, Angst,AU
Length : Chaptered (Maybe 4 or 5 chapters)
Cast :
- Kim Hye Ri (OC) / YOU
- Lee Jong Hyun (CN BLUE)
- Kang Min Hyuk (CN BLUE)
- Jung Yong Hwa (CN BLUE)
- Lee Jung Shin (CN BLUE)
- Bae Su Ji / Suzy (Miss A)
- Lee Jin Ki / Onew (SHINEE)
Disclaimer : The plot and the idea is mine. The cast is mine too *kidding* ^^
Note : Happy reading ^^ mudah-mudahan ngga pada bosen…
“Dia..” Suara Yong Hwa tiba-tiba tercekat, seolah-olah ada batu yang tiba-tiba masuk ke dalam kerongkongannya. Yong Hwa memejamkan matanya beberapa detik, kemudian membukanya kembali.
“Dia.. adalah yeoja yang sangat kucintai.”
“Mwo?” tanya Min Hyuk dan Jong Hyun bersamaan.
“Jadi kau suruh kami untuk berteman dan mengawasi pacarmu, begitu?” tanya Jong Hyun yang masih syok.
“Dia bukan pacarku.” Jawab Yong Hwa pendek.
“Hah?” Jong Hyun mengerutkan alisnya, seolah meminta Yong Hwa untuk mengulangi kata-katanya.
“Dia bukan pacarku. Aku hanya mencintainya, itu saja.” jelas Yong Hwa.
“Jadi, hyung semacam pengagum rahasia dari yeoja itu?” kali ini Min Hyuk yang bertanya. Yong Hwa tersenyum, kemudian mengangguk.
“Kenapa kau suruh kami yang menjaganya? Kenapa tidak kau saja? Kau kan cinta padanya..” protes Jong Hyun.
Yong Hwa bangkit dari kursinya. Ia kemudian berjalan ke arah jendela ruang kerjanya dan duduk di atas pinggiran jendela yang kacanya sedikit menjorok ke luar. Yong Hwa menatap jauh ke luar jendela.
“Selama ini aku selalu menjaganya. Aku tidak pernah absen mengikutinya ke mana pun setiap hari. Bisa dibilang aku adalah stalker’nya. Tapi.. entahlah. Aku hanya merasa kalau aku bukan orang yang tepat untuk menjaganya.”
Jong Hyun baru saja ingin membuka mulut untuk protes lagi, tapi Min Hyuk buru-buru menyenggol tangannya dan memberi isyarat dengan gelengan kepala. Jong Hyun pun menurut dan tidak jadi melayangkan protesnya. Ia diam, menunggu kata-kata selanjutnya dari Yong Hwa.
“Satu hal yang harus kalian ingat baik-baik.”
“Ne?” sahut Jong Hyun dan Min Hyuk berbarengan. Yong Hwa berbalik, bangkit dari duduknya, dan berjalan mendekat ke arah Min Hyuk dan Jong Hyun.
“Tolong jangan biarkan dia bertemu dengan seseorang yang bernama Lee Jung Shin. Jangan pernah! Arasseo?” ucap Yong Hwa dengan sangat tegas.
“Ne, arasseoyo, hyung.” jawab Min Hyuk.
“Tapi kenapa? Jung Shin itu siapa?” bukannya mengiyakan seperti Min Hyuk, Jong Hyun malah balik bertanya. Yong Hwa menepuk bahu Jong Hyun.
“Nanti kau akan tahu setelah aku tidak ada.”
Yong Hwa pun berlalu dan keluar dari ruang kerjanya tanpa menghiraukan tatapan aneh dari Jong Hyun dan Min Hyuk. Jong Hyun melempar tatapan ‘apa-maksud-yong-hwa’ pada Min Hyuk, tapi Min Hyuk hanya menggelengkan kepalanya pelan tanpa suara.
===============
Tomorrow..
@Sungkyunkwan University
“Hye Ri-ah..” panggil Suzy.
“Hmmm..” jawab Hye Ri tanpa menatap Suzy. Tatapannya fokus ke arah laptopnya. Suzy memasang tampang cemberut ke arah Hye Ri karena panggilannya hanya direspon dengan jawaban pendek tanpa huruf vokal.
“Hye Ri-ah!” panggil Suzy sekali lagi, kali ini lebih keras dari sebelumnya.
“Wae?” tanya Hye Ri. Tatapannya masih tidak lepas dari laptopnya.
“Tatap aku kalau sedang bicara!” protes Suzy sambil menarik-narik lengan baju Hye Ri. Hye Ri mendengus pelan, kemudian menoleh ke arah Suzy.
“Ada apa sih, Suzy sayang?”
“Nanti habis ini temani aku ya…”
“Ke mana?”
“Belanja! Aku sudah lama tidak berbelanja.. mau yah? Yah? Hye Ri? Mau yah? Jebaaal..” Suzy memelas sambil menarik-narik lengan baju Hye Ri lagi. Hye Ri menatap bingung ke arah sahabatnya baiknya itu.
“Bukankah bajumu sudah penuh sesak di lemari? Tas dan sepatumu juga, untuk apa belanja lagi?”
“Aaaah.. kemarin aku melihat ada tas yang sangat kyeopta keluaran merek H! itu tas terbaru dan limited edition! Pokoknya sangat bagus!! Ayolah Hye Ri, temani akuu.. yah yah?”
“Tasmu kan sudah ba…”
“Nanti aku belikan keyboard portable, mouse portable, dan hardisk external 1 terabyte. Bagaimana? Oke?” Suzy mencoba membujuk Hye Ri dengan menawarkan gadget-gadget itu padanya. Hye Ri menggigit bibirnya, bingung antara menerima tawaran Suzy atau tidak. Di satu sisi ia memang ingin memiliki semua barang itu karena ia tidak punya cukup uang untuk membelinya, tapi di sisi lain ia tidak ingin dianggap matre dan memanfaatkan Suzy karena Suzy adalah anak orang kaya.
“Aduh.. bagaimana ini?” batin Hye Ri.
“Hye Ri-ah.. ayolah.. yah yah? Atau kau mau membeli yang lain lagi? Katakan saja padaku, tapi temani aku belanja.”
“Baiklah, aku akan menemanimu.” Ucap Hye Ri setelah menghela nafas cukup panjang.
Hye Ri dan Suzy sudah berteman sejak awal masuk universitas. Mereka berdua terlahir dengan latar belakang keluarga yang sangat jauh berbeda. Hye Ri lahir dari keluarga yang sederhana, sedangkan Suzy lahir dari keluarga yang sangat kaya raya. Meskipun Hye Ri mempunyai keluarga yang sederhana, tapi ia memiliki orang tua yang selalu memberikan kasih sayang dan kehangatan untuknya. Berbeda dengan Suzy, meskipun orang tuanya kaya raya, tapi ia selalu merasa kesepian karena selalu ditinggal kedua orang tuanya bekerja bahkan tidak jarang ia ditinggal ke luar negeri.
Karena Suzy sering merasa kesepian itulah, ia sering mengajak Hye Ri berbelanja. Belanja merupakan obat yang ampuh bagi Suzy untuk membunuh waktu, apalagi bersama Hye Ri, waktu menjadi semakin tidak terasa. Terkadang Hye Ri agak malas juga menemani Suzy berbelanja karena Suzy kalau berbelanja suka kalap. Tapi Suzy selalu mengiming-imingi Hye Ri – yang juga adalah seorang hacker dan penggila gadget – dengan gadget yang kebetulan sangat diinginkannya.
“Assiiiiikkkkk…” Suzy jingkrak-jingkrak di bangku kantin. Hye Ri hanya tersenyum menanggapi kelakuan sahabatnya itu, lalu ia kembali menekuri laptopnya.
Tanpa Suzy dan Hye Ri sadari, ada dua pasang mata yang sudah mengamati gerak-gerik Suzy dan Hye Ri sejak mereka memasuki kantin. Dua orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Jong Hyun dan Min Hyuk. Mereka berdua duduk tidak terlalu jauh dari meja Suzy dan Hye Ri, sehingga mereka bisa mengamati Hye Ri dengan bebas dan tanpa ketahuan siapapun.
“Yeoja itu lumayan juga.” Komentar Min Hyuk sambil terus mengarahkan tatapannya ke arah Hye Ri.
“Hmmm.. not bad.” Ucap Jong Hyun dingin. “Lantas siapa yang akan menjalankan rencana ‘kopi yang tumpah’ ini? Kau atau aku?”
“Bagaimana kalau kita suit?”
“Sirheo! Kau saja yang melakukannya!” Jong Hyun mendorong kopi yang dipesannya ke hadapan Min Hyuk.
“Hyung takut kalah kan?”
“Mwo?” Jong Hyun melirik sadis ke arah Min Hyuk. Min Hyuk mencibir ke arahnya.
“Kalau hyung tidak takut, buktikanlah..”
“Baik! Ayo kita suit!”
“Ayo!”
“Gunting, batu, kertas!”
Jong Hyun dan Min Hyuk mengulurkan tangan mereka. Min Hyuk mengeluarkan batu dan Jong Hyun mengeluarkan gunting. Jong Hyun langsung menutup matanya, tidak sanggup menyaksikan kalau ia kalah telak dari Min Hyuk.
“Hyung kalah~ weee..” Min Hyuk menjulurkan lidahnya.
“Aish! Arasseo! Sini, berikan kopinya!”
Min Hyuk menyerahkan kopi itu ke tangan Jong Hyun dengan sikap sopan, yaitu dengan menggunakan kedua belah tangannya. Jong Hyun yang masih tidak terima dengan kekalahannya, menerima kopi itu dengan ogah-ogahan.
“Hwaiting, hyung! saranghae!” bisik Min Hyuk saat Jong Hyun beranjak dari kursinya. Jong Hyun melotot dan mengepalkan tinjunya ke arah Min Hyuk. Min Hyuk terkikik sambil memegangi perutnya.
Jong Hyun berdeham sebentar dan mengatur ekspresinya sedemikian rupa agar terlihat tenang dan cool. Ia kemudian berjalan mendekati meja Hye Ri dan Suzy. Saat ia sudah berada sangat dekat dengan meja Hye Ri dan Suzy, tiba-tiba Hye Ri berdiri dan..
[BUKK!!]
“Awwwhh…” Hye Ri memegangi puncak kepalanya yang tanpa sengaja membentur dagu Jong Hyun saat ia akan berdiri. Jong Hyun pun hanya mematung dengan ekspresi syok karena skenario yang sudah ia susun bersama dengan Min Hyuk malah menjadi senjata makan tuan untuk dirinya sendiri. Seharusnya Jong Hyun yang menumpahkan kopi itu ke baju Hye Ri, tapi yang terjadi justru sebaliknya, kopi itu sukses mendarat di kemeja Jong Hyun dan membuat Jong Hyun menjadi basah kuyup.
“YA!” teriak Jong Hyun tepat di depan wajah Hye Ri. Hye Ri yang sedang kesakitan, medongak untuk menatap Jong Hyun karena Jong Hyun lebih tinggi darinya.
“Apa?” tanya Hye Ri bingung dengan tampang melongo.
“Kenapa bertanya? Kau tadi yang menubrukku! Lihat, bajuku sampai begini!” cerocos Jong Hyun yang kontan membuat mereka menjadi pusat perhatian seisi kantin.
“Oh..” jawab Hye Ri pendek. Hye Ri seperti kehilangan kata-katanya setelah kepalanya membentur dagu tajam Jong Hyun.
“Oh? Oh? Hanya itu yang kau katakan?” teriak Jong Hyun lagi. Suzy yang melihat kejadian itu hanya bisa mengepalkan tangannya yang gemetaran, sementara Min Hyuk tersenyum-senyum menahan tawanya di balik pilar kantin.
“Maaf..” ucap Hye Ri pelan. Ia baru menyadari baju Jong Hyun yang berubah warna dan basah karena ketumpahan kopi.
“Tsk! Maaf kau bilang? Apa maaf bisa membersihkan noda kopi di bajuku, hah!” bentak Jong Hyun lagi.
Hye Ri mengulurkan tangannya pada Jong Hyun. “Lepas bajumu.”
“Hah?” Jong Hyun membulatkan matanya, syok akan permintaan Hye Ri.
“Aku bilang lepaskan bajumu, nanti aku cuci sampai bersih.” Jawab Hye Ri polos dengan tangan yang masih menjulur untuk meminta baju Jong Hyun.
“Hah?”
“MAAFKAN AKU DAN LEPASKAN BAJUMU! NANTI AKU CUCI SAMPAI BERSIH!.” Ulang Hye Ri, kali ini dengan berteriak. Jong Hyun sampai menutup kedua telinganya dengan tangan.
“Arasseo arasseo! Akan kulepas!”
Jong Hyun pun melepas kemejanya, lalu menyerahkan kemeja itu pada Hye Ri. Hanya tank top putih yang masih melekat di tubuh bagian atas Jong Hyun. Hye Ri menyambut kemeja Jong Hyun, kemudian melipatnya dengan rapi di atas meja kantin, lalu memasukkannya ke dalam tas. Jong Hyun yang melihat pemandangan itu hanya bisa melongo, begitu pula dengan Suzy dan Min Hyuk yang tidak bisa menutupi keheranannya akan tingkah Hye Ri.
“Siapa namamu?” tanya Hye Ri pada Jong Hyun yang membuat Jong Hyun berhenti melongo.
“A.. aku? Aku.. Lee Jong Hyun.” Jawab Jong Hyun tergagap.
“Aku Kim Hye Ri. Bangapseumnida..” Hye Ri menundukkan kepalanya, kemudian menoleh ke arah Suzy. Melihat Suzy yang sepertinya ketakutan, Hye Ri menjadi iba. Ia langsung memasukkan laptopnya ke dalam tas, kemudian menarik tangan Suzy dan mengajaknya untuk keluar dari kantin.
“Ayo Suzy..”
Suzy menurut saja. ia mengikuti Hye Ri di belakang.
“Ya! Mau ke mana kau?” tanya Jong Hyun yang membuat langkah Hye Ri terhenti.
“Aku masih ada urusan lain. Bajumu akan kuserahkan besok.”
“Tapi..”
“Taman kampus jam 9 pagi..” potong Hye Ri cepat. Hye Ri pun berlalu setelah menyelesaikan kata-katanya dan meninggalkan Jong Hyun yang masih sedikit melongo. Min Hyuk menghampiri Jong Hyun setelah Hye Ri dan Suzy sudah benar-benar keluar dari kantin.
“Whoaaa.. daebak, hyung! Kau punya skenario sendiri rupanya!” Min Hyuk menepuk keras-keras bahu Jong Hyun. Jong Hyun menarik tangan Min Hyuk dan menyeretnya ke luar kantin. Jong Hyun sudah tidak kuat menahan malu karena sudah menjadi pusat perhatian sedari tadi. Min Hyuk hanya bisa menurut karena kalau ia mencoba memberontak, nasib tangannya hanya ada dua: patah atau putus!
===============
“Yang tadi itu di luar skenario, Min Hyuk-ah!” bisik Jong Hyun ketika mereka berdua sudah sampai di parkiran.
“Jinjja?” kali ini giliran Min Hyuk yang kebingungan. Mereka berdua saling menatap dan sama-sama menggaruk kepala mereka yang sebenarnya tidak gatal.
“Ya sudah, sekarang kita jalankan rencana kedua. Kali ini harus kau yang melakukannya, karena aku sudah melakukan rencana pertama!” ucap Jong Hyun dengan nada mengancam.
“Arasseo. Mana kunci mobilnya?” Min Hyuk menadahkan tangannya. Jong Hyun mengeluarkan kunci mobil dari saku celana dan menyerahkannya ke tangan Min Hyuk.
“Ikuti dia dan jangan sampai kehilangan jejak! Pokoknya hari ini dia harus kenal dengan kita berdua! Arasseo?”
“Siap, hyung!” Min Hyuk mengacungkan jempolnya pada Jong Hyun. Jong Hyun pun tersenyum lebar, kemudian meninggalkan Min Hyuk di parkiran dan berjalan menuju ke halte bus untuk pulang ke apartemennya.
Sementara itu, Min Hyuk celingukan di area parkir mencari jejak Hye Ri dan Suzy yang sempat menghilang. Tidak perlu waktu lama bagi Min Hyuk untuk menemukan Hye Ri dan Suzy. Dengan matanya yang setajam elang(?), ia dengan mudah melihat penampakan Hye Ri dan Suzy yang sedang berjalan menuju ke parkiran mahasiswa. Perlu diketahui, tadi Min Hyuk dan Jong Hyun sengaja parkir di parkiran khusus tamu VIP yang berada di seberang parkiran mobil mahasiswa, jadi sekarang keberadaan Min Hyuk sama sekali tidak diketahui oleh Suzy atau pun Hye Ri.
“Ini saatnya..” gumam Min Hyuk. Ia pun segera masuk ke dalam mobil dan memacunya ke luar dari parkiran. Ia sengaja memposisikan mobilnya agar bisa berpapasan dengan mobil yang dikendarai Suzy dan Hye Ri.
Tebakan Min Hyuk sangat tepat. Saat ia ke luar dari parkiran, mobil Suzy dan Hye Ri pun juga keluar dari parkiran. Min Hyuk memacu mobilnya dengan kecepatan sedang agar jarak mobilnya tidak terlalu jauh dari mobil Suzy dan Hye Ri. Mobil Suzy dan Hye Ri saat ini berada tepat di belakang mobilnya.
“It’s show time!” ucap Min Hyuk sambil tersenyum.
[DUGH!]
Min Hyuk sengaja mematikan mesin mobilnya secara tiba-tiba, yang membuat mobil Hye Ri dan Suzy ikut berhenti mendadak. Min Hyuk keluar dari mobilnya dengan memasang tampang kesal.
“Aish! Kenapa lagi ini mobilku?”
Min Hyuk membuka kap mobilnya dan berpura-pura mengutak-atik sesuatu di dalamnya. Sesekali ia melirik ke arah belakang mobilnya, memastikan kalau mobil Suzy dan Hye Ri masih berada di sana.
“Ada apa?” tanya Hye Ri pada Suzy. Suzy yang berada di kursi kemudi mengendikkan bahu.
“Molla.. sepertinya mobil namja itu mogok.”
Min Hyuk masih berpura-pura memperbaiki sesuatu di dalam kap mobilnya. Beberapa saat kemudian, ia berjalan ke arah mobil Suzy dengan memasang wajah memelas.
[TOK! TOK!]
Min Hyuk mengetuk pelan kaca mobil Suzy. Tapi yang diketuk oleh Min Hyuk bukanlah kaca di mana tempat Suzy duduk, melainkan kaca di mana tempat Hye Ri duduk. Hye Ri pun menurunkan kaca mobilnya.
“Agassi, maukah kau menolongku?”
“Ne?” tanya Hye Ri setengah bingung.
“Itu, mobilku mogok dan sepertinya harus di dorong supaya mesinnya bisa hidup kembali. Aku akan mendorong mobilnya, sementara kau yang mengendalikan stir-nya. Bagaimana? Kau mau kan menolongku, agassi?” pinta Min Hyuk. Hye Ri menoleh ke arah Suzy yang dibalas Suzy dengan menaikkan alisnya, kemudian menoleh lagi ke arah Min Hyuk.
“Baiklah, kami berdua akan menolongmu. Aku tidak bisa menyetir, jadi aku hanya akan ikut mendorong mobil bersamamu. Temanku yang ”
Wajah Min Hyuk berubah menjadi cerah seketika. “Oh, ne, baiklah!”
Hye Ri pun turun dari mobil diikuti oleh Suzy, sementara Min Hyuk cepat-cepat menutup kap mobilnya dan memposisikan dirinya untuk mendorong mobil. Suzy pun masuk ke dalam mobil dan mengambil alih kemudi, kemudian Hye Ri bersiap mendorong mobil bersama Min Hyuk.
“Suzy, kau siap?” tanya Hye Ri.
“Ne!” Suzy tersenyum di balik kaca spion.
“Oke, kita dorong sekarang. Hana…. Dul…. Set…..”
Min Hyuk memberi aba-aba dan saat itu juga ia dan Hye Ri mendorong mobil itu sekuat tenaga. Mobil itu pun akhirnya maju perlahan di atas tanah dan…
[BRRRMMMM!]
Tidak sampai 5 detik mereka mendorong, mobil Min Hyuk sudah menyala kembali. Senyum cerah tersungging di bibir Min Hyuk. Ia menatap ke arah Hye Ri yang juga sedang tersenyum sambil mengelap keringatnya.
“Gomawoyo..” ucap Min Hyuk.
“Ne, sama-sama.” Ucap Hye Ri. Ia langsung menunduk ketika matanya bertemu dengan mata Min Hyuk.
“Ini kuncinya. Mobilmu sudah bisa dipakai.” Suzy menghampiri Min Hyuk dan menyodorkan kunci mobilnya, membuat Min Hyuk berhenti memandangi Hye Ri dan mengambil kuncinya yang disodorkan Suzy.
“Gomawoyo..” ucap Min Hyuk pada Suzy.
“Ne.” Jawab Suzy pendek.
“Oh iya, siapa namamu?” tanya Min Hyuk pada Hye Ri yang masih menunduk, membuat Hye Ri spontan mendongakkan kepalanya.
“Oh,, aku? Aku.. Kim Hye Ri..” jawab Hye Ri agak gelagapan.
“Baiklah.. Hye Ri-ssi, Suzy-ssi, terima kasih atas pertolongan kalian hari ini ya.” Min Hyuk membungkuk hormat pada Suzy dan Hye Ri, membuat Suzy dan Hye Ri saling menatap bingung.
“Ah, aniya. Bukan apa-apa. Kau tidak usah terlalu terlalu formal begitu.” Hye Ri mengibas-ngibaskan tangannya.
“Iya benar.. ini Cuma bantuan kecil.” Suzy ikut mengibaskan tangannya. Min Hyuk terkekeh menanggapinya.
“Namaku Kang Min Hyuk. Kalian bisa memanggilku Min Hyuk.”
“Ne.. bangapseumnida.. ” jawab Suzy dan Hye Ri berbarengan.
Suasana menjadi hening beberapa saat. Min Hyuk seperti kehabisan kata-kata, sedangkan Hye Ri dan Suzy bingung harus berbuat apa.
“Kalau begitu kami permisi dulu, Min Hyuk-ssi. Kami ada keperluan lain.” Suara Suzy memecah keheningan di antara mereka bertiga.
“Oh iya iya silakan. Sekali lagi terima kasih ya.” Ucap Min Hyuk tulus.
“Ne.. anyyeong..” sahut Suzy. Sedangkan Hye Ri hanya mengekor di belakang Suzy dalam diam. Mereka berdua pun memasuki mobil Suzy dan langsung meninggalkan Min Hyuk di sana. Min Hyuk terus memandangi mobil Suzy sampai mobil itu menghilang di belokan jalan. Senyum lebar tersungging di bibirnya.
“Yong Hwa hyung… Seleramu bagus juga..”
===============
Hye Ri menatap ke luar jendela mobil sambil mengulum senyum. Pertemuan dengan Min Hyuk tadi rupanya menyisakan sesuatu di dalam hatinya. Saat Min Hyuk menatapnya, jantung Hye Ri tiba-tiba menjadi tidak karuan. Makanya saat Min Hyuk mengucapkan ‘Gomawoyo’, Hye Ri langsung menunduk. Ia takut Min Hyuk menangkap basah saat wajahnya berubah menjadi merah.
“Ya!” tegur Suzy yang masih mengemudi. Hye Ri agak tersentak dan langsung menoleh ke arah Suzy.
“Ne?”
“Kau kenapa?”
“Mwo?”
“Kenapa senyum-senyum sendiri?”
“Ani! Aku tidak tersenyum!” elak Hye Ri. Ia memalingkan wajahnya dan kembali menatap ke luar jendela. Suzy tertawa pelan.
“Kau ini masih mengelak! Tuh, mukamu merah!”
Hye Ri menutup wajahnya dengan telapak tangan, membuat Suzy tertawa semakin keras.
“Aaah sepertinya aku tahu! Pasti gara-gara Min Hyuk tadi, iya kan?”
Hye Ri diam, masih menutupi wajahnya dengan tangan. Pura-pura tertidur.
“Min Hyuk manis ya…” goda Suzy sambil mencolek pipi Hye Ri. Hye Ri mengangguk tanpa suara.
“Ciyeeeee.. hahahaha…” Suzy semakin terbahak-bahak melihat kelakuan Hye Ri. “Rupanya tipe idealmu seperti Min Hyuk itu ya. Ckckck.. aku tidak menyangka.”
Hye Ri membuka wajahnya, kemudian mendorong bahu Suzy pelan. “Kau ini membuatku malu saja!”
Suzy kembali tertawa. “Oh iya, yang kau tabrak di kantin itu juga lumayan tampan.”
“Oh.. yang itu..” Hye Ri menanggapinya dengan malas. “Memang tampan sih, tapi kelihatan sadis.”
“Hmmm.. benar sekali.” Suzy menganggukkan kepalanya. “Lebih baik Min Hyuk saja. Ngomong-ngomong apa dia satu kampus dengan kita?”
Hye Ri mengendikkan bahunya. “Molla.. aku tidak pernah melihatnya.”
“Lalu yang di kantin tadi.. siapa namanya?”
“Lee Jong Hyun.” Sambung Hye Ri.
“Ah iya, Jong Hyun, apa dia satu kampus juga dengan kita?”
“Entahlah, aku juga belum pernah melihatnya. Dan kebetulan aku juga tidak berminat untuk mencari tahu.”
“Pffttt…” Suzy menahan tawanya. “Ne.. Ne.. arasseo. Kau hanya berminat mendari tahu identitas Min Hyuk kan? Awhh..”
Hye Ri mencubit pelan lengan Suzy. “Kau ini, bisa tidak berhenti menggodaku?”
“Hahahaha…” Suzy kembali terbahak. “Nah, kalau kau naksir Min Hyuk, lalu bagaimana nasib Jin Ki?”
Hye Ri menatap Suzy dengan tatapan tidak percaya. “Dia itu Cuma teman, Suzy-ah.”
“Dia kan baik. Kenapa kau tidak suka padanya saja?”
Hye Ri menatap lurus ke arah jalan. “Entahlah. Aku merasa tidak bisa menyukainya meskipun kadang ingin memaksakan perasaan.”
“Hmm..” Suzy mengangguk paham. Suasana kemudian hening. Suzy fokus ke arah jalan, sementara Hye Ri sibuk dengan pikirannya sendiri.
“Benar juga.. Jin Ki sangat perhatian terhadapku, tapi kenapa aku tidak bisa menyukainya? Kenapa tidak ada rasa deg-degan sekalipun ketika berdekatan dengannya seperti saat Min Hyuk menatapku tadi? Aneh…” Hye Ri membatin. Tatapannya tiba-tiba tertumbuk pada sebuah benda yang menyembul dari dalam tasnya.
Kemeja Jong Hyun.
Hye Ri menyingkap tasnya, kemudian mengusap kemeja itu sambil menghela nafas.
“Besok aku harus menemui pria galak si pemilik kemeja ini.. Tapi noda kopi seperti ini mana bisa hilang kalau tidak segera dicuci.. Hufftt..”
===============
“Jeongmal gomawoyo, Suzy-ah.” Hye Ri membungkuk ke arah Suzy, tapi Suzy buru-buru mencegahnya dan merangkul bahu Hye Ri.
“Ah kau ini, harusnya aku yang berterima kasih karena sudah menemaniku berbelanja.”
“Kau sudah membelikanku terlalu banyak hari ini. Tadi kan perjanjiannya tidak sebanyak ini..” ucap Hye Ri dengan nada tidak enak.
“Sudahlah, aku senang kalau melihat kau senang ^^. Oh iya, aku punya satu kejutan lagi untukmu. Pasti kau akan suka. Sebentar ya..”
Suzy membuka pintu mobil belakangnya, mengambil sebuah kotak besar yang terbungkus rapi dari sana, kemudian menyerahkannya pada Hye Ri.
“Apa ini?” tanya Hye Ri yang kebingungan menerima hadiah dari Suzy. Suzy tersenyum lebar.
“Ini hadiah kenang-kenangan dariku. Jangan ditolak ya…”
Hye Ri merobek kertas kado yang membungkus kotak itu. Matanya langsung membelalak begitu melihat isinya.
“Suzy-ah, ini….” mata Hye Ri mulai berkaca-kaca. “Ini… laptop?”
“Iya! Itu laptop keluaran terbaru dengan teknologi terbaru, kurasa sangat cocok untukmu.”
“Suzy-ah.. ini.. terlalu mahal… kenapa kau membelikan ini? Harusnya tidak perlu…” ucap Hye Ri yang tergagap karena menahan tangisnya.
“Sudah kubilang, ini hadiah kenang-kenangan.”
“Tapi..”
Suzy memotong ucapan Hye Ri dengan memeluknya. “Aku senang membelikannya untukmu, Hye Ri-ah. Kau adalah salah satu sahabat terbaikku, sama seperti mendiang Soo Jung. Aku menyesal belum sempat membahagiakannya, maka dari itu aku ingin membuatmu bahagia selagi aku masih bisa. Aku tidak ingin menyesal untuk yang kedua kalinya.”
Hye Ri terisak di pelukan Suzy. “Go.. gomawoyo, Suzy-ah.”
Suzy melepas pelukannya, lalu mengusap air mata Hye Ri. “Ne.. terima kasih juga karena selama ini sudah mau menjadi sahabatku, Hye Ri-ah. Sudahlah, jangan menangis. Kenapa kau jadi cengeng begini?”
Hye Ri mengusap air matanya dengan punggung tangan. “Bagaimana mungkin aku tidak menangis.. dasar kau.”
Suzy terkekeh, kemudian mengusap lengan Hye Ri. “Kalau begitu aku pulang dulu ya Hye Ri.”
“Hati-hati ya.. terima kasih untuk hadiahnya.”
“Ne..”
“Aku akan menjaganya baik-baik.”
“Neee.. anyyeong, Hye Ri-ah!”
Suzy masuk ke dalam mobilnya dan melambaikan tangannya ke arah Hye Ri saat mobilnya sudah mulai melaju di atas jalan. Hye Ri balas melambaikan tangan pada Suzy, kemudian ia berbalik dan berjalan menuju ke rumahnya.
Suzy mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang sambil bersenandung. Beberapa kali ia harus melewati belokan sebelum ia menuju ke jalan besar. Namun saat Suzy belok ke belokan terakhir, tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang yang datang dari arah yang berlawanan dengan lampu depan yang dengan sengaja dinyalakan untuk menyilaukan pandangan Suzy. Suzy pun membanting stir ke kanan dan….
[BRAAAAAAKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!]
===============
A few minutes ago…
“Kau masih ingat mobilnya kan?”
Seorang namja berperawakan kurus tinggi yang sedang menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong itu menganggukkan kepalanya tanpa suara, seolah mengisyaratkan kalau ia mengerti dengan apa yang diisyaratkan oleh pria ber-hoodie hitam yang tudungnya menutupi sebagian wajahnya.
“Bagus. Lakukan!”
Namja itu mencengkram erat stirnya. Tidak lama kemudian, muncul sebuah mobil yang sudah ditunggu-tunggunya.
Mobil Suzy…
Namja itu pun menginjak pedal gas’nya kuat-kuat dan seketika mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi, membuat bunyi yang menderu di atas jalan. Semakin dekat dengan mobil Suzy, ia semakin menginjak pedal gas’nya dalam-dalam dan……
[BRAAAAAAKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!]
Mobil Suzy sukses menabrak tiang listrik dan mengeluarkan asap tebal. Sementara namja yang sengaja mencelakakan Suzy itu langsung meninggalkan tempat kejadian seolah-olah tidak terjadi apapun.
“Kerja yang bagus, Lee Jung Shin.”
To Be Continue…..
Hello hello aku balik lagi dengan ff ini ^^… Di part ini aku udah masukin unsur action-nya sedikittttt hehehe.. KEEP RCL yah, meskipun aku ngga sempat bales komen kalian satu-satu, tapi aku pasti baca kok komen-komennya ^^ Gomawoyo…

laaaah …
minhyuk pake nantangin si ‘burning’ sih ..
jelaslah dia gamau diremehin ..
tau bnget klemahannya ..
diluar skenario banget tuh si jonghyun ..
mestinya sih gapake marahmarah gitu lagi ..
kan kesannya lu kaya anjing herder gtu .. kkk ~
miminnn … (minhyuk maksutnya)
cute bnget rencananya ..
haha , ini ga diluar jalur malah ..
si hyeri itu sbenerny kenal yong ga ?
kasian bgt yong suka hyeri tpi hyeriny malah kesengsem ama minhyuk ..
itu suzy ???
knapa pake bilang kenang2an sih , kaya mau pergi jauh ..
jangan smpe knapaknapa dong ..
please , hyeri sendiri ntar ..
jungshin ko jahat ?
huuuu …
Jung shin jadi jahat ya?????
kok gitu ,,, -,-”
harus baca part selanjutnya >,<