Protect The Noona [1 of ?]

Title: Protect The Noona

Author: dwiananing (@yeolzy)

Length: Series

Main Cast:

- Choi Eunhoon (@yeolzy)

- Kim Myungsoo (L) Infinite

Minor Cast:

- Hyunseung B2ST

- Hyuna 4Minute

- Kim Jongin (Kai) EXO

- Jiyeon T-Ara

Genre: Romance, Friendship

Rating: PG

Soundtrack: SHINee – Replay

Eunhoon’s POV

“Eunhoon-ah, namja itu melihatmu terus daritadi. Apa kau mengenalnya?” tanya Hyunseung, sahabat baikku, yang sedang duduk tepat di sebelahku.

“Yang mana?” tanyaku sambil mengedarkan pandanganku ke arah taman kampus yang sedang ramai.

“Itu, yang sendirian. Dia duduk di pojok kantin dan sedang melihatmu tanpa berkedip,” kata Hyunseung yang langsung menunjuk sesosok namja tampan yang memang sedang melihatku. Bahkan saat kami saling bertatapan, dia bukannya mengalihkan pandangannya, tapi malah menatapku makin tajam.

“Hmm, dia mahasiswa baru kan? Mungkin saja dia suka denganku,” kataku pede lalu tertawa. Hyunseung ikut tertawa setelah mendengar apa yang kukatakan dan mulai mengacak-acak rambutku.

***

“Annyeonghaseyo noona.”

Aku mendengar suara namja memanggilku, tepat di belakangku. Aku menoleh dan ternyata namja itu adalah namja yang tadi melihatku di taman kampus.

“Annyeonghaseyo,” jawabku pelan sambil tersenyum lalu membungkuk kecil. “Ada perlu apa? Kau mahasiswa baru kan?”

“Iya noona, perkenalkan namaku Kim Myungsoo. Noona bisa memanggilku Myungsoo,” katanya tersenyum. “Oh ya, aku ingin menanyakan sesuatu. Kelas AB ada dimana noona?”

“Kelas AB? Oh, itu ada di belakang kelas AA, disebelah sana,” jawabku sambil menunjuk kelas yang berada di pojok kampus.

“Ah ne, terima kasih noona. Aku tadi tidak sampai mencari kesana. Aku permisi dulu,” katanya sambil membungkuk kecil lalu perlahan berbalik arah dan berjalan membelakangiku. Namun beberapa detik kemudian dia menoleh ke arahku, tersenyum dan tentu saja membuatku kaget.

“Oh ya aku hampir lupa, nama noona siapa?”

“Choi Eunhoon. Panggil saja aku Eunhoon.”

***

Myungsoo’s POV

“Jongin, apa kau tau kalau tadi aku sudah berkenalan dengan noona yang aku ceritakan beberapa hari yang lalu?” tanyaku antusias. Jongin adalah adikku satu-satunya dan ya, aku sudah memperhatikan Eunhoon noona dari awal aku masuk kuliah.

“Mwo? Hyung sudah berkenalan dengan noona itu? Cepat sekali,” kata Jongin dengan tatapan tidak percaya. “Siapa nama noona itu, hyung?”

“Eunhoon, Choi Eunhoon. Nama yang cantik bukan? Seperti orangnya,” kataku lalu tersenyum kecil.

“Yah hyung, kenapa bisa secepat itu jatuh cinta pada Eunhoon noona? Bahkan kau baru melihatnya kemarin kan?”

“Love at first sight,” jawabku mantap. “Tapi kemarin aku melihatnya dengan seorang namja dan mereka sangat dekat. Aku rasa dia satu angkatan dengan Eunhoon noona.”

“Jangan-jangan dia pacarnya Eunhoon noona,” kata Jongin sambil menatap tajam ke arahku. “Sudahlah cari yang lain saja. Lagian yang seangkatan dengan hyung juga pasti banyak yang cantik. Kau tinggal pilih dan aku yakin mereka akan dengan senang hati mau menerimamu, hyung. Kau tampan dan kau juga memiliki kepribadian yang bagus. Kenapa kau harus memilih Eunhoon noona sih? Yeoja yang lebih tua darimu.”

“Aku juga tidak mengerti karena sebelumnya aku tidak pernah menyukai yeoja yang lebih tua dariku dan kau tahu sendiri kan, aku sama sekali tidak tertarik dengan yeoja yang lebih tua dariku. Apalagi saat aku tahu kalau kau ternyata hanya dipermainkan oleh Jiyeon noona. Tapi, entah mengapa aku merasa harus memilikinya, bagaimanapun caranya. Aku merasa Eunhoon noona adalah sosok yeoja yang selama ini aku cari. Dan aku yakin kau berkata seperti itu karena kau tidak ingin nasibku sama sepertimu dengan Jiyeon noona dulu kan? Tenang saja Jongin, aku rasa Eunhoon noona bukan yeoja yang seperti Jiyeon noona. Ya seperti yang aku bilang tadi, Eunhoon noona itu berbeda.”

Jongin menatapku dengan pandangan terserah-kau-saja-lah. Aku tertawa kecil lalu tidak memedulikannya lagi dan larut dalam dunia khayalku.

***

Eunhoon’s POV

“Eunhoon-ah, ke kantin yuk,” ajak Hyunseung yang entah darimana datangnya sudah berada di depanku.

Yah, kapan kau datang? Kau membuatku kaget saja,” kataku lalu mengembungkan pipiku. “Dan kenapa kau harus mengajakku? Pacarmu mana?”

“Hyuna sedang ada urusan dengan dosennya. Kau mau menemaniku ke kantin kan? Ayolah, aku sedang malas sendirian kesana,” kata Hyunseung yang langsung menarik tanganku dengan paksa. Aku hanya bisa pasrah.

***

“Kenapa kantin ramai sekali ya? Ah, sudah kubilang kan kalau aku paling malas kalau harus berdesakan seperti ini,” kataku sambil berkacak pinggang.

“Itu ada tempat kosong, ayo cepat kesana,” kata Hyunseung lalu menarik lagi tanganku dengan paksa dan mengajakku berlari kecil ke arah pojok kantin yang memang tinggal tersisa dua kursi. Sesampainya disana, aku melihat sesosok namja yang tidak asing lagi.

“Annyeonghaseyo noona,” sapa Myungsoo sambil tersenyum manis ke arahku.

“Annyeonghaseyo Myungsoo. Kita bertemu lagi disini,” kataku sambil membalas senyumnya.

Tiba-tiba Hyunseung mengagetkanku, “Kau mau makan apa?”

“Ah, aku mau minum saja. Tolong belikan aku sebotol air mineral yang dingin ya,” kataku pada Hyunseung.

“Baiklah.”

Hyunseung lalu bergegas ke arah kedai kantin sedangkan aku menunggu di pojok kantin, tentu saja dengan Myungsoo.

“Noona, apa namja yang bersamamu tadi itu pacarmu?” tanya Myungsoo langsung yang cukup membuatku kaget.

“Pacar? Hyunseung? Bukanlah, Hyunseung itu sahabatku dari kecil dan kebetulan sekali sekarang ini kami satu kampus. Kami juga satu fakultas dan satu jurusan. Hyunseung sudah punya pacar kok. Apa kau tau Hyuna? Yeoja yang paling popular di kampus kita ini. Dia itu pacarnya Hyunseung,” kataku menjelaskan. Aku melihat raut wajah Myungsoo yang tadinya serius tiba-tiba berubah. Senyum manis terpancar di wajahnya. “Memangnya kenapa kau tiba-tiba menanyakan hal ini?”

“Aku hanya sering melihat noona dengan Hyunseung hyung.”

“Aku memang sangat dekat dengannya. Bahkan bukan cuma kau saja yang menganggap kami pacaran, tapi teman-teman yang lain juga seperti itu.”

“Ah syukurlah kalau begitu,” katanya pelan.

“Eh? Apa kau bilang?” tanyaku bingung karena merasa ada sesuatu yang janggal dari apa yang dikatakan Myungsoo sebelumnya.

“Ah? Aku tidak mengatakan apa-apa noona. Oh ya, aku permisi dulu ya.”

Myungsoo dengan cepat meninggalkan kantin dan membiarkanku sendirian menunggu Hyunseung yang masih belum datang juga. Dan entah mengapa tiba-tiba aku merasa ada hal aneh yang ada di diri Myungsoo, aku merasa dia menyembunyikan sesuatu.

“Adik kelas itu mana?” tanya Hyunseung yang tiba-tiba sudah duduk disebelahku membawa makanan dan minuman yang dipesannya tadi.

“Myungsoo maksudmu? Dia sudah kembali ke kelasnya mungkin,” jawabku sambil mengangkat bahu.

“Wow, kau sudah berkenalan dengannya?”

“Sudah, kemarin dia menanyakan kelas AB padaku.”

“Eunhoon-ah, aku rasa dia benar-benar menyukaimu. Kau ingat tatapannya saat menatapmu kan?

“Ah? Biarkan sajalah, toh kau sendiri tahu kan kalau dia bukan tipe namja idamanku kan?”

“Brondong?” tanya Hyunseung tertawa. “Tentu saja aku ingat dan tidak akan melupakan hal penting itu. Tapi dia tampan loh, aku rasa dia juga memiliki kepribadian yang bagus. Dan kalau dipikir-pikir, tipe namja idamanmu semuanya ada di diri Myungsoo, ya kecuali dia brondong itu.”

“Ah kau memang sahabatku. Kau selalu ingat segala hal tentang diriku,” kataku tertawa. “Tapi ya tetap saja, dia lebih muda dariku, ya walaupun hanya setahun. Yang pasti, aku anti brondong. Aku tidak akan mau berpacaran dengannya. Dan seperfect apapun namja itu aku juga tetap tidak akan mau. Kalau sekadar teman bahkan sahabat sih tidak apa-apa.”

“Yah, kenapa kau malah jadi keegeran seperti ini? Pikiranmu sudah terlalu jauh. Sampai-sampai kau membayangkan kalau dia akan ‘menembakmu’ dan memintamu untuk jadi pacarnya. Kau benar-benar lucu,” kata Hyunseung tertawa terbahak-bahak.

“Ah iya, kenapa aku jadi seperti ini sih? Yah, ini gara-gara kau juga. Awas saja ya, aku akan memberitahu Hyuna soal ini. aku membencimu Jang Hyunseung,” kataku lalu memukul lengan Hyunseung dengan keras dan ikut tertawa bersamanya.

***

Author’s POV

Tanpa mereka bedua sadari, ada sesosok namja yang sebenarnya tidak benar-benar pergi dari kantin itu. Dia mengawasi Eunhoon, mendengar semua apa yang dibicarakan yeoja itu dengan sahabatnya. Dan tentu saja, namja ini merasa hatinya sakit karena ucapan Eunhoon.

“Aku anti brondong.”

***TO BE CONTINUED***

19 thoughts on “Protect The Noona [1 of ?]

  1. brondong.. ?
    waduhhh… kasian L uda patah hati duluan sebelum maju :’(
    waa. mana ada troublemaker couple lagii.. asiikk ><

  2. yakin tuh mw nolak L?kkk..
    Emg c crta namja yg sk noona emg udh agk bnyk,,ide ff ini c udh ok,,mdh2an bs d kmbangkan spy bs lbh baik lg..

  3. aduhh…..kalo maw nolak L mending kasi ke aq aja dechh..masa handsome boy ini maw di tolak sichh….brondong ya brondong tp moga2 kelanjutannya berbeda dengan inti di ff kali ini yachhhhhh!!!!

    hehe…di tunggu kelanjutannya ( jgn klamaan !!! hehe )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s