Title : The Meaning of Love
Genre : Romance – Life.
Rate : General – Bimbingan Orangtua
Length : Three Shot!
Main Cast :
- Lee Joon ak.a Lee Changsun/MBLAQ
- Lee Eun Hye/ Fictional
- Park Cheondung ak.a Sanghyun ak.a Thunder/MBLAQ
Cast :
- Lee Hye ri/Girls Day
Soundtrack : My Heart is Cursing – Kim Dong Wook
Disclaimer : ORIZURU ZEN illustration AREA ONLY! No OTHERS AUTHOR!
Summary :
“A Different girl, with a unique Love”
***)
University Jeongsok, art faculty.
“Noona-ya, Sarang—“Sanghyun menghentikan kalimatnya.
“kau berkata apa? Sarang? Ya, apa kau sudah besar? Adik kecilku ini sudah besar rupanya”ucap Sandara dengan mengacak rambut adiknya itu.
“Noona-ya! Aku serius. Mengenai itu, bagaimana rasanya jatuh cinta?”Tanya Sanghyun dengan berhati-hati.
“Oh, Sarang. Na Mollaso~ Karna yang bisa mengerti arti cinta yang sesungguhnya hanya kau. Kau tahu jawabannya Cheondung-ya, itu tergantung pada dirimu”
“Jinjja?”Sanghyun menghembuskan nafas, “Aku ingin tahu bagaimana rasanya jatuh cinta. Melihat Joon hyeong selalu bersama para gadis-gadis, itu membuatku iri”
Mendengar pernyataan Sanghyun, Sandara tertawa cukup keras. Lalu dia mencubit kedua pipi adiknya. “Cinta itu akan datang dengan sendirinya. Cinta tidak bisa dipaksakan, Seharusnya cinta yang mencarimu Sanghyun-ya. Percayalah, disini. Dia akan menuntunmu mendapatkan cinta sejati”Sandara meraih tangan Sanghyun, menaruhnya ke dada adiknya.
“Begitukah?Cinta sejati itu apa benar ada? Cinta sejati berhakikat kecocokkan bukan noona-ya?”
“Kecocokkan? Dari mana kau tahu kalau kau cocok dengan seseorang?”
“Oh? Dari bicara kami, jika menyambung berarti kami cocok. Ataupun kami mempunyai hobi yang sama, pokoknya sesuatu yang sama. Bukankah itu disebut kecocokkan?”
Sandara mengeleng, lalu mengidikkan bahu. “Na mollaso~ hajimal. Kecocokkan itu berasal dari kalian, semua jawaban itu berada di kau dan juga dia. Bagaimana kau dan mengungkapkan bahwa kau dan dia itu cocok. Bukan dilihat dari fisik ataupun luar, tapi benar-benar dari hati”
“Woaah~ Sepertinya noona-ya cukup berpengalaman dengan ini. Gomapseumnida, jika mendengar ini, aku ingin cepat-cepat jatuh cinta”
“Yaa! Aish!Jinjja!~ tentu saja aku berpengalaman”
Sanghyun menjatuhkan kepalanya ke tuts piano, membuat bunyi cukup nyaring keluar dari sana. Pikirannya menerawang, memikirkan perkataan kakaknya kemarin sore. Mengenai cinta, hakikat cinta, dan sebuah kecocokkan. Lelaki itu hanya ingin mencoba jatuh cinta, dia ingin tahu perasaan yang ada pada dirinya, ketika dia mendapatkan seorang gadis. Apakah manis? Atau pahit?
“Nan Mollaso~~”teriak Sanghyun, cukup mengemma diruang theater yang lenggang. “Aku harus bagaimana? Siapa yang ingin menjadi gadisku?”Ucapnya frustasi, dan mengacak rambut Blonde-nya dengan kasar. “Noona-ya, aku masih binggung dengan ucapanmu! Sarang, ada apa dengan Sarang?”
[CREAK!]
“Ya, Cheodung-ya!!”teriak seseorang, membuat ruang theater dipenuhi oleh teriakkannya. “Maja. Aku tahu kau pasti disini”ucap lelaki itu tersenyum dengan gigi kelinci, ciri khasnya.
Sanghyun mengangkat kepalanya, “Oh, Hyeong”ucapnya cukup terkejut, lalu mengalihkan pandangan ke sosok gadis yang berada dibelakang lelaki itu.
Seakan tahu arti tatapan Sanghyun, Lelaki itu tersenyum. “Cheoneun Lee Eun Hye. Eun Hye ini Cheodung, Cheodung ini Eun Hye.”
“Nugunikka?Maksudku dia siapa hyeong?”
“Kau lupa? Kau benar-benar lupa? Atau hanya berpura-pura?”
“Musun Soriya? Apa aku memang mengenalnya Hyeong?”ucap Sanghyun linglung.
Gadis yang dari tadi hanya diam dan berdiri dibelakang Joon, akhirnya bergerak maju. Dia berdecak, lalu memukul lengan Sanghyun dengan tangannya, cukup keras sehingga lelaki itu meringis kuat.
“YAA! YAA! Musun soriya!! Appheoso!! YAA!~ neon Michesseo!! YAA~!!”Sanghyun melindungi lengannya, tapi malah ikut dipukul.
“Appeun namja! Babo gateun!!”Teriak gadis itu dengan kesal, nafasnya terengah-engah karna itu. “Kau masih tidak ingat aku?!!”katanya galak.
Sanghyun menatap lekat wajah Eun Hye, lalu dia memejamkan mata dengan membuang muka. “Mianhae, Eun Hye-ya.”guman Sanghyun, nyaris tidak terdengar.
Eun Hye berdecak, dia melipat kedua tangannya, “Shireo”
“YAA!”Sanghyun tidak setuju, “Jinjja!”
Tiba-tiba saja Eun Hye tersenyum, lalu memeluk Sanghyun dengan erat. Gemas dengan lelaki itu.
“Ah~jinjja!Sanghyun-ya neon kyeongna namja~” Lalu, gadis itu tersenyum, memperlihatkan eye smilenya. “Joon-ya!”teriak gadis itu, lalu melingkarkan tangannya di lengan lelaki itu. “Kajja, kau ingin mengajakku ke Lotte Worldkan? Sanghyun-ya kau mau ikut?”
“O? Kau baru pulang dari England bukan? Sudah mau pergi?”
Eun Hye mengangguk cepat, “ mm.. aku ingin bermain komedi putar dengan Joon-ni, Kajja .. kau juga harus ikut! Ppali!”
**)
(*Sanghyun Pov*)
Aku pikir, dia akan kembali untukku. Dan ternyata itu salah. Lee Eun Hye, teman masa kecilku, lebih tepatnya sahabat sewaktu masih kecil bersama dengan Joon. Gadis yang membuat aku jatuh, dan terlibat dalam cinta. Mungkin dulu, perasaan cintaku hanya untuk melindunginya. Tapi sekarang, aku ingin dia berada disampingku, menjadi milikku.
Dan benci, ketika dia bersentuhan, bahkan memberikan senyumnya kepada orang lain. Aku hanya ingin senyuman itu ditujukan untukku.
Aku menghentikan langkahku, ketika Eun Hye dan Joon sudah berada jauh didepanku. Mataku menatap sendu dua orang yang terus menjauh itu. Aku merasa, aku seperti penghalang diantara mereka. Setahuku, Eun Hye sangat mencintai Joon, tapi Joon hanya menganggap gadis itu sebagai sahabatnya saja. Melihat dirinya seperti itu, aku jadi tidak tega jika menyatakan perasaanku padanya. Takut, jika Eun Hye mengira, Joon menolaknya karna aku menyukai dirinya.
Kenapa?
Kenapa bukan aku yang disukai Eun Hye? Dan kenapa juga harus Joon yang dia sukai? Tapi bagiku, melihat Eun Hye sudah tersenyum dan tampak bahagia, itu sudah sebuah kesenangan untukku. Walaupun terasa sakit dan perih melihat mereka berdua.
Mataku terus mengekor menatap Eun Hye, melihat dia tertawa dengan begitu lepas, bahkan tampak begitu bahagia dengan Joon. Apakah aku harus terus mencintai dia secara diam-diam?
“Cheondung-ah!”teriak Joon, membuyarkan seluruh lamunanku, dia mendekat ke arahku, dan tak lupa Eun Hye terus disampingnya. “Ya, Waeyo? Kau hanya duduk berdiam diri disini saja?”
“Oh, aku pikir hyeong dan Eun Hye masih ingin bersenang-senang”ucapku dengan tersenyum.
Joon melihat ke arahku, aku tidak tahu maksud pandangannya itu. Tapi, tiba-tiba saja, dia melepaskan tangan Eun Hye dari lengannya, “Eun Hye-ya. Kajja, kau ajak Cheondung bermain, dia pasti punya banyak cerita, bermainlah bianglala. Aku akan menunggu disini”
“Hyeong”kataku, dengan melirik ke arah Eun Hye.
“Jinjja Sanghyun-ya? Geurae, Ppali! Aku juga ingin mengatakan sesuatu”Eun Hye menarik tanganku, dengan semangat.
Tapi aku tidak tahu, apakah dia benar-benar ingin mengobrol denganku, atau melarikan diri dari Joon yang semakin membuat hatinya meledak.
Nan Molla.
Aku menatap Eun Hye yang terus menatap pemandangan Lotte World tanpa menoleh ke arahku, dari tadi, setiap putaran Bianglala Eun Hye terus berdiam diri. Aku merasa, ini seperti bukan dirinya yang cerewet.
Samar-samar, aku mendengar sebuah tangisan, dan aku tahu pasti itu pasti dari Eun Hye. Tidak ada orang lain bukan selain dirinya disini?
Hanya aku dan dia.
“Sanghyun-ya.”panggilnya serak, tanpa menoleh ke arahku. “Nan Johahe. Jeongmal Johahae Joon-ya. Tapi kenapa? Kenapa dia selalu menolakku? Dia sudah menolakku lebih dari seratus kali”Eun Hye menatapku, melihat dirinya yang seperti itu, membuat hatiku semakin terasa sakit.
Kenapa dia harus menangis untuk Joon? Bukankah Joon tidak menangis untuknya?
“Uljimma, Uljimmarago. Jebal, aku tidak bisa melihatmu menangis”tanganku mulai bergerak, tapi aku menghentikannya. Ini bukan saat yang tepat, aku tidak bisa melakukan itu.
“Aku .. aku kembali ke Seoul untuknya. Kau tahukan kalau aku mencintainya? Betapa aku menginginkannya?Tapi kenapa dia tidak membalas perasaanku? Kenapa dia tidak pernah tahu rasa sakit ketika merindukkannya?Rasa takut ketika dia akan bersama dengan orang lain? Atau perasaan cemas, ketika dia .. mencintai seseorang yang ternyata bukan aku?”Isak Eun Hye semakin menjadi-jadi ketika dia mengatakan itu.
Apa kau tidak tahu perasaanku? Bukankah kau seharusnya tahu? Kau juga merasakannya? Tapi kenapa kau pura-pura tidak tahu? Kenapa kau hanya melihat bayanganku?
“Arrayo. Uljimma Eun Hye-ya, Jebal.”
Aku tidak tahu harus berkata apa, walau bagaimanapun, ucapanku tidak bisa membuat Eun Hye tidak menangis atau melupakan Joon.
Dia sudah buta, benar-benar buta.
Sampai pada akhirnya Bianglala itu berhenti berputar. Eun Hye masih menangis, dan terus berkata tentang Joon.
Apa dia tidak sadar? Kalau aku yang ada disini untuknya? Mendengar semua keluh-kesahnya? Bisakah dia sadar akan perasaanku terhadapnya?
Jika ada hari dimana hanya aku dan Eun Hye saja, akan aku lakukan apapun untuk hari itu.
“Kajja, ini sudah selesai. Uljimmarago! Aku sudah mengatakannya, kenapa kau terus menangis?”Ku sekah air matanya dengan tanganku, lalu mengulurkan tangan untuk Eun Hye.
Eun Hye tersenyum, dia membalas uluran tanganku. Lega rasanya melihat dia kembali seperti itu, “Sanghyun-ya, Gomawoyo.”
“Jangan sungkan”
Mulai sekarang, akan aku lakukan apapun, apapun itu, sehingga kau tidak menangis, tidak menitikkan air mata, hanya karna cinta yang tak terbalaskan itu.
Ini semua, karna cinta. Karna pada akhirnya, hanya kata cinta yang akan dipertanggung jawabkan.
(*Sanghyun POV end)
(*The Meaning of Love*)
Joon berlari melewati koridor sekolah yang lenggang pagi itu, hari ini adalah acara pembukaan untuk mahasiswa baru kelas Theater. Karna Joon adalah bagian dari panitia, dia sangat disibukkan pagi itu, ditambah menghilangnya Sanghyun. Padahal, Sanghyun sendiri juga panitia.
“Aish!Kenapa disaat penting, dia selalu menghilang seperti ini!”teriak Joon, cukup membuat koridor menjadi penuh oleh suaranya. “Bukankah dia harus meng-OSPEK para mahasiswa baru itu!CHEONDUNG-YA EODIYEYO!”
Lelaki itu sudah mengarah ke ruang keramat -yang memang tempat biasa Sanghyun menyendiri. Apalagi kalau bukan ruang theater lama, yang sekarang sudah menjadi ruang penyimpanan alat musik. Setahu Joon, Sanghyun sangat menyukai bermain piano disana.
“CHEONDUNG!”teriak Joon lagi, ketika dia membuka pintu ruang theater.
Nihil. Ruang itu tampak kosong, tidak ada seorangpun disana.
“Aish!Eodiyeyo Cheondung-ni?”ucapnya, pusing sendiri.
Sanghyun sendiri, sedang merebahkan diri di rooftop gedung. Tangannya bergerak ke atas, berusaha menangkap angin yang berhembus cukup kencang pagi itu. Matanya, menatap lurus ke arah langit, entah apa yang sedang lelaki itu lihat. Dari tadi, dia hanya seperti itu.
Ponselnya yang bergetar, bahkan berkelap-kelip disampingnya, tidak dia hiraukan sedikitpun. Karna dia tahu, itu pasti Joon yang mencarinya.
Hari ini, adalah hari OSPEK untuk mahasiswa baru kelas Theater dan Seni lain. Dan Sanghyun, terpilih menjadi salah satu panitia, karna dia adalah ketua dari Seni Theater.
“Oh? Cheondung-ya”ucap seseorang, membuat Sanghyun beranjak dari tempatnya.
“Eun Hye-ya”guman lelaki itu pelan, “Waeyo kau ada disini? Jangan bilang ..”
Gadis itu mengangguk cepat, “Hmm .. aku memutuskan untuk pindah ke Seoul. Meninggalkan kuliah pianoku disana, agar bisa berdekatan dengan Joon. Oh,ya .. apa kau melihat Joon pagi ini?”
Mendengar kata ‘Joon’ dari mulut Eun Hye, langsung membuat Sanghyun menjadi malas. Malas berbicara, maupun melakukan apapun.
Padahal dia tahu, kalau Eun Hye akan terus bertanya atau membahas tentang Joon. Tapi kenapa dia terus berharap?
Dan menunggu tanpa sebuah hasil?
“Mollaso~ aku belum melihatnya pagi ini”Sanghyun kembali merebahkan diri. “Kau .. apakah benar-benar mencintainya? Apakah bisa jika kau mencintai orang lain?”
“Ne?Mworago?Mianhae, Cheondung-ya. Aku tidak mendengarnya, ucapanmu terlalu kecil”
Sanghyun menggeleng, “Tidak jadi, aku hanya berbicara sendiri tadi”
“O”Tiba-tiba Eun Hye teringat sesuatu, dan langsung mendekati Sanghyun, “Cheondung-ya, aku dengar aka nada kinerja drama baru? Kau adalah ketua seni Theaterkan?”
“Ne, kau tahu dari mana?”ucap Sanghyun, cukup terkejut. Dan berfikir, kalau Eun Hye, mencari tahu tentang dirinya juga.
“Joon-ni yang menceritakannya. Cheondung-ya! Jebal, Jebal jadikan aku dan Joon-ni sebagai sepasang kekasih. Kau maukan? Ini permintaanku selama 18 tahun terakhir. Dan, semua itu tergantung kau”Eun Hye mengucang pelan lengan Sanghyun.
“Ya, Eun Hye-ya. Bukan aku yang menentukan siapa pemain dalam kinerja. Tapi Professor Ahn”
“Kalau begitu, kau katakan padanya. Atau, jika pada akhirnya kau terpilih, tolong kau berikan peran itu untuk Joon-ni ya”
“Ne?”Sanghyun cukup terkejut, lagi-lagi Joon.
Eun Hye hanya mengangguk dengan tersenyum, “Aku ingin pada saat kinerja habis, aku menyatakan perasaanku kembali. Dan mengatakan kalau tidak ada orang lain selain dirinya.”
“Kau ingin ini? Kau benar-benar menginginkannya?”
“Hmm, sangat. Oh, ya. Apa akhir-akhir ini Joon berdekatan dengan gadis lain?”tanya Eun Hye tiba-tiba.
“Tidak. Setahuku Joon hyeong selalu disibukkan oleh koreografi.”
“Ah, Syukurlah. Aku tidak sabar menanti hari dimana aku akan mengatakan perasaanku padanya. Cheondung-ya, kau sendiri .. apa kau tidak mempunyai gadis yang kau cintai?”
“Oh?”Sanghyun menantap wajah Eun Hye yang menatapnya lekat, “Ada. Tapi itu tidak penting”
“YAA!Kau tidak bercerita denganku! Apa yang tidak penting, Sarang itu sangat penting sekali! Cepat ceritakan Cheondung-ya”Eun Hye menarik lengan Sanghyun dengan pelan.
“Dia .. gadis yang sudah lama aku sukai. Mungkin terlalu lama, sehingga gadis itu tidak tahu perasaanku terhadapnya. Dia seorang yang ceria, ketika itu, dia harus pergi dari Seoul, dan pindah ke suatu tempat. Sampai akhirnya dia kembali. Tapi dia kembali bukan untukku ..”Sanghyun menoleh kea rah Eun Hye, “Untuk orang lain, bahkan sampai saat inipun, dia masih belum tahu perasaanku yang sesungguhnya”
“Jinjja?Daebakki kau mencintainya selama bertahun-tahun. Aigoo! Aku yakin, gadis itu pasti mau menerimamu. Sebaiknya kau menyatakan perasaanmu Cheondung-ya sebelum semua terlambat”Gadis itu menepuk pundak Sanghyun pelan, bermaksud memberikan semangat.
Sanghyun tersenyum kecil, perlahan tangannya bergerak mengosok pelan kepala Eun Hye. “Semoga ..”bisik lelaki itu pelan.
#DreetDreet
Tiba-tiba saja ponsel Eun Hye bergetar, dengan gesit dia meraih ponselnya, dan tertawa senang saat mendapati tulisan ‘Joonie’ di layar ponselnya.
“…”
“Ne? Ada, Cheodung-ya ada bersamaku di Rooftop gedung theater, Wae?”
“…”
“Jinjja?”Eun Hye menoleh kea rah Sanghyun, memberikan kode untuk segera pergi. “Oh, arratagu. Aku akan memberitahunya. Ne, Annyeong!”
[TIT!]
Sambungan telephone terputus, Eun Hye memukul bahu Sanghyun pelan, membuat lelaki itu sedikit terkejut dengan perlakuannya.
“Waeee?”tanya Sanghyun binggung, tangannya sibuk memegangi bahunya.
“Ka ..”Eun Hye mengerakkan dagunya, “Ppali! Joon-ni sudah menunggumu bersama anak lain”gadis itu menarik Sanghyun, mendorong lelaki itu menuju tangga untuk segera turun.
“Ah, aniyo~ Eun Hye-ya Aniyorago! Aku malas harus berurusan dengan anak baru. Aish~ya!”
**)
Sanghyun memanjangkan kakinya, kini dia tengah duduk di bawah pohon sendirian. Sudah sejak lima belas menit yang lalu, matanya mengekor memperhatikan Eun Hye. Gara-gara kegiatan OSPEK sedang istirahat, Eun Hye terus-terusan berada disamping Joon. Seakan tidak mau terpisahkan, atau dilepas.
Miris, pikir Sanghyun.
Haruskah dia terus melakukan ini? Tapi, jika dia tidak membuat Eun Hye bahagia, hidupnya akan tidak tenang, dan dia tidak akan pernah bisa melupakan gadis itu.
“Cho..chogiyo~”panggil seseorang dengan ragu, yang sekarang berdiri dibelakang Sanghyun.
Sanghyun menoleh, dan mendapati seorang mahasiswi dengan nametag berdiri gemetaran didepannya. Menyodorkan lelaki itu sebuah kertas, dan pulpen.
“Ne?”tanya Sanghyun, dan mengambil kertas dan juga pulpen itu.
“Cho-chogi .. chogiyo. Boleh minta tanda tangan sunbaenim?”katanya dengan terbata-bata.
Mendengar dan melihat tingkah laku gadis itu, Sanghyun malah tersenyum. Lelaki itu mengangguk, mengoreskan tanda tangannya dikertas, lalu mengembalikannya ke gadis didepannya.
“Gweanchana. Kau tidak perlu gugup. Nuguseyo?”tanya Sanghyun ramah.
“Choneu-cho-choneun Lee Hye ri-imnida. Bangapseumnida Sunbaenim”Gadis bernama ‘Hye ri’ itu membungkuk 90 derajat.
“Lee Hye ri? Aku akan mengingat itu. Ah, kau juga dari kelas Theater?”tanya Sanghyun, dia sudah mengubah posisinya.
“Ani, aku mengambil kelas musik, sunbae”
“Jinjja? Berarti kau akan di ajari oleh Yang Seungho. Ya, alat musik apa yang kau mainkan?”
“Gitar dan Organ”
“Organ iraguyo?Jinjja? Wah, bukankah organ adalah alat musik yang lebih sulit dari pada piano. Daebakki. Geurae, jika ada waktu, datanglah ke ruang Theater lama, bermainlah gitar untukku. Arraseo?”
“CHEONDUNG-YA!!!”pekik Eun Hye, dia melambai kea rah Sanghyun, mengajaknya untuk kesana. “Ppali-waa!!”
Sanghyun menoleh, mengangkat tangannya. Lalu, dia kembali melihat kea rah Hye ri. “Itu janji ya, aku akan menangihnya nanti,”Lelaki itu beranjak, membersihkan celanannya dari rerumputan yang menempel, lalu berlari kecil menemui Eun Hye.
Sedangkan, Hye ri? Gadis itu membatu, membisu ditempat. Dan, Sanghyun tidak tahu, kalau gadis itu sudah terduduk lemas dirumput, dengan memegang kedua pipinya.
“Aish! Sanghyun sunbae terlihat lebih tampan sekarang. UAA!! Jinjja Johahae!”seru Hye ri girang, dia terkikik sendiri dibawah pohon.
(The Meaning of Love*)
12 Januari 2012, Universitas Jeongsok. In the Morning, 09.00 AM KST.
Festival Mahasiswa Seni Sastra Jeongsok
“Finding Poem”
Hadiah : 2 tiket Dansa
TERBUKA UNTUK UMUM
Hye ri menghentikan langkahnya, ketika dia lewat di papan ‘buletin’ yang terdapat disamping pintu ruang musik. Gadis itu membenarnkan letak kaca matanya, lalu menbaca dengan jari telunjuk, menekan papan.
“Omona! Festival yang aku tunggu!”Gadis itu berjingkrak, “Waaa!!~ tepat hari ini! Eodiga?”tanyanya pada diri sendiri. Telunjuknya mengikuti tiap tulisan disana. “Let’s Gooooooo!!”
**)
University Jeongsok, Faculty Art Dance.
Joon menjinjit hingga ujung kaki kirinya, sebentar lagi lelaki itu akan mulai melakukan gerakkan-gerakkan balet yang sangat menakjubkan, khususnya untuk hati perempuan. Di sudut panggung, lebih tepatnya direntetan tempat duduk yang berbaris sejajar, Sanghyun tengah duduk memperhatikan gerakkan Joon.
“Hyeong ..”panggil lelaki itu, membuat suara bergema di ruang seni yang lenggang itu. “Ada Hoobae yang bisa bermain organ”ucapnya.
Joon menghentikan gerakkannya, lalu menatap Sanghyun dengan tatapan aneh.
“Wae? Ada yang salah dengan ucapaku?”
“Aniya. Aku hanya cukup terkejut, mendengar kau mengatakan itu. Bukankah kau tidak peduli dengan orang. Bahkan saat aku bisa menari”Sindir Joon.
“Tidak, hanya saja. Yeah, bukankah organ sesuatu yang sulit. Kau tahu organ bukan? Piano yang mengeluarkan suara dari pipa-pipa”
Joon mengangguk, “Gadis yang menemui kemarin? Itu Hoobae-nya?”
Sanghyun berdiri, dia berjalan mendekat kea rah Joon dengan mengangguk. “Maja ..”Lanjut Sanghyun, “Hyeong ..”
“Ya, Kau suka gadis itu? Jinjjayo?”Ucap Joon tidak percaya, lalu dia memegang kedua pundak Sanghyun, saat lelaki itu sudah berada didepannya. “Waah~ Daebakki”
“JOONIEEEE-YAAA~ SANGHYUNIEEE-YAAA!!”
Joon dan Sanghyun menoleh bersamaan kea rah pintu. Tak lama dari itu, Pintu ruang seni tari terbuka dengan lebar, juga diiringi datangnya Eun Hye dengan membawa beberapa selembaran kertas berwarna-warni. Gadis itu merangkul Joon dan Sanghyun dengan kedua tangannya, membuat mereka semakin mendekat ke tubuh Eun Hye.
“Kalian tahu apa yang aku bawa?”tanya Eun Hye bersemangat.
Mereka berdua menggeleng cepat.
“Of Course! Ini adalah kertas! Joon-ya ayo kita ikut festival ini!”Eun Hye melepaskan lengan tangannya dari leher Sanghyun, dan terfokus ke Joon.
“Ne?”kata Joon, dengan menaikkan sebelah alisnya.
Eun Hye mengangguk cepat, “Ne! aku baru tahu kalau disini ada festival mencari puisi. Ayoo .. ayo Joon-ya!”gadis itu menarik tangan Joon.
Sanghyun memalingkan wajah, tidak ingin melihat itu. Tanpa dia sadari, Joon melihat reaksinya.
“Sanghyun-ya! Bukankah kau tadi bilang ingin mengikuti ini?”
Gadis itu menoleh kea rah Sanghyun, Ia lantas menatap lelaki itu dengan lekat. “Ah!”kejutnya, “aku lupa. Ada seorang gadis yang mencarimu, mungkin maksudku. Habisnya, Ia terus mengintip di ruang theater lama. Dan gerak-geriknya mencurigakan”
“Jinjja?”tanya Sanghyun, “Arraseo. Aku menemuinya dulu! Gompta Eun Hye-ya”
**)
Hye ri menatap lembaran kertas itu dengan kosong. Ia bersandar dipintu ruang theater lama, mengamati kertas yang berisi potongan puisi itu dengan berkeringat. Gadis itu sudah mengelilingi seluruh kampus, tapi tetap saja tidak menemukan potongan puisi lain.
“Ah, Ige mwoya?!”ucapnya kesal sendiri. Ia lalu terduduk dilantai.
“Ya, Hoobae.”panggil seseorang, nadanya terdengar datar.
Gadis itu mendongak malas, ia lantas mendelik hebat saat melihat orang yang berada didepannya. Dengan cepat gadis itu berdiri dan membungkukkan badan.
“Mianhae Sunbaenim.”Hye ri menundukkan kepalannya, tidak berani untuk menatap mata Sanghyun –yang akan membuatnya pingsan.
“Ya, kau harus menatap orang yang sedang berbicara denganmu”kata Sanghyun dengan nada kesal, walaupun ia bercanda.
“Ah! Jweisonghamnida Sunbaenim!”Hye ri mendongak kaku, menatap mata seniornya dengan tegang.
“Itu terlihat bagus. Apa yang kau lakukan disini? Itu apa?”Tangan Sanghyun meraih kertas yang ada ditangan Hye ri. “Puisi? Kau ikut lomba dari kelas sastra?”
Hye ri mengangguk kaku, “aku sudah mengelilingi kampus ini. Tapi aku tidak menemukan satupun potongan yang cocok”
Lelaki itu tersenyum, “Hoobae. Ini pasti buatan Mir, dan aku yakin potongan satunya berada diperpustakaan dibagian komik”
“Benarkah!”kejut Hye ri, membuat Sanghyun melotot ke arahnya karna terkejut. “Mianhaeyo, Sunbae.”
“Sudahlah, ayo! Aku bantu kau mencarinya”tarik lelaki itu, membuat Hye ri membeku ditempat.
**)
Gambarnya terlihat cantik
Walapun itu terlihat jelek
Benda yang berisi karangan
Membuat aku tertaik
“AAAA! Benar! Benar! Ini sangat cocok, aku berhasil menemukannya!”teriak Hye ri dengan histeris. Ia lalu menarik kedua tangan Sanghyun dan mengajak lelaki itu berputar, karna senangnya.
Sanghyun yang melihat itu hanya tersenyum tipis, tapi penuh arti. Puisi Mir-gun adalah puisi terjelek dikalangan kelas sastra, bagaimana gadis itu tidak mengenalinya?
“Ah! Mianhaeyo Sunbaenim”Hye ri tersadar, Ia menekuk wajahnya.
“Tak apa, hoobae. Aku tahu kau senang, sekarang cepatlah memberikan itu ke mereka”
Hye ri membungkuk, ia berjalan melewati Sanghyun tanpa berkata apa-apa lagi.
“Hobaenim”panggil Sanghyun, Ia lantas membalikkan badannya. “Siang ini aku tunggu kau di ruang theater lama. Bernyayilah sebagai timbal balik”
Gadis itu mendelik, Ia menangguk kaku dihadapan Sanghyun.
“Ka ..”Lelaki itu mengerakkan dagunya, ia juga tersenyum manis ke arah Hye ri.
**)
“Waah, maaf Eun Hye-ya. Kalian gagal .. tinggal satu kali percobaan lagi, silakan coba”ucap Shin Woo dengan tersenyum.
Joon menatap kertas itu dengan malas, Ia sudah malas berkeliling kampus hanya untuk mencari puisi itu.
“Oppa!”teriak Hye ri, ia berlari kesetanan ke arah meja. “aku dapat! Aku dapat! Benarkan?”
“Jinjja? Haha, ternyata kau memilih puisi Mir-gun ya? Selamat! Ini .. kau pantas mendapatkannya”
Joon yang dari tadi hanya menatap lantai, kini mendongak menatap gadis itu. Memperhatikan setiap gerak-gerik yang Hye ri lakukan. Bahkan memperhentikan senyuman yang merekah bebas dibibir gadis didepannya.
“O”Hye ri yang sadar senior disampingnya, langsung membungkuk dengan tersenyum. “Annyeonghaseyo Sunbaenim!”Ucapnya dengan semangat, “Shin Woo oppa, Gomawoyo!”ucapnya sebelum meninggalkan stand.
Mendapat sapaan dari gadis itu, Joon hanya tersenyum, bahkan dia tidak memperdulikan lagi Eun Hye yang memanggilnya dengan kuat.
“JOONIE!”Teriak Eun Hye galak, Ia lalu melepaskan tangannya dari pergelangan Joon. “kau selalu saja begini! Aku sedang berbicara denganmu?”
“Mianhae, aku hanya sedikit lelah. Kau sudah mendapatkan puisinya?”tanya Joon, mengalihkan pembicaraan. Kalau berlanjut bisa-bisa ia akan perang mulut dengan Eun Hye.
“Uh? Oppa sakit? Sudahlah, sebaiknya ini dihentikan saja. Ayo! Aku antar kau ke ruang kesehatan”Eun Hye kembali bersemangat, ia juga mengamit lengan Joon lagi.
“Bagaimana dengan Tiketnya?”
“Tidak usah. Aku bisa mencoba nanti di festival lain”
Hye ri memanggul gitarnya. Kakinya melangkah ringan ke arah ruang theater lama, seakan beban gitar yang dipunggungnya tidak terasa. Ditangan kirinya, amplop putih bertengger membisu. Gadis itu tampak terlihat gelisah.
Langkahnya terhenti.
Pintu ruang theater sudah ada didepannya. Ilusinya berkecamuk, ketika ia merasakan kalau pintu itu terasa sangat tinggi, dan knop pintu seakan jauh dari gapainya.
Ini gila, pikir Hye ri.
“Apa yang harus aku lakukan!!”Gadis itu meloncat-loncat, frustasi dengan pikirannya. “Kenapa aku merasa sangat gugup! Kenapa!”tanyanya pada diri sendiri.
CREAK.
Tangan nakal Hye ri tidak bisa dihentikan, ia sudah membuka pintu itu dengan luas. Dan bersamaan dengan itu, lelaki tampan yang sedang berada didepan piano menoleh ke arahanya.
“Hoobae.”ucapnya pelan, tapi mengemma. Ia mengerakkan kepalanya, menyuruh Hye ri untuk masuk.
Gadis itu berjalan naik ke atas panggung, Ia lalu menaruh gitarnya diatas kursi. “Sunbae, bisa bermain piano?”tanyanya, memecah keheningan.
Sanghyun mengangguk, “aku belajar. Tapi tetap saja tidak bisa melebihi mentormu Yang Seungho-ni”
“ya, Seungho sunbae memang sangat hebat. Aku suka dengannya”katanya tanpa sadar.
“apa? kau suka Seungho-gun?”
“Aniya! Oppa salah paham. Tidak bukan seperti itu maksudku .. itu .. ah, ini .. err ..”gadis itu terlihat salah tingkah sendiri.
“lalu kau suka siapa?”
“Ha?”Hye ri terkejut, tangan kanannya mengepal kuat. “ak-aku suka sunbae”
“Apa?”tanya Sanghyun, ia juga terlihat terkejut.
“I-ini ..”Amplop yang tadi ditangan Hye ri, ia tunjukkan kepada Sanghyun. “maukah sunbae berdansa denganku? Aku sudah menang dan ak-aku ingin sunbae menjadi pasanganku, datanglah ke pesta dansa bersamaku”
Lelaki itu mengedutkan alisnya, “Mianhae”
(T-H-E –END-)
AKHIRNYAAAA!! Selama beberapa bulan Zen nulis ini FF dan sempet mandet idenya -______- dan Part 1 akhirnya SELESAI!! HOREEEE #idupin kembang api! Selamat buat Zen <– loh? Wahaha.
Annyeong BADers! Apa kabar? Zen udah lama banget ya gak keliatan?/DUAGH! Adakah pembaca setia zen disini? Ak.a BADers? Gomawoooo banget loh buat kalian yang udah baca plus ngeKLIK ini FF! itukan berarti kalau kalian itu sangat penasaran dengan isi FF ini :p .
Thanks banget nih! Buat yang udah RCL di FF zen! Walaupun hanya ucapan ‘bagus’ atau ‘LANJUT’ itu berarti banget dear! GOMAWOOOO~
Dan berakhirlah kata ini, haha .. ada yang mau request ff mblaq?
~ PEACE ~

bagus…bagus…bagus!!!!!

suka banget sm karakternya hyeri. anaknya polos bgt…
sh….thunder sama hyeri aja, wlopun nanti si joon naksir hyeri, pokoknya hyeri tetep sm thunder aja. ok? #maksa
Waaah ternyata sequel
*Ikutan maen kembang api sama zen*
Seneng banget cast nya mblaq lagi
Aku mau dong request ff mblaq *v*
Reblogged this on seulouvre.
lanjuuuuttt, cinta segi 4 kah? Aaaah sanghyuuun ><
Ini jadinya cinta segiempat kah ? Wow ._____.
Btw mau dong req ff castnya mblaq
Pingback: 2nd The Meaning of Love | FFindo