TERROR! | 1st

PART ONE

Super Junior – Cho Kyuhyun
Super Junior – Park Jungsoo (Leeteuk)
Super Junior – Choi Siwon
SNSD – Kim Taeyeon
SNSD – Choi Sooyoung
SNSD – Seo Joohyun
SHINee – Choi Minho
SHINee – Lee Jinki (Onew)
SHINee – Lee Taemin
F(x) – Jung Krystal
F(x) – Amber Liu
F(x) – Choi Jinri (Sulli)

Thriller


WARNING! PG-17 (Yang tidak suka adegan kekerasan dan berdarah-darah, jangan baca!)

Disclaimer: I do not own all characters. But, this plot is mine for sure! Don’t take it without my permission! Silent reader, please go away..

TERROR!

Prolog

TERROR!

Satu tahun Kemudian..

“Disinilah aku sekarang, SHINHWA HIGH SCHOOL. Tempat semua kejadian itu terjadi. Demi Tuhan, hingga matipun, aku tidak akan pernah memaafkan para manusia biadab itu! Manusia-manusia yang telah membunuh kakakku di depan mataku sendiri! Dan aku tidak akan pernah selesai hingga mereka semua mati satu per satu!”

TERROR!

BRAKK!!
Pintu aula terbuka lebar saat Ketua Osis sedang berbicara di depan para murid baru tahun ini. Semua orang langsung menoleh ke arah pintu dan tak berapa lama, muncullah sembilan orang yang belum pernah dilihat oleh para siswa baru sebelumnya. Salah satu dari mereka merebut microphone yang sedang dipegang oleh Ketua Osis dan mendorong Ketua Osis tersebut hingga ia mundur beberapa langkah ke belakang.

“HALLO SEMUANYA!”

“Hallo..” ujar para siswa baru.

“Minho, nyalakan!” ujarnya ke arah meja operator yang ada di belakang. Operator yang asli sudah pergi karena diusir oleh laki-laki bernama Minho dan sekarang dia lah yang menjalankan tugas operator untuk memasangkan tulisan/gambar ke layar yang ada di depan. Minho mengacungkan jempolnya dan beberapa saat kemudian muncullah tulisan “OFF” di layar tersebut.

“Perkenalkan, nama saya Park Jungsoo atau kalian dapat memanggil saya Leeteuk. Saya adalah Ketua OFF. Apakah kalian tahu apa itu OFF?” tanyanya. Hampir semua siswa baru menggelengkan kepalanya.

“Baiklah, saya akan menjelaskan apa itu OFF. OFF adalah sebuah komunitas turun-temurun yang ada di sekolah ini, OFF singkatan dari Our Friendship Forever. Komunitas yang mengutamakan persahabatan dan keakraban yang paling terkenal dan disegani disini. Hanya orang-orang terpilih sajalah yang bisa masuk ke komunitas ini. Dan kami, sebagai anggota OFF mengajak kalian, siswa baru, untuk bergabung dengan kami. Untuk melanjutkan regenerasi komunitas ini. Agar kita semakin kuat dan ditakuti!”

“Jika kalian ingin bergabung, kedatangan kalian akan kami tunggu di ruang C sepulang sekolah nanti. Ingat, hanya yang terpilih saja yang dapat masuk ke dalam komunitas ini!” Leeteuk pun mengakhiri pembicaraannya dan bergegas pergi darisana bersama dengan yang lainnya.

TERROR!

“Annyeong!” sapa seorang wanita sambil membawa bekal makanan.

“Oh hai,”

“Namamu? Tae..min?” ujarnya sambil memperhatikan nametag yang dipakai oleh laki-laki yang ada di depannya itu.

“Ya, kau? Jin..ri eh?” Taemin mengikuti gaya wanita itu yang mengeja namanya di nametag.

“Ya, kau benar haha, kau bisa memanggilku Sulli. Boleh aku duduk?” tanya Sulli. Taemin mengangguk sekali.

“Bagaimana hari pertamamu disini?” tanya Sulli.

“Ya begitulah, biasa saja. Kau?”

“Sama. Tidak ada yang special. Oh!” Sulli mengingat sesuatu.

“Apa?”

“OFF. Kau mau daftar?”

“Tidak tahu. Kau bagaimana?”

“Aku mau daftar. Sepertinya keren,”

“Oh ya?”

“Iya, kau juga ikut kan?” tanya Sulli seperti memohon.

“Ya baiklah, akan kucoba.”

“Sulli-ya!” seorang wanita menghampiri mereka berdua.

“Kau meninggalkanku di kamar mandi hanya untuk mengobrol dengan laki-laki ini?” tuntut wanita itu.

“Oh ya ampun! Maafkan aku Krystal, aku lupa! Oh ya, kenalkan ini Taemin,”

“Hai!” sapa Taemin. Krystal tidak menjawab dan malah menatapnya tajam, “Kalian sedang berbicara apa?” tanyanya.

“OFF.” Jawab Taemin.

“Ya, kau mau ikut daftar?” tanya Sulli.

“Tentu saja aku ikut. Aku sangat ingin masuk ke sana,” jawab Krystal dan kemudian dia duduk di samping Taemin lalu mengibaskan rambutnya yang panjang.

“Kalian bagaimana?” tanya Krystal angkuh. Nada bicaranya memang selalu begini. Terkesan angkuh dan sombong.

“Kami ikut,” jawab Taemin dan Sulli berbarengan.

“Tapi..” Sulli menahan perkataannya.

“Ya?” tanya Krystal.

“Kudengar persyaratannya sulit dan tidak masuk akal,”

“Yah! Kenapa kau menjadi pengecut begini? Sesulit apapun, kita pasti bisa melewatinya, ara?” jelas Krystal.

“Ya, fighting!” Sulli memberi semangat.

“Fighting!”

TERROR!

“Sudah terkumpul 76 orang,” ujar Sooyoung selesai menghitung siswa baru yang mendaftar menjadi calon anggota OFF.

“Pendaftaran ditutup. Tidak boleh ada yang datang lagi,” perintah Leeteuk. Sooyoung mengangguk dan menutup pintunya.

“Pendaftar tahun ini sedikit menurun,” bisik Siwon pada Taeyeon yang sedang duduk di atas sofa.

“Ya, berkurang 5 orang dari tahun kemarin,” balas Taeyeon.

“Well, terimakasih bagi kalian yang sudah datang. Selamat datang di komunitas kami. OFF!” sapa Leeteuk. Semua yang ada disana pun bertepuk tangan mendengar pembukaan yang ketua. Banyak alasan para siswa baru ini untuk mendaftar, ada yang ingin terkenal, ada yang ingin menjadi yang terkuat, bahkan hanya ingin ikut-ikutan saja.

Tok! Tok!
Ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan. Sooyoung menoleh pada Leeteuk untuk meminta izin. Leeteuk pun mengangguk. Sooyoung lalu membuka pintu dan muncullah 3 orang disana.

“Ya?” heran Sooyoung melihat 3 orang tersebut.

“Kami..ingin..mendaftar..OFF..”ujar salah satu dari mereka dengan napas yang tidak teratur.

“Tapi kami sudah menutup pendaftaran,” putus Sooyoung.

“Tolong beri kami kesempatan, kami baru saja kena hukuman dari panitia osis sehingga kami telat datang,” cerita salah seorang lagi.

“Baiklah, tunggu sebentar.” Sooyoung menutup pintu dan menghampiri Leeteuk. Dia berbisik kepada Leeteuk dan sejenak Leeteuk terdiam hingga akhirnya dia menganggukkan kepala.

Sooyoung kembali lagi kepada ketiga anak tersebut dan tersenyum lebar, “Selamat datang..”

“Wah! Terimakasih banyak sunbae,” ujar mereka senang. Mereka pun masuk ke dalam ruangan yang disana juga sudah banyak siswa yang lain.

“Nah, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya bahwa OFF adalah orang-orang yang terpilih, dan saya tertarik dengan ketiga teman anda yang baru saja datang. Apakah mereka adalah salah satu dari yang terpilih?” Leeteuk menghampiri ketiga orang tersebut dan mengajaknya berdiri di depan siswa yang lain.

“Perkenalkan dirimu,” ujar Leeteuk.

“Halo, namaku Choi Jinri.”

“Aku Lee Taemin.”

“Krystal.”

Leeteuk memicingkan matanya saat Krystal memperkenalkan diri. Dia melihat bahwa anak ini sedikit menarik dan cocok untuk menjadi bagian OFF.

“Oke, kalian boleh duduk. Sebelumnya, saya akan menjelaskan struktur komunitas ini. Kami hanya menerima tiga orang dari setiap angkatan. Kelas 3, 3 orang yaitu, Kyuhyun, Taeyeon dan Donghae. Kelas 2, yaitu, Minho, Seohyun, dan Amber, dan untuk kelas 1 adalah 3 orang terpilih diantara kalian. Oh ya, saya, Siwon, dan Sooyoung adalah siswa yang baru saja lulus dari sekolah ini namun masih mengurus kalian hingga ada ketua baru.”

“Nah, sekarang, saya akan menjelaskan persyaratan masuk ke dalam OFF. Syarat pertama adalah..”

“Lucuti baju kalian,” ujar Kyuhyun yang datang dari belakang Leeteuk.

“Eh?” seluruh siswa baru yang ada disana langsung heran.

“YA! TURUTI PERINTAH SEKARANG JUGA!” teriak Taeyeon keras. Seluruh siswa baru pun menatapnya takut. Suasana menjadi mencekam. Syarat yang diajukan oleh OFF diluar akal sehat.

“KAMI TIDAK INGIN MEMPUNYAI ANGGOTA YANG LEMAH!” bentak Minho.

“Jika ada yang ingin menyerah, pintu keluar ada di sebelah kanan,” ujar Seohyun dingin.

Hampir setengah para siswa baru berbondong-bondong keluar dari ruangan. Mereka tidak jadi mendaftar karena takut.

“Hah!” Onew menghempaskan tubuhnya ke atas sofa saat melihat betapa banyaknya siswa baru yang menyerah.

“Kenapa?” tanya Siwon.

“Makin kesini, mental generasi muda semakin menurun, melucuti baju saja tidak mau. Bagaimana kalau membunuh orang?”

Siwon tersenyum sarkatis, “Kita akan membunuh lagi?”

“Mungkin. Untuk eksperimen kedua?” Jawab Onew misterius.

Disisi lain, para siswa baru yang masih belum menyerah sudah melucuti baju-baju mereka. Laki-laki hanya tinggal menggunakan celana pendek dan yang perempuan tinggal menggunakan pakaian dalam.

“Lihat betapa bodohnya kalian,” seru Amber mengejek para siswa baru.

“Persyaratan kedua..” Tiffany mulai mengambil ancang-ancang.

“Tampar orang yang ada disebelahmu,” lanjutnya.

Persyaratannya semakin tidak manusiawi. Beberapa siswa baru tersebut memakai bajunya lagi dan pergi meninggalkan ruangan. Hanya sekitar 23 orang yang masih bertahan dan saling menampari satu sama lain.

“Kalian tidak akan ku suruh untuk berhenti hingga pipi kalian berdarah hahaha!” ujar Tiffany licik.

“KELUARKAN KEKUATAN TERBESARMU, TAMPAR! BUAT TEMANMU MENYERAH LALU MATI!” teriak Siwon. Semua siswa baru menatap siwon ngeri. Siwon langsung terdiam dan menyesal telah berbicara begitu. Apalagi saat Leeteuk menatap tajam matanya, “Well, yang terkuat yang menang kan? Kami memberlakukan hukum rimba.” Sambungnya dan langsung pergi dari hadapan para siswa baru. Leeteuk langsung menyeret Siwon dan menamparnya keras, “Bodoh! Mereka masih terlalu muda untuk mengetahui siapa kita sebenarnya!”

Siwon menundukkan kepalanya saat Leeteuk berbicara, bagaimanapun dia harus menuruti perkataan ketua mereka.

TERROR!

“Aku tidak menyangka kalau kalianlah yang menang,” ujar Leeteuk.

Ketiga calon itupun mengangguk lemah. Kondisi mereka cukup mengkhawatirkan. Persyaratan yang diajukan oleh OFF terbilang mengerikan. Mereka harus melucuti baju, menampar sesama calon anggota, dicambuk oleh para anggota OFF senior, dan mandi menggunakan air es. Persyaratan yang lain memang masih ada, namun sampai persyaratan keempat, semua sudah menyerah kecuali tiga orang tersebut.

“Terlebih lagi dua orang diantara kalian perempuan,” tambah Leeteuk.

“Dengan begini, secara resmi kami mengumumkan bahwa kalian telah diterima oleh kami. Sebagai anggota OFF baru. Selamat.” Ujarnya disambut tepuk tangan oleh para anggota OFF senior yang lain.

“Welcome, Lee Taemin, Choi Jinri, dan Jung Krystal.”

TERROR!

“Permainan dimulai..”

TERROR!

“Kita adalah komunitas yang paling kuat disini!”

“Kita adalah penguasa!”

“Siapa berani melawan, kau harus melawannya balik bahkan jika harus menggunakan kekerasan sekalipun!”

Para senior OFF mulai mendoktrin para anggota baru dengan kalimat-kalimat ajakan untuk melawan dan menyiksa orang lain. Semakin hari, mereka semakin gencar melakukan itu hingga anggota baru itu pun mulai melakukan hal yang seperti para OFF senior lakukan pada siswa lain. Seperti Sulli misalnya, saat dia sedang berjalan di kantin dan tidak sengaja ada orang yang mengenggol sedikit bahunya, dia langsung menyiram orang itu dengan segelas orange juice yang dia pegang.

“Setelah satu minggu, kami melihat progress kalian yang cukup baik, maka ini saatnya saya, Siwon dan Sooyoung mundur sebagai anggota OFF dan menyerahkan jabatan ketua OFF pada Kyuhyun,” ujar Leeteuk saat semua anggota OFF berkumpul di ruangan C (ruangan khusus tempat mereka berkumpul) untuk rapat. Leeteuk pun berdiri bersamaan dengan Kyuhyun dan setelah itu ia melepaskan lencana OFF yang dia gunakan lalu menyerahkannya pada Kyuhyun.

“Terimakasih.” Ucap Kyuhyun disambut tepuk tangan oleh anggota lain. Setelah acara itu selesai, Leeteuk, Siwon, dan Sooyoung pun pamit dan pergi meninggalkan sekolah.

“Lalu sekarang kita akan melakukan apa?” tanya Taeyeon.

“Terserah, rapat sudah selesai.” Jawab Kyuhyun.

“Hm, aku ingin ke toilet.” Ujar Amber.

“Aku antar ya,” tawar Seohyun.

“Oke.” Balas Amber dan mereka berdua pun pergi.

“Sepertinya Amber memang harus diantar, mungkin saja dia masuk ke dalam toilet laki-laki,” celetuk Onew yang dibalas tertawaan teman-temannya.

“Sunbae, boleh aku juga izin ke toilet?” tanya Taemin.

“Ya boleh, apa kau mau kuantar juga?” jawab Onew bercanda.

Taemin tersenyum kecil, “Tidak usah sunbae, terimakasih.” Ujarnya lalu pergi.

TERROR!

“Tunggu aku yah, kau diam disitu.” Ujar Amber pada Seohyun.

“Oke.” Jawab Seohyun. Amber pun masuk ke dalam bilik kamar mandi.

“Amber..” panggil Seohyun.

“Hm?”

“Aku juga ingin buang air kecil, aku masuk ke bilik sebelah ya,”

“Oke.”

Tak berapa lama Amber pun keluar dari bilik kamar mandi. Dia berjalan ke arah wastafel untuk mencuci tangan. Tak sengaja dia menemukan secarik kertas di atas wastafel. Dia pun menyentuh kertas tersebut tanpa membaca isinya.

“Seo?”

“Ya?”

“Kau sudah selesai?” tanyanya.

“Belum, emh sebentar lagi. Kenapa?”

“Kertas yang di atas wastafel ini punyamu?” tanya Amber dari luar. Terang saja dia bertanya begitu karena memang disana tidak ada orang lagi selain mereka berdua.

“Kertas apa?” tanya Seohyun yang baru keluar dari bilik kamar mandi. Dia pun mendatangi Amber dan melihat kertas yang Amber pegang.

“Ini, punyamu?” tanya Amber menunjukkan kertas tadi. Seohyun menggeleng, “Tidak, coba buka.”

Amber pun mencoba membukanya dan setelah beberapa saat matanya melotot kaget.

“Kau kenapa?” tanya Seohyun saat melihat tingkah Amber dan langsung merebut kertasnya.

MATI! MATI! MATI! MATI! MATI! MATI! MATI! MATI! MATI! MATI! MATI! MATI!

Seohyun membelalakkan matanya saat melihat tulisan yang tertera pada kertas. Terlebih lagi, tulisan tersebut ditulis menggunakan darah.

“Seo, ayo cepat pergi dari sini!” Amber pun menarik tangan Seohyun dan segera pergi meninggalkan toilet tersebut.

TERROR!

“Kalian kenapa?” tanya Kyuhyun bingung saat melihat Seohyun dan amber yang baru saja datang dengan napas ngos-ngosan.

“Surat..” jawab Amber masih dengan napas tidak teratur.

“Berdarah..” lanjut Seohyun.

“Ha?” tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Kami..menemukan surat..berdarah..”

“Di toilet..”

“Ha? Hahahahahaha!” Minho tertawa kencang mendegar cerita Seohyun dan Amber.

“Bodoh, mana ada surat seperti itu!” seru Kyuhyun.

“Tapi kami melihatnya, surat itu ditulis dengan darah!” cerita Seohyun emosi. Dia paling tidak suka disangka sebagai pembohong.

“Mana Taemin?” tanya Minho tiba-tiba.

“Dia belum kembali dari toilet. Ada apa Minho?” tanya Onew.

“Tidak apa-apa. Lalu, Amber, bagaimana lagi?” tanya Minho.

“Ya, kami.. kami.. menemukan surat itu di wastafel toilet dan tidak ada siapa-siapa disana kecuali kami berdua.”

“Tapi sunbae tidak apa-apa kan?” tanya Sulli khawatir. Sedangkan Krystal yang ada disebelahnya hanya menatap Seohyun dan Amber tanpa ekspresi.

“Tidak apa-apa.” Jawab Seohyun.

“Duduklah kalian, istirahatkan pikiran kalian. Mungkin itu hanya kerjaan orang iseng,” ujar Onew.

“Ya, Onew benar.” Kyuhyun menyetujui.

Krieet..
Suara pintu ruangan tersebut terbuka dan muncullah Taemin yang baru saja datang.

“Lama sekali,” sindir Minho.

“Maaf sunbae, tadi aku sedikit berurusan dengan siswa kelas 2.”

“Ada masalah apa? Oh ya, panggil saja aku hyung, jangan sunbae. Dan kenapa pergelangan tanganmu berdarah?” tanya Minho.

“Dia menendang bola ke arahku dan aku memarahinya. Lalu dia menggigitku sehingga aku berdarah seperti ini,” ujarnya.

“Di..gigit?” tanya Kyuhyun bingung. Taemin mengangguk yakin.

“Ya sudahlah, hanya masalah kecil. Kau bisa membalasnya lain kali.” Ujar Kyuhyun disertai senyuman liciknya.

“Baru saja merekrut anggota baru, OFF sudah mendapatkan beberapa masalah.” Ujar Minho sambil menyentuh dahinya. Dia agak sedikit pusing.

“Ya kau benar,” jawab Taeyeon.

“Tapi sudahlah lupakan saja, masalah surat berdarah itu mungkin hanya kerjaan orang yang sirik kepada OFF.” Lanjut Taeyeon.

“Surat berdarah? Apa itu?” tanya Taemin bingung.

“Tadi Seohyun dan Amber menemukan surat yang ditulis menggunakan darah. Sudahlah lupakan saja.” Jawab Kyuhyun. Dan mereka pun terdiam. Sibuk dengan pikiran masing-masing.

TERROR!

“Aku pulang yah..” ujar Sooyoung pada Leeteuk dan Siwon.

“Mau kuantar?” tawar Siwon. Mereka bertiga sedang berkumpul di sebuah bar untuk sekedar mengobrol dan memepas penat setelah rapat OFF selesai.

“Tidak usah, kau sudah mabuk Siwon. Aku tidak ingin mati cepat hahaha. Aku duluan..” Sooyoung pun pamit dan pergi meninggalkan lelaki itu berdua. Sooyoung langsung membuka pintu mobilnya dan menyalakan mesin mobil.

“Hah, mulai sekarang aku dibolehkan membawa mobil karena aku bukan seorang siswa SMA lagi..” ujar Sooyoung pada dirinya sendiri.

“Ya, aku bisa melakukan apapun yang aku mau.” ujarnya sambil berkaca menggunakan spion tengah. Setelah itu dia pun menarik gas dan melaju bersama menggunakan mobil barunya itu.

“Choi Sooyoung..” Sooyoung merasa ada yang memanggil namanya. Bulu kuduknya sedikit berdiri. Maklum, ini sudah malam dan dia berada di mobil seorang diri. Dia memberanikan diri melihat ke belakang menggunakan kaca spion. Namun tidak ada siapa-siapa disana. Sooyoung pun memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan setelah itu ia menoleh ke jok belakang.

“Hai!” dan saat Sooyoung menoleh, seseorang sudah duduk disana dengan tampang polosnya.

“K..Kau? Kenapa bisa ada dimobilku?!” tanya Sooyoung saat tahu siapa orang tersebut.

“Hm, kau tahu Victoria?” tanya orang itu. Sooyoung diam sejenak, setelah itu dia menatap panik pada orang tesebut.

“K..Kau tahu..Victoria?” tanya Sooyoung kaget. Dia masih ingat saat itu OFF membunuh Victoria bersama-sama di atap sekolah.

“Ya..aku kenal dia..” ujarnya sambil memainkan tali tambang yang ada di tangannya.

“DIA KAKAKKU!” serta merta orang itu melilitkan tarik tambang tadi ke leher Sooyoung dari belakang. Kepala Sooyoung langsung tertarik ke belakang. Orang itu terus menarik tali tambang tersebut hingga Sooyoung pun kehabisan napas karena lehernya tertahan hingga dia tidak bisa bernapas.

“Satu hal yang aku ingin katakan, sunbae. Aku tidak akan pernah selesai hingga kalian semua mati. Ditanganku.” Orang itu pun keluar saat yakin bahwa Sooyoung sudah mati. Dia juga sempat memukul kaca mobil Sooyoung dan memukul kepala Sooyoung hingga darah mengalir deras dari pelipisnya. Agar menimbulkan kesan bahwa Sooyoung baru saja mengalami tabrakan.

“Satu mati. Tersisa 10.”

TERROR!

Amber melemparkan tubuhnya ke atas kasurnya yang besar. Tangannya menyentuh keningnya dan dia mulai memejamkan mata. Dia masih memikirkan surat berdarah yang tadi dia temukan di toilet sekolah. Walaupun teman-temannya terus menyemangatinya bahwa semua akan baik-baik saja namun rasa was-was itu tetap ada. Untuk pertama kalinya dia merasa takut dan jiwanya terancam.

DRRRTTT!!!DRTTT!!
Sesuatu di bawah punggungnya bergetar hebat. Terlalu asik melamun membuat dia lupa bahwa dia menindih handphonenya sendiri. Dengan cepat dia melihat layar handphonenya. Ada seseorang yang meneleponnya, namun dia tidak mengenal nomor tersebut. Sedikit ragu dia pun mengangkat teleponnya dan menempelkannya ke telinga.

“Y—yoboseo?” ucap Amber.

“Hhhhhh..” yang terdengar hanyalah suara desahan napas. Membuat Amber sedikit takut.

“Yoboseo?!” ulang Amber agak kencang.

“MATI!MATI!MATI!MATI!” kata itu langsung terdengar oleh Amber. Dia refleks melempar handphonenya dan menjerit ketakutan.

TOK!TOK!TOK!
Masih ketakutan, tiba-tiba dia dikejutkan oleh suara ketukan pintu. Amber memberanikan diri untuk keluar dari kamarnya dan keluar menuju pintu utama rumahnya. Dia melihat intercom sebentar dan ada seseorang yang sedang berdiri di luar.

“S—siapa?” tanyanya.

“Ini Krystal,” jawab seseorang yang di luar itu. Amber pun membuka pintu rumahnya dan melihat Krystal sudah berdiri di depannya sambil membawa buku.

“Ada apa datang kesini? Kau tahu rumahku darimana?” tanya Amber melihat anggota baru OFF itu.

“Tadi buku milik sunbae tertinggal. Makanya aku antarkan kemari. Kau tidak apa-apa?” tanya Krystal saat melihat Amber yang mukanya penuh dengan keringat dan juga wajahnya yang tegang.

“Tidak apa-apa. Terimakasih kau sudah membawakannya, ada perlu lagi?” tanya Amber sambil menerima buku itu dari Krystal.

“Tidak sunbae, itu saja. Kau sendirian di rumah?”

“Ya, kedua orangtuaku sedang pergi ke Jepang. Kenapa?”

“Tidak apa-apa. Kalau begitu aku pulang dulu, hati-hati di rumah..” pamit Krystal.

“Ya, kau juga hati-hati di jalan.” Balas Amber dan setelah itu menutup pintu.

Dia berdecak heran, “Kenapa dia tidak mengembalikan buku ini besok saja padahal?” pikir Amber sambil membuka buku yang diberikan oleh Krystal tadi. Buku kumpulan soal matematika yang dulu dibelikan oleh ayahnya. Tiba-tiba Amber menemukan sebuah amplop yang diselipkan di halaman tengah buku tersebut. Dia sedikit heran karena dia tidak merasa menyelipkan amplop itu pada bukunya. Dia pun membuka amplop tersebut dan melihat isinya. Dan Amber berteriak saking kagetnya saat tahu bahwa isi dari amplop tersebut adalah sebuah foto Victoria.

“I..ni..” ujar Amber terbata-bata.

“Hhhhh.. kau lupa mengunci pintu, sunbae.” tiba-tiba dari arah belakang dia merasa tengkuknya memanas akibat desahan napas dan saat dia berbalik dia sudah menemukan seseorang disana.

“K..kau..ada apa datang kemari?!” tanya Amber kaget saat melihat sudah ada orang berdiri dibelakangnya. Tak sengaja dia pun menjatuhkan foto yang dia pegang tadi.

“Tenang sunbae, aku hanya ingin bercerita sedikit,” jawabnya disertai tawa sambil menarik Amber lebih dekat.

“J..jangan coba-coba denganku, aku mendapatkan sabuk hitam taekwondo jika kau ingin tahu!” ujar Amber mengambil ancang-ancang.

“Rileks, sunbae. Aku hanya ingin bercerita tentang ini. Kau tahu kan maksudku?” tanyanya sambil mengambil foto yang dijatuhkan Amber tadi.

“Kau tahu Victoria?” tanyanya sedikit terkejut.

“Hm..ya..dia juga siswa SHINHWA HIGH SCHOOL. Saat itu ia duduk di kelas satu dan sekelas dengan Minho sunbae, kan? Namun sayang dia sudah mati.” ujarnya misterius. Dia semakin mendekati Amber yang mulai goyah pertahanannya.

“Jika kau ingin tahu kenapa aku bercerita seperti ini, itu karena dia adalah kak–“

“ARGHHHHH!!!” orang itu menusuk perut Amber menggunakan pisau yang sudah dia siapkan.

“Kakakku. Dia kakakku. Victoria Song. DAN KALIAN TELAH MEMBUNUHNYA!” Lanjutnya sambil menatap Amber yang sudah berbaring di lantai dengan kondisi sekarat dan darahnya yang sudah mengalir ke lantai.

“K..kau..” napas Amber semakin sesak sehingga dia tidak bisa berkata banyak.

Orang itu berjongkok di sebelah Amber dan tersenyum padanya, “Sakitkah?” tanyanya. Amber tidak menjawab karena napasnya semakin pendek dan juga pandangannya mulai mengabur.

“Aku rasa, satu tusukan tidak akan cukup untuk bajingan seperti kalian. Lagipula aku tidak tega melihat kau sekarat. Baiklah, aku akan memberikan bonus. Lagipula, seperti kata pepatah, nyawa harus dibayar nyawa, ara?” Ujarnya dan langsung menusuk perut Amber lagi secara bertubi-tubi membuat Amber yang masih bernapas itu bereaksi lagi. Dia juga menggoreskan pisau tersebut ke lengan, kaki, dan muka Amber. Untuk serangan terakhir dia pun mencolok kedua mata Amber. Setelah itu, ia pun pergi dari rumah Amber tersebut dengan menunjukkan senyum kemenangannya.

“Selamat menyusul kakakku, sunbae..”

TO BE CONTINUED…

115 thoughts on “TERROR! | 1st

  1. Serem banget chingu! :(
    tp keren bgt…
    Kpan2 klo bkin crta Crta.a agk dipnjgin lg ya chingu…
    Kekeke, maap bnyk ngmong
    gomawo ((:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s