Revenge
Author : Asuchi
Cast :
*) Nam Woohyun [Infinite]
*) Lee Sungyeol [Infinite]
*) Hoya/Lee Howon [Infinite]
*) Jang Dongwoo [Infinite]
*) L/Kim Myungsoo [Infinite]
*) Kim Sunggyu [Infinite]
*) Lee Sungjong [Infinite]
Genre : AU, Thiller
Rating : PG-15 to NC-17(?)
Length : 5 Drabble
Disclaim : Anak infinite di bawah manajemen Woollim Ent, dan aku bayar mereka buat maen di ep2 aku pake cinta, terserah mu diapain jugaaaa /plakk..
a/n : OOC aka Out Of Character, isi’a kekerasan, yg gak suka mending gak baca… dan ini ep2 infinite pertama saia yg udah kelar *joget paradise* isi gagal(?) soal’a durasi terbatas.. cerita masing2, tapi yg terakhir nyambung *gak konsis* /plakk.. happy reading ^^’
Nam Woohyun menatap senang ke arah pria yang terlihat memelas, memohon padanya. Dia lalu tersenyum. Jelas sekali kalau dia bahagia saat ini.
Woohyun kemudian berjalan mendekati pria yang berjarak satu meter darinya dengan sebuah tongkat baseball di tangannya.
“Hyung, ada apa denganmu?” Pria yang memelas itu bertanya. Dia bisa melihat kebencian di mata Woohyun. Tapi dia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa karena dirinya kini sedang duduk di atas kursi dengan sebuah tali yang mengikat tubuhnya bersama kursi yang di dudukinya itu.
“Sudah kuperingatkan, kau jangan menyentuh kekasihku. Tapi kau terus melakukannya.”
Sesaat setelah Woohyun berbicara, dia melayangkan sekuat tenaga tongkat baseball yang dia genggam dengan kedua tangannya tepat ke pelipis kiri pria di hadapannya, Sungyeol.
Tidak perlu waktu lama, efek pukulan itu terlihat. Sungyeol langsung tidak sadarkan diri dengan darah segar terus mengucur dari pelipisnya.
Woohyun tertawa. Dia menatap wajah yang penuh darah itu, tapi Woohyun belum merasa puas. Woohyun kemudian memukul lagi pelipis Sungyeol yang sudah tidak sadar, kali ini dia memukul pelipis kanannya.
Kepala Sungyeol berpindah ke sisi kiri kursi. Terkulai tak berdaya dengan tulang tengkorak yang retak.
Kali ketiga Woohyun memukul kepala Sungyeol, nyawa pria itu melayang. [191 words]
-end-
Jang Dongwoo menatap takut pria yang terus mendekat padanya. Dia terus mundur dan mundur sampai tidak bisa lagi mundur karena di belakangnya terdapat tembok.
“A… apa yang kau lakukan Hoya?” Tanyanya pada pria tampan yang terus mendekatinya dengan dua buah belati masing-masing satu di kedua tangannya.
Lee Howon, pria yang dipanggil Hoya oleh Dongwoo itu hanya tersenyum simpul. Namun matanya menyiratkan sesuatu yang buruk.
Mata Dongwoo membelalak sesaat setelah dua bauh belati di tangan Howon berpindah ke dadanya. Dia merasakan kesakitan yang teramat sangat. Dan tak lama, dia ambruk.
“Wae… yo?” Tanya Dongwoo sambil menahan sakit di tubuhnya.
Howon tersenyum. Kedua tangannya merogoh sabuk yang memiliki beberapa saku kecil. Di dalam saku tersebut terdapat belati yang sama seperti yang telah menancap di dada Dongwoo. “Hanya tidak suka orang sok pintar sepertimu.” Ucapnya kemudian melemparkan lagi belati yang tersisa di saku sabuknya.
Belati ke tujuh tepat mengenai jantung Dongwoo dan menghentikan detak jantungnya itu. [153 words]
-end-
Kim Myungsoo menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia lalu mengacak-acak rambutnya. Dia tampak bingung. Terlihat jelas dari sikapnya yang tidak bisa diam. Myungsoo kadang menghembuskan nafas beratnya, kadang memukul stir di depannya.
Lalu kemudian raut wajah Myungsoo berubah cerah. Dia seperti baru saja menemukan sebuah harta karun. Buru-buru Myungsoo menyalakan mesin kendaraannya. Senyuman tercetak di wajah tampannya sebelum dia menginjak pedal gas dan melajukan mini truk yang baru satu minggu berpindah tangan menjadi miliknya.
BRAKKK….
Mini truk Myungsoo menabrak tubuh pria yang baru saja melintas di depannya.
“Selamat jalan, Kim Sunggyu.” Ucap Myungsoo kemudian memundurkan mini truknya dan menabrak lagi tubuh yang sudah tergeletak tak sadarkan diri.
Myungsoo mendengar samar suara tulang patah di bawah ban mini truknya itu. Sambil tersenyum, dia memaju-mundurkan mini truknya itu. Menikmati suara samar tulang-tulang patah yang berasal dari tubuh Sunggyu.
“Kau salah karena memacari sepupumu sendiri. Padahal kau tahu, aku, kakaknya, tidak akan tinggal.” Ucapnya. [151 words]
-end-
Howon membuka pintu sebuah ruangan karaoke. Suara keras yang sebelumnya tidak ada terdengar dengan sangat jelas di telinganya saat dia membuka pintu. Howon lalu masuk sambil menggoyangkan kepalanya mengikuti irama musik yang ada.
Howon lantas menghampiri pria cantik yang tengah menyanyi dan menari.
“Sudah lama di sini Sungjongie?” Tanya Howon pada temannya sambil mengikuti gerakan pria yang dipanggil Sungjongie itu.
Lee Sungjong, nama lengkap pria itu menoleh dan tersenyum. “Belum lama hyung.” Jawabnya. Dia kemudian menyerahkan mic yang dipegangnya pada Howon dan duduk di kursi. Memperhatikan Howon yang meneruskan lagu yang belum selesai dinyanyikannya.
Sungjong menyodorkan segelas jus jeruk pada Howon yang terlihat haus beitu selesai bernyanyi.
Brukk….
Howon ambruk ke lantai dengan kedua tangan memegang leher. Meski hanya berbekal cahaya dari lampu yang berkerlap-kerlip, Sungjong dapat melihat dengan jelas mata Howon membulat karena merasa tercekik.
“Silakan menikmati sianida yang sangat nikmat itu, Tuan yang tidak pernah mau mengakui kecantikanku.” Ucapnya sambil mengambil tas dan berjalan keluar ruang karaoke.
Howon menggerakkan tangannya, berusaha menggapai Sungjong tapi dia tewas sebelum berhasil. [170 words]
-end-
Myungsoo dan Woohyun saling bertatapan. Keduanya lalu tertawa bersama. Woohyun menyodorkan kaleng minuman yang dibawanya pada Myungsoo dan Myungsoo menerimanya. Keduanya kemudian melakukan toast sebelum meminum minuman itu.
“Membunuh itu menyenangkan hyung.” Ucap Myungsoo.
Woohyun mengangguk. “Benar sekali.” Dia menyetujui.
“Hyung~ kalian tega berpesta tanpaku!” Kata Sungjong yang setengah berlari menghampiri Myungsoo dan Woohyun.
Woohyun dan Myungsoo hanya tertawa tanpa menanggapi Sungjong. Sedang Sungjong langsung mengambil minuman yang ada di saku celana Woohyun dan membuka penutupnya lalu meminumnya.
Myungsoo dan Woohyun saling bertatapan, mereka kemudian tersenyum. Keduanya lantas menghampiri Sungjong.
“Hyung~ Lepaskan aku….” Pinta Sungjong saat Woohyun mengunci ke belakang kedua tangannya.
Myungsoo berdiri di depan Sungjong, memperhatikan pria cantik yang tengah menatapnya bingung. Dia lalu meletakkan kedua tangannya di kepala Sungjong
KRAKKKK….
Tulang leher Sungjong patah karena Myungsoo memelintir kepala pria cantik itu.
Woohyun melepaskan kuncian tangannya dan membiarkan tubuh Sungjong yang sudah tidak bernyawa tergeletak di depannya. Dia dan Myungsoo kemudian melanjutkan acara minum mereka. [157 words]
-end-
Sesuai rencana, mau disisain dua.. si hyunnie sama el-gun… lolololol, Karya ep2 pertama infinite aye kaya gini, ckckck~ *gelengpala* nyang inspirit atopun pecinta infi, semoga gak praktekin yg di atas ke saiia *komatkamit ma woohyun*
Okee~~ yg baca komen yah, pelisssss banget *melas ma yeol*

waaaaaa Asty onnie~~~ XDDD
FF-nya Infinite-nya kereeen XD tapi…. sadis TT____TT
wae? wae? wae? kenapa Sungjong-ku dibunuh? TT____TT *peluk kepin* /loh
betewe mereka semua saling membunuh itu kenapa eon? karena dendam? uhm kenapa ga diceritain aja eon dendamnya Infinite oppadeul itu biar ceritanya jadi semakin jelas. apa motif / alasan dan kenapa mereka jadi saling ngebunuh gitu. hehe
nice FF eon btw ^-^b
tapi… Sungjong…. (;~;)
kenapa ujong dibunuh? karena udah sepakat sma zen404 <- tau kan siapa, kalo yg disisain itu 2 dit.. ahahaha,
ini sengaja dibikin drabble biar gak keliatan serem'a dit, kalo dibikin detail tar makin sadis loh
makasi yaa udah komen juga suka
huh cukup sadis.. tapi kereeen….
i like this.
AHHH BAGUS WOOHYUN dan L/MYUNGSOO KERENNNN
FF NYA JUGA KEREN
tapi sayang sungyeol di bunuh
tapi aku suka bagian terakhirnya I like this
owh ya satu lagi hoya mati apa gak????
sadis gila ! *nahan teriak2 ini*