[Freelance] Love Never Lies 8/8

Love Never Lies Part 8 (End)

Author : Muthiah

Main Cast : Choi Minho, Goo Minji, Mario MALE

Support Cast : Kim Jonghyun, Lee Taemin, Jung Krystal, Choi Sunny

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-13

Sejak kemarin, Mario selalu mengirimkanku pesann via sms atau chat serta selalu menghubungiku tapi aku sama sekali tidak mejawabnya. Sampai saat ini aku masih belum bisa menerima kebohongannya itu.† Aku merasa menjadi orang yang paling pabo sedunia karena hal ini.

Aku melangkahkan kakiku ke kelas dengan gontai. Tak menghiraukan semua kata orang. Hari ini, Minho ataupun Mario itu tidak masuk sekolah. Itu lebih baik daripada aku harus mengingat kejadian kemarin.

Ketika istirahat makan siang, Krystal menghampiriku. Dia mewakili Mario meminta maaf untukku karena Mario sedang sibuk hari ini. Dia tidak bisa masuk sekolah karena ada syuting iklan yang harus dia kerjakan. Aku hanya diam mendengar pernyataan Krystal. Karena tidak ada respon dariku, dia langsung pergi begitu saja.

***

Pagi ini aku akan melakukan snow ski bersama Jonghyun oppa dan Taemin untuk refreshing. Semalam salju turun sangat deras dan kurasa pagi ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan snow ski.

Aku bersiap-siap pergi ke arena snow ski bersama Taemin. Jonghyun oppa akan menemui kami disana. Sesampainya kami disana, kami melihat Jonghyun oppa sudah siap dengan peralatannya menunggu di depan pintu masuk arena. Dia kelihatan sangat bersemangat, oleh karena itu aku juga harus bersemangat.

Kami memulai snow ski kami. Sedaritadi aku seperti dibuntuti oleh seseorang dengan penutup wajah. Tapi aku tidak mempedulikannya, aku teteap asyik bermain dengan Taemin dan Jonghyun oppa.

“AAAAAAAA” tiba-tiba kerumunan anak-anak datang dan akan menabrakku.

“AWAAASSSS!!!” seseorang mendorongku sehingga aku terselamatkan dari kerumunan anak-anak ceroboh itu. Tapi sayangnya orang yang menyelamatkanku malah terhempas ke bawah bukit itu. Dia terguling-guling ke bawah sampai terkena pohon-pohon dan akhirnya luka-luka.

Orang itu langsung di bawa ke rumah sakit dengan ambulans. Lukanya parah. Ternyata dia adalah orang yang sedari tadi mengikutiku. Untuk bertanggung jawab aku ikut ke mengantarnya.

Aku membuka penutup kepala orang itu, dan “Minho!!!” aku kaget melihatnya, ternyata Minho. Dia ternyata membuntutiku dari tadi. Aku merasa bersalah padanya, “Mianhae Minho.” aku menangis melihat keadaanya. Banyak sekali luka di sekujur tubuhnya. Ranting-ranting pohon membuat keadaannya makin parah. Selama perjalanan menuju ke rumah sakit Minho sama sekali tak sadarkan diri.

Dokter mengatakan dia harus melakukan operasi kecil. Ada beberapa ranting kecil yang masuk ke kakinya. Aku dengan setia menunggu operasinya selesai. Aku berharap semua yang terbaik untuk Minho.

Akhirnya dokter keluar dari ruang operasi dan menemuiku “Lukanya sudah kami atasi. Anda sudah boleh masuk menjenguknya.”

“Ne. Gamsahamnida dokter.” kataku sambil membungkuk lalu masuk ke dalam kamar Minho.

Aku masuk ke dalam dan melihat Minho terbaring lemah. Seharusnya aku yang ada di posisinya sekarang. Dia selalu menjagaku ketika aku akan terkena musibah. Minho, mianhae aku juga telah menyakitimu. Aku mendekat ke tempat tidurnya, “Kau pabbo sekali, kenapa kau menyelamatkanku? Biar saja aku yang terjatuh. Aku tak bisa melihatmu seperti ini.”

Tok Tok

Sunny eonni dan Jinki oppa serta Krystal datang. Mereka sangat khawatir dengan keadaan Minho begitu juga dengan Krystal. “Minji-ya, bisakah kita berbicara sebentar di luar?”

“Ada apa?”

“Ada sesuatu yang harus kukatakan.”

“Ne.” aku langsung mengikuti langkahnya keluar.

Dia mengajakku ke taman rumah sakit. Disana kami duduk di bangku tamannya. Lalu Krystal memulai pembicaraannya “Jangan marah pada Minho, jebal…”

Flashback

Krystal POV

Bel pulang berbunyi. Aku lekas merapikan bukuku dan keluar kelas. Sebelum pulang, aku mampir ke perpustakaan sekolah. Setelah meminjam beberapa buku, aku lekas berjalan ke gerbang sekolah. Tiba-tiba langkahku terhenti ketika melihat salah seorang teman sekelasku, Choi Minho di tempat parkir. Minho masuk ke sebuah mobil dengan gelagat mencurigakan. Karena penasaran, aku mengikutinya. Kulihat dari luar mobil, ternyata dia sedang melepaskan bajunya dan menggantinya dengan yang lebih baik. Dia menyisir rambutnya dan membuatnya lebih stylish dengan bantuan salah seorang di dalam sana lalu memakai softlens. Tak kusangka, tiba-tiba dia sudah berubah menjadi salah seorang personel group MALE, Mario.

Aku memang penggemar berat boyband itu, oleh karena itu aku mengahampiri mobilnya dan membukanya. Mario terlihat sangat kaget “A-apa kau melihatnya?” aku mengangguk “Ne, tapi kau tenang saja, aku tidak akan membocorkannya tapi tentunya bersyarat.” jawabku penuh siasat.

“Syarat? Syarat apa?”

“Kau harus mengizinkanku dekat dengan boybandmu, ottokhae?”

“Bagaimana bisa?”

“Ne, aku juga ingin aku sering bertemu denganmu.” kebetulan, Mario adalah biasku. Tentunya kesempatan ini akan kumanfaatkan dengan sebaik baiknya.

“Ya! Kau bercanda?”

“Anniyoo! Orang-orang tahu atau kau menuruti syaratku?” dia hanya diam dan terlihat sangat kesal, aku tahu itu. Tapi ini adalah satu-satunya cara.

“Baiklah, tapi kau harus tetap menjaga jarak.” jawabnya sangat tidak yakin.

“JINJJA?”

“Em.” dia hanya mengangguk sedikit.

Flashback ended

“Sejak itu, aku semakin dekat dengannya. Sejak itu juga, dia menceritakan segala hal tentangmu. Dia suka padamu, senyummu manis, kau gadis pertama yang dia sukai, dia menyukaimu sejak pertama kau main ke rumahnya ketika kelas 4 SD. Meski begitu, aku sudah sangat jahat menghalangi kalian berdua. Soal itu, aku tahu kau kesal kan, Minho tidak pernah memeluk atau menciumku. Itu semua perbuatanku.”

“Benarkah itu, Krystal?” dia terlihat sangat terkejut.

Aku mengangguk dengan yakin “Ne. Dia sering berkorban untukmu bukan? Dia sering datang ke rumahmu hanya untuk sekedar mengajarkanmu. Dia masih bisa meluangkan waktu untuk menemuimu ketika ia masih dalam masa persiapan konsernya. Jujur saja, sejak aku tahu kau menjadi yeojachingunya, aku sangat kesal. Sebab itu, aku membongkar semua rahasianya. Dan satu lagi, maafkan dia berbohong padamu perihal dia sering pergi ke Jepang atau membantu eommanya. Selama ini dia menjalankan pekerjaanya sebagai artis, bukan membantu eommanya.” Minji hanya terdiam, aku tahu dia sangat terkejut. Memang terlalu banyak yang Minho tutupi darinya, itu semua karena ia ingin membahagiakan Minji. “Mianhae Minji. Aku minta maaf.” kataku padanya.

Minji POV

Aku tak menyangka, selama ini Minho… Bagaimana bisa ia tak penceritakannya padaku. Minho, naddo saranghae. Tapi caramu salah.

Aku berjalan kembali ke kamarnya sambil memikirkan apa yang Krystal sampaikan. Sesampainya disana, aku masih melihat Minho yang masih belum tersadar juga.

Tok Tok

Seseorang masuk dan mendekat, “Jonghyun oppa?”

“Aku tahu kau belum makan, aku membawakanmu ini.” katanya sambil menunjukkan rantang yang ia bawa.

“Aku masih belum lapar.”

Minho POV

Aku membuka mataku. Melihat sekitarku dan mendapati segala yang berwarna putih dan mencium bau khas ini. Aku tahu aku dimana, rumah sakit.

Setelah menyandarkan punggungku ke bantal, aku menemukan sepasang yeoja dan namja yang sedang berpelukkan. Aku mencoba memastikan siapa mereka dan mendekat.

Ternyata Minji dan Jonghyun.

Pelukan yang sangat mesra.

Setelah menyadari bahawa mereka sedang diperhatikan oleh rang lain, mereka langsung melepaskan pelukannya. Aku yang sudah tidak kuat lagi, mencoba berlari. Mencoba berlari sejauh mungkin karena hatiku kini sudah hancur berkeping-keping.

Ternyata kakiku sama sekali tidak mendukung, aku jatuh pingsan tak jauh dari kamar rawatku. Terakhir yang kuingat hanya Minji yang memanggil namaku.

Minji POV

Pabbo ya, apa yang kau lakukan Minho?! Kau mau mencelakakan dirimu sendiri? Kakimu belum pulih tapi kau malah berlari.

Ini pasti salah paham, dia pasti mengira aku berpelukan mesra dengan Jonghyun oppa, padahal Jonghyun oppa hanya menenangkanku. Lagipula, Jonghyun oppa kini sudah tidak menyukaiku melainkan mencintai Sunny eonni.

Sunny eonni datang dan menceritakan awal mula Minho merubah penampilannya, awalnya itu semua karena Sunny eonni sendiri yang gemas melihat adik kesayangannya itu.

Flashback

Sunny POV

Aku sudah lama mengetahui kalau namdongsaengku ini sebenarnya namja yang sangat tampan, hanya saja dia belum bisa mengolahnya. Akhirnya aku memutuskan untuk memaksanya pergi ke salon di sebuah mall. Hari itu aku benar-benar mempermaknya menjadi seorang pangeran.

Tujuan pertama kami adalah salon langgananku, aku membawanya ke sana untuk melakukan perawatan. Sesampainya di sana dia hanya menurut karena sudah kuancam, kalau dia tidak menurutiku, aku akan mengatakan pada eomma dan appa bahwa dia tidak pernah memakai motornya, padahal eomma dan appa sudah membelikannya susah-susah untuknya.

“Permak namdongsaengku ini, arasseo?”

“Ne, ini sih gampang.”

Ternyata prosesnya lama sekali, aku menunggu sampai sekitar 5 jam. Karena bosan menunggu akhirnya aku membeli makanan keluar sebentar. Ketika kembali, aku melihatnya keluar dari ruang gunting rambut.

Pakkk

Minumanku jatuh menimpa lantai.

“Apa kau Minho?” aku bertanya padanya dengan ekspresi yang kutahu pasti sangat konyol.

“Ya noona, kau kenapa? Tentu saja ini aku.” jawabnya dengan santai.

“Kau…TAMPAN SEKALI MINHO-YA!”

“Mwo? Biasa saja.”

“Lihat kaca itu!!!” kataku sambil menunjuk ke sebuah kaca dekat resepsionis.

Dia langsung menghampiri kaca itu dan melihat bayangan dirinya di kaca, “Hmm, ternyata aku tidak terlalu jelek.” katanya santai.

“Tidak terlalu jelek??????? Ya!!! Kalau kau bukan adikku, sudah kugebet kau!”

“Mwo? Aku adikmu, noona!”

Aku langsung menariknya ke resepsionis dan membayar semuanya lalu pergi ke sebuah butik terkenal. Lagi-lagi dia protes “Mau apa lagi noona? Aku capek.”

“Sudah ikuti saja aku. Coba ini, ini, ini, dan ini.” aku langsung memberinya beberapa baju yang sudah kupilih. Lalu ia bergegas masuk ke fiting room dan mencoba baju itu, “Ya! Cepatlah.” tak lama setelah itu, ia keluar dengan memakai baju yang sudah kupilih “OMOOOOOOOOOO Minho-ya! Kau tampan sekali.” ekspresinya hanya datar “Coba yang lain! Coba yang lain!”

“Baiklah.”

“Yang ini bagus!”
“Yang ini juga bagus!”
“Aaaa ini juga bagus! Semuanya cocok untukmu Minho.”

Akhirnya kami membeli semuanya. Setelah itu aku dan Minho berjalan di mall. Minho menjadi pusat perhatian. Ya memang, dia sangat tampan.

Setelah menyusuri mall, kami makan siang di sebuah restoran Perancis. Di sana, kami bertemu dengan seorang pencari bakat.

Pencari bakat tersebut sedang mencari beberapa personel boyband dan Minho diterimanya tanpa ikut casting. Tentu saja, awalnya Minho tidak mau, tapi karena paksaanku, akhirnya dia menurut dan sekarang dia telah menjadi bintang besar.

Flashback ended

“Meskipun begitu, dia tidak mau memberitahukan identitas aslinya karena malu.”

“Jinjja?” tanya Minji padaku. Aku langsung mengangguk, “Wae, eonni?”

“Molla, aku juga tidak mengerti jalan pikirannya.”

Minji POV

Setelah aku mendengarkan cerita Sunny eonni, semuanya terasa semakin jelas. Aku mulai mengerti tentang Minho yang sebenarnya.

Minho terbangun “Minho? Kau sadar?” dia tidak menghiraukanku sama sekali.

“Eonni.” dia justru memanggil eonninya.

“Ne. Gwenchanayo?”

“Gwenchana. Kapan aku boleh pulang?”

“Kau masih harus beristirahat di rumah sakit, Minho.”

“Anniyo aku ingin pulang.” katanya sambil merengek. Aku sama sekali tak dihiraukannya.† Apa dia benar-benar marah. Mianhae Minho, aku tidak mencintai Jonghyun oppa sama sekali.

***

Aku selalu datang setiap hari menjenguk Minho, tapi tetap saja dia tidak mengacuhkanku. Hari ini dia sudah boleh kembali ke rumah. Aku ikut menjemputnya. “Minji-ya, aku minta tolong kau yang menyetir ya? Tanganku sedang sakit sekali.” pinta Sunny eonni sambil memegang tangannya.

“Baiklah, aku yang akan menyetir.” jawabku dengan senyum.

Kami langsung bergegas ke mobil dan berjalan pulang. Selama di mobil, atmosfirnya sangat tidak enak. Semuanya diam, tidak ada yang bicara sampai Sunny eonni membuka pembicaraan, “Minho, jangan seperti itu, hargai Minji. Kenapa kau tetap tak mengacuhkannya?” Seperti biasa Minho hanya diam. “Tak apa, eonni, gwenchana.” jawabku. Minho tetap diam.

Tiba-tiba Minho mengeluarkan suaranya, “Kenapa kau berpelukan dengan Jonghyun hyung. Kau sudah berpacaran dengannya kan?” aku cukup kaget mendengar pertanyaannya. Begitu pula dengan Sunny eonni, “Benarkah itu, Minji?”

“Anniyo! Aku sama sekali bukan yeojachingunya.”

“Tapi kenapa kau berpelukan dengannya huh?” suaranya meninggi.

“Dia hanya ingin menenangkanku, Minho.”

“Bohong, aku tidak percaya.”

“Baiklah!” kataku dengan nada yang tinggi.

Aku memutarbalikkan mobil dan merubah tujuan kami. Aku akan membuktikan pada Minho bahwa aku benar-benar mencintainya.

Akhirnya kami sampai. Aku memaksa Minho untuk keluar tapi dia tidak mau. Lalu aku dan eonni menariknya keluar mobil, “Maumu apa sih, Minji-ya?”

“Aku akan membuktikannya.”

Aku langsung menariknya ke sebuah pohon. “BACA INI!” aku menyuruhnya dengan nada tinggi. “Apa yang tertulis disini?”

Minho hanya diam. Lalu dia menatapku. Tiba-tiba dia memelukku, “Saranghaeyo, Minji. Jeongmal saranghae.”

“Nado saranghae, Minho. Jangan pernah bohongi aku lagi, arasseo?”

“Mianhae Minji, aku banyak berbohong padamu.”

“Gwenchana.”

“Saranghaeyo.” cuppp. Dia langsung melumat bibirku lembut. Ciuman kami berlangsung sangat lama. Aku dapat merasakan aliran cinta dari tubuhnya. Lalu dia melepaskannya.

“Nado saranghae.” aku langsung memeluknya erat.

Kami kembali ke mobil untuk bertemu dengan Sunny eonni dan mengatakan bahwa kami sudah berbaikan, tapi Sunny eonni tidak ada di mobil. Lalu kami mencarinya.

“Saranghae, Sunny-ah.” ucap seseorang padanya sambil memberikan seikat bunga mawar.

“Nado saranghae, Jonhyun.” jawabnya.

***

20 Tahun Kemudian

Aku, Minho, dan Hyonji turun dari mobil lalu berjalan mendekati sebuah pohon. Hyonji berkata, “Appa, ini namamu, bukan? Dan ini, nama eomma.”

“Ne, Hyonji. Kau tahu siapa yang mengukirnya?” jawab Minho

Hyonji menggeleng, “Anni. Nugu?”

“Nama appa diukir oleh eomma, begitupula nama eomma, apa yang mengukirnya.” kata Minho sambil mengalihkan pandangannya pada istri di sebelahnya, aku.

The End

10 thoughts on “[Freelance] Love Never Lies 8/8

  1. kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa demi ap itu end’ny sweet bngt,,,
    mereka udh punya anak,, >.<
    akhir'ny mereka bersatu jg,,,hihihihi ketawa pas bagian jong nyatain perasaany k sunny….kkk~
    keren keren… :D ini udh lngsng sequel'ny yah,,hehe

  2. Wah, keren… Brarti kyk novel yg di kasih minho wkt minji ultah ke 16 dunk… Persahabatan yg smpai ke pelaminan.. Romantis banget…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s