Judul: Gloomy Sunday
Author: Rizkyvi24 or Vii-chan
Genre: Romance,
Rating: PG17
Length: Oneshoot, Fictsong
Cast:
-Lee-Teuk a.k.a Dennis Park
-Emily Buctors
Hey! Saya author baru disini
mohon bantuannya.. *^^*
Mohon kritik dan sarannya ya!! Happy Reading
Ohya! FF ini juga udah pernah di post di tempat lain… jadi klo ketemu dan mirip ini bukan copas yoo… nama pena saya biasanya Vii-Chan.
-***-
Darling, I hope
that my dream hasn’t haunted you
my heart is telling you
how much I wanted you
Gloomy Sunday
It’s absolutely gloomy Sunday
-***-
Emily’s side
Lembaran terus berganti dan segalanya semakin menyakitkan. Menusuk, tidak adakah orang lain yang kumiliki di dunia ini. Bahkan semuanya meninggalkanku. Sendiri melawan arus hidup yang keras, hanya sendiri. Menjadi anak yang tidak di terima oleh keluarga, terbuang dari segalanya, dan kehilangan satu-satunya orang terkasih dalam hidupku.
Tangan ini begitu dingin tidak ada yang dapat mengengam dan meraihnya, meniupkannya udara hangat dan mengosokannya memberi kehangatan. Begitu sederhana, tapi tidak ada yang akan melakukannya untukku. Hanya tatapan kebencian yang selalu menatapku.
Semua sama saja, begitu kotor dan menjijikan. Mengangap seorang manusia yang terlahir dengan cara sama seperti mereka begitu menjijikan di matanya dan bahkan engan untuk ditatapnya.
Apa aku salah? Apa aku salah jika aku terus menyingkirkan mereka semua dari hidupku. Menancapkan belati yang tidak lebih tajam dari tatapan matanya, menghantamkan kayu yang bahkan tidak lebih tebal dari dinding hati mereka. Apa itu salah?
Semua hanya bisa menatapa dan mencemooh saja, tidak bisa melihat dengan kedua mata mereka bahwa aku hanyalah gadis biasa seperti mereka semua.
“Please… No!” Rintihnya begitu menyedihkan, tapi tidakah kalian berpikir lebih menyedihkan diriku. Selalu terpojok dunia hingga usiaku 17tahun dan dia hanya terpojok dengan tumpahan darah segarnya oleh gadis berumur 17tahun yang terasingkan dunia.
Aku hanya bisa menatapnya dengan pandangan teduh, dunia begitu mengerikan dapat mengubah hati seorang gadis dalam waktu singkat.
Crasss—
Belati tajam itu kembali menghantam tubuh gadis yang terpojok itu, mencipratkan darah kebencian pada wajah ku yang pucat. Aku senang melihatnya seperti ini, rasa sakit ini cukup terobati dengan segala kondisinya saat ini.
Matanya menatapku penuh keterkejutan dengan belati yang kutancapkan sekuat tenaga pada dada kirinya—jantungnya. Aku tidak mengerti tersenyum dan aku hanya bisa memiringkan sedikit sudut bibirku.
Kosong, dia telah pergi. Aku harap tuhan bisa membawanya ke tempat ternyaman di neraka.
Continue reading →
Like this:
Like Loading...