The Stab of Jelangkung

4 Jun

Title                : The Stab Of Jelangkung

Author           : @gumihae

Length            : Chaptered

Rate                : PG-15

Genre             : Horror, Thriller, Romance (Little)

Cast                :

  • SJ Siwon
  • Park Ririn
  • Lee Haejin
  • SJ Donghae
  • SJ Leeteuk
  • SJ Shindong
  • SJ Eunhyuk
Credit :
  • Tusuk Jelangkung Movie (2003) Directed by Dimas Djayadiningrat
  • Tusuk Jelangkung Novel written by FX Rudy Gunawan

Disclaimer : Diangkat dari Novel + Film yang berjudul Tusuk Jelangkung, yang dimainkan oleh Marcella Zalianty, Samuel Rizal, Dinna Olivia dkk, pada tahun 2003. Aku bener-bener suka film itu sampai berkhayal gimana kalau anak Super Junior main disana bareng aku wkwkwkwk :p maaf ya Mas Dimas dan Mas Rudy saya acak-acak karyanya wkwkwkwkwk, pernah di publish di SJFF2010 dan Jinhaexy ^^

Tusuk Jelangkung

Jelangkung, Jelangkung…

Disini ada pesta kecil-kecilan…

Datang tak dijemput, pulang tak diantar…

Datang tak dijemput, pulang tak diantar…

Jelankung, Jelangkung…

Disini ada pesta kecil-kecilan…

Datang tak dijemput, pulang tak diantar…

Datang tak dijemput, pulang tak diantar…

Ririn terus memelototi batang korek api yang dia gunakan untuk bermain Jelangkung malam itu di dalam kamar tidurnya. Dengan serius dipandanginya batang-batang korek api itu. Masih tidak ada perubahan sama sekali dengan batang-batang korek api tersebut.

Ririn menghela napas, kemudian mengucapkan mantranya lagi. ”Jelangkung, jelangkung disini ada pesta kecil-kecilan, datang tak dijemput, pulang tak diantar… datang tak dijemput, pulang tak diantar… jelangkung… jelangkung…”

”Ya ampun! Ririn, masih main begituan aja?” Haejin teman kuliahnya tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya tanpa permisi, dan mengganggu konsentrasinya. ”Mau bener-bener didatengin? Kapok nanti!” dia langsung duduk tepi kasur.

”Abis aku bete! Mana Siwon, janji dari tadi mau main kesini, nggak nyampe-nyampe sama sekali…” sahut Ririn.

Haejin mengeluarkan lipbalm dari dalam tas kecil, dan memakainya sambil berkata. ”Tadi barusan aku telepon Shindong… kata Shindong, dia… Eunhyuk, sama Siwon, lagi di Catroz…”

”Catroz?!” mata Ririn membelalak lebar.

Haejin mengangguk. ”Iya, mereka lagi di Catroz… mendingan kita kesana aja yuk, Ririn-ah…”

”Gila ya! Dari tadi aku tungguin katanya mau kesini, tau-taunya malah clubbing?! Lama-lama ilang feeling tau nggak sih!” Ririn langsung emosi, berdiri dan membereskan barang-barangnya.

Haejin yang udah tau betul tabiat sahabatnya itu langsung memperingatkan. ”Udah, jangan emosi! Awas ya, nanti kalo ribut di depan umum!”

”Bodo ah!” Ririn langsung mengambil mantelnya dan keluar dari kamarnya, Haejin mengikutinya. Sementara tanpa mereka berdua tahu, korek api di atas tempat tidur Ririn, bergerak tanpa ada yang menyentuhnya sama sekali.

*Catroz*

Catroz, adalah sebuah diskotik paling yahut di kota Seoul. Rata-rata kalangan muda yang suka menghabiskan waktu malam dengan bersenang-senang datang ke diskotik ini. Dan ditempat inilah mobil Ririn berhenti, setelah menyerahkan kuncinya kepada petugas valet, Ririn dan Haejin turun dari dalam mobil dan membiarkan petugas menangani mobil mereka.

Setelah melewati dua peniup api yang berada di depan pintu masuk diskotik, Ririn dan Haejin langsung masuk. Ingar-bingar diskotik yang sedang memutarkan lagu Shake It Up Remix membuat keduanya tidak dapat berkomunikasi tanpa memakai toak masjid.

”Haejin-ah!” teriak Ririn. ”Penuh! Bisa lama nyarinya… mencar aja deh!”

Haejin mengangguk. ”Aku kesini, kau cari ke sebelah sana ya…” Haejin kemudian menghilang, mencari sudut favorit sahabat-sahabatnya jika datang ke diskotik ini. Dan benar saja, ditemukannya Shindong sedang terlelap di sofa sambil memeluk baskom potato chips.

”Shindong-ah! Yah! Yah! Ireona!” Haejin dengan kejamnya mengacak-acak badan Shindong. ”Shindong-ah! Yah! Shin Donghee, ireona! Aduuuuuh…” dan Haejin memencet hidung Shindong.

Shindong menggeliat-geliat dan bangun sambil berteriak, meski tidak terdengar, karena alunan musik. ”Apaan sih, Haejin?!”

”Bangun! Eh, Eunhyuk mana?!” teriak Haejin.

”Hah?!” Shindong balas berteriak karena tidak mendengar.

”Eunhyuk! Eunhyuk mana???‼!”

”Nggak tau! Check in kali di toilet…” sahut Shindong asal, kemudian dia kembali tidur.

”Hah?! Ngapain? Eh… aish!”

Sementara orang yang dicari oleh Haejin, ternyata sedang asik-asikan mabuk dikeliling gadis-gadis cantik yang menyemangatinya untuk terus minum. Sudah tidak terhitung lagi berapa jenis minuman yang sudah masuk ke dalam perut Eunhyuk. Mulai dari Jack Daniel, Tequila, Absolute Vodka, Civas, sampai Long Island sudah mampir ke dalam perut Eunhyuk.

”Ayo, dong… Eunhyuk-ah… minum lagi…” sahut seorang gadis yang berpakaian seksi.

”Ciuuuuuum…” Eunhyuk memonyongkan bibirnya.

”Iya, dikasih cium… tapi minum dulu…”

”Apaan nih?”

”Ayo dong, minum dulu… ya…”

”Minum! Minum! Minum!”

Akhirnya Eunhyuk menerima gelas kecil berisi cairan berwarna biru tua itu, dan menenggaknya, diiringi tepukan riuh dari gadis-gadis yang mengelilingi bocah berbadan kurus itu. Sementara di sisi lain diskotik, Ririn berdiri di belakang pasangan muda-mudi yang asyik nempel.

Siwon asyik menggandeng cewek yang berada di depannya, sama sekali tidak sadar kalau ada wanita yang tampangnya udah jutek banget berdiri bersedekap di belakangnya. Cewek itu akhirnya sadar kalau mereka sedang di perhatikan, akhirnya dia berkata pada Siwon.

”Aku ke kamar mandi dulu ya…”

Siwon mengangguk. ”Mau aku temenin?”

”Nggak usah…” kemudian gadis itu langsung menghilang.

Siwon mengambil gelas di konter, dan meminumnya, karena Ririn berjalan mendekat, dikira Siwon gadis yang tadi sudah kembali, Siwon berbalik sambil tersenyum, tapi senyumnya langsung hilang begitu melihat siapa yang ada di hadapannya.

”Jagiya…”

”Kenapa? Nggak seneng? Kayaknya kecewa banget ya, aku yang dateng kesini? Bukan cewek itu?” kata Ririn yang sudah emosi tingkat tinggi.

”Bukan gitu, Jagiya…” kata Siwon panik sambil berusaha meraih tangan Ririn, namun tangannya dihempaskan oleh Ririn. ”Kamu kenapa sih? Dateng-dateng udah bete aja…”

”Eh! Gak usah pegang-pegang ya! Di depan aku aja, gayanya udah paling setia sedunia! Nggak taunya sama aja! Muna tau nggak kamu! Udah deh…” dan Ririn berbalik sambil marah-marah. Siwon mengejarnya.

Sesampainya di rumah Siwon, rumah yang biasa buat mereka nongkrong, karena selain rumahnya luas, orang tua Siwon juga sedang ke Thailand, karena urusan bisnis, Siwon hanya tinggal bersama sang kakak, Leeteuk, yang sering naik gunung, maka mereka membawa Eunhyuk yang mabuk ke rumah Siwon. Dan sekarang Eunhyuk sedang jerit-jerit memanggil Eomma-nya, karena wajahnya bolak-balik di celupkan ke dalam bak air oleh Shindong.

”Eommaaaaaaa‼! Ampuuuun, Eomma… Hyukjae nggak akan mabuk lagi, Eommaaaaa… bleppphhh…” Shindong menenggelamkan wajahnya lagi.

”Makanya! Kalau tidak bisa mabuk, jangan gaya-gayaan mabuk! Aku tak mau mengantarmu ke rumah dalam keadaan begini, nanti Eomma-mu itu marah padaku!” dan Shindong memasukkan wajah Eunhyuk lagi ke dalam air.

”Eommaaaaaaaa‼!”

”Heh! Eunhyuk-ah! Berisik! Ini udah jam dua… nanti tetangga pada bangun!” kata Haejin yang masuk ke dalam dapur, karena Eunhyuk diterapi oleh Shindong di bak cuci piring dapur. Haejin membuka kulkas dan mengambil minuman kaleng. ”Shindong-ah! Itu Eunhyuk suruh diem kenapa!”

”Biar aja, Haejin-ah! Rasain mabok!” kata Shindong kejam, dan memasukkan wajah Eunhyuk ke dalam air lagi.

Sementara di ruang tamu, Ririn sedang asik bermain tarot sendirian. Tidak dipedulikannya Siwon yang terus merayunya.

”Jagiya… jebal, jangan marah begitu dooong… dia itu cuma temen aku, aku sama dia emang ngapain sih tadi? Kami kan nggak pelukan, nggak ciuman…”

”Apaan sih?!” Ririn menghempaskan tangan Siwon yang berusaha merangkulnya.

”Jagiya…” rengek Siwon.

”Aduuuh…” Ririn berdiri. ”Pokoknya terserah deh kau mau bilang apa, aku tidak peduli, titik.” Ririn meninggalkan ruangan, digantikan Haejin yang masuk membawa chips dan minuman kaleng, lalu duduk menggeser Siwon, dan meraih remote mencari siaran yang bagus.

Siwon memeluk bantal menatap Haejin. ”Yah, Haejin-ah… temanmu itu kenapa sih? Marah-marah melulu?”

”Nggak ikutaaaaaaaan…” sahut Haejin cuek, sambil terus mengganti saluran televisi. Siwon tahu Haejin tipe cewek yang cuek, dan tidak akan pernah mau ikut campur urusan siapa pun, termasuk urusan sahabatnya sendiri, tapi Siwon tetap kesal karena dia ingin Haejin setidaknya perduli dikit gitu sama masalahnya ini, meski ini memang salah dia.

Kemudian Shindong masuk ke ruang tengah, sambil membawa Eunhyuk yang masih oleng. Shindong duduk di tangan sofa itu, sementara Eunhyuk mulai meracau nggak jelas lagi.

”Eh, Haejin… kok baru keliatan?” tanyanya teler. Haejin cuek bebek, masih nonton televisi. ”Haejin… Haejin… aduuuuh, tambah cantik aja…” Eunhyuk menggapai-gapai, dan mencolek-colek Haejin.

”Eunhyuk-ah… ngomong sekali lagi, kulempar kau pakai ini!” Haejin mengacung-kan remote-nya.

”Lempar aja!” sahut Shindong sambil tertawa.

PRANG‼!

Siwon, Haejin, dan Shindong langsung menoleh cepat ke arah dapur. ”Ririn-ah!” pekik Siwon. Dia, Haejin, dan Shindong langsung bergegas berlari ke belakang, Ririn sedang gemetaran dari ujung rambut hingga ke ujung kaki. Apel, pisau, dan pecahan piring bertebaran di lantai.

”Jagiya, gwenchana?!” pekik Siwon langsung memeluk Ririn.

Ririn geleng-geleng. ”Di jendela… di jendela… tadi… ada… ada bayangan! Ada bayangan gede gitu!”

”Jagiya, kamu udah ngantuk, yuk aku anter pulang…” Siwon membawa Ririn keluar dari dapur. Haejin mendekati jendela, melihat kebun kosong yang masih merupakan halaman rumah Siwon.

”Yah! Shindong-ah! Itu bukannya si Eunhyuk?” Haejin menunjuk.

Eunhyuk sedang di kebun dan terlihat linglung. Shindong berdecak, ”Tuh anak kalau mabuk nyusahin ya!” dan Shindong keluar membawa Eunhyuk kembali ke dalam rumah.

*Esoknya*

Ririn melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh sambil memutar volume CD di mobilnya ke maksimum. A Man In Love berbunyi diseluruh bagian mobilnya yang sudah di modifikasi.

”Semalam… sudah ada yang muncul… mungkin kalau hari ini kita main rame-rame, bakalan muncul betulan. Hari ini Haejin, Siwon, Shindong, dan Eunhyuk harus ikut main bersamaku!” dengan pikiran yang bersemangat tentang jelangkung, Ririn menekan pedal gas semakin kencang.

*Rumah Siwon*

”Aigoooo, capeknya…” Shindong melempar ransel ke sofa, kemudian, badannya sendiri ikut dilemparnya ke sofa.

”Hu-uh, ngantuk bangeeeet… teler berat rasanya…” Eunhyuk ikutan berbaring di sofa yang sama, hanya berlawanan arah posisinya dengan Shindong.

Shindong mengambil remote dan mencari saluran yang bagus, sementara Siwon membawa minuman kaleng dan chips dari dalam dapur. ”Pada mau minum? Pada mau makan?”

”Mau banget…”

”Teler banget sih kalian,” Siwon duduk dan membuka minuman kalengnya. ”Kau juga, Shindong-ah…”

”Gimana nggak teler? Pagi kuliah… malemnya dugem, udah mana musti ngurusin orang mabok lagi!” Shindong menendang Eunhyuk. ”Nggak lagi-lagi ah… capek banget.”

Eunhyuk juga mengangguk. ”Iya! Nggak lagi-lagi deh… bayangin aja, tadi di kelas itu dosen ngebayang jadi dua… dua! Coba… aduh, nggak lagi-lagi deh…”

”Makanya jangan kebanyakan gaya!” Siwon melempar Eunhyuk dengan bantal. ”Nggak kuat mabok, masih mau nampang… udah mana bill aku yang bayar! Kau masih utang ya padaku…”

”Lah kau sendiri?! Suka nampang juga!”

”Kalau aku beda… gadis-gadis yang datang padaku, bukan aku yang ngejar-ngejar… ya nggak, Shindong?”

”Tau…” Shindong mengangkat bahu, dan lebih memilih makan chips.

Kemudian Ririn dan Haejin masuk, Ririn langsung ngeloyor ke dapur sambil telpon-telponan, sementara Haejin melempar tasnya kepada Shindong dan Eunhyuk, yang terpaksa menggerutu dan memisahkan diri, sementara Haejin memaksa duduk diantara mereka, ekspresi wajahnya kesal.

”Kenapa wajahmu, Haejin-ah?” tanya Shindong.

”Dosen ngebetein banget! Masa tiba-tiba ngasih tes dadakan! Udah mana susah banget lagi! Dikiranya kita robot apa, nggak punya kerjaaan yang cuma bisa belajar melulu!” desisnya berapi-api.

”Haejin-ah… kau tenang saja… kalau kau memang butuh bantuan, ada aku Lee Hyukjae, yang siap membantu!”

Shindong tertawa lepas. ”Yah! Eunhyuk-ah, lagakmu tinggi sekali! Jurusan aja beda, mau bantuin apa? Ngepel?”

”Eh, Ndut! Sirik aja… aku kan tidak bicara padamu!”

”Biarin!”

Sementara Haejin, bukannya terhibur dengan rayuan kelas kacangan dari Eunhyuk, malah tambah bete. Wajahnya yang cantik, malah ditekuk. Siwon lain lagi dia malah kesal sendiri, dicuekin Ririn.

”Ririn telepon-teleponan sama siapa sih?!” tanyanya gusar.

”Tau…” sahut Haejin sewot.

”Udah biarin aja, namanya juga Miss Ring-ring…” sahut Shindong enteng. Akhirnya Siwon melangkah ke dapur, dan melihat Ririn memasukan es batu ke dalam gelasnya, kemudian menuangkan air mineral ke gelas itu sambil terus berbicara kepada lawan bicaranya.

Siwon memeluknya dari belakang. ”Kok aku dicuekin sih?! Kamu telepon-teleponan sama siapa?”

”Eh… udah dulu ya…” Ririn langsung mematikan teleponnya dan mencubit pipi Siwon. ”Mau tauuuuuu ajaaaa…” Ririn melangkah keluar dapur. Ya setidaknya, dia sudah memaafkan Siwon, Siwon nampak senang.

Siwon ikut masuk ke ruang tengah lagi. Shindong sedang membaca majalah yang dibawa Haejin, sementara Haejin dan Eunhyuk sedag menonton Music Bank di televisi, tapi tiba-tiba saja Ririn menutup semua gorden di jendela, hingga terdengar protes dari Shindong, Eunhyuk, dan Haejin.

”Yah! Ririn-ah… lagi baca nih!”

”Ngapain sih, Ririn-ah?! Orang lagi nonton juga…” keluh Haejin.

Ririn kemudian meletakkan tasnya di meja, kaleng-kaleng minuman dipindahkan ke atas televisi.

”Eh, Ririn-ah! Itu minumanku, mau dikemanain?!” tanya Eunhyuk.

Ririn duduk di bawah, dan mengeluarkan korek api di atas meja. ”Kita, main jelangkung…” bisiknya mistis.

”Hah?! Lagi?!” tanya Haejin. ”Ya ampun, Ririn-ah! Kau tidak bosan ya?! Semalam kan sudaaah…”

”Nggak mau ah! Apa-apaan sih mainan begituan?! Nggak pake, nggak pake!” kata Shindong langsung.

”Iya, Ririn-ah… gak mau ah!” kata Eunhyuk geleng-geleng merapat pada Haejin, Haejin mendorongnya jauh-jauh, Eunhyuk memang paling bisa cari kesempatan. ”Yang udah-udah ya, katanya kalau sampe setannya dateng… bakalan dihantuin beneran!”

”Ya ilah! Penakut banget sih! Ini kan buat iseng-isengan doang… lagian aku penasaran banget, dari kemarin main nggak berhasil-berhasil!” kata Ririn dengan riang mengeluarkan korek apinya.

”Udahlah, ini kan cuma iseng-iseng aja…” Siwon membela kekasihnya.

”Eh, apa kau bilang?! Iseng-iseng aja…”

”Udahlah,” akhirnya Haejin berkata. ”Biarin aja! Entar kalo ada apa-apa, biar dia yang tanggung jawab suruh pulangin tuh setan ke tempetnya!”

Mendapatkan dukungan dari Siwon dan Haejin, pada akhirnya Ririn dengan bahagia menyusun korek apinya menjadi persegi panjang, dan mulai merapal mantra. ”Jelangkung, jelangkung… disini ada pesta kecil-kecilan, datang tak dijemput pulang tak diantar… datang tak dijemput, pulang tak diantar…” sunyi. Eunhyuk semakin merapat pada Haejin yang mencondongkan tubuhnya melihat ke arah meja.

”Eh, kayaknya mendingan udahan aja deh…” bisik Shindong takut.

”Sssttt!” Ririn menyuruhnya diam. ”Korek apinya belum bergerak…” ucapnya pelan. ”Setannya berarti belum dateng… kita coba sekali lagi… jelangkung, jelangkung disini ada pesta kecil-kecilan, datang tak dijemput, pulang tak diantar, datang tak dijemput, pulang tak diantar…”

TOK. TOK. TOK.

”Siwon-ah! Buka pintu!” teriak Leeteuk dari luar.

”Aigooo… kukira apa…” Eunhyuk dan Shindong mengusap dadanya kaget.

”Iya, iya, iya…” Siwon bangkit dan membukakan kunci pintu rumahnya. Masuklah Hyung-nya, Leeteuk.

”Ngapain sih pake dikunci-kunci segala?” tanya Leeteuk heran.

Siwon menggeleng. ”Nggak apa-apa, ini nih anak-anak lagi pada main Jelangkung aja…”

”Jelangkung?!” ulang Leeteuk menatap sahabat-sahabat adiknya. ”Masih jaman main Jelangkung? Ya ampun, itu PS4 baru keluar kali…”

”Ini nih…” Shindong menunjuk Ririn. ”Kelakuannya, kayak minta di datengin, tau nggak?!”

Ririn mencubit kaki Shindong, dia nggak mau dong image-nya terlihat buruk di depan calon kakak iparnya.

”Hah?! Kamu mainan Jelangkung, Ririn-ah?”

”Aniya, Oppa… cuma buat iseng-iseng doang kok…”

Leeteuk geleng-geleng, kemudian masuklah seorang cowok bertubuh atletis, karena dia hanya memakai tangan buntung, dan membawa carrier untuk naik gunung. ”Leeteuk-ah, motorku tak apa…” katanya. ”Akinya aja yang agak soak…”

”Ah, iya… yeorobeun… kenalkan, ini teman kampusku, namanya Donghae…”

”Annyeong…” sapa Donghae dengan senyum kecil.

”Ne… annyeong…” Siwon cs membalas.

”Dia ini sepantaran dengan kalian, dan karena satu hobi… manjat…” kata Leeteuk.

”Manjat?!” tanya Eunhyuk pabo.

”Manjat tebing!” sahut Shindong sewot.

Leeteuk mengangguk. ”Iya karena sering manjat bareng jadi kenal… ya udah, Donghae-ah, makan dulu yuk di belakang!” ajak Leeteuk. Donghae mengangguk dan ikut ke belakang. Ririn melirik Haejin dengan tatapan : Cowok ini boleh juga ya, Haejin-ah. Haejin cuek aja, sementara Siwon melihat tatapan Ririn pada Haejin, dan mengerti betul artinya.

”Ya udah, udah sore nih…” Siwon berdiri. ”Ririn-ah! Ayo pulang…”

”Yah?! Kok udah mau pulang, sih?!”

”Udah sore, Jagiya… nanti aku lagi yang diomelin sama Eommamu…” Siwon mendahului semuanya keluar dari rumah sambil membawa kunci mobil.

”Iya deh, badan pegel banget… mau tidur!” Shindong ikut berdiri dan mengambil ranselnya.

Ririn langsung berbisik pada Haejin. ”Haejin-ah… cowok tadi boleh juga!”

”Gila! Masih mau ngembat tuh cowok juga?!” tanya Haejin tak percaya.

”Iseng-iseng berhadiah kan boleh…”

Siwon berteriak dari luar. ”Ririn-ah, palli!”

”Iya, Siwon… aduuuuuh, bawel banget sih?!” Ririn akhirnya keluar dari rumah.

Haejin memakai ranselnya, baru dia mau berjalan Eunhyuk menahannya. ”Haejin-ah, kau kuantar saja ya?”

”Ehm… gak usah deh makasih, aku bareng Siwon aja.” Haejin kemudian mendului Eunhyuk yang nampak kecewa keluar dari rumah Siwon.

Leeteuk dan Donghae kemudian setelah selesai makan kembali ke ruang tengah, Donghae bersiap untuk pulang.

”Teukie-ah, jangan lupa nanti sore manjat!”

”Oke…” Leeteuk mengantar Donghae pulang, tanpa keduanya sadari bahwa posisi korek api di ruang tengah tadi sudah bergeser.

To Be Continued

7 Responses to “The Stab of Jelangkung”

  1. GaemShal♥ (shalsasya) June 4, 2012 at 8:08 pm #

    First? :D

    RAME BANGET! Hahaha, walaupun nggak suka sebenernya sama genre begini, mana ceritanya diangkat dari hantu Indonesia lagi. Penasaran, karena jujur aja aku udah agak lupa sama filmnya xD

    Lanjutannya cepetan &panjangan ya thor, hwaiting ^^

  2. ksaena June 4, 2012 at 9:48 pm #

    Seru banget ada ff yang make hantunya kyk gini
    jarang banget ada :D
    uwahh serem banget c ririn udah dilarang masih aja nekat T.T
    tapi kereeeeennn ada FF yang ngambil temanya bgini
    jadi makin penasaran soalnya aku ga ntn filmya T.T
    aku jadi ingt cerita temenku yang digosipin pernah main juga >.<

    aku menunggu kelanjutannya :D
    kayaknya part depan bakalan lebih rame nih karena adventurenya udah dimulai *sok tahu kumat
    Hwaitingg ya !!! ^^

  3. farhana fishy June 4, 2012 at 11:28 pm #

    Muahahaha author ada aja deh.
    Aq pernah bca novel.nya kok. Kekekekeke.
    Untung haeppa yg jadi pemeran baik.nya
    Keren imajinasinya thor.
    Lanjuut~

  4. N2 June 5, 2012 at 12:02 pm #

    keren.tapi ngomong2x ini latar nya di negara mana?
    kalo di korea kayak nya kurang pas aja gitu.

  5. dinda June 5, 2012 at 1:44 pm #

    aku belom pernah nonton atau baca novelnya jadi bener bener gak tau ceritanya gimana ._.v
    cast nya banyak banget~~
    next part ditunggu ya thor^^

  6. Everlasting Friends June 5, 2012 at 6:42 pm #

    aduh … author bikin aku dag-dig-dug aja.
    kirain enggak pake acara To Be Continued. Ya, sekalinya …
    di tunggu lanjutannya!! Cepetin ya! penasaran

  7. chanyb June 6, 2012 at 9:18 pm #

    Uwwwaaaah. . . . . Main Jelangkung2an >< (lmpat k'part2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 20,467 other followers

%d bloggers like this: