RINTAEMIN [PART 5-END]

20 Jun

Image

Annyeonghaseyooooooo, kembali dengan authorr @joovirginiaaa :D apakabar semuanyaa? sehat? <3<3

maap ya aku baru muncul lagi nih, soalnya aku magaang selama liburan ;;) .

ngomong-ngomong, sebelum aku kasih part 5, boleh ya shawol minta vote untuk SHINee? :) )) bolehlaahyaaaa *melas

ini linknya http://global.mnet.com/choice/vote.m?rs=ok&langCd=en hehehe di yang ke7 ada SHINee mohonnn di voteee yaaa, ini bisa divote setiap hari sekali, hehehe bisa berulang2 hehe *sekalilagiiiimelas *readers : banyakbacotdehiniauthor *author : ampun bosss, silahkan baca dibawah :)

Previous Story : [PART  1] | [PART 2] | [PART 3] | [PART 4]

PART 5

Taemin’s POV

Sudah 1 jam berlalu, para dokter belum juga keluar. Sebenarnya apa yang terjadi pada Rintae? Aku bolak-balik seperti ayah yang sedang menunggu seorang bayinya lahir. Semakin lama memikirkannya, semakin banyak pikiran negatif hinggap di pikiranku.

Ah tidak, Rintae pasti tak apa-apa, ia tidak akan meninggalkanku.

Oh ya, kami belum menghubungi eomma Rintae.

“Minkyung-ah, apakah kau tahu nomor Eomma Rintae?”

“Tentu saja aku tahu, nomornya adalah +82212343334 , tapi kau tak perlu khawatir, aku telah menelepon eommanya untuk segera datang kesini” Minkyung tersenyum. Baguslah kalau eommanya Rintae datang, apa kabar ya? Sudah lama tak bertemu eomma Rintae.

CEKLEK. *bunyipintudibukaareaders hehehe

Ah, pintu telah terbuka! Dokter-dokter mulai keluar, wajahnya menampakkan keseriusan. Apa yang telah terjadi dengan Rintae? Aku segera mendekati dokter itu.

“apakah disini ada keluarga Rintae?”

Bagaimana ini? Eomma Rintae belum juga datang, sedangkan kami bukan keluarga Rintae..

“Saya..” aku menengok kebelakang. Kulihat eomma Rintae dengan perutnya yang besar. Oh, jadi eomma Rintae hamil?

“Baiklah, mari ikut saya Bu, ada yang harus saya jelaskan, oh ya, Rintae sudah bisa dijenguk” dokter mengizinkan kami masuk. Aku pun segera masuk ruang ICU.

Kulihat Rintae yang sedang terbaring lemah di ranjang itu. Tampaknya ia masih belum sadar akibat obat bius. Wajahnya tampak pucat, darah-darah yang mengalir di hidungnya tadi sudah hilang.

“Taemin..” panggil suara seseorang yang kukenal. Aku melirik ke arah seseorang yang memanggilku.

“Ahjumma?” teriakku senang. Ternyata yang memanggilku adalah eomma key hyung. Aku memeluknya perlahan.

“Ya! Aku yang anaknya saja belum memeluk eommaku!” key hyung berpura-pura marah.

“Mianhae hyung, aku hanya terlalu lama tidak melihat eomma hyung yang cantik ini” aku menggoda ahjumma.

“Akupun begitu” key hyung benar-benar hebat dalam berakting.

Member lainnya juga ikut memanggil eomma key hyung dan berbicara dengannya, sementara Minkyung sedikit canggung karena ia satu-satunya orang yang tidak mengenal eomma Key, oh tidak, berdua dengan Rintae mungkin. Tapi Rintae kan belum sadar.

“Eomma, bagaimana keadaan Rintae?” Tanya key hyung lagi.

“Selama eomma mengoperasinya tadi, dokter memutuskan ia terkena pendarahan didalam otak, sungguh suatu keajaiban karena Rintae tidak meninggalkan kita semua, tapi ada kemungkinan, Rintae akan cacat ketika ia bangun nanti..”

Kasihan sekali Rintaeku. Jangan khawatir Rintae, sekalipun kau akan cacat seumur hidup, aku akan tetap setia bersamamu, karena aku benar mencintaimu. Tapi kok.. Eomma key hyung bilang, Rintae tidak meninggalkan “kita” semua, itu artinya eomma key hyung juga sudah mengenal Rintae?

“Namun sayangnya.. sepertinya Rintae harus mengalami koma panjang” eomma key hyung melanjutkan.  Rintae koma? Aku melihat Rintae sedih.. Rintae, cepatlah bangun, aku rindu padamu, kita belum benar-benar bicara hari ini..

Tak lama, eomma Rintae memasukki kamar, ia menangis terisak-isak.

“Rintae, sadar sayang, mama hanya punya kamu, kalau kamu juga pergi, siapa lagi yang bisa mengurus mama? Rintae, papa telah pergi, mama benar-benar hanya punya Rintae, mama mohon bangun” eommanya mengguncang-guncangkan tubuh Rintae. Tubuh Rintae yang lemah itu tetap diam tak berdaya. Hanya bunyi jantungnya yang terdengar.

“Ahjumma, ahjumma harus sabar, saya yang akan mengurus ahjumma kalau ahjumma tidak keberatan, saya juga yang setiap harinya akan menjaga Rintae, saya janji ahjumma” hanya janji itu yang bisa kuberikan padamu saat ini Rintae.

Eomma Rintae tersenyum.

“Gomawoyo taemin, kau benar-benar anak yang baik, andai aku memiliki menantu sepertimu, aku pasti akan sangat bahagia” aku tersenyum tipis. Sepertinya aku mulai tertular kebiasaan Rintae.

“Rintae, cepatlah sadar, taemin menunggumu sayang”

Satu tahun lebih telah berlalu. Rintae belum juga sadar. Seperti janjiku sebelumnya, aku terus menunggunya, aku akan terus menunggunya, aku meminta Lee Sooman sajangnim untuk membiarkan SHINee vacuum, sebagai permintaan maaf atas kelakukannya waktu itu hanya demi Hara yang membohonginya. Dan ia mengizinkan kami vacuum, ia juga meminta maaf sebesar-besarnya karena telah menyiksaku waktu itu, aku pun meminta maaf padanya, bagaimanapun, aku terlalu kurang ajar padanya, tidak seharusnya aku seperti itu.

Hari ini, tanggal 20December, saat dimana eommaku meninggal dunia.

“Rintae, hari ini aku harus pergi sebentar.. hari ini, aku akan menjenguk eommaku yang telah meninggal tepat 10tahun lalu. Aku ingin pergi ke makamnya, sebenarnya aku sungguh ingin mengajakmu Rintae, tapi kau masih berbaring, ayo cepat bangun Rintae, aku mencintaimu, aku ingat saat kau mabuk dan kau mencium bibirku, kau tahu? Itu ciuman pertamaku, kau berhasil mengambilnya, dan aku ingin melakukannya hanya bersamamu. Aku selalu menunggumu untuk bangun Rintae” aku tersenyum.

Tiba-tiba air mata mengalir di pipi Rintae. Rintae menangis? Itu artinya ia mendengar perkataanku?

“Rintae, kau mendengar perkataanku? Ayo jawab aku Rintae!” apakah Rintae akan sadar hari ini?

“Rintae?”

Tidak ada respon, Rintae tidak bergerak sedikitpun.

“SUSTER, DOKTER” teriakku.

Suster dan dokter tergopoh-gopoh memasukki kamar.

“Ne, ada yang bis a saya bantu?”

“Tadi ia mengeluarkan air mata, apakah ia sudah sadar?” harapku.

“biar kuperiksa dahulu” dokter tampak memeriksa Rintae.

“Ia belum sadar, tapi ia bisa mendengarmu, kebanyakan orang koma memang bisa mendengar, lebih baik kau ajak dia tiap hari bicara, saya yakin akan ada keajaiban” dokter itu menepuk punggungku dan keluar kamar.

“Rintae, aku sudah mengajakmu bicara, tiap hari, tiap malam kunyanyikan lagu untukmu sesuai permintaanmu waktu itu, tapi kau tak juga sadar, apa yang kau tunggu Rintae?” aku menatapnya terakhir sebelum aku pergi menuju makam ibuku..

-Grave Island

Aku memandang makam eomma dengan penuh rindu. Eomma, apa kabar? Aku rindu sekali padamu, sudah 10tahun kau meninggalkan kami, aku sungguh mencintai eomma, ah, apa eomma tahu bagaimana keadaan Taesun hyung? Tampaknya ia tak peduli padaku, sebab ia tak pernah sekalipun datang ke dormku untuk sekedar menengokku atau mungkin mengajakku pergi. Apa taesun hyung telah lupa padaku? Eomma, kubawakan bunga mawar kuning untukmu, mawar kesukaanmu kan ma?

Eomma, aku baru tahu apa itu artinya cinta. Aku baru tahu apa saja manfaat cinta. Ternyata cinta sungguh banyak manfaatnya. Eomma, aku telah dewasa, aku telah bisa jatuh cinta, itu artinya, aku sudah bisa memberikan menantu untuk eomma. eomma, apakah eomma melihat dari atas? Apakah eomma tahu yeoja seperti apa yang kusukai? Ia yeoja yang baik kan? Aku mencintainya eomma, aku mulai mencintainya ketika aku pertama bertemu dengannya, ia yeoja yang unik, dan ia tidak pernah sombong karena memiliki teman artis sepertiku. Ia berbeda dengan yang lainnya eomma, dan ia yang membuatku begitu jatuh cinta. Eomma, tolong bantu aku jaga dia ya? Dan tolong bantu aku doakan dia, supaya ia dapat terbangun dari komanya yang panjang. Saat ini, ia sedang sakit, ia butuh banyak pertolongan Tuhan. Eomma tinggal bersama Tuhan kan? Tolong aku eomma, sampaikan salamku pada Tuhan dan tolong sampaikan bahwa aku memintanya mengembalikan Rintaeku. Aku mohon Eomma..

Seseorang menepuk pundakku perlahan. Hyung?!

“Taesun hyung!” aku memeluknya erat sekali. Sudah lama sekali aku tak bertemu dengannya. Ah tapi tunggu, aku baru saja menyadarinya. Ia pergi ke makam ini tidak hanya sendiri, tapi berdua dengan seorang yeoja, mungkin ia yeojachingunya?

“Taemin, kau semakin tampak dewasa” Taesun hyung seperti biasa memujiku.

“Gomawoyo hyung, aku sungguh rindu padamu!”

“Ne, aku juga, btw, kenalkan, ini Oh Mi Eun, ia yeojachinguku” taesun hyung memperkenalkan aku pada yeojanya. Cukup manis dan cantik. Ia membungkuk, aku pun mengikutinya.

“Apa kau sudah memiliki yeojachingu? Ah uri Taeminnie sungguh polos, bahkan belum mengetahui arti cinta, apakah sekarang sudah tahu?” taesun hyung mengedipkan sebelah matanya padaku.

“Tentu saja aku sudah tahu! Aku mencintai seorang yeoja, bernama Jong Rin Tae”

“Jinjja? Apakah ia juga artis sepertimu?”

“Ani, ia gadis biasa, ia teman sekelasku ketika aku masuk sekolah”

“Oh ya, eum, permisi, boleh aku minta tandatangannya? Adikku adalah fans beratmu” MiEun onnie tampak malu-malu menyodorkan notebook padaku. Haha, lucu sekali dia.

“Tentu saja” aku menandatangani cover notebook itu. aku tersenyum sambil mengembalikannya.

“Mengapa kau tak bawa yeoja itu kesini?” Taesun hyung menatapku heran.

“Ia..sedang terbaring koma” jawabku sambil menunduk. Ah, aku tak bisa berlama-lama disini, aku harus pergi ke rumah Rintae untuk mengecek keadaan seperti biasa dan kembali menunggu Rintae.

“Jinjja? Cepat sembuh untuk yeojachingumu”

“kami belum berpacaran, hanya saling suka” bantahku mendengar Taesun hyung menyebutkan “yeojachingu”

“Ah geurae, cepat sembuh untuk yeoja yang kau sukai itu”

“Ne, gomawoyo, ah hyung, sepertinya aku harus pergi, apakah hyung mau ikut denganku?”

“tidak, aku masih ingin disini, baiklah, hati-hati di jalan Taemin”

Aku pun berjalan menuju dan memasukki mobil, kemudian segera menuju rumah Rintae.

-Rintae’s House

“Ahjumma..ahjumma” berkali-kali aku memanggilnya, Eomma Rintae tidak juga membukakannya untukku. Apakah ada yang terjadi?

“Ahjumma..” teriakku lagi. Apakah Eomma Rintae sedang pergi?

“Tae..min.. tolong” terdengar suara rintihan dari dalam. Ahjumma?!

Aku segera mendobrak pintu. Eomma Rintae berada di bawah lantai dengan darah dimana-mana. Gawat!

“Ahjumma, bertahanlah ahjumma” aku segera menggendong ahjumma dan menempatkannya di kursi belakang mobilku, sementara aku menyetirnya dengan sangat cepat..

-Min Nam Hospital

“ Dokter, tolong bantu eomma saya, lakukan usaha sebisa mungkin!” dokter mengangguk dan membawa eomma Rintae ke dalam ICU. Aku memutuskan untuk kembali ke kamar Rintae sebentar. Aku duduk di kursi biasa aku menunggunya.

“Rintae, ada sesuatu yang terjadi..” bisikku pelan.

“Rintae, sepertinya tadi eommamu terpeleset, kutemukan banyak darah disekelilingnya, ia mengalami pendarahan, cepatlah sadar Rintae” aku menggengam tangan Rintae. Tiba-tiba aku merasa genggaman ini semakin kuat. Aku yakin ia juga menggenggamku.

“Rintae?”

Aku berharap Rintae sadar saat ini juga, tidak ada respon. Rintae hanya diam. Perlahan-lahan genggaman tangan itu mengendur lagi.

“Rintae.. kau ingin sadar kan? Ayo sadarlah”

Dari sudut mata Rintae mengalir setetes air mata.

“Rintae, jangan menangis, kau khawatir pada eommamu? Jangan khawatir, aku yang akan menjaganya.. sebentar ya, aku akan kembali, aku ingin melihat keadaan eommamu” aku mencium tangannya sebelum pergi.  Aku menuju ruang ICU yang kebetulan selantai dengan kamar Rintae.

Tepat saat aku datang, dokter keluar dari ruang ICU.

“Bagaimana keadaannya dok? Bayinya?”

“Tidak terjadi apa-apa dengan janin, tapi ibunya..”

“Ada apa dengan ibu saya dok?” aku sungguh panic. Apa yang harus kulakukan? Apa yang terjadi pada eomma Rintae?

“Maaf, sepertinya bayi ini harus lahir premature, janin ini baru genap berusaha 8bulan, paling tidak, ia sudah harus dikeluarkan minggu depan, sebab jika tidak, akan berbahaya bagi sang ibu” , dokter meninggalkanku sendirian di depan ruang ICU.

Tidak mungkin eomma Rintae akan meninggal dengan cara seperti ini. Dan juga, tidak mungkin beliau melahirkan sementara Rintae belum terbangun. Aku yakin eomma Rintae bisa bertahan.

Aku memasukki ruang ICU.

“Ahjumma..” panggilku pelan. Ternyata eomma Rintae sudah sadar.

“Aku..tadi mendengar..sedikit perkataan dokter.. apa itu benar?”, tanyanya terbata-bata.

“Ne, mianhae ahjumma, aku tidak bisa berbuat apa-apa”

“Aku tidak mau bayiku lahir premature, bayiku harus sehat, dan juga, biaya Caesar jauh lebih mahal daripada normal, aku tidak mau, lebih baik aku mati saat melahirkan”

“Soal biaya, ahjumma tidak perlu khawatir, aku yang akan membayarnya, tolong jangan bicara seperti itu”

“Tidak, keluargaku sudah terlalu banyak merepotkanmu, belum lagi kau yang membayar biaya rumah sakit Rintae, aku malu..” eomma Rintae menangis.

“Ahjumma, keluarga anda sungguh tidak merepotkan saya.. Saya membantu keluarga anda dengan sangat tulus..”

“Taemin..” panggilnya pelan..

“Ne?”

“Kau benar-benar mencintai anakku?” tanyanya.

Tentu saja, aku sangat mencintainya ahjumma!

“Ne, aku sungguh mencintainya”

“Walaupun jika Rintae sadar, ia mengalami kecacatan, kau masih akan menerimanya?”

“Ne, tentu saja, aku mencintainya bukan karena fisiknya, aku mencintainya karena hatinya”

“Aku akan merestui kalian menikah jika Rintae sudah sadar” eomma Rintae terenyum.

Menikah? Aku akan menikah dengan Rintae? Apa ia mau menikah denganku? *btw readers, ini ceritanya Rintae ama Taemin udah gasekolah yaaa.. :D

“Tapi ahjumma..”

“Aku senang memiliki menantu yang baik sepertimu, kau harus mengenalkanku pada eomma dan appamu” eomma Rintae tersenyum..

“Eommaku?”

“Ne, kau mau kan?”

“Maaf ahjumma, bukannya aku tak mau, tapi.. eommaku sudah meninggal tepat 10tahun lalu, sebelum kerumahmu tadi, aku ke makamnya” aku menunduk.

“Eomma kau sudah..meninggal? Mianhae, aku tak bermaksud mengingatkanmu.. Oh ya, Taemin, aku mohon..jika aku pergi nanti.. tolong jaga Rintae sebaik-baiknya. Aku hanya percaya padamu” aku mengangguk mantap. Aku yakin eomma Rintae bisa bertahan.

“Aku yakin ahjumma pasti bisa bertahan..” eomma Rintae hanya tersenyum. Ia mengelus-elus perutnya.

“Ahjumma, aku ke kamar Rintae sebentar ya, aku akan kembali lagi kesini”

“Ne”

-Rintae’s room

Aku duduk disebelah Rintae dan menggenggam tangannya lembut.

“Rintae.. eommamu tidak apa-apa, tapi ia harus segera melahirkan, Rintae, kau harus cepat bangun, kau ingin melihat eommamu dan adik barumu kan? Rintae, eommamu berkata padaku bahwa kita bisa menikah setelah kau sadar. Apakah kau senang dengan berita itu?”Tiba-tiba handphoneku berbunyi.

Key hyung calling.

“Yeoboseyo?”

“Taemin, gawat, sepertinya para wartawan sudah mengetahui keberadaanmu, beberapa menit lalu aku lihat di internet, terdapat foto kau sedang menggendong eomma Rintae, kau harus segera pergi dari sana sebelum semua wartawan tahu!”

“Tapi hyung, aku sedang menjaga Rintae, aku tidak bisa meninggalkannya”

“Kau mau para taemints menyerbumu dan Rintae? Kau tidak mau terjadi sesuatu dengan Rintae kan?”

“Tidak, tapi sepertinya aku memiliki ide, aku harus menjalankan ideku sekarang, annyeong!” aku mematikan telepon. Aku segera berlari keluar kamar, karena aku berada di lantai 2, sepertinya aku masih memiliki sedikit waktu sebelum tertangkap wartawan. Aku pergi ke ruang para suster.

“Kim ahjumma” aku memanggil eomma Key hyung yang sedang berbicara dengan temannya.

“Ne? tumben kau kemari Taemin” eomma Key hyung memelukku.

“Ne, aku..butuh sedikit bantuan.”

“Apa itu?”

“Tolong.. dandani aku seperti suster dan.. aku ingin meminjam baju suster, apakah ad lebih?” aku tersenyum kikuk. Baru pertama kalinya aku ingin menyamar menjadi yeoja!

“Mwo? kau ingin kudandani seperti..suster?”

“Ne, didepan situasinya sangat gawat ahjumma, aku harus menyamar, para wartawan melihatku di jalan menuju kesini tadi, kumohon ahjumma” aku mengeluarkan jurus aegyoku.

Berhasil!

“Ne, ne, baiklah, ini ada baju suster yang tidak terpakai, pakailah dulu, aku akan mendandanimu setelah itu.”

Aku pun segera mengganti baju suster dengan bajuku.

“Siap ahjumma, telah selesai.” Namun Kim ahjumma dan teman-temannya malah menertawaiku.

“Eum, ada yang salah ya?”

“Tidak, hanya saja.. dadamu..” Kim ahjumma menjelaskan di sela-sela tawanya.

Ah, dadaku terlalu datar untuk seorang yeoja, ah, bagaimana ini.

“Ini, pakai tissue saja” teman Kim ahjumma menyodorkan segumpal tissue padaku, sambil terus tertawa. Ah, sungguh kacau! Aku menyumpalkan tissue-tissue itu ke dalam bajuku. Aah, dadaku sungguh tidak enak, semua ini kulakukan terpaksa!

“Nah, sekarang kau benar-benar terlihat cantik, Taemin. Aku hanya tinggal memakaikanmu topi perawat dan meriasmu sedikit. Untung saja kau tidak memiliki bulu kaki, sehingga kakimu begitu mulus” Kim ahjumma kembali tertawa.

Sepertinya saat ini aku menjadi bahan hinaan mereka. Aku mencibir.

“Aku sedang meriasmu, jangan mencibir, nanti berantakan” Kim ahjumma mulai serius dan meriasku. Setelah selesai, aku melihat pantulan cermin.

“Aku..cantik..” desisku pelan.

“Ne, kau sangat cantik Taemin, aku kalah padamu” Kim ahjumma tertawa.

“Ah, jeongmal gomawo atas sindiranmu dan juga atas riasannya, aku harus pergi sekarang ahjumma, annyeong!” aku segera berlari menuju kamar Rintae.

Ah, didepan kamar Rintae telah berkumpul para wartawan dan fansku. Aku menyeruak di antara mereka. Aku berdeham lembut.

“Maaf semuanya, ada apa ya?” aku melembutkan suaraku seperti layaknya perempuan. Berhasil, suaraku benar-benar seperti perempuan.

“Sepertinya disini ada Lee Taemin tadi, kami ingin menemuinya suster..”

“Maaf, siapa itu Lee Taemin?” aku berpura-pura menjadi suster yang tidak tahu. Sepertinya peranku sungguh bagus.

“Ah, sepertinya lebih baik kita pergi disini, aku rasa Taemin telah meninggalkan ruangan ini” para wartawan dan fans tampak kecewa dan meninggalkan ruangan ini. Aku pun masuk ke dalam kamar Rintae.

Rintae’s POV

Sudah berbulan-bulan aku terkurung disini. Ini tempat apa? Semua serba putih, tidak ada siapapun disini. Kemanapun aku pergi, menyelusuri lorong panjang ini, tidak ada apa-apa, hanya putih yang kulihat. Sebenarnya aku ada dimana?

Tiba-tiba dari depan ada sinar yang sangat menyilaukan mata. Tubuhku seolah-olah tertarik menuju sinar itu. Dan disana terdapat.. Papa?

“Papa?!” aku ingin mendekatinya. Tapi seakan ada yang mengikatku untuk diam, aku teringat pada mama, Minkyung, dan juga..Taemin. Bagaimana kabarnya mereka?

“Pa, papa kemana saja? Ayo pa ikut aku pergi dari sini, aku ingin memperkenalkan papa pada seorang laki-laki yang membuatku jatuh cinta. Ayo pa”

“Ayo, kamu ikut papa saja” papa tersenyum membentangkan kedua tangannya lebar-lebar ingin memelukku. Tapi bagaimana dengan mama?

“Tapi Pa, aku tidak mengajak mama kesini, jadi lebih baik papa yang mengikutiku, ayo pa”

“Tapi..”

“Ayo pa, aku tidak mau tinggal disini..”

“Kalau begitu baiklah, kamu harus segera pergi dari sini, sadarlah..”

Kurasakan tubuhku terpental cukup kuat. Kemanakah aku?

Taemin’s POV

“Rintae..” aku kembali memegang tangannya. Tangan ini yang dulu memegang tanganku saat mabuk.

“Lima hari lagi kau berulang tahun kan? Aku ingin membawamu jalan-jalan seharian, ingin membawamu ke tempat bermain, ke taman. Aku benar-benar mencintaimu”

Tiba-tiba jari Rintae dalam genggamanku bergerak.

“Rintae?” kembali aku berharap Rintae terbangun.

Dan.. dia benar-benar bangun! Rintaeku kembali! Ia membuka matanya perlahan dan mengerjapkan matanya. Ia melihatku bingung..

“Kamu..siapa?”  Rintae bertanya padaku dengan bahasa yang tidak kumengerti *ini ceritanya semuanya pake bahasa korea gitu, terus sekarang Rintae ngomong pake bahasa indo beneran :p

“N..Ne?” tanyaku bingung..

“Nugu..seyo? Aku..seperti..familiar..dengan..wajahmu” katanya pelan.

Rintae tidak mengenaliku?

“Ini aku.. Taemin. Kau ingat kan?”

“Taemin?” ia mengeja namaku perlahan. Apakah ia benar-benar lupa padaku?

Ia tersenyum, walau wajahnya sangat pucat, tapi ia manis sekali.

“Taemin..aku..tadi..bertemu..papa” katanya terbata.

“Benarkah?” berarti..ia hampir saja.. ah tidak, yang penting ia sudah bangun!

“Iya, papa..mengajakku..kesana, tapi..tanpa..mama..aku..tidak..maut..tiba-tiba..aku..terpental..dan..aku..terbangun”

“Ah, Rintae, kau baru bangun sebaiknya kau jangan banyak bicara” aku tersenyum padanya, menggenggam tangannya kuat.

“Mamaku..dimana?”

“Eommamu.. eum.. Rintae, aku punya sedikit kabar buruk.. Eum.. tadi mamamu terpeleset di rumah, kau tahu? Eommamu sudah hamil 8bulan, dan tadi kata dokter, bayi itu sehat-sehat saja, tapi eommamu, akan dalam bahaya apabila tidak segera melahirkan, bayi itu harus lahir premature”

“Be..benarkah?” Rintae terlihat panic, ia ingin bangun, aku menahannya.

“Rintae, jangan bangun, kau masih harus banyak istirahat, ayo tidur”

“Ka..kakiku..aku..tak..bisa..meng..gerakkannya” Rintae terlihat sungguh panic.

Tidak, Rintae pasti hanya bercanda saat ini, mungkin ia sedang tidak mau tidur?

“Rintae, jangan bercanda, ayo tidur, kau butuh sangat banyak istirahat”

“Aku..serius” wajah Rintae  terlihat sungguh pucat. Aku melihat matanya dalam, tidak ada kebohongan disana.

“Kau benar-benar tidak bisa menggerakan kakimu?”

“Ne, aku tak bisa”

“Coba aku gerakkan” aku pun menggerakan kakinya, mencoba untuk menekuk kakinya dan meluruskannya lagi.

“Bagaimana? Apakah terasa?” ia menggeleng kepalanya pelan. Air mata sudah mengumpul di sudut matanya.

“Aku akan panggilkan dokter, tenanglah Rintae” aku segera berlari keluar mencari dokter.

“Dokter, tolong bantu pacar saya dokter!”

“Ada apa ada apa?”

“Pacar saya sudah bangun dari koma panjangnya, tetapi kakinya tidak bisa digerakkan, ayo ikut saya dokter” aku menarik dokter itu ke kamar Rintae.

“Biar saya periksa dahulu”

Kami pun membiarkan ia memeriksa tubuh Rintae.

“Maaf, sepertinya kami harus melakukan roentgen untuk kakinya”

“Rontgen? Lakukan apapun demi kesembuhannya dok, saya akan bayar berapapun biayanya”

“Baiklah, kami akan usahakan, tapi itu berdasarkan persetujuan pasien”

“Rintae, kau mau kan di roentgen untuk kesembuhan kakimu?”

Rintae menggeleng, ia menutupi wajahnya sambil menangis.

“Aku tak bisa berjalan lagi, aku lumpuh” katanya pilu.

Rintaeku tidak boleh sedih!

“Rintae, jangan seperti itu, ayo kau mau roentgen kan? Biar kita lihat apa yang salah dengan kakimu”

“Tapi..”

“Ayo Rintae, kau mau sembuh kan?” tanyaku penuh harap.

Rintae pun mengangguk pelan, akhirnya Rintae langsung dibawa ke ruang roentgen.

Aku menunggu hasil roentgen selama sekitar 5jam.

Ternyata.. Rintae benar-benar lumpuh, karena koma panjangnya, saraf yang terhubung dengan kakinya tidak berfungsi lagi. Tapi jangan khawatir Rintae, aku tetap mencintaimu! Janganlah menangis!

“Taemin, aku lumpuh, aku tidak bisa melakukan apapun lagi, lebih baik aku mati saja” ia menangis sesenggukan. Aku memeluknya. Kata-katanya membuatku sakit.

“Rintae, aku tetap mencintaimu bagaimanapun fisikmu, kau tahu? Aku benar-benar mencintaimu Rin-ah, janganlah seperti itu, kata-katamu membuatku sakit.

“Tapi aku cacat, lebih baik kau tidak denganku..”

“Rintae, aku tidak peduli dengan fisikmu, sungguh aku mencintaimu dengan tulus, sudah ya, tenangkan dirimu” aku mendekapnya erat, membiarkan ia menangis di dadaku.

Rintae’s POV

Aku tidak bisa berjalan lagi? Ini seperti mimpi buruk bagiku! Aku benar-benar tak bs berjalan lagi? Huhh? Tuhan, aku baru saja terbangun dari mimpi aneh, dan sekarang. Aku tak bisa berjalan? Tuhan, apa yang harus kulakukan? Aku takut.. Aku ingin berjalan lagi. Tuhan tolong kembalikan fungsi kakiku. Taemin mendekapku erat. Aku tak bisa melakukan apapun lagim. Aku cacat. Taemin harusnya sudah menjauhiku, aku tidak pantas bersamanya. Aku bisa berjalan saja sudah tak pantas bersamanya, apalagi aku tidak bisa berjalan? Aku semakin tak pantas untuknya. Taemin menenangiku, aku menangis di dalam dekapan tubuhnya erat.

Aku ingin melepaskan dekapan itu, tapi dalam hati kusadari, aku juga tak mau kehilangannya, tapi aku tak boleh egois. Aku harus tahu diri. Sudah miskin, bukan siapa-siapanya, dan lumpuh. Apa kata fans Taemin nanti jika Taemin SHINee yang terkenal menyukai gadis lumpuh sepertiku?

“Taemin, lebih baik, kau jauhi saja keluargaku, aku tak pantas denganmu” kataku dingin. Berharap Taemin ingin melepaskanku.

“Tidak, aku tidak akan menjauhimu, kau pantas bersamaku, siapa bilang tidak pantas? Kan kuhabisi dia.”

“Aku yang berkata tidak pantas..”

“Tapi eommamu menyukaiku bahkan memintaku menjadi menantunya” Taemin tersenyum.

“Kau..mau melamarku?” Tanyaku pelan. Aku menunduk malu.

“Ne, aku mau melamarmu..” Ia tersenyum lagi, kini lebih manis.

“Kalau aku tidak mau menerima?”

“Tentu saja kau akan menerimaku”

“Tidak, aku sudah tahu diri, aku tahu aku hanya seorang gadis miskin, bukan siapa-siapamu, dan sekarang aku hanyalah gadis cacat. Aku tidak cocok jika disandingkan denganmu”

“Kalau begitu jadilah siapa-siapaku”

“Bagaimana kalau aku tidak mau?”

“Bagaimana kalau aku memaksamu untuk mau?”

“Aku tidak mau”

“Kau menolakku?” Tersirat kesedihan dalam nadanya. Ia menunduk.

“Bukan begitu, hanya saja..”

“Berarti kau mau kan?”

“Bukan begitu..”

“Kau menolakku? Tidak. Kau menerimaku? Juga tidak. Jadi apa maumu?”

“Aku.. Biarkan aku berpikir..”

“Baiklah, aku memberikan waktumu berpikir” ia tersenyum lembut.

“Taemin, aku ingin bertemu dengan mama”

“Tapi kau masih sakit”

“Kata dokter aku besok sudah boleh pulang kan? Aku hanya lumpuh, tidak sakit” kataku pilu. Rasanya sangat sakit menyadari aku tidak bisa berjalan lagi.

“Eum, baiklah, akan kugendong kau ke kamar eommamu, ayo, naik ke punggungku” ia berlutut tepat dibawah ranjangku, didepanku. Aku menaiki punggungnya. Kakiku sangat kaku.. Aku benar-benar susah untuk menggerakan tubuhku.

“Ah maaf, sebentar Rintae” Taemin membelakangiku dan mengangkat tubuhku. Kini aku berada di atas punggungnya, tangannya menopang kuat tubuhku. Aku memeluknya erat, aku sungguh takut jatuh.

-Mama’s Room.

Aku baru saja sampai ke kamar mama, Taemin mendudukanku di ranjang.

“Ma..” Aku memeluk mama erat. Menangis didalam pelukannya.

“Kamu sudah sadar sayang? Selama berbulan-bulan mama merindukanmu, mama takut kamu pergi, mama mencintaimu Rin, mama harus melahirkan adikmu sebentar lagi dan harus premature saran dokter, tapi mama tidak mau Rin, mama mau bayi ini sehat”

“Tapi itu akan membahayakan hidup mama..”

“Tapi mama mementingkan kesehatan adikmu, mama mencintai papa, mama mau menjaga peninggalan terakhir papa..”

“Tapi ma..”

“Kamu tak perlu khawatir sayang, oh ya, kamu harus banyak berterimakasih kepada Taemin, ia yang mengurus mama selama ini, setiap hari Taemin selalu datang ke rumah, menjaga mama, hari ini pun Taemin yang menolong mama, ia cocok menjadi suamimu, ia sangat sayang padamu Rintae” mama tersenyum.

“Ma, aku tidak cocok bersama Rintae” kataku dingin.

“Kenapa? Kamu juga menyayanginya kan? Mama tahu kamu sungguh menyayanginya”

“Tapi aku sekarang cacat ma!”

“Ca..cacat?”

“Ya, aku sekarang tidak bisa berjalan ma, aku lumpuh, tadi sebelum kesini, aku telah melakukan rontgen, sia-sia ma, aku cacat” aku menangis lagi. Aku sudah tak punya apa-apa lagi.

“Kamu bercanda kan sayang?”

“Tidak ahjumma, ia benar-benar..”

“Ya Tuhan, cobaan apalagi ini.. Sayang, kamu harus sabar, mama yakin kamu pasti sembuh. Mama yakin..”

“Eum.. Rintae sudah tidak berguna ma, apalagi untuk menjadi istri Taemin, Rintae tidak sanggup”

“Kau harus menjadi istriku Rintae, aku mencintaimu” Taemin berlutut di hadapanku. Ia mengambil sesuatu di sakunya. Kotak kecil yang indah.

“Dari dulu.. aku ingin memberikanmu ini, aku tidak pernah memberikannya kepada Hara saat WGM, karena aku ingin memberikan ini untukmu. Rintae, aku benar-benar mencintaimu dari saat pertama kita bertemu. Kau cinta pertamaku Rintae, dan kau benar-benar gadis yang polos, aku mencintaimu Rintae, kumohon terimalah..” ia membuka kotak kecil itu. Cincin manis menungguku disana.

Kalau saja aku tidak cacat, aku pasti sudah menerima cincin itu dan memeluk Taemin erat,  tapi sayang, aku hanyalah orang cacat sekarang.

“Tapi..”

“Aku tidak mau mendegar alasanmu Rintae, aku tahu kau mencintaiku. Kau mau kan menerimaku?” laki-laki ini benar-benar pantang menyerah, apa aku harus menerimanya?

“Baiklah kalau kau tidak mau menerimaku, terimakasih Rintae karena kau mau mengenalku selama ini, aku tidak akan mengganggumu lagi..” Taemin berdiri, bersiap untuk pergi. Aku berdiri, namun karena kakiku lumpuh, aku terjatuh.

“Taemin, jangan pergi, aku mencintaimu..” Taemin berbalik badan. Wajahnya terlihat panic.

“Kau jatuh Rintae, kau tak apa?”

“Ne, jangan tinggalkan aku Taemin, baiklah, aku akan menerimamu, kau harus menjadi namja yang baik untukku!”

“Ne, kau tak perlu khawatir, aku akan menjadi namja yang superduper baik untukmu, okay?”

“Ne..”

“5 hari lagi kau ulang tahun, bagaimana kalau pesta ini kita samakan dengan hari pertunangan kita? Aku akan menyuruh Sooman sajangnim untuk mempersiapkan semuanya”

“Eum, mungkin itu ide bagus, anak mama akan bertunangan dengan orang yang dicintainya dan mencintainya dengan tulus” mama tersenyum senang.

“Tenang ahjumma, anak ahjumma akan saya rawat dengan baik” Taemin tertawa bahagia. Aku akan memiliki dirinya selamanya? Laki-laki yang selama ini ada di pikiranku dan hatiku, akan menjadi milikku..

END

maaf ya kawan2, endingnya jelek banget nih emang, tadinya aku mau bikin lanjutannya hahaha tapiii yasudahlaaah… gehehehehe maaf ya kalo ceritanyaaa jeleek T^T mian mian..

Happy reading! :D Dont be a silent reader okay? ;;)

8 Responses to “RINTAEMIN [PART 5-END]”

  1. Hyora Kim June 20, 2012 at 12:41 pm #

    Yeah.. Happy ending.. I like happy ending..
    Taem berdandan jadi perawat?? Haha.. Jadi inget dia di salamander guru.. Hahaha
    Tpi nasib eomma rintae gmn? Epilog dikit dunk..

    • joovirginiaaa June 20, 2012 at 2:28 pm #

      hahaha emang tujuannya happy ending, tapi sebelonnya emang mau dibuat masalah lagi sih, hehe aku pikir gajadi aja deeh.. IYA AKU EMANG NGEBAYANGIN DI SALAMENDER GURU WAKTUBIKIN!!! *sangkingsemangat hahaha

      eumm mau epilog nih? okaaayy nanti aku buat yaah :D ;;) gomawo commentnyaa

  2. Park Min Mi June 20, 2012 at 1:50 pm #

    aku pengen epilognya dong…..
    eomma rintae kan belum jelas nasibnya gimana???
    trus hara masak cuman berakhir seperti itu nggak asik dong, seharusnya dia juga menerima penderitaan lain….
    smoga ada epiliognya…

    • joovirginiaaa June 20, 2012 at 2:29 pm #

      sebenernya emang udah ada rencana sihhh buat hara, cuma aku lupa, haha thanks ya udah ingetin! nanti aku buat deh epilognya :D gomawo udh comment ;;)

  3. jin jihye June 20, 2012 at 7:57 pm #

    sedih awalnya bgitu tw rintae lumpuh tapi seneng jg karna berakhir hepieee :)
    trus gimana tuh kelanjutan kandungan eommanya rintae?
    sepertinya butuh epilog nih..hehehe :D

    • joovirginiaaa June 26, 2012 at 6:28 pm #

      hehehe ini aku mau update epilognya hehe thanks ya :D

  4. lee min hee June 20, 2012 at 10:03 pm #

    Kiraiin bakalan sad ending….soalnya Rintae bnyak banget cobaanya…..tp a.Q suka krn akhirnya Happy Ending jg…..a.Q jg mau dong epilognya yah ???? supaya lbh jelas lg…..
    NICE FF…aku suka…

    • joovirginiaaa June 26, 2012 at 6:28 pm #

      iya ini aku mau update yaa epilognya :D gomawo comment nya :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 20,611 other followers

%d bloggers like this: