Title : Destiny
Author : Jielll
Main Cast : Jung Yonghwa (CN.BLUE) and Kim Taeyeon (SNSD)
Support Cast : Jung Min Hya (OC), Yong Junhyung (B2ST), Park Jung Soo (Suju), Kang Sora, Choi Haneul (OC)
Genre : Romance, Little Sad
Rating : AU, General
Poster By : Bella Eonnie
A/N : wkwkwkk XD maap baru post setelah lama menghilang.. aku sekarang sedang sibuk-sibuknya *siapa yang nanya* hehhee
semoga ada yang suka ya^^ Amin
Keesokan harinya…
Pukul 6 pagi, Yonghwa sudah membuka matanya. Ia masih melihat sekeliling kamarnya yang berwarna putih. Ternyata benar, ini bukan mimpi. Yonghwa yang bosan hanya mengganti-ganti chanel tv nya. Ia bosan hanya terbaring disini, sedangkan hari ini.. Ia harus mengambil rapor. Apakah Eomma akan menagis ketika melihat peringkatku dibawah? Apakah Junhyung juga akan kecewa, karena setiap hari harus meluangkan waktu untuk mengajarinya?. Yonghwa pun lalu keluar dari kamarnya untuk mencari udara segar. Ia segera keluar dengan membawa selang infus.
***
Di atap rumah sakit..
Yonghwa hanya memperhatikan tembok-tembok disekelilingnya. Ia mendekat kearah tembok dan berusaha memanjatnya.
“YAA! Kau mau mati?” Teriak suara dari belakang.
“Siapa kau?” Yonghwa bertanya pada seorang yeoja yang ada di belakangnya itu. Dia sepertinya warga rumah sakit ini juga. Buktinya ia mengenakan baju yang sama sepertinya.
“Kau mau mati? Padahal aku ingin punya kesempatan sekali untuk hidup? Ayo cepat turun.” Pinta yeoja itu.
“Mengapa aku harus turun? Aku memang ingin mati! Aku tak tahan bila melihat keluargaku menderita.” Ujar Yonghwa.
“Tapi apakah kau ingin melihat keluargamu sedih dengan hal bodoh yang ingin kau lakukan itu?” Setelah yeoja itu berbicara, Yonghwa banyak berfikir tentang kata-katanya tadi. Apa benar yang dikatakan gadis itu?.
“Baiklah, aku akan turun.. Tapi kau harus beri tau namamu dulu..” Pinta Yonghwa pada yeoja itu.
“Kim Taeyeon, panggil saja Taeyeon.” Ujarnya. Setelah Yonghwa turun, mereka berdua banyak mengobrol satu sama lain.
“Kau baru SMA kelas 2? Sama sepertiku.” Taeyeon terkekeh.
“Kau juga? Sekolah dimana?” Tanya Yonghwa.
“Entahlah?” Jawab Taeyeon lesu.
“Kok entahlah? Bagaimana sih? Aneh..” Ujar Yonghwa.
“Eemm.. Kenapa kau bisa ada disini? Sakit? Atau mungkin kecelakaan?” Taeyeon mengalihkan pembicaraanya.
“Aku kecelakaan, kecelakaan motor..” Ujar Yonghwa sambil memalingkan mukanya.
“Ooh, semoga cepat sembuh ya.. Oiya, aku pergi dulu.” Yeoja itu berlari dengan cepatnya melewati lorong-lorong rumah sakit. ‘Benarkah dia nyata? Atau hanya imajinasinya?’ Batin Yonghwa.
***
Keesokan harinya…
“Yonghwa ssi! Pagi!” Secara tiba-tiba yeoja yang kemarin bernama Taeyeon ada di kamarnya.
“Aah, kau mengangetkanku saja.. Kenapa kau bangunkan aku sepagi ini?” Tanya Yonghwa.
“Hahaha, tak apa-apa.. Aku hanya kesepian di kamar. Kau mau cerita tentang kejadian sebelum kecelakaan?” Tanya Taeyeo sedikit takut, karena muka Yonghwa berubah ekspresi.
“Arraseo, jadi begini ceritanya.. Setelah pulang sekolah aku pulang ke rumah, tapi aku melewati jalan yang berpasir motorku terpeleset gara-gara pasir dan aku hampir masuk selokan, lalu aku pingsan. Kalau kau? Kenapa kau kecelakaan?” Yonghwa balik bertanya.
“Kalau itu, karena kecelakaan mobil.. Sang pengendara yang tak bertanggung jawab meninggalkan ku begitu saja.. Hingga aku ditemukan dan dimasukan rumah sakit ini.” Taeyeon bercerita sangat panjang. Sebenarnya ia mau melupakan masalah ini, tapi bagaimana? Yonghwa memintanya.
“Ooh, begitu yaa? Eemm.. Apakah kau pernah menyukai sesorang? Aku sebenarnya dari dulu ingin tahu.. Kenapa seseorang menyukai orang lain?” Yonghwa menanyakan hal yang aneh. Itu langsung keluar dari mulutnya.
“Oiya, kalau kau tak mau menjawabnya.. Juga tak apa kok, tadi hanya pertanyaa ngawur!” Yonghwa tertawa.
“Ani, aku akan menjawab pertanyaanmu.. Aku dulu mempunyai pacar kakak kelas, namanya Jung Soo. Tapi setelah aku kecelakaan dia malah mempunyai pacar lagi yang bernama Kang Sora dan meminta ku mengijinkannya berpacaran dengannya. Semenjak itu aku tak pernah bertemu lagi dengannya. Cinta itu kadangkala terasa manis, kadang juga pahit.” Ujar Taeyeon. Taeyeon lalu tersenyum kecil dihadapan Yonghwa.
“Ooh.. Miane, oiya kamarmu ada dimana?” Tanya Yonghwa.
“Kamarku jauh, lain kali saja kalau mau ke kamarku.”
“Oh, Arraseo..” Setelah banyak mengobrol, mereka sedikit tau satu sama lain. Ternyata Taeyeon itu orang yang seru ya, batin Yonghwa.
***
Malam Hari…
Malam Ini Eomma dan Min Hya menjenguk Yonghwa, mereka banyak mengobrol. Eomma juga menyuapi Yonghwa ketika makan malam.
“Eomma, tadi aku berkenalan dengan seorang Yeoja yang juga seumuran denganku.. Dia Yeoja yang baik, dia juga pernah kecelakaan mobil.” Yonghwa menjelasakannya panjang lebar pada Eomma.
“Benarkah? Waah, Dia yeoja yang baik ya? Kau senang berkenalan dengannya?” Tanya Eomma.
“Senang, lain kali aku akan memeberi taunya untuk bertemu dengan Eomma.” Ujar Yonghwa.
“Naah, habiskan dulu makan mu.. Ini suapan terakhir.” Eomma lalu menyuapi Yonghwa dengan lembut.
“Oppa, kata dokter 2 hari lagi Oppa sudah boleh keluar. Besok, Junhyung Oppa juga mau menjenguk Oppa..” Jelas Min Hya.
“Jinja? Waaah, Gomawo Min Hya^^ lalu bagaimana dengan bayaran rumah sakit ini?” Bisik Yonghwa pada adiknya itu.
“Aku sudah tangani” Min Hya tersenyum lebar. Terimakasih tuhan, batin Yonghwa.
***
1 hari sebelum pulang..
Aku yang penasaran dengan kamar Taeyeon, mulai mencari ke seluruh penjuru ruang. Lalu aku bertanya pada suster yang lewat.
“Suster, dimanakah kamar Nona Kim Taeyeon?” Tanyaku pada suster itu.
“Di kamar nomor 198 di lantai 3. Kau temannya?” Suster itu malah bertanya balik.
“Aahh.. Eemm, iya. Ada apa suster?” Tanya Yonghwa.
“Kau pasti baru menjenguknya bukan?” Tanya suster itu meyakinkan.
“Hehe, iya.. Aku baru menjenguknya.” Kataku sambil cengengesan.
“Baru-baru ini keadaan Kim Taeyeon mulai membaik. Setidaknya setelah 2 tahun terakhir ini tertidur.. Baru kali ini kondisinya menuai hasil yang bagus. Saya permisi sebentar..” Ujar Suster itu lalu pergi. Apa? 2 tahun tetidur? Apa benar yang aku temui kemarin Kim Taeyeon?.
“Anyeong Yonghwa! Kenapa ruangan ini sudah begitu rapih? Kau mau pulang yaa?” Tanya Taeyeon.
“Aah, iya.. Aku mau menanyakan sesuatu padamu..” Sebelum aku melanjutkan perkataanku, Junhyung pun membuka pintu.
“Taarraa!!! Aku membawakanmu buah.. Mian kalau aku tak mengetuk pintu, mian juga kalau aku terlambat menjengukmu.” Junhyung lalu meminta maaf padaku.
“Gomawo, kau melihat berapa orang disini?” Tanyaku. Aku pikir bila ia melihat Taeyeon, berarti Taeyeon memang benar-benar Real.
“Hanya kau dan aku? Kenapa? Ada apa?”
“Tak apa-apa ayo masuk..” Lalu aku dan Junhyung mengobrol lepas. Tapi mataku tetap sekali-kali melihat Taeyeon dengan mukanya yang cemas.
“Oiya, besok kau pulang bukan.. Aku akan menjemput mu besok.” Ujar Jun Hyung bersemangat.
“Gomawo, tapi agak telat yaa.. Soalnya aku masih mau mengerjakan sesuatu” aku pun tersenyum pada Junhyung. Setelah Junhyung keluar, aku melanjutkan perkataanku..
“Apa benar kau tinggal di rumah sakit ini? Di kamar 198?” Tanyaku.
“Kau sudah tau? Apalagi yang kau ketahui?” Muka Taeyeon terlihat semakin sedu.
“Kau sudah tertidur selama 2 tahun yang lalu? Dan baru sekarang kau mulai membaik?”
“Lalu?”
“Lalu kau jangan berbohong padaku!” Teriakku sambil terisak.
“Kenapa kau tak pernah menceritakannya padaku? Kecelakaan itu 2 tahun yang lalu bukan? Ayo jawab!” Tegas Yonghwa yang masih meneteskan air matanya.
“Sudahlah jangan menangis” ujar Taeyeon yang berusaha mengusap air mataku tapi tak bisa. Lama-kelamaan Taeyeon menjadi bayangan lalu menghilang.
***
Keesokan harinya…
Hari ini aku harus meninggalkan rumah sakit ini.. Begitu juga kenangan tentang kita. Lalu aku langsung berlari kearah kamar Taeyeon, aku mencari-cari kamar 198.
“Ketemu!” Ujarku, dengan penuh semangat aku mengetuk pintu dan langsung masuk.
“Kau siapa?” Tanya kedua orang tua yang sepertinya orang tau Taeyeon, mata mereka sembab.. Sepertinya karena keadaan Taeyeon menurun lagi.
“Saya teman Taeyeon.. Boleh saya menjenguknya?” Pinta ku. Aku langsung mendekati muka Taeyeon. Lalu berbisik ke Telinganya.
“Aku menyukaimu.. Walau kita hanya sebentar bertemu.. Sarangahe. Kim Taeyeon, Bangunlah, Saranghae..” Bisikku lirih. Setelah 5 menit menunggu, Taeyeon tak kunjung bangun. Ketika aku berpamitan pada Eomma dan Appa Taeyeon, terdengar suara.
“Kaljimaa~” suara lirih itu terdengar dari Taeyeon. Taeyeon, syukurlah kau bangun.
-Flashback End-
Ketika aku membuka pintu, tiba-tiba..
“Saengil Chukae Hamnida Yonghwa Oppa!” Teriak Yeoja manis ini.
“Gomawo^^” lalu Yonghwa mengecup kening dan bibirnya.
***END***
gimana chingu? mian ya jelek.. enggak jelas gini-___-V

suka sama jalan ceritanya
hehehhe ..
tapi sayang alurnya kecepetan TT.TT
waah, Gomawo sudah mau baca^^
lain kali aku buat yang lebih lama lagi
bagus sih. Alurnya juga cepet dan bagus.
Tapi sebenarnya maksud ceritanya apa ya author ?
hehehe
sebenernya cuman mau ngucapin selamat ulang tahun sih buat yonghwa. kecelakaan yang yonghwa alami juga hampir mirip dengan kecelakaanku._. (?)
ohh begitu
hehhee
Keren… Tapi sayangnya cerita nya terlalu cepet, tapi keseluruhannya bagus
terus berkarya kak
waah, terimakasih Elde^^
keren