Nae Oppa,Nae Yeodongsaeng !
Author : @MinhoNoona (Choi Soo Joon)
Main Cast : T-ARA Jiyeon as Park Jiyeon,Super Junior Yesung as Kim Jongwoon,EXO Kai as Kim Jongin.
Other Cast : 2NE1 Dara as Sandara Park,Super Junior Donghae as Lee Donghae.
Genre : Romance,Life.
Rate : PG 15
Length : Chaptered
Chapter sebelumnya :
http://ffindo.wordpress.com/2012/09/30/nae-oppanae-yeodongsaeng-chapter-1/
http://ffindo.wordpress.com/2012/10/01/nae-oppanae-yeodongsaeng-chapter-2/
http://ffindo.wordpress.com/2012/10/02/nae-oppanae-yeodongsaeng-chapter-3/
http://ffindo.wordpress.com/2012/10/03/nae-oppanae-yeodongsaeng-chapter-4/
http://ffindo.wordpress.com/2012/10/04/nae-oppanae-yeodongsaeng-chapter-5/
http://ffindo.wordpress.com/2012/10/09/nae-oppanae-yeodongsaeng-chapter-6/
http://ffindo.wordpress.com/2012/10/10/nae-oppanae-yeodongsaeng-chapter-7/
http://ffindo.wordpress.com/2012/10/12/nae-oppanae-yeodongsaeng-chapter-8/
http://ffindo.wordpress.com/2012/10/13/nae-oppanae-yeodongsaeng-chapter-9a/
Sudah 3 hari aku dan Jongin berada di Vila,sungguh kini aku benar-benar gelisah. Jongwoon pasti sudah kalang kabut mencariku,Oppa segeralah kau menemukanku !!! Aku tidak nyaman disini.
“Jiyeon-ah..,”Jongin hendak menyentuh punggung tanganku.
“Jangan sentuh aku !!! bentakku.
“Jiyeon-ah,jangan takut. Aku tidak akan…,”
“Nawa !!! Kau menakutkan Jongin-ah,jangan dekat-dekat denganku,”aku beringsut menjauhinya.
Air mataku meleleh,kenapa Jongin jadi seposesif ini? Jadi seperti ini orang yang sudah begitu mencintai seseorang? Menghalalkan segala cara agar apa yang diinginkannya menjadi miliknya?
Jongin tidak menyerah,dia tetap mendekatiku. Dia memegang pundakku dengan tangannya,menatapku lurus-lurus.
“Kim Jongin,lepaskan,”aku berusaha meronta.
“Katakan,kau masih menyayangiku Jiyeon-ah,”
Aku terdiam. Menyayanginya? Ya,aku menyayangi Jongin tapi bukan Jongin yang kulihat sekarang,aku menyayangi Jongin yang dulu. Namja baik hati dan penuh perhatian.
“Tidak,aku tidak menyayangimu lagi Jongin-ah,”jawabku tegas.
“Waeyo? Apa yang salah dariku? Apa yang kurang dariku sehingga kau lebih menyayangi Jongwoon? Hah? Jawab !!! Jongin membentakku.
“Kau mengerikan Jongin-ah !!! Kau egois,”
“Itu karenamu,karena kau aku jadi sosok yang egois dan mengerikan,”Jongin tersenyum sinis.
Aku bergidik,Tuhan apa lagi yang akan dilakukan Jongin padaku??? Jongin menidurkanku dengan kasar di sofa,kini tubuhnya tepat berada diatasku.
“Apa yang akan kau lakukan Jongin-ah??? Lepaskan aku !!! aku berusaha melepaskan diri dari Jongin,tapi apa daya tenaganya jauh lebih besar dariku. Ia mencengkram tanganku kuat-kuat.
“Maaf,tapi aku akan melakukannya,”terdengar hembusan nafas Jongin di wajahku.
Ia mencium bibirku,melumatnya penuh amarah. Air mataku meleleh,ya Tuhan apa yang sedang merasuki Jongin? Kenapa dia begitu kasar padaku? Jongin terus menciumku,aku hampir kehabisan oksigen. Dia melepasnya.
“Jongin-ah,neo pabbo !!! makiku.
Seulas evilsmirk berbayang di wajah Jongin,bibir Jongin kembali menyentuh bibirku. Ia melepas cengkraman tangannya dan membuka bajuku. Aku kehabisan tenaga dan tak mampu lagi melawan.
Mianhae,Jeongmal mianhae Oppa…
Esok Paginya…
Cahaya matahari pagi menelusup,aku terbangun. Kini tubuhku hanya ditutupi selimut,aku menatap Jongin yang masih tertidur pulas disampingku. Aku kembali menangis,kenapa Jongin begitu teganya melakukan ini padaku? Bukankah dia sadar kalau aku sudah jadi milik Jongwoon?
Aku bergegas mandi,mencoba melupakan apa yang terjadi semalam. Tapi tidak bisa,Jongin sudah melakukan hal yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh Jongwoon padaku,dia sama sekali tidak berhak.
Aku berganti baju dan menatap pantulan bayangan diriku di kaca,tanpa kusadari Jongin sudah bangun. Kini namja itu memakai t-shirt putih dan celana pendek,ia memelukku dari belakang dan mencium pundakku.
“Bagaimana rasanya semalam Jiyeon-ah? Tanyanya.
“Aaaarrghhhh !!! aku menjerit keras.
Praaanggg !!! aku meninju kaca dihadapanku,darah segar keluar dari tanganku. Jongin begitu terkejut dengan reaksiku.
“Jiyeon-ah,apa yang kau lakukan??? Ia tampak panik.
“Itu rasanya Kim Jongin !!! Sakit,perih dan hancur berkeping-keping !!! Arra? Air mata bercampur dengan emosi yang menggelegak di dadaku.
Aish,namja dihadapanku ini ingin sekali kubunuh sekarang juga !!! rutukku. Jongin membawa kotak P3K dan hendak mengobati lukaku.
“Tak perlu !!! kau tak perlu mengobatinya Jongin-ah. Kau pikir luka ini akan sembuh dalam sekejap? Tidak,kau salah besar !!! Ayo,kalau perlu kau tambah lagi lukanya agar aku semakin sakit. Ayo !!! aku mengguncang-guncang tubuh Jongin.
Jongin terdiam dan menatapku nanar.
“Apalagi yang kau tunggu Jongin-ah? Bukankah kau sangat menginginkan aku? Ayo,lakukanlah apa yang kau mau Kim Jongin !!!
Jongin memelukku,ia membelai rambut panjangku dengan sayang. Aku mendengar tangisan Jongin,air matanya merembes di bajuku.
“Mianhae. Jeongmal mianhae Jiyeon-ah,semalam aku hilang kendali,”ujarnya.
“Hilang kendali sampai kau merebut apa yang bukan hakmu? Begitu? Sahutku dengan suara parau.
Suasana hening sejenak.
“Katakan dengan jujur apa yang telah kau lakukan pada Jongwoon dan segera pulang,”ancamku.
“Apa? Aku..,”aku menyela ucapan Jongin.
“Lakukan itu Kim Jongin !!! atau aku akan membunuhmu sekarang !!! bentakku.
-Jongwoon POV-
Aku melempar pandanganku keluar jendela kafe,penampilanku benar-benar kusut. Sudah beberapa hari ini aku mencari keberadaan Jiyeon tapi tak kunjung kudapatkan sosoknya. Ya,tuhan kemana perginya dia?
“Oppa..,”suara itu sangat kukenal,itu suara Jiyeon.
Ah,aku pasti berhalusinasi. Aku melanjutkan lamunanku tapi sebuah tangan mungil menepuk halus pundakku. Aku menoleh,ternyata benar. Jiyeon kini hadir dihadapanku.
“Jiyeon-ah !!! aku berdiri dan hendak memeluknya namun ia menghindariku.
“Sebaiknya kita bicara dulu Oppa,”ujarnya,ia duduk dihadapanku dan ternyata ada sosok Jongin disampingnya.
“Kemana saja kau beberapa hari ini Jiyeon-ah? Aku begitu khawatir mencarimu,apa kau…,”pandangan mataku beralih pada Jongin,namja muda itu tampak takut melihatku.
“Jongin akan menjelaskan semuanya Oppa,”Jiyeon juga menatap Jongin.
“Mianhae,Doryeonim. Aku sudah membawa istrimu beberapa hari ini,”ujarnya.
“MWO? Kemana kau membawanya pergi? kenapa kau membawanya pergi? aku setengah membentak.
“Aku membawanya ke salah satu vila temanku,aku maafkan aku yang mencintai Jiyeon doryeonim,”
Aku diam,mencegah mulutku mengucapkan kata-kata yang tidak seharusnya. Jadi selama ini Jongin memiliki perasaan lebih pada Jiyeon???
“Jeongmal mianhae Doryeonim,aku juga telah ‘menyentuh’ istrimu. Melakukan yang seharusnya tak boleh aku lakukan padanya,”
Emosiku menggelegak,aku menggebrak meja kafe itu dengan kasar dan…Jbreeeettt !!! aku melayangkan sebuah tinju ke wajah Jongin. Namja itu tersungkur dan jatuh dari kursinya.
“You’re so stupid,Kim Jongin !!! Arrrghhh…,”aku menarik kerah bajunya.
Bak !!! Buk !!! Bak !!! Buk !!! aku menghajarnya tanpa ampun,kini wajah Jongin sudah biru lebam dan penuh darah.
“Mulai sekarang kau kupecat !!! Jangan pernah kembali lagi ke rumahku untuk bekerja,”tunjukku telak dan aku menarik Jiyeon keluar dari kafe tersebut.
Sepanjang perjalanan aku memilih diam,pikiranku kalut. Aku menancap gas dalam-dalam,mobilku melesat cepat membelah jalanan kota Seoul.
“Oppa,maafkan aku,”Jiyeon bersuara.
Aku diam.
“Aku tidak bisa menjaga diriku sendiri,aku tidak bisa mencegah Jongin untuk tidak berbuat macam-macam padaku dan menganggu pernikahan kita. Maaf Oppa,aku belum siap menghadapi semuanya,”jelas Jiyeon.
Aku memarkir mobilku di pinggir jalan dan mematikan mesin mobil. Oke,orang memandangku sebagai pebisnis sukses tapi nyatanya? Aku tidak bisa menjaga yeojaku sendiri,aku terlalu sibuk dengan bisnisku dan sekarang??? Lihat akibatnya Kim Jongwoon !!! rutukku.
Aku memeluk Jiyeon erat dan dia menangis dalam pelukanku.
“Ini bukan salahmu Jiyeon-ah,ini salahku. Aku tidak memahami posisimu,aku pikir kau sudah siap menghadapi semuanya,”
“Oppa,aku lelah dan kurasa aku tidak bisa melanjutkanya,”ujar Jiyeon.
“Apa maksudmu Jiyeon-ah? Tanyaku kaget.
“Maaf,Oppa. Sepertinya semuanya sudah selesai,kau bisa menemukan sosok yang lain Oppa. Yang lebih kuat daripada aku,yang lebih bisa mendampingimu lebih baik daripada aku,”
“Jadi maksudmu..,”ucapanku disela Jiyeon.
“Kita berpisah baik-baik ya Oppa,”
“Jiyeon-ah…,”rasanya lidahku kelu.
“Saranghaeyo,”Jiyeon mencium bibirku lalu ia meninggalkanku sendirian di mobil.
Aku mematung,jadi Jiyeon memilih mengakhiri pernikahan ini??? Aku memukul setir,rasa-rasanya baru kemarin kebahagiaan itu aku rasakan tapi kini Jiyeon memilih untuk mengakhirinya???
Aku menstater mobilku dan menancap gas. Aku harus mengejar Jiyeon,aku harus mendapatkannya kembali. Aku harus meyakinkannya bahwa dialah yang terbaik untukku.
geuman malhae geu ipsureul yeolgido jeone modeungeol arabeorin naega wonmangseureopda
geojitmallo domanggago sipjiman neoui du nuni ijen annyeongira mareul hane
gyeou garyeogo maeumeul jaba geochin pokpungcheoreom millyeowatda machi bitmulcheoreom jiwojil unmyeongigetjiman
kkaejin geoul wie maejeojin inyeonboda deouk apatgie
i georeumui kkeuteul bonaeneun maeumeul neon moreugetji
geuman ureo geu nunmure jeotgido jeone modeungeol arabeorin naega wonmangseureopda
geojitmallo pihaeboryeo hajiman neoui du nuni ijen annyeongira mareul hane
gyeou garyeogo maeumeul jaba geochin pokpungcheoreom millyeowatda machi bitmulcheoreom jiwojil unmyeongigetjiman
tteugeopdeon sarang yeolbyeongeul arko memalla beorin ipsul geu wiro
heulleonaerineun nae nunmurui uimireul neon moreugetji
(Storm,Super Junior)
-Normal POV-
“Jiyeon-ah,kenapa kau menangis? Ya tuhan,”Jiyoon,ibu Jiyeon kaget melihat kondisi putrinya yang pulang dengan keadaan banjir air mata.
Jiyeon menghambur dalam pelukan Eommanya tersebut,ia menangis tersedu-sedu.
“Jiyeon-ah,apa yang terjadi padamu? Eomma membimbing Jiyeon masuk kedalam rumah,mendudukan putrinya di sofa.
“Eomma,aku sudah selesai,”ujar Jiyeon dengan suara parau.
“Selesai? Apa maksudmu?
“Pernikahanku dan Jongwoon sudah selesai Eomma,”ujar Jiyeon lirih.
“MWO??? Selesai? Kenapa? Ada masalah apa diantara kalian?
“Aku lelah Eomma. Aku tidak bisa mendampingi Jongwoon,”
“Ceritakan lebih detail Jiyeon-ah,”desak Eomma.
Jiyeon menceritakan semuanya dari awal,mulai dari Sandara hingga Jongin. Eomma tampak kaget dengan semua cerita putrinya tersebut.
“Eomma sama sekali tidak menyangka Jiyeon-ah,Jongin bisa sebegitu teganya padamu,”
“Aku memilih mundur Eomma,aku yakin masih banyak permasalahan yang akan kuhadapi jika aku melanjutkan hubunganku dengan Jongwoon,”
Eomma terdiam,ia menatap Jiyeon dalam.
“Jawab jujur Jiyeon-ah,sebenarnya kau masih mencintai Jongwoon. Iya kan? Kau memutuskan pernikahan ini karena keadaan bukan perasaanmu kan?
Mencintai Jongwoon? Tentu saja,laki-laki itu sungguh baik dan hangat. Jongwoon adalah namja pertama yang bisa meluluhkan hati Jiyeon dalam waktu singkat.
“Sebaiknya kau pikir ulang Jiyeon-ah,jangan sampai kau menyesal hanya karena keputusanmu yang terburu-buru,”
Sementara di Rumah Jongwoon…
Jongwoon membantingkan dirinya di sofa,jam menunjukkan pukul 22.00. Suasana rumah begitu sepi,tidak ada lagi sosok Jiyeon disampingnya. Namja itu bergegas masuk ke kamarnya.
Ia merebahkan diri di tempat tidur dan menatap langit-langit kamar,yah usia pernikahannya bersama Jiyeon memang belum mencapai setengah tahun tapi sudah banyak kenangan yang tercipta.
Jongwoon melihat sisi lain tempat tidurnya yang kosong,biasanya disana ada sosok Jiyeon yang tertidur dengan wajah polosnya. Jongwoon membelainya,kini ia kembali sendiri. Jongwoon tertidur dengan segala kekalutan yang ada di dalam pikirannya.
________________________________________________________
Akankah Jongwoon kembali mendapatkan Jiyeon? ataukah Jiyeon tetap pada keputusannya? mungkinkah ini celah Jongin untuk mendapatkan Jiyeon secara utuh? komen readers sangat berharga Gomawo ^^

astaga, ketakutan jiyeon slama ini kejadian deh. kaiii~ koq tega bener sih dikau mengambil ‘sesuatu’ yg bukan hakmu? aishh >___< masa mreka jd cerai? jgn smpe dunks
hhhmmm kita liat di part part selanjutnya
jiyeon harus sama jongwoon
ga boleh dipisah, ga rela
heheheh makasih udh baca + comment ^^