Title : The secret agent Chapter 1
Cast :
Choi Siwon (Super Junior)
Lee Donghae (Super Junior)
Kang Minhyuk (CNBLUE)
Lee Jonghyun (CNBLUE)
Park Sehyun (OC)
Park Jungsoo / Leeteuk (Super Junior)
Etc~
Genre : Action, Romance
Length : Series
Previous chapter
Prolog |
Ooo
10.00 AM in Federal Investigation of Korea’s office
Sekitar 200 orang yang tergabung dalam bagian penting di FIA-Federal Investigation of Korea telah berkumpul di ruangan rapat yang terbilang cukup besar untuk mereka. Para pemimpin dari setiap devisi di FIA duduk di barisan pertama, sedangkan 3 orang pemuda yang mereka sebut sebagai the special agents, duduk di barisan kedua bersama beberapa orang penting lainnya seperti Park Sehyun, serta kakaknya, Park Jungsoo selaku ketua divisi perencanaan dan penyerangan.
Gadis itu-Park Sehyun, tampak bingung dengan situasi disekitarnya. Ia memegang tangan kakaknya dengan erat. Peluh membasahi keningnya karena kegugupan yang melanda dirinya.
“Oppa.. apa itu Federal Investigation of Korea?” tanya gadis berusia 15 tahun itu kepada Park Jungsoo.
“Kau akan tahu nanti, SeHyun-ah. Tenanglah,”jawabnya dengan lembut.
Sesosok lelaki tua bertubuh sedikit gemuk, menaiki podium dan membuat semua orang menghentikan segala aktivitasnya, lalu berdiri dan member hormat padanya. Semua orangpun kembali duduk setelah lelaki tua itu memberikan tanda untuk duduk.
“Selamat siang. Secara khusus saya ucapkan selamat datang kepada Park Sehyun, putri bungsu dari Park Kyung Ho yang telah terbunuh kemarin malam. Saya juga mengucapkan permohonan maaf kepada ketua divisi perencanaan dan penyerangan, Park Jungsoo dan Park Sehyun atas kelalaian kami dalam menjalankan misi untuk menjaga keselamatan Park Kyung Ho dan istrinya,”
Park Jungsoo mengangguk pelan mendengar perkataan Ketua FIA, Han Jin Hyuk. Sedangkan, gadis disampingnya yaitu Sehyun, tampak semakin tertekan dengan situasi yang tidak ia mengerti.
“Pihak kepolisian korea telah menghubungi pihak FIA berkaitan dengan misi FIA setelah kegagalan misi yang lalu. Mereka meminta kita semua untuk menangkap The Black Organization-organisasi yang bertanggung jawab atas kematian orangtua Sehyun, yang saat ini telah menjadi buronan dunia. Secara pribadi, saya berharap kita dapat bekerja maksimal dalam menyelesaikan misi kali ini. Untuk penjelasan lebih detail, silahkan tanya pada ketua setiap divisi masing-masing. Rapat hari ini saya tutup. Untuk special agents, Ketua Divisi perencanaan dan penyerangan serta Park Sehyun, mohon berkumpul di ruangan saya. Terimakasih,” katanya lalu hormat kepada semua orang dan meninggalkan ruangan itu.
Sepeninggal ketua FIA itu, Sehyun masih saja tak mengerti dengan ini semua. Ia menatap kedua mata kakak kesayangannya itu, “Oppa, sebenarnya apa pekerjaanmu dan ayah?”
Jungsoo menghembuskan nafasnya dan menatap adiknya, “Mungkin ini memang saatnya bagimu untuk mengetahui semuanya, SeHyun-ah!”
“Madsudmu?”
“Selama ini, appa selalu mengatakan kepadamu bahwa pekerjaannya adalah pemilik perusahaan asing, bukan? Sebenarnya, appa adalah wakil ketua FIA. Begitu pula denganku,aku bukanlah manager di perusahaan appa, tetapi aku adalah ketua divisi perencanaan dan penyerangan FIA,”
“….FIA?” gumamnya pelan.
Jungsoo mengusap kepala Sehyun dengan lembut, “FIA atau Federal Investigation of Korea adalah sebuah badan rahasia yang dimiliki Korea Selatan untuk menyelesaikan masalah berat yang tak dapat diselesaikan pihak polisi ataupun tentara Korea Selatan. FIA berada dibawah perlindungan CIA di Amerika.”
“CIA? Berarti oppa memegang senjata? Oppa membunuh orang lain?” tanya nya dengan panic.
Jungsoo tersenyum, “Sehyun-ah, kami memang memiliki senjata, tapi bukan berarti kami membunuh setiap orang.”
“Tapi, Oppa….”
“Jungsoo-ssi,kau dan adikmu sudah dipanggil ke ruangan sajangnim!” kata seseorang berseragam, memotong perkataan Sehyun.
“Ne. Kamsahamnida, Kwon-ssi!” kata Jungsoo sambil tersenyum.
Ooo
Empat orang laki-laki dan seorang gadis duduk di meja ruangan Han Jinhyuk. Tiga diantara mereka adalah para special agents dan yang lainnya adalah Park jungsoo dan Park Sehyun. Special Agents yang dimadsud terdiri dari 3 orang lelaki muda yang memiliki kemampuan diatas rata-rata baik dalam bidang perencanaan rencana, penggunaan senjata dan inteligensi. Mereka adalah Choi Siwon, Lee Donghae, dan kang minhyuk.
Wajah mereka tampak begitu takut akan apa yang nantinya diucapkan oleh ketua mereka ini. Mereka menatap ketua mereka yang sedang membolak-balikkan halaman buku, dengan seksama.
“Choi Siwon, Lee Donghae, Kang Minyuk! Selain memiliki misi yang telah kusebutkan diatas, kalian memiliki misi tambahan,”
Jinhyuk menatap mereka satu persatu dengan tajam, “Misi kalian adalah membimbing Park Sehyun untuk menjadi special agents seperti kalian,”
“Mwo?” kelima orang yang ada disana, meneriakkan kata yang sama.
“Sajangnim…. Aku tak mau seperti mereka,” kata Sehyun dengan lirih.
Han jinhyuk tersenyum lembut pada gadis itu, “Sehyun-ah, ini bukan pilihan tetapi keharusan. Keselamatanmu sangat rentan, kau harus belajar untuk bisa membela dirimu di depan mereka.”
“Tapi.. tapi.. aku tak ingin bertemu mereka lagi. Aku hanya ingin terus disini,”
Park Jungsoo memeluk adik kecilnya itu. Sedangkan Minhyuk,Donghae, dan Siwon menatapnya dengan iba.
“Sehyun, kau tidak bisa terus bersembunyi disini. Sampai kapan kau mau hidup dengan penuh rasa ketakutan seperti itu? Kami memang akan melindungimu, tetapi kekuatan terbesar adalah dirimu sendiri. Park jungsoo, kau mengerti kan madsudku?”
“Ne, Sajangmin,”
“Tolong yakinkan dia, Jungsoo-ssi dan untuk kalian-special agents, aku mohon bantuan kalian. Untuk permulaan, kau bisa mengajarkan mereka mengenak senjata. Latihlah dia dengan perlahan.”
Ketiga anggota special agents saling berpandang-pandangan dan mereka tenggelam dalam pikirannya masing-masing.
Ooo
“Hyung,apa kau pikir kita bisa melatihnya dengan mudah?” tanya Minhyuk sambil memejamkan matanya, mencoba untuk tidur.
“Well, aku tak yakin itu akan menjadi hal mudah. Dia hanyalah gadis biasa dan terlebih umurnya baru 15 tahun,”
“15 tahun? Kau serius, hyung?” kata Minhyuk sambil bangkit dari tidurnya.
Siwon tersenyum kecil, “Wae? Kau tertarik padanya?”
“Hyung.. jangan menggodaku. Tapi.. dia memang cantik. Benarkan, Donghae hyung?” tanya Minhyuk kepada sesosok laki-laki yang sedang membolak-balikkan berkas di meja kamar tersebut.
Minhyuk menatap Donghae dengan sebalnya karena ia tak mendapatkan tanggapan darinya. Sedangkan Siwon, hanya mampu tersenyum melihat temannya itu yang selalu overworked.
Karena tak sabar, Minhyuk pun melompat dari tempat tidurnya lalu berlari kecil dan memeluk tubuh Donghae dari belakang. Hal itu cukup mengagetkannya dan memandang Minhyuk dengan tajam.
“Minhyuk-ah, kau sudah berusia 18 tahun, tetapi masih saja seperti anak kecil,” katanya dengan singkat.
“Hyung… kau baru berusia 20 tahun, tapi sudah sangat serius seperti kakek-kakek!” balasnya dengan cepat sambil tertawa. Siwon pun tertawa mendengar perkataannya.
“YAAA! Minhyuk-ah!” teriak Donghae lalu mengejar Minhyuk yang sudah lari terlebih dahulu.
“Hyunggg.. aku hanya bercanda,” teriak Minhyuk sambil tertawa.
“Hey, sudah-sudah.” Kata Siwon sambil menarik kedua tangan temannya.
Ketiganya tertawa dengan lepas sore itu karena mereka tahu ketika matahari terbit keesokkan harinya, maka tak akan lagi ada waktu untuk bersantai seperti ini. Ketika misi dimulai, maka misi itu harus diselesaikan secepat mungkin jika ingin hidup dalam ketenangan. Ketiganya memandang langit-langit kamar Minhyuk dengan pandangan yang kosong. Masing-masing tenggelam dalam pikirannya sendiri.
“Siwon-ah, Minhyuk-ah…. Apakah ini akan membutuhkan waktu yang lama?”
“Molla.. Ini tak akan mudah,”
“Hyung, bukankah gadis itu nantinya akan menjadi bagian dari kita? “ tanya minhyuk
..
..
..
“Ya.. Entah mengapa, aku merasa bahwa dia akan memiliki peran yang penting dalam misi ini..” kata Donghae pelan.
“Aku juga..” kata Siwon dan minhyuk secara bersamaan yang sontak membuat ketiganya tertawa lagi.
Donghae tersenyum dan tertawa pelan, “Aku merindukan saat-saat seperti ini. Sepertinya, terakhir kali kita berkumpul dengan perasaan seperti ini adalah 3 tahun yang lalu, bukan?”
“Hyunggg… jangan terlalu dingin ketika misi dimulai ya?” kata Minhyuk dengan manja.
Donghae tertawa pelan, “I can’t stop it, Minhyuk-ah. That’s me!”
“Jangan tutup hatimu terus-menerus, Donghae-ah. Bersikaplah hangat pada yang lain. Kau bisa bersikap hangat pada kami karena aku tahu bahwa sesungguhnya kau adalah pribadi yang hangat,”
Donghae tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan, “I’ll try.”
Ooo
Di sisi lain, di sebuah kamar di bangsal perempuan, seorang laki-laki memeluk adiknya dengan penuh kasih sayang. Berulangkali, lelaki itu menghembuskan nafasnya dengan berat karena ia tahu ini tidak akan mudah bagi adiknya itu. Misi ini bukanlah misi yang mudah. Mereka membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat menyelesaikan sebuah misi.
Pada misi-misi sebelumnya, ia tak pernah setakut ini. Kali ini, adiknya harus terlibat dalam misi ini, sebuah misi yang mungkin memakan nyawa seperti nyawa kedua orang tuanya. Ia tahu bahwa hati gadis ini pasti lebih takut dibandingkan dirinya. Karena itu, ia berjanji dalam hatinya untuk segera menyelesaikan misi ini, secepat mungkin.
“Oppa… Aku rindu ayah dan ibu.” gumam Sehyun dengan pelan.
..
..
“Aku juga merindukan mereka, Sehyun-ah. Tetapi, tak ada lagi yang bisa kita perbuat. Kita harus berjuang bersama, ne?”
Sehyun mengangguk pelan, “Keundae.. Mengapa mereka membunuh ayah dan ibu?”
Jungsoo menatap Sehyun dengan lembut, “Aku yakin kau sudah cukup dewasa untuk mengetahui ini semua, Sehyun-ah.”
Jungsoo mengambil nafas dengan berat dan berkata, “Tujuh tahun yang lalu, ayah berhasil menangkap salah satu jaringan organisasi mereka dengan tuduhan penjualan senjata secara illegal dari Amerika untuk perang Israel-Palestina. Salah satu dari direktur organsasi tersebut berhasil dimasukkan ke penjara. Setelah peristiwa itu, organisasi mereka hampir bangkrut namun mereka berhasil merintisnya kembali. Karena itulah, mereka ingin membalas dendam kepada ayah dan……. Mereka berhasil.”
Sehyun tak sanggup lagi untuk menahan tangisnya dipelukan jungsoo. Ia tak habis pikir, mengapa tindakan orang-orang baik, dibalas dengan suatu nyawa yang tidak terhingga harganya. Ia begitu merindukan ayah dan ibunya yang tak bersalah namun harus meninggal dengan cara tak benar. Ia marah di dalam tangisnya. Bukan lagi kesedihan namun perasaan lain yang bergejolak karena emosinya yang begitu memuncak. Ia meremas kemeja kakaknya untuk dapat mengendalikan emosinya.
“Oppa… Aku.. akan menjadi orang yang menghancurkan mereka,”
Pupil mata Jungsoo membesar saat mendengar perkataan Sehyun. Jungsoo memegang bahu Sehyun untuk menenangkannya. Tetapi, gadis itu malah menatap kosong lantai dihadapannya dengan mata yang begitu tampak ‘berbeda’.
“Sehyun-ah, aku tahu kau marah kepada mereka tetapi bukan seperti ini,”
“Bukankah aku akan dilatih menjadi secret agent untuk membalas mereka? Aku akan lakukan itu,” katanya dengan marah.
“Sehyun-ah, dengarkan aku. FIA bukanlah organisasi yang membalas kejahatan dengan kejahatan. Tugas FIA adalah menegakkan keadilan agar orang-orang yang melakukan tidak benar, bisa mendapatkan hukuman dan melakukan kebenaran di kemudian hari. Bukan untuk balas dendam, okay?
“T..t..tapi.. Mereka telah membunuh kedua orang tua kita, Oppa! Apakah impas jika kita hanya memasukkan mereka ke penjara?” kata Sehyun dengan marah dan keraguan.
“Sehyun-ah, kadang kita tak harus menjadi orang yang membalas semua dendam-dendam kita. Tanpa kita ketahui, mereka telah mendapat ganjaran atas tindakan mereka,”
“Oppa…” kata Sehyun dan memeluk Jungsoo dalam tangisnya.
Tanpa diketahui Jungsoo, Sehyun telah bertekad dalam hatinya bahwa ia sendirilah yang akan membuat mereka menyesal atas apa yang mereka lakukan kepada kedua orangtuanya. Mungkin bukan dengan ‘nyawa dibayar nyawa’, tetapi ia berjanji dalam dirinya bahwa ia akan membawa misi ini menuju kesuksesan dan membuat The black Organization hancur menjadi bagian yang tak tersisa. Namun, yang tak ia sadari adalah bukan sebuah hal yang mudah untuk menghancurkan mereka menjadi butiran debu.
Ooo
Ketiga lelaki itu masih tertawa dengan lepas di Kamar Minhyuk ketika sebuah ketukan terdengar dari pintu mereka. Dengan segera, Minhyuk bangkit dari tidurnya dan berlari menuju pintu, mendahului kedua hyungnya. Karena ia tahu bahwa sebagai magnae, pada akhirnya ia lah yang akan disuruh bukan diminta untuk membukakan pintu. Siwon dan Donghae pun tertawa melihat tingkah magnae mereka yang seakan sudah tahu akan apa yang harus ia lakukan.
“Oh? Hyung?” kata Minhyuk ketika melihat siapa yang datang ke kamarnya sekaligus basecamp the secret agents
“Hai, Minhyuk-ah,”
“Ayo, masuk, hyung!” kata Minhyuk sambil mempersilahkan tamunya untuk masuk ke kamarnya
“Siapa yang datang, Minhyuk-ah?” teriak Siwon dari dalam kamar.
“Jungsoo hyung yang datang!” teriak minhyuk tak kalah kencang padahal jarak mereka tak terlampau jauh. Melihat tingkah dongsaengnya, mau tak mau Jungsoo pun tertawa dengan lepas sambil merangkul bahu minhyuk.
“Hey, hyung! Sudah lama kau tidak kemari?” sapa Siwon.
“Misi membuat kita sibuk, bukan?” jawab Jungsoo dengan santai.
“Ah, aku ikut berduka cita untukmu dan adiknya, hyung,” kata Donghae dengan pelan.
“Gomawo, Hae-ah!” katanya sambil tersenyum, “jadi, bagaimana kabar kalian semua?”
“Tak pernah sebaik ini, hyung!” kata minhyuk sambil merentangkan tangannya seakan-akan hidupnya begitu indah.
“Kau berlebihan, Magnae!” kata Siwon dengan sinis.
“Kau jahat, hyung!” katanya sambil pura-pura marah dan duduk di pinggir temat tidur.
“Minhyuk-ah, kau lebih baik gloomy seperti itu daripada terlalu bersemangat!” teriak Donghae sambil tertawa.
“Kalian jahat!” Minhyuk mengerucutkan bibirnya.
Jungsoo tertawa tak henti karena melihat tingkat Minhyuk yang memang happy virus diantara mereka semua. “Rasanya sudah lama ya, kita tidak berkumpul seperti ini?”
“Keundae, hyung.. Kau tak sedih dengan kepergian kedua orangtuamu?” kata Minhyuk sambil duduk di lantai bersama Jungsoo.
Jungsoo tersenyum tipis, “Bukannya aku tak sedih. Tetapi, hal ini telah menjadi resiko sejak 7 tahun yang lalu, bukan? Aku harus kuat untuk dia,”
“Dia?” tanya Donghae dengan bingung.
“Sehyun-ah.”
Ketiganya mengangguk dengan paham, “Kau kakak yang terbaik, hyung!”
Jungsoo tersenyum dengan bangga, “Tentu saja! Dan sesungguhnya,karena itulah aku kemari!”Ketiga lelaki itu mengkerutkan dahinya dengan penuh tanya.
“Aku ingin meminta bantuan kalian. Bisakah… kalian menjaganya untukku? Bukan madsudku lepas tanggung jawab atas dirinya, tetapi di hari-hari berikutnya, pasti kau akan lebih sering bertemu dirinya dibanding diriku karena kalianlah yang akan melatihnya,”
“Tenang saja, hyung. Aku yang akan tanggung jawab. Kita semua akan menjaganya dengan baik,” Kata Siwon sebagai pemimpin Secret agents diikuti anggukan kepala dari Minhyuk dan Donghae.
“Dia.. anak yang baik, manis, dan ceria. Namun, aku khawatir dia akan menjadi sedikit emosional karena aku baru saja memberitahukan kebenaran tentang ayah dan ibu,” kata Jungsoo dengan agak lirih.
“Arraseo, hyung! Kami pasti bisa melatihnya dengan baik,” kata Minhyuk sambil merangkulnya pelan.
“Aku hanya khawatir padanya. Dia masih muda,”
“Tenang saja, hyung,” kata Donghae dengan pelan tapi sanggup membuat Jungsoo menoleh padanya dan menatap matanya.
“Aku percaya pada kalian,” katanya dengan lega.
Ooo
Sehyun berjalan dengan perlahan menuju tempat latihan menembaknya. Sesungguhnya dia takut dengan hal-hal yang berbau kekerasan seperti itu, tetapi bukankah ia harus menghadapinya. Perubahan dalam hidupnya yang terjadi kurang lebih 4 hari belakangan ini, cukup merubah dirinya. Ia tak lagi seceria dahulu, ia hanya merasa bahwa ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungannya yang baru ini.
Ia masuk ke sebuah lapangan tembak yang sangat luas dan telah ada banyak orang yang sedang latihan menambak. Lapangannya sangat hijau dan indah tetapi ia harus menutup kedua telinganya karena tak tahan dengan bunyi tembakan yang begitu membahana.
“Sehyun-ssi!” panggil seseorang yang terpaksa membuatnya harus melepaskan kedua tangannya dari telinganya.
“Annyeonghaseyo!” katanya sambil membungkuk kepada tiga lelaki dihadapannya.
“Choi Siwon!” kata Siwon memperkenalkan dirinya.
“Ah.. Park Sehyun imnida!”
“Hi, Sehyun-ah! Kang Minhyuk imnida!” sapa Minhyuk dengan riang yang sontak membuat Sehyun tersenyum kaku.
“Lee Donghae,” kata Donghae dengan singkat dan Sehyunpun hanya mengangguk singkat.
“Sehyun-ah, kau harus memanggil kita semua dengan ‘Oppa’! Arraseo?” kata Minhyuk dengan santai. Sehyun cukup kaget dengan tingkah seorang lelaki bernama Kang Minhyuk ini. Dia berpikir bahwa ia sama sekali tak cocok menjadi seorang secret agents karena tingkahnya yang sedikit kekanak-kanakan.
“Jadi, menurut pemberitahuan Sajangnim kemarin, kau akan menjadi secret agents seperti kami. Itu artinya, kau harus menguasai teknik menembak, beladiri, menggunakan pisau, panahan, dan membaca situasi. Kau harus bisa bertindak sesuai dengan situasi yang ada bahkan jika hal tersebut diluar rencana awal,”
Sehyun mendengarkan penjelasan Siwon dengan seksama dan itu semua membuatnya terperangah dengan kaget. Kini, ia sadar bahwa hidupnya tak lagi mudah.
“Donghae-ah, kau yang ajari Sehyun menembak. Aku dan Minhyuk yang akan membantumu nanti,” kata Siwon.
“Aku? Wae?” tanya Donghae dengan heran.
“You’re the master of gun, remember?” jawab Siwon dengan santa yang disertai tawa minhyuk.
“Keurae. Ikut aku!”
Sehyun mengikuti langkah Donghae menuju salah satu tempat menembak, lalu memberikan penutup telinga padanya dan ia juga memakai penutup telinga pada dirinya sendiri. Minhyuk dan Siwon mengamati Donghae dengan seksama. Bahkan mereka yang telah bersama dengan Donghae selama kurang lebih setengah dari usia hidup mereka, masih kagum pada gaya menembak seorang Lee Donghae.
Donghae mengambil salah satu senjata yang ada disana lalu mulai membidik pada sasaran dan tak sampai 2 detik, ia telah berhasil menembakkan peluru tepat disasarannya. Donghae memiliki kecermatan dan penglihatan yang tajam, yang membuatnya mampu menembak dengan baik dan akurat.
Sehyun hanya mampu menatapnya dengan kagum dan bahkan ia tak menyangka bahwa Donghae dapat membidik dan menembak secepat itu. Ia masih terperangah, saat sebuah senjata diberikan kepadanya.
“eh..?” gumamnya bingung. Ia menatap senjata itu dan Donghae secara bergantian.
“Cobalah..”
“Aku…?” Sehyun menatap ketiga lelaki itu, dan mereka hanya menatapnya dengan tegas.
“Aku… tak bisa..”
“Listen to me. Kau tak akan bisa…” kata Siwon menggantung
“…Ne?” Sehyun cukup kaget mendengar perkataan lelaki yang dianggapnya paling berwibawa itu.
“Kau tak akan bisa… jika kau tak pernah mencobanya. Kau pernah dengar pepatah yang mengatakan bahwa ‘Jika ada kemauan pasti ada hasil’? Pepatah itu benar tapi sesungguhnya apakah kau sadar bahwa sebuah ‘hasil’ pasti ada 2 kemungkinan yaitu gagal dan berhasil. Jika kau tak memiliki kemauan, kau tak memiliki kesempatan untuk bahkan menerima dari salah satunya. Tetapi jika kau memiliki kemauan, kau bisa berhasil ataupun gagal. Disini, kau memang bisa gagal ataupun berhasil, tetapi ada 1 faktor yang terlupakan yaitu bakat. Sajangnim memilihmu untuk dilatih menjadi secret agent, karena dia tahu kau memiliki bakat. Karena itulah, pepatah untukmu bukanlah lagi ‘ Jika ada kemauan pasti ada hasil’ melainkan ‘Jika ada kemauan, pasti akan berhasil’”
Sehyun menatap Siwon dengan pandangan yang begitu kagum. Sedangkan, Donghae dan Minhyuk hanya tersenyum tipis. Mereka semua mengetahui bahwa leader mereka ini memang seseorang yang bijaksana dan mengagumkan di saat-saat tertentu.
“Keundae.. Siwon…Oppa.. Apakah kau pikir, aku akan berhasil?” Sehyun menatap Siwon penuh harapan, ia bertekad bahwa apapun yang dijawab oleh Siwon menentukan langkahnya. Jika Siwon menjawab bahwa ia akan berhasil, maka ia akan maju. Jika Siwon menjawab ia akan gagal, ia akan mundur selamanya.
Siwon berdecak dengan pelan, “Kau pikir buat apa aku berbicara panjang lebar jika hanya untuk kegagalanmu? Sehyun-ah, sekalipun kau memiliki bakat, tetapi jika kau tak percaya dirimu sendiri, maka semuanya akan sia-sia!”
Sehyun menunduk dan tersenyum penuh semangat didalam lubuk hatinya.
Sehyun tersenyum dengan lebar dan membungkukkan badannya hingga 90 derajat, “Siwon oppa, Donghae oppa, Minhyuk oppa… Mohon bantuannya!”
Siwon dan Minhyuk tertawa lebar melihat tingkah gadis dihadapannya, sedangkan Donghae hanya tersenyum tipis melihatnya. Sedangkan Sehyun terkaget melihat tingkah mereka semua.
“Waeyo?” tanya Minhyuk.
“Hmm… Kalian aneh.. Aku pikir the secret agents selalu serius seperti yang sering kulihat di film-film barat. Tetapi, nyatanya kalian sama sekali tak seperti itu,” katanya Sehyun dengan polosnya.
Donghae pun tak dapat menahan tawanya dan ikut tertawa bersama Siwon dan minhyuk walaupun tak selebar itu. Ia tertawa lebar untuk ukuran tawanya sendiri.
“Aku pikir kau akan menjadi secret agents yang paling polos di seluruh dunia!” celetuk Minhyuk yang membuat Sehyun menatapnya garang.
TBC
Hai readers!
Aku punya beberapa pertanyaan, mohon dijawab ya, supaya FF ini kedepannya makin bagus(amin!!
)
1. Watak Donghae yang dingin ke orang lain tetapi hangat ke teman-teman dekatnya udah kelihatan belum?
2. Apakah kata-kata yang digunakkan sudah bisa membuat readers ngerti suasana yang dimadsud? Atau malah membingungkan?
3. Alurnya ngebosenin gak?
Comment please! Thank you!

Pingback: [Series] The Secret Agents – Chapter 2 | FFindo
thorr.. sorry baru baca wkkw xD
alurnya juga 

FFnya bagus thor
kata2nya gampang dingertiin kok
donghae sifatnya kayak gitu udh bagus kok xD
FIGHTING THOR ’3′)9