[ ONESHOOT ] MANHATTAN! My Dear Enemy – ( Special Birthday Cho Kyuhyun 26th )

backgroundkyuri

[ ONESHOOT ] MANHATTAN! My Dear Enemy

( Special Birthday Cho Kyuhyun 26th )

Author          : @IcHa_KYURI88

Cho Kyuhyun Super Junior | Kwon Yuri Girls’ Generation | Nickhun Horvejkul 2PM

Im Siwan ZE:A | Kim Yoo Jin (UEE) After School

Genre            : Full Romance

Length          : Oneshoot

Rate               : PG+15

Disclaimer   : It’s purely my imagination. This FanFiction is protected by the Indonesian copyright. Should you wish to copy or reproduce any part of this FanFiction, a prior written approval from the writer shall first be obtained.

Notes             : buat Siyu Kece kembaran Yuwreeee XDDD, pesanannya semoga suka :D

®Fanfiction Copyright FFindo © IcHa_KYURI88

DON’T BASHING

Masterpiece KYURI special ultah

FF Ultah Kyu 2012   |   FF Ultah Kyu 2011

 

Langit mulai mendung, aku sudah menunggu namja yang mengisi relung hati ku sejak 4 tahun yang lalu. “ Lama sekali “ gumamku. Kulihat seseorang memasuki ruangan, dia masih mengenakan jaket hoddienya dan tersenyum kepadaku.

“ Maaf terlambat. Jalanan macet “ aku hanya tersenyum dan meneguk caffeine yang ada didepanku

“ Gwenchana “ ucapku tersenyum

“ Kau sudah mempersiapkan segalanya kan? Baju, mantel hangat, kaos kaki, sarung tangan, jaket, hoddie, makanan ringan dan lain halnya “ tuturnya

“ Sudah sayang “ sekarang dia berpindah duduk, dan duduk disebelah ku. Dia mengelus rambutku lembut. Tubuhnya begitu hangat, seperti biasa aku dan dia selalu menikmati sore hari kami, sebelum kami benar-benar berangkat dari Seoul menuju Manhattan.

Dia mengecup bibirku lembut “ Malam ini jangan tidur terlalu larut. Esok pagi, aku akan menjemputmu “ dia mencium telapak tanganku dan aku membalasnya dengan tersenyum.

Kami keluar dari ruangan favorite, dan saling menggenggam erat. Udara diluar cukup dingin. Dan membuat bulu kuduk kami berdiri.

“ Tidurlah yang nyenyak “ lagi-lagi dia tersenyum dan menatapku erat seakan tak ingin dilepas “ Good Nite, Blackpearl. Love you “ aku pun membalas pelukannya. Aku merindukan saat-saat seperti ini. Rasanya ada yang kurang jika aku tidak memeluknya.

Selama ini dia selalu aku akan sebagai penjaga hatiku. Meskipun begitu, dia sangat melindungi ku. Hubungan kami berjalan sebagaimana baiknya dan sangat harmonis. Terbayang suatu saat, aku sangat ingin menikah dengannya dan mempunya dua orang anak yang ganteng dan cantik.

Cho Kyuhyun. Anak pengusaha dari lembaga pendidikan. Dia lebih rela memilih aku sebagai kekasihnya dan memilih bekerja biasa. Dan selalu membantuku. Hidupku juga tidak terlalu buruk. Aku mempunyai seorang ibu yang sangat perhatian denganku. Namun Appa ku sangat tidak menyenangkan. Dia lebih memilih bercerai dengan ibuku dan menikahi perempuan lain yang sampai saat ini sering mengekang hidupku dan ibuku.

Dan Kyuhyun selalu membantuku jika aku dalam keadaan suka maupun duka. Dia seperti Guardian Angels yang selalu melindungiku. Dan aku sudah banyak berhutang budi padanya.

Esok hari, kami ingin melanjutkan study di Manhattan, New York. Aku sangat senang. Kyuhyun di terima di sebuah perusahaan ternama di Manhattan. Sedangkan aku akan melanjutkan pendidikan S2 ku yang sudah tertunda cukup lama.

Sampai kapanpun, aku akan menyayangimu Kyu. Sampai jantung ini tak berdetak sekalipun. Karna, kau begitu sangat menyayangiku dan perhatian pada hidupku. Kau lebih rela tidak memikirkan dirimu dan keluargamu. Kau lebih memilih memikirkan hidupku dan keluarga. Sungguh sangat mengharu biru. Sebagaimana dia mencintaiku, sebesar itulah cintaku kepadanya.

***

Manhattan, New York

Akhirnya kami pun sampai di Manhattan. Udaranya sangat sejuk. Hal pertama yang kami lakukan setelah menginjakkan kaki kami di Manhattan adalah mencari sebuah penginapan. Awalnya aku tidak mau di hotel karna biayanya cukup mahal. Tapi, Kyuhyun memaksa dan esok harinya kami akan mencari sebuah apartment murah di Manhattan.

Dan benar keesokan harinya kami mencari apartement murah. Kyuhyun dengan cekatan berbahasa inggris sangat lancar.

“ Kau terlihat lelah? “ paparku

Aku mengelap keringatnya dan menatapnya penuh arti “ Wae? Sedari tadi kau menatapku seperti itu? “ tanya Kyu

“ Ahnie, hanya saja aku melupakan sesuatu “ ucapku sembari berdiri dan mengucap pipinya dengan lembut

Dia tersenyum kepadaku “ Ini apa?! “ tanyanya

“ Sekedar menyemangati mu setelah seharian mencari apartement, gumawo “ aku memeluknya

***

In Seoul

Appa sudah memberikan solusi untuk masalah pertunanganku dengan seorang gadis yang sekarang menetap di New York. Tapi, aku tidak menyangka. Gadis yang akan menjadi tunanganku itu adalah musuh termanis. Uhmm, lebih tepatnya dia itu teman kecilku, dulu sesudah aku dan keluarga pindah ke Seoul. Mereka adalah tetangga sekaligus teman terdekat keluargaku.

Awalnya aku tidak ingin menjadikan dia musuh termanis ku. Sampai suatu waktu, dia mengenalkan kepadaku seseorang yang sangat ia sayangi. Walau bagaimana pun. Aku dan dia besar bersama dan tumbuh menjadi remaja. Tidak heran jika aku mempunyai perasaan yang lebih padanya. Apalagi dia sangat perhatian kepadaku dan sejak saat itulah aku mulai menyayanginya. Namun, orang yang ia kenalkan kepadaku adalah orang yang paling tidak aku sukai.

Flashback

Gadis itu masih berkutat dengan novel yang sedang ia baca. Sampulnya berwarna ungu dengan dedaunan emas. Terpampang beberapa lembar kartu tarot didepan sampul novel tersebut.

“ Accidentally Engaged? “ tanyaku tak percaya

“ Kenapa? Aku memang hobi membaca “ dia masih tak menatapku, entah karena kesal, waktu membacanya terbuang beberapa menit atau dia memang sedang tidak terlalu ingin berbicara

Saat itu kami sama-sama masih SMA. Namun, aku sudah letih menyimpan semua perasaan di dada. Aku berusaha menarik nafas dan mengeluarkannya hingga beberapa kali.

“ Kau kenapa? “ tanyanya

Aku menggeleng pelan “ Tidak apa-apa. Sebenarnya ada yang ingin kukatakan kepadamu “

“ Tentang? “

Aku menggaruk kepala ku yang tidak gatal. “ Kau ingin bicara apa? “ dia pun menutup novel bacaannya dan menatap ku sedikit bingung dengan maksudku

“ A..a.. “ gagapku

“ A.. apa sih? Enggak ngerti. Kamu sakit? “ tanyanya perhatian

Aku menggeleng lagi “ Sebenarnya aku sudah lama menyukaimu, Kwon Yuri. menyayangimu melebihi diriku sendiri. Dan mencintai dirimu yang apa adanya. Aku ingin hubungan kita selama ini lebih dari seorang sahabat. Aku ingin kau terus menatapku dan terus bersama ku. I’m really need you “ ucapku lancar

Yuri hanya tersenyum mendengar ucapanku “ Miss Kwon “ panggilku menyadarkan lamunannya

“ Aku sudah menunggu begitu lama momen seperti ini. Momen yang tidak ingin aku lupakan seumur hidupku “ aku berusaha meyakinkannya.

“ Kamu yakin dengan ucapanmu, Nickhun~ssi “ dia menatapku berusaha menemukan jawaban dariku

“ Iya “ aku merasa malu dengan ucapanku sendiri

Yuri berbalik menatapku lagi dan itu membuatku gugup setengah mati. Mengucapkan kata cinta saja sudah keringat dingin. Apalagi mata kami saling beradu dengan intensnya.

“ Masalahnya adalah aku sudah mempunyai orang yang sangat aku cintai dan aku sayangi. Tapi, itu bukan kamu. Maaf “ tandasnya. Hatiku sedikit mencelos dan berusaha menutup rasa malu.

Flashback End

Sejak saat itu aku tidak ingin lagi tau tentang dirinya. Dekat dengan dirinya. Dan berhubungan dengan dirinya. Aku berusaha tersenyum dan menguatkan diriku yang hampir rapuh karna ucapannya yang sangat merubah diriku menjadi pribadi yang introvert dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Wajah manis yang ia miliki dan segala hal tentangnya sudah benar-benar aku hapus dari dalam hidupku. Meskipun aku mengucapkannya hanya sekali dan dia menjawabnya dengan sekali itu membuat hati ini meradang dan menjadi sakit bila mengingat kejadian 4 tahun yang lalu.

Dan aku sampai sekarang tidak tau dia dekat dengan siapa. Pacarnya siapa? Apa peduli ku terhadap dirinya. Dan sekarang aku berhasil melupakan kejadian itu. Berusaha menata hidup ku yang dulu hilang karenanya.

Namun Appa ku masih bersikukuh untuk menjodohkan ku dengannya. Ya, dengan kesibukkanku yang cukup padat. Aku tidak banyak dekat dengan yeoja dan waktuku lebih banyak kuhabiskan untuk memulai bisnis baru. Pesan Appa adalah mencari Yuri secepatnya dan membawanya ke Korea.

Tapi, New York begitu luas. Aku tidak begitu tau dia tinggal dimana. Apa aku harus membuka lembaran baru bersamanya? Apa dia benar-benar sudah melupakan kejadian tempo dulu dan berusaha memperbaiki semuanya. Entahlah, aku berusaha menyesuaikan keadaan dan situasi yang mendukung agar aku bisa menemukannya. Aku akan menyewa detective yang akan membantuku mencari Sweet Enemy ku.

Kyuhyun menyapa ku di pintu kamar “ Kamu baik-baik saja? “ tanyanya dengan penuh perhatian. Aku menggeleng “ Rasanya kondisi ku kurang fit “

Kyuhyun duduk di tepi tempat tidurku “ Padahal aku ingin membicarakan sesuatu padamu “

“ Soal apa? “ tanyaku

“ Aku akan dinas ke Brooklyn dan 2 hari aku akan disana. Sementara waktu kau menetap di Manhattan. Aku tau ini dadakan. Tapi, aku harus menerima pekerjaan ini. Pekerjaan ini akan menopang ekonomi kita selama di New York “ ucapnya

“ Arraseo “ aku tersenyum hangat. Aku tau, pekerjaannya sangat menyita waktunya. Namun aku harus banyak menyupportnya sebagai kekasih yang telah mendukung karirnya selama ini.

***

Seorang detective yang telah ku sewa pun menyatakan kalau Yuri tinggal di New York, Manhattan County. Dia tinggal bersama seorang namja yang kuketahui adalah kekasih Yuri dan seseorang yang tidak kusukai. Karena nya lah, hubunganku dan Yuri kurang membaik. Untung saja, lusa aku berangkat ke NYC untuk menyelesaikan bisnis resortku di Manhattan dan bertemu dengan Yuri – apakah dia baik-baik saja?!

Dan mengenai hal yang akan ku sampaikan pada Yuri. Berita pertunangan kami. Apakah dia akan menerima pertunangan ini atau malah sebaliknya yaitu menolak?!?

***

Malam semakin larut. Udara di New York sedang turun salju. Untung saja persiapan ku dari Seoul tidak sia-sia. Aku membawa beberapa mantel hangat. Kyuhyun masih berkutat didepan laptopnya.

“ Kau ingin minum kopi, Kyu “ tawarku untuk merefresh udara yang cukup menusuk hingga ke tulang rusuk. Kyu hanya mengangguk.

Aku menyedu kopi kesukaan Kyuhyun dan meletakkannya diatas meja “ Jangan terlalu lelah. Nanti kamu bisa sakit, kamu perlu istirahat yang cukup untuk hari esok “ Kyuhyun tersenyum dan menyesap kopi buatanku

“ Iya Miss Cho, gumawo telah membuatkan kopi hangat untukku. Setelah ini aku akan istirahat “

“ Baiklah. Aku duluan ya “ aku mengecup pipinya dengan lembut

***

Tak terasa salju turun begitu deras, seperti air hujan yang membasahi permukaan bumi. Perasaanku semakin berbeda sejak Kyuhyun selalu bersamaku. Aku tau ada hal yang aku ingin bicarakan sepenuhnya dengan Kyuhyun, tapi sampai sekarang lidah ini kelu. Apa yang harus aku lakukan?!

TOK..TOK..TOK..

“ Yuri~ya, kau belum tidur? “ Kyuhyun mengetuk pintu perlahan dan membuat lamunanku buyar seketika

Aku membuka pintu perlahan “ Ahnie. Aku belum bisa tidur “

“ Boleh aku masuk? “ tanyanya. Tidak seperti biasanya kami seperti kaku. Padahal kami sering berbicara dan jarang adanya pertengkaran kecil diantara kami.

Aku mengangguk “ Ya, tentu saja “ aku mempersilakan Kyuhyun memasukki kamarku untuk pertama kalinya. Kamarku cukup besar dibanding kamar ku di Seoul. Dan Kyuhyun merelakan dirinya tidur di kamar yang lebih kecil dari kamarku. Baiknya Kyuhyun tidak akan pernah aku lupakan.

“ Sebenarnya ada yang ingin aku katakan kepadamu “

“ Apa? “ aku pun sedikit penasaran dengan apa yang akan di katakannya. Kyuhyun tersenyum tulus dan memegang erat jemari ku.

“ Yuri~ya. Saranghae “ aku tersenyum dengan ucapan Kyuhyun. Aku tau dia sangat mencintaiku, bahkan melebihi dirinya sendiri.

“ Nado Mr. Cho “ dia mendekatkan dirinya kepadaku. Aku tau apa yang ingin dilakukannya. Meskipun sebenarnya aku pura-pura tidak tau. Dan selama itu pula, aku berani menutupinya. Apa Kyuhyun merasakan apa yang sedang aku rasakan akhir-akhir ini. Aku seperti takut kehilangan dirinya.

Rasa kehilangan itu timbul makin besar saat Kyuhyun ingin ke Brooklyn 2 hari lagi. Seperti penjaga hati ku yang hilang. Karena, selama ini hidupku bergantung pada dirinya. Segala hal tentang Cho Kyuhyun tidak ada yang lain.

Ini tentang bagaimana rasanya kehilangan. Meskipun aku dan Kyuhyun belum pernah merasakan kehilangan. Tapi, berpisah jarak dan waktu lah yang membuatku dan Kyuhyun seperti kehilangan arah.

Jarak Kyuhyun semakin dekat denganku. Dan tubuhku tepat bersandar di dinding kamar yang dingin itu. Kyuhyun membelai rambutku, menatapku penuh sayang, beberapa kali mengigit bibirnya dan wajahku seperti beku seketika.

“ Yuri~ya, kau cantik sekali “ Kyuhyun mencium wangi tubuh Yuri dan menarik tubuh Yuri kedalam dekapannya. Kyuhyun tersenyum dan mencium dahi ku lembut.

Mataku pun tidak bisa lepas darinya. “ Kyu, ini sudah malam “ ucapku membuyarkan segalanya. Kyuhyun seperti tak mendengar ucapanku, dia mengelak dan semakin mempererat pelukkannya.

“ Ini sudah malam Kyuhyun~ah. Kau harus beristirahat “ ucapku untuk kedua kalinya. Yuri mencoba mengikuti logika berpikirnya dan memilih menahan diri. Ia sedikit melepaskan sentuhan Kyuhyun.

 

Tapi Kyuhyun tidak beranjak. Ia malah makin mengeratkan pelukannya.

“ Jangan lepaskan aku. Biarkan seperti ini. Aku menginginkan dirimu “ Kyuhyun menaruh dahinya tepat di bahu Yuri.

 

Yuri terdiam, bagaimanapun hatinya memang menginginkan kebersamaan ini. Masih dalam pelukan namja itu. Yeoja itu bisa melihat bagaimana dalam mata Kyuhyun menembus dirinya. Ia terkesima, hatinya berdebar tidak karuan.

 

Dan untuk pertama kalinya, setelah penantian yang panjang Kyuhyun mencium Yuri. Ia tidak bisa mengendalikan diri dengan kedekatan yang sangat intim seperti ini. Ketika Yuri berbalik menatapnya, degup jantungnya tidak terkontrol lagi. Bibir Yuri yang merah merekah dan tatapan matanya yang sendu membangunkan sisi namja dalam dirinya. Ia mencium Yuri dengan lembut, menyesap semua rasa manis yang bisa ia dapat dari bibir indah itu. Kyuhyun menikmati semua sel dari bibir ranum itu dengan rasa rakus yang luar biasa.

 

Yuri tertegun, pada awalnya ia begitu bingung. Tapi sesuatu dalam hatinya mendorongnya untuk membalas ciuman itu. Dengan cepat Yuri pun membalas ciuman namja yang sangat ia sayangi itu dan Kyuhyun membalasnya dengan semakin mengeratkan pelukannya ke arah pinggang Yuri. Posisi mereka sudah semakin menempel satu sama lain.Mereka terus berciuman, dari yang semula hanya kecupan pendek dan lembut menjadi cepat, berlomba dan saling mencari.  Nafas mereka sudah tidak beraturan lagi. Dengan tersengal-sengal mereka melepaskan diri untuk mencari udara tapi hanya dalam beberapa detik bibir mereka sudah berpagutan kembali. Tidak puas bermain-main dengan bibir Yuri,  Kyuhyun kini mengecup kening, pipi, dagu hingga leher dan bahu Yuri yang jenjang.

 

= SKIP =

Tanpa Yuri sadari, ada setetes air mata jatuh dalam pelupuknya. Ia begitu bahagia. Kyuhyun tidur tepat disampingnya, malam itu begitu panjang bagi mereka berdua. Yuri rela memberikan sesuatu yang belum pernah ia berikan kepada orang lain selain Kyuhyun. Yuri mengecup dahi Kyuhyun dengan lembut dan membersihkan badannya yang penuh peluh setelah semalaman bersama Kyuhyun.

***

Hari ini Kyuhyun mengajakku ke Amusement Park. Setelah malam yang kami lalui begitu indah dengan penuh romansa. Kyuhyun berusaha mencairkan suasana yang begitu canggung diantara kami. Dan menggandeng tanganku dengan erat. Mata kami saling beradu dan sesekali tersenyum dengan mengingat kejadian malam itu.

“ Indahnya “ ucap Yuri tanpa disengaja

Kyuhyun tersenyum dan menarik Yuri kedalam dekapannya “ Besok aku akan berangkat. Jaga dirimu ya sayang. Hanya 2 hari dan setelah pekerjaan selesai aku akan pulang. Kita akan mencari apartement yang cukup bagus “

“ Iya, terima kasih. Kyuhyun~ah “ aku selalu bahagia mendengar ucapannya.

Hari ini Kyuhyun banyak menyanyikanku lagu-lagu romantis sambil memainkan gitar acoustic. Kami berdua seperti orang yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Dan hingga sore hari kami masih di Amusement Park. Tepat didepan sebuah Danau yang dilalui Kapal Pesiar dan Kapal Boat. Dan disanalah, Kyuhyun menciumku sebagai hadiah perpisahan sebelum ia berangkat ke Brooklyn.

***

Aku sudah sampai didepan apartement Kwon Yuri. Apa aku harus memencet bel apartementnya atau menunggu ia membuka kan pintu apartementnya hingga esok hari. Aku rasa pilihan pertama lah yang benar-benar akan aku lakukan.

Dan sebelum aku menekan bel apartementnya, tepat saat Yuri keluar dari apartementnya. Kali ini aku benar-benar bingung harus berhadapan dengannya setelah 4 tahun berpisah dengannya.

“ Kau?! “ Yuri terkejut dan menjatuhkan plastik sampah yang ada di tangannya

“ Tunggu! “ Nickhun berusaha menggapai tangan Yuri

“ Lepaskan!! “ Yuri berusaha menghindari Nickhun dan tak menatapnya sama sekali

“ Aku tau ini bukan waktu yang tepat. Tapi, bisakah kita bicara dan mengurangi sifat egoismu? “ Yuri menatapku tajam. Tatapan yang dulunya tidak begitu namun sekarang makin membenciku

“ Ah.. aku tau disekitar sini ada café yang enak. Lebih baik kita berbincang disana. Agar kau bisa refreshing. Kajja! “ tanpa persetujuannya pun aku menarik tangannya

***

Café Burn

“ Cepat! Apa yang ingin kau katakan. Aku tidak punya banyak waktu untuk berbincang terlalu lama denganmu, Nickhun~ssi “ aku tersenyum dengan bentakkannya.

“ Ah arraseo. Aku datang dari Seoul hanya untuk bertemu denganmu. Aku kesini ingin menjelaskan sesuatu tentang kita “ Yuri mengernyitkan dahinya dan terlihat bingung. Ya. Dia pasti bingung dengan ucapanku.

“ Kita?! Apa telingaku tidak salah mendengar? “ tanya Yuri cuek seakan tak peduli

Aku melanjutkan “ Appamu dan Appaku adalah sahabat baik. Dulu sebelum Appamu meninggal, mereka pernah berjanji akan menikahkan kita. Mereka ingin melihat kita bahagia selamanya “

“ Dan kau menerima pernikahan itu? “ Nickhun mengangguk

“ Good Job! Aku tau sekarang apa maksudmu. Kau ingin aku pulang ke Seoul dan melepaskan karirku yang akan ku titi di Manhattan. Dan kau ingin aku berpisah dengan Kyuhyun agar aku bisa menikah denganmu dan seperti biasa dengan alasan perjodohan sejak kecil. Dan kau menerimanya, tentu saja! Dan jawabanku adalah TIDAK! Untuk semuanya. TIDAK untuk menikah denganmu. TIDAK untuk pulang ke Seoul dan TIDAK untuk meninggalkan Kyuhyun karena aku mencintainya sampai kapanpun! “ Yuri menarik tas dan mengalungkan syalnya, secepat kilat pergi dari hadapan Nickhun.

“ Aku tau Kwon Yuri. Tidak ada lagi ruang di hatimu untukku. Maaf, aku telah mengacaukan segalanya. Tapi, aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri, karna aku masih begitu mencintaimu, sangat bahkan saat aku tau kau adalah jodohku, aku sangat berterima kasih pada Tuhan yang telah mempertemukan kita hingga sekarang “ gumamku

***

Aku tidak ingin menangisi kehidupanku. Aku tau diriku dan tidak mampu menjalankan semuanya sendiri tanpa bantuan Kyuhyun. Aku sangat bergantung padanya. Namun disisi lain, perjodohan yang tidak aku inginkan bersama Nickhun, lelaki yang hampir aku tenggelamkan dari pikiranku selama ini. Oh! Come on! Ini semua hanya sandiwara. Bagaimana mungkin seorang Nickhun mau datang ke Seoul hanya untuk sebuah pertunangan!! Rasanya aku tak ingin mengingatnya sedetik pun.

Mr. Cho aku membutuhkanmu – sangat. Miss You.

***

Brooklyn…

Bagaimana keadaan Yuri di Manhattan. Aku merindukanmu Miss Kwon. Aku memandang fotonya di layar monitor laptopku. Aku tersenyum hampa. Ada yang kurang jika tidak ada dirinya. Dan rasanya, aku ingin pulang secepatnya dan bertemu dengan Miss Kwon.

Aku melanjutkan pekerjaan ku yang sempat tertunda tadi. Biasanya kalo jam segini Yuri selalu membuatkanku kopi hangat. Namun sekarang berbeda ada yang berkurang.

“ Yeoboseo, Yuri~ah gwenchana? “ suara lembut yang ku rindukan sangat hangat menyapa malamku.

“ Oppa, gwenchanayo “

“ Kenapa belum tidur, Yul? “

“ Belum mengantuk. Aku masih mempersiapkan berkas untuk aku urus besok ke kampusku. Bagaimana kabar Oppa? Aku merindukanmu “ ucap Yuri jelas

“ Nado Yuri~ah. Aku akan pulang lusa. Kau ingin aku membawakan apa untukmu? “

“ Tidak usah Oppa. Kau selamat sampai di Manhattan saja sudah cukup bagiku “

Kyuhyun terdiam sejenak dan menghela nafasnya “ Yuri. Aku minta maaf soal semalam. Aku- aku melakukannya hanya denganmu dan sejujurnya setelah aku sukses aku akan melamarmu “

Hati Yuri terkejut akan ucapan Kyuhyun. Dan Yuri senang karena Kyuhyun akhirnya akan serius menjalin hubungan dengan Yuri.

“ Oppa, aku selalu menyayangimu. Oppa jaga diri disana ya “ ucap Yuri hampa seperti terisak yang tertahan

“ Yuri. Kau baik-baik saja kan? “

Yuri mengelap air matanya “ Iya Oppa. Aku baik-baik saja. Kau harus semangat untuk pekerjaanmu “

“ Tentu Yuri~ah. Good Night Miss Kwon, I’m really missing you “

“ Nado Kyuhyun Oppa “ ucap Yuri dan mereka pun menutup percakapan di telfon secara bersamaan.

Yuri tidak ingin Kyuhyun tau tentang perasaan Yuri yang sebenarnya. Yuri merasa tertekan karena Nickhun datang kembali dalam hidupnya. Dan Yuri, harus merelakan segalanya hanya demi sebuah pertunangan. Dan Yuri enggan sekali untuk menerima Nickhun kembali. Apalagi mereka sampai bertunangan. Bagaimana jadinya Kyuhyun yang selalu ada disampingnya, yang siap membantu Yuri baik suka dan duka. Kyuhyun lah yang selalu membuat hidup Yuri lebih berwarna. Dan Kyuhyun lah yang selalu ada di samping Yuri hingga saat ini bukan Nickhun.

***

Keesokan harinya…

Yuri berangkat ke kampus dengan menggunakan bis. Dan tidak sampai 15 menit. Yuri pun sampai di kampus. Dia menjalani setiap lorong kampus. Kampus bernuansa kerajaan romawi itu masih berdiri dengan megahnya. Yuri pun mencari Fakultas Hukum tempat dia ingin melanjutkan post graduatenya.

Tata Usaha di kampus tersebut cukup membantu Yuri. Jika ia tidak mengerti, ia bisa ke konsul fakultas. Biasanya mahasiswa/mahasiswi dari luar bisa konsultasi dengan consuling bersangkutan.

Hari pertama Yuri sudah di borong oleh tugas-tugas dan kliping mengenai perdagangan ekonomi bersama pengamat ekonomi yang selektif dalam bidang yurisprudensi hukum internasional.

“ Ouch! Sorry… “ ucap Yuri buru-buru

Seseorang yang Yuri tabrak itu pun membantunya berdiri dan menyusun buku-buku Yuri yang tergeletak dilantai

“ Sorry. Saya tidak sengaja “ kata Yuri sembari membungkuk

Lelaki itu tersenyum “ No problem “

“ Kau mahasiswi baru disini? “ tanya pria itu

“ Ya. Kau orang korea? “ dan baru kali ini Yuri menatap pria itu. Yuri begitu terkesima dengan namja yang ada didepannya tersebut.

“ Nae. kenalkan Im Siwan “ lelaki itu menyalam Yuri. “ Just call me, Siwan! “

“ Oh ya. Kwon Yuri “ lelaki itu mengangguk

“ Aku duluan ya, Yuri~ssi “ lelaki itu pun melambai dan tersenyum membuat Yuri kewalahan untuk tidak berusaha terlihat babo didepan namja itu.

***

“ YURI! “ Nickhun menemukan Yuri di tepi jalan saat ia mengendarai mobilnya

“ Masuklah “ ucap Nickhun ramah

Yuri masih tidak peduli dengan ucapan Nickhun dan terus berjalan dan tidak menghiraukannya.

“ Yuri~ah, kau masih marah padaku? Tolong jangan seperti ini. Ada hal lain yang harus aku bicarakan denganmu kembali. Ayolah, sekali ini saja. Setelah itu, aku tidak akan mengganggumu, Kwon Yuri “ Yuri berhenti berjalan dan membalikkan tubuhnya, menatap Nickhun tajam.

“ Baiklah. Aku setuju “ Yuri memasuki mobil Nickhun dan mereka pun pergi dari kampus Yuri.

Nickhun mengajak Yuri ke sebuah restoran yang sangat mahal. Ini pertama kalinya Yuri menikmati makan siang yang romantis.

“ Pesan makanan yang paling enak disini beserta dessertnya “ perintah Nickhun pada waitres tersebut. Yeah, seperti biasa. Nickhun fasih sekali berbahasa inggris. Dia kemudian tersenyum dan menatapku

“ Oh ya, satu lagi. Pesananku yang satu lagi tolong dibawa kesini “ katanya lagi

Nickhun kembali menatapku “ Kau mereservasi ini semua “

“ Iya. Khusus untukmu hari ini “ Yuri merasa tidak enak.. “ Lalu apa yang ingin kau bicarakan padaku “ Yuri sesekali menatap pemandangan diluar jendela yang tepat menghadap danau yang begitu memukau.

Nickhun mengeluarkan sesuatu dari kantong jasnya dan membukanya untuk Yuri “ Apa ini? “ tanyaku

“ Ini untukmu “

“ Tidak. Aku tidak bisa terima pemberianmu. Aku hanya temanmu “ ucapku tegas

“ Ini hanya sebuah cincin, tidak lebih Yuri~ah “ Yuri mendorong kotak merah itu

“ Aku tidak bisa menerima ini Nickhun~ssi. Kau tau. Aku tidak bisa menerima cinta lain selain cinta Kyuhyun padaku “

“ Jangan sebut namanya. Bisakah?! “

“ Maaf. Ada lagi yang kau perlu bicarakan kepadaku “

“ Duduklah dulu. Jangan buru-buru. Pacarmu tidak akan pulang hari ini “

“ Apa maksudmu?! “ tanya Yuri sewot

“ Penerbangannya ku cancel dan dia akan pulang 3 hari lagi. Untuk itu, kau harus pulang ke Seoul dan menjelaskan pada Ahjumma “

“ Aku tidak akan pulang denganmu, Nickhun~ssi!! “

“ Ah, jinjjayo? Baiklah kalau itu maumu. Berarti kehidupan Kyuhyun akan ku buat berantakan “ Nickhun menaikkan alisnya.

Yuri sangat marah dengan ancaman Nickhun. “ Tidak lucu! “

“ Yuri. Kau akan pulang denganku hari ini ke Seoul. Dan Kyuhyun akan baik-baik saja selama di Brooklyn. Setelah kau menjelaskan semuanya pada Ahjumma dan Appa ku. Kau boleh pergi ke Manhattan lagi. Dan saat itu, aku akan benar-benar pergi dari hidupmu “

Yuri masih tak bergeming “ Benar kau tidak ingin ikut denganku? Berarti Kyuhyun akan… “ belum selesai Nickhun membenarkan ucapannya Yuri pun menarik tasnya, kemudian pergi dari makan siang yang menyebalkan.

“ Yuri~ah. Aku tunggu jawabanmu hingga malam ini “ Nickhun tersenyum penuh kemenangan

“ Apa-apaan dia! Seenaknya saja berbicara seperti itu padaku! Pakai mengancam kehidupan Kyuhyun lagi! Orang macam apa dia. Dasar psycho!! “ Yuri menggerutu dan berusaha melupakan kejadian siang ini yang membuatnya semakin kesal saja.

***

Yuri membolak balikkan majalah fashionnya. Dia tersenyum kecut. “ Dia tidak menelfonku juga. Demi apapun, Cho Kyuhyun! Aku merindukanmu!! “

TING TONG TING TONG

Yuri membuka pintu apartementnya dan seseorang yang ada didepan pintu tersebut pun tersenyum menatapnya dan Yuri langsung memeluknya, namja tersebut hanya bisa mengelus rambut gadis kesayangannya.

“ Kau merindukanku? “ gadis itu mengangguk di pelukkan namjachingunya

“ Penerbanganmu lancar?! “

“ Iya. Pekerjaanku sebenarnya belum selesai tapi bisa ku kerjakan esok hari. Aku semakin tidak menentu dan tidak enak perasaanku saat kau tidak bersamaku. Aku merindukanmu Kwon Yuri “ Kyuhyun mencium dahi Yuri dengan lembut

“ Nado Kyuhyun~ah “ dan mereka pun banyak bercerita tentang pekerjaan Kyuhyun di Brooklyn dan Kyuhyun akan membantu Yuri selama dia di Manhattan. Sampai Yuri melupakan sesuatu. Sesuatu yang sangat penting! Nickhun!!

***

Kyuhyun dan Yuri bersama-sama menaiki bis. Dan melanjutkan perjalanan mereka di sebuah kedai tempat yang paling adem untuk berbincang mengenai mereka berdua. Yuri menyicip semangkuk oatmeal dan Kyuhyun menikmati sebuah pasta lezat.

“ Kau diet? “ tanya Kyu

“ Ahnie. Hanya saja aku kurang begitu berselera saat makan “

“ Hmm begitu. Apa kau ingin menyicipi pasta ku? “

“ Tidak Kyu. Kau saja “ Yuri menolak mangkuk Kyuhyun dan tersenyum

 

Aku lupa bagaimana caranya berterima kasih. Aku lupa bagaimana caranya melupakan orang yang sudah tidak ingin aku ingat. Dan aku lupa bagaimana caranya mencintai dengan setulus hati. Mencintai ya Mencintai. Aku hanya bisa merasakan rasa mencintai itu hanya kepada Kyuhyun.

“ Oh ya, aku ingin mengenalkanmu pada seseorang. Dia teman baikku. Lebih tepatnya teman dekatku. Dan sebentar lagi dia akan menikah. Dia berharap aku dan kamu ada di pernikahan mereka sebagai bridesmaid. Kyuhyun tersenyum dan menggenggam erat jemari.

“ Nah itu mereka “ lanjut Kyuhyun. Yuri menoleh dan apa yang didapatinya. Namja yang telah membantunya semalam saat mereka bertabrakan di depan fakultas.

“ Yuri “ sapa namja yang ia kenali itu, Yuri tersenyum dan menyalam Siwan. Sedangkan Kyuhyun terlihat bingung.

“ Kalian saling mengenal? “

“ Tentu Kyu. Kau tau, kami bertemu di kampus. Oh, ya. Perkenalkan ini calon istriku “ Siwan langsung menggamit lengan calon istrinya

“ Kim Yoo Jin “ pekik Yuri saat menatap Yoo Jin

“ Hoaaa, long time no see. Miss you “ Yuri memeluk sahabat yang sudah lama tidak ia temui itu

“ Wah sekarang kau tambah cantik Yuri~ya “ tawa khas Yoo Jin terdengar menyenangkan

“ Ah jinjja. Kau juga begitu cantik “ balas Yuri

“ Ternyata dunia ini sempit ya. Siwan teman baikku dulu di SMA dan Yoo Jin adalah teman dekat mu dulu di SMP “ ujar Kyuhyun dan mereka pun tertawa bersama.

Dibalik sebuah dinding yang ditutupi oleh penjual makanan. Berdiri seorang pria menatap nanar kearah Yuri, Kyuhyun, Siwan dan Yoo Jin.

Apa aku tidak bisa bersama kalian?! Sebegitukah buruknya aku dimata kalian? Dan apakah aku tidak bisa menemukan kebahagiaanku…

Lelaki itu tersenyum miris dan melanjutkan perjalanannya.

“ Oh ya. Kalian jangan lupa datang ke pernikahan kami. Kami menunggu kedatangan kalian sebagai bridesmaid kami “ Kyuhyun dan Yuri pun mengangguk dan mengantar Siwan maupun Yoo Jin ke hotel tempat mereka menginap.

***

Kyuhyun dan Yuri berjalan bergandengan tangan dan saling tersenyum satu sama lain. Kyuhyun mengelus lembut kepala Yuri. Baik Kyuhyun maupun Yuri menikmati keindahan kembang api di malam hari. Indahnya fire works membuat Yuri terbuai dengan suasana yang romantis dan bersandar di pelukkan Kyuhyun yang hangat.

***

Aku bermimpi, aku dan Kyuhyun menikah. Tentu saja itu kabar menyenangkan bagiku. Tapi, Nickhun datang dan mengacaukan semuanya. Lalu Kyuhyun pergi meninggalkanku.

Ternyata itu hanya sebuah bunga tidur. Aku tersenyum saat tau, Kyuhyun tidur di sofa. Gamsahae, ini hanya mimpi. Aku tidak berharap dalam mimpi itu Kyuhyun meninggalkanku.

“ Kyuhyunnie, saranghae “ aku mencium dahinya lembut

***

Kyuhyun pagi-pagi sekali sudah berangkat dari apartemen mereka. Dan Yuri, baru ingat hari ini dia harus ke kampus menemui dosen yang akan membantu Yuri dalam berbagai persiapan Post Graduated.

Sesosok pria menghampiri Yuri dan menarik lengannya dengan kencang “ Yaaa!! Apa yang kau lakukan! Lepaskan aku!! “ Yuri berusaha memberontak tapi lelaki itu kini makin memaksa dan tenaganya lebih kuat disbanding Yuri. dan Yuri lama-lama tenaganya menurun dan lemas.

“ Apa maumu?! “ cerca Yuri

“ Aku ingin kau tetap bersama Kyuhyun dan maafkan atas sikapku yang terlalu memaksakan kehendakku selama ini padamu “ ucapnya lemah

Yuri tercengang apa yang diucapkan Nickhun “ Nickhun~ssi “

“ Nae. Kita hanya teman kan Kwon Yuri tidak lebih “ Yuri diam tak bergeming

“ Mianhe. Seharusnya aku lebih peka terhadap perasaanmu. Maafkan aku Yuri~ya “ Nickhun memeluk Yuri dengan tiba-tiba dan Kyuhyun menyaksikan kejadian tersebut

Namun tempat Kyuhyun berdiri cukup jauh dan dia hanya tersenyum meratapi kejadian itu secara langsung.

Yuri~ya, aku ingin kau bahagia dengan caramu. Tapi, kalau memang caraku tidak bisa membahagiakanmu. Maka, aku akan merelakanmu demi Nickhun.

***

Yuri berjalan dengan lunglai. Dia tidak habis fikir soal Nickhun yang berubah total dan menyuruhnya tetap bersama Kyuhyun. Namun, Yuri mendapati sepucuk surat dan itu tulisan Kyuhyun.

Dear Yuri

Maaf, aku harus pergi dan tanpa pamit langsung padamu. Aku beberapa hari harus ke Brooklyn ada pekerjaan yang menantiku.

Jaga dirimu, Yuri~ya…

Saranghae~

Kyuhyun~ah

 

Kau pergi? Pergi tanpa alasan dan sebelumnya kau tidak membicarakan pekerjaan apapun padaku?! Kenapa Cho Kyuhyun??!! Aku meremas surat yang ditulis Kyuhyun. Apa yang sedang ia fikirkan. Kenapa ia ingin meninggalkanku?!

Kyuhyun~ah, jangan buat aku seperti ini. Tersiksa karna cintamu..

 

***

Sudah 1 minggu ini Kyuhyun tidak kembali ke Manhattan. Apa memang dia ingin melupakanku dan pergi begitu saja dan aku baru ingat! aku harus membantu Yoo Jin, minggu depan ia akan menikah dengan sahabat Kyuhyun, Im Siwan.

Apa aku memang harus melupakan Kyuhyun dan menghindarinya saat di pesta pernikahan Siwan dan Yoo Jin nanti?! Entahlah, rasanya aku belum siap akan hal itu.

***

D-day

Aku membantu riasan Yoo Jin dan beberapa teman pun ikut membantunya. Aku melihat Siwan sedang berbicara dengan Kyuhyun dan kelihatannya serius. Apa ini menyangkut diriku?! Aissshh, Kwon Yuri! apa yang sedang kau fikirkan!

Yoo Jin berjalan dengan anggunnya di altar, semua mata memandang kearahnya dan dia tersenyum bahagia. Siwan sudah tidak sabar sepertinya ingin memegang mempelai wanitanya.

Ahh, sungguh bahagianya mereka. Aku jadi iri.

“ Sudah lama berdiri disini “ tegur seseorang yang seketika membuyarkan lamunanku

“ Ah, nae “ aku berusaha tersenyum dan menguatkan diri bila berada disampingnya

“ Bagaimana kabarmu? “

“ Aku baik. Kamu? “

“ Aku juga baik. Seperti yang kau lihat “ lagi-lagi iya tersenyum

15 menit kami terdiam “ Bagaimana kabar Nickhun?! “ aku menoleh kearahnya

“ Nickhun?! “ aku mengerutkan dahiku

“ Wae? “ tanyanya balik

“ Nickhun baik-baik saja. Aku rasa. Karena dia sudah lama pulang ke Seoul “ Kyuhyun menatapku penuh arti

“ Jadi maksudmu? “

“ Ya, aku dan Nickhun tidak ada hubungan apapun. Apa kau melihat dan mendengar sesuatu tentangku dengannya “ Kyuhyun menggeleng pelan

“ Lalu?! “ Yuri mulai penasaran

“ Apa perlu semuanya aku ungkapkan padamu “

“ Tentu saja. Kyuhyun~ah, aku ingin kita saling jujur dan terbuka “ Kyuhyun tersenyum dan mengelus rambut Yuri.

Saksi dari pernikahan Siwan dan Yoo Jin adalah kebahagiaan Kyuhyun dan Yuri.

At the end of the day. One day we are in Manhattan. Enjoying the weather and holding hands. Just the two of us. Nothing more nothing much. Just us. PS : I Love You, Kwon Yuri.

“ Kabar baik untukmu. Aku hamil “ ucap Yuri disertai pelukan hangat dari Kyuhyun.

THE END

FF KYURI Full Version NC23     |    Get Password

108 thoughts on “[ ONESHOOT ] MANHATTAN! My Dear Enemy – ( Special Birthday Cho Kyuhyun 26th )

  1. Wah… Bagus thor, keren banget..
    Jadi Nickhun udah gak bakalan ganggu Yuri kan?
    Kyaaa.. Si Yuri-nya Hamil, bagus deh.
    Tinggal Kyuhyun aja nih pokoknya harus nikahin Yuri!! Hahaa
    Great, harusnya ada sequel ini thor :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s