Vampire and Aliens (Chapter 2)

5 Feb

VampireAndAliensCover

Title                       : Vampire and Aliens Chapter 2

Author                  : puwakantiiw

Genre                   : Fantasy, AU, etc. [find by reading;)]

Rating                   : Teenager

Length                  : Chaptered

Cast                       :

  • SNSD’s Tiffany
  • EXO’s Suho
  • EXO’s Kris
  • EXO’s Xiumin
  • EXO’s Luhan
  • EXO’s D.O
  • EXO’s Baekhyun
  • EXO’s Chen
  • EXO’s Chanyeol
  • EXO’s Lay
  • EXO’s Tao
  • EXO’s Kai
  • EXO’s Sehun
  • Super Junior’s Siwon

Disclaimer           : Hello reader-deul!  Semoga masih setia menunggu FF Vampire and Aliens  ya~ kkk well, this is the second chapter! Enjoy!! *THIS IS MADE FROM MY OWN IDEA, DO NOT COPY OR CLAIM* and don’t be a silent reader;)

Note                      : italic words; flashback

Previous              :Teaser >>  Chapter 1

Next Chapter     : Chapter 3 , Chapter 4 , Chapter 5

***

New Life

 

Sudah kurang lebih lima bulan Tiffany berpura-pura menjadi manusia. Sudah lima bulan juga ia tinggal dirumah mewah milik Choi Siwon, namja yang berhasil ia selamatkan nyawanya beberapa bulan lalu.

***

 

 “…Unnie, sekarang kau harus pergi sejauh-jauhnya. Unnie juga harus menyamar seperti manusia.”

Perkataan Seohyun terus bergema di pikiran Tiffany seraya ia melangkahkan kakinya menjauhi hutan yang menyeramkan ini. Tiffany tidak sempat membawa pakaian dan juga uang untuk menyamar sebagai manusia. Ia tidak yakin bahwa dirinya dapat berbaur dengan manusia.

 

*Bagaimana caranya agar aku dapat berbaur dengan manusia dan identitasku tidak ketahuan? Dan agar VampireShidae tidak dapat menemukanku? Ku pikir aku harus mengganti nama terlebih dahulu. Apa ya nama yang bagus—* belum sempat Tiffany memikirkan nama samarannya, ia mendengar suara teriakkan dari sebelah barat.

 

Tiffany segera menuju ke sumber suara. Semakin ia berjalan kearah barat, semakin terdengar suara teriakan seorang namja yang sepertinya sedang dalam kesulitan—oh, bukan sepertinya. Tetapi memang ada seseorang yang sedang ketakutan karena orang didepannya tengah memegang pisau yang di arahkan ke lehernya.

 

“Berteriaklah sekencang mungkin, tidak ada yang bisa mendengarmu disini. Hahahaha”

 

Karena tidak tahan melihat situasi ini, Tiffany keluar dari tempat persembunyiannya. “Kata siapa?” Tiffany membalas. Sontak si pembunuh—atau penjahat—itu menoleh kearah Tiffany. Namja yang menjadi sandera menghela nafasnya, ia sedikit lega karena ada yang mendengar teriakannya.

 

Si pembunuh itu membawa sanderanya kebelakang. Ia melingkarkan tangan kanannya di leher sanderanya, kemudian menaruh pisau runcing itu didepan leher sanderanya. “Jika kau berani mendekatiku, aku tidak akan segan-segan membunuhnya!”

 

“Jika kau berani, hadapi aku sendiri.” Tantang Tiffany, ia men-smirk pembunuh itu. Kemudian berjalan ke dalam hutan tetapi sebelum itu, ia menyuruh namja yang menjadi sandera itu untuk tetap diam diposisinya sekarang. Merasa di rendahkan, si pembunuh itu mengikuti Tiffany.

 

Melihat tidak ada manusia selain si pembunuh itu, Tiffany menggunakan kekuatannya. Bisa gawat jika ia memperlihatkan kekuatannya dihadapan si sandera itu, justru ia akan ketakutan jika mengetahui bahwa sebenarnya Tiffany adalah vampire. Tiffany menatap pembunuh itu tepat dimatanya, seketika mata Tiffany menjadi merah. Pembunuh itu diam ditempatnya, ia tidak bisa menggerakan seluruh tubuhnya. Setelah itu, Tiffany berjalan mendekati pembunuh itu. Ia tersenyum sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih, serta bertaring.

 

Kemudian Tiffany menancapkan taring-taring itu tepat di leher si pembunuh, tidak ada reaksi dari si pembunuh karena Tiffany telah mengendalikan pikirannya untuk tidak bergerak. Setelah pembunuh itu mati, Tiffany segera mengembalikan penampilannya, lalu melihat tubuh si pembunuh yang sudah tak bernyawa. *Huh, ini akan jadi waktuku yang terakhir untuk meminum darah* gumam Tiffany, Kemudian ia kembali ke namja itu, namja yang menjadi sandera pembunuh malang yang harus mati karena seorang vampire.

 

Ketika Tiffany kembali, ia melihat namja itu tengah duduk di akar pohon yang besar. Wajahnya terlihat resah. “Hey,” kata Tiffany membuat namja itu mengangkat kepalanya. Ia dapat melihat wajah cerah Tiffany ditambah senyumannya yang breath-taking itu.

 

“Dimana si psikopat itu!?” tanya namja itu sedikit tidak santai. Tiffany tersenyum, “tenang saja. Aku sudah membereskannya.” Kemudian ia mengedipkan sebelah matanya. Namja itu menatap Tiffany dengan pandangan tidak percaya, bagaimana seorang gadis sepertinya dapat melawan pembunuh berbahaya itu?

 

Tidak ingin berpikir lebih panjang lagi, namja itu buru-buru mengucapkan terimakasih kepada Tiffany. “Terimakasih, aku sangat berhutang budi padamu”

 

“Ah, tidak apa-apa. Itu hanya kebetulan hehehe” balas Tiffany sambil terkekeh malu. Tiffany melihat namja itu mengulurkan tangannya, menanti sambutan dari tangan Tiffany. “Namaku Choi Siwon, panggil saja aku Siwon” namja itu memperkenalkan dirinya.

 

Tiffany menggigit bibir bawahnya, ia tidak tahu apa nama yang harus ia gunakan selama ‘penyamaran’ ini. Kemudian setelah beberapa lama, ia menjabat tangan Siwon dan memperkenalkan dirinya dengan identitas palsu yang ia buat barusan. “Hwang Miyoung, panggil saja aku Miyoung” balas Tiffany kemudian tersenyum.

 

Siwon menjabat tangannya, tak lama kemudian Tiffany melepaskan tangannya dari genggaman Siwon. “Sekali lagi terimakasih, Miyoungie! Omong-omong… apa yang kau lakukan di hutan seorang diri?” tanya Siwon.

 

Tiffany—atau Miyoung—membeku ditempatnya. Ia tidak tahu jawaban dari pertanyaan Siwon barusan. “Eh? Uhm.., aku… aku terpisah dari kelompokku..” jawabnya asal-asalan dengan nada bicara yang tidak lancar.

 

“Kelompok? Seperti kelompok pecinta alam, begitu?” tanya Siwon memastikan. Tiffany mengangguk, kemudian ia berharap Siwon tidak bertanya yang aneh-aneh lagi. Tetapi harapannya tidak terpenuhi, tak lama kemudian Siwon melemparkan pertanyaan seperti darimana asalnya, dan berapa umurnya, lalu ia kuliah atau sudah bekerja.

 

“Er..aku, sebenarnya tidak punya sanak saudara di Korea,  kedua orang tuaku sudah meninggal sejak aku masih berumur dua tahun, aku lahir ditahun 1989, kemudian aku dipindahkan ke panti asuhan di negara lain, lalu aku ikut komunitas pecinta alam dan ta-da! Aku tersesat disini, semua peralatanku jatuh ke jurang saat aku mencoba mencari anggota pecinta alam yang lain.” jelas Tiffany, berbohong.

 

Siwon hanya mengangguk mengerti, kemudian ia berpikir dalam hati. *Kasihan sekali gadis ini, ia tidak punya siapa-siapa kecuali teman-teman sekumpulannya, serta ia tersesat di sini. Aku harus menolongnya. Yaaa, hitung-hitung berterimakasih karena ia telah menyelamatkan hidupku.*

 

“Bagaimana kalau…. kau tinggal di rumahku? Barangkali komunitasmu itu akan mencari seseorang yang hilang di kota, rumahku ada di sudut kota Seoul, aku tinggal sendiri karena adik perempuanku sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Dan orang tuaku sibuk dengan urusan bisnis mereka masing-masing” Ucap Siwon menawarkan.

 

Tiffany tentu saja ingin, mungkin dengan tinggal di rumah Siwon, ia bisa melindungi dirinya dari VampireShidae. Tiffany mengangguk, menandakan ia menerima tawaran Siwon untuk tinggal dirumahnya.

 

“Tapi sebelum itu….” ucap Siwon sambil melihat Tiffany dari kaki sampai kepalanya. “kau harus membeli beberapa baju terlebih dahulu.”

 

Pernyataan Siwon barusan membuat Tiffany memamerkan sederet giginya yang putih bersih—jika diperhatikan lebih dekat, ada sebuah noda merah yang masih menempel di gusi Tiffany—lalu ia terkekeh karena melihat dirinya yang sangat berantakan. Terdapat beberapa warna tanah di baju Tiffany yang berwarna biru cerah itu. Celana jeans-nya pun sudah lusuh dan kotor.

 

***

“Miyoung-ah,”  terdengar sebuah suara memanggil nama samaran Tiffany. Tiffany yang sudah terbiasa dipanggil dengan nama itu, segera menengok. Sosok laki-laki itu berjalan mendekati Tiffany yang sedang berdiri di balkoni, melihat pemandangan yang sangat ia kagumi. Kemudian ia berdiri disebelah Tiffany—atau yang ia kenal sebagai Hwang Miyoung.

“Kau tidak bekerja, hm?” tanyanya sambil melihat Tiffany yang tengah menikmati pemandangan. Tiffany menggeleng. “Aku dapat shift sore, oppa” jawab Tiffany sekenanya. Ia tidak suka jika ada seseorang yang mengganggu aktifitas yang ia senangi.

Ya, untuk mensempurnakan penyamarannya, ia bekerja di sebuah cafe di pusat kota Seoul sebagai pelayan. Selain untuk membeli pakaian dan barang-barang seperti telepon selular, ia juga menabung sebagian gajinya, untuk berjaga-jaga apabila suatu hari ia meninggalkan rumah Siwon.

“Baiklah kalau begitu..” balas Siwon kemudian masuk kedalam rumah, meninggalkan Tiffany sendirian di balkoni. Tak lama kemudian, Tiffany mengikuti Siwon masuk kedalam rumah. Ia sudah cukup puas memandangi pemandangan hari ini.

Ketika memasuki rumah, terlihat Siwon yang sedang tertawa karena menonton acara TV kesukaannya. Tiffany bergabung dengan Siwon untuk menonton acara itu. Acara itu memang lucu, sangat lucu, malah. Tetapi Tiffany tidak bisa tertawa karena—entah kenapa—suasana hatinya  sedang tidak secerah mentari pagi ini. Tiba-tiba saja ia teringat akan masa lalunya.

Ketika acara TV itu terhenti sebentar karena iklan, Siwon meneliti wajah Tiffany yang tampak resah. “Gwaenchana, Miyoung-ah? Kau terlihat… hm,resah. Apa ada sesuatu yang mengganggumu di tempat kerja?” tanya Siwon kemudian. Tiffany menggelengkan kepalanya. “Nan gwaenchana. Oppa tidak perlu mengkhawatirkanku, aku hanya sedikit….er, bad mood.” Jawabnya.

“Hm, baiklah kalau begitu. Jika ada apa-apa, atau ada sesuatu yang mengganggumu, kau bilang saja padaku, arraseo?”

Tiffany mengangguk, kemudian menyenderkan kepalanya di bahu Siwon. *Aku tidak bisa memberitahumu tentang hal ini, oppa. Tentang masa laluku, tentang siapa dan apa aku sebenarnya. Jika kau mengetahuinya, kau akan membenciku dan mengusirku dari rumah ini. Sedangkan aku tidak punya siapa-siapa selain kau dan delapan vampire. Tapi sekarang mereka sudah meninggalkanku, hanya kau yang aku punya sekarang.”

 

Suasana menjadi hening seketika. Tiffany menutup matanya, meresapi keheningan yang membuatnya nyaman. Dan lama-kelamaan ia tertidur.

Siwon melihat Tiffany yang kelelahan. Ia menggendongnya ke kamar tidur Tiffany dan merebahkannya di tempat tidur. Setelah itu ia menelpon cafe tempat dimana Tiffany bekerja. Ia memberitahu kepada pihak cafe bahwa hari ini Tiffany tidak dapat pergi ke cafe karena sedang tidak enak badan.

****

Who are they?

 

Tiffany perlahan-lahan membuka kedua matanya kemudian melihat ke sekelilingnya. Ia dapat melihat dinding berwarna merah muda dengan wallpaper teddy bear dan sebuah lemari kayu besar. Tiffany tidak salah kira, ia sekarang berada didalam kamarnya, entah bagaimana caranya ia bisa ada didalam kamarnya. Kemudian ia berusaha mengingat kejadian tadi pagi… ia duduk di kursi, kemudian Siwon bertanya tentang keadaannya dan…………

 

*BABO-YA!!! Aku ketiduran. Dan sekarang sudah jam segini, aku telat kerja!* batin Tiffany sambil menepuk dahinya menggunakan telapak tangannya. Ia segera berlari ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian kerja. Setelah itu ia berdandan sekedarnya dan keluar dari kamarnya.

Tetapi ketika ia menuruni tangga, ada Siwon yang sedang menonton televisi di ruang tengah. Ia tersenyum melihat Tiffany yang sudah bangun. “Kau hari ini tidak perlu pergi ke cafe, aku sudah menelpon bahwa kau sedang tidak enak badan.” Ujar Siwon.

Tiffany berjalan kearah Siwon. “Mwo?” tanyanya heran.

“Apa kau lapar?” tanya Siwon lalu mematikan televisinya. Tiffany mengangguk kecil, ia baru ingat bahwa tadi pagi ia belum sarapan. “Kalau begitu, aku akan mengajakmu makan malam diluar. Anggap saja ini sebagai pengganti pekerjaanmu” lanjutnya.

“T…tapi, oppa…”

“Tidak ada tapi-tapian. Cepat ganti pakaianmu!”

Tiffany mengangguk, kemudian ia kembali ke kamarnya. Ia mengganti pakaian kerjanya menjadi celana jeans dan t-shirt putih bertuliskan ‘Crystal Rock’. Ia membiarkan rambutnya yang sedikit bergelombang tergerai. Setelah itu, ia mengambil high-heels di rak sepatu yang berada di samping lemarinya. Tak lupa ia membawa sweater karena malam ini sangat dingin.

Sebelum meninggalkan kamarnya, ia melihat pantulan dirinya di cermin.*Nice.* batinnya dalam hati. Setelah mengambil tas kecil, ia segera berlari keluar dari kamarnya. Terdengar suara klakson mobil dari depan rumah, itu sudah pasti Siwon. Tanpa basa-basi Tiffany segera keluar dari rumah dan mengunci pintunya. Kemudian ia berjalan menuju mobil Siwon.

Siwon memandangi penampilan Tiffany. Ia tersenyum melihat Tiffany yang selalu cantik dengan pakaian apapun. “Oppa? Waeyo?” tanya Tiffany yang mendapati Siwon sedang melamun. Siwon mengerjap, “Ah, tidak.” Kemudian ia segera menancap gas dan membawa mobilnya ke pusat kota Seoul.

***

Setelah makan malam selesai, awalnya Siwon ingin mengajak Tiffany untuk berbelanja. Sudah lama ia tidak membelikannya baju baru. Tetapi Siwon mendapatkan telepon dari rekan kerjanya.

“Miyoung-ah, aku harus pergi ke Busan sekarang juga, ada urusan penting. Kau tidak apa-apa, kan, jika aku tinggal dirumah sendiri?” tanya Siwon.

Tiffany mengangguk. “Ya, aku tidak apa-apa. Oppa hati-hati ya, aku akan pulang kerumah menggunakan bis saja. Oppa pasti sudah ditunggu oleh teman oppa.”

“Terimakasih, Miyoung. Jaga dirimu ya, jangan lupa untuk mengunci pintu dan jendela, jangan bukakan pintu untuk orang yang tidak dikenal, arraseo!? Aku akan kembali besok pagi.” Siwon berpesan. Tiffany mengangguk sambil tersenyum. Sendiri dirumah sudah menjadi hal biasa bagi Tiffany.

“Dan jangan segan untuk menelponku jika ada apa-apa!” pesan Siwon diikuti dengan anggukan Tiffany. Tiffany melambaikan tangannya seraya dengan mobil Siwon yang semakin menjauh, meninggalkannya sendiri di parkiran restoran tempat mereka makan malam.

Sambil memakai sweater yang ia bawa dari rumah, ia berjalan  mencari halte bus terdekat. Ditengah perjalanannya menuju halte bus, ia mendengar bunyi benda yang sangat besar terjatuh. Dengan was-was, ia berjalan kearah sumber suara. Tidak lupa Tiffany menggunakan kekuatan perisainya—yang sudah lama tidak ia gunakan—untuk berjaga-jaga jika ada sesuatu.

Terlihat cahaya yang sangat menyilaukan mata dari balik semak-semak, buru-buru Tiffany berjalan mendekati semak-semak itu. Tak lama setelah itu ada asap. Tiffany menunggu sampai asap dan cahaya itu benar-benar menghilang.

Ia mengintip dari balik semak-semak tersebut, berusaha tidak membuat suara sama sekali. Ia dapat melihat sebuah, entahlah, seperti pesawat tetapi lebih modern lagi. Bentuknya bulat seperti piring terbang, hanya saja ini versi besarnya. Dan juga terdapat beberapa kaki untuk menopangnya. Sepertinya ini bukan sesuatu yang berasal dari bumi.

Tak lama kemudian, benda yang sepertinya adalah pintu dari kendaraan itu terbuka, dan muncul sosok laki-laki yang benci Tiffany akui tetapi ia cukup tampan. Dan setelah itu muncul lagi sosok yang lain. Sampai akhirnya mereka berbaris layaknya Pasukan Pengibar Bendera(?) di depan kendaraan itu. Jumlah mereka adalah dua belas.

Tiffany menyipitkan matanya, *siapa sebenarnya mereka ini? Kenapa ada disini? dan… kenapa aku tidak bisa mencium bau darah mereka, aku harus berhati-hati…, sepertinya mereka berbahaya.* pikirnya sambil terus mengamati gerak-gerik mereka.

To be continued..

 

Nunggunya kelamaan, gak? Maaf ya kalo kelamaan hehehe, soalnya aku ada T.O di sekolah jadi gak bisa buka internet selama beberapa hari ini T-T

Tapi semoga readers suka ya sama chapter 2 kkk^^ daaan, jangan lupa tinggalkan jejak! ‘-‘b dan maaf kalo ada typo / alur yang gak jelas._.v

69 Responses to “Vampire and Aliens (Chapter 2)”

  1. ~SONEXOTIC~ January 7, 2014 at 10:26 pm #

    Bagus kok ff nya,,,
    Nice.. :)

  2. yunwoo January 22, 2014 at 7:19 pm #

    wowww alien tampan muncul
    xixiii
    keren keren

  3. rah February 1, 2014 at 8:06 pm #

    ahahahaha..,
    aku bisa ngebayangin namja-namja itu berbaris..
    yap, siap live konser..,
    hehe,
    makin seru inih,
    deuh gmna ya reaksi mereka pas saling ngliat??
    1 lawan 12,
    hehe,

    ok/tarik napas,
    lanjut part 3

  4. Piphie February 1, 2014 at 10:58 pm #

    wwwaaaahhhhhh…….
    makin seru aja nih
    jadi gak sabar mau ngelnjutinnya

  5. NuKho March 22, 2014 at 5:12 pm #

    Siapakah mereka? Jengjeng!
    Next yu..

Trackbacks/Pingbacks

  1. Vampire and Aliens part 3 | FFindo - March 19, 2013

    [...] Teaser >>  Chapter 1 >> Chapter 2 [...]

  2. Recommendation Fanfics | 。 - April 26, 2013

    [...] Teaser || 1 || 2 || 3 [...]

  3. Vampire and Aliens (Chapter 4) | FFindo - April 28, 2013

    [...] >>  Chapter 1 >> Chapter 2 >> Chapter [...]

  4. Vampire and Aliens (Chapter 5) | FFindo - May 23, 2013

    […] >>  Chapter 1 >> Chapter 2 >> Chapter 3 >> Chapter […]

  5. Vampire and Aliens (Chapter 1) | FFindo - May 24, 2013

    […] Chapter : Chapter 2 , Chapter 3 , Chapter 4 , Chapter […]

  6. Vampire and Aliens (Teaser) | FFindo - May 24, 2013

    […] Chapter : Chapter 1 , Chapter 2 , Chapter 3 , Chapter 4 , Chapter […]

  7. Vampire and Aliens (Chapter 6) | FFindo - June 1, 2013

    […] 1 >> Chapter 2 >> Chapter 3 >> Chapter 4 >> Chapter […]

  8. Vampire and Aliens (Chapter 7) | FFindo - June 20, 2013

    […] 1 >> Chapter 2 >> Chapter 3 >> Chapter 4 >> Chapter 5 >> Chapter […]

  9. Vampire and Aliens (Chapter 8) | FFindo - January 30, 2014

    […] 1 >> Chapter 2 >> Chapter 3 >> Chapter 4 >> Chapter 5 >> Chapter 6 >> Chapter […]

  10. Vampire and Aliens (Chapter 9) | FFindo - February 3, 2014

    […] 1 >> Chapter 2 >> Chapter 3 >> Chapter 4 >> Chapter 5>> Chapter 6 >>Chapter […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 21,144 other followers

%d bloggers like this: