Namja Or Yeoja? (Chap.8A)

Author: @MinHyuniee _

Cover By: Sasphire artwork

Main Cast: Lee Han Nie as Han Nie (OC’s/You), Cho Kyuhyun as Kyuhyun (Super Junior), Lee Sungmin as Sungmin (Super Junior).

Support Cast: All members of Super Junior, Hangen Tan (Soloist), Kim Kibum (Super Junior), Zhoumi and Henry (Super Junior M), Jang Doyoon as Lee Doyoon (SEVENTEEN), etc.

Summary: Sungmin Super Junior yang harus berobat ke Singapore digantikan oleh yeodongsaengnya yang bernama Han Nie. Semua member Super Junior pun mempunyai rencana untuk mengerjai Han Nie dengan cara menyuruh Han Nie untuk ber-akting layaknya Sungmin di hadapan sang evil magnae. Kisah romantic nan konyol ini pun dimulai.

Previous: | Chap. 1 | Chap. 2 | Chap. 3 | Chap. 4 | Chap. 5A | Chap. 5B | Chap. 6A | Chap. 6B | Chap. 7A | Chap. 7B |…

Disclaimer: I’m just change their reality with my own, so DON’T BASH ME!! Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh OC, nama judul, dan lain-lain nya, itu adalah sebuah ketidaksengajaan. FF ini adalah murni karya saya, jadi tolong JANGAN PLAGIAT-IN KARYA SAYA!!! Don’t Reblogged or Remake my story without my permission!!

Rate: PG-15.

Genre: Comedy, Romance, Family,  A little bit of Sad, and Friendship.

N/A: YEYYY!!! Akhirnya FF ini hampir selesai juga! *syukuran* Chapter ini adalah tanda-tanda ending dari FF Namja Or Yeoja. Di chapter ini menurutku terlalu banyak romantis nya, padahal aku gak suka FF yang romantis -_-. Hehe.. maaf kalau hasilnya tidak sesuai dengan harapan kalian, Ini semua Imajinasiku, dan kalau misalnya ada yang janggal tolong beritahu aku, supaya lebih kedepanya aku bisa menulis dengan lebih baik lagi^^ oke, let’s read my story guys! Don’t forget to Read-Comment-and Like! Saranghaeyo~

RCL, PLEASE!!! DON’T BE A SILENT READERS!!!namja-or-yeoja ch. 8 -END-

-      -     -      ——–  -     -     -      -       ———–       -     -      -      -    ———     -      -     -  

Previous-

“ Hm, lalu kau rela membiarkanya mencintai lelaki lain?”

“ Tentu. Aku sangat bahagia jika ia bahagia. Lagipula aku hanya menganggap Han Nie sebagai adikku saja. Tak lebih” jawab Doyoon tegas. Juyeon mengangguk paham, “ Kau sudah tau siapa yang disukai oleh Han Nie, bukan?”

Doyoon mengangguk santai, “ Ya. Namja itu adalah Cho Kyuhyun”

***

Chap. 8 Starts’s-

Author’s Side

Sungmin menghela nafas lega. Setidaknya Kyuhyun mau mengakui kalau ia menyukai dongsaeng kesayangan Sungmin itu. Sejenak suasana diantara member Super Junior hening. Kyuhyun melirik ke arah kanan dan kiri nya, memastikan kalau hyung-deul nya itu masih terjaga. Detak jantung Kyuhyun tak mau berhenti berpacu, dirinya masih takut jika nanti tiba-tiba Sungmin mendatangi nya lalu membantai nya habis habisan… hm, mungkin itu pemikiran yang berlebihan, tapi memang itulah isi dari kegelisahan hati seorang Cho Kyuhyun saat ini.

“ Haaah~” tiba-tiba Kangin merebahkan badannya ke belakang, dan itu membuat Leeteuk yang sedang melamun langsung tersadar dari lamunannya. “ Kalau begini ceritanya kapan selesai nya? Melelahkan… bisakah bagian ini di skip saja?” Heechul mendadak protes.

Mwo? Jangan begitu! Ini sedang dalam suasana menenggangkan! Ini asyik hyung!” sahut Eunhyuk tak terima. Heechul langsung melototi Eunhyuk, dan Eunhyuk pun hanya membalas pelototan Heechul dengan menampakkan sederetan gigi rapi nya di hadapan Heechul.

“ Hmm.. sudahlah. Pikiran kalian semakin aneh saja, lebih baik kalian tidur sekarang. Biarkan Sungmin berbicara berdua dengan Kyuhyun.” Ucap Leeteuk menengahi pertikaian dongsaeng-deul nya yang mulai ngawur. Semua member Super Junior pun mengangguk kompak, kecuali Kyuhyun yang masih diam dengan wajah yang tertunduk.

Leeteuk pun berdiri dari duduknya diikuti oleh member-member Super Junior yang lain. Mereka pun kembali ke kamar masing-masing. Kini di ruangan itu hanya tersisa 2 orang. Suasana yang tadinya ramai sekarang menjadi sepi. Sungmin menatap Kyuhyun lurus. Ia tak ada niat apa-apa, hanya saja menurutnya Kyuhyun duduk dengan posisi yang aneh sekarang.

Jangan bilang kalau Kyuhyun tertidur

Perlahan, tangan Sungmin menyentuh bahu Kyuhyun lalu menggoyangkannya dengan pelan.

“ Kyuhyun-ah?”

BRUGH

Mata Sungmin sontak membesar dengan ekspresi kaget nya.

Kyuhyun tertidur…

“…”

***

‘Cip cip cip’

DUG

DUG

“ Hei pemalas! Bangun!”

“ Uggh…”

“ Cepatlah bangun! Kau ingin kutinggal, huh?”

Kelopak mata Kyuhyun perlahan terangkat, menampilkan sepasang bola mata hitam kelam yang indah. Mata Kyuhyun mengkerjap beberapa kali sebelum ia melihat seorang Kim Heechul yang berdiri di sampingnya dengan wajah sangar. Sontak Kyuhyun beranjak dari tempat tidurnya semalam—sofa, lalu menatap Heechul dengan tatapan kaget dan bingung.

“ Huh. Cepat mandi! Kita akan keluar! Kutunggu 5 menit lagi.”

Kyuhyun melebarkan matanya, dan tanpa aba-aba ia langsung berlari menuju kamar mandi terdekat, sedangkan Heechul terlihat sedang terkekeh pelan. Mungkin selanjutnya akan ada kejadian yang mengasyikan bagi Heechul. Hm, kita lihat saja nanti.

.

.

Kereta listrik itu melaju dengan kencang. Suara gesekan antara rel kereta dengan roda kereta terdengar keras. Terlihat para penumpang di dalam kereta itu nampak duduk dengan tenang. Beberapa diantara penumpang kereta, ada yang tertidur maupun bercakap-cakap. Tampak 2 orang namja yang berpakaian tertutup duduk bersebelahan sedang menundukkan kepala mereka. Kyuhyun dan Heechul. Yeah, 2 namja itu adalah Cho Kyuhyun dan Kim Heechul dari sebuah boyband Super Junior yang ada di negeri gingseng. Tidak tau Super Junior? Carilah di Google.

“ Kenapa hanya berdua saja, hyung?”

Heechul melirik Kyuhyun horror. “ Jangan banyak tanya, Cho Kyuhyun.” Sontak Kyuhyun diam. Ia masih ingin hidup sekarang.

Pemberhentian kereta selanjutnya adalah di stasiun xxxxx’

“ Sebentar lagi sampai.” Ucap Heechul sambil tersenyum senang yang membuahkan tanda tanya besar di benak Kyuhyun.

Sebenarnya aku mau dibawa kemana?

.

.

“ Tunggu sebentar.”

Heechul menghentikan langkah kaki nya, lalu menoleh ke arah Kyuhyun. “ Ada apa?” tanyanya bingung. Kyuhyun menatap ke sekeliling nya, seakan ada sesuatu yang janggal di tempat yang ia pijak itu. Heechul masih menatap Kyuhyun bingung. “ Ada apa?” tanya Heechul lagi, kali ini dengan nada suara yang sedikit kesal.

“ Ini… kau mau membawaku kemana?”

PLETAK

“ Kau tinggal ikuti saja aku!! Dan panggil aku HYUNG!” balas Heechul yang sudah kesal dengan tingkah sang magnae. Kyuhyun mengaduh kesakitan sembari mengusap-usap kepalanya sedangkan Heechul kembali berjalan ke depan, diikuti oleh Kyuhyun yang menggerutu di belakangnya.

Butiran salju yang indah perlahan turun. Jalan di sekitar tempat yang mereka pijak, terlihat basah karena tertimbun salju. Kyuhyun menengadahkan kepalanya, melihat langit yang mendung dengan salju yang turun begitu banyaknya. Beberapa butiran salju nampak menempel di wajah Kyuhyun. Dingin. Tentu dingin yang dirasakanya sekarang. Kata-kata dingin mengingatkan Kyuhyun pada seseorang yang selalu  bersikap dingin terhadapnya.

Han Nie

“ Hei! Cepatlah berlari Kyuhyun!” seru Heechul tiba-tiba. Kyuhyun sontak melihat ke depan lagi lalu berlari menyusul Heechul.

Yaah! Kenapa kita tidak memakai bus saja sih, hyung?” protes Kyuhyun sambil memperbaiki deru nafasnya yang tak beraturan setelah berlari tadi.

“ Apa kau lihat ada bus yang lewat sini, huh?”

Hening.

“ …tidak.” jawab Kyuhyun pelan. Heechul mendengus. “ Kalau ada bus yang lewat di daerah sini, tentu lebih baik kita menaiki bus. Aku juga tak ingin berjalan seperti ini.” Ujar Heechul kesal sambil mulai melangkahkan kaki nya lagi. Kyuhyun pun mengangguk pelan, lalu mulai mengikuti Heechul lagi dari belakang. Suasana kembali hening.

“ Itu mereka!”

Kyuhyun mendongakan kepalanya, melihat objek yang ditunjuk oleh Heechul. Kyuhyun pun mengernyitkan dahi nya bingung.

Hyung-deul?”

***

Beberapa Jam Sebelumnya-

DRRT

Sepasang kelopak mata dengan refleks terbuka saat mendengar getaran keras dari sebuah ponsel. Tangan kanan gadis berambut sebahu itu, nampak sibuk mencari-cari ponsel nya yang ada diantara bantal tempat tidurnya. Setelah gadis itu menemukan ponsel nya, ia pun langsung membuka flip ponsel nya.

Yobosaeyo?”

‘ Han Nie-ah, ini oppa’

GUBRAK

MWO? SUNGMIN OPPA! WAEYO?”

Gadis yang ternyata adalah Lee Han Nie tersebut terkaget dan langsung jatuh dari tempat tidurnya dengan wajah kagetnya yang lucu. Terdengar sang penelpon di seberang sana tertawa terbahak-bahak. Siapa yang tidak akan tertawa jika reaksi orang yang kalian telpon seperti itu?

‘Hahahaha..ani..haha..ani’

Han Nie sweatdrop.

Yahh! Oppa!”

‘ Hahaha…mian mian’

“ Huh. Ada apa menelpon pagi-pagi begini, oppa?”

‘ Hm, tidak. Hanya saja nanti oppa bersama member Super Junior yang lainya akan ke rumah kita.’

MWO? AKU AKAN BERSIAP-SIAP DULU, OPPA! ANNYEONG!”

Han Nie mematikan panggilan dari Sungmin. Dengan tergesa-gesa, Han Nie keluar kamarnya. Tiba-tiba suara bel rumah terdengar berbunyi.

Tukang Koran!, pikir Han Nie simpel.

Han Nie pun berlari ke arah pintu masuk, lalu membukakan pintu untuk seseorang yang dikira tukang Koran tersebut.

“ HUWAAA!”

BRUGH

.

.

Sepasang kelopak mata itu perlahan terbuka, menampilkan sepasang manik hitam kelam milik seorang gadis bernama Lee Han Nie. Kedua kelopak mata Han Nie mengerjap pelan, berusaha menyesuaikan sinar yang masuk ke matanya. Setelah terbuka dengan sempurna, barulah Han Nie sadar kalau sekarang ia ada di dalam mobil, dan orang yang pertama kali ia lihat adalah Donghae. Sontak ekspresi Han Nie berubah kaget, sedangkan Donghae dengan santai nya tersenyum pada Han Nie.

“ Annyeong Han Nie-ah~”

DEG

Jantung Han Nie langsung berdetak dengan kencang ketika Donghae mengucapkan kata-kata dengan nada halus ditambah lagi senyumnya yang menawan.

“ Han Nie sudah bangun, hyung!” seru Eunhyuk yang ada di sebelah Donghae dengan tiba-tiba.

Sungmin terdengar menghela nafas lega. “ Bagaimana keadaanmu, Han Nie-ah?” tanya LeeTeuk yang sedang menyetir dengan nada sedikit khawatir. Han Nie berusaha tersenyum, walaupun terlihat sekali senyumnya dipaksakan. “ Aku baik-baik saja, oppa” sahut Han Nie pelan.

“ Mengapa kau bisa pingsan?” tanya Yesung dengan nada dingin.

“ Aku kaget oppa.”

“ Kalau kaget pun tidak usah  sampai pingsan.” Kata Yesung lagi.

Han Nie menatap Yesung kesal. “ Namanya juga kaget, oppa. Lagipula mengapa Sungmin oppa menelpon saat sudah ada di depan rumah? Itu membuatku belum bersiap-siap!”

Han Nie tertegun mendengar ucapanya sendiri. Manik matanya perlahan melirik ke arah bajunya sendiri.

MASIH PIYAMA!

Dengan wajah panik, Han Nie menatap Ryeowook. “ Ryeowook oppa, apa oppa membawa cermin?” tanya Han Nie gugup. Ryeowook mengangguk lalu mengambil sesuatu di tasnya, dan memberikannya pada Han Nie. Dengan cepat Han Nie mengambil cermin yang diberikan oleh Ryeowook, dan melihat pantulan dirinya di cermin.

WAJAHKU!

“ HUWAAA!”

.

.

“ Sekarang berbaliklah, Han Nie-ah.

Han Nie pun menurut dan membalikkan badanya ke arah sebuah cermin besar. Ryeowook tersenyum puas atas hasil karyanya. Pantulan diri Han Nie di cermin itu sangatlah manis. Tampak seperti boneka berpipi chubby dan berambut pendek. Han Nie mengkerjapkan matanya tak percaya kalau yang ada di cermin itu adalah dirinya sendiri.

“ Manis sekali bukan? Kekeke~

Dress berwarna biru berenda dengan rok yang mengembang ditambah lagi pita biru kecil diatas rambut ikal kecoklatan milik Han Nie membuat kesan manis pada diri Han Nie. Ryeowook masih tersenyum senang melihat hasil karyanya, sedangkan Han Nie hanya terdiam menatap pantulan dirinya di cermin.

” Gomawo Ryeowook oppa.” ucap Han Nie malu-malu. Ryeowook terkekeh pelan mendengarnya. ” Sekarang kau tidak malu lagi ‘kan?”

Han Nie mengangguk mantap.“ Baiklah, sekarang aku akan memanggil yang lainya dulu. Kau tunggu disini dulu, ne?” Ucap Ryeowook beranjak pergi dari tempat duduk nya.

“ Tunggu sebentar oppa.”

Ryeowook membalikkan badanya lalu menatap Han Nie bingung. “ Ne? Waeyo?

“ Sebenarnya ada apa? Mengapa aku didandani seperti ini, oppa?”

Air muka Ryeowook berubah panik. Ryeowook juga tak tau sebenarnya ada apa, ia hanya menuruti apa yang diperintahkan oleh Leeteuk. Lalu, sekarang apa yang harus ia jelaskan pada Han Nie? Apakah ia harus berkata. ‘Kau akan menjadi model majalah, Han Nie! MODEL MAJALAH! HUWAAA! HEBAT BUKAN? CHUKKAE HAN NIE-AH!….. sepertinya itu terlalu berlebihan. Oke, cara satu-satu nya sekarang adalah….Kabur.

“ Oppa?”

“ Ehh! Sepertinya ada telpon! Tunggu sebentar ya.” Ryeowook pun berlari panik meninggalkan Han Nie di ruangan rias itu sendirian. Dahi Han Nie mengernyit heran. Ia tak tau apa yang sebenarnya dilakukan oleh oppa-deul nya itu. Seharusnya ia tadi bertanya saat di mobil, bukanya diam menundukkan kepala karena panik dengan dandanan nya tadi. Hm, kenapa penyesalan datangnya terlambat? Karena kalau penyesalan datangnya tepat waktu, itu bukan penyesalan namanya tapi penyadaran… tidak mengerti? silahkan dikepo #plak

“ Salju..”

Manik mata Han Nie beralih menatap butiran salju yang turun di luar sana. Perlahan kedua kaki jenjang miliknya mulai berdiri, dan berjalan menuju jendela yang ada di ruang rias kecil itu. Sebuah villa yang ada di pedataran tinggi milik Super Junior ternyata sangatlah luas dan juga jangan lupakan pemandanganya yang sangatlah indah. Sungguh, Han Nie tak pernah tau kalau oppa-deul nya itu memiliki villa seperti itu disana. Bahkan, ia yang sudah pernah ‘menjadi’ Sungmin pun tak pernah diajak ketempat itu.

SRET

Han Nie tertegun. Sepertinya ada sebuah jaket yang menyelimuti setengah badanya sekarang. Kepala Han Nie menengok kebelakang, alhasil sekarang ia melihat seorang namja tampan dengan tuxedo yang ia kenakan . Wajah Han Nie memerah seketika. Entah kenapa ia selalu salah tingkah saat bersama namja tampan itu. Hm, kalian tentu tau siapa namja itu.

“ Donghae oppa…”

Namja tampan yang ternyata adalah Donghae tersebut langsung tersenyum manis. Lesung pipi Donghae terlihat manis saat ia tersenyum. Han Nie terkagum melihat mahluk tampan di depanya itu. Donghae yang sadar sedang ditatapi oleh Han Nie pun segera menepuk tanganya di depan wajah Han Nie. Sontak saja Han Nie terkejut.

“ Hahaha… ada apa Han Nie-ah?” tanya Donghae sembari tertawa kecil. Han Nie langsung salah tingkah. “ Ani..a-aku hanya..err..lupakan.”

Hening.

PUK

Donghae menepuk kepala Han Nie pelan, lalu mengacak-acaknya dengan tempo sedang. Han Nie pun hanya memejamkan matanya rapat dan mengatupkan bibirnya rapat tanpa mem-protes sedikit pun apa yang dilakukan oleh pria tampan di hadapannya itu. Mungkin saja karena ia selalu nyaman saat bersama Donghae.

Tangan Donghae perlahan mulai berhenti mengacak rambut Han Nie, dan wajah Donghae perlahan mendekati wajah Han Nie.

CHU~

1 kecupan pipi didapatkan Han Nie dari Donghae. Namun ternyata Han Nie tak menyadarinya, karena Donghae mengecup pipi Han Nie dengan halus dan lembut. Seakan hanya sebuah angin yang melintas di permukaan pipi Han Nie. Donghae tampak kembali tersenyum.

“ Wajahmu lucu sekali Han Nie-ah~” ucap Donghae sambil tertawa senang. Han Nie pun membuka kedua kelopak matanya, lalu ia terdiam sambil memandangi wajah Donghae yang sangat tampan jika tertawa. Oh, alangkah beruntungnya seorang Lee Han Nie dapat melihat wajah tampan seorang Lee Donghae saat tertawa.

Setelah puas tertawa, akhirnya Donghae diam sambil memasang senyum manisnya, begitu juga Han Nie yang memang dari awal hanya diam sambil memandangi wajah Donghae. Suasana menjadi hening lagi.

Tatapan Donghae perlahan berubah menjadi tatapan sendu, seakan ada sesuatu yang harus ia lepaskan saat itu juga. Han Nie yang memang dari awal tak mengerti dengan pikiran Donghae pun tetap terdiam dengan wajah linglung. Perlahan, tangan kanan Donghae beralih ke pipi chubby Han Nie. Donghae pun mengelus pelan pipi chubby itu sehingga membuat sang empu nya kembali memejamkan mata. Nyaman? Tentu Han Nie nyaman dengan posisi nya sekarang.

“ Han Nie-ah…Saranghae.” Ucap Donghae pelan, sangat pelan, mungkin hampir tak terdengar sama sekali oleh Han Nie. Tangan Donghae pun berhenti mengelus pelan pipi Han Nie dan beralih membenarkan letak jaket di badan Han Nie. “ Semoga kau bahagia Han Nie-ah. Aku menyayangimu.” Ujar Donghae sebelum ia pergi dari ruang rias itu, meninggalkan Han Nie dengan wajah kaget bercampur bingung nya.

Apa yang terjadi dengan Donghae oppa?

***

Kyuhyun menatap hyung-deul nya bingung. Semua member Super Junior terlihat lengkap disana. Sampai Hankyung, Kibum, Zhoumi, dan Henry pun ada juga disana. Otak Kyuhyun berpikir keras mengingat sekarang hari perayaan apa yang membuat para hyung-deul nya membuat pesta seperti itu di villa rahasia mereka.

Tapi, setelah dipikir-pikir, sekarang ‘kan hari militer nasional Korea Selatan… lalu, apa hubunganya dengan pakaian tuxedo yang dikenakan hyung-deul? -_- aneh, begitulah isi pikiran otak cerdas seorang Cho Kyuhyun saat ini.

“ Hei magnae, cepat ikuti Ryeowook.” Ucap Shindong santai. Kyuhyun pun menurut, lalu mengikuti Ryeowook yang berjalan di depanya. “ Sebenarnya ada apa, hyung?” tanya Kyuhyun karena saking penasaranya pada kegiatan yang dilakukan hyung-deul nya.

“ Kau tak tau sekarang ada apa?”

Kyuhyun mengangguk pelan. Ryeowook pun tersenyum kecil, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun hanya terdiam sambil memasang pendengarannya dengan baik.

Na-do (Aku juga).” Jawab Ryeowook santai. Kyuhyun sweatdrop.

Setelah sampai di sebuah ruangan yang mungkin adalah ruang rias, Ryeowook pun menyuruh Kyuhyun masuk dan memakai tuxedo yang sama dengan semua member Super Junior. Kyuhyun yang walaupun sedang kesal tetap menurut dan memakainya. Setelah selesai dirias, semua member Super Junior pun berkumpul di sebuah ruang tamu. Semua member nampak menggigil kedinginan. Tentu saja kedinginan, sekarang ‘kan musim dingin, tapi mereka malah memakai pakaian tipis seperti tuxedo.

Mau bagaimana lagi, sekarang ‘kan perayaan special untuk seseorang, batin semua member Super Junior kecuali Kyuhyun yang memang tak tau apa-apa tentang yang direncanakan oleh semua member Super Junior.

“ Sebentar lagi, acara nya akan dimulai.” Ucap Leeteuk sambil tersenyum.

“ Ayo, semua bersiap-siap!”

***

Sementara itu ditempat lain-

Ting Tong-

“ Tunggu sebentar!”

Seorang namja manis tampak berjalan ke arah pintu masuk dan membukakan pintu untuk seseorang yang ternyata adalah seorang tukang pos.

Annyeong haseyo, ini ada surat untuk tuan Lee Doyoon.” Ucap sang tukang pos sembari menyerahkan sepucuk surat yang terlihat seperti surat undangan. Namja manis bernama Lee Doyoon itu pun mengangguk lalu menandatangani surat terima dan mengucapkan terimakasih pada tukang pos tersebut.

“ Terlihat seperti surat undangan.” Gumam Doyoon seraya menutup pintu masuk yang terbuka. Kemudian, Doyoon pun duduk di sofa sambil terus membolak-balikkan surat undangan yang ada di genggamanya.

“ Um. Kubuka sajalah.”

Surat undangan itu pun terbuka, dan menampilkan sebuah jalur menuju pegunungan, ah lebih tepatnya… mari kita sebut, sebuah peta. Doyoon menutkan kedua alisnya bingung. “ Ini kan jalur menuju pegunungan.” Gumam Doyoon bingung. Manik mata Doyoon menemukan sebuah tulisan di sudut bawah surat tersebut. Lalu, Doyoon pun membacanya.

Datanglah sendirian ke pesta kami sesuai dengan peta diatas. Pakai pakaian resmi seperti tuxedo. Kami menunggu kedatanganmu! Anda datang kami senang, anda tak datang pun kami tetap senang~ Hahaha~

Regards,

PJS dkk

Doyoon menatap surat itu dengan tatapan datar.

“ Surat yang aneh…tapi…hm, ya sudahlah. Aku datang saja.”

***

Sungmin menatap sebuket bunga mawar merah digenggamanya yang baru ia beli tadi pagi sekali. Mawar merah itu sangatlah banyak dan indah. Sungmin rasa, bunga mawar itu akan bagus jika diberikan bersama sebuah cincin permata, jadilah sekarang disebelah buket bunga mawar itu terdapat sebuah kotak cincin berwarna merah dengan bentuk hati. Sungmin kembali berpikir, kalau cincin itu diberikan bersama kotaknya serasa kurang romantis, lebih bagus kalau cincin itu ditaruh didalam bunga mawar yang paling besar di buket bunga nya itu. Akhirnya sekarang cincin permata itu sudah beralih di dalam bunga mawar yang mahkotanya paling besar. Ah tapi setelah Sungmin pikir-pikir kembali, rasanya cincin itu takkan mudah ditemukan jika semua mawarnya bewarna merah, lebih baik ada 1 bunga mawar selain warna merah yang ada di tengah-tengah kumpulan bunga mawar merah itu.

Sungmin langsung mendongakkan kepalanya.“ Ada yang membawa bunga mawar lagi?”

Hankyung berdiri dari tempat duduknya, lalu menyodorkan sebuket bunga mawar pink pada Sungmin yang ada di hadapanya. Sungmin pun tersenyum manis dan kemudian mengambil satu tangkai bunga mawar pink di buket itu. Setangkai bunga mawar pink itu diletakkan Sungmin di tengah-tengah puluhan mawar merah yang ada di buket mawar milik Sungmin, lalu sebuah cincin berlian pun Sungmin taruh di dalam bunga mawar pink itu. Sungmin akhirnya tersenyum puas melihat hasil karyanya. Setidaknya, adik nya akan terpukau nantinya walaupun hanya sekedar menaruh bunga mawar pink ditengah tengah kumpulan mawar merah itu. Membayangkan Han Nie tersenyum saja sudah membuat Sungmin sangat senang, apalagi kalau benar-benar terjadi?

“ Oke, sudah selesai.” Ucap Sungmin senang. Kyuhyun yang ada di sebelah Sungmin hanya mampu melongo melihat apa yang dilakukan hyung nya tersebut. Sungmin yang menyadari bahwa Kyuhyun ada di sebelahnya pun langsung menoleh dan tersenyum manis, lalu memberikan buket bunga mawar berisi cincin itu pada Kyuhyun.

“ Eh?” Kyuhyun menatap Sungmin bingung. “ Sudahlah, cepat pegang ini. Sebentar lagi ‘orang’ itu akan datang. Jangan lupa berikan bunga ini pada’nya’ dan suruh ‘ia’ melihat isi mahkota bunga mawar berwarna pink ini. Awas kalau kau lupa.” Ujar Sungmin sedikit memaksa dengan wajah yang diseram-seramkan walaupun pada akhirnya Kyuhyun hanya mengangguk dengan ekspresi cengo nya. Kyuhyun pun akhirnya memegang buket bunga mawar itu. Terlihat jelas, wajah Kyuhyun yang masih menyiratkan kebingungan, namun ia tak ingin bertanya lagi pada hyung-deul nya itu, sudah cukup ia mendengar jawaban dari Ryeowook yang membuatnya sweatdrop.

PUK

“ Selamat magnae. Kau berhasil. Ternyata aku bisa juga kalah denganmu.” Ucap Donghae yang tiba-tiba sudah ada di sebelah Kyuhyun. “ Mwo? Maksud hyung apa?” tanya Kyuhyun masih dengan wajah bingung. “ Haha..sudahlah. Nikmati saja pesta ini. Aku yakin nanti pasti kau akan tau sendiri.” Balas Donghae sambil tersenyum kecil.

PUK

“ Yang jelas. Selamat.”

Kyuhyun kembali cengo.

“ Hei Kyuhyun. Lama tak berjumpa.” Sapa Hankyung seraya duduk di samping Kyuhyun dan memukul kecil bahu Kyuhyun. “ Ah, ne hyung. Apa kabar?” tanya Kyuhyun membalas sapaan Hankyung walaupun ia masih sedikit bingung dengan perkataan Donghae tadi.

“ Baik. Bagaimana denganmu? Apa hari-hari mu baik?”

Kyuhyun tersenyum kaku. “ Err.. sedikit baik.” Jawab Kyuhyun ragu-ragu. Hankyung pun tertawa mendengar jawaban Kyuhyun.

“ Hari-hari mu pasti menyenangkan Cho Kyuhyun. Aku tau itu.” Tiba-tiba Kibum sudah ada di sebelah Hankyung. Kyuhyun menatap datar Kibum. “ Darimana kau tau?” tanya Kyuhyun dengan bahasa informal nya. Kibum dan Hankyung terlihat melirik satu sama lain, dan itu membuat Kyuhyun sedikit curiga.

“ Kau tak perlu tau itu, magnae.”

Simpang empat terpajang di pelipis Kyuhyun. “ Huh. Baiklah. Terserah kalian.”

“ Hahahaha…ngambek tuh, gui xian gege.” Timpal Zhoumi yang datang tiba-tiba sambil tertawa. Kyuhyun menatap Zhoumi kesal. Hankyung dan Kibum pun ikut tertawa, membuat Kyuhyun tambah sweatdrop. Poor Kyuhyun.

“ KUMPUL DISINI SEMUANYA!” teriak Leeteuk tiba-tiba dari arah ruang makan. Sontak semua member Super Junior yang tadinya sibuk dengan urusanya masing-masing, berjalan cepat ke arah ruang tamu dan berkumpul disana. Terlihatlah sekarang 15 orang namja tampan penuh charisma yang berkumpul di sebuah ruang makan berukuran besar dan itu membuat author harus mengatur napas dulu #plak

“ Duduklah sekarang.” Ucap LeeTeuk memberi perintah. Semua member Super Junior pun duduk di ruang makan besar yang berisikan tempat duduk sebanyak 17 kursi itu. Tiba-tiba, terdengar bunyi bel pintu yang menandakan ada yang datang.

“ Biar aku yang buka.” Ujar Sungmin cepat. LeeTeuk pun mengangguk setuju. Suasana hening menyelimuti ruangan makan yang sangat besar itu untuk beberapa saat. Tak perlu waktu lama, Sungmin pun kembali dengan diekori oleh seorang namja tampan yang memakai tuxedo juga. LeeTeuk tersenyum manis menyambut namja tampan nan manis tersebut.

Annyeong haseyo Doyoon-ssi. Silahkan duduk di bangku itu.”

Namja tampan yang dipanggil Doyoon itu pun menurut dan langsung duduk di kursi yang  ditunjuk oleh LeeTeuk. Suasana kembali hening. 16 Namja tampan nan mempesona sudah duduk rapi di ruang makan tersebut. Tinggal 1 kursi lagi yang belum terisi. Siapa yang akan mengisinya?

“ Lalu, sekarang apa?” tanya Ryeowook bingung.

Semua member Super Junior tersenyum penuh misteri, tentunya kecuali Kyuhyun, Ryeowok, dan Doyoon yang tak tau apa-apa tentang pesta hari itu. Yesung terlihat membisikan sesuatu pada Ryeowook. Air muka Ryeowook berubah senang, dan akhirnya ia ikut tersenyum penuh misteri seperti member Super Junior lainya. Oh Tuhan, ternyata Ryeowook lupa akan rencana semua member Super Junior dari awal. Pantas saja ia merasa janggal dengan apa yang dilakukan oleh teman-teman nya itu.

“ Sungmin-ah, bisakah kau membawa ‘orang’ itu kesini?” Sungmin tersenyum manis seraya menganggukan kepalanya, lalu Sungmin pun beranjak dari tempat duduknya. Setelah Sungmin pergi, tampaklah 2 orang maid yang berjalan kea rah meja makan super besar itu sambil membawa sebuah kue tart yang cukup besar.

“ Sepertinya ‘tuan putri’ kita sudah datang.”

Semua member Super Junior pun berdiri dari tempat duduknya, begitu juga Doyoon. Leeteuk tersenyum melihat Sungmin yang sedang memegang tangan seorang yeoja keluar dari sebuah kamar yang jaraknya tak jauh dari ruang makan tersebut. Semua orang yang ada disana memperhatikan yeoja yang akan keluar dari kamar itu dengan wajah penasaran. Dan akhirnya, seorang yeoja manis dengan gaun berwarna biru muda keluar dari kamar itu. Senyum menawan terpajang di wajah yeoja manis itu sehingga membuatnya semakin bertambah indah. Semua orang yang ada disana pun terlihat ikut tersenyum melihat yeoja itu tersenyum.

Ekspresi senang semua orang disana lain dengan ekspresi Kyuhyun dan Doyoon. Mereka berdua tampak kaget melihat yeoja tersebut. Tentu saja mereka kaget. Mereka sama sekali tak tau apa-apa dan kebingungan dari awal, sekarang kebingungan itu semakin menjadi-jadi setelah melihat yeoja yang ternyata adalah Han Nie itu ada disana. Sungguh ini adalah sesuatu yang membingungkan bagi 2 namja tampan itu.

Sungmin dan Han Nie pun berjalan menuju meja makan. Setelah sampai di meja makan, Leeteuk langsung mengambil alih Han Nie, dan membantunya duduk. “ Kau cantik sekali, Han Nie-ah.” puji Leeteuk seraya membantu Han Nie duduk di sebuah kursi yang kosong. Han Nie tersenyum kikuk. “ Gomawo Jungsoo ahjussi.”

Seketika Leeteuk berhenti tersenyum, lalu memanyunkan sedikit bibirnya. “ Jangan panggil aku ahjussi, Han Nie-ah. Panggil oppa saja. Lee-teuk-op-pa. Ne?” Han Nie mengangguk kecil. “ Ne oppa. Hehe”

Leeteuk pun duduk di tempatnya semula, lalu kembali tersenyum. “ Acara dimulai!”

***

“ …”

Kyuhyun memandang datar meja makan yang ada di depannya. Meja makan yang membuatnya harus duduk berhadapan dengan orang yang ia sukai sekaligus ia cintai. Seharusnya Kyuhyun senang, tapi melihat cara Hyung-deul nya itu memaksa nya duduk di meja makan itu, ia jadi sedikit kesal. Kyuhyun kira setelah acara party party tidak jelas itu, ia akan bebas dan segera pulang, tapi dugaanya salah, ia malah dibawa paksa ke sebuah ruangan dan dipaksa duduk juga di sebuah kursi dengan meja makan berhiaskan banyak lilin-lilin aneh. Sekarang Kyuhyun hanya bisa diam. Memandang datar meja makan di depannya.

Oppa..”

Kyuhyun tersentak kaget mendengar sebuah suara halus yang memanggilnya. Kyuhyun pun mendongakkan kepalanya. “ Ne, waeyo?” tanya Kyuhyun cepat.

Han Nie tersenyum sekilas. “ Apa kabar?”

Kyuhyun diam. Manik mata Kyuhyun memandang Han Nie tak percaya. Entah kenapa ia merasa seperti ia dan Han Nie jarang sekali bertemu, atau mungkin hampir tidak pernah bertemu sampai-sampai Han Nie menanyakan kabarnya seperti itu. Sepertinya Kyuhyun harus sering bertemu dengan Han Nie setelah ini.

Oppa?”

“ Oh ne! Kabarku baik. Bagaimana denganmu?”  Kyuhyun tampak tersenyum kaku. “ Aku juga baik, oppa.” Balas Han Nie seraya tersenyum tulus. Kyuhyun kembali terdiam sambil memandang senyum tulus dari Han Nie. Suasana diantara mereka kembali hening.

Senyum itu…

Suara itu…

Pipi chubby itu…

Oppa? Gwenchani?”

SRET

Bogosippeo…”

Kyuhyun memeluk erat tubuh mungil Han Nie, seakan tak mau Han Nie pergi lagi. Mata Kyuhyun terpejam rapat, menghayati rasanya memeluk orang yang sangat ia cintai. Sementara itu, Han Nie terlihat masih berwajah kaget, namun lama kelamaan, Han Nie pun balas memeluk Kyuhyun. Untuk beberapa menit mereka berpelukan saling melepas rindu. Kyuhyun semakin mempererat pelukanya, entah mengapa ia merasa harus mengeratkan pelukanya pada yeoja di hadapanya itu. Mungkin, ia takut, takut akan kehilangan yeoja itu untuk kedua kalinya. Sudah cukup rasa kecewa, sakit hati, dan sedih yang ia rasakan dulu, saat ini ia hanya ingin ketenangan dan kasih sayang.

Setelah berpuluh-puluh menit berlalu, Kyuhyun pun akhirnya melepaskan pelukannya pada Han Nie. Manik mata onyx hitam legam milik Kyuhyun menatap lembut manik mata hitam kecoklatan milik Han Nie, begitu pun juga dengan Han Nie, senyum tulus terpajang manis di wajahnya. Secara perlahan, kedua tangan lembut Kyuhyun mengenggam lembut kedua tangan mungil milik Han Nie.

“ Kau membuatku kaget, Han Nie.” Ucap Kyuhyun sambil terkekeh pelan. Han Nie mengembungkan pipinya imut. “ Justru kau yang membuatku kaget. Memelukku tanpa persetujuanku, huh.” Kyuhyun tertawa kecil mendengar ucapan Han Nie. Setidaknya, suasana yang sekarang beda dengan suasana canggung tadi. Kyuhyun senang, Han Nie-nya sudah kembali seperti semula.

“ Hm, Kau tidak rindu padaku?”

“ Tidak.”

“ Benarkah?”

“ Iya.”

“ Aku tak percaya.”

“ Aku tak peduli.”

“ Kau cuek sekali.”

“ Aku tidak cuek. Kau saja yang menyebalkan.”

“ Tapi kau tetap menyukai ‘ku bukan?”

M-mwo? I-ish, kau ini!”

Tawa Kyuhyun semakin menjadi melihat reaksi lucu Han Nie. Ia sangat rindu pada obrolan yang terlihat tak penting itu. Apa Kyuhyun salah kalau ia ingin terus berbicara seperti itu dengan Han Nie? Tidak bukan? Itu sudah pasti.

“ Eh?”

Entah darimana asalnya, suara biola terdengar berbunyi di luar ruangan kecil tempat Kyuhyun dan Han Nie berada sekarang. Suara piano juga kemudian terdengar beriringan dengan gesekan biola yang terdengar indah itu. Kyuhyun menghela nafas pasrah. Ya, ia sudah tau siapa yang memainkan biola dan piano itu. Rasanya telinga nya sudah familiar sekali dengan nada-nada lagu yang dimainkan oleh seseorang di luar sana itu. Kyuhyun pun menatap Han Nie, dan sekarang ia melihat Han Nie sedang menutup matanya. Kening Kyuhyun mengerut, heran dengan kelakuan Han Nie sekarang.

“ Han Nie? wae—”

“ Ssst. Dengarlah suara biola dan piano itu. Indah sekali bukan?” potong Han Nie cepat. Kyuhyun terdiam. Ia sudah terbiasa mendengar suara biola dan piano itu, tapi sekarang menjadi tak biasa saat melihat reaksi Han Nie ketika mendengar suara biola dan piano yang sudah pasti dimainkan oleh Henry dan Zhoumi. Kyuhyun ikut menutup matanya, mencoba mendalami suara biola dan piano itu seperti yang Han Nie lakukan.

Hening. Hanya terdengar suara gesekan biola dan dentingan piano yang masih terdengar indah.

“ Apa kau merasakanya?”

Mata Kyuhyun terbuka cepat, dan sejurus kemudian manik matanya menatap wajah Han Nie yang sangat dekat dengan wajahnya. Oh, jangan membuat otak yadong Kyuhyun kumat Han Nie.

Han Nie tersenyum tipis. “ Kau merasakanya?” tanya Han Nie seraya semakin memajukan wajahnya. Kini, Kyuhyun bisa merasakan deru nafas Han Nie, wangi rambut Han Nie, dan jangan lupa suara detak jantung yang berpacu, entah jantung siapa yang berdetak begitu kencangnya, mungkin detak jantung mereka berdua? Sepertinya iya.

“ Merasakan apa?” tanya Kyuhyun berusaha tenang, walau otak nya sudah sedikit turn on(?). Han Nie terkekeh pelan. “ Merasakan indahnya suara biola dan piano itu. Kau tak merasakanya?” Balas Han Nie masih terkekeh pelan. Sedikit konyol juga ia sampai mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun hanya untuk bertanya sesuatu yang tak penting.

Kyuhyun sekali-sekali harus digoda. Tidak adil jika aku terus yang digoda , begitu pikir Han Nie.

CHU~

“ Kena! Hahaha”

Han Nie melebarkan matanya kaget. Ciuman kilat dari Kyuhyun berhasil membuatnya diam membeku selama beberapa saat. Sepertinya Han Nie memang tak bisa menggoda Kyuhyun mengingat tingkat ke-evil an seorang Cho Kyuhyun yang melebihi Han Nie. Kali ini Han Nie kalah telak.

“ Kau kenapa, hm? Jangan berwajah seperti itu chagiya~” Ucap Kyuhyun yang sepertinya masih ingin menggoda Han Nie. Sadar bahwa ia diam terlalu lama, Han Nie langsung menatap tajam Kyuhyun seraya mengembungkan pipi nya kesal. Sekarang pipi Han Nie tampak seperti bakpau putih yang siap disantap(?).

“ Hahaha baiklah baiklah, jangan cemberut seperti itu. Ayo kita berdansa.”

Tangan Kyuhyun dengan cepat menarik halus tangan Han Nie, sehingga membuat Han Nie yang tadinya sedang duduk dengan wajah kesal sontak berdiri dan mengikuti posisi berdansa Kyuhyun. Tangan Han Nie sedikit bergetar dan juga wajahnya terus menatap ke bawah. Ia takut jika nanti high heels nya akan menginjak sepatu Kyuhyun. Untuk saat ini Han Nie sadar bahwa ia tak bisa berdansa. Mungkin lain kali ia harus menolak jika diajak berdansa kalau tak mau akhirnya akan seperti itu lagi.

“ Tenang saja. High heels mu itu takkan bisa menginjak sepatuku.” Ujar Kyuhyun berniat menenangkan Han Nie, namun entah mengapa Han Nie malah kesal dibuatnya. Entah refleks atau sengaja, high heels Han Nie menginjak sepatu Kyuhyun. Langsung saja Kyuhyun meringis kesakitan, lalu menatap Han Nie kesal. “ Jangan sengaja menginjak sepatuku, chagi.”

Han Nie menjulurkan lidah nya jail sedangkan Kyuhyun hanya menatap datar Han Nie. Suara biola dan suara piano seakan tenggelam karena kegiatan dua sejoli yang sedang berdansa di ruangan itu. Mereka hanya diam sambil terus memainkan kaki serta tangan mereka. Tak henti-henti nya mata kedua sejoli itu bertatapan satu sama lain seakan-akan mereka sedang mencari suatu kebenaran dalam mata mereka masing-masing.

“ Henry dan Zhoumi bisa bermain musik?” kali ini Han Nie bertanya pada Kyuhyun yang membuahkan kekehan kecil dari Kyuhyun. “ Kau tak tau itu?” Tanya Kyuhyun balik. “ Kalau aku tau mana mungkin aku bertanya padamu. Pabbo!” omel Han Nie sebal. Kyuhyun langsung tertawa mendengar respon konyol Han Nie. Kyuhyun baru tau kalau yeoja yang dicintai nya itu pintar bertingkah konyol. Setidaknya, sekarang Kyuhyun bisa tertawa lepas karena tingkah konyol Han Nie.

“ Berhenti tertawa, tuan Cho.”

“ Hahahaha…pfft..Hahahaha..A-aku..Hahahaha.” tawa Kyuhyun terus menggema di ruangan itu membuat Han Nie semakin mengerucutkan bibirnya kesal. Apa sebegitu lucunya kah kata-kata nya tadi sehingga membuat Kyuhyun yang jarang tertawa menjadi tertawa terus seperti itu? Sungguh, Han Nie sangat bingung sekarang.

“ Haish! Berhentilah tertawa Cho Kyuhyun!”

“ Hahahaha.”

***

1 Jam kemudian…

Di tempat lain…

“ Ada apa dengan Kyuhyun?”

Zhoumi mengendikkan bahu nya seakan tak peduli, sedangkan Henry hanya bisa menggeleng heran mendengar suara tawa Kyuhyun yang terdengar sampai tempatnya dan Zhoumi bermain musik. Tangan Henry kembali lihai memainkan biola yang ia mainkan, begitu juga dengan Zhoumi yang tengah asik bergelut dengan piano nya. Senang sekali rasanya mereka bisa bermain musik sebebas itu. Yah, mereka sangat ber-terimakasih pada Sungmin yang telah membuat ide se-hebat dan se-sempurna itu. Namja penyuka pink itu berhasil membuat semua anggota Super Junior ber-15 senang dan bahagia. Sungmin hyung memang hebat, batin Henry senang

“ Sampai kapan kita akan bermain musik seperti ini?”

“ Mungkin sebentar lagi selesai.” Jawab Zhoumi santai. Henry menganggukkan kepalanya pelan, kemudian kembali focus dengan biola kesayangannya. Alunan nada biola dan piano itu menyatu menjadi harmoni musik yang sangat indah. Tak heran jika Sungmin memilih mereka berdua untuk menjadi pengiring musik acara romantis Han Nie dan Kyuhyun yang sudah direncanakan oleh Sungmin sebelumnya. Leeteuk saja sempat kaget saat Sungmin membangunkan mereka lagi untuk membicarakan tentang pesta kejutan itu. Mungkin Sungmin memang pantas mendapatkan predikat pembuat pesta kejutan terbaik di Super Junior.

“ Aku penasaran dengan gadis bernama Han Nie itu, bagaimana dengan mu-ge?”

Zhoumi mengangguk kecil. “ Mungkin gadis itu sudah lama kenal dengan hyung-deul kita.” Balas Zhoumi menganalisis. Jari lentik nya masih terus menekan tuts piano, walaupun pikiran nya entah sudah ada dimana. Begitu juga dengan Henry, tangan nya masih lihai memainkan biola nya, tetapi pikiran nya tidak focus pada biola nya. Apa mungkin kedua namja tampan asal China itu tidak tau kalau Han Nie adalah dongsaeng Sungmin? Ah, sepertinya iya.

“ Hei, apa yang sedang kalian pikirkan? Dengarlah nada biola dan piano kalian yang berantakan itu.” Seorang namja tampan yang juga berasal dari China tiba-tiba datang mendekati dua orang namja yang sedang bermain musik itu.

Henry sontak berhenti memainkan biola nya, begitu juga dengan Zhoumi. Mereka berdua terdiam sejenak, lalu menatap namja tampan yang sedang berdiri di depan mereka. Namja itu tersenyum tipis saat sadar Henry dan Zhoumi tengah menatapnya. “ Kalian butuh istirahat bukan? Leeteuk hyung menyuruhku datang kesini untuk menyuruh kalian beristirahat.”

“ Hm. Baiklah hangeng-ge.” Jawab Henry dan Zhoumi bersamaan. Namja tampan yang ternyata adalah Hankyung itu hanya tersenyum simpul lalu mengarahkan Henry dan Zhoumi menuju tempat peristirahatan di villa itu.

***

“ Suara musiknya menghilang, itu pasti gara-gara kau yang tertawa tak jelas tadi. Huh, padahal aku masih ingin mendengar alunan musik yang indah itu. Kau harus bertanggung jawab, tuan Cho!”

Kyuhyun tetap tertawa tanpa memperdulikan omelan dari Han Nie. Entah sudah berapa lama ia tertawa, ia pun tak tau mengapa ia bisa tertawa selama itu. Han Nie memicingkan matanya kesal sekaligus heran. Apa yang membuat Kyuhyun sampai bisa tertawa selama berpuluh-puluh menit seperti itu? Tak mungkin hanya karena Han Nie yang tak tau dengan kemampuan Henry dan Zhoumi yang bisa bermain biola dan piano. Apa kalian akan tertawa selama itu jika kalian mendengar teman kalian yang tidak tau kalau Henry dan Zhoumi bisa bermain biola dan piano? Sungguh aneh.

“ Berhenti tertawa atau aku takkan mau berbicara denganmu lagi.”

Seketika tawa Kyuhyun reda. Ekspresi kaget lah yang sekarang terpajang di wajah Kyuhyun. Kali ini rasanya Han Nie yang ingin tertawa melihat ekspresi kaget Kyuhyun yang lucu itu. Tapi, Han Nie mengurungkan niatnya untuk tertawa saat melihat Kyuhyun yang mengeluarkan sebuah buket bunga mawar dari bawah meja makan yang ada di hadapannya. Han Nie melongo heran. Sejak kapan ada sebuket bunga mawar di bawah meja makan itu? -_-

Perlahan Kyuhyun menyodorkan sebuket bunga mawar itu pada Han Nie. “ Lihatlah kedalam salah satu bunga mawar yang warnanya lain dari yang lain.” Ujar Kyuhyun lembut sambil tersenyum manis. Han Nie tidak membalas perkataan Kyuhyun, namun ia menuruti permintaan Kyuhyun. Tangannya mulai membuka bunga mawar yang berwarna pink karena sesuai dengan permintaan Kyuhyun. Dan betapa terkejutnya Han Nie saat menemukan sebuah cincin berlian yang indah berada di dalam bunga mawar berwarna pink itu. Kyuhyun tersenyum kecil, sedikit kaget juga melihat isi bunga mawar pink itu.

“ Han Nie-ah.” Han Nie mendongakkan kepalanya, menatap intens Kyuhyun yang sepertinya sedang menarik nafas. Kemudian Kyuhyun melanjutkan perkataannya, “ Kau layaknya bunga mawar berwarna pink itu yang warnanya berbeda dengan warna bunga mawar yang lainnya. Jadi, karena kau yang paling berbeda dari yang lainnya maka kau adalah orang yang paling special di antara yang lainya.” Kyuhyun terlihat menarik nafas nya lagi, kemudian melanjutkan lagi perkataannya. “ Saranghaeyo Lee Han Nie. Would you be mine?”

Han Nie tampak tertegun sebentar. Han Nie lalu menundukkan wajahnya. Jemari mungil nya meremas kecil ujung gaun yang ia pakai. Entah mengapa ada sebuah perasaan yang janggal di hati Han Nie. Sementara itu, Kyuhyun terlihat masih setia tersenyum, menunggu jawaban dari Han Nie.

“ A-aku…” dengan cepat Han Nie beranjak dari tempat duduknya. “ Maaf… Aku tidak bisa…” ucap nya sebelum dirinya berlari cepat keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Kyuhyun dengan wajah tegang nya.

Tangan Kyuhyun mengepal keras sehinga buket bunga mawar yang ada di genggaman nya ikut terkepal dan menjadi rusak. Mata Kyuhyun mulai berkaca-kaca, dan akhirnya butiran air bening jatuh dari sudut mata Kyuyun. “ Aku memang tak pantas… iya… pasti karena aku sering menyakitimu… Maafkan aku Han Nie. Maafkan aku…” Kyuhyun mulai meracau tak jelas. Perasaannya yang tadi nya bahagia, kini menjadi suram. Racauan tak jelas terus terucap dari bibir Kyuhyun.

Hingga akhirnya Kyuhyun mengulas senyum pahit seraya berkata,“ Mianhaeyo Lee Han Nie…”

 

 

-TO BE CONTINUED-

Author: @MinHyuniee_

Note: HUWALAH!(?) #Plak

Maafkan saya readers (TT.TT) padahal saya udah janji nyelesain FF ini di tahun baru, eh malah belum rampung sampe bulan kedua tahun baru. Huwaaaa… maafkan saya T.T *nunduk-nunduk ke readers* Padahal ini FF udah saya buat sebelum tahun baru, tapi ada aja masalah-masalah yang bikin saya jadi gak bisa ngelanjutin/ngepost FF ini. Saya makin sibuk di kelas 2 semester 2 ini, jadi jangan heran kalau saya bikin FF 15 lembar aja sampe 3 bulan(?), itu beneran lho ._.v . Mungkin chapter terakhir nya jadi nya 2 bulan lagi *dikeroyok massa*. Sebenernya aku mau nyelesain ini FF di chapter ini, tapi ternyata waktunya gak cukup, selain itu juga saya yakin kalian pada lupa sama FF ini -.-v makanya saya potong biar kalian bisa inget lagi sama chapter sebelumnya atau sama jalur cerita FF ini.

Oh iya, buat kalian yang udah comment atau nge-like di teaser chapter FF N O Y yang sebelumnya, saya ucapin terimakasih sebanyak-banyaknya buat kalian. Komentar kalian membuat beberapa perubahan yang bagus untuk FF ini. Jadi, sekarang kalau ada yang salah atau yang aneh, tolong di komentari lagi, supaya chapter terakhir nya atau FF buatan saya yang lainnya bisa semakin bagus dan enak buat dibaca. Hehe, segitu aja deh, semoga kalian suka sama chapter 8A ini^^. Inget R-C-L ya~ Komentar dan Like-an(?) kalian saya tunggu lho~ gomawo and jaljayo~

SPECIAL THANKS TO: MY FRIENDS, MY FAMILY, MY LAPPIE(?), AND ALL READERS <3 THANKS ALL~

23 thoughts on “Namja Or Yeoja? (Chap.8A)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s