Prisoner Of Love [Love~12]

8 Mar

Prisoner Of Loveeee

Author : Momochii a.k.a Nursaadah Salsabila Putri

Genre : Romance, Comedy, ㅁLove/ Square Love ,Fantasy

Rating : PG 15

Main Cast :

- Oh Sehun [EXO]

- Park Minji [OC]

- Park Chanyeol      [EXO]

-Kim Haneul [OC]

Support Cast :

-Byun Baekhyun      -Kim Jongin(Kai)

-Im Shumi              -Park Jangmi

-Jung Hyorim                   -etc (You can find them in My story) :D

Length : Chaptered

Twitter:@Yamada_salsa

Facebook :Mugiko Salsa

Instagram :@nursaadahsalsabila

Preview : Part 11

~The Prisoner Of Love~

 

“Sehun~a”

CCCKIIIITTTT…

TIIIN…TTIIIIIIN…TITIIIIIIINNN..

WOI!!KALAU  BAWA MOBIL YANG BENAR” teriak seorang ahjusshi yang terlihat cukup berumur

Sehun merasa dunia sempat berputar-putar dikepalanya , kepalanya yang terbentur stir mobilnya terasa nyeri. Sehun baru tersadar bahwa seseorang tengah memakinya karena keteledorannya yang mengambil jalan orang lain dan merem mobilnya dengan mendadak , hampir saja terjadi kecelakaan beruntun pada jalanan ini.Kalau saja orang itu tidak merem mobilnya.

Sehun menunundukkan kepalanya dan meminta maaf dari dalam mobilnya .Ahjusshi itu pun melanjutkan jalannya dengan wajah kesal , begitu juga dengan pengemudi lainnya .

Wajah Sehun kembali berubah sendu . Ia kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah.

Lagi-lagi adegan Minji dan Chanyeol yang tengah berpelukan membuat konsentrasinya buyar , namun ia kembali tersadar dan berusaha memfokuskan pandangannya pada jalanan.

Sehun memarkirkan mobil mewahnya pada sebuah pekarangan rumah mewah bak sebuah istana dengan air mancur besar didepannya.Ia turun dari mobilnya  ,dengan langkah lunglai sembari terus menghembuskan nafasnya.Sehun tak sadar bahwa ia hampir saja menabrak sofa ruang tamunya . Seorang wanita paruh baya memandang Sehun dengan sebelah alis yang terangkat.

Hey dear what’s wrong with you?” Eomma Sehun menghampiri anaknya sembari memegangi kedua bahu namja itu.

Sehun hanya diam menundukkan kepalanya.

Eomma Sehun semakin mengerutkan dahinya menatap anaknya dengan aneh.

“Minji” eomma Sehun spontan melontarkan nama ‘Minji’ dan membuat ekspresi Sehun berubah seketika.

Putra nya itu tersentak hanya karena mendengar nama Minji?. Ada apa ini ? itu lah yang ada dipikiran eomma Sehun.

“Ooouw… Apa kau begini karena Minji?” eomma Sehun tersenyum simpul.

“Oh ya , Sehun~a  apa kau sudah bicara dengannya ? dimana dia tinggal sekarang? Eomma sudah rindu sekali padan-“

“Aku merusaknya” Sehun memotong perkataan eommanya.

Eomma Sehun mengernyitkan dahinya “ Aigo~~ , anak eomma merusak apa eo?”

“Eomma “ panggil Sehun lirih .

“Kenapa kata maaf susah sekali keluar dari mulutku?” Sehun semakin menundukkan kepalanya, menggenggam kunci mobilnya untuk mengalihkan emosinya yang entahlah tak dapat di deskripsikan lagi.

“Aku sudah menyakiti yeoja itu berkali-kali , dia.. dia sudah banyak menangis karenaku eomma~, aku membuatnya menangis eomma, menangis dibelakangku , dan dengan bodohnya aku.. melukai hatinya karena yeoja lain . “

“Yakk.. Sehun~A!! Apa maksudmu yeoja lain?!” eomma Sehun murka.

“Ani!! Kau harus berdiri!Kau harus minta maaf pada Minji, setelah itu kau bawa dia kembali kesini! Kalau tidak kau tidak boleh pulang kerumah , dan kau bukan laki-laki” eomma Sehun melipat tangannya dihadapan putranya.

“Eomma, tapi .. saat ini aku sedang-“

“Tidak ada tapi-tapi ! Mr. Sooong!!!!” panggil Ny. Oh pada kepala security rumahnya.

Mr. Song berlari dengan nafas terengah-engah.

“Ne, Nyonya?”

“Bawa anak ini keluar dan suruh pelayan kemasi barang-barangnya , dan lagi dia hanya boleh membawa mobilnya selain itu , letakkan semuanya diatas meja saya”ujar Ny. Oh.

“Eomma!”

“Wae?!ini sebagai hukumanmu karena sudah menjadi orang bodoh , eomma sangat tidak suka dengan namja yang suka berselingkuh”

“Bukan begitu eomma!”

“Maaf tuan muda , tolong berikan dompet anda , atau saya perlu”Mr. Song meletakkan tangannya pada mulutnya sembari pura-pura batuk.

“WAE!! AKU BISA SENDIRI , SANA!” Sehun melemparkan dompetnya pada sofa rumahnya , setelah itu ia keluar dari rumahnya , sembari tertawa tak percaya.

“Hahahah , bisa-bisanya eomma- woaah ! ini benar-benar “Sehun menendang ban mobilnya, setelah itu ia meringis kesakitan sembari memegangi ujung sepatunya.

Setelah itu Sehun kembali masuk kedalam mobilnya sembari membanting pintu mobilnya dengan amat keras.

“Fine! Ck , palingan sebentar lagi eomma akan minta-minta ku untuk pulang kerumah” ujarnya percaya diri.

Sehun menghidupkan mesin mobilnya , Setelah itu ia melejit dari pekarangan rumahnya.

Ia menghidupkan bluetooth handphonenya sembari menyambungkan handphonenya pada layar merah yang berada pada mobilnya. Setelah tulisan bertuliskan Connected itu muncul , ia menekan arah panah yang menunjukkan arah kebawah pada stir kemudinya , dan tanda panah itu berhenti pada sebuah nama dengan dua suku kata Baek-Hyun.

Tiitt..Tiit..tiit

“Wae?! Kenapa kau menelfonku?” teriakan Baekhyun menggema keseluruh ruang lingkup mobil Sehun.

“Kau dimana sekarang?” tanya Sehun datar.

“Waeyo? Apa kau merindukanku Sehunaa~?” ujar Baekhyun diiringi tawa nakal miliknya.

“Eo , Geuriwoyo ~ Baekhyun~a” ujar Sehun manja diselingi dengan senyuman-senyuman nakalnya.

“Yakk!! Aku masih normal” Baekhyun berteriak.

“Aku juga masih normal tahu”Sehun pun ikut membalas teriakan Baekhyun.

“Sekarang aku dirumahnya Si Hitam”ujar Baekhyun , tak lama kemudian terdengar suara teriakan Kai dari belakang “SIAPA YANG KAU BILANG SI HITAM HAH?”

Sehun terkekeh , Baekhyun hanya menjawab teriakan Kai tanpa mematikan telfon dari Sehun ,” Si Sehun baru beli anjing hitam”

“Kau kesini saja , kebetulan orang tua si Kai sedang di Ausie”ujar Baekhyun lagi.

“Arasso , aku akan kesana “

Pip.. Sehun mematikan sambungan Handphonenya.

Tiba-tiba matanya menangkap Sebuah bingkai foto kecil yang terletak pada dashboard depan mobilnya , sebuah bingkai foto kecil dengan boneka teddy bear yang memeganginya.Sehun yang biasanya memakai mobil sport biru  miliknya kini memakai mobil audi putihnya , ia tak menyadari bahwa ada bingkai foto kecil berisi foto pertunangan dirinya dan Minji .

Flashback

“Nah , Mr. Teddy bear dan Miss teddy , kau jaga Sehun yaa “ ucap Minji sembari tersenyum dan mengelus-elus boneka teddy bear yang ia letakkan pada mobil Sehun .

“Apa bingkainya terlalu mencolok ya ?” Minji memandangi bingkai foto itu sembari memajukan bibirnya .

“Ah tidak ko , Nah .. Boneka kecil kau baik-baik disini yaa .. aku harus kembali keatas , nanti kalau si Jin tomang itu bangun bagaimana?? Hehehehe.. Annyeong” Minji menutup mobil Sehun , dengan senyuman polosnya .

“Kau harus ingat selalu,  bahwa aku sangat mencintaimu Sehun~a”

Flashback End

Sehun kembali mengalihkan pandangannya kedepan.Menatap jalanan yang macaet karena lampu merah.

~æ~æ~æ~

“Chanyeol~a , gomawo karena sudah mengantarku pulang” Minji melepaskan seatbeltnya , dan menoleh kearah Chanyeol.

“Eo , aku titip salam untuk Jinkyo ya” ucap Chanyeol.

“Arasso , annyeong “ Minji menutup pintu mobil Chanyeol , setelah itu ia tersenyum dan masuk kedalam rumahnya.

Minji berjalan dengan lunglai , badannya terasa sedikit lemas.Tiba-tiba dari arah depan berlari seorang namja kecil sembari berteriak kegirangan.

“Noona~~~~~~!!” Jinkyo memeluk Minji dengan sangat erat.

“Eo , Jinkyo~ a kau sudah makan?”Minji tersenyum kearah Jinkyo.

“Belum noona , aku mau makan sama noona saja” Jinkyo menggeleng-gelengkan kepalanya polos.

“Ohohoho , arasso~ayo kita makaaaan” Minji berteriak layaknya anak-anak dan masuk kedalam rumahnya.

~æ~æ~æ~

Ting Nong.. Ting Nong..

Kai mengernyit sembari memandang Baekhyun penuh tanya. “Siapa itu? Seingatku aku tidak mengundang tamu” ujarnya berdiri dari karpet tempat ia dan Baekhyun duduk.

“Aku mengajak si Sehun kesini”ujar Baekhyun santai.

“Ooh , baguslah kalau begitu” balas Kai sembari berjalan kearah pintu.

CKLEK..

Kai membuka pintu dan terpampanglah wajah dingin Sehun namun tak mengurangi ketampanannnya.

Kai mennyandarkan kepalanya pada pintu rumahnya “Tak usah pasang tampang sok keren begitu”

“Aku ini memang keren jadi pasang ekspresi seperti apapun kau akan mengira bahwa aku ini sok keren “ Sehun melangkahkan kaki kanannya kedalam rumah Kai.

“Woaah , rumahmu di renovasi ya?” Sehun mengedarkan pandanganya .

KRRRK..

Kai pun menutup pintu sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Tunggu dulu , kenapa kau bawa koper ?” tanya Kai bingung sembari menghentikan langkahnya.

“Aku akan tinggal disini” jawab Sehun santai.

“MWO?!”

“Eungh, wae? Kau keberatan?” tanya Sehun datar.

“Ani , aku akan sangat senang Sehun~a “ Kai mengeluarkan cengirannya .

“Aish , aku jadi tidak bisa nonton film yadong kalau si Sehun disini” gerutu Kai kesal namun dengan suara yang sangat pelan.

“Kau bicara sesuatu?” tanya Sehun.

“Aniyo” jawab Kai cepat.

“Heeeeeyyy!! Baekhi!! Kau main tidak ngajak-ngajak!” pekik Sehun langsung duduk dan menyambar stick PS yang menganggur disamping Baekhyun.

“YAAKK!! AKU SEDANG MAIN DENGAN SI BAEKHYUN!! OH SEHUN MINGGIR!!” Kai berteriak sembari merebut stick PS dari tangan Sehun.

Sehun mendesis “Aish kau pelit” . Sehun berjalan kearah dapur dan membuka kulkas Kai dengan santai.

“Hoi , kenapa tidak ada cemilan?” ujarnya sembari melirik kearah Kai yang tengah bermain bersama Baekhyun.

“Yakk!!Yak!! Aish! Gara-gara kau aku jadi kalah nih!” protes Kai sembari menunjuk-nunjuk Sehun.

“Aku belum belanja , kau saja yang pergi belanja” lanjut Kai .

“Aku tidak terlalu hafal daerah sini” Sehun kembali menutup kulkas, dan berjalan kearah pintu depan.

“Gangnam tidak seluas daerahmu , kau saja yang belanja , didekat sini ada supermarket kok” balas Kai.

“Yayayayaayaya.. Aku akan pergi belanja” Sehun membuka gagang pintu dan melenggang ke mobilnya.

Ia membawa mobilnya berjalan mencari supermarket terdekat , tetapi karena ia sendiri tak terlalu tahu tentang daerah gangnam ia malah berputar-putar yang daerahnya itu-itu saja.

25 menit kemudian.

“Perasaan aku sudah melewati toko es krim ini , ahh.. mungkin disini banyak toko es krim yang seperti ini”ucap Sehun.

Ia kembali menjalankan mobilnya.Dan kembali ke jalan yang sama

“Lho? Kok toko ini lagi? “ akhirnya ia memutuskan untuk turun dari mobilnya dan bertanya pada seseorang .

“Maaf , apa ada supermarket terdekat di daerah sini”tanya Sehun canggung.

“Oh, ada anda bisa belok kearah kanan setelah taman itu , setelah itu ada jalan besar disana ,nah disekitar sana ada supermarket” jawab seorang pria paruh baya yang terlihat berkelas , walaupun dengan setelan baju olahraganya.

“Oh ,ye gamsahamnida” Sehun sedikit menundukkan kepalanya dan kembali masuk kedalam mobilnya.

Ia mengikuti arahan dari pria baruh baya tadi , Sehun tak tahu bahwa sekarang ia tengah berada di perumahan Cheongdam-dong.

~æ~æ~æ~

“Omo~! sepertinya kita harus belanja dulu Jinkyo~a “ ucap Minji dengan wajah polos sambil menatap Jinkyo.

“Geurayo? Kajja noona” namja kecil itu menarik pergelangan tangan Minji sumringah.

“Eo, kajja” Minji terkekeh.

Minji dan Jinkyo bergandengan tangan dengan wajah yang berseri-seri menuju ke supermarket yang jaraknya tak terlalu jauh dari rumah mereka.

“Nanti kita beli sayur dan buah yang banyak ya” ujar Minji sembari memandang Jinkyo yang tingginya sepinggang Minji.

Jinkyo mengerucutkan bibirnya , dahinya mengerut “ Aaaaa~ aku tidak mau makan sayur noona , maunya susu pisang , ya ya ya?” protes Jinkyo.

“Andwaeyo , Kau itu harus banyak makan sayur arasoo? Apa kau tau sayur itu banyak mengandung Vitamin A,B,C,D,E,F,G,H,… I” tiba-tiba Minji memelankan suaranya , ia teringat sebuah moment antara dirinya dengan seseorang.

“Hei, Babo! Kau ini sudah tamat sekolah dasar atau belum huh? Sekalian saja semua abjad kau sebutkan satu persatu”

“Aikh.. arasso ~ aku memang babo ,puas?! Yang penting sayur itu banyak vitaminnya

 “Bagaimana bisa nanti aku bakal mempunyai seorang calon istri sepertimu, Cih! Jenis Vitamin saja tidak tahu .. dasar nona bebek!”.

“Hah?MWORAGO??Yakk!! Oh Sehun, neo jinjj~!! ” .Ia teringat bagaimana ekspresi Sehun yang mengatainya dengan ekspresi dinginnya dan bagaimana ia berkejar-kejaran dengan namja itu . Tiba-tiba Jinkyo menyadarkannya.

“Kepana noona melamun?” tanya Jinkyo polos.

“eh? Ani , noona tidak melamun kok “ balasnya mengelus rambut Jinkyo .

Jinkyo berlarian sembari mendorong trolly barang dengan perasaan senangnya.

Minji terdiam di tempatnya , perasaannya jadi tak karuan hanya dengan mengingat kenangannya dengan Sehun , apa dia tak bisa lepas dari bayang-bayang Sehun? , sampai kapan ia harus terus dibayang-bayangi oleh Sehun?.

Seusai belanja , Minji dan Jinkyo berjalan kerumahnya , tiba-tiba Jinkyo melihat sebuah kelinci melompat tepat didepannya , ia pun berlari mengejar kelinci itu .

“Jinkyo~a , kau mau kemana?!” panggil Minji , yeoja itu sedikit kesulitan untuk berjalan akibat barang belanjaan yang ia bawa.

Sementara itu Sehun ditempatnya turun dari mobil dan melepas kaca mata hitam yang melekat pada matanya , cuaca hari ini sangat panas dan membuat sekujur tubuhnya dipenuhi oleh keringat. Ia masuk kedalam supermarket itu dan menarik nafas lega karena pendingin yang berada didalam supermarket itu membuat tubuhnya terasa sejuk.

Sehun berjalan dengan santai , dan mulai berbelanja , setelah itu masuk kedalam mobilnya sembari meneguk sebotol air mineral yang berada di tangannya , ia menarik nafas lega , Sehun mengedarkan pandangannya kesegala arah . Tiba-tiba ia melihat sosok yang terlihat sangat mirip dengan Minji , ia buru-buru turun dari mobilnya dan mengejar yeoja itu , namun ia tak berhasil menghampiri yeoja itu . Akhirnya kakinya berhenti di sebuah taman , ia menghempaskan badannya pada sebuah kursi panjang. Ia memainkan jarinya mengalihkan pikirannya yang melayang entah kemana , tiba-tiba ia melihat seorang anak kecil dengan wajah yang hendak menangis.

“Hei , adik kecil! “ suara berat Sehun memanggil anak itu , melihat wajah dingin Sehun anak yang hendak menangis itu malah betul-betul menangis.

“Yak..yak..! Uuljhima “ Sehun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri anak itu , ia memegangi kedua pipi anak itu sesekali ia menggaruk-garuk kepalanya bingung.

“Eommamu kemana ?” tanya Sehun. Anak itu hanya menggelengkan kepalanya sembari terus menangis.

“Uujhima , ne?” ujar Sehun berusaha menenangkan.

“Noona~ , hiks..hiks”anak itu terus menangis.

“Rumahmu dimana? Hyung akan mengantarkanmu pulang, khaja”Sehun menggendong anak itu dan membawanya kedalam mobilnya.

“Huwaaa…” anak itu menangis didalam mobil Sehun.

“Yak!! Jangan menangis begitu!! Nanti orang-orang berpikir hyung menculikmu atau memukulmu” ujar Sehun panik.

Anak itu tetap menangis .

“Aaaarg .. Molla~ kau tunjukkan dimana rumahmu ya? Ah! Atau kau mau es krim?”

“Huwaaa..”

“Adik manis , kau tidak boleh menangis yaa? “ Sehun mengambil kantong belanjaan yang terletak di kursi belakang, ia mencari coklat yang ia beli tadi.

“Nah , ini untukmu” Sehun menyengir berusaha merelakan coklatnya untuk anak itu.

Anak itu melihat coklat yang berada ditangan Sehun, ia mengambilnya dan berhenti menangis.

Ia membuka bungkus coklat , dan memakan sepotong coklat , setelah itu ia kembali menangis .

“Noona “ anak itu terus merengek.

“Aigo~~ kenapa kau menangis lagi , eoh?” Sehun mengacak-acak rambutnya frustasi.

Tiba-tiba anak itu berhenti terisak ia berteriak sembari menunjuk kearah depan “Noona , Hyung itu noonaku!” tunjuk anak itu kepada seorang yeoja yang membelakangi mobil Sehun.

“Benarkah? Ayo kita turun .”Sehun turun dari mobilnya ia memperhatikan postur tubuh yeoja yang menjadi pusat perhatiannya , yeoja itu terlihat mirip seseorang .

“NOONAAA!!!” anak kecil bersorak sembari berlari menghampiri yeoja itu , mendengar suara adik kecilnya yeoja itu berbalik dan memeluk anak kecil itu . Sehun membelalakkan matanya , melihat yeoja yang berada dihadapannya.

“Omo! Jinkyo~ah , kau kemana saja eoh?” Minji memeluk Jinkyo dengan erat.

“Molla~” jawab Jinkyo manja.

“Aa! Noona , aku diberi coklat oleh Hyung itu !”

“Geurayo?” Minji mencubit pipi Jinkyo dan menoleh kearah namja yang sedang Jinkyo tunjuk . Minji berdiri dari posisi awalnya yang tadinya berjongkok. Matanya membelalak.

“Gamsahamnida “Minji menundukkan kepalanya kearah namja itu.

“Eum , Minji~a .. Oraenman-“(lama tak ber-)belum sempat Sehun meneruskan kata-katanya namun sudah memotong kalimatnya.

“Bangapseumnida”potong Minji dengan wajah datar ( Senang bertemu dengan anda).

“Bangapseumnida?” Sehun tertawa menyindir.

“Saya sangat berterima kasih karena anda telah menolong adik saya “ Minji tersenyum tipis kearah Sehun.

“Kau .. kenapa kau bertingkah seperti ini?” Sehun memandang Minji dengan kesal.

Jinkyo menatap Minji dan Sehun bergantian dengan wajah polosnya.

“Apa noona kenal dengan Hyung ini?” tanya Jinkyo polos. Minji mengelus puncak kepala Jinkyo sembari tersenyum tanpa menjawab pertanyaan malaikat kecil itu.

“Ayo kita pulang Jinkyo~a”

Sehun tertawa tak percaya. “Kalau begitu, saya permisi dulu” Minji menundukkan kepalanya sejenak setelah itu berbalik dan mengambil beberapa langkah meninggalkan Sehun .

Drrtt..Drrrt..
Ponsel Minji bergetar , ia menarik ponselnya dari kantung celananya. “ Jinkyo~a , sebentar ya” Minji menggeser tombol hijau itu kearah kanan.Sementara Sehun ? ia masih memandangi punggung Minji dengan tatapan kosong.

“Eoh?kau di rumah?arasso , aku akan pulang segera , eumh .. sampai ketemu di rumah Chanyeol~A” jawab Minji dengan wajah senang.

Sehun tersadar dari lamunannya , kupingnya terasa panas hanya karena mendengar nama seseorang yang sangat menyebalkan baginya.

Sehun hendak menghentikan Minji , namun ia mengurungkan niatnya dan kembali kedalam mobilnya .

~æ~æ~æ~

“Eoh?kau di rumah?arasso , aku akan pulang segera , eumh .. sampai ketemu di rumah Chanyeol~A.” Setelah menerima telfon dari Chanyeol , Minji kembali memasukkan handphonenya kedalam saku celananya ,ia melihat kebelakang sekilas dan ternyata Sehun sudah masuk kedalam mobilnya. Ia menundukkan kepalanya sejenak dan kembali menegakkan kepalanya, ia terlihat menggumamkan sesuatu. “Annyeong  , Sehun~a oraenmanieyo”.

Jinkyo mendongak melihat Minji yang lebih tinggi dari dirinya .” Noona bicara sesuatu?”.

“Ani , ayo kita pulang “ Minji menggandeng tangan Jinkyo dan melanjutkan langkahnya.

Sementara itu , Sehun menatap Minji dari kejauhan , matanya tak kunjung berhenti dari punggung Minji . Perlahan Minji menghilang dari pandangan Sehun , ia sempat menaikkan kepalanya berusaha menjangkau Minji yang sudah melewati persimpangan jalan. Sehun turun dari mobilnya dan berjalan cepat mengikuti Minji dari belakang.

MINJI SIDE

“Setelah sampai di rumah , kau harus makan yang banyak ! arasso?” ucap Minji sembari memandangi wajah Jinkyo yang terlihat sangat manis. Namja kecil itu hanya menganggukkan kepalanya polos.

“Omo~ yeobo~ya kenapa kau bawa barang berat begitu?” seru Chanyeol disertai dengan tawa khasnya , ia membantu Minji membawa barang belanjaannya.

“Yaak!! “ Minji memukul lengan Chanyeol .

“Wae? Bukankah nanti kau akan jadi istriku juga? Iyakan Kyo~a?” Chanyeol berjongkok dan tersenyum kearah Jinkyo.

“Ani! Minji noona akan jadi istlinya Jinkyo!!” seru Jinkyo dengan bibirnya yang mengerucut.

“Mwo?!! Hei , Minji noona ini akan jadi istri hyung tahu!”

“ISTLIKU!!” Jinkyo tak mau kalah.

“Aish , sudahlah ayo cepat masuk “ akhirnya Minji berhasil menengahi kedua namja tampan yang sedang bertengkar itu. Tanpa mereka sadari , ternyata seorang namja tengah bersandar dibalik lampu jalan tetap dengan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya , namja itu menundukkan kepalanya , setelah itu ia pun kembali berjalan ke mobilnya .

Sehun tersenyum kecut . “Istri?ck “.

~æ~æ~æ~

Tit tit..
Sehun menekan tombol bergambar kunci yang tertutup pada kunci mobilnya.Ia masuk kedalam rumah Kai dengan kantong plastik belanjaannya.

“Aku pulang” ujar Sehun datar.

“Eoh? Kenapa mukamu seperti itu? Apa ada masalah?”tanya Baekhyun masih sambil memegang stick PS ditangannya.

“Ya, ada apa denganmu? Mukamu mirip dompet yang tak ada isinya!” seru Kai.

Sehun berjalan kearah dapur dan membuka kulkas milik Kai serta menuangkan air dingin ke sebuah gelas kosong.

“Memangnya mukaku kenapa? Tidak ada yang terjadi” jawab Sehun sekedarnya , dari wajahnya memang terlihat tak ada yang terjadi padanya , tapi melihat cara ia meneguk minuman dan menaruh gelas dengan keras  terlihat bahwa situasi Sehun sedang berbahaya .

Kai dan Baekhyun saling bertatapan.

“Hei bro! Kita ini sahabat dari kecil , sebenarnya ada apa denganmu?” Kai meletakkan stick PS nya dan menghampiri Sehun.

Baekhyun mengikuti Kai dan menyusul mengejar Sehun yang berjalan kearah taman belakang rumah Kai.

Sehun menyeringai. “Yeobo? Ck” ia tertawa meremehkan.

Dahi Kai dan Baekhyun mengernyit bersamaan , semakin tak mengerti dengan perkataan Sehun. Sehun menatap kedua sahabatnya bergantian , melihat wajah Kai dan Baekhyun yang terlihat sedang meminta penjelasan dari dirinya.

“Aku bertemu Minji”

“EOH?!! BENARKAH? WAAHH DIMANA?!! ANAK ITU SUDAH LAMA SEKALI MENGHILANG ?” ujar Baekhyun antusias.

“Di supermarket , ternyata dia tinggal disini ..” Sehun menggantungkan kalimatnya.

“Bersama Chanyeol “ lanjutnya lagi , diselingi dengan seringaiannya.

“MWO?!!” teriak Kai dan Baekhyun bersamaan.

Sehun menyeringai. “ Setidaknya , bukankah dia masih tunanganku? Tapi kenapa dia ..- ah sudahlah “ Sehun menghempaskan badannya ke kursi kolam yang ada di taman belakaang rumah Kai sembari menerewang melihat langit biru musim semi yang terasa hampa baginya.

Lagi-lagi Kai dan Baekhyun saling lihat-lihatan.Kai mengambil ponselnya , begitu pula Baekhyun , mereka menjauh dari Sehun dan menelpon seseorang.

Suara dari ponsel Kai dan Baekhyun mengeluarkan suara yang sama “ telpon yang anda hubungi sedang sibuk” .

Baekhyun menoleh kebelakang “ Yaak , kau sedang menelpon Hyorim juga?” bisiknya.

“Eoh” Kai menganggukkan kepalanya. “Pantas saja , nomornya sibuk”bisik Baekhyun lagi.

“Kalau begitu biar aku yang telpon .” Kai kembali menelpon Hyorim dan tersambung! .Baekhyun merapat kearah Kai, ia mendekatkan telinganya pada hanphone Kai.

“Yakk , Hyorim~a , apa si Minji benar-benar tinggal serumah dengan Chanyeol?” ucap Kai langsung to the point dengan volume suara 0,35.

“Mworago? Aku tak bisa dengar suaramu , kau bilang apa tadi? Minji lemper?”tanya Hyorim kebingungan akibat suara Kai yang sangat-sangat kecil.

“apa si Minji benar-benar tinggal serumah dengan Chanyeol?” ulang Kai menaikkan volume suaranya menjadi 5.

“MWO!!!!” Hyorim berteriak spontan. Otomatis Kai dan Baekhyun menjauhkan handphone itu dari telinga mereka.

“Wae? Kau tidak tahu?” tanya Kai .

“Ani , tidak mungkin Minji begitu “ ucap Hyorim yakin.

“Aku juga tahu Minji tidak mungkin begitu , tapi kalau dilihat dari ekspresi Sehun sepertinya dia melihatnya dengan matanya sendiri , Sehun bilang bahwa tadi ia bertemu dengan Minji , dan tiba-tiba saja dia bilang Minji tinggal bersama Chanyeol, Hyo~a ekspresi si Sehun itu benar-benar seperti orang yang tidak diberi makan selama 4 hari  , kau telfon Minji dan tanyakan kebenarannya , arasso?”.

“Eoh , arasso aku akan tanya Minji dan aku akan memberitahu kalian jawabannya kira-kira 25 menit lagi “

Pip..

Hyorim terlihat buru-buru memutuskan percakapan dengan Kai dan langsung beralih menelfon Minji.

Tiiit..Tiit..Tiiit..

Berkali-kali Hyorim mencoba menelfon Minji namun tak kunjung diterima oleh Minji.

~æ~æ~æ~

“Chanyeol~a , kenapa kau kembali lagi? Apa ada yang ketinggalan?” tanya Minji sambil menaruh handphonenya diatas meja , dan berlanjut mengemas belanjaannya dan Jinkyo.

“Eoh , aku melupakan ini “

Chu~
Chanyeol mencium kening Minji kilat . Setelah itu ia berjalan menuju pintu depan sembari terus cengengesan.

“Mwoya?” Minji bingung dengan tingkah Chanyeol yang sangat konyol.

“Yakk!! Kau tidak mau makan dulu?!” teriak Minji saat Chanyeol sudah bersiap-siap memakai sepatunya.

“Lain kali saja , annyeong” Chanyeol memasukkan tangan sebelah kanannya kedalm kantung celananya dan menggunakan tangan sebelah kirinya untuk melambaikan tangan pada Minji.

Minji melambaikan tangannya dari dapur , sembari tersenyum kearah Chanyeol.

Setelah kepergian Chanyeol , wajah Minji berubah sendu , dari ekspresinya terlihat bahwa ia sedang tertekan . Entah tertekan karena apa.

“Kenapa aku begitu jahat?” gumamnya pada dirinya sendiri.

“Waeyo? Kenapa noona Jahat?” tiba-toba Jinkyo sudah berada di hadapan Minji dengan es krim ditangannya.

Minji terlonjak kaget .

“Omona! Jinkyo~a kau mengagetkan noona tahu!”

“Mian” balas Jinkyo dengan ekspresi datarnya .

Bocah itu berjalan ke meja makan dan duduk dengan manis sembari terus menjilati es krim yang tadi ia beli di supermarket.

Minji tersenyum melihat tingkah Jinkyo yang sangat lucu.

Setelah itu ia kembali mempersiapkan bahan-bahan yang akan ia masak.

“Noona” panggil Jinkyo.

“Eoh?” Minji terus mengeluarkan barang-barang belanjaan dari kantung belanjaannya tanpa memandang Jinkyo yang telah memanggilnya.

“Handphone noona belgetal telus lho”

“Benarkah?” Minji berhenti melakukan aktifitasnya dan mengambil ponselnya yang terletak diatas meja.

“Jinkyo~a chamkaman” ucap Minji pada Jinkyo , dan menggeser layar handphone dengan telunjuknya .

“Eo , Hyo~a?”

“YAAK!! APA BENAR KAU DAN CHANYEOL TINGGAL BERSAMA?!!” pekik Hyorim to the point.

“tinggal bersama? Maksudmu?” dahi Minji berkerut menandakan bahwa ia benar-benar bingung dengan perkataan Hyorim.

“Minji~a , aku tidak tahu kalau kau akan jadi seperti ini , walaupun kau patah hati dengan Sehun dan jadian dengan Chanyeol , tapi tetap saja tidak boleh seperti itu ~ kalian itu belum resmi menikah dan tidak ada orang tua, aiiishhh…. aku tak habis pikir denganmu” celoteh Hyorim panjang lebar.

“Hei , kau ini salah paham. Aku tinggal di rumahku dan Chanyeol tinggal di rumahnya , tapi kenapa kau tiba-tiba bicara anaeh seperti ini ?”

Jeongmal?!! Haaaah , syukurlah ! aku pikir kau.. hehehehe . Barusan Kai menelfonku dan mengabariku bahwa kau dan Chanyeol tinggal bersama , dia bilang dia tahu hal itu dari Sehun , dan lagi Minji~A! Kau tahu bagaimana ekspresinya? Kata Kai , Sehun terlihat kecewa lhooooo!! Aish , sudahlah sekarang kau pikirkan Chanyeol saja , Oh ya Minji~a  tadi malam Jonghyun memberiku sebuah kalung cantik” ujar Hyorim antusias.

“Sehun seperti itu? Aniyo , kau pasti salah dengar , kalaupun dia mengira aku dan Chanyeol seperti itu ,, dia tak akan perduli” Minji tersenyum kecut , sementara Hyorim ditempatnya terlihat sedih melihat kedua temannya berada dalam kondisi sulit seperti ini.

“Minji~a , ada yang ingin aku beritahu padamu, kirimkan alamat rumahmu padaku ya? Kau bahkan tidak pernah mengundangku kerumahmu yang baru “ ujar Hyorim .

“Baiklah , aku akan kirim lewat email , mianhae .. ini bukan rumah baru tahu , oh ya kau bawakan aku buah yaa , aku lupa beli buah “ ucap Minji.

“Siap bos!” ucap Hyorim sembari tertawa .

“Aku tutup telfonnya yaa, Itabwa”

“eoo , itabwaa” balas Hyorim.

Minji mengirim alamat rumahnya melalui email .Setelah itu ia duduk di meja makan.

“Jinkyo~a , hari ini noona sedang tidak enak badan , kita masaknya besok saja ya”

“Ya sudah deh , noona istilahat saja yaaaaa , noona! Noona! Aku mau buang sampah es kelim nya dulu yaaa” ucap Jinkyo meninggalkan Minji dan membuang sampah es krimnya ke tong sampah.

“Byeol~a , tolong belikan makanan untuk Jinkyo ya , dan ajak dia main sebentar , aku ingin ke kamar dan mandi” ucap Minji berjalan dengan gontai ke kamarnya.

Tatapannya kosong , ia membuka pintu kamarnya dan duduk dengan lemas dipinggir tempat tidurnya . Ia melihat laci disamping tempat tidurnya . Ia membuka laci itu perlahan , dan mengambil sebuah bingkai foto . Di foto itu terdapat dirinya dan Sehun . Dirinya yang terlihat sangat bahagia , sementara Sehun dengan ekspresi dinginnya.

Ia memegang foto Sehun dengan ragu. “Bogoshipda , Sehun~a” gumamnya pelan.

Sementara itu Sehun yang masih tidur di kursi taman , memandangi langit musim semi itu sembari tersenyum kecut.

“Apa kau bahagia Minji~A?” batinnya.

Bersamaan dengan itu , Minji sudah berpindah ke balkon kamarnya , ia berdiri sembari memandangi langit musim semi.

“Apa kau bahagia Sehun~A?” batinnya juga melantunkan kalimat yang sama.

Seolah-seolah menjawab , Sehun di tempatnya berkata “ Disini , aku sangat bahagia .. benar-benar bahagia karena kau tak ada.. hh” setetes air mata turun dari pelupuk mata Sehun , seolah menyangkal bahwa perkataannya berbanding terbalik dengan apa yang saat ini ia rasakan.

Di tempatnya, Minji merasakan hembusan angin yang menyentuh kulitnya menghantarkan jawaban dari Sehun , Minji menutup matanya dan merasakan hembusan angin. Air matanya pun ikut turun , entah mengapa.

“Hahaha.. mataku kelilipan” Minji tertawa menghapus airmata yang turun ke pipinya.

“Hhh..hhhh.. ani! Kenapa debunya jadi makin banyak” ucap Minji sembari terus menangis.

“Aku sudah bilang bahwa aku tidak akan menangis lagi” Minji merosotkan badannya dan memeluk kedua kakinya.

~Prisoner Of Love~

To Be Continued

Author’s note :

Hai! Jangan ada yang timpukin author yaa :D
Jangan lupa untuk tinggalkan commentnyaaa ~~ dan kunjungi blog thothor yang masih abal2 :D

Kunjungi blogspot thothor : kyworldblog.blogspot.com

Dan kunjungi wp thothor :      kyworld.wordpress.com

Yang wp masih belom selesai hehehe :D

135 Responses to “Prisoner Of Love [Love~12]”

  1. SandRa September 11, 2013 at 8:48 pm #

    Next minn lanjuttt dong :D

  2. park naya December 28, 2013 at 10:26 pm #

    Wuaahh daebakk!!!

  3. kimasshiyffa December 30, 2013 at 1:51 pm #

    omo. . . .
    semua itu trjadi krna keegoisan.a sehun. . .

    • Momochii January 16, 2014 at 4:44 pm #

      retweet!!
      makasi yaa komennya^^

  4. Milky Twilight January 23, 2014 at 7:02 pm #

    sedih amat hidup nya T^T
    si Haneul enggak dikeluarin nih?

  5. justvania February 21, 2014 at 3:14 pm #

    thor buruan dilanjut chap 15nya ntar aku keburu ngilang loh

Trackbacks/Pingbacks

  1. Prisoner Of Love [Love~13] | FFindo - June 27, 2013

    […] PREVIEW […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 20,458 other followers

%d bloggers like this: