Vampire and Aliens (Chapter 3)

19 Mar

VampireAndAliensCover

Title                       : Vampire and Aliens Chapter 3

Author                  : puwakantiiw

Genre                   : Fantasy, AU, etc. [find by reading;)]

Rating                   : Teenager

Length                  : Chaptered

Cast                       :

  • SNSD’s Tiffany
  • EXO’s Suho
  • EXO’s Kris
  • EXO’s Xiumin
  • EXO’s Luhan
  • EXO’s D.O
  • EXO’s Baekhyun
  • EXO’s Chen
  • EXO’s Chanyeol
  • EXO’s Lay
  • EXO’s Tao
  • EXO’s Kai
  • EXO’s Sehun

Disclaimer           : *THIS IS MADE FROM MY OWN IDEA, DO NOT COPY OR CLAIM* and don’t be a silent reader;)

Previous              :

Teaser >>  Chapter 1 >> Chapter 2

Next Chapter     : Chapter 4 , Chapter 5

 

***

First Meeting

 

Tiffany berusaha mendengar apa yang sedang orang-orang itu bicarakan. Tetapi ia tidak bisa mendekat karena disana hanya ada satu tempat persembunyian; semak-semak yang kini ia pakai sebagai tempat persembunyian sekaligus untuk menguping.Bisa gawat jika mereka menemukan Tiffany yang sedang mendengarkan pembicaraannya dan melihat mereka keluar dari benda besar aneh itu yang kini sudah menghilang, entah kemana.

Mungkin malam ini keberuntungan Tiffany tidak terlalu besar. Sangat tidak terlalu besar. Karena malam-malam begini, serangga—yang merupakan benda yang sangat ia benci—suka berkeliaran ditempat seperti semak-semak. Awalnya, Tiffany mampu menangani serangga yang jumlahnya tidak terlalu banyak itu, tetapi seiring berjalannya waktu, serangga itu bertambah banyak dan membuatnya kewalahan. “Kyaa!” ia terkejut ketika ada serangga yang hinggap di rambutnya.

Tentu saja, suara Tiffany membuat orang-orang yang tengah merundingkan sesuatu itu mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara. Melihat itu, Tiffany berpura-pura sedang mencari sesuatu, tidak lupa ia me-non-aktifkan kekuatannya sehingga identitas aslinya tidak ketahuan.

***

“Hyung, aku mendengar sesuatu dari sana..” Sehun berkata. Alien yang lain mengangguk. Mereka juga mendengar sesuatu dari balik semak-semak itu, seperti suara seorang wanita yang tengah terkejut. *Jangan-jangan…..* ke dua belas alien itu menduga-duga. Mereka takut wanita itu terkejut karena melihat mereka keluar dari UFO dan mendengar percakapan mereka barusan.

Kai dengan kekuatan teleportasinya segera menuju ke semak-semak yang letaknya kurang lebih tiga meter dari tempat ia berdiri sekarang. Air mukanya berubah ketika ia melihat seorang gadis yang tengah mencari sesuatu di balik semak-semak itu.

“Siapa kau?” tanya Kai sedikit dingin.

Alien yang lain mempercepat langkahnya. Ternyata suara yang tadi mereka dengar benar-benar berasal dari balik semak-semak itu. Tak berapa lama, sebelas alien itu dapat melihat seorang gadis cantik yang sedang kebingungan mencari sesuatu.

Mimik wajah gadis itu berubah ketika sebelas alien itu melihatnya. Ia menjadi sedikit ketakutan. Pertanyaan Kai yang tadi bahkan belum dijawabnya. Suho yang melihat perubahan mimik wajah gadis itu segera menyuruh alien yang lain untuk mundur beberapa langkah. Setelah itu ia berjalan mendekati gadis yang terduduk di tanah dengan wajah ketakutannya.

Suho tersenyum, berusaha menenangkan gadis itu. “Tenang saja, aku tidak akan menyakitimu..” ucapnya kemudian semakin mendekati gadis itu. Semakin Suho mendekatinya, gadis itu semakin menjauhinya. Melihat itu, Luhan menjadi sedikit kesal. Ia menggerakan tangannya, seraya tubuh gadis itu melayang dan terjatuh di hadapan Suho.

“S…siapa kalian…?” kata gadis itu, suaranya sedikit gemetar, mungkin karena ketakutan. Suho menatap tajam Luhan. “Apa kau tidak ingat apa yang dikatakan Exotic, huh?”

Setelah melihat anggukan kecil dari Luhan, Suho kembali kepada urusannya dengan gadis yang kini berada dihadapannya ini. “Apa yang kau lakukan disini?” tanya Suho lembut.

Gadis itu terlihat ketakutan dan resah. “E..eh… aku.. sedang mencari sapu tanganku yang terbang terbawa angin.. m..maaf jika mengganggu kalian..” ucapnya gelagapan sambil menghadap ke bawah, ia tidak punya cukup nyali untuk melihat mereka.

Suho tersenyum, lalu berdiri. “Oh begitu. Sebagai permintaan maaf, bolehkah aku memintamu satu hal?” tanya Suho sembari mengulurkan tangannya, membatu gadis itu untuk berdiri. Gadis itu menerima tangan Suho—walaupun awalnya ragu-ragu, tetapi karena melihat ada ketulusan dari wajah Suho, ia dengan cepat berdiri dan membersihkan pakaiannya yang kotor terkena tanah.

“Apa permintaanmu?” tanya gadis itu tanpa basa-basi.

“Izinkan kami menginap dirumahmu untuk beberapa saat, kami tersesat disini. Dan sekarang sudah malam, mustahil mencari rumah kontrakan pada malam hari seperti ini.” Suho menjelaskan. Gadis itu terlihat kaget dengan perkataan Suho. Lalu ia berbicara lagi, “Dan jika aku menolak…?”

Luhan dengan cepat menjawab pertanyaannya. “Kau akan kami buat lebih parah dari yang tadi.”

Gadis itu menatap Luhan lekat-lekat. Dia sedikit tersenyum—dan itu dapat terlihat oleh Chanyeol. Chanyeol mengernyitkan dahinya dan berfikir kenapa gadis itu tersenyum saat Luhan mengancamnya, sebenarnya ia menyukai wajah Luhan yang imut itu atau…., ia tidak takut? Entahlah.

“Luhan.” Suho memanggil nama Luhan dengan nada bicara yang menyuruhnya untuk diam. Luhan melipat kedua tangannya sambil mendengus kesal. “Oh, tolonglah, nona. Kami benar-benar tersesat, dan tidak kenal siapa-siapa. Tolong bantu kami…”

“Hm…..baiklah, tapi hanya dua hari! Selebihnya, kalian keluar dari rumahku, deal?” Tiffany membuat perjanjian. Suho mengangguk, kemudian memberikan tanda kepada alien yang lain bahwa mereka dapat tempat tinggal untuk malam ini.

****

Living Together

 

Tiffany terpaksa pulang dengan orang-orang aneh ini. Untung saja, aktingnya berhasil. Jika tidak mungkin hal-hal aneh akan terjadi. Tetapi, ia masih bingung tentang siapa mereka, darimana mereka dan kenapa mereka ada disini. Pertemuannya dengan dua belas orang asing ini membuat Tiffany teringat akan pertemuan pertama kalinya dengan Siwon. Ia mengarang cerita dan mengubah namanya…..apakah mereka juga begitu? Apakah orang asing itu menyembunyikan identitas aslinya dari Tiffany?

Tiffany memandang pemandangan kota Seoul dari kaca bis yang membawanya kerumah. Untung saja, Siwon sedang pergi ke Busan. Jadi ia agak leluasa untuk membawa orang-orang asing ini kerumahnya. Tiffany menyetujui permintaan mereka karena ia ingin tahu siapa mereka dan apa tujuan mereka kesini.

“Er, nona..” sebuah suara membuat Tiffany membuyarkan lamunannya. Ia segera menoleh ke sebelah kanan. Oh, ternyata orang itu. “Ya?”

“Apakah masih lama?”

“Sekitar lima belas menit lagi kita akan sampai. Dan.., bisakah kau tidak memanggilku nona?” kata Tiffany yang membuat orang itu meminta maaf kepadanya. “Ah, mianhae. Kau tidak memberitahuku siapa namamu, jadi aku memanggilmu nona.”

Tiffany mengangguk mengerti. *Benar juga, aku belum memperkenalkan diriku kepada mereka. habisnya, mereka sangat menyeramkan*

Belum sempat Tiffany memperkenalkan dirinya, bisnya sudah sampai di halte yang terletak beberapa blok dari rumah Siwon. Ia segera mengajak dua belas orang asing itu ke rumah Siwon. Sangat gawat jika ada tetangga yang mengetahui Tiffany membawa banyak sekali lelaki ke dalam rumah. Di perjalanan menuju ke rumah, Tiffany memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. “Oh iya, namaku Hwang Miyoung. Kalian bisa memanggilku Miyoung! Tahun kelahiranku 89.”

“Miyoung noona!” kata seseorang dengan rambut pirang. Orang itu mengatakannya dengan sangat…..imut. “Biarkan aku memperkenalkan diriku, noona. Aku Oh Sehun, panggil saja Sehun. Aku yang paling muda di antara mereka semua.”

Tiffany tersenyum melihat Sehun memperkenalkan dirinya dengan semangat. “Aku Suho, noona. Wah, sepertinya kami semua lebih muda darimu, ya.” orang yang selalu berbicara dengan Tiffany sebelumnya itu memperkenalkan dirinya. Tiffany mengangguk disertai senyuman manisnya.

Lalu dilanjut oleh orang yang membuat badan Tiffany terangkat, entah bagaimana ia melakukannya. “Namaku Luhan. Maaf telah membuatmu terkejut tadi.” Ucapnya tanpa berani melihat wajah Tiffany. “Ne, gwaenchana.”

“Kris,” ucap yang paling tinggi dari ke dua belas laki-laki itu, dingin. Tiffany hanya tersenyum menanggapinya. “Aku Chanyeol, maaf jika kedatangan kami membuatmu terkejut.” Laki-laki tinggi di sebelah Kris memperkenalkan dirinya. “Hehehe, tidak apa-apa.”

Dan sekarang giliran orang yang pertama kali berbicara dengan Tiffany, orang yang menanyakan Tiffany siapa dirinya. “Aku Kai, maaf membuatmu takut waktu pertama kali aku berbicara denganmu.” Tiffany tersenyum menanggapinya, menandakan tidak apa-apa.

Dan sisanya ada Baekhyun, Chen, Xiumin, Tao, dan D.O. Mereka semua menjadi dekat hanya karena perkenalan itu. Kini, ke dua belas laki-laki itu terlihat tidak menyeramkan, berbeda saat Tiffany pertama kali bertemu mereka.

Karena obrolan itu, tidak terasa Tiffany dan dua belas laki-laki itu sampai dirumahnya. Tiffany mengambil kunci dari tas slempangnya. Tak makan waktu lama, Tiffany dapat membuka pintu besar bercat putih bersih itu. Tanpa basa-basi Tiffany menunjukkan kamar tamunya. Hanya ada dua kamar tamu di rumah ini, jadi mereka terpaksa di bagi menjadi dua. Enam orang akan tidur di kamar tamu di lantai dua. Dan enam orang lagi akan tidur di kamar tamu disebelah kamar Tiffany.

“Noona, kenapa kita tidak tidur bersama saja?” tanya Sehun dengan polosnya. Tiffany menjitak kepala Sehun pelan. Lalu pergi ke kamarnya, ia mempercayakan Suho untuk membagi kamarnya. Tiffany bergegas untuk mandi karena pakaiannya sangat kotor saat ia berpura-pura mencari sapu tangannya yang hilang.

Setelah selesai mengganti pakaiannya dengan piyama, terdengar suara pintu kamarnya diketuk. Tiffany segera membukakan pintunya. Terlihat seseorang yang lebih tinggi darinya berdiri didepan pintu. “Yeol? Ada apa?” tanya Tiffany ketika melihat Chanyeol yang berdiri didepan pintunya sambil menggaruk tengkuknya.

“Noona, maaf tidak sopan, tapi… apakah kau bisa membuatkan makanan untuk kami? Sehun dari tadi terus berteriak lapar, tolong ya, noona” kata Chanyeol, memelas.

Tiffany sedikit terkekeh mendengarnya. “Baiklah, kalian semua tunggulah di bawah, aku akan kesana beberapa menit lagi.”

Seperti yang dijanjikan oleh Tiffany, setelah beberapa menit kemudian, ia menemui dua belas laki-laki asing cukup tampan—koreksi, sangat tampan—yang sudah menunggu di lantai satu, ia mengganti piyamanya menjadi sweater pink berbulu dan celana bahan. Mereka terlihat sedang menganalisis benda-benda disekitar rumah Tiffany. “Hyung! Ini apa?” suara Sehun yang cadel dapat terdengar ditelinganya. Ia sepertinya sangat senang sekali melihat sebuah  kursi goyang.

Sebelum mencapai tangga paling bawah, ia mencium bau sesuatu yang sangat menyengat, yang membuatnya sedikit pusing. Melihat kedatangan ‘noona’ mereka, kedua belas laki-laki itu menyapanya, “Noona!” yang kemudian membuat Tiffany melupakan bau yang entah berasal dari mana, menggantikannya dengan senyuman manisnya

“Noona, noona! Aku lapar! Cepat buatkan sesuatu” kata Sehun setelah mengamati benda-benda diruang tamu. Tiffany terkekeh melihat tingkah Sehun. “Sabar, aku harus membeli bahan-bahannya ke supermarket terlebih dahulu. Karena bahan makananannya tidak cukup untuk kita semua.”

Wajah Sehun berubah ketika mendengar pernyataan Tiffany. Tetapi Suho buru-buru menyikutnya. “Mianhae, Sehun-ah. Aku pergi ke supermarket dulu, kalian tunggu disini saja, ok?” ucap Tiffany lalu mengambil eco bag dari dalam lemari di dapur. Sengaja Tiffany tidak mengajak mereka, karena pasti akan menghabiskan waktu yang lama.

Sebelum pergi meninggalkan rumah, Tiffany berpesan kepada dua belas laki-laki itu. “Oh iya! Selama aku pergi kalian jangan mengacau! Aku pergi dulu ya, annyeong!”

****

Stalker

 

Setelah kepergian Tiffany, seisi rumah menjadi hening. “Hyung, apa yang harus kita lakukan?” tanya Sehun memecah keheningan. Sebelas alien yang lain menggeleng tidak tahu, kemudian sepuluh dari mereka pergi dari lantai satu, menuju ke kamar. Tersisa Sehun dan Suho yang berada di lantai satu.

Sehun menggerutu sendiri, tidak biasanya hyung-nya bersikap seperti ini. Setelah beberapa saat, Sehun pun pergi ke kamarnya. “Hyung, kau tidak ikut ke atas?” tanya Sehun sambil menaiki tanggga. Suho menggelengkan kepalanya, “Aku akan menjaga rumah ini sampai Miyoung noona kembali.” Terdengar sautan ‘ooh’ dari tangga. Dan hanya beberapa detik saja, Suho sudah tidak mampu melihat sosok maknae yang hyper-active itu.

“Yeol? Mau kemana?” tanya Suho yang melihat Chanyeol turun dari tangga, memakai jaket yang entah darimana asalnya. “Tidak seharusnya wanita berjalan sendirian malam-malam begini, hyung.” Balasnya lalu membuka pintu. “Jangan lupa pesan Miyoung noona!” Chanyeol mengingatkan, Suho  tersenyum kemudian Chanyeol pergi ke luar dan menutup pintunya. Ia tidak tahu letak Supermarketnya, tetapi pasti Miyoung masih disekitar sini.

***

Tiffany merasa ada yang membuntutinya sedari tadi. Ia menyesal tidak mengajak salah satu dari dua belas laki-laki asing itu. Sebenarnya ia tidak takut untuk pergi ke supermarket sendirian, tetapi ia tidak bisa dan tidak boleh menggunakan kekuatannya jika ada seseorang yang akan mencelakakannya. Tiffany kemudian mengingat bau aneh yang tercium di lantai satu, sewaktu ia sampai di rumah, tidak tercium bau apa-apa, tetapi tadi, baunya sangat aneh dan menyengat.

Firasat Tiffany memang benar, memang ada seseorang yang mengikutinya sedari tadi. “Tunjukkan dirimu, sebelum aku berteriak meminta pertolongan. Wahai penguntit.” Kata Tiffany mengancam laki-laki berjarak kurang lebih tiga meter darinya. Laki-laki itu membungkam mulutnya dan berjalan mendekati Tiffany, langkahnya yang besar membuatnya berjalan sangat cepat. Tiffany sangat terkejut ketika sosok laki-laki yang tertutupi oleh gelapnya malam itu semakin mendekatinya. *Oh, tidak… ini tidak bagus.*

 

“Ini hanya aku, noona.” Suara yang familiar itu membuat Tiffany mengernyitkan dahinya. “YEOL!?” kata Tiffany sedikit terkejut. Laki-laki yang ternyata adalah Chanyeol itu tersenyum disertai anggukan kecil. “Kenapa kau bisa ada disini..? Aku kan menyuruh kalian untuk tinggal dirumah.” Tanya Tiffany sambil berjalan.

“Rumahmu…, atau bukan rumahmu itu membosankan, jadi aku memutuskan untuk mengikutimu. Lagipula, tidak baik seorang wanita berjalan sendirian, malam-malam begini.” Jawab Chanyeol. Tiffany terkejut mendengar jawaban Chanyeol. Tiffany menatap Chanyeol dengan tatapan bagaimana-kau-bisa-tahu kemudian Chanyeol terkekeh. “Kau berkata hanya ada tiga kamar dengan kamarmu, tetapi aku melihat ada kamar yang lainnya.”

“Hm. Kau pintar, Yeol. Apakah yang lain sudah tahu?” tanya Tiffany.  Chanyeol mengangkat bahunya, “entahlah. Mungkin Luhan atau Kris atau bisa juga Suho akan mengetahuinya setelah aku.”

Akhirnya, Tiffany sampai di supermarket. Ia segera membeli bahan-bahan untuk makan (terlalu) malamnya dan dua belas laki-laki yang kini memeras uangnya hanya untuk makanan. Chanyeol membantunya mendorong kereta belanja sedangkan ia memilih makanannya. Ia hanya membeli tiga belas bungkus mi ramen instant untuk malam ini. Dan ia juga membeli telur, tepung terigu dan bahan lainnya. Chanyeol tidak menyangka Tiffany akan belanja sebanyak ini. “Noona, maaf jika merepotkanmu..”

Tiffany yang mendengarnya tersenyum sedikit. “Oh iya, apa teman-temanmu itu menyukai Es Krim?” tanya Tiffany yang setelah selesai memilih bahan makanan. Chanyeol terlihat kebingungan. *Oh ya, aku lupa mereka adalah orang-orang aneh yang tidak mengetahui banyak hal. Bahkan kursi goyang saja mereka tidak tahu.* ucap Tiffany dalam hati. Kemudian ia mengajak Chanyeol ke sektor Es krim.

“Ambilah sebanyak dua belas, rasa apa saja.” Perintah Tiffany. Lalu ia mengambil Es krim rasa Stroberi dan memasukannya ke kereta. Chanyeol mengambil bungkusan benda dingin dari dalam freezer itu secara acak. Ia mengambil enam rasa, satu rasa ada dua buah. Setelah itu barulah mereka pergi ke kasir untuk membayar semuanya.

Baru kali ini Tiffany belanja sebanyak ini, sampai eco bagnya tidak muat. Jadi ia terpaksa harus menggunakan plastik dari supermarket untuk sisanya. Chanyeol membantu Tiffany membawa eco bagnya, sedangkan Tiffany hanya membawa plastik sedang berisikan tiga belas es krim aneka rasa itu. Kasirnya sempat heran karena Tiffany membeli sebanyak ini.

****

Shocked

 

“Apa itu benar, hyung?” Sehun bertanya ketika Luhan telah selesai menghubungi EXOtic. Ia telah mendengar percakapan Luhan bersama profesor. Jadi ini alasan Luhan menyendiri di atap. “Sehun!?” Luhan kaget ketika melihat Sehun tiba-tiba berdiri dibelakangnya, dengan tatapan tidak percaya. Luhan mendekati Sehun. “Entahlah, Hun. Memang benar ia adalah vampire, dan parahnya, anggota VampireShidae. Tetapi aku rasa ia tidak jahat..”

“Tapi, hyung..” Sehun tidak dapat percaya bahwa ‘noona’-nya setega itu. “Sudahlah. Aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, yang pasti kau jangan beritahu—“

“Terlambat, Luhan. Kau telah memberitahunya kepada kami.” Sebuah suara memotong ucapan Luhan. Betapa kagetnya ia ketika melihat Xiumin, Kris, Chen, Lay dan Tao dengan tatapan tajam yang meminta penjelasan secepatnya dari Luhan. Luhan menepuk keningnya sendiri. Tidak seharusnya ia menelpon EXOtic dan menanyakan anggota VampireShidae. Jika ia tidak melakukannya, pasti tidak akan jadi serumit ini.

Dari lantai bawah, Suho, D.O dan Baekhyun mendengar keributan. Mereka yang tengah mengobrol dan menunggu Chanyeol dan Miyoung noona untuk pulang terpaksa melihat keatas. “Ada apa ini?” tanya Suho.

“Hey! Kita harus SEGERA keluar dari rumah ini!” kata Xiumin sedikit sewot. Suho berusaha menenangkannya. “Tenang, tenang. Ada apa sebenarnya ini?”

“Ada apa? Gadis yang kau minta untuk tinggal dirumahnya itu adalah vampire!” jawab Xiumin emosi. Suho, D.O dan Baekhyun tentu saja heran, karena mereka datang terlambat. “Kalian jangan ngaco, dia bahkan tidak mempunyai perisai sama sekali. Kau masih ingat saat Luhan mengangkatnya dengan kekuatannya, kan, Xiumin?”

“Dia bisa me-non-aktifkan kekuatannya! Pokoknya, kita harus keluar dari rumah ini!”

“Lalu kita akan tinggal dimana, Xiumin? Lagi pula, Miyoung noona tidak terlihat jahat. Dan.. dia juga tidak mengetahui siapa dan apa tujuan kita kemari?”

Tanpa mereka sadari, Tiffany dan Chanyeol sudah sampai dirumah sejak beberapa menit yang lalu. “Hey, aku sudah kembali. Mari kita makan, bukankah kalian lapar? Omong-omong, ada keributan apa disini..?” tanya Tiffany ketika melihat ekspresi wajah mereka yang terlihat sedang tegang. Mereka seperti baru saja berdebat. Tidak ada jawaban dari mereka, membuat Tiffany semakin heran. Tadi mereka merengek meminta makanan, tetapi sekarang mereka justru bertingkah aneh seperti ini.

“Aku tidak ingin makan denganmu jika akhirnya aku juga yang akan dijadikan santapan makan malammu, noona.” Perkataan itu membuat Tiffany terkejut. “A…apa maksudmu, Xiumin?” tanya Tiffany, menyembunyikan perasaan takutnya. Xiumin tersenyum sinis, “Tidak usah berpura-pura begitu, noona.” Seketika, Tiffany merasakan seluruh tubuhnya mendingin, padahal, malam ini tidak begitu dingin. Lama kelamaan, dingin yang dirasakannya semakin parah, ia merasa tubuhnya akan membeku. Apa yang sebenarnya terjadi…….

“Yeol! Tolong, tubuhku membeku….” ucap Tiffany lemas. Wajahnya semakin pucat. Chanyeol, dan yang lainnya tahu bahwa ini adalah perbuatan Xiumin. “Xiumin, hentikan! Ini berlebihan!” Suho menggertak. “Biarlah! Nanti juga dia akan menggunakan kekuatannya untuk menyelamatkan dirinya.” Tetapi setelah beberapa saat, tidak ada pergerakan sedikitpun dari Tiffany. Yang ada justru tubuhnya ambruk. “APA YANG KAU LAKUKAN, XIUMIN!? BODOH! LIHATLAH DIA SEKARANG! APA ITU YANG KAU SEBUT MENYELAMATKAN DIRI, HAH!?” Suho tidak dapat mengontrol emosinya lagi. Baru kali ini anggotanya bersikap kekanak-kanakan.

Tanpa disuruh, Chanyeol membawa Tiffany ke kamarnya. Ia dapat merasakan tubuh Tiffany yang sangat dingin. Suho menyusul Chanyeol. Jika ia terus berada diatas sana, ia yakin ia dapat melakukan hal-hal yang tidak di inginkan. “Kau tahu? Ini pertama kalinya aku melihat Suho hyung semarah itu..” celetuk Sehun, memperburuk suasana.

****

HUAAAAH ;___; akhirnya chapter tiga di publish juga~ Mianhae kalo aku ngepostnya kelamaan T_T aku ada ujian dua minggu berturut-turut soalnya /curhat/

Tapi semoga readers suka ya sama ceritanya hehehe^^ jangan lupa komentarnya J

86 Responses to “Vampire and Aliens (Chapter 3)”

  1. rah February 1, 2014 at 10:37 pm #

    deuh, ngga kebayang dh tinggal sama 12 namja tampan,
    koreksi, sangat tampan..
    aigoo..,

  2. NuKho March 22, 2014 at 5:45 pm #

    Saking okenya, Bingung mau komen apa. Lanjut aja dulu yah :))

  3. NuKho March 22, 2014 at 5:51 pm #

    Akhirnya identitas tiffany terungkap. Jadi tegang gini nih..
    Next dulu

  4. JihaanXOXO May 31, 2014 at 5:00 pm #

    Daebak. Sekian kak wkwkw

  5. shinminri30 August 31, 2014 at 2:21 pm #

    Wah mkin tgang dah bcany…
    Akhrny identita$ fanny kebongkar..
    Keren deh eon…

Trackbacks/Pingbacks

  1. Recommendation Fanfics | 。 - April 26, 2013

    [...] Teaser || 1 || 2 || 3 [...]

  2. Vampire and Aliens (Chapter 4) | FFindo - April 28, 2013

    [...] Teaser >>  Chapter 1 >> Chapter 2 >> Chapter 3 [...]

  3. Vampire and Aliens (Chapter 5) | FFindo - May 23, 2013

    […] >>  Chapter 1 >> Chapter 2 >> Chapter 3 >> Chapter […]

  4. Vampire and Aliens (Chapter 2) | FFindo - May 24, 2013

    […] Pingback: Vampire and Aliens part 3 | FFindo […]

  5. Vampire and Aliens (Chapter 1) | FFindo - May 24, 2013

    […] Chapter : Chapter 2 , Chapter 3 , Chapter 4 , Chapter […]

  6. Vampire and Aliens (Teaser) | FFindo - May 24, 2013

    […] Chapter : Chapter 1 , Chapter 2 , Chapter 3 , Chapter 4 , Chapter […]

  7. Vampire and Aliens (Chapter 6) | FFindo - June 1, 2013

    […] 1 >> Chapter 2 >> Chapter 3 >> Chapter 4 >> Chapter […]

  8. Vampire and Aliens (Chapter 7) | FFindo - June 20, 2013

    […] 1 >> Chapter 2 >> Chapter 3 >> Chapter 4 >> Chapter 5 >> Chapter […]

  9. Vampire and Aliens (Chapter 8) | FFindo - January 30, 2014

    […] 1 >> Chapter 2 >> Chapter 3 >> Chapter 4 >> Chapter 5 >> Chapter 6 >> Chapter […]

  10. Vampire and Aliens (Chapter 9) | FFindo - February 3, 2014

    […] 1 >> Chapter 2 >> Chapter 3 >> Chapter 4 >> Chapter 5>> Chapter 6 >>Chapter 7 >> Chapter […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 20,723 other followers

%d bloggers like this: