Love Story of The Sleepaholic [ Part 6B : Still Insomnia ]

3 May

Love Story Of The Sleepaholic

Title :

Love Story of The Sleepaholic

 

Author : Citra Pertiwi Putri / citrapertiwtiw

 

Genre : Romance, Fantasy, a little bit Comedy

 

Rating : PG15 – NC17

 

Main Casts :

‘A Pink’ Son Naeun

‘INFINITE’ L / Kim Myungsoo

 

Other Casts :

‘ BtoB’ Lim Hyunsik

‘ Hello Venus’ Yoo Ara

‘ Block B’ Ahn Jaehyo

‘ A Pink’ Park Chorong

‘ A Pink’ Yoon Bomi

‘ A Pink’ Hong Yookyung

‘ A Pink’ Kim Namjoo

‘ Miss A’ Suzy

 

Type : Chaptered

 

Cerita Sebelumnya :

Myungsoo menganggap apa yang telah ia lakukan bersama Naeun di atas mobil saat berada di depan rumah Ibu Hana itu hanyalah mimpi belaka karena saat itu ia memang mabuk berat. Hal ini membuat Naeun -yang sudah berniat membalas cinta Myungsoo- merasa kecewa, gadis itupun berusaha untuk membuat Myungsoo sadar bahwa yang mereka lakukan bukanlah mimpi.

Sementara itu, Myungsoo juga harus menghadapi masalah yang amat berat. Ia terpaksa berpacaran dengan dua yeoja sekaligus demi melindungi keberadaan Naeun. Suzy dan Ara, dua yeoja itu. Mereka memang menjadi saksi mata saat Myungsoo dan Naeun berada di klub saat itu. Untuk merahasiakannya, Myungsoo harus menjadi pacar mereka.

Agar keberadaan Naeun tidak semakin dicurigai, Myungsoo terpaksa memindahkan Naeun untuk tinggal di tempat lain. Tempat yang tidak biasa bagi Naeun, karena ia harus tinggal di kost khusus laki-laki.

Kira-kira apakah Naeun sanggup tinggal di kost tersebut? Apakah Myungsoo punya cara lain agar ia dan Naeun bisa hidup dengan nyaman tanpa ancaman Suzy dan Ara?

Dan.. apakah Naeun benar-benar menyatakan cintanya pada Myungsoo? Ataukah itu hanya mimpi Myungsoo lagi?

 

Selengkapnya lihat di :

Part 1 : Bad Girl Side, Mysterious Sunbae, and An Unusual Drug

Part 2 : The Curse is Beginning

Part 3 : Stay Together!?

Part 4 : My New Life is Beginning

Part 5 : Love Alert !

Part 6A : Insomnia

 

NB : Dengan berat hati author ingin memberitahu bahwa, setelah part ini author akan hiatus selama beberapa minggu karena jadwal ulangan kenaikan kelas author dipercepat. Author sendiri belom tau sih kapan tepatnya bisa hiatus, kalo jum’at depan gak update, itu artinya author udah mulai hiatus. Harap maklum yaa.. author kan masih SMA, masih unyu-unyu (?) *apa hubungannya -_-*

Enjoy yah untuk part ini !! ^^

 

***

 

Author POV

 

Pagi itu sehabis mandi Myungsoo memandangi badan atletis dan wajah gantengnya di depan kaca. Pikirannya melayang, memikirkan Naeun yang saat ini ia tinggal sendirian di kost khusus laki-laki. Sepulang mengantar Naeun dari kost itu Myungsoo sama sekali tidak bisa tidur di apartemennya, ia gelisah dan tentu saja merasa bersalah pada Naeun.

Perlahan namja itu memegang bibirnya yang sedikit jontor (?). Aneh tapi nyata, bukannya kesakitan, namja itu malah mehe-mehe ganteng. Sebenarnya apa yang terjadi?

 

Little Flashback, 04.15 AM

 

“ Ak.. aku.. aku juga.. aku juga..”

“ Mwo?”

“ Y..ya..ya.. aku juga..”

Naeun mengeryitkan jidatnya, ia kebingungan melihat Myungsoo yang tiba-tiba bertindak abnormal, namja itu memejamkan matanya dan komat-kamit sambil memonyong-monyongkan (?) bibir seksehnya.

“ Naeun..”

“ Ap..apa!?” Naeun jadi sedikit takut, gadis itu perlahan mundur karena Myungsoo semakin mendekatinya.

“ Aku juga, Naeun. Aku juga..”

TEPLAK!!! (?)

Dengan terpaksa Naeun menggeplak (?) bibir Myungsoo yang masih monyong-monyong gajelas itu. Ia trauma dengan ciuman mereka waktu itu, Myungsoo benar-benar ganas dan liar bahkan membuatnya hampir sesak nafas. Parahnya, namja itu tidak mengingat perbuatan nista mereka. Naeun tidak mau hal itu terulang lagi.

Saat itu juga, Myungsoo langsung membuka matanya karena terkejut dan kesakitan. Namja itu panik mendadak.

“ Sial, aku kira beneran!” namja itu menjitak kepalanya sendiri, ia salah tingkah. Rupanya ia hanya mengkhayal sejak tadi, kenyataannya Naeun sama sekali tidak menciumnya apalagi menyatakan cinta padanya.

“ Sunbae, kau mabuk lagi?” tanya Naeun pelan.

“ Hah? A… tidak!! Sudahlah, aku pulang.” Myungsoo segera berbalik dan keluar dari kamar kost itu, meninggalkan Naeun yang terbengong-bengong dengan kelakuannya barusan.

 

Flashback off..

 

Yah, Myungsoo sadar bahwa seganteng apapun wajahnya sepertinya Naeun sama sekali tidak menaruh perasaan padanya.

“ Hah, hidup ini gak adil. Gue udah ngurus Naeun, ngasih dia tempat tinggal. Bikin dia naksir dikit kek sama gue..” Myungsoo curcol sama tembok (?)

 

Sebenarnya hari ini Myungsoo benar-benar malas kuliah, rasanya ia ingin sakit mendadak saja. Pasalnya, ia terlanjur harus menuruti permintaan Suzy untuk jalan-jalan sepulang kuliah, padahal sore itu juga ia harus bekerja di café. Kalau Ara menjemputnya lalu mencarinya bagaimana? Myungsoo harus bilang apa?

Duh, gini nih kalo jadi playboy dadakan, kagak ada bakat apalagi pengalaman.

Dengan setengah hati namja itupun bersiap-siap ke kampusnya, ia berusaha melupakan Naeun untuk sementara waktu, ia yakin Naeun bisa menjaga dirinya di kost itu, walaupun satu pertanyaan sejak tadi muter-muter di kepala Myungsoo.

 

“ Apakah sekarang Naeun sudah bangun tidur?”

***

 

Jawabannya.. belum ._.

Nona Sleepaholic bernama Son Naeun itu masih terlelap cantik di lantai kostnya, ia hanya tidur beralaskan tikar karena rasanya lebih adem (?) daripada di tempat tidur, apalagi kipas angin di kostnya konslet dan gak bisa nyala.

“ Heh, bangun!!”                           

“ YAAA.. L sunbae, diamlah..”

Chorong yang saat itu sudah datang terheran-heran, jelas-jelas dia yang bangunin kenapa Naeun kira dia Myungsoo? Emang suara dia dengan Myungsoo sama? Meneketehe ._.

“ Heh!! Aku Ch….”

“ Kyaaa!!! L sunbae, kubilang nanti saja..~ aku belum siappp..” lagi-lagi Naeun nyerocos dalam tidurnya.

“ Son Naeun, akuuu…”

“ Aaaaaa!! L sunbae, mengapa kau tampan sekali?? Aku tidak kuat, ouh.. ah..ah..” (?)

“ Anjir, kayaknya mimpi mesum ni anak -__-“ Chorong makin bingung, seandainya saja ia bisa memegang benda, ia pasti sudah mengambil gayung atau ember untuk menyiram sang nyai kampus yang sejak tadi ternyata mimpi ber-ehem-ehem ria (?) dengan namja gunung es itu.

Oke, tetapi Chorong mengerti sekarang. Ia juga pernah mengalami nasib yang sama seperti Naeun, dikutuk selama tiga bulan, tidak bangun-bangun dan membuat banyak orang merasa ilfil. Tetapi setidaknya ia tidak mengalami masalah besar seperti Naeun sekarang. Hidup terlunta-lunta (?) bersama sunbae gunung es ganteng yang sekarang tega meninggalkannya di kost khusus namja. Chorong tidak bisa membayangkan bagaimana nasib Naeun mulai saat ini.

 

“ Begini naaaasib, jadi bujangan.. kemana-mana, tiada orang yang melaraaaang~” (?)

 

“ Anjir, merdu banget. Suara siapa tuh??” Chorong terkejut karena ia mendengar senandung dangdut yang amat cetar dan membahana(?) dari luar kamar kost. Makhluk halus cantik itupun meninggalkan Naeun yang masih ngorok, ia mendekat ke pintu untuk mengintip siapa pemilik suara emas itu.

“…hah!!????” seketika itu juga Chorong menganga saat ia berhasil menangkap sosok si pemilik suara emas yang sedang berjalan menuju sumur dengan bertelanjang dada itu.

Woohyun, pelukis latah itu!

“ Huaaa.. dia ngekost disini juga..~” mata Chorong berbinar-binar, matanya tak berkedip menatap Woohyun yang lagi nimba air di sumur itu.

“…duh, lagi nimba aer aja kece, badannya sixpack lagi.. duh.. Victoria sialan, hidupin gua lagi kek, gua pengen jadi istrinyaaa..”lirih Chorong. Sepertinya ia memang sudah jatuh cinta pada Woohyun meski baru bertemu satu kali saja.

BRAK!!

“ Eh ember ember lu monyong ember emberr…!!”

“ Yaelah, lagi keren malah latah -__-“ Chorong cuma bisa geleng-geleng jidat karena latah Woohyun kumat gara-gara embernya jatoh.

***

 

“ Hah??? Jadi Woohyun tinggal disini juga!? Mana???” saat bangun tidur Naeun terkejut ketika Chorong bercerita soal Woohyun yang ia temui tadi pagi.

Chorong mengangguk, “ Tadi pagi dia ke sumur deket situ. Terus aku liat dia pergi. Pasti dia kerja di mall!! Ayo kita ke mall, aku pengen ke stan lukisnyaaa..” rengek Chorong.

“ YA! Kau ini, bukankah kemarin kau sudah ke sana?”

“ Tidak, kemarin aku tidak jadi kesana. Aku gagal mencuri ramuan milik Victoria. Tapi hari ini aku berhasil mencurinya, jadi kita bisa kesana! Ayolah..”

Naeun menggeleng, “ Aku tidak bisa keluar dari sini. Kalau mau keluar harus ngehubungin Myungsoo sunbae dulu..”

“ Oh, iya yah. Ck, rempong amat. Kenapa coba kau harus tinggal di kost khusus namja seperti ini?? Ini kan bahaya!” sungut Chorong.

“ Aku juga tidak mengerti.. biarlah, aku tidak berani protes. Setidaknya Myungsoo sunbae masih peduli padaku..”

Chorong manggut-manggut, setelah itu ia memperhatikan keadaan kost yang Naeun tempati saat ini.

 

“ Eh, ngerasa gak sih kalo bangunan kost ini jadul banget? Gagang pintunya aja kayaknya antik banget..”ucap Chorong tiba-tiba.

Mata Naeun membelo seketika, kalau ada kata ‘jadul’ dan ‘antik’, tentu saja pikirannya langsung tertuju pada Jaehyo. Ah, tidak.. semoga saja tidak ada hubungannya dengan omongan Chorong barusan.

Tapi kayaknya ada hubungannya deh ._.

“ Apa jangan-jangan kost-an ini punya keluarga pacarmu yang absurd itu?” tebak Chorong.

Tuh kan, pasti ada hubungannya ._.

“ Hah?? Gak lah, gak.. gak mungkin. Jaehyo gak pernah cerita padaku kalau keluarganya punya kos-kosan.” Naeun segera menyanggah.

“ Siapa tau aja belom pernah cerita.”

“ Duh, gak mungkin ah!”

“ Firasat makhluk jadi-jadian kayak gue biasanya bener, lho.” Chorong ngotot, ia berdiri dan mencari-cari sesuatu hingga ia menemukan sebuah tulisan tertempel di pintu kostnya.

“…nah kan!!”seru Chorong tiba-tiba.

“ Apaan?” tanya Naeun bingung, ia segera menghampiri Chorong yang kini menunjuk-nunjuk tulisan yang ia temukan. Sebuah tulisan yang diukir sejadul rupa (?) di pintu kost tersebut.

“ Ahn.” Chorong membaca tulisan yang hanya terdiri dari tiga huruf itu, “…marga pacarmu yang absurd itu Ahn kan?”

Naeun menggangguk, “ Tapi.. tapi ini belum bisa jadi bukti! Banyak keluarga yang marganya Ahn!”

“ Hmm.. yaa..yaa. tapi keluarga Ahn mana lagi yang absurd dan tergila-gila sama benda-benda antik selain keluarga Ahn Jaehyo??”

“ Park Chorong, jangan membuatku takut.” Naeun jadi gelisah sekarang, bagaimana jika Chorong benar? Bagaimana jika kost yang sekarang ia tempati benar-benar milik keluarga Jaehyo?

****

 

04.15 pm..

 

“ OpPaa!!!! 4nGkAt tELePonQu!!!”

“ YaAaAa!!! L suNbaE, aqu uDh 2 kali nelpOn. KnPa gK diAngk4t!?”

“ BeBeeebbb.. kMu mSih tiDur eaaa?? koQ smZqu gK dij4w4b seehhh???”

“ L oPpaa~ ! aQ 4j4 yG dTg kE apArtemeNdmu !! TunGgu eaaaa~~”

 

“ Anjir, tetes mata mana tetes mata..” Myungsoo kelabakan nyari obat tetes mata di laci mejanya. Sms Suzy dan Ara balapan masuk ke ponselnya. Bukan cuma karena ngerecokin, tapi isi smsnya yang sama-sama abstrak (?).

“…mimpi apa gua semalem pacaran ama cewek-cewek 4l4y..” batin Myungsoo sembari menetesi matanya dengan obat tetes mata, kalo begini terus lama-lama matanya bisa rusak ngebaca sms model begitu.

Setelah selesai mengistirahatkan matanya sejenak, Myungsoo segera bangkit dari tempat tidurnya dan bersiap-siap. Sore ini ia harus pergi dengan Suzy, ‘nyai kampus baru jadi’ itu memaksanya untuk ikut nemenin dia shopping, sementara nanti malam ia harus kerja di cafe dan mulai malam ini ia harus menjemput Ara. Amit-amit, sore-sore jadi mesin uang buat shopping, malem-malem kudu jadi supir gratisan, ngenes banget nasib namja ganteng naujubilah ini.

 

BRAK!!!

 

“ Oppa!!! Aku dataaang~!!! Yuuhuuuu!!!” tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dengan anarkis (?) disusul suara cempreng stadium sembilan membahana di apartemen Myungsoo.

Suzy datang.

“ Ck! Ngagetin aja!!” Myungsoo terkejut, namja itu buru-buru memasang bajunya, setelah itu ia buru-buru menemui Suzy sebelum gadis itu mengobrak-abrik (?) apartemennya.

Tetapi terlambat, Suzy dengan watadosnya sudah membuka-buka laci dan lemari Myungsoo. Dan gadis itu langsung pasang tampang >> o.O (?) ketika mendapati sesuatu yang emejing dari dalam lemari Myungsoo.

“ Oppa.. ini apaan!!!!????” tanyanya cempreng dengan emosi tertahan sembari menunjukkan sebuah bra berwarna hitam di depan wajah ganteng Myungsoo.

“ M..mampus gua..” Myungsoo pucet dan keringet dingin mendadak, ia hanya bisa mehe-mehe gajelas karena kebingungan.

“ Ini punya siapa oppa!!!????” tanya Suzy dengan nada lebih tinggi dari sebelumnya. Cempreng abis, kuping Myungsoo hampir soak ngedengernya.

“ Duh, Son Naeun kampret.. barang gituan pake acara ketinggalan segala..” sungut Myungsoo dalam hatinya, matanya sampe juling (?) karena kebingungan mencari alasan untuk membohongi Suzy.

“ J..jangan bilang barang ini punya Na…..”

“ YA!!! Bukan!!! Itu.. itu punya.. punya Hyorin SISTAR, eh..”

Tolol, tolol banget lo L. Makin murkalah Suzy, batin Myungsoo.

“ HAH!!?? Hyorin SISTAR!???”

“ Duh.. bukan.. itu..itu..” Myungsoo makin gelagapan, Suzy udah aba-aba pengen ngamuk, matanya udah gede segede biji salak (?), hidungnya kembang kempes, bibirnya gemeteran.

“ Grrrrr!!!!!! JAHAAAT!!!” jerit Suzy, ia melempar bra tersebut ke arah Myungsoo lalu pura-pura ngacir sambil mewek.

“ Duh.. wangi banget punyanya Naeun..” Myungsoo malah nyiumin bra itu sambil ngebayangin pemiliknya (?)

“…eh! Suzy!!!” Myungsoo baru nyadar, namja itu segera mengejar Suzy yang meninggalkannya. Jangan sampai Suzy marah besar karena bisa jadi ia membongkar kejadian di klub itu pada orang lain.

****

 

Akhirnya, setelah meminta maaf dengan birokrasi yang berbelit-belit (?), Suzy berhenti marah, meski ujung-ujungnya Myungsoo kudu rugi lagi karena ia harus membayar semua belanjaan Suzy nanti.

Mereka sudah ada di Seoul Mall, Suzy sudah mulai menjarah toko-toko mahal. Sementara Myungsoo gelisah karena ia mulai kepikiran dengan Naeun. Hari ini ia berjanji untuk datang ke kost, tetapi sampai saat ini ia belum juga datang ke sana, apalagi malamnya ia harus kerja di cafe, kapan ia bisa sempat menemui Naeun?

Pikiran Myungsoo mulai kacau, ia takut dan khawatir Naeun tidak bisa menjaga dirinya saat ini, apalagi gadis itu tergolong manja dan ceroboh.

Seharusnya sekarang ia menemui Naeun, bukannya menemani kegiatan boros Suzy. Namja itu segera memutar otaknya, memikirkan cara pamit pada Suzy untuk pergi.

Ah, susah. Mending kabur.

Dengan pelan tapi pasti, Myungsoo beringsut pelan menuju pintu keluar toko sepatu tempat ia berada sekarang, setelah berhasil keluar, namja tampan itu langsung berlari keluar dari mal, menyalakan mobilnya dan tancap gas menuju kost tempat Naeun berada.

***

 

“ Kipas anginnya konslet, semalaman aku tidur kepanasan. TVnya juga burem banget, yang jernih cuman indosiar doang, aku males nonton soalnya Tutur Tinular udah tamat (?). Dan dari tadi pagi perutku kosong!!! Kau sama sekali tidak meninggalkan ramen sebungkuspun disini! Untung aku bisa nahan laper. Kalo engga udah kuterkam kau dari tadi!!!! Trus.. trus juga.. ini.. anu…”

“ YAAAA DIAM!!! CIUM NIH!!”

Naeun pun langsung menutup mulutnya dan berhenti mencak-mencak di depan muka ganteng Myungsoo setelah namja itu mengancamnya. Gadis itu manyun dan hanya bisa mencibir.

“ Jadi dari tadi pagi kau belum makan?” tanya Myungsoo basa-basi.

“ Bukannya aku sudah bilang tadi!!?? Kau ini tuli atau ap…..”Naeun kembali diam setelah Myungsoo memelototinya.

“ Kajja. Kita makan sekarang. Pakai ini!” Myungsoo memakaikan topi dan syal pada Naeun lalu menarik gadis itu keluar dari kost.

Naeun menurut saja, ia berjalan di samping Myungsoo dan berusaha menyembunyikan wajahnya. Sesampainya di dalam mobil, gadis itu hanya diam seribu bahasa.

 

“ Naeun!! Naeuuuun!!!”

“ Apaan sih!!?” Naeun terkejut karena Chorong udah nongol aja di jok belakang.

“ Kenapa?” Myungsoo bingung karena lagi-lagi Naeun ngomong sendiri.

Naeun menggeleng saja,ia kembali menoleh ke arah Chorong, “ Ada apa!?”

“ Aku.. aku sudah cari tahu. Ternyata kostmu itu.. memang punya keluarga Jaehyo!!” jelas Chorong.

“ HAH!!?? CIYUS!!?? ENELAN!!?? MIAPAAHHHH!!??” Naeun terkejut, sesuatu yang ia takutkan ternyata menjadi kenyataan.

“ HEH GILA!! BERISIK!!! CIUM JUGA NIH!!” omel Myungsoo yang terkejut mendengar jeritan Naeun.

“ Cium aja cium, yang lebih hot dari kemaren..” Chorong ngomporin, tapi percuma aja karena namja tampan itu tidak mendengarnya.

“ Ck!! Bisa diam tidak!??” bisik Naeun sembari melotot ke arah Chorong.

“ Kau yang dari tadi tidak bisa diam!”balas Myungsoo.

“ Duh, bukan sunbae! Bukan..”

“ Lalu siapa??”

“ T..tidak ada.”

“ Dasar bodoh.”

Naeun malu setengah mati. Ketika ia menoleh kembali kearah Chorong, makhluk itu sudah tidak ada..

*

 

“ Pelan-pelan. Ntar keselek.”

EHEK!

“ Tuh kan, apa gue bilang.”

“ Lo sih ngomong mulu.”

“ Heh!!??” Myungsoo melotot lagi kearah Naeun yang masih asyik makan itu. Baru kali ini ia melihat gadis yang terbiasa hidup mewah makan dengan lahap sampe belepotan sana-sini, kayak belum makan sembilan bulan aja.

“ Oh iya, aku boleh ke apartemenmu sebentar gak nanti?” tanya Naeun kemudian.

“ Hah? Mau apa?”

“ Ng.. ada barang yang ketinggalan. Hehe.”Naeun mehe-mehe.

Myungsoo terdiam sejenak hingga akhirnya ia ingat benda yang Suzy temukan di apartemennya itu, namja itu jadi ikutan mehe-mehe juga.

“ Barang apaan?” pancing Myungsoo sembari tersenyum licik dengan gantengnya.

“ Ada lah pokoknya. Aku mau ambil nanti. Boleh kan?”

“ Tidak.”

“ YA!! kenapa!???”

“ Biar aku saja yang ambilkan, memangnya apaan?”

“ Tidak.. tidak. Jangan kau yang ambil, aku saja yang ambil nanti!”

Myungsoo menggeleng tanda tidak mengizinkan, Naeun mendengus kesal.

“ Dasar gunung es menyebalkan!!!!”

“ Baru tahu kalau aku menyebalkan? Kasian.”

“ -____-“

“ Sudah selesai kan makannya? Ayo, kuantar pulang.”

“ Andwae!!! Enak saja, lalu besok aku makan apa?? apa aku harus menunggumu datang lagi!?? Sekarang aku ingin ke mal, aku ingin belanja kebutuhan hidupku di kost itu.”ucap Naeun santai.

“ Mwo? heh, uangku sedang sekarat. Jangan sekarang.”

“ Sekarat? Dompet setebel kamus gitu kau bilang sekarat??” Naeun menunjuk dompet hitam Myungsoo yang ada di atas meja.

“ Sebentar lagi bakalan tipis.”jawab Myungsoo dongkol, mengingat ia harus membayar semua belanjaan Suzy nanti.

“ Mengapa begitu?”

“ Aku harus membayar semua belanjaan Suzy, eh..” Myungsoo keceplosan, ia baru sadar Naeun sama sekali belum tahu ia berpacaran dengan Suzy juga.

“ Suzy!!???”

Bener kan, Naeun kaget. Dengan terpaksa akhirnya Myungsoo menjelaskan bagaimana ceritanya sampai ia harus menjalin hubungan terpaksa dengan musuh Naeun itu.

Tangan Naeun mulai dingin, ia meremas-remas roknya sendiri. Pipinya juga sudah mulai panas, dan matanya mulai menghangat. Sepertinya sebentar lagi ia akan menangis.

“ Lo cemburu ya jeng? Wkwkwk, kacian..” Chorong tiba-tiba nongol di samping Naeun dan mempuk-puk(?) gadis itu.

“ Ada yang lebih dari itu.. pabo.”ucap Naeun pelan.

“ Apa?”

“ AKU KALAH TARUHAN!!!!!!!!! HUAAAAAAAA!!!!!!” Naeun gak tahan lagi, ia menangis sekeras-kerasnya, Myungsoo terkejut. Seisi depot (?) langsung menoleh kearah mereka.

“ HEH!! BODOH!!! DIAM!!” bentak Myungsoo, ia sudah malu setengah mati. Namun Naeun malah semakin mengeraskan tangisannya. Akhirnya Myungsoo segera menyeret gadis itu keluar dari depot.

*ini beneran makan di depot loh, wkwkw ._.v #authordihajar*

 

“ Heh! Diam!!!”

“ Huaaaa…~ sepuluh juta dari mana!!?? Huaaaaa..” Naeun masih saja menangis, ia tidak sadar kalau ia sudah membuat Myungsoo tahu soal taruhan itu. yaa.. walaupun sebenarnya Myungsoo sudah tahu duluan.

“…sunbae, pinjem duit sepuluh juta.. pinjeeeem.. sebelum Suzy nagih ke Bomi, Yookyung dan Namjoo.. hiks.. hiks..” Naeun tiba-tiba memohon-mohon pada Myungsoo.

“ Ye!!!! Masa iya yang jadi objek taruhan malah minjemin duit ke yang bikin taruhan. Geblek bener.”sungut Myungsoo, “…tanggung sendiri!! Siapa suruh taruhan segala hah!?”

“ Huaaaaa.. kumohoooon~” Naeun semakin memelas, tangisannya sampe tidak terdengar lagi saking kejernya.

Myungsoo terus menggeleng, kali ini ia tidak bisa kasihan pada Naeun karena ia juga jadi korban taruhan. Satu sisi ia juga bersumpah akan memutuskan Suzy secepatnya jika sudah punya jalan keluar, ia benar-benar tidak terima dengan taruhan yang telah dibuat Suzy dan Naeun. Myungsoo merasa ia terlalu ganteng untuk dijadiin barang taruhan, author juga ngerasa gitu (?)

BLUK! (?)

Karena kelelahan menangis, Naeun akhirnya tertidur.

Myungsoo hanya bisa geleng-geleng kepala. Ia bingung harus berbuat apa. Haruskah ia membenci Naeun karena taruhan itu?

Sulit rasanya. Seandainya Naeun tahu, perasaan Myungsoo lima belas tahun yang lalu masih sama seperti sekarang..

***

 

“ Dimana aku?”

Naeun panik dan kebingungan, suasana sekitarnya gelap gulita. Ia membuka jendela mobil dan ia baru sadar ternyata ia berada di dalam gedung parkir.

“ Lah si gunung es mana?” Naeun heran karena Myungsoo tidak ada di dalam mobil.

“…oh, pasti sedang menemani Suzy belanja..”ucap Naeun lemas, “…trus aku ngapain disini?? Hih, dasar sunbae gila!”

Setelah menimbang-nimbang beberapa saat, Naeun pun turun dari mobil dan dengan nekat memasuki mall. Ia segera berjalan menuju satu tempat, yaitu stan lukis Woohyun.

 

“ Hai, kau datang lagi!” Woohyun tersenyum cerah saat melihat Naeun datang.

“…hai, kau juga..” Woohyun menyapa seseorang yang juga berdiri di samping Naeun.

“ Heh!? Sejak kapan kau mengikutiku!?” Naeun terkejut karena baru tahu ada Chorong disampingnya.

Chorong langsung menginjak kaki Naeun, “ Jangan banyak bicara! Paham!?”

Naeun mengangguk pasrah, ia kembali pada Woohyun.

“ Sedang sibuk ya?” tanya Naeun basa-basi.

“ Ah, tidak juga. Pengunjung gak terlalu banyak hari ini.. silahkan duduk.”kata Woohyun.

Naeun dan Chorong pun duduk di depan Woohyun, tak butuh waktu lama untuk mereka mengobrol dengan akrab, meski Naeun lebih keseringan jadi obat nyamuk. Woohyun keasyikan ngobrol dengan Chorong yang ternyata bisa juga jadi manusia sok asik kayak Hyunsik (?) *ini Hyunsik pake dibawa-bawa -_-*

“ Duh. Haus ih.” Naeun mencoba menghancurkan obrolan Woohyun dan Chorong.

“ Eh haus eh haus haus..” Woohyun kaget dan otomatis latahnya kumat, Naeun mehe-mehe, Chorong mendengus kesal.

“ Haus ya minum. Rempong amat.”ucap Chorong sinis,ia memang paling tidak suka jika ada orang yang memotong obrolannya dengan seorang namja.

“ Tapi galonnya habis. Beli jus gih. Keluar dari sini belok kiri ada tempat jus. Ini uangnya.”dengan baik hati Woohyun mengeluarkan uangnya, sekarang Naeun dan Chorong yang pelotot-pelototan karena saling tunjuk untuk beli jusnya kesana.

“ Lo aja yang beli sana.”bisik Naeun.

“ Enak aja, gue lagi pedekate malah diganggu. Lo aja sana!”balas Chorong.

“ Elo!”

“ Elo!!!

“ Elooooo!!!!!!”

“ Eh elo eh elo elo..” Woohyun kebingungan karena dua cewek itu adu cingcong didepannya.

“ Tuh kan, malu-maluin aja lo. Buruan sana beli jusnya!” kata Chorong.

“ Ih! Kenapa harus gu…..”

“ Kalo gak mau kubunuh kau sekarang juga!”

“ Anjir, ngancem gak kira-kira. Yaudah gue!” dengan malas Naeun pun menerima uang dari Woohyun lalu berjalan keluar menuju tempat jus yang diberitahu oleh Woohyun.

“ Hahaha, dia sensitif ya..” Woohyun mehe-mehe.

“ Ah, biarin aja.”kata Chorong, “…eh.. tadi kita ngobrol sampe mana?”

“ Ng..tadi kamu nanya kan sejak kapan aku jadi pelukis.”

“ Oh! Iya.. nah, memangnya sejak kapan?”

“ Hmm.. aku hobi ngelukis sejak kecil sih. Tapi kalo kerja jadi pelukis, baru-baru ini. Baruuuu banget.”

“ Emang sebelumnya kau kerja apa?”Chorong kepo, biar aja, ia harus tahu banyak soal Woohyun sebelum ia benar-benar mengencani namja itu.

“ Hmm.. aduh.. aku malu sih bilangnya.”

“ Yah, kenapa? Bilang aja. Gapapa kok!”

“ Dulu sebelum jadi pelukis, aku jualan. Soalnya dari kecil udah yatim piatu, jadi ngehidupin diri sendiri..”

“ Mwo?? jualan?? Ah, eh.. jualan apa?”

“ Duh, aku malu bilangnya.”Woohyun mehe-mehe lagi.

“ Duh, santai aja lagi. Emang jualan apaan??”

“ Martabak.”

“ HAH!!? Martabak???”

“ Eh martabak iya martabak.. martabak..” Woohyun latah lagi, “…tapi sebentar doang, aku nekat jualan. Pas pertama kali bikin martabak ternyata aku gak sadar kalo martabak yang aku bikin itu beracun. Cewek yang ngebeli martabak aku itu sampe meninggal masa, hiks..hiks..” Woohyun mewek sekarang, cengeng juga jadi cowok.

Chorong ternganga-ngingi, akhirnya ia tahu sekarang kalau ternyata…

Woohyun yang bikin Hayoung meninggal.

Waow, emejing ._.

******

 

“ Zzzz..”

Karena kelamaan nunggu jusnya, Naeun ketiduran di tempat jus dimana ia berada sekarang. Namun belum berapa lama ia tertidur, ia bangun kembali ketika mendengar tiga suara khas di telinganya.

Ya, untuk kedua kalinya Naeun bertemu lagi dengan Bomi, Yookyung, dan Namjoo. Ketiga sahabatnya itu datang ke kedai jus tersebut dan duduk tak jauh dari Naeun.

“ Huaaa.. Bomi.. Yookyung.. Namjoo.. aku kangen kalian..” lirih Naeun, kapan lagi ia bisa berkumpul dengan tiga sahabatnya itu?

 

“ Lo bawa berapa?” terdengar suara Bomi memulai pembicaraan.

“ Cuman bawa dua juta, ini aja aku udah mecahin celengan kambingku (?)” kata Namjoo sembari mengeluarkan dua gepok uang dan meletakkannya di atas meja.

“ Aku malah cuman bawa sejuta -_-“ucap Yookyung sembari meletakkan segepok uang di atas meja.

“ Yaelah! Padahal elo kan yang paling tajir di antara kita!” protes Bomi.

“ Pasti lo ketahuan pacaran sama penyanyi dangdut itu kan makanya elo gak dikasih duit sama ortu elo.”kata Namjoo sotoy.

“ Heh!! Sotoy!” Yookyung langsung menoyor kepala Namjoo, “…ini gak ada hubungannya ama bebeb Sungyeol gue.”

Berdasarkan percakapan itu bisa ditarik kesimpulan bahwa ternyata Sungyeol jadi penyanyi dangdut di ff ini -__-v

“ Terus kenapa cuma bawa sejuta!?”tanya Bomi.

“ Gue juga ga ngerti. Gue udah bilang ke ortu gue minta sepuluh juta, eh cuman dikasih segini. Kata mereka sejuta ama sepuluh juta sama aja, cuman beda angka 0nya aja.”jawab Yookyung.

“ Lawak banget ortu lo -__-“

“ Terus begimane dong?? Bbom, lo bawa berapa?” tanya Namjoo.

“ Gue.. gue cuman bawa lima ratus ribu ._.”

“ Yeee, makin parah -_-“

“ Terus gimana?? Kita kudu cari uang kemana?? Gue takut Suzy tiba-tiba beneran bawa L sunbae kesini, artinya bener kan Naeun kalah taruhan.”

“ Masalahnya kenapa mesti kita yang harus nanggung uang 10 juta itu!? hiks..”

“ Yang lebih masalah lagi kenapa L sunbae mau aja pacaran sama Suzy? Habis kesamber petir apaan tu gunung es sampe konslet begitu.”

 

Benar dugaan Naeun, Suzy lagi-lagi membebankan sahabat-sahabatnya untuk membayar uang kekalahan taruhan itu. benar-benar keterlaluan. Seandainya bisa ia akan mendatangi Suzy sekarang juga, tapi posisinya benar-benar tidak memungkinkan ia untuk berbuat apa-apa.

 

“ Hmm.. gua ada ide.”kata Namjoo tiba-tiba.

“ Ide apaan? Jangan lawak ye ._.”kata Bomi dan Yookyung.

“ Elah, gua serius. Gimana kalo kita minta uang aja ke Hyunsik oppa?”

EHEKK!!!!

Bomi dan Yookyung langsung keselek berjamaah, Naeun yang ikut nguping juga keselek walaupun sedang tidak makan apa-apa.

“ Heh! Seriusan??” Bomi dan Yookyung gak percaya dengan ide edan Namjoo.

“ Iye! Pasti dikasih, dia kan kakaknya Naeun! Lagian dia kan baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung, so pasti duitnya banyak dan dia bakalan ngasih 10 juta itu..”

“ Bener sih, tapi gimana caranya??”

“ Telpon gih telpon! Suruh kesini.”

“ Hah?? Suruh kesini?! Duh.. dadakan banget sih, tau gitu gue dandan maksimal di rumah tadi.”kata Bomi.

“ Ahayde! Bener, harusnya gue juga dandan di rumah tadi ._.”kata Namjoo.

“ Iya ih, ah dandan sekarang deh..” Yookyung mengeluarkan peralatan make upnya.

“ Yaelah, elu mah. Udah punya Sungyeol masih aja genit!”

“ Biar aja, gue kan setia. SEtiap TIkungan Ada ._.”

“ Ini kenapa jadi ngomongin Sungyeol?? Buruan telpon Hyunsik oppanya!!”

“ Oh iye!” Yookyung langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Hyunsik.

 

“ Halo…?”tak lama kemudian terdengar suara Hyunsik dari ponsel Yookyung yang sengaja di-loudspeaker. Naeun jadi sedih mendengarnya, ia benar-benar rindu dengan suara baritone kakaknya itu.

*

 

“ Ehm.. Hyunsik..”

Namja yang sedang sibuk menerima telepon itu jadi kebingungan.

“ Sms aja ya Kyung, oppa lagi ada urusan.”ucap Hyunsik pada lawan bicaranya di telepon, setelah itu ia menutup ponselnya dan kembali menoleh kearah seorang gadis yang masih berdiri di samping mobilnya.

“…ayo masuk.”ucap namja itu.

“ Hmm.. gak apa-apa nih?” tanya gadis itu.

“ Iya, daripada kau telat ke café nanti. Kajja, masuklah.”

Setelah berpikir sejenak, akhirnya gadis itu masuk ke dalam mobil Hyunsik. Wajahnya amat murung dan ia masih mengotak-atik ponselnya.

Yoo Ara, gadis itu. Sudah hampir setengah jam ia menunggu Myungsoo yang akan menjemputnya untuk pergi kerja bersama ke Infinite Café, tetapi namja itu tak juga datang. Tentu saja karena ia masih di mall menemani Suzy yang masih belum puas berbelanja.

Untung saja Hyunsik lewat dan bertemu dengannya bahkan menawarinya tumpangan.

“ Memangnya sedang menunggu siapa?” tanya Hyunsik sembari mulai menjalankan mobilnya.

“ L.”jawab Ara singkat.

“ Mwo..? oh, biasanya kalian berangkat bersama ya?”

“ Ng..nggak. baru kali ini aja mau berangkat bareng. Soalnya…”

“ Soalnya apa?”

“ Aku baru saja jadian dengannya.”jawab Ara dengan senyum mengembang di wajahnya.

“ H..hah???” raut wajah kece Hyunsik langsung berubah seratus delapan puluh derajat, entah mengapa perasaannya jadi sedikit kacau mendengar perkataan Ara barusan.

“…oh..jinjja? selamat kalau begitu.hehe.”ucap Hyunsik grogi.

Ara mengangguk, “ Oh iya, sebenarnya kau mau kemana?”

“ Hmm.. aku hanya keliling kota saja. Meski sudah lama hilang, aku masih ingin mencari Naeun.”

Ara tersenyum canggung, seandainya saja ia bisa menceritakan bahwa ia bertemu Naeun saat keluar dari klub itu. Tapi.. tidak. Ia sudah berjanji pada Myungsoo, kalau ia sampai membocorkannya pasti Myungsoo langsung memutuskannya.

“ Gomawo. Maaf merepotkan.”

Sesampainya di Infinite Café Ara langsung turun dan mengucapkan terimakasih pada Hyunsik. Namja itu mengangguk sembari tersenyum.

 

“ ANJIR!!!!! YOO ARA!!!! DIA DIANTER SAMA COWOK KECE ITU!!! AAAA!!! GAK RELAAA!!!!”

Terdengar suara pelayan-pelayan café histeris (?) melihat Ara turun dari mobil Hyunsik. Alhasil Ara langsung dikeroyok pas baru aja masuk café.

Hyunsik hanya bisa geleng-geleng kepala, namja itu menghela nafas panjang. Mencoba tenang dan menepis perasaannya. Mengapa ia begitu syok dan sedikit tidak terima saat mendengar Ara berpacaran dengan Myungsoo? Entahlah.

Drrtt..drrtt..

Tak lama ponselnya bergetar, sms dari Yookyung.

“ Oppa !! please.. dtg k Seoul Mall skrg, kt butuh bntuan. Naeun kalah taruhan sm Suzy dan dy hrs byr 10 jt skrg jg. Kt gk sanggup ngbayarnya.. jebal oppa, sebelum Suzy ngedatengin kita! :’(“

Jidat Hyunsik berkerut mendengarnya, karena masih tak mengerti ia langsung menelpon Yookyung.

“ Oppa!! Oppa!!” Yookyung kelabakan.

“ Yaaa.. ya.. taruhan apa??” tanya Hyunsik to the point.

“ Taruhan lama. Suzy sama Naeun pernah ngadain taruhan, siapa yang berhasil macarin L sunbae itu yang menang, yang kalah harus bayar 10 juta! Nah, si Naeun kalah. L sunbaenya udah jadian sama Suzy..~”jelas Yookyung singkat, padat, dan jelas.

“ HAH!!?? L???” tanya Hyunsik tak percaya, bukankah beberapa menit yang lalu ia baru saja mendengar kalau namja itu berpacaran juga dengan Ara?

“…aku akan segera ke sana. Tunggu.” Hyunsik pun mematikan teleponnya. Sebelum menjalankan mobilnya, namja itu menoleh sejenak kearah Infinite Café.

 

“…Yoo Ara, apa aku harus mengatakan kalau kau sudah dikhianati oleh L?”

**********

 

BRUK!!!

Myungsoo menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur, berkali-kali namja itu mencoba memejamkan matanya, tetapi selalu tidak bisa. Padahal jam sudah menunjukkan pukul satu pagi dan sebenarnya ia juga sangat kelelahan hari ini. Yah, pikirannya yang kacau membuatnya insomnia.

Suzy benar-benar menghabiskan seisi dompetnya, udah gitu Myungsoo juga yang harus ngebawain semua belanjaannya. Bener-bener jadi babu ganteng Myungsoo hari ini.

Tadi juga Myungsoo sempat adu cingcong dengan Naeun di telepon gara-gara gadis itu nekat turun dari mobil. Tapi ujung-ujungnya Naeun juga yang terpaksa ngalah dan pulang naik bus ke kost karena Myungsoo harus mengantar Suzy.

Saat ini Myungsoo merasa bersalah, benar-benar bersalah. Meski Naeun tahu ia menjadi playboy bukan karena keinginannya, tapi tetap saja Myungsoo merasa kasihan pada gadis itu, gara-gara Suzy dan Ara Naeun harus hidup menderita sekarang.

Malam ini Myungsoo benar-benar tidak bisa tidur karena memikirkan Naeun, ia ingin gadis itu ada di sampingnya sekarang juga. Ia lebih ingin Naeun menggodanya dan mengganggunya daripada harus merasa kesepian seperti saat ini.

***

 

“ Dasar gunung es nyebelin!!!!!! Awas!!! Awas aja kalo dia dateng kesini besok!!!!! Gak akan aku bukain pintu!!!!!!”

Naeun melempar tasnya ke sembarang tempat dan menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur dengan sekuat tenaga, tak lama setelah itu keluarlah air bening dari sudut mata indahnya. Ia benar-benar kesal pada Myungsoo, namja itu memarahinya di telepon barusan hanya karena ia nekat turun dari mobil saat di mall itu.

“ Dia cuma gak mau kamu diliat Suzy, kan bahaya. Ngerti dong.”bujuk Chorong yang udah nongol aja di samping Naeun.

“ Iya, tapi kan gak harus marah-marah juga!!” jawab Naeun kesal.

“ Mungkin dia sedang banyak pikiran. Ini juga gara-gara kau, kan? Seharusnya kau paham, Myungsoo sedang dalam masalah besar sekarang. Terpaksa pacaran sama dua yeoja demi melindungimu, kurang baik apa dia, huh?”

“ Aku tahu..” ucap Naeun sembari menghela nafasnya dengan berat, “…tapi aku gak sanggup hidup begini. Aku jadi terlalu bergantung padanya, aku harus menuruti semua kata-katanya. Sampai kapan aku harus begini?”

“ Sampai kau mati dua bulan lagi, nona Son. Ini sudah hampir satu bulan kau menjalani kutukanmu..”

“ Oh, iya.” Naeun ingat akan kutukannya, “…cabut saja nyawaku sekarang, aku sudah tidak sanggup hidup begini.”

“ Aku bisa melakukannya. Tapi kau pikirkan dulu baik-baik, kau tega meninggalkan Myungsoo yang sudah sedemikian sayang padamu?”

“ Entahlah.” Naeun semakin galau dan risau, “…ya sudahlah, aku tidak tahu harus berbuat apa sekarang..”

“ Lama-lama kau akan terbiasa kok tinggal disini. Sekarang tidurlah..”

“ Sebenarnya aku insomnia lagi..”

“ Mwo?? ya! ini sudah kedua kalinya, kalau sampai sekarang kau belum tidur juga besok kau akan tidur seharian.”

“ Biar saja.”

“ Jangan membantah. Kau harus tidur sekarang, bagaimana kalau besok Myungsoo datang dan kau tidak bangun-bangun juga? Gawat kalau dia mengira kau mati.”

“ Iyaaaa iya!” Naeun pun menurut, gadis itu segera memejamkan matanya. Namun ketika ia baru saja hendak tertidur, setetes air mengenai hidungnya.

“…ya!!! atapnya bocor!” pekik Naeun kesal, ia ingin minta tolong pada Chorong namun makhluk itu sudah menghilang.

“…ck!! Terpaksa tidur di atas tikar lagi..” Naeun pun keluar dari kamarnya dan tidur di depan TV sembari memeluk lututnya karena kedinginan, ia tidak punya selimut.

“…grrr.. dasar sunbae gunung es, gara-gara kau aku harus seperti ini!!” ucap Naeun kesal, ia sama sekali tidak bisa tertidur, udara amat dingin dan hujan amat lebat. Gadis itu juga mulai merasa ketakutan karena ia hanya sendirian. Bagaimana kalau tiba-tiba listrik padam? Kepada siapa ia harus meminta tolong? Bahkan keberadaannya disini saja benar-benar tidak boleh diketahui oleh orang lain.

BET!!!!

“ Aigooo!!!” Naeun terkejut. Lagi-lagi hal buruk yang ia takutkan terjadi. Listrik padam dan suasana kostnya menjadi gelap gulita.

“…tenang..tenang Son Naeun.. tenang..” gadis itu berusaha menenangkan dirinya, meski rasanya hendak menangis sekeras-kerasnya karena ketakutan. Apalagi ketika mendengar suara petir sambar menyambar, ia takut jika tiba-tiba muncul hantu di belakangnya atau mungkin di sampingnya. Yah, efek keseringan nonton film horor sih.

“…hiks..”

Naeun menangis lagi, namun ia tahan suaranya sebisa mungkin. Ia memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur meski air matanya terus menerus keluar. Ia benar-benar ketakutan.

 

Hingga beberapa menit setelah itu, seberkas cahaya lilin muncul dari arah pintu dan menghampiri Naeun.

Perlahan Naeun membuka matanya. Gadis itu terbelalak tak percaya.

“ L sunbae…?!” ucapnya terkejut.

“ Sstt..” Myungsoo meletakkan jarinya di bibir Naeun, “…jangan berisik. Tidurlah. Jangan takut, aku disini.”

Naeun tersenyum, ia mengangguk dan memejamkan matanya. Seketika itu juga tubuhnya terasa hangat dan nyaman, Myungsoo memeluknya dengan erat.

 

“ Mianhae, Son Naeun. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi, aku janji..”

 

_To be Continued_

 

Gamsahamnida sudah membaca part ini ^^

Author minta maaf apabila part ini mungkin kurang memuaskan dan terlalu panjang, author melanjutkannya dalam keadaan sakit. Hiks :’( *yaelah curcol -_-*

Dannn.. karena part ini panjang, author harap komen readers juga panjang ya, author suka sama komen yang panjang-panjang, wkwkwk *ngerayu -_-*

Okay! Comment dan Like amat sangat diharapkan!! Semoga gak ada silent readers yaa :’)

Sampai bertemu di part selanjutnya!! ^^

 

Next >> Part 7 : First Date

257 Responses to “Love Story of The Sleepaholic [ Part 6B : Still Insomnia ]”

  1. dee May 10, 2014 at 10:42 pm #

    oke fix. Ceritanya seru badai. Kshan L harus jadi playboy.

  2. Evilrha95 June 1, 2014 at 6:09 pm #

    Duuh akku suka kalo pas bagian tiga sahabat naeun itu lagi curcol.
    Bomi namjoo yookyung mereka itu aduh lawak baget..Kkk
    Ga di two handsome ga di ff ini sungyeol ga pernah jauh jauh yhe sama yang namane dangdut.Kkk
    Emang pas sih tuh sungyeol doyan sama dangdut mukane emang pas..*digetoksungyeol
    Kasihan yhe myungsoo idupnye di kintilin(?) duo yeoja yang smsnye bikin mata juling mendadak yhe.
    Aku yang baca aje ampe pusing jedut jedut gmane ame yang nulis thu..
    Udah juling semua kali matanye author..Kkk
    Etdah byuset ternyata yang jualan martabak beracun itu woohyun. -_-
    Pelukis latah yang emejing markotop.
    Duh so sweet bget adegen terakhir myungeun.
    Meski sempet aduh cincong tpi myungsoo tetep ga tega sama naeun.
    Secara kan myungsoo syang naeun..
    Aiih..

    Salaammm somplaakkk…

Trackbacks/Pingbacks

  1. Love Story of The Sleepaholic [ Part 7 : First Date ] | FFindo - May 10, 2013

    […] Part 6B : Still Insomnia […]

  2. Love Story of The Sleepaholic [ Part 8 : Unforgettable Things ] | FFindo - May 17, 2013

    […] Part 6B : Still Insomnia […]

  3. Love Story of The Sleepaholic [ Part 9 [PRE-FINAL] : Last Date? ] | FFindo - May 24, 2013

    […] Part 6B : Still Insomnia […]

  4. Love Story of The Sleepaholic [ Part 10 [FINAL] : Wake Me Up with Your Love ] | FFindo - June 7, 2013

    […] Part 6B : Still Insomnia […]

  5. [FICLET] The Adorable One ( little sequel of Love Story of The Sleepaholic ) | FFindo - June 14, 2013

    […] Part 6B : Still Insomnia […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 20,458 other followers

%d bloggers like this: