Vampire and Aliens (Chapter 6)

VampireAndAliensCover

Title                       : Vampire and Aliens Chapter 6

Author                  : puwakantiiw

Genre                   : Fantasy, AU, etc. [find by reading;)]

Rating                   : Teenager

Length                  : Chaptered

Cast                       :

  • SNSD’s Tiffany
  • EXO’s Suho
  • EXO’s Kris
  • EXO’s Xiumin
  • EXO’s Luhan
  • EXO’s D.O
  • EXO’s Baekhyun
  • EXO’s Chen
  • EXO’s Chanyeol
  • EXO’s Lay
  • EXO’s Tao
  • EXO’s Kai
  • EXO’s Sehun
  • Super Junior’s Siwon

Disclaimer           : *THIS IS MADE FROM MY OWN IDEA, DO NOT COPY OR CLAIM* and don’t be a silent reader;)

Previous              :

Teaser >> Chapter 1 >> Chapter 2 >> Chapter 3 >> Chapter 4 >> Chapter 5

***

Leaving Home

 

 

*Ada apa ini?*

 

Itulah yang dipikirkan oleh Siwon saat ia melihat ada dua belas orang pria yang tidak ia kenal sedang duduk dan bercengkrama dengan Miyoung. Tanpa perlu berbicara, Miyoung sudah mengetahui apa yang akan ditanyakan oleh Siwon. Sudah terlihat jelas dari ekspresinya.

 

Miyoung berdiri dari meja makan kemudian menarik lengan Siwon pelan. Ia membawanya ke atap, yang merupakan tempat kesukaan mereka. Mungkin ini akan menjadi yang terakhir kalinya untuk Siwon dapat bersama Miyoung di atap yang biasanya mereka gunakan untuk melihat bintang bersama.

 

Setelah sampai, Miyoung tidak langsung menjawab pertanyaan yang sedari tadi mengganggu pikiran Siwon. Ia melihat rumah-rumah yang dapat terlihat dari atas sana. Perasaannya saat ini bercampur-campur. Disatu sisi ia senang, karena ia dapat kembali bersama kawanannya dulu, dan di lain sisi ia juga sedih karena ia akan meninggalkan rumah yang sudah menjadi tempat tinggalnya selama ia menjalankan perannya sebagai manusia.

 

“Oppa,” suara lembut Miyoung memecah keheningan diantara mereka. Siwon tidak berbicara apa-apa, ia masih menunggu Miyoung melanjutkan omongannya. “Aku pernah memberitahumu bahwa aku terpisah dari teman-temanku, kan?”

 

Siwon mengangguk pelan. “Ya? Lalu?”

 

“Kau lihat dua belas namja yang ada di meja makan barusan?” tanya Miyoung diikuti anggukan dari Siwon. “Merekalah teman-temanku. Aku tak sengaja bertemu mereka kemarin, saat kau pergi ke Busan. Jadi, oppa… sepertinya aku akan berhenti menyusahkanmu. Aku akan kembali dengan mereka.” ucapan Miyoung membuat Siwon terdiam, tidak dapat mengatakan apa-apa.

 

Miyoung tahu, pasti Siwon kaget dengan keputusannya yang tiba-tiba ini. Tetapi ia tidak dapat terus-terusan berdiam diri dan berpura-pura menjadi mahluk lain sementara teman-temannya sedang dalam keadaan seperti itu. “Maafkan aku, oppa. Aku tahu ini terlalu tiba-tiba. Tetapi apa boleh buat? Aku juga tidak bisa berlama-lama disini, aku hanya merepotkanmu saja. Dan terimakasih untuk semuanya. Terimakasih untuk rumah ini, pekerjaanku dan semuanya yang telah kau berikan padaku.” kata Miyoung setelah beberapa saat ia terdiam.

 

Siwon berpikir sejenak, lalu setelah cukup lama tidak berbicara, ia membuka mulutnya. “Kenapa kau harus pergi, Miyoung-ah? Apa kau tidak kasihan kepadaku? Aku tidak punya sanak saudara yang sayang dan peduli padaku. Adikku bahkan kabur dari rumah. Orang tuaku tidak tahu dimana. Hanya kau lah, satu-satunya orang yang menyayangi dan merawatku. Jika kau pergi…, aku tidak tahu bagaimana aku nantinya.” Ucap Siwon lirih.

 

Tetapi tanpa sepengetahuan mereka, ada dua alien yang sedang menguping pembicaraan mereka. Sehun dan Chanyeol. Suho tidak bisa membiarkan Miyoung sendirian dengan orang asing itu. Meskipun wajahnya baik, bisa saja pria itu bertingkah jahat. Awalnya, Suho hanya menyuruh Chanyeol untuk mengintai mereka, tetapi Sehun merengek ingin ikut juga. Chanyeol memutar bola matanya ketika ia mendengar Siwon berkata demikian. *Dramatis.* ucapnya dalam hati.

 

“Maaf, oppa. Aku sudah menganggap oppa seperti keluargaku sendiri. Tetapi aku tidak dapat terus tinggal disini, aku juga punya hmmm, urusanku sendiri.” Suara Miyoung kembali terdengar. Siwon menghela nafas. Kemudian mengangguk pasrah. “Baiklah jika itu maumu. Aku juga tidak dapat berbuat  apa-apa.” Ujarnya.

 

Miyoung tersenyum. “Terimakasih, oppa.” Ucapnya lalu memeluk Siwon erat. Melihat kejadian tersebut, Sehun kehilangan kesabarannya. Beruntung Chanyeol dapat menahannya, karena jika tidak Tiffany akan bertambah marah. Ketika melihat Tiffany dan Siwon akan turun kebawah, mereka buru-buru berhenti menjadi ‘mata-mata’ dan kembali ke ruang makan.

 

Ketika sampai, alien yang lain sudah mengantisipasi kabar dari mereka berdua. “Bagaimana?” tanya Baekhyun. Sebelum Chanyeol dapat menjawab pertanyaan dari Baekhyun, terdengar suara langkah menuruni tangga. Ia buru-buru duduk ke tempat duduknya. Muncul Tiffany sambil membawa koper berwarna merah muda dan handbagnya.

 

“Hey, cepat kemasi barang-barang kalian.” Kata Tiffany. Tanpa basa-basi dua belas alien itu langsung berlari ke kamar mereka dan mengemas barang-barang mereka. Barang-barang mereka tidaklah banyak, hanya sebuah baju aneh dan beberapa emas yang diberikan oleh EXOtic untuk mereka, sebagai pengganti uang.

 

Hanya perlu sepuluh menit bagi EXO untuk kembali ke ruang makan sambil membawa barang-barang mereka. Tiffany duduk di sofa dengan Siwon sambil menonton televisi dan tertawa ringan. Mereka sudah menuruni tangga terakhir. Tetapi Tiffany tidak menyadari kedatangan dua belas alien tersebut, begitu juga Siwon.

 

“Ekhm.” Xiumin berdeham, membuat Tiffany dan Siwon menoleh kearah mereka. Tiffany segera berdiri dari sofa dan menyeret kopernya. “Hati-hati ada yang tertinggal.” Pesan Tiffany kepada EXO. Kedua belas alien itu mengangguk dengan seksama. Kemudian Tiffany berjalan kearah Siwon, mengucapkan selamat tinggal dan terimakasih.

 

Suho juga ikut menghampiri Siwon. “Terimakasih telah merawatnya, dan maaf jika ia merepotkanmu selama ini. Kami akan kembali menjelajah, semoga saja ia tidak tersesat lagi, ya?” ucap Suho sambil melirik kearah Tiffany yang berdiri disampingnya. Tiffany terkejut, tetapi ia berusaha untuk menyembunyikan ekspresi terkejutnya. Ia bertanya-tanya bagaimana mereka dapat mengetahui hal itu.

 

Setelah selesai berpamitan, akhirnya Tiffany dan EXO pun meninggalkan rumah mewah itu. Tiffany akan mencari apartemen yang murah untuk tempat tinggal sementara. Setelah beberapa saat, mereka sudah tidak dapat terlihat dari rumah Siwon.

 

Gawat, ada kejadian tak terduga. Kita harus menyusun rencana baru.”

 

****

Misterious Guy

 

“Noona, kita akan kemana sekarang?” tanya Baekhyun saat Tiffany dan EXO tengah menunggu bis. Tiffany melihat isi dompetnya, mungkin uangnya hanya cukup untuk tinggal di apartemen selama beberapa hari saja. Belum lagi biaya untuk makan dan pakaian EXO. Tiffany tidak mungkin membiarkan alien ini berkeliaran dengan baju aneh. Untung saja Siwon tidak keberatan saat EXO memakai bajunya.

 

“Hmm, sepertinya aku akan mengajak kalian ke Myungdong terlebih dahulu.” Jawab Tiffany sambil mengelap keningnya yang berkeringat akibat perjalanan yang cukup jauh dari rumah Siwon ke halte bis. Tentu saja kedua belas alien tersebut tidak tahu apa itu ‘Myungdong’ mereka hanya mengangguk-angguk saja ketika Tiffany berkata seperti itu.

 

Kemudian, sebuah bis berhenti didepan halte. Tiffany segera menyeret kopernya dan membawanya masuk kedalam bis tersebut. Tentu saja EXO mengikut apa yang dilakukan oleh Tiffany. Tiffany memasukan beberapa uang koin kedalam kotak yang berada disamping sang supir.

 

Dua belas alien mengambil tempat duduk masing-masing. Karena jumlah mereka genap, mereka duduk berpasangan. Tiffany mendengus kesal, tidak ada yang ingin berbagi tempat duduk dengannya. Terpaksa ia duduk dengan seorang pria yang sepertinya umur pria itu tidak berbeda jauh dengan Tiffany. “Aku boleh duduk disini, kan?” Tanya Tiffany, kemudian duduk disebelah pria itu.

 

Pria itu menoleh kearah Tiffany yang baru saja duduk disebelahnya. “Aku belum mengizinkannya, tapi kau sudah duduk duluan.” Ucapnya diiringi tawa ringan. Tiffany ikut tertawa sambil membenarkan posisi duduknya. “Jadi..” pria disebelahnya berbicara. Membuat Tiffany mengalihkan pandangannya.

 

“Apa yang membuat gadis cantik sepertimu berkelian sendiri?” lanjut pria itu sambil sedikit tersenyum. Tiffany terkekeh, baru kali ini ada orang asing yang memanggilnya seperti itu. “Hmm, aku tidak sendiri.” Jawab Tiffany sambil melirik bangku disebelahnya, ada D.O. dan Sehun yang tengah memperhatikan mereka berdua. D.O. dan Sehun langsung mengalihkan pandangan mereka ketika Tiffany melirik kearah mereka.

 

Pria itu melirik kearah yang sama, dan terlihat dua orang pria yang menatapnya dengan tatapan kau-akan-berurusan-dengan-kami-jika-kau-menyentuh-gadis-itu. Sebenarnya tanpa perlu menatap mereka, pria itu sudah tahu bahwa ada yang tengah ‘mengintainya’. Pria itu terkekeh, “Sepertinya pacar-pacarmu itu cemburu, ya. Tapi salah mereka juga karena telah membiarkanmu sendirian.” Kata pria itu lagi, kali ini ia berbicara sedikit keras agar D.O. dan Sehun dapat mendengarnya.

 

Tiffany mengangguk setuju. Tetapi ia tidak setuju dengan kalimat ‘pacar-pacarmu’ itu. Kata-kata itu membuatnya terdengar seperti playgirl, padahal satu pacarpun ia tidak punya. “Ya, jangan salahkan aku jika aku pindah ke lain hati.” Tiffany ikut memanas-manasi mereka. Kemudian ia terkekeh bersama pria disebelahnya.

 

Sedangkan dikursi sebelah mereka, Sehun merutuki pria yang tidak dikenal itu dalam hati. Jika saja tidak ada manusia didalam bis ini, mungkin ia sudah menyingkirkan pria itu dengan kekuatan anginnya.

 

“Kau akan pergi kemana?” Tanya pria itu setelah puas mengerjai Sehun dan D.O.

 

“Ke Myungdong,” jawab Tiffany. “kau sendiri?”

 

“Oh, aku akan turun di halte selanjutnya.” Jawab pria itu sambil tersenyum. Tiffany mengangguk mengerti. Setelah itu mereka berdua terdiam. Merasa bosan, Tiffany membuka handbagnya, ia melihat foto yang ada didalamnya. *Sebentar lagi kita akan berkumpul..seperti dulu lagi* ucapnya dalam hati.

 

Tiffany segera menutup tasnya ketika bis akhirnya berhenti dipemberhentian selanjutnya. Pria itu bergegas untuk berdiri, tetapi sebelum ia benar-benar turun dari bis, ia menanyakan nama Tiffany. “Oh, ya. Namamu siapa?”

 

“Tiffany” jawab Tiffany, tanpa menyadari bahwa ia menyebutkan nama aslinya. “kau sendiri?”

 

Pria itu tidak memberitahu namanya. Melainkan tersenyum, lalu berkata. “Kau akan mengetahui namaku di pertemuan kita selanjutnya. Sampai jumpa lagi!”

 

Dan ia pun turun dari bis, dan melambaikan tangannya kepada Tiffany. Tiffanybalas melambaikan tangan dan tersenyum. Dalam hati ia bertanya-tanya, siapakah pria barusan? Dan kenapa ia berkata seperti itu?

****

Shopping with Aliens

 

Setelah bis melanjutkan perjalanannya, Sehun segera menduduki bangku kosong disebelah Tiffany. “Noona! Kenapa kau duduk dengan pria yang tak dikenal!?” Tanya Sehun sambil memastikan noona-nya itu baik-baik saja.

 

Tiffany memutar bola matanya, “Sebelum kau bertanya seperti itu, aku ingin bertanya padamu. Siapa yang tidak membagi tempat  duduk denganku, huh?”

 

Sehun mendecak. Memang benar apa yang dikatan oleh Tiffany, tetapi tetap saja ia masih tidak rela pria tadi bercanda dengan noona-nya dan mentertawakan dirinya. Apalagi sebelum ia turun dari bis, ia bilang ia akan bertemu lagi dengan Tiffany. *Cih, aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengan pria seperti itu lagi.* batin Sehun.

 

“Noona apa kau baik-baik saja?” Suho menampakan dirinya dari bangku didepan Tiffany. Tiffany sedikit terkejut, tetapi ia mengangguk sambil tersenyum manis. “Tidak apa-apa, anak ini saja yang terlalu berlebihan. Pria yang barusan adalah pria baik, kau tenang saja!”

 

Sehun menatap Tiffany tidak terima. “Pria baik? Kau sebut orang yang mentertawakanku dan D.O. hyung itu pria baik!?” Tanya Sehun sewot. Suho langsung menenangkan Sehun, ia takut penumpang bis yang lain terganggu karena keadaan mereka. Tiffany tidak memperdulikan Sehun yang menggerutu sendiri karena kejadian barusan.

 

Bis kembali berhenti. Kali ini giliran Tiffany dan dua belas alien EXO untuk turun. Dari halte bus, mereka harus berjalan lagi untuk sampai ke tempat tujuan, Myungdong. “Noona apakah kopermu berat? Bolehkah aku membawakannya untukmu?” tanya Kai. Tiffany menoleh, sebenarnya koper yang ia bawa memang sedikit berat, tetapi ia menggeleng dan terus berjalan.

 

Kai melirik Luhan. Setelah itu, koper yang Tiffany bawa melayang dan pindah ke tangan Kai. “Jangan coba membohongi kami noona, lihatlah keringatmu yang bercucuran itu.” kata Luhan. Tiffany tersenyum, alien-alien ini tidak seburuk yang ia kira. Mereka masih terus berjalan, sebentar lagi mereka akan sampai di Myungdong.

 

Chanyeol berjalan disebelah Tiffany. “Hey, kenapa kau memberitahu orang itu nama aslimu?” ucap Chanyeol pelan, supaya alien yang lain tak dapat mendengar pembicaraan mereka. Karena hanya Chanyeol yang tahu bahwa nama Hwang Miyoung itu hanyalah karangan Tiffany saja. Tiffany sendiri tidak tahu apa yang harus ia katakan. Ia tiba-tiba saja menyebutkan nama aslinya. Mungkin karena ia telah keluar dari rumah Siwon, jadi ia sudah menganggap dirinya yang sekarang adalah vampire seutuhnya, bukan vampire yang tengah menyamar? Entahlah. Ia merasa pria di bis tadi bukan orang jahat. Dan tidak ada yang aneh dari darahnya.

 

“Entahlah, Yeol. Aku spontan menyebutkannya. Apa kau pikir Sehun mendengarnya? Haruskah aku menjelaskan pada mereka semua?” kata Tiffany, meminta saran Chanyeol. Chanyeol menghela nafas, ia juga tidak tahu apa yang harus Tiffany lakukan, tidak ada jalan lain selain memberitahu alien yang lain tentang nama Tiffany yang sebenarnya. “Ya, mungkin kau harus segera memberitahu mereka, noona.” Ujar Chanyeol kemudian memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana.

 

“Eh? Memberitahu siapa? Kalian sedang membicarakan apa, sih?” tanya Sehun. Tiffany mengumpat, mengapa alien yang satu itu selalu memata-matai dirinya. “Aku akan memberitahunya nanti, Sehuna.” Ucap Tiffany disertai senyuman manisnya.

 

Tiffany menghela nafasnya ketika ia sampai di Myungdong. Ia segera menuju kesalah satu toko pakaian yang ia sering kunjungi bersama Siwon. “Woah.., banyak sekali manusia” gumam Xiumin ketika ia melihat lusinan orang yang tengah berbelanja. “Ssst, bersikaplah normal.” Perintah Tiffany.

 

Dua belas alien dan satu vampire itu akhirnya sampai di toko pakaian itu. Tiffany menyuruh mereka untuk memilih satu set pakaian. Setelah mereka semua berpencar, Tiffany pun turut serta mencari pakaian. Sudah lama ia tidak berbelanja.

 

Setelah sekian lama mencari pakaian, merekapun akhirnya berkumpul didepan kamar pas. Tiffany menunggu diluar untuk menilai mereka. Tentu saja ia tidak ingin berjalan dengan dua belas fashion terrorist. Ada enam kamar pas, jadi mereka bergantian memakainya. Yang bertama mencoba bajunya adalah Kris, Sehun, Xiumin, Kai, Lay dan Chanyeol.

 

Tak lama kemudian, Kris keluar dari kamar pas. Ia memakai t-shirt yang dirangkap dengan kemeja yang semua kancingnya dibuka. Ia terlihat seperti model-model pria yang biasa muncul dimajalah. Sambil membawa tasnya, ia berjalan kearah Tiffany. “Bagaimana, noona?” tanya Kris dengan ekspresi dinginnya. Tiffany terpana, bagaimana bisa alien terlihat tampan hanya dengan pakaian sederhana?

 

krisclothes

 

Tiffany mengedipkan matanya beberapa kali. “Uhm, bagus.” Komentar Tiffany seadanya. Kris kembali memasuki kamar pas dan membuka pakaian barusan untuk dibayar ke kasir. Setelah Kris keluar, Suho masuk kedalam kamar pas tersebut. Setelah Kris, muncul Sehun dengan berpakaian hampir sama seperti Kris, hanya saja kemeja yang dipakai Sehun berbahan jeans. “Bagaimana noona?” Sehun meminta komentar Tiffany sambil melakukan aegyonya.

 

sehunclothes

 

Nice!” kata Tiffany sambil mengacungkan kedua jempolnya. Sehun masuk ke kamar pas lagi, melepas pakaiannya dan keluar. Kamar pas itu kemudian digantikan oleh Luhan. Kini giliran Xiumin untuk memamerkan pakaiannya. Ia memakai t-shirt putih dan jaket bercorak. Ia juga memakai hiasan kepala yang seharusnya dipakai untuk anak kecil. Tetapi ia terlihat imut dengan hiasan itu.

 

xiuminclothes

 

Tanpa perlu ditanya, Tiffany langsung memberikan komentarnya. “Bagus, tapi bisakah kau melepaskan hiasan itu?” ujar Tiffany. “Memangnya kenapa? Aku menyukainya.” Balas Xiumin sambil membenarkan hiasan kepala itu. Tiffany hanya bisa pasrah dan membiarkan Xiumin memiliki benda tersebut. Ia lalu melakukan hal yang sama seperti Sehun dan Kris, kemudian Baekhyun memasuki kamar pas yang tadi dipakai oleh Xiumin.

 

Tidak butuh lama bagi Baekhyun untuk mengganti pakaiannya, setelah kurang lebih lima menit, Baekhyun keluar dari kamar pas dengan mengenakan t-shirt putih dan kemeja kotak-kotak serta topi biru dikepalanya. “Bagus! Kau terlihat seperti anak sekolah, hihi.” Komentar Tiffany.

 

baekhyunclothes

 

Kini giliran Kai. Berbeda dengan alien yang lain, ia tidak memakai baju apapun. Ia hanya memakai celana jeans, sneakers dan sebuah kacamat hitam yang bertengger dihidungnya. Nampak jelas otot-otot perutnya, Tiffany menelan ludahnya sendiri. “Bagaimana, noona?” tanya Kai.

 

kaiabs

 

*Kau  terlihat……seksi.* komentar Tiffany dalam hati. “Ya! Apa-apaan kau ini! Pakailah pakaian yang benar! Ini sedang musim dingin tapi kau bertelanjang dada seperti itu.” kata Tiffany sambil berusaha menghindari pandangannya dari badan Kai. Kai masuk ke kamar pas dengan wajah ditekuk.

 

Setelah Kai, Lay keluar dengan mengenakan t-shirt abu-abu polos. Ia tersenyum kearah Tiffany. “Bagus!” ucap Tiffany sambil mengedipkan matanya. Ia hanya memakai t-shirt polos tetapi ia terlihat sangat tampan. Lay kemudian kembali ke kamar pas dan melepas bajunya.

 

layclothes

 

Lalu D.O. masuk. Setelah D.O. masuk, Chanyeol keluar dari kamar pas. Memakai kemeja biru dan t-shirt putih dengan kacamata tak berlensa berwarna coklat.

 

chanyeolclothes

 

Tiffany terdiam, Chanyeol terlihat sangat tampan dengan kacamata itu. *Err, aku akan segera membalas kalian semua. Dasar alien.* batin Tiffany. Ia sudah menyiapkan beberapa baju untuk dipamerkan kepada mereka. Tiffany hanya mengangguk ketika Chanyeol bertanya bagaimana penampilannya.

 

Lalu, Kai keluar dengan memakai pakaian yang benar. Ia memakai sweater merah muda dan celana jeans. “Aku tidak akan kedinginan dengan pakaian seperti ini, iya, kan, noona?” ucap Kai sambil menatap Tiffany dengan smirknya yang khas. Tiffany memutar bola matanya, “Terserah.”

 

kaiclothes

 

 

 

Kini tersisa Luhan, Chen dan Tao yang masih berada diluar kamar pas dengan Tiffany. Luhan segera memasuki kamar pas yang di pakai oleh Chanyeol, dan Chen memasuki kamar pas yang dipakai oleh Kai.

 

D.O. dan Suho keluar dari kamar pas bersama-sama, Suho mengenakan kaos panjang berwarna putih yang lengannya sedikit ditarik.

 

suhoclothes

 

 

Sedangkan D.O. mengenakan t-shirt bergaris biru. Tiffany mengangguk sambil mengacungkan jempol kepada mereka.

 

doclothes

 

 

Dan pada akhirnya, Tao memasuki kamar pas. Ia membawa sebuah baju bermotif…….. Leopard? Tiffany mengangkat sebelah alisnya, kemudian terkekeh. Ia tidak dapat membayangkan Tao keluar sambil memakai baju bermotif leopard tersebut.

 

Beberapa saat setelah Tao, Luhan keluar dengan memakai t-shirt putih bergambar dan tas punggung yang ia gendong. Ia terlihat imut walaupun hanya berpakaian seperti itu.

 

luhanclothes

 

 

Dan kemudian, Chen keluar dengan mengenakan t-shirt putih dan dibalut kemeja jeans. “Keren!” Tiffany berseru sambil menampakan senyumnya lebar.

 

chenclothes

 

 

 

Dan yang terakhir….Tao. Ia memakai baju bermotif leopard itu. Ia terlihat seperti panda dengan kulit macan tutul. Tiffany terkekeh pelan, tetapi ia tetap mengacungkan jempolnya karena Tao terlihat lucu jika berpakaian seperti itu.

 

taoclothes

 

 

“Baiklah, kali ini giliranku! Kalian tunggu disini sebentar, oke?” ucap Tiffany kemudian berjalan ke kamar pas sambil membawa beberapa stel pakaian. Pertama, ia mencoba dress tanpa lengan dengan celana pendek. Ia juga memakai flower crown dikepalanya. Setelah selesai, ia keluar dari kamar pas dan meminta komentar pada EXO.

 

tiffclothes

 

 

Ketika melihat Tiffany memakai pakaian yang cukup ‘mengekspor’ tubuhnya, dua belas alien tersebut tidak dapat memindahkan pandangannya. “Kau curang, noona. Kau melarangku untuk tidak memakai baju, tetapi kau sendiri memakai baju seperti ini?” ujar Kai yang membuat Tiffany terkekeh. Tiffany segera kembali ke kamar pas dan mencoba baju yang lebih tertutup.

 

Beberapa saat kemudian, Tiffany kembali dengan mengenakan blouse putih dan celana merah. EXO mengangguk. “Nah, begini lebih baik.” Komentar Kai.

 

tiffanyclothes

 

 

Tiffany dan EXO berjalan menuju kasir, kemudian membayar semuanya dengan uang yang sudah susah payah ia tabung. Kini bawaan mereka bertambah. Tiffany lalu mengajak mereka makan ddokboki di warung-warung yang berjajar di kawasan Myungdong.

 

“Kau ingin memberitahu apa noona?” ucap Sehun yang tengah menguyah ddokbokinya. Kini dua belas alien itu sudah tidak takut lagi untuk memakan makanan manusia. Tiffany menoleh, menelan ddokbokinya kemudian berbicara. “Oh, sebenarnya… namaku bukan Hwang Miyoung.”

 

Sehun tersedak ketika Tiffany berkata seperti itu. Tao yang duduk disebelahnya segera memberikan Sehun segelas air putih sambil menepuk-nepuk punggung Sehun. “Makanya, jangan makan sambil berbicara.” Ucap Tiffany sambil terkekeh.

 

“Lalu siapa namamu, noona?” tanya Tao yang masih menepuk punggung Sehun. Belum sempat Tiffany menjawab pertanyaan itu, Tao segera menambah pertanyaannya. “dan kenapa kau berbohong?”

 

“Namaku yang sebenarnya adalah Tiffany. Tentu saja aku berbohong, aku, kan, sebelumnya tidak tahu siapa kalian.” Jawab Tiffany kemudian kembali menyuapkan ddokboki ke dalam mulutnya. Berbelanja dengan dua belas alien ternyata membuat perutnya keroncongan.

 

Tao dan sebelas alien yang lain hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan dari Tiffany. “Tapi kenapa kau memberitahu nama aslimu pada pria asing itu? Bukankah kau juga tidak mengenalnya? Bagaimana jika ia adalah orang jahat?” Sehun kembali berbicara saat ia sudah tidak tersedak.

 

Tiffany terdiam, ia tidak dapat menjawab pertanyaan seperti ini. “Entahlah. Aku mengatakannya dengan spontan. Aku sendiri tidak sadar bahwa aku mengatakan nama asliku tadi.”

 

“Huh, pria tadi benar-benar mencurigakan.” Ucap Sehun dan kembali memakan ddokbokinya.

 

Tiffany hanya mengangkat bahunya, kemudian melanjutkan pekerjaannya, yaitu memakan ddokboki.

 

To be continued..

***

 

Finally chapter 6! \m/ keep waiting & reading Vampire and Aliens ya^^ author juga nambahin beberapa cast baru, penasaran kan? Tunggu aja chapter selanjutnya~ xD

About these ads

98 thoughts on “Vampire and Aliens (Chapter 6)

  1. Pingback: Vampire and Aliens (Chapter 8) | FFindo

  2. Pingback: Vampire and Aliens (Chapter 9) | FFindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s