Breath

14 Feb

breath-choisoojoon

BREATH

TVXQ Changmin | SNSD Sooyoung

Author : @MinhoNoona (Choi Soo Joon)

Genre : Romance,Angst,Life.

Rate : PG-13

Length : Ficlet

Summary :

Can I live without your breath? -Changmin & Sooyoung-

Poster : Lee YongMi @ http://allthingsiwannapost.wordpress.com/

Annyeong,readers !!! Haha jujur aja setelah kemarin liat dan dengerin lagu Breath dari SM The Ballad,saya jadi dapet inspirasi buat bikin FF. Dan jujur aja,saya paling suka sama versi Jepang yang dibawain Changmin & Krystal. Tapi disini,pemeran utamanya ga bakal mereka kok,yah cuma pemeran perempuannya aja yang diganti jadi Sooyoung (walau aslinya Sooyoung udah punya pacar ya? Eh? #skip) haha udah ah,daripada banyak ngobrol mending langsung aja. Comment kalian sangat berharga. SILENT READERS AND PLAGIATOR GO AWAY !!! 

CHANGMIN

Seoul,2000…

Changmin-ah,kembalikan lolipopku !!!” suara cempreng seorang gadis kecil begitu memekakkan telingaku.

Aku tertawa dan terus melanjutkan lariku,gadis itu juga ikut berlari untuk menghampiriku. Tas barbienya terayun-ayun mengikuti tubuhnya yang bergerak cepat.

“Ayo,kalau bisa ambil dariku,Sooyoung-ah,” aku menjulurkan lidahku.

“Hiyaaaa…cepatlah. Itu satu-satunya pemberian Eomma,Changmin-ah. Itu jatahku,bukankah kau juga sudah diberi tadi?” 

Karena tak tega melihat nafasnya yang tak beraturan juga keringat,akhirnya aku berhenti di sebuah taman. Sooyoung duduk disebelahku,ia tampak mengerucutkan bibirnya dan melipat kedua tangannya di dada. Kentara ekspresi kesal di wajahnya.

“Ish,kau ini. Tega sekali membuatku berlari,” keluhnya.

“Mianhae,aku hanya ingin bercanda denganmu,Sooyoung-ah. Hari ini kau terlihat begitu capek,” aku mengangsurkan permen lolipop rasa strawberry itu ke tangan mungilnya.

“Kau tahu,hari ini Kim Songsaenim memberi banyak tugas. Dan malah beberapa harus dikumpulkan besok,aku tak tahu harus memulainya darimana dan bagaimana menyelesaikannya,” ceritanya.

Aku tersenyum dan menepuk halus pundaknya.

“Tenang saja,nanti sore aku akan ke rumahmu. Kita kerjakan PR bersama,oke?” 

“Benarkah? Aigooo..jeongmal gomawo,Changmin-ah,” seulas senyum berbayang di wajah Sooyoung.

Aku dan Sooyoung memang bertetangga,rumahnya hanya beda dua blok denganku. Kedua orangtua kami sudah mengenal dengan baik,maka tak heran aku dan Sooyoung berteman sejak masih duduk di kelas 1 SD. Kami memang seusia,Sooyoung memiliki kakak laki-laki bernama Choi Siwon,hanya saja kini kakak lelakinya itu meneruskan studi di Jepang. Sementara aku? Aku adalah anak tunggal keluarga Shim,sejak kecil aku belum pernah merasakan memiliki seorang dongsaeng. Tak heran aku sangat senang memiliki partner yang klik seperti Sooyoung. Kini kami berdua duduk di kelas 5 SD. 

“Katakan pada Eomma,aku ingin kimbap !!!” jeritku sebelum berpisah dengan Sooyoung di perempatan,gadis itu mengacungkan jempolnya kearahku.

#flashbackend

SEVEN YEARS LATER

Dan 7 tahun berlalu begitu cepat,kini aku dan Sooyoung sudah duduk di bangku Senior High School. Lagi-lagi,kami bersekolah di tempat yang sama. Seoul Internasional High School. Kami hanya sempat berpisah saat masuk Junior High School,Sooyoung diboyong kedua orangtuanya untuk melanjutkan studi di Incheon,namun gadis itu masih tetap menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu denganku ke Seoul ditengah waktunya yang padat. Jujur saja,aku begitu kehilangannya namun kabar bahagia datang kala kami lulus Junior High School,Sooyoung kembali ke Seoul. Tahun ini aku & Sooyoung duduk di tingkat akhir,dan sama-sama menghuni kelas Science. 

“Sooyoung-ah,apa kau tidak bosan selalu bersamanya? Kalian sudah satu kelas sejak tingkat satu !!!” tanggap Yoona,teman sebangku Sooyoung.

“Haha,kami berdua Soulmate,Yoong. Kenapa apa kau iri?” celotehku.

Sooyoung menyodokku,ia memberi kode padaku agar tak asal bicara.

“Iri? Tidak,tentu saja tidak. Hanya aku heran saja,kalian akan luar biasa jika memang benar-benar menikah nanti,”

“Menikah? Aku tidak berpikir sejauh itu,Yoong,” elak Sooyoung.

Setelah berbincang sebentar,Yoona meninggalkan kami berdua. Suasana kelas begitu sepi,maklumlah jam istirahat.

“Apa nanti siang,kau tidak ada les tambahan?” tanyaku.

“Kebetulan hari ini Luna Songsaenim tidak ada,memangnya kenapa?”

“Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu,”

“Apa itu?”

“Kau ikut saja dulu denganku,” aku tersenyum.

Setelah itu kubiarkan Sooyoung penasaran,menebak-nebak apa yang akan kutunjukkan padanya nanti.

SOOYOUNG

“Jadi ini?” aku tak percaya memandang sesuatu dihadapanku.

“Ya,bagaimana? Kau suka kan?” Changmin tersenyum.

Kini dihadapanku terpampang lukisan warna-warni dengan siluet seorang namja & yeoja ditengah-tengahnya. Semua tampak berpadu sempurna meski warna yang digunakan lebih dari dua.

“Ini buatanmu?” tanyaku tak percaya.

“Tentu saja,aku sudah mengerjakannya sejak satu minggu lalu.

Pantas saja,sejak seminggu lalu Changmin selalu melarangku untuk datang ke rumahnya. Ternyata ini alasannya,kini tembok belakang rumahnya tampak begitu berbeda dengan adanya lukisan tersebut. Lebih hidup & indah.

“Kau harus ikut berpartisipasi disini,”

“Caranya? Lukisan ini sudah utuh,Changmin-ah. Tidak ada yang perlu ditambahkan,”

“Ada,” Changmin bergegas meninggalkanku dan segera kembali membawa cat putih.

“Kau lihat cetakan tangan yang disebelah kiri itu? Itu tanganku dan sekarang giliranmu,” Changmin mencelupkan tanganku ke cat putih tersebut dan lalu menempelkannya di dinding,kini terlihat jelas cetakan tanganku disana. Tepat disebelah gambar Changmin.

“Nah,sekarang baru utuh. Lukisan ini sudah sempurna,” lagi-lagi ia tersenyum.

Aku menghambur dalam pelukannya,ia membelai rambutku dengan sayang.

Gomawo,jeongmal gomawo,dear,” 

“Everything for you,Choi Sooyoung,”

Sebelum benar-benar pulang,tak lupa aku dan Changmin mengabadikan momen berdua di depan lukisan tersebut.

“Besok…,”

“Ada apa dengan besok?”

“Jemput aku dengan sepeda ya,”

“Baiklah,aku akan menjemputmu pagi-pagi sekali. Jangan bangun terlambat,”

Aku melambaikan tangan sebelum benar-benar menghilang dari pandangannya,10 menit kemudian aku sudah berada sampai di rumah. Aku melihat-lihat fotoku dan Changmin barusan,aku tersenyum sendiri. God,he could be my eternally love? 

***

Esok Paginya,Kediaman Keluarga Choi,07.00 KST…

“Sooyoung-ah,cepat dandannya !!! Changmin sudah menunggu dibawah,” kudengar pekikkan Eomma dari lantai dasar.

“Ya,tunggu sebentar Eomma,” sahutku sambil merapikan rambutku di depan cermin,tak lupa aku semprotkan parfum.

Aku bergegas menggunakan jaket dan menyampirkan tas di pundakku.

“Kau ini,bukankah kalian naik sepeda? Cepat,nanti terlambat,” omelnya.

“Aku berangkat dulu,Eomma,” aku mencium pipinya lembut.

“Eh,ini bekal makan siangmu dan Changmin. Jangan lupa kalian makan ya,”

Gomawo,eomma !!!” 

“Eommonim,kami berdua pamit,” Changmin membungkukkan tubuhnya dalam.

Kajja !!!” aku menarik Changmin menuju pintu utama,benar saja sepedanya sudah terparkir manis disana.

Are you ready?” Changmin tersenyum kecil.

“Yes,i’m ready. Let’s gooooo !!!” aku berteriak penuh semangat.

Changmin mengayuh sepedanya,angin musim semi bertiup lembut. Bunga-bunga mulai bermekaran,belum lagi burung-burung yang berkicauan menambah indahnya suasana pagi.

“Kau sudah sarapan?” tanyaku di perjalanan sambil melingkarkan tanganku di pinggangnya.

“Sudah,tadi Eomma buat omelette. Kau?”

“Tentu saja,bahkan sebelum mandi aku sudah sarapan,”

“Ih,kau jorok sekali,”

“YAAA !!! Kau bilang aku apa?”

“Kau jorok,Choi Sooyoung,” suara Changmin jauh lebih keras.

“YAAA !!! Shim Changmin,aku tak akan memberimu jatah makan siang,” aku menjewer kedua telinganya.

“YA !!! Appoooo..,” Changmin menjerit kesakitan,bahkan keseimbangannya sedikit hilang.

“Sooyoung-ah,kita bisa jatuh. Hentikan jeweranmu,” keluhnya.

Aku terkikik pelan,setengah jam kemudian kami berdua sudah berada di sekolah. Changmin memarkirkan sepedanya,aku menunggunya dan setelah itu barulah kami berdua berjalan menuju kelas.

11.00 KST,Seusai Jam Olahraga…

“Wuaaaah….kimbap. Aku mau,aku mau !!!” mata anak-anak langsung terbelalak senang kala melihat kimbap yang kubawa,seketika isi kotak makanku tinggal tersisa setengah padahal ini jatahku dan Changmin yang sengaja dibuat Eomma.

“Changmin-ah,bagaimana ini?” aku melirik kearah Changmin.

“Sudah berikan saja semua pada mereka,lagipula tadi memang melelahkan bukan?”

“Lalu makan siangmu?”

“Kita beli saja,ayo,” Changmin menarikku keluar dari kelas.

Ternyata ia membelikanku Curry Ramyeon,tak disangka setelah itu ia membawaku ke rooftop sekolah.

“Eh? Kenapa kemari?” tanyaku.

“Kau mau makanannya dibagi dengan yang lain?”

Aku menggeleng.

“Kita habiskan makan siangnya disini saja,lagipula kelas baru akan mulai lagi jam 12 nanti kan?”

Akhirnya aku dan Changmin menikmati makan siang bersama,kami berdua begitu lahap menikmatinya.

“Sooyoung-ah..,”

“Ne?”

“Selepas SMA nanti,aku akan pindah ke Austria,”

“Austria? Pindah? Kenapa sejauh itu,Changmin-ah? Kau tidak bercanda kan?” nafsu makanku hilang seketika.

“Aku serius,Sooyoung-ah. Setelah SMA,aku akan melanjutkan studiku disana,”

“Kenapa harus kesana,Changmin-ah? Kenapa tidak disini saja? Kau tega meninggalkanku?”

“Sebenarnya ini sudah rencana Appa dan Eomma sejak lama,bahkan saat aku baru masuk SMA,mereka sudah merencanakan semuanya,”

“Lalu kenapa kau baru mengatakannya sekarang,huh? Kenapa tidak sejak dulu?” suaraku mulai bergetar menahan tangis.

“Aku tidak mau membuatmu bersedih dan terus memikirkannya,” Changmin menunduk.

“Lalu,apa kau pikir sekarang aku tidak sedih? Apa kau pikir aku tidak akan memikirkannya? Efeknya jauh lebih hebat dari yang kau bayangkan,Shim Changmin !!!” air mataku mengalir tanpa jeda.

Ia hendak memelukku,namun aku mendorongnya untuk menjauh. Aku bergegas meninggalkannya.

“Sooyoung-ah,kenapa kau menangis? Apa yang Changmin lakukan padamu?” Yoona tampak heran.

“Yoong,Changmin…,”

“Kenapa? Dia selingkuh?”

Aku menggeleng.

“Dia membohongimu?”

Aku menggeleng.

“Lalu dia kenapa?”

“Dia akan meninggalkanku,Yoong,” lirihku,dan setelah itu tangisanku tak pernah berhenti.

CHANGMIN

Pengakuanku di rooftop itu berujung panjang,Sooyoung menghindar dariku. Ia menolak untuk bertemu denganku,telepon dariku tidak diangkat dan pesan singkatku pun tidak ada yang dibalasnya. Di sekolah,ia terus-menerus bersama Yoona dan tidak memberi kesempatan padaku untuk berbicara padanya. Semua itu begitu menyiksaku.

“Sooyoung-ah…,” aku mencegatnya saat jam istirahat.

“Ada apa?” ia sama sekali tak menatapku.

“Kutunggu di kafe biasa,jam 3 sore nanti,”

“Tidak ada yang perlu kita bicarakan,”

“Ada,dan itu sangat penting,” tegasku.

“Baiklah,” ia bergegas meninggalkanku.

Sooyoung-ah,jeongmal mianhae !!! batinku.

Sore Harinya,15.00 KST,Mouse Rabbit…

“Apa yang ingin kau katakan,Changmin-ah? Cepatlah,” Sooyoung terlihat tak nyaman.

“Sooyoung-ah,tatap aku,” ucapku.

Gadis itu sama sekali tidak menggubris permintaanku.

“Choi Sooyoung !!! Kumohon,” aku setengah membentak.

Sooyoung menatapku,kedua bola matanya menatapku tajam.

“Apa? Kau mau bicara apa,Shim Changmin? Bukankah semuanya sudah jelas,huh?”

“Oke,aku minta maaf atas semuanya !!! Maaf kalau aku baru mengatakannya sekarang,kau tahu ini berat untukku !!!”

“Cish,kau benar-benar egois. Apa kau tidak memikirkan perasaanku?”

Aku menghembuskan nafasku keras-keras,gigiku bergemeletuk.

“Aku sangat memikirkan perasaanmu !!! Bahkan lebih daripada aku memikirkan perasaanku sendiri,tapi aku melakukan semuanya terpaksa,Sooyoung-ah. Sangat terpaksa !!!”

Sooyoung menatapku penuh pertanyaan,ia menuntut penjelasanku selanjutnya.

“Kau tidak tahu,bahwa perusahaan ayahku kolaps dan kini keluargaku hampir bangkrut. Appa berusaha bertahan hingga aku lulus SMA nanti,sekarang setengah harta Appa sudah dijual untuk menutupi kerugian perusahaan. Appa berniat untuk memulai usahanya dari nol di Austria,sebenarnya keadaan tak baik ini sudah berjalan sejak aku masuk SMA tapi Appa menutupinya. Sekarang tidak bisa lagi,ada sahabat Appa di Austria yang bersedia memberikan sedikit bantuannya. Tapi semua itu ada harganya,”

“Apa itu?” cicit Sooyoung,air mukanya begitu tegang.

“Aku harus mau dijodohkan dengan putri sahabat Appa,itu perjanjiannya,”

“MWO??? Kau tidak salah bicara?”

“Aku serius,Sooyoung-ah. Maka dari itu,sebenarnya alasan inilah yang membuat semuanya semakin berat. Aku benar-benar minta maaf atas segalanya,Sooyoung-ah. Aku tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain menuruti keinginan Appa,”

Tangan mungil Sooyoung bergetar,air matanya mengalir perlahan. Aku meraihnya.

“Sooyoung-ah…,”

“Changmin-ah,apa semuanya berakhir seperti ini? Kenapa semuanya begini?”

“Sooyoung-ah,kalau boleh memilih aku juga…,”

“Jangan pernah temui aku lagi,Changmin-ah. Jangan pernah,” tegasnya.

Ia melepaskan genggaman tanganku dan keluar dari kafe,hujan deras mengguyur kota Seoul.

“Sooyoung-ah,kumohon. Jangan pernah bilang begitu,aku ingin tetap menemuimu !!!”

Langkah Sooyoung terhenti sejenak dan lalu berbalik menatapku,ia berjalan mendekatiku. Kini kami berdua diguyur air hujan.

“Untuk apa? Untuk semakin menyakitiku?”

“Setidaknya beri kesempatan hingga aku pergi nanti,”

“Tidak perlu,semua itu tidak perlu,”

Aku memegang pipi Sooyoung,perlahan wajahku mendekat dan aku mencium bibirnya lembut. Kini air mataku bercampur dengan air hujan. Aku meluapkan semua perasaanku disana,bayangan dan kenanganku bersama Sooyoung selama ini terputar ulang.

Saranghae,Sooyoung-ah,” lirihku.

Aku melepas ciumanku dan beranjak meninggalkannya. Benar apa katanya tadi,sisa waktu sebelum kepergianku ini hanya akan menyakitinya saja,aku tidak ingin membuatnya menangis dan larut dalam kesedihan. Aku menyebrangi jalan dan tak lama…TTTIIINN !!! kudengar klakson mobil yang memekakkan telinga.

“Changmin-ah,awas !!!” kudengar lagi teriakan Sooyoung,tak disangka gadis itu mendorong tubuhku menuju tepian jalan dan BRAAAKKKK !!! benda keras itu menghantam tubuh seseorang,aku menoleh. Ternyata tubuh itu milik Sooyoung,kini gadisku itu sudah tergeletak lemas tak berdaya di tengah jalan.

“Sooyoung-ah !!!” aku bergegas menghampirinya.

Darah segar mengucur di bagian belakang kepalanya,tatapan matanya begitu sendu dan nafasnya pun melemah.

“Sooyoung-ah,kenapa kau lakukan ini?” tanyaku.

“Kau harus bahagia,Changmin-ah. Kau harus tersenyum,”

“Kau ini bodoh atau apa? Kebahagiaanku adalah kau,”

“Maafkan sikapku tadi,sebenarnya aku masih sangat mencintaimu,Changmin-ah. Sampai kapanpun,”

“Sooyoung-ah,bertahanlah,”

“Aku sudah tidak bisa lagi,Changmin-ah. Selamat tinggal,” perlahan nafas Sooyoung tak terdengar lagi,jantungnya berhenti berdetak dan matanya menutup pelan.

“CHOI SOOYOUNG !!!” jeritku,memecah keheningan malam.

Kini gadisku telah pergi,ia benar-benar pergi meninggalkanku menuju alam yang berbeda.

***

Aku menaruh seikat bunga mawar merah muda diatas nisan yang mengilat,sesaat aku larut dalam doa.

“Sooyoung-ah,hari ini hari kelulusan SMA. Apa kau ingat? Seharusnya sekarang kau disisiku dan sudah menentukan masa depanmu yang cerah,maafkan aku Sooyoung-ah,karena aku kau mengorbankan nyawamu agar aku terselamatkan. Aku bukan seseorang yang baik untukmu,hari ini juga aku akan pergi ke Austria. Melanjutkan studiku dan kau juga sudah tahu tentang hal yang satu lagi,tapi percayalah bahwa kaulah yang satu-satunya gadis yang kucintai,Sooyoung-ah. Semoga kau bahagia di surga sana,jangan lupa doakan aku agar bahagia sesuai harapanmu,Annyeong,” aku mencium nisan itu lembut.

Aku bergegas meninggalkan taman pemakaman tersebut,aku memandang langit biru yang begitu bersih tanpa awan. Choi Sooyoung,can I live without your breath???

Dete wa ikenai to waka~tsu tetanoni
“Ya~a hisashiburida ne”
Denwa no koe ga furuete sugu ni
Kōkai ga tameiki e to kawatte ku

Dete kureru wake nai to omo~tsu tetakara
Gomen koe ni naranai no
Ima doko de nanishiteru kamo
Kikenakute namida ga deru
Omoi ga kotoba ni naranai

Mimi ni hibiku iki no oto
Genkida yo to usowotsuku no mo
Yasashi-sada to waka~tsu terukedo
Toiki dake demo īkara
Kon’ya dake
Kika sete hoshī konomama

(Breath,TVXQ Changmin feat f(x) Krystal)

_____________________________________________________________________________

Naaaah….segini aja ceritanyaaaa !!! Semoga kalian suka yaaa..maaf kalau alur kecepetan,feelnya kurang dll dsb dst. Comment kalian sangat berharga,gomawo ^^

18 Responses to “Breath”

  1. Yeojas Changmin May 16, 2014 at 12:14 am #

    keren tpi kok Sooyoungnya mati ( kirain shbat appanya changmin itu appanya sooyoung jdi putrinya yg d jodohkan adalah Sooyoung, sedih2nya adlah Sooyoung yg nungguin Changmin d Austria) #buat cerita sndiri #Mian

  2. Han Jung Park June 10, 2014 at 1:57 pm #

    Keren ,, ;'(

  3. ismi September 3, 2014 at 12:32 am #

    syo kasiant bgt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 20,590 other followers

%d bloggers like this: