
Author note:
Mian kelamaan T.T karena mungkin banyak yang lupa makanya aku copas in dari part 1
**********************
PART 1
“You know?”
“Is that really happen? That Doizu group??”
“Yes, the head president and his family ware brutally killed when they were on vacation three days ago”
“Heh?”
“The murderer also burn the house, until their corpse were so difficult to identified but….”
“What?”
“The cop also cannot find the daughter corpse, anywhere around the house, but yesterday she’s comeback with one black-clothes butler”
“How is she? She’s fine?”
“I don’t know but they said she has being raped by the murderer, not only once and not only one person”
***
Dia duduk termenung diatas tempat tidurnya. Lurus memandang pemandangan luar kamar tanpa ekspresi.
Hiro berdiri tegap disampingnya, sebelum akhirnya bergerak menuju pintu ketika mendengar ketukan.
“O…” yang masuk terlihat bingung melihatnya.
“You want meet my young mistress, agasshi?”
“Ne,………….. oh Jiyeon-ah” dia menghabur masuk memeluk gadis diatas tempat tidur.
“Gwenchana? Jiyeon-ah, I’m so worry about you”
“Hem? Jiyeon-ah?”
Tak ada tanggapan, gadis yang diajak bicara tetap memandang kosong ke luar kamar.
“I’m so sorry about what happened, it must be tough for you”
“Don’t touch me”
“Huh? Pardon?”
“Leave me alone”
“Jiyeon-ah…….”
Jiyeon menatap tajam ke arah Boram, “I said, leave me alone!”
Seakan tak percaya, boram tercengang.
“Agasshi, maybe I’m rude but my young mistress is still tired. I think it’s better for you to take your leave and comeback next time”
Boram memandang lelaki itu bingung, namun kemudian menganguk.
“Ahh..Is that so? ……….But who are you?”
“I’m sorry for not introduce myself first, from now on I’m Jiyeon-ssi butler. Nice to meet you “
Senyum Hiro menghiasi wajahnya, dingin.
“My name is Boram, jiyeon’s friend nice to meet you too Mr.Butler”
“Then, I’ll leave now, take care Jiyeon-ah. I’ll visit you next time”
Riang Boram melangkahkan kakinya menuju pintu, “Anyeong”
“Huh? Friend? I don’t believe such a thing like friendship”
Senyum itu kembali ada di wajah Hiro, terlihat sedikit meremehkan.
Interesting, human is so interesting.
***
Few days later
“Good morning young mistress” ucap Hiro sembari membuka tirai jendela kamar Jiyeon
“Hem”
“I’ve already prepare your breakfast young mistress”
“Ne~”
“I’ll waiting you outside”
Membungkuk memberi hormat sebelum meninggalkan kamar Jiyeon.
“I prepared your favorite dishes” kata Hiro sambil menyiapkan sup jagung dihadapan Jiyeon
Tanpa selera jiyeon meraih sendok dan mulai memasukkan suapan pertama ke mulutnya.
Setelah suapan pertama tiba-tiba dia berhenti, bangkit berdiri kemudian menampar keras Hiro yang perdiri disampingnya.
“You called it food, huh?”
“I’m sorry, young mistress”
“Bring sandwich to my room”
“Yes My Lord”
A demon got slapped by a girl, huh!
Hiro menghapus bekas darah dari sudut bibirnya, I don’t know it will hurt when she slapped me with ring on her hand
***
Knock…knock….knock….
“Young mistress, I bring your sandwich”
Tangan Jiyeon terulur.
“Huh?”
“Apply it on your face”
Hiro menerima obat yang diberikan Jiyeon,”Thank you, I’ll work hard to make a delicious food that suit you young mistress”
“It delicious”
“Pardon?”
“I just remember my mother corn soup, the taste is totally the same….. I don’t know why but I start angry without a reason”
Hiro tersenyum, “I know”
She’s still a little girl after all
***
“How can she still alive? I order you to kill her, why she still alive why??”
“I’m sorry boss, I already burn that house. How can she escape, I have no idea”
“Stupid! You too careless, I know what you did to her, you rapist”
“…”
“Now, how can I take over Doizu group if she who is his heiress still alive, Huh?”
Tangannya terulur, menarik pelatuk mengarahkan tepat di pelipis lawan bicaranya.
“Boss??”
“No matter what happen, you must not leaking about what we have planed or you what will happen”
Nafas yang diajak bicara memburu, suaranya bergetar, “Yes, I know”
“Now get out from here, I’m sick of you”
Dengan terburu dia meninggalkan ruangan. Menutup pintu dengan kasar, seakan takut bila sang boss berubah pikiran dan mnarik pelatuk ke arah kepalanya.
Nafasnya memburu, pikirannya buntu.
“Ah, I know, I still have plan B. Get ready, Doizu group will be mine”
***
A cool finger beckons me
Like a stubborn I follow you
I who become your slave
I devoted my life for you
Everything for you, My Lord
“I order you, Hiro, lent me your power….protect me from death until my wish fulfilled”
“Yes, my Lord”
***
PART 2
Darkness is coiling around me
My body which is marked by the sword
My blood is sucked until there is none left
There is no end
Everyone live their life in fear
That part of me was death long time ago
I have no choice but have to go on
“Get the car ready”
“Yes, my Lord”
***
“All of you have no shame, huh”
Serentak mereka menoleh.
“Shareholder meeting without me?”
“Ah, Jiyeon-ah. You’re here?”
“Ajusshi, what is this?”
“Ji…Jiyeon-ah. It’s only misunderstanding, we have this meeting not to betray you but”
“Oke, everyone here right? Thanks to you ajusshi, there’s no need for me to hold another meeting to announce it” potong Jiyeon
“My father has passed away so, I, who is his only heiress will take over Doizu group from now on”
“Please guide me well yoroubun” Jiyeon membungkuk, bibir mungilnya membentuk senyuman, sedangkan yang lain memandang tak percaya.
“Jiyeon-ah, it’s not that simple! Are you kidding us?”
“Am not, ajusshi! Kaja, Hiro” ucapnya kemudian meninggalkan ruangan
“Ya! Agasshi, what the heck is this?” teriakan salah satu shareholder terbesar Doizu group pun tak dihiraukannya
“We’re sorry for disturbing, we’ll take our leave now. Good afternoon”
Dengan santai tanpa beban Jiyeon meninggalkan ruangan rapat dengan Hiro mengikutinya dari belakang.
***
“Did you see? Their faces, Hiro? HAHAHAHAHAHA”
Tawa Jiyeon memenuhi mobil yang mereka tumpangi.
“They wont get what they want, never”
“….”
“Police office”
“Huh?”
“Go to police office now!”
Tak memakan waktu lama mobil yang mereka tumpangi pun berhenti tepat di depan kantor polisi pusat kota Seoul.
“Go Hiro, bring me document of my family”
“Yes, my Lord”
***
Ruangan mewah itu tampak lengang, gelap tak ada lampu yang menerangi. Seorang gadis muda duduk di satu-satunya meja yang ada di ruangan itu. Kemudian seorang lelaki berjas hitam masuk membawa nampan dan tanpa ragu meletakkannya dihadapan tuannya.
Gerakan tangannya pasti membuka botol red wine dan menuangkannya dengan angun ke dalam gelas. Tangan gadis itu terulur meraih gelas kemudian menyesapnya sedikit.
“Read it Hiro”
“March 12th, 5 corpses were found in one of villas in Jeju Island. 2 of them were identified as Mr. Park and Mrs. Park and the other 3 were their maids. Their corpse…”
“Enough…”
“Pardon?”
“Enough I said!” tangan Jiyeon bergetar, dengan kasar dia meminum habis red wine dalam gelasnya.
Nafasnya memburu, emosi memenuhi dadanya, sesak.
Prang….
“Young mistress, are you ok?”
Airmata mulai jatuh, darah mengalir perlahan. Dengan sigap Hiro mengambil sapu tangan putih dari saku bajunya dan membalut tangan Jiyeon.
“You’re not ready yet young mistress” ucap Hiro sambil mengulurkan tangannya
“Leave me alone!” dengan kasar Jiyeon menampik uluran tangan Hiro, kemudian berjalan meninggalkan Hiro sendiri.
All lines are broken
The ones you loved and had to leave you
HE steals your innocence
Falling fast but nobody care
How pitiful you are, my young mistress
***
Darah yang tertinggal sangat menggoda. Mencoba menolak tapi tanpa sadar menjilatnya. Indera perasa mulai bekerja, merasakan betapa manisnya.
“I never make a mistake, your blood has seduced me since the first time we meet.”
Sayup-sayup terdengar suara. Suara yang akan menyayat, suara tangis terpedam. Hiro menajamkan telinganya dan mulai melangkahkan.
Pintu kamar yang sedikit terbuaka memperlihatkan seorang gadis rapuh yang bersimpuh di atas tempat tidur, memejamkan mata. Mulutnya terbuka perlahan…
“If my prayer can no longer be fulfilled, I’ll never ask you for myself again. My ship has already lost direction but for this time please hear me. Take care of them, my precious family, I know you have not ran out your kindness, God”
Airmata bercampur darah segar membasahi tangannya. Tetap diam dalam posisinya memejamkan mata, khusyuk didalamnya.
Sedangkan Hiro tersenyum sinis mendengar doanya.
It’s so ridiculous, I cannot believe it
He has already betrayed you and you still believe Him?
Now I know why I can be so attracted
coz You’re so pure my Lord
***
Menyusup perlahan dalam diam. Mata merah yang memandang penuh nafsu. Tanpa ragu mulai membuka kancing kemeja gadis dihadapannya.
Mengangkat tubuh gadis itu memeluknya. Hidungnya menyusuri tubuh gadis dalam pelukannya tanpa terkecuali seakan tak ingin melewatkan satu jengkalpun.
Seakan menemukan yang dicari, dia berhenti tepat di dada kiri gadis itu. Mendengarkanya dengan seksama, bunyi darah yang mengalir. Bibirnya mengukir seutas senyuman penuh arti.
I cannot resist it, your scent
***
PART 3
Tubuhnya tercabik, darah hitam pekat mengalir dari luka diseluruh tubuh. Menggerang tanpa suara, kesakitan.
I don’t know if it will turn out like this
Contract between you and me
Although I want it, I must hold my desire back
Hiro memegang luka yang menganga di lehernya, perih. Luka disekujur tubuhnya mulai menutup menyisakan darah hitam di atas kemeja putihnya. Tak disadarinya contract nya dengan Jiyeon mengikat begitu kuat. Sebelum semuanya terpenuhi, sebelum kontraknya berakhir Hiro tak akan bisa menyentuh jiwa Jiyeon bahkan tubuhnya pun tidak.
***
Bibir mungil itu membentuk sebuah senyuman. Berjalan menanggalkan baju putihnya memandang ke arah bayangan dicermin. Lebam kehitaman menghiasi perut dan dadanya. Terlalu kuat ternyata, sentuhan demon memang bukan diperuntukkan untuk manusia.
Jari-jarinya menyusuri bekas kehitaman itu, meringis ketika menyentuhnya terlalu kuat. Mulai mengenakan kemejanya lagi kemudian melangkah keluar. Berjalan menuju dapur dan yang dicari pun ternyata juga ada disana.
“It’s hurt uh?” ucap jiyeon berdiri angkuh di dekat tubuh Hiro yang tercabik, kemeja putih yang dipakainya sedikit terbuka memperlihatkan lebam hitam memanjang dari leher.
“Did I miss something here?” lanjutnya dengan nada menghina
“….”
“So it’s what will happen if you try to touch me while the contract between you and me hasn’t over yet?”
“Huh, you cannot even lick my blood………Hiro-chan”
Tawa kecil terdengar, “Did you know My lord?” ucap Hiro
“Huh?”
“For being insulted like this, in the end I should get big reward, aren’t I young mistress?” ucap Hiro sambil bangkit berdiri merapikan pakaiannya yang dalam sekejap berganti.
“Huh!”
“Don’t waste the time go get this person right away!”
Jiyeon melemparkan kertas berisi data diri seseorang tepat dimuka Hiro.
“Yes, My lord”
Setelah menerima kertas itu Hiro menghilang meninggalkan Jiyeon dalam kegelapan sendirian.
“First step was taken”
***
“Help me…if she found out….. she will haunt me, she will take her revenge against me….” Ucap lelaki itu dengan suara bergetar
“Like I care” ucap seseorang diseberang
“Ne?”
“That’s your own problem”
“You said you will protect me, huh?”
“I never said something ridiculous like that. Listen I don’t care what will happen to you but.. if you say something unnecessary you’ll know what will happen with your family”
“But… eh, yoboseyo? Yoboseyo!”
Tubuh laki-laki itu bergetar, ketakutan. Bergegas dia melangkah mengambil sebotol soju dalam lemari pendingin, meneguknya kasar.
Haw dingin di rasakannya, perasaan ngeri itu datang tanpa diminta. Mata merah efek alkoholnya menyala-nyala memandang sekeliling, mencoba menangkap bayangan siapa yang mengawasinya. Tak disadarinya bayangan itu telah hilang dengan senyum menghiasi.
***
Brak
Tubuhnya terlempar, dapat dipastikan beberapa tulang rusuk dalam tubuhnya patah. Menggeliat kesakitan, memohon ampun namun sekali lagi tubuh itu terlempar menabrak sebuah lemari.
“Ajusshi, are you hurt?”
Nafasnya tersenggal, matanya liar memandang kaki putih yang berdiri dihadapannya.
“Say it out loud, jebal, so I can forgive you”
Suara munggilnya terdengar. Jiyeon berjongkok di depan tubuh seorang laki-laki yang tubuhnya penuh darah.
“SAY IT!” teriaknya
“Aga…sshi”
“Ne Ajusshi?” suaranya kembali melembut, “You changed your mind, huh? Say it, who ask you to be a traitor of my family?”
“I cant agasshi”
“Wae????? Wae ajusshi? You know what did you do make us suffering like this, I can take your life if you keep this behavior”
“….hhh…hhh”
“Ajusshi, do you want more?”
“hh…hhh..agasshi”
“Hiro” ucap Jiyeon pelan, namun cukup untuk memerintahkan Hiro menyiksa lelaki di hadapannya.
“Do you know something ajusshi? I cant sleep well in the night, the nightmare of that night always haunt me. That night! When they killed my family, when they burn them”
“Ugh”
“That’s not enough, they kidnapped me, did disgusting behavior and also tried to burn me. Do you know how hurt is that?”
“…..”
“Enough Hiro”
“What did my family do wrong to you, huh? Ajusshi tell me, tell me”
“Just kill me then, I do something wrong, I’m sorry”
“Am I a stupid? Huh! Why I’m not realizing it earlier? When they found everybody’s copse but they didn’t find yours, why?”
“Agasshi, just kill me”
“Tell me, jebal” ucap Jiyeon,
Klik, moncong pistol diarahkannya ke kepala lelaki yang dulu bekerja sebagai pelayan di rumahnya itu.
“I cant, they will kill my family if I tell you”
“Ne?”
“Just kill me agasshi” tangan lelaki itu mencoba meraih, menggapai kaki Jiyeon.
“Jeval kill me”
“Huh?”
“Young mistress, should I do it on your behalf? ”
“Forget it Hiro, I’ll do it on my own”
Tangannya terulur, dengan sekali gerakan menekan pelatuk melontarkan peluru menembus kepala lelaki dihadapannya. Darah menghambur keluar mewarnai lantai kamar tuatempat mereka berada.
Bruk, pertahanannya hancur. Jiyeon menangis dalam diam.
“Mianhae” ucapnya lirih
“Young Mistress”
Hiro mendekat, mengulurkan tangan. Ditampiknya tangan Hiro dengan kasar.
“Burn it, Hiro”
“Yes, My lord”
Dalm sekejap nyala api merah menyala mewarnai malam. Dua orang dalam balutan hitam berjalan meninggalkan cahaya membutakan.
***
Air matanya mengalir, dan dibiarkannya terus mengalir. Meringkuk diam dalam balutan selimut.
“Mianhae, mianhae” ulangnya terus menerus
“Appa, omma, why did I do it? Must I take my revenge? Must I continue it?” ucapnya dalam bisikan.
Namun seutas senyuman segera terbentuk, “First step has been taken, who is the next?”
“Hiro!”
“Yes, young mistress”
“Find him”
“Yes My lord”
***
even though you have no strength and lost direction
I’ll always guide you until your revenge has been fulfilled
so in the end your soul will be more delicious
***
PART 4
Spinning destiny
If my master chooses to walk along this thorny part
Eternally, I will be right by his side
Hand upon heart, with sworn, unshaken loyalty
I shall become a sword, in order to protect my lord
That’s the role I am to fulfill
***
Sebuah surat kabar yang tergeletak diaatas meja menunjukkan sebuah headline utama; Sebuah Rumah Tua Terbakar Tadi Malam, Mayat Seorang Laki-Laki Ditemukan Hangus Terbakar.
Seorang laki-laki berkemeja hitam memandangi surat kabar itu dengan pandangan tak percaya.
“Boss? Boss who did it right?” seorang yang lain bertanya
“Molla” jawab laki-laki berkemeja hitam itu, raut mukanya menunjukkan kebingungan
“Hyung? It can’t be that girl right? ”
Helaan nafs terdengar, “I’ll ask him if he…” ucapannya terpotong karena handphonenya bergetar.
“Yoboseyo? Boss”
“Good job, you did it well”
“Ne?”
“I saw it in the newspaper, you guys doing a great job”
“But we do nothing, we thought you who did it Boss”
“Mworago?”
***
“Boss ania”
“Ne? Hyung!”
“Relax that girl will never know, never”
“But Hyung”
“Shut up, just pack your clothes we are going to abroad tonight, I’ll get the ticket”
“Just relax, Everything gonna be ok, arasso? Huh? ”
“Ne, hyung”
Lelaki berkemeja hitam itu bangkit berdiri, mengambil kunci mobil dan berjalan keluar. Seorang yang lain segera memasuki kamar mengambil kopor dan mulai memasukkan pakaian dengan kasar. Tanpa mereka disadari seorang berjas lengkap mengawasinya dari balik jendela.
***
“My lord”
“Tonight Hiro” jawabnya dingin
“Yes, My Lord”
Gadis itu bangkit berdiri berjalan memasuki kamar, melepaskan pakaiannya satu persatu. Memandangi bekas luka sayatan yang terukir jelas diatas tubuhnya, kenangan malam itu.
Membuka lemari, mengambil baju yang tergantung paling dalam. Kemeja putih panjang yang tercabik penuh noda darah.
“Let’s react that day tonight” senyum tipis menghiasi wajah cantiknya yang putih pucat
“Those nightmares will never haunt me again”
***
Flashback
Deru nafas tak beraturan terdengar. Bunyi gemeretuk gigi saling beradu menodai malam yang sunyi.
Hiro berjalan keluar kamar dengan lilin ditangan, berjalan menuju kamar utama. Mengetuk pintu kamar perlahan, kemudian membukanya.
“Aarrrgh…” teriakan tertahan terdengar
“Young Mistress?”
“Who??” suara gadis itu lirih bergetar
“It’s me young mistress”
“Hiro?”
“Yes, it’s me your butler. Hiro”
“…”
“Did you have bad dream again?”
“They all look at me, standing there smiling at me”
“No one here young mistress, there is no one here except you and me”
“There are glaring at me”
“It’s just a nightmare, don’t be afraid” ucap Hiro sambil berjalan mendekat, mencoba menyikap selimut yang menutupi tubuh gadis itu
“DON’T TOUCH ME!”
“Young mistress?“
“Don’t touch me, don’t touch me” ucapnya berulang-ulang dengan nada ketakutan
“Then I’ll retire, but if you need anything..”
“stay”
“Ne?”
“Stay…there.. until I fall asleep”
“Don’t stay there”
“Yes, my lord” ucap Hiro kemudian memadamkan lilin dalam genggamannya
***
“Where is he?”
Seorang lelaki berkemeja hitam mengetuk-ngetuk ponselnya tak sabaran. Berkali-kali menekan tombol dial namun tak ada jawaban.
“Oh, shit. Why something happen in this kind of situation?”
Membuka pintu mobilnya dengan kasar kemudian menuju apartmentnya diseberang jalan. Menaiki tangga dua-dua tak sabaran. Membuka pintu dan disambut dengan ruangan gelap gulita, hanya semburat cahaya bulan masuk melalui jendela yang terbuka lebar.
“Hyunsik-ah odiya? Hyunsik-ah” panggilnya berulang kali tapi tak ada jawaban, tangannya meraba tembok disebelah pintu dan menekan tombol lampu.
Ruangan yang semula gelap kini berubah terang dan ketika matanya mencoba menyesuaikan dengan perubahan yang ada dia menangkap sosoknya. Seorang gadis berkemeja putih penuh noda darah duduk di pojok ruangan di sebelahnya seorang laki-laki berkema putih dengan jas berekor berdiri tegap.
“Anyeong” ucap gadis itu menyapa
“…Du..gu.. Dugu?” ucap lelaki itu terbata
Kemudian tangannya bergerak cepat mengambil pistol, mengacungkannya tinggi-tinggi. Melangkah maju perlahan, “Who are..?”
Ucapannya terhenti ketika dia menyadari kakinya berdiri diatas genangan darah. Matanya membelalak kaget, tubuh seorang laki-laki bersimbah darah tergeletak ditengah ruangan. Tubuhya terikat dengan bekas sayatan hampir disekujur tubuhnya.
“Who are you? HUH?”
“You don’t remember me?” ucap jiyeon tenang
Jiyeon bangkit berdiri berjalan perlahan mendekati lelaki itu dengan pisau berlumuran darah dalam genggamannya. Kemeja putihnya yang tercabil memperlihatkan sayatan kasar di tubuhnya.
“These scars are you remember?” ucapnya lagi
Kaki jelanjangnya mulai menginjak genangan darah.
“You do the same thing to me, do you remember?” ucapnya sambil melemparkan pisau dalam genggamanya ke tubuh di samping kakinya
Lelaki berkemeja hitam itu memandang tak percaya, tangannya bergetar menarik pelatuk.
Sebuah peluru melesat tepat tertuju ke kepala jiyeon, namun gadis itu tak bergemi sedikitpun. Darah hitam pekat menetes, dan senyuman pun terukir.
“I’ll always become your shield my lord”
***
You turn your back from the light without hesitation
Walking toward the darkness
How brave and foolish?
I’ll become your sword and protect you
When you receive your crown decorated in despair
Your soul will surely be…
Extremely delicious
***
PART 5
unshaken loyalty
smile in the deep despair
holding back the tear
covered by red blood and dark shadow
no one know till the sun rises
*****************************************
Pandangan laki-laki itu terlihat tak percaya, sebuah peluru menembus kepala lelaki berjas hitam didepannya. Namun tak bergemi sedikitpun, tetap berdiri dengan darah hitam pekat mengalir menyusuri wajah putihnya.
“I’ll always become your shield my lord”
“How can you??”
“Let’s end this Hiro”
“Yes, my Lord”
Langkah kakinya semakin mendekat sedekat, getaran tubuh sang mangsa semakin ketara. Dengan tergesa mencoba menyelamatkan diri, lari menyusuri lorong cepat-cepat menyusuri tangga. Mencoba membuka pintu mobil yang terkunci.
BRAK…
Lelaki berjas hitam itu mendarat tepat diatas mobil menyisakan bekas cekungan, gadis berkemeja putih dalam gendongannya tersenyum sinis.
Turun dengan satu lompatan ringan berdiri tepat dihadapan mangsa yang bergetar semakin hebat. Gerakan tangan halusnya dalam sekejap menyentuh leher lelaki dihadapannya. Menggerakannya sedikit dan bunyi tulang remuk patah terdengar di kesunyian malam.
Lelaki itu jatuh terkulai dengan leher patah.
Senyuman menghiasi wajahnya, “Good job” bisiknya
Dibalas dengan senyuman kecil, “What will we do next, young mistress”
Gadis itu melompat ringan turun, berlutut mengambil handphone yang tersimpan dalam saku celana laki-laki yang sudah mendingin.
“Investigate it, give me full report before morning”
“Yes, my Lord”
***
“SHIT”
Sebuah asbak Kristal tak bersalah terlempar hingga hancur berantakan.
“Who did this?”
“WHO????”
“I’m sorry boss but we can’t find anything”
“I can’t accept this kind of answer, GO FIND SOMETHING!”teriaknya
“Yes Boss”
“Someone tried to frighten me, huh, I’ll make sure they will regret it ”
***
Berlembar-lembar kertas putih bertumpuk rapi di atas meja. Kepulan asap aroma jasmine memenuhi ruangan. Cairan kecokelatan panas mengalir keluar dari teko dituangkan kedalam gelas. Menambahkan satu sendok butiran putih halus mengaduknya perlahan.
Lelaki berjas hitam itu melangkah perlahan mencoba tak menghasilkan suara. Menyibak selimut yang menutupi tubuh seorang gadis yang tertidur pulas karena kecapaian.
Sebuah senyum terukir dengan tangan terulur membelai wajah putih mulus gadis itu. Merasakan ukiran indah membentuk rupa menawan.
“Young mistress” bisiknya lembut
“Please wake up… young mistress”
Tangan gadis itu terulur cepat meraih tengkuk laki-laki yang berdiri disamping tempat tidurnya. Mendaratkan bibir mungilnya tepat diatas bibir lelaki itu, melumatnya kasar.
Cairan darah kental membasahi wajah gadis itu, mengalir.
Uhuk..
Wajah yang dipenuhi sayatan terlihat setelah ciuman itu terlepas. Warna merah gelap menutupi hampir seluruh rupanya yang menawan.
“Young mistress?”
“Why? I give you what you want huh, what’s the matter?”
“…”
“Such kind of present because you did a great job yesterday”
Tangan gadis itu terulur, membelai wajah laki-laki dihadapannya. Menyusuri sayatan diwajahnya yang mulai menutup tak meninggalkan bekas.
“I never realize you have such a beautiful face before?”
Sebuah senyum terukir, “My handsome butler”
***
“Lawyer Kim, I think you make a mistake. How can a 16 years old girl run the company?”
“You don’t have to worry about that Sir, we will always by young mistress side. We will help her until she can run the company by herself”
“But…”
“She is the right heir, we will process it right away”
“Oh, kurae”
“Next month shareholder meeting we will announce it”
“Kurae, you did a great job lawyer kim”
“I just did my job, uhm, I’ll take my leave then”
***
“Anyeong jiyeon-ah” seorang gadis bertubuh mungil memasuki rumah megah itu, dengan segera duduk di hadapan sang pemilik.
“Why you here?”
“Wae? I can’t?”
Tak menjawab sang pemilik rumah berdiri, “I’m busy, karago”
“Jiyeon-ah”
“Karago” ucapnya lirih sambil berjalan memasuki kamarnya.
Mianhae,you should not interfere in this case Boram-ah.
***
“Hiro-ah kaja”
“Yes, My Lord”
***
to be continue~

















