{Sooyeon sheets} Hello! Exo-K! Music Bank!

Tittle    : {Sooyeon Sheets} Hello! EXO-K! Music Bank!

Author : bebskyungie (@heloimnn)

Cast    :

  • Do Kyungsoo
  • Lee Nayeon

***

Friday, 13th April 2012

EXO’S Dorm

“..Kau sakit eh, Lee Nayeon?”

Yang ditelfon, Lee Nayeon langsung bersin, dan langsung mengelap hidungnya dengan tisu yang dipegangnya.

”Mungkin. badanku sedikit tidak enak .. Hasyin” Nayeon bersin lagi setelah berkata dengan suara parau, suara khas jika seseorang sedang sakit.

“Makanya sudah kubilang kemarin jangan langsung pulang kan sedang hujan.Eh .. malah kau nekat” seru suara disana tenang membuat Nayeon mengerucutkan bibir.

“YAA!! Itu juga salahmu Do Kyungsoo! Gara–gara kemarin aku harus menerjang hujan! Hasyin~” bersin Nayeon untuk sekian kalinya membuat Kyungsoo tersenyum malu.

”Mian.  Jadi .. Kau nanti tidak ke Music Bank?”

“Nunaa~ Kau masih perawan kan? WADAUW HYUNG SAKIT!!” Sehun melengking kesakitan saat Kyungsoo mengijak kakinya keras, Kyungsoo langsung merebut Hpnya, ”Nayeon-ah itu..”

“YAA! DO KYUNGSOO!! MANA SEHUN? AISH KUBUNUH DIA JIKA AKU BERTEMU DENGANNYA!!”

Kyungsoo mengernyit senang sambil melirik Sehun yang ketakutan setelah mendengar teriakan Nayeon, meskipun tidak di loudspeaker entah kenapa bisa terdengar di luar.

Sehun mencicit panik. ”Arasso! Jangan bunuh aku Nuna~ Kumohon, aku belum menikah!”setelah mengatakan permintaan maaf, yang tentu saja tidak terdengar oleh Nayeon. Si Maknae penuh ‘aegyo’ itu langsung keluar dari ruang makan. Kyungsoo tertawa gembira.

“Apa yang dia katakan?”

“Kata Sehun, dia akan membunuhmu gantian setelah dia mati Nayeon-ah, huahaha” Kyungsoo tertawa keras, setelah mengubah ‘sedikit’ perkataan Sehun.

Nayeon mengernyit tidak senang.“Mwo? Apa yang dia pikirkan? Jika begitu aku akan menganggu anak–cucunya nanti! Awas dia berani sekali bertanya seperti itu .. Haasyin~ Haduh. dimana tisu..”

“Ya Ampun Namonie. Sudah ke dokter?” tanya Kyungsoo khawatir, dia berjalan ke arah kamar tidurnya untuk mengambil jaket, berencana akan pergi ke Rumah Nayeon untuk mengecek Nayeon.

“Sudah ke dokter belum?” tanya Kyungsoo sekali lagi, berusaha membuka pintu kamarnya yang entah kenapa tidak bisa terbuka.

“Aniyo.  Aku sedang malas Domonie~ Paling hanya minum Lemon Tea hangat saja sudah sembuh.” ucap Nayeon tenang, berusaha untuk membuat Kyungsoo tenang, tapi tidak berhasil malah kekasihnya itu mengoceh cepat.

“Jangan banyak minuman manis itu Lee Nayeon! Minum air putih saja! Aish~ Kenapa pintu ini tidak mau terbuka? Ya! Hyung! Buka pintunya!”  Kyungsoo menjauhkan Hpnya setelah dia berteriak pada leader EXO-K, Suho yang sedang duduk santai di kursi.

“Tidak bisa. Aku harus mengawasimu dengan Aramy, Kyungsoo-ah.Kudengar dari Sehun, kau .. sedang apa–apa dengan Aramy kemarin, iya kan?” Suho bertanya dengan santai sambil tiduran di sofa, membolak–balikan halaman majalah yang sedang ia baca.

Kyungsoo langsung melempar ‘glare’ mematikanya ke arah Sehun yang berlindung di belakang kursi Suho  “Berani – beraninya kau ..”

Sehun makin bersembunyi mendengar ucapan mengerikan Kyungsoo.

”Ampun Hyung, aku harus menyampaikan apa yang telah terjadi kepada Junmyun Hyung jadi ..”

Suho langsung memotong. ”Sudahlah, Santailah Oh Sehun, tidak apa–apa” Jawaban santai Leadernya itu membuat Sehun mengangguk senang.

Kyungsoo menggeleng kepalanya, tidak ada gunanya melawan orang–orang ini. Kyungsoo kembali mendekatkan Hp ke telinganya.

“Heloo Mr? Are you there?”

Kyungsoo tersenyum kecil. ”Aku disini Namonie. Kenapa?”

“Tadi kau berbicara dengan siapa? Aku tadi mendengar suara dari si Maknae jelek itu .. Siapa satunya?” tanya Nayeon penasaran.

“Oh” Kyungsoo melirik Suho yang sedang membaca majalah ”Dengan Suho Hyung, kenapa?”

“Sambungkan aku denganya Do Kyungsoo! Aku ingin mendengar suaranya! Hasyin~”

Kyungsoo mengangguk lemas, menuruti kata kekasihnya.

”Arasso, sebentar” Kyungsoo langsung berjalan ke arah Suho, Suho meliriknya, bingung.

“Telpon dari Nayeon Hyung” Kyungsoo menyerahkan Hpnya ke Suho.

Suho langsung mengambilnya. ”Oh Annyeong Haseyo Ara-ya” ucap Suho gembira setelah tersambung dengan Nayeon.

Kyungsoo menghempaskan tubuhnya ke kursi dan melirik Suho yang mendengar ucapan Nayeon dengan seksama. Entah apa yang mereka bicarakan membuat  Suho tertawa gembira.

“Aigoo~ Kenapa Hyung melirik Junmyun Hyung dengan tidak senang?” goda Sehun, entah kapan diasudah  duduk di sebelah Kyungsoo,  menyenggol  bahu Kyungsoo.

Kyungsoo langsung bergaya untuk mencekik Sehun. ”Kau berani berbicara seperti itu?”

Sehun mengganguk pelan. ”Aku berani, kan sudah kuucapkan ke Hyung” jawab Sehun polos langsung terkena timpuk bantal dari Kyungsoo.

“Sudah sana pergi! Aku bosan dengan wajahmu! Pergi!” Kyungsoo langsung menendang Sehun, Sehun terjatuh dari kursi dengan bunyi yang sangat keras.

“Hyung .. Mengapa kau begitu kejam?” Sehun mengelus pantatnya yang sakit.

”Sakit tau .. Huwee Umma~” Sehun merenggek dan pergi ke arah kamarnya. Kyungsoo mencibir setelah  mendengarkan rengekan Sehun dari kamar.

“Ya Ara? Mau bicara dengan Kyungsoo? Baik sebentar-” Suho langsung menyerahkan Hp ke Kyungsoo.

“Apa Nayeon? Eh?Apa? Kau akan sembuh jika aku menuruti satu permintaanmu?” tanya Kyungsoo terkejut setelah tersambung dengan Nayeon.

“Benar! Dan aku yakin jika kau menuruti permintaanku aku akan sembuh total Domonie!”

Kyungsoo mengernyitkan dahi, tidak percaya. ”Baiklah, Apa permintaanmu?” tanya Kyungsoo dan beberapa detik kemudian Kyungsoo melengking kaget.

“MWOO? KAU GILA NAYEON?!”

~~

Saturday, 14th April 2012

KBS Building

“Uwoo! Annyeong Haseyoo EXO .. Hasyin~” Nayeon bersin setelah dia masuk ke ruang tunggu EXO,  Kyungsoo yang sedari tadi menunggunya mengernyitkan alisnya tidak senang.

“Tuh kan .. sudah kubilang jangan kesini Lee Nayeon!! Aiyaa, Kau bisa sakit jika memakai pakaian seperti itu” celoteh Kyungsoo, melihat baju yang dikenakan Nayeon. Baju putih kebesaran jika dikenakan oleh Nayeon, legging warna – warni, tas jinjing biru yang biasa Nayeon bawa. Sepertinya tidak ada yang salah, tapi tidak benar oleh Do Kyungsoo.

“Do Kyungsoo, kenapa kau selalu cerewet sih? Siapa yang memakai baju? Kenapa kaujadi yang marah – marah sendiri? Aish!” Nayeon menggeleng–geleng pelan, tetapi dia bersin lagi.

“Aigoo~ Apa ACnya terlalu besar eh?”

“Bukan begitu Lee Nayeon sayang, tapi kan kau sedang sakit paling tidak pakailah jaket dan AC ruangan ini tidak dapat dipindah-pindah. Nih pakai!” Kyungsoo menyampirkan kostum jaket hitamnya yang akan ia pakai saat stage  ke Nayeon.

”Pakai! Jangan dilepas!” perintah Kyungsoo membuat Nayeon menggembungkan pipinya. ”Arasso! Diamlah Do Kyungsoo-ssi”

“Aiyaa~  Datang–datang sudah bermesraan. Jadi ingin punya pacar nih~ menurutmu Chanyeol-ah?”

Nayeon dan Kyungsoo melirik ke Baekhyun yang sedang bertanya kepada seseorang. Yang ditanya, Chanyeol, duduk di kursi ruang tunggu, mengangguk cepat.

”Geurae~ Hyung sepertinya kita harus mencari pacar! Kita kan sekarang sudah terkenal jadi akan lebih mudah! .. AAA! APPA!” Chanyeol melengking kesakitan, mengusap kepalanya yang terkena lemparan sepatu Nayeon.

Nayeon memasang muka polosnya. ”Eung?Apa sakit Park Chanyeol-ssi?”

Chanyeol mengusap kepalanya, merintih kesakitan ”Kau tidak pernah tau bahwa lemparanmu dapat  membuat orang gegar otak Na-ya? Sekali–kali kau harus mencobanya sendiri” kesalnyanya kepada Nayeon sudah duduk disebelahnya.

”Oh, Berarti sakit ya Chanyeol-ssi? Eung Mian~ Sini kuobati” Nayeon ingin memeriksa kepala Chanyeol Chanyeol, namun Chanyeol langsung berkelit.

”Tidak akan pernah Na-ya! Aku sudah tau kedokmu!” jerit Chanyeol ngeri, membuat seisi ruang tunggu tertawa.

“Nayeon-ah bukannya kata Kyungsoo kau sakit?”

Nayeon menoleh ke arah suara yang menainya yang ternyata adalah Kai. Kai sedang duduk di kursi rias.

“Aniyo. Aku merasa baikan. lagi pula aku belum pernah melihat live MAMA. Yah,  jadi kuputuskan kesini Kkamjong-ah~”

Kai mengganguk. ”Bukan untuk melihat Domonie yang menawan?”

Nayeon langsung menggeleng mendengar pertanyaan Kai.

“Untuk apa aku melihat Orang Besar Kepala itu? Lebih baik aku melihat Jun Oppa. Oh, ngomong – ngomong mana dia?”

“Mencariku?” Nayeon menoleh, dia menggerang kecil saat dia terantuk benda keras yang seingatya tidak ada sebelumnya.

”Ya! Apa itu?”

“Gelas Mrs. Namon. Kau harus minum obat jika ingin melihat Junmyun Hyung, bukan orang yang besar kepala yang sering kau elu-elukan itu”

Nayeon mengadah mendapati Kyungsoo yang memegang  segelas air putih.

“Shireo! Aku tidak suka minum obat!” tolak Nayeon, menghindari tatapan mata Kyungsoo.

“Harus Lee Nayeon! Kalau tidak, aku tidak akan mengabulkan permintaanmu!” Nayeon mengerucutkan bibir mendengar ancaman Kyungsoo.

“Arasso..arasso. Bagaimana kau selalu bisa mengancamku? Mana obatnya? Sini kuminum!” Nayeon mengambil gelas dan obat yang diberikan Kyungsoo. Tanpa memandangnya dia langsung meminum obatnya.

”Huee~ Aku paling tidak suka obat!” keluh Nayeon

“Mengapa hanya Do Kyungsoo yang dapat menjinakan Lee Nayeon? Sedangkan kita?” teriak Baekhyun penuh sengsara, memutar kursi riasnya dan mengadahkan kedua tangannya.

“Kenapa kita yang selalu jadi korban mereka? Mengapaa~”

“Hyung, jangan terlalu berlebihan..” ucap Kyungsoo tenang, duduk diseberang Nayeon.

“Aku bukan lebay Kyungsoo-ah. Tapi ini memang kenyataan. Memang seperti dalam cerita, seorang Raja Iblis hanya dapat mengatur Ratunya, begitu sebaliknya. Iya kan?” tanya Baekhyun dengan suara pura–pura mendramatisir.

Nayeon memutar bola matanya dan menatap Kyungsoo. ”Sudahlah tidak usah dijawab Domonie~ Sepertinya obatnya sudah habis”

Kyungsoo langsung mengganguk, setuju. ”Geurae, Sepertinya aku harus meminta Manajer Hyung untuk membelikan dia obat lagi”

~~

Hana ..

Dul ..

Set..

Nayeon tersenyum cerah dengan mengangkat tangannya membentuk tanda ‘peace’ mark. Begitu juga yang dilakukan oleh sebelahnya .

‘CKRIK’

“Aiyaa choaa~” Nayeon langsung menghampiri Kyungsoo yang memotretnya dengan seseorang. Orang yang menjadi salah satu objek foto, tersenyum simpul mendengarkan girangan Nayeon setelah hasil foto keluar dari Kamera Polaroid Nayeon.

“Aaa,  Nomu Nomu Gamsahamnida JR-ssi~”  Nayeon membungkuk badannya. JR, objek salah satu di foto, juga ikut membungkuk.

”Gwenchana, aku malah senang jika difoto bersama fans cantik seperti anda”

Nayeon terkikik senang. ”Aa~ begitu? Jadi aku boleh meminta foto lagi? A! Kenapa kau selalu menganggu sih?” Nayeon melirik sambil meringis kesakitan ke Kyungsoo yang memasang muka tenang.

”Wae? Kenapa lihat–lihat?”

Nayeon mencibir. ”Seharusnya aku yang bilang begitu Do Kyungsoo”

“Diamlah Lee Nayeon jika kau ingin berfoto dengan artis lainnya” desis Kyungsoo pelan membuat Nayeon menggerutu.

JR, menggaruk pipinya pelan, bingung dengan kejadian didepan matanya.

”Ah maaf, tapi apa kalian mempunyai hubungan spesial?” Akhirnya JR membuka mulut, melontarkan pertanyaan yang sudah dari tadi gatal untuk tidak diucapkan. Nayeon dan Kyungsoo langsung membulatkan matanya.

“Aniyo JR-ssi. Kami hanya berteman. Iya kan Do Kyungsoo?” elak Nayeon cepat, menyenggol bahu Kyungsoo.

“Geurae. Kami hanya teman Jonghyun-ssi. Masa aku mau berpacaran dengan Singa buas sepertinya? AISH SAKIT LEE NAYEON!” lengking Kyungsoo karena Nayeon menginjak kakinya.

JR tertawa pelan. ”Oh. Jadi begitu?”

Nayeon dan Kyungsoo mengganguk cepat. Nayeon bertanya pelan. ”Kenapa kau bisa berpikiran bahwa kami mempunyai hubungan spesial, JR-ssi?”

“Ah” JR berpikir untuk memikirkan kata yang tepat. ”Soalnya anda sepertinya memakai jaket yang pernah kulihat untuk Do Kyungsoo sunbaenim jadi..Aku memikirkan bahwa kalian ber..” mendengar jawaban JR.

Nayeon menyela cepat. ”Bukan begitu.. Tadi aku memintanya untuk meminjamkan jaket karena suhu ruangan ini sungguh dingin. Benar kan Do Kyungsoo-ssi?” tanya Nayeon menoleh ke arah Kyungsoo.

Kyungsoo bergidik melihat tatapan seram dari Nayeon sebelum menjawab dengan terbata-bata ”Be..nar.. Benat sekali!!.”

JR mengangguk paham.”Oh begitu”

“Jadi.. boleh aku bertanya? Dimana Anggota yang lainnya? Aku ingin berfoto dengan mereka .. Aiyaa~ Ada apa lagi sih?”

Kyungsoo berdesis di telinga Nayeon. ”Jagalah sikapmu Lee Nayeon” Nayeon menggangguk ogah–ogahan.

“Mereka sedang diluar. menyapa para Sunbaenim. Mau kupanggilkan mereka, Lee Nayeon?” tawar JR yang langsung dibalas dengan anggukan Nayeon. ”Geurae.  Jika bisa tolong .. AH! Tidak usah JR-ssi, tidak usah repot-repot”

JR mengernyit heran melihat Nayeon yang merubah permintaannya. JR tersenyum menahan tawa karena melihat Nayeon yang menggosok–gosok pinggangnya, rupanya dia habis dicubit oleh Kyungsoo sunbaenim. pikirnya geli.

“Benarkah? Padahal aku ingin menelpon mereka…” tawar JR, memperlihatkan Hpnya pada Nayeon.

Nayeon, mempedulikan  tatapan Kyungsoo, langsung mengganguk. ”Ne .. Gomawo  JR-ssi”

~~

“Gamsahamnida” ucap Nayeon berseri–seri kepada member Nu’est didepannya. Member Nu’est balas tersenyum.

“Mohon untuk terus mendukung kami Lee Nayeon” pinta Minhyun, Nayeon mengganguk dan terseyum lebar.

“Tentu saja! Aku adalah fans Pledis sejati! Jadi aku akan selalu mendukung kalian!” Member Nu’est tersenyum lebar berbeda dengan Laki – laki dibelakang Nayeon, Kyungsoo. Kyungsoo menghela nafas kesal  karena semua yang dikatakan Nayeon.

Tiba – tiba pintu ruang tunggu Nu’est terbuka ”Nu’Est!! 10 menit lagi tampil!! Bersiap!!” perintah Produser, kompak Member Nu’Est langsung mengganguk.

JR menghela nafas, kecewa. ”Kami harus segera bersiap. Kami mohon maaf jika ..”

Nayeon menggeleng, mengerti. ”Gwenchana, aku sebenarnya yang salah menggangu kalian. Sekarang kalian harus bersiap dan tunjukan penampilan kalian yang terbaik!!” semangat Nayeon.

“Jika bisa kalahkan EXO .. Upps maaf Do Kyungsoo-ssi~” Nayeon mengerling geli kepada Kyungsoo, Kyungsoo menghindari tatapan Nayeon membuat Nayeon terkekeh kecil.

“Kami permisi dulu. Nu’Est FIGHT!” semangat Nayeon sekali lagi sebelum ia membuka pintu, pergi bersama Kyungsoo.

Ren berdecak pelan ”Hyung.. Aku senang punya fans seperti itu. Tapi yang sedari tadi membuatku bingung, fans itu .. Lee Nayeon bukan? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu disekolah..” pikir Ren, menggaruk tengkuknya, bingung.

JR mengangguk. ”Benar, jika kau tahu Ren .. bahwa Lee Nayeon itu adalah teman seangkatan kita”

“MWOO?”

~~

“Aiyaa~ Mereka semua terlihat tampan!”

 Kyungsoo menghela nafas kesal mendengar Nayeon yang asyik melihat hasil cetakan foto dan mengelu–elukan mereka, Nu’Est, berkali – kali seperti ..

“Aku yakin bahwa Nu’Est akan lebih terkenal daripada EXO”

“Domonie, Kamu melihat JR tidak? Wah ternyata dia lebih berisi daripada kamu”

“Lee Nayeon, STOP!” perintah Kyungsoo disela Nayeon mengelukan mereka lagi. ”Kau tahu? Ren suaranya lebih bagus daripada kamu Domonie say-”

“Wae? Kenapa harus berhenti?” kesal Nayeon, menolak pinggangnya dan mengernyitkan dahi

”Kenapa harus berhenti?” tanya Nayeon sekali lagi.

Kyungsoo menghela nafas kesal. ”Aku pusing karena dari tadi ditelingaku hanya terdengar ‘Nu’Est lebih keren..’ atau ‘JR lebih..’ dan sebagainya itu Na-ya!” jelas Kyungsoo cepat, membuat Nayeon tambah kesal.

“Kenapa? Boleh – boleh saja karena aku fans mereka .. Hasyin~ Ya! Kenapa bersin lagi sih?”

Mimik Kyungsoo berubah menjadi khawatir.”Kau tidak apa – apa Lee Nayeon?”

Kyungsoo menempelkan tangganya ke dahi Nayeon, sedikit panas  “Demammu sepertinya kembali Na-ya! Mau ke rumah sakit?” tawar Kyungsoo khawatir, Nayeon mengangkat alisnya.

“Rumah sakit? Shireo! Aku ingin melihat MAMA!” tolak Nayeon mantap.

”Ayo kita ke ruang tunggu! Pasti mereka mencarimu disana!”

~~

“Nayeon-ah! Aku mohon kamu mendandani Kyungsoo! Aku akan mengurusi Sehun, coordinya ijin karena Appanya sakit! Aku mohon!” Nayeon mengganguk paham. ”Aku mengerti Eonni”

Cha Nuna tersenyum,  memegang erat bahu Nayeon sebelum pergi meninggalkan Nayeon.

Nayeon melirik Kyungsoo yang sudah duduk terdiam di kursi penata rias  .”Hah~ Kenapa harus aku?”

“Jika tidak mau aku bisa melakukannya sendiri Lee Nayeon” balas Kyungsoo dingin, Nayeon mengerucutkan bibirnya.“Tidak bisa, aku sudah dipercayai oleh Cha Eonni. Eung~ Mana yang lebih dulu? Bedak atau krim?”

“Krim Lee Nayeon, baru bedak” Nayeon mengganguk paham, dia menggambil Krim itu.

”Ayo! Tutup matamu!” perintah Nayeon dan Kyungsoo menurutinya. Nayeon membuka tutup krim itu dan mengaplikasikannya ke wajah kekasihnya.

Nayeon tertegun tidak percaya, menahan nafas. Bagaimana wajah orang ini dapat sangat lembut? Nayeon menggeleng, mengabaikan pemikiran aneh itu, menarik nafas dalam dan kembali melanjutkan.

“Ayayay, Rupanya Lee Nayeon-ssi dapat terpana dengan kulit Do Kyungsoo”

Nayeon menoleh ke sebelah, mendapati Baekhyun yang sedang dirias, dia melirik agar bisa melihat Nayeon dan cengiran nakalnya terpatri diwajahnya.

Wajah Nayeon berubah merah padam.”Bacon! Diam!” desis Nayeon pelan agar tidak terdengar oleh Kyungsoo.

Baekhyun terkekeh senang. ”Tenang saja aku tidak akan..”

“Byun Baekhyun diamlah! Aish~ Kenapa kau tidak dapat diam sih?!” Baekhyun langsung terdiam mendengar bentakan dari Cordinya.

Nayeon terkekeh pelan.”Rasakan itu Byun Baekhyun!”

Masih terkikik pelan, Nayeon kembali mengaplikasikan krimnya dan melapisinya dengan bedak. Kyungsoo, entah kenapa, selalu terdiam tidak seperti biasanya. Menikmati sentuhan Nayeon mungkin?

Bagian terakhir, Nayeon menelan ludahnya pelan.

”Kenapa harus begini?” keluh Nayeon pada .. pelembab bibir?

Kyungsoo yang mendengar keluh Nayeon, membuka satu matanya. ”Ada apa?”

Nayeon menggeleng, tersenyum gugup. “Ani.. gwenchana”

Kyungsoo mengangkat kedua bahunya pelan dan kembali menutup mata. “Ayo! waktu kita tidak banyak”

Nayeon menelan ludahnya pelan, menutup matanya.“Ayo Nayeon! Hanya memegang bibirnya dan foila~ Selesai!”

Nayeon mengangguk mengerti dan mendekat ke wajah Kyungsoo. Melalui matanya, Nayeon menelusuri wajah Kyungsoo dari dekat. Dia menghela nafas kecil,  bagaimana dapat sedekat ini?

“Lee Nayeo. cepatlah!”

Nayeon tersenyum, benar, mereka terburu waktu. Nayeon memberanikan diri memegang dagu Kyungsoo, dengan bayaran semua tubuhnya merinding pelan, menekan bibir Kyungsoo pelan dengan pelembab bibir yang ia pegang.

Sampai–sampai Nayeon harus menahan nafas agar Kyungsoo tidak terbangun! Nayeon meneruskan pekerjaanya dengan teliti, setiap bagian dia oleskan. Dan juga mengatur degup jantungnya yang sudah memburu cepat..

“Selesai!” seru Nayeon gembira, menggembalikan pelembab bibir ke tempatnya.

“Ayo bangun Do Kyungsoo!” perintah Nayeon dan Kyungsoo membuka matanya pelan.

“Bangun pemalas! Aku mau memakaikan aksesoris padamu” Nayeon menarik Kyungsoo agar berdiri dan segera memakaikan aksesoris untuk Kyungsoo. Cincin EXO, gelang, dan terakhir kalung berwarna hitam.

Nayeon terkekeh geli melihat kalung hitam panjang yang ia pegang. ”Kau benar akan memakai ini Do Kyungsoo?” tanya Nayeon sanksi, memperhatikan kalung itu dengan seksama.

Kyungsoo mengernyitkan dahinya. “Geurae! Tentu saja!”

Nayeon tertawa kecil mendengar suara tegas dari kekasihnya. ”Oke! Baiklah!” Nayeon memakaikan kalung di leher Kyungsoo dan membantu memakaikan jaket hitam Kyungsoo.

“Wuah kau terlihat hebat~” ucap Nayeon tidak percaya, melihat pantulan Kyungsoo di cermin.

Kyungsoo nyengir lebar. “Tentu saja! Aku adalah lelaki paling tampan sedunia!” ucap Kyungsoo dengan nada percaya diri yang sangat tinggi dan ditambah dengan merapikan poninya. Perut Nayeon tambah melilit lagi saat Kyungsoo juga mengedipkan mata kepadanya, ekspresi genit dan menggoda (._.)

PLETAAK!

“Ya!” Kyungsoo merintih kesakitan sambil mengelus kepalanya, matanya melempar glare mematikan kepada kekasihnya yang sudah bertolak pinggang, juga memandang kejam balik kepadanya. “Ya! Lee-“

“Ya!” teriak Nayeon, memotong perkataan Kyungsoo. “Kau ini besar kepala sekali sih!” Kyungsoo memberengut kesal dan berbalik arah menghadap cermin lagi. Entah kenapa.. dia malas bertarung dengan kekasihnya lagi.

Pertama Nayeon mengangkat alisnya, bingung dengan sikap kekasihnya. Biasanya dia selalu menjawab dengan nada tidak terima.. Lah sekarang? Dia malah diam dan mencuekin Nayeon. Namun akhirnya Nayeon tersenyum geli melihat wajah Kyungsoo yang memberengut, kemudian dia menarik Kyungsoo agar berdiri dihadapannya sehingga jarak mereka berdua menjadi lebih tipis.

“Do Kyungsoo” Nayeon berkata pelan sambil membetulkan bagian depan jaket Kyungsoo.

”Kau marah yaaa?” Kyungsoo tetap bergeming terhadap pertanyaan Nayeon. Nayeon terkikik karena Kyungsoo memberikan tatapan dingin padanya.

“Yee gitu aja marah. Ayo senyum-senyuum..” Nayeon masih memberikan aksi senyam-senyum sendiri. Akhirnya dia memberengut kesal sendiri karena kekasihnya tidak menanggapinya.

“Hey, masa begitu saja maraah” kesal Nayeon sambil mencubit hidung kekasihnya pelan. Kyungsoo malah memasang senyum mengejek ke arah lain.

“Aku memang marah, kenapa?” ucap Kyungsoo akhirnya, melempar tatapan dingin lagi ke gadisnya itu, Namun tidak disangka Nayeon malah memberikan senyum yang sangat disukai oleh Kyungsoo.

“Do Kyungsoo.. Seeing is believing you know?”

“Disaat aku melihatmu, aku juga akan berusaha memahamimu-“

Kyungsoo terdiam, menatap mata coklat didepannya lekat-lekat.

“Aku tetap senang kau apa adanya. Kau harus tahu itu-“

Senyum kecil Nayeon membuat Kyungsoo juga ikut-ikutan mengangkat ujung bibirnya.

“Baiklah.. Seeing is believing..” bisik Kyungsoo pelan membuat Nayeon mengangguk kecil, setuju.

“Jadi.. jangan bersikap seperti itu oke?” Nayeon menjulurkan kelingkingnya ke Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum kecil sebelum menyambut tanda perjanjian dengan kekasihnya.

“Maafkan aku” Kyungsoo mengecup singkat kepala Nayeon dan memeluknya dengan cepat.

“Maafkan aku..” Kyungsoo berbisik dengan nada penuh bersalah. Yeah, dia harus minta maaf karena sikapnya yang sangat kekanak-kanakan tadi. Dia.. harus segera merubah diri.. Dia harus belajar menjadi dewasa. Kyungsoo tersenyum kecil karena merasa Nayeon, di dalam pelukannya, mengangguk pelan. Hatinya merasa lega karena Nayeon sudah memaafkannya.

“Eciyeeee~”

Nayeon dan Kyungsoo langsung menoleh cepat ke sumber suara. Mereka mengangga kecil, terkejut karena.. semua pasang mata ke arah mereka berdua. Apalagi ditambah dengan suara isakan seseorang yang mungkin tersentuh karena adegan mereka? (.__.)

“Eciyee~” teriak mereka sekali lagi. Nayeon merasa pipinya bersemu merah karena perasaan malu yang berluap-luap. Dia berusaha menarik dirinya keluar dari pelukan Kyungsoo namun Kyungsoo malah memeluknya lebih erat.

“Biarkan begini..” ucapan pelan itu sukses membuat Nayeon mebulatkan matanya.

Nayeon mengadah dan dilihatnya Kyungsoo, memasang mimik serius. Tunggu.. mimik serius? (.__.)

“Kyaaaa!!”

“Hyung! Cepat rekam! Mereka pasti akan melakukan-”

Teriakan itu semakin menjadi-jadi karena Kyungsoo makin mendekatkan wajahnya ke Nayeon. Sampai-sampai Nayeon bisa merasakan hela pelan nafas Kyungsoo.

Tidak bisa begini! Pikir Nayeon cepat. Yang benar saja first kiss mereka harus dilihat oleh semua orang? Tidak bisa! Nayeon harus menghentikan semuanya!

Namun tidak ada ide yang bisa dipikirkan di kepalanya. Karena sekarang pikirannya terfokus terhadap mata yang tambah mendekat ke arahnya. Apalagi sekarang hidung mereka berdua sudah mulai bersentuhan.

‘Bagaimana ini?’ pikir Nayeon panik! Dia harus segera menghentikannya sebelum Kyungsoo melangkah yang lebih jauh!

Tanpa Nayeon sadari bahwa dia menyenggol kaki Kyungsoo. Kaki? Sepertinya Nayeon mempunyai akal!

“WADAUW!”

Kyungsoo melompat jauh ke belakang sampai-sampai tertubruk dengan kursi rias, karena kakinya diinjak keras oleh Nayeon.

“Ya! Lee Nayeon!-“

“Do Kyungsoo! MATI KAU!-“

END

(A/N) : Seperti biasa comment ditunggu teman-temaan ^o^~

Jangan lupa, mampir ke WP Zi lagi. Klik disini ya!

Disana dah ada couple baru selain Sooyeon^^ Ada couple dari Ima Onn dan Chanra^^. Main yaaa~

Love, bebskyungie

 

{Sooyeon Sheets} True Love Games

Title : {Sooyeon Sheets} True Love Game

Author: bebskyungie

Cast :

  • Do Kyungsoo
  • Lee Nayeon

***

Monday 20 April 2012

Anyang High School

“Mwoo? Cuma 87%?”

Nayeon berdecak keras dan menaruh keras penanya yang digunakkannya untuk mengerjakan PR Matematika, pelajaran yang sangat ia benci seumur hidupnya.  Nayeon memandang  gemas teman sebangkunya yang masih terbelalak dengan kertas yang ia genggam ”Yaa! Park Chanra! Bisa diam tidak? Kau ini memang penggangu . Aish jinjja~”

Bukanya Chanra membalas, malah dia memperlihatkan kertas yang ia genggam ke hadapan Nayeon ”Baca! Baca ini!” perintah Chanra, sedikit memaksa.

”Tidak bisa membaca! Terlalu dekat!”elak Nayeon. Chanra langsung meletakkan kertasnya kasar di atas meja dan mau tak mau membuat Nayeon  membacanya.

“Eh? Apa ini?” tanya Nayeon polos membuat Chanra mengerutkan  keningnya.

”Kau tidak bisa membaca? Ini namanya permainan .. eh bukan .. pegujian True Love. Menghitung seberapa serasinya dan lamanya hubungan kita dengan seseorang.” Nayeon mengangguk mendengar penjelasan dari Chanra.

“Jadi.. Kenapa harus kauributkan?” tanya Nayeon polos langsung mendapat jitakan dari Chanra.

”Lihat Lee Nayeon!” tunjuknya ke arah tulisan paling bawah.

”Masa aku dengan Henry Oppa hanya 87 %!! Ya Ampun padahal aku sangat mencintainya!!”

Nayeon melihat angka terakhir pada bagian bawah kertas dan entah kenapa Nayeonmalah  menepuk–nepuk pundak Chanra ”Terimalah~ Toh apakah Henry menyukaimu? Tentu saja ti .. YAA!! APA LAGI SIH!” teriak Nayeon karena Chanra mencubit lenggannya.

“Sahabat macam apa kau berkata seperti itu? Seharusnya kau mendukungku! Mungkin saja suatu hari nanti  aku dan Henry bertemu dan Henry menyatakan cinta padaku. Aih senangnya~” Nayeon menggeleng–geleng dengan pengandaian ‘gila’ sahabatnya.

Nayeon mengetuk pena-nya pelan ”Kau tau Park Chanra-ssi? Aku merasa kasihan dengan Henry Lau karena..” Nayeon beralih ke PRnya dan berkata tenang,”Disukai orang lebay seperti kamu”

Dan terakhir terdengar erangan dari Nayeon.

“Apa yang kau maksud dengan situasi berbahaya Do Kyungsoo-ssi?”

Kyungsoo duduk dengan tenang di meja dapur, dia memakan buah apel yang dipeggangnya dengan santai ”Benar.. Perutku sedari tadi meraung–raung minta dikasih makan, jika dibiarkan akan menjadi bahaya Nayeon-ah~”

Nayeon menghela nafas kesal dengan jawaban Kyungsoo, dan dia sekarang sedang berada di dapur EXO, berusaha mencari bahan makanan. “Kenapa tidak makan fast food saja? Kenapa harus memanggilku? Dan .. dimana kemampuan masakmu yang sangat kau banggakan Mr. Domon yang menawan?” tanya Nayeon kesal, dibalas senyum remeh Kyungsoo.

“Kamu tidak tau peraturan dari SM Nayeon-ssi? Bahwa artis-artisnya harus menjaga tubuhnya agar tidak berubah bentuk. Dan satu lagi.. Yah~ mumpung ada kau yang bisa kuhubungi jadi aku minta bantuan. Aku juga ingin mengetesmu apakah kemampuan masakmu berkembang selama aku tidak ada Nayeon-ku sayaang”

Nayeon menggembungkan pipinya kesal dan merutuki dirinya sendiri, Kenapa dia harus menuruti orang bodoh ini?

“Jangan merutuki kebodohanmu sendiri Lee Nayeon-ssi. Sekarang jalani saja dan buatkan aku makan” Nayeon mengumpat lagi dan lebih keras karena Kyungsoo berhasil membaca pikirannya. Selalu saja kekasihnya ini  bisa membaca pikirannya.

“Sudahlah jangan terlalu memujaku Lee Nayeon-ssi” Dan sedetik kemudian Kyungsoo sudah bersembunyi dibawah meja, menghindari lemparan garpu dari Nayeon.

Nayeon memutar bolanya karena Kyungsoo dapat menghindari lemparannya ”Kenapa kau bisa segala pikiranku sih? Ah jinjja” Kyungsoo tertawa kecil.

”Karena .. Aku tahu bahwa dipikaranmu hanya aku seorang Lee Nayeon tersayang .. OKE! OKE! TURUNKAN PISAU ITU! JANGAN LEMPAR!” teriak Kyungsoo ketakutan, Nayeon langsung meletakan pisau di tempat semula dengan hentakan kasar membuat Kyungsoo merinding.

”Do Kyungsoo siapa yang mengajarimu mempunyai sikap ‘sok-tau’ seperti itu?”

“Byun Baekhyun” jawab Kyungsoo tenang langsung melanjutkan ”Seharusnya kau sudah tau jawabanya  sebelum kau mengajukan pertanyaan itu Lee Nayeon sayang”

Nayeon mengganguk – angguk ”Pantas saja”

Nayeon membuka kulkas dan mengecek di dalamnya ”Jun Oppa mana?” tanya Nayeon sambil mengecek bahan–bahan menanyakan perihal dimana Leader EXO-K itu.

“Sedang mengatur jadwal EXO dengan Tuan Besar bersama Baekhyun dan Chanyeol Hyung. Sedangkan Kai sedang pemotreran. Aish~ Sepinya dorm ini…” Kyungsoo meregangkan tangannya sebelum menidurkan kepalanya di meja.

“Wah – wah rupanya kau sendiri yang tidak laku? Wah kasian sekali kau Mr ..ADUW!! KAKIKU!” Nayeon mengelus kakinya sebelum meberikan glarenya kepada Kyungsoo yang hanya memasang muka tenang. Nayeon hanya bisa mengumpat dan memeriksa kulkas, dan beberapa detik kemudian dia menutup kulkas sambil membawa telur dan menaruhnya di atas meja.

“Setelahku obrak-abrik lemari dapur dan kebanyakan semuanya kadaluarsa-” Nayeon menghela nafas kesal sedangkan Kyungsoo hanya terkikik senang.

”Aku hanya bisa menemukan spageti ini dan telur, kau mau? Toh hanya itu yang bisa kumasak agar kalian tetap selamat”

Kyungsoo langsung mengganguk cepat ”Choa-” setuju Kyungsoo senang toh Spagetti adalah makanan kesukaanya.  “

“Cepat ya, kutunggu di depan .. HUAHAHA! tidak kena~” ucap Kyungsoo setelah berkelit dari lemparan garpu ke 2 dari Nayeon dan langsung kabur lari ke ruang santai.

”KAU AKAN MATI DO KYUNGSOO!!”

“Othe? Enak?” tanya Nayeon saat Kyungsoo memakan spaggeti yang ia buat. Kyungsoo hanya mengangguk pelan, matanya masih serius melihat acara TV didepannya.

“Besok aku tidak akan memasakkan untukmu~ Lihat saja”! ancam Nayeon dan duduk disebelah Kyungsoo. Kyungsoo tidak menjawab, matanya masih serius di TV. Nayeon menghembus nafasnya kesal.

“Ini enak nuna~ Enak sekali!” senang Sehun, sambil memakan Spaggeti yang juga dibuat Nayeon.

”Ah syukurlah! Gomawo Maknae~” senang Nayeon dibalas dengan anggukan Sehun.

”Gomawo Nuna~ Sarang .. Arasso Hyung!!” cicit Sehun setelah mendapatkan glare dari Kyungsoo. Nayeon yang menyadari kelakuan aneh Sehun langsung mencubit pinggang Kyungsoo ”Apa yang kaulakukan pada Oh Sehun, Do Kyungsoo?”

”Hanya memberi pelajaran. Lepas Nayeon sakit~~”

Sehun tertawa senang melihat Hyungnya disiksa oleh Nayeon hingga memasang muka sakit.

“Gomawo Nunaa~” seru Sehun senang dan melanjutkan makannya. Nayeon melepas cubitannya dan tersenyum pura-pura manis ”Ups~ Maaf Mr. Lemon Tea. Apa itu sakit?”

Kyungsoo mengelus bekas cubitan Nayeon dan menggeram ”Kau akan mendapat balasan Lee Nayeon” Nayeon menjulurkan lidah dan menonton Acara TV dihadapannya.

“Selesai!” ucap Sehun riang dan mengelus perutnya.

“Gomawo Nunaa~”Sehun mengeluarkan ‘aegyo’nya membuat Nayeon senang.

”Araso! Piringnya ditinggal saja, nanti kukembalikan!!” Sehun mengangguk senang dan kembali bermain PSP, pekerjaan yang sedari tadi ia lakukan sendirian. Kyungsoo mendengus pelan tapi ketahuan oleh Nayeon.

”Wae? Kamu iri?”

Kyungsoo langsung mengeleng ”Untuk apa iri denganmu? Menghabiskan waktu saja”

Nayeon mengerucutkan bibirnya tapi tidak disangka Sehun malah tertawa.

”Benarkah Hyung? Sedari tadi aku merasa Hyung iri melihat Nuna memperhatikanku. Hyung! STOP!” Sehun berlindung dari serangan bantal Kyungsoo.

“Oh, Jeongmal Sehun-ah?” tanya Nayeon tidak percaya, Sehun mengangguk – angguk cepat.

”Ne! Dan setiap itu juga Hyung mengerucutkan bibirnya, hal yang jarang ia lakukan Nuna!! AMPUN HYUNG! AMPUN!!” Sehun berteriak saat Kyungsoo berusaha mencubit semua badan Sehun, bukanya Nayeon melarang malah dia tertawa hingga tiduran. Sampai–sampai Kyungaoo dan Sehun berhenti dari ‘pertarungan’ mereka, menatap Nayeon tidak percaya.

Akhirnya Nayeon berhenti tertawa, mukanya memerah saat ia merasa Sehun dan Kyungsoo memandang heran. Nayeon berdeham ”Baiklah~ Akan kucuci piring ini” Nayeon menggambil piring Sehun dan Kyungsoo lalu mencucinya. Setelah ia kembali lagi Sehun dan Kyungsoo  sudah asyik ke dunia meraka sendiri.

‘Aigo~ Lelahnya” erang Nayeon. Nayeon pun duduk dan menyadar ke bahu Kyungsoo, kebiasaan yang ia lakukan jika ia sedang kelelahan. Kyungsoo melirik cepat ke Nayeon yang sudah menutup matanya dan memfokuskan lagi ke arah TV.

Tiba–tiba Nayeon terbangun dan berteriak kesal ”Bosan! Apalagi diluar sedang hujan lagi! Mr. punya permainan baru?” Kyungsoo menggeleng membuat Nayeon memberengut. Nayeon beralih ke Sehun ”Punya sesuatu Sehunie?”

“Obseo Nuna, aku juga jadi bosan” Sehun langsung mematikan console permainanya.

“Nuna punya permainan bagus?” tanya Sehun berharap, Nayeon berpikir dan seulas senyum terlihat di wajahnya.

“Ada-ada!” Nayeon langsung mengambil tasnya yang ia taruh dibawah meja dan mengeluarkan secarik kertas dan bolpennya. Sehun yang penasaran dengan Nayeon, duduk disebelah Nayeon yang sedang serius menuliskan sesuatu. Kyungsoo  yang juga ikut penasaran melihat dari atas.

“Apa itu Nuna? Mwo? Kenapa Nuna menuliskan nama lengkap Hyung?” tanya Sehun tidak percaya.

 Nayeon memutar bola matanya.”Ini namanya True Love Sehun-ah. Di sekolahku sedang boming permainan .. Anii, kegiatan ini” jawab singkat Nayeon, berkosentrasi dengan hitungannya dan kembali melanjutkan ”Aku menghitung.. aku dengan Mr.Lemon ”

Sehun melongo tidak percaya dan menatap Kyungsoo yang sama terkejutnya. Sehun mengirimkan sinyal mata, Hyung apa ini beneran Lee Nayeon? Kyungsoo mengeleng tidak mengerti.

Mereka berdua terdiam, melihat Nayeon yang masih menghitung.

Akhirnya, Nayeon pun juga terdiam melihat hasil hitungannya sendiri.

“Mwoo? 98%?” tanya Sehun tidak percaya, mengangkat kertas TRUE LOVE hitungan Nayeon dan melihatnya secara seksama.

”Nuna dan Hyung? 98%?!” tanya Sehun lagi, menatap Nayeon yang juga melonggo tidak percaya. Kyungsoo merebut hasil TRUE LOVE dan  membelalakan matanya  setelah melihat hasil TRUE LOVE.

“Ya!! Kamu benar menghitungnya Nayeon??” tanya Kyungsoo setengah teriak, tidak percaya dengan hasilnya.

“Aku .. tidak tahu .. Sebentar akan kucek-” Jawab Nayeon terbata–bata, dia langsung menarik kertas TRUE LOVE dan menghtungnya kembali. Setelah selesai, Nayeon kembali mengangga tidak percaya.

“Mwo? Benar Nuna? Wah~” Sehun menoleh ke Kyungsoo setelah melihat hasil itu lagi,  dan memasang senyum bahagianya ”Hyung chukae~ Wah, aku harus menelpon Hyungdeul sepertinya~”

Nayeon langsung menjambak rambut Sehun ”Andwae! Jeongmal Andwae!!” Sehun merintih, menarik rambutnya.

”Nunaa! Stop! Arasso! Tidak akan kutelpon” Nayeon menarik tangannya, terlihat wajahnya setengah menangis ”Jeongmal? Kau berjanji?”

Sehun berdeham ”Biasanya sih~”

Sebelum Nayeon mengerti ucapan Sehun, Sehun sudah berlari ke arah kamarnya. Nayeon langsung lari namun dia terlambat karena Sehun sudah mengunci pintu kamarnya.

”YA!! OH SEHUN!! BUKA PINTUNYAAAA!!” teriak Nayeon nyaring, mengedor–ngedor pintu, terdengar suara tawa Sehun yang khas.

”Andwae Nunaa~ Aku harus melaporkan ini pada Hyungdeul! Yoboseo? Baekhyun Hyung? Aku punya berita bagus ..”

Nayeon yang akhirnya pasrah, kembali ke ruang santai dengan lemas. Mendapati Kyungsoo yang masih duduk melihatnya, dia duduk dan memalingkan muka, malu.

“Kau kenapa?” tanya Kyungsoo cemas, tanganya akan menyentuh Nayeon namun Nayeon menggeleng. Kyungsoo menarik  tangannya.

Waktu berjalan sangat lama karena mereka berdua terdiam. Nayeon masih sibuk meredam muka malu dan tangisnya sedangkan Kyungsoo masih berpikir di dunianya sendiri.

“Em .. Nayeon-ah” Kyungsoo mendekat ke Nayeon namun Nayeon malah kembali bergulung, menyembunyikan wajahnya.

Kyungsoo  terkekeh pelan ”Kau malu dengan hasilnya?” tanya Kyungsoo tenang. Nayeon mengangguk pelan membuat Kyungsoo terkikik senang.

Dengan pelan Kyungsoo mendekat ke arah Nayeon dan memeluknya dari belakang, membuat Nayeon bergidik namun akhirnya dia merasa nyaman juga, nafas Kyungsoo yang terdengar di kuping Nayeon seperti alunan lagu yang merdu.

“Lee Nayeon .. menurutku Permainan TRUE LOVE itu hanya mengada – ada saja” ucap  Kyungsoo membuat Nayeon senang.

“Kau benar Do Kyungsoo, aku merasa bodoh karena TRUE LOVE itu” Nayeon terkikik senang, Kyungsoo tersenyum sambil mengeratkan pelukannya.

“Kau kan memang bodoh Lee Nayeon-“

Nayeon mengerucutkan bibirnya namun hanya sepersekian detik hilang karena mendengar ucapan Kyungsoo selanjutnya.

“Bodoh karena mencintaiku kau tahu?” Kyungsoo terkekeh pelan namun Nayeon hanya terdiam.

Jantungnya .. Jantung Nayeon sangat berdetak tidak karuan. Nayeon .. tidak pernah menyesali untuk mencintai kekasihnya ini, selama ia menjadi kekasih Kyungsoo. Sudut bibir Nayeon membentuk kurva yang sangat tulus dan dia mengeratkan pelukannya lagi.

“Jadi-“ Kyungsoo membuka mulut lagi.

“Apa arti TRUE LOVE itu menurutmu? tanyanya membuat Nayeon harus mengerutkan dahinya untuk berpikir.

“Menurutku -Do Kyungsoo tidak usah bersiul di kupingku! Geli!”

Kyungsoo terkikik ”Maaf .. tiba – tiba saja ada part lagu di lagu EXO yang pas untukmu”

Nayeon terkejut, menyembunyikan senyumanya ”Apa itu? Coba Nyanyikan” pinta Nayeon.

Kyungsoo terbeham sedikit kemudian bernyanyi.

Non nege wanbhyok sangsanghebwasso

(You’re perfect to me , I Imagined)

Hamkkeramyon ottolka ,yeah

(How would it be if we were together?, yeah)

EXO-K WHAT IS LOVE

Nayeon tertegun setelah Kyungsoo menyanyikan part lagu itu, suara Kyungsoo dan arti dari lagu itu membuat Nayeon diam seribu kata.

Kyungsoo yang menyadari Nayeon sudah melamun karena lagu yang ia nyanyikan, dia memeluk Nayeon lebih erat dan dahunya ia sandarkan di bahu Nayeon.

“Jadi .. “ Akhirnya Nayeon bersuara dengan pelan ”Aku sempurna di matamu? Begitu?”

“Begitulah..” Kyungsoo menghembuskan nafasnya ”Aku tidak bisa membayangkan jika aku tidak bertemu denganmu Namonie sayang. Meskipun kau hanya manusia biasa, kau selalu terlihat sempurna di mataku Lee Nayeon”  lanjut Kyungsoo pelan, membuat jantung Nayeon jungkir balik tidak karuan.

Nayeon menghembuskan nafasnya pelan, berusaha mengatur jantungnya yang berdetak tidak karuan ”Jujur aku juga merasa seperti itu, aku juga merasa seperti itu Do Kyungsoo-ssi. Aku masih bingung kenapa kau mau menjadi kekasihku”

Kyungsoo  tertawa pelan ”Bagaimana bisa aku melupakan cinta pertamaku Lee Nayeon?Aku .. juga tidak tahu .. Ikatan batin setelah bertemu denganmu?”

Nayeon tertawa malu, mengingat kenangan lama  dirinya bersama Kyungsoo.

“Ngomong–ngomong, kau bertanya pandanganku tentang TRUE LOVE ya kan?”

Kyungsoo mengganguk ”Bagaimana menurutmu?”

“Permainan Bodoh” jawab Nayeon singkat membuat  Kyungsoo mengernyit ”Itu saja?”

Nayeon menggulum bibirnya ”Yep, kalau menurutmu bagaimana?”

Kyungsoo mendengus kesal ”Permainan bodoh juga, bagaimana kau bisa mendapat permainan seperti itu ha?”

Nayeon mengembungkan pipinya kesal ”Itu dari Chanra, aku sedang bosan jadinya yah begitulah~” elak Nayeon kesal

Kyungsoo tersenyum senang, mencium wangi rambut Nayeon yang dapat membuatnya tenang ”Meskipun tidak usah menghitung seberapa erat kita Na-ya tapi .. selama aku masih bisa bernafas bersama nafasmu Na-ya, aku akan selalu mencintaimu, kapanpun”

Nayeon berusaha menahan air di pelupuk matanya setelah mendengarkan ucapan dari Kyungsoo. Bahu Nayeon mengejang keras, Kyungsoo bingung dengan tingkah Nayeon, melepas pelukan dan melihat Nayeon, bertanya dengan khawatir ” Namoni, Kau kenapa?”

Nayeon menggeleng, mengelap air mata dengan punggung tangannya ”Ani, hanya kemasukan debu” Nayeon tersenyum berusaha mengalihkan air matanya tapi Kyungsoo sudah menahan tawa.

”Ah~ rupanya terharu Lee Nayeon?” goda Kyungsoo membuat Nayeon mengerucutkan bibirnya.

“Hanya dalam mimpimu Do Kyungsoo, pergi–pergi!!” Nayeon memukul Kyungsoo dengan bantal, menyembunyikan muka merahnya tapi Kyungsoo langsung memeluknya lagi.

”Aigoo~ Kau sangat lucu kalau sedang malu Lee Nayeon. Haha” tawa Kyungsoo di sela – sela.

Nayeon berusaha mendorong Kyungsoo dari dirinya ”YA! DO KYUNGSOO! MINGGIR!!”

Tiba–tiba pintu kamar Sehun terbuka, Sehun keluar sambil memegang telponnya, menelpon seseorang.

”Ya Hyung masa tidak percaya? Nuna .. OH MY GOD!!” jerit Sehun, melihat Nayeon dan Kyungsoo dalam posisi yang ‘tidak menyenangkan.

 “Hyung? Nuna? Apa-apan kalian?” tanya Sehun tidak percaya pada Kyungsoo dan Nayeon yang masih terdiam.

“Harus kulaporkan! Harus kulaporkan!!” jerit Sehun dan langsung masuk ke kamarnya lagi. Kyungsoo dan Nayeon yang baru mengerti keadaannya langsung berlari ke arah kamar Sehun.

“YAA! OH SEHUN! ITU TIDAK SEPERTI YANG KAUPIKIRKAN!!” Kyungsoo berteriak sambil berusaha membuka pintu, hasilnya nihil, pintu terkunci.

“SEHUN-A! NUNA MOHON BUKA PINTUNYAA!” teriak Nayeon. Terlihat jelas mimik, setengah menangis dan setengah murka .Melihat sepertinya Sehun tidak akan membuka pintu, Nayeon langsung menjambak rambut Kyungsoo dengan bengis.

”Bagaimana ini Do Kyungsoo?! Ini yang kau mau hah?” tanya Nayeon murka.

Kyungsoo hanya bisa meringis dan berusaha membuka pintu ”Oh Sehun buka pintuny!! YAAA! LEE NAYEON SAKIT TAU!!!”

Sehun mencari kontak nama Anggota EXO lain, mendengar Kyungsoo dan Nayeon yang mulai bertengkar dengan teriakan khas mereka membuat Sehun terkikik senang.

”Haha..Rasakan kalian! Halo Kkamjong? Aku punya berita baru dari pasangan labil itu”

END

Author quotes : Hello! Zi balik lagi dengan cerita pasangan labil Nayeon dan Kyungsoo wkwk XD Author memutuskan untuk mengepos cepat disini karena Zi terharu *apaan deh* karena banyak yang membaca ama ngoment di yang M-Countdown sumpah Zi seneng ama terharu banget -O-  Oh yaa ini FF yang paling -menjijikan- yang pernah Zi buat ya ampun-ampuuun *ketok-ketok dinding* Gomawo yaaa yang mau ngoment ama yang bac~ *tebar bias*

Jangan lupa untuk main ke sini lagi yaa wkwk -www.sooyeonsheets.wordpress.com-

{Sooyeon Sheets} Hello! EXO-K! M-Countdown!

Author  : @bebskyungie

Genre   :   Romance

Main Cast :

   Lee Nayeon

   Do Kyungsoo

 

PS  : Anyeong Haseyo yeorobun^^  Zi imnida>< Oh ya ini FF menceritakan kalo Kyungsoo sudah punya pacar namanya Nayeon. Kalau misalnya FF ini mendapat banyak perhatian dari teman – teman semua insyallah nanti kupublish lagi cerita Soo-Yeon couple dan cerita mereka ketemuan^^ jadi FF ini kaya perkenalan gitu. Oh ya juga sekalian mau promosiin WP saya kalo mau klik ‘www.sooyeonsheets.wordpress.com’ Disini Zi udah banyak publish FF kok^^ ._. Oke tidak usah lama-lama langsung cusss~

EXO Apartement Building

April, 11th 2012

Continue reading