The Sound of My Heart

Author : E.V.K

Genre : Romance, Angst, Family.

Note : Ini karya buatan author sendiri setelah vakum beberapa saat. Author tuh sering baca epep doank, kalau ngebikin ga pernah ada waktu. Nah sekarang waktunya author membuang semua inspirasi yg ada di sini. Yuk langsung aja ^^

~~Kau perlu tau bahwa yang menyatukan cinta bukan dari sebuah takdir. Tapi karena keharusan, paksaan dan sebuah kebersamaan. Disitulah mulai tumbuh sebuah cinta yang kau sendiri takkan mengerti. Tidak butuh keindahan dari caranya tapi bagaimana dia melindungimu.~~

~Kyo PoV~
Aku duduk di sini sudah lebih dari 15 menit tapi namja yang ku tunggu tidak memunculkan batang hidungnya. Sudah sangat bosan hidup rupanya!
“Lihat saja kalau dia membatalkannya lagi. Aku tidak akan mau memaafkan lagi. Setiap kali harus seperti ini!”
aku mendengus kesal entah ini sudah yang keberapa kali.
“Kyo umma, belum pulang?” tanya sebuah suara mengagetkanku.
“A, Tae Joon-a. Aku sedang menunggu seseorang. Kau sendiri? Halmoni belum menjemputmu?” jawabku lalu ikut bertanya. Dia duduk disebelahku.
“Ne. Katanya hari ini Appa yang akan menjemputku. Aku tau kalau akan begini lagi jadinya, appa tidak pernah menepati janjinya untuk menjemputku.” jawabnya terdengar sedih.

Aku mengacak lembut kepalanya yang menunduk. Kehidupannya tidak cukup bagus, walaupun dia bisa memiliki segala yang dimauinya. Namun kasih sayang selalu kurang. Yang diharapkan anak kecil berumur 6 tahun ini hanya ingin sebuah kehangatan keluarga. Kadang, dia hanya mengungkapkan perasaannya padaku dan semakin dekat denganku saat neneknya menitipkan padaku. Aku sama sekali tidak keberatan asalkan anak ini bisa nyaman. Namun itu belum menuntaskan rasa sedihnya. Aku ingin sekali rasanya membentak namja yang hanya memetingkan pekerjaannya daripada anaknya sendiri. Tapi apa gunanya, aku hanya seorang guru taman kanak-kanak.

Sebuah getaran membuyarkan lamunanku. Aku mengubek-ngubek isi tasku dan mengambil benda yang berbunyi tersebut. Tanpa melihat nama yang tertera di layar ponselku aku segera mengangkatnya.
“Yoboseyo?”
“Kyorin-ah, mianhae. Aku harus membatalkan janji kita hari ini. Hari ini ada audisi besar, aku ingin sekali masuk agensi itu dan tidak mungkin meninggalkanmu. Lain kali aku janji akan membayarnya 2 kali lipat. Otte?” janjinya lagi. Mimpinya. Sesuatu yang sangat ingin dicapainya. Untuk yang satu ini aku tak bisa membantahnya.
“Zhang Yi Xing, kau benar-benar akan membayarnya bukan?”
“Aku berjanji Nona Shin.” ujarnya kudengar sangat mantap.
“Baiklah. Berjuanglah, berusahalah yang keras!”
“Ne, Saranghae Chagiyaa ~”
“Saranghae”
setelah itu kudengar sambungan yang telah diputus. Huft, walaupun aku mengatakan tidak akan memaafkannya tapi aku sangat mencintainya.

Tak lama ku dengar sebuah suara mobil berhenti di depan kami. Wajah seorang anak yang sedari tadi kepalanya menunduk kini dengan semangat menegak kembali dengan senyumannya.
“Appa!!” panggilnya ketika seorang namja keluar dari mobil tersebut.
DAG DIG DUG!
Ada apa ini, kenapa hatiku tiba-tiba berdebar. Ah, mungkin aku kaget dengan namja yang ada di hadapanku saat ini tidak seperti yang ku perkirakan. Jika kau ingin melihat malaikat dan ingin mati saat ini juga, saat itu kau akan merelakan dirimu mati jika kau berharap akan hidup bersama di surga. Tapi aku terlalu mengkhayal. Dia tersenyum menyapaku, dengan canggung aku balik tersenyum padanya. Masih sangat muda, apa dia menikah di usia muda? Karena kurasa usianya tidak jauh dari diriku. Tingginya beberapa centemeter dariku. Tapi yang membuatmu tidak percaya adalah panggilan appa dari anak berumur 6 tahun itu.
“Kyo-umma!” panggilnya yang membuatku kembali sadar.
“a, ne?”
“Ikutlah pulang bersama kami. Hari sudah semakin dingin.” tawar Tae Joon.
“A, tidak usah. Aku akan pulang naik bis saja” tolakku halus.
“Jebal ~ ikut dengan kami saja.” ujar Tae Joon menawariku lagi.
“Ne, ikutlah dengan kami.” sekarang namja itu yang menawariku lagi, membuatku tak berkutik mendengar suaranya.
“A, Ne. Baiklah.”

——-
Hanya kudengar sebuah rengekan dari Tae Joon yang di jawab dekedarnya oleh appanya terus berulang-ulang. “Oke, Iya, Nanti.” hanya seperti itu. Ingin sekali aku melawan, tapi disini posisiku hanya sebagai penumpang tak diundang.
Aku mengalihkan pandanganku melihat jalanan yang lebih menarik, tapi tidak begitu menarik ketika aku melihat seseorang yag ku kenali dan dengan sekali hembusan nafas aku berteriak meminta berhenti.
Mungkin Tae Joon dan ayahnya tersentak kaget, tapi apa yang ku lihat lebih mengagetkan lagi. Aku berlari menghampiri seseorang yang tak mungkin salah dalam penglihatanku bersama dengan seorang wanita dengan sangat akrab.
“Lay?”

-TBC-

huaa idenya author nyendat ampe sini. Tak pe oke? XD
mau lanjutannya atau udah cukup? Inilah ide autho yang genrenya tiba-tiba aja familly, romance, angst. Wkwkwk kalau mau lanjut komen sebanyak-banyaknya, sepanjang-panjangnya dan seheboh-hebohnya (?) oke!!! :D

Ill Feeling

Tittle : Ill Feeling

Author : Evilliey Kim (twitter @CHOCHO_LATTE)

Main Cast :

~ Kim Seung Hyo [YOU]

~ Park HyeAra [OC]

~ Kim Na Yeong [OC]

~ Choi Yoon Jae [OC]

Length : 5026 [Onehsoot]

Genre : Family, Friendship and you can find another genre if you read. ^^

Rating : PG-15

Disclaimer : This story is only my fiction and pure of my brain. So if there are the similarities names, roles and story lines to copast means they belong to me. Since this is purely my own! If you find the same story please confirm to me immediately. All the OC is result of my research. Hope you like and read it for the umpteenth time again. And author is a typo deficiency. So, the author is to apologize and still enjoy. ^^

N/A : Tulisan berwarna merah adalah masa lampau. Sedangkan tulisan yang diketik huruf besar semua adalah tekanan amarah (maksdunya seperti berteriak, marah dan lainnya). Dan tulisan berwarna lainnya adalah Quotes yang asli milikku sendiri. ^^

~~~ Ill Feeling  ~~~~

Perasaan yang mulai Terabaikan. Perasaan yang telah di Bohongi. Perasaan yang semakin Gelap. Perasaan yang berubah menjadi Dendam. Dan Perasaan yang sudah Mati.

Ketika kau merasakan kehangatan dari sebuah kasih sayang jangan pernah menyangkalnya. Karena ia hanya mencoba untuk menjaga dan melindungimu, maka berikanlah rasa balasan dengan tersenyum kepada mereka. Karena itu akan memberikan rasa teduh.

Continue reading

[Oneshoot] Always Love You “Seangil Chukkae~yeoo”

Title : Always Love You “Seangil Chukkae”

Author : Evilliey Kim [@CHOCHO_LATTE]

Casts :
~ Lee Gi Kwang [B2ST]
~ Kim Seung Hyo [OC]
~ Man Ji Rin [OC]

Othe Casts :
~ Member B2ST
~ and other cast yg bisa kalian temukan sendiri 

Genre : Romance, Family, Angst.

Rating : PG 15

Length : 3149Words

Summary : Bagaimana jika kau mencintai seorang Idola bahkan kau akan di tunangkan dengannya? Atau bahasa klisenya ‘dijodohkan’ Tapi menurutmu, apa yang harus di lakukan seorang tunangan ketika mengetahui bahwa ia tidak bisa di cintai, karena ialah yg menjadi orang ketiga dalam hubungan tersebut? Bisakah kau mempertahankan cintamu atau melepaskannya untuk kebahagiannya? Kau adalah 1 di antara ribuan bahakan jutaan orang di dunia yg mencintainya. bisakah kau memilih yang benar atas keputusan hatimu?
A/N : Annyeong, perkenalkan Author baru ^^. JANGAN JADI SILENT RIDER’s. Enjoy it! 

Setiap Kehidupan pasti memiliki takdirnya masing-masing.
Ada kala di mana takdir itu tak bisa di rubah.
Dan kau tak bisa melawan takdir tersebut.
Hanya ada 1 cara merubah takdir tersebut yaitu dengan pengorbananmu.

Ssshhh… Sssshhh… Ssshhh…
Sepoi Angin menghembuskan helaian rambut gadis tersebut dan menerbangkan beberapa lembar kertas yang entah telah berisikan coretan-coretan tak beraturan yang akan menjadi sebuah ‘rencana’ baginya. Namun dengan tanggap gadis tersebut segera menangkapnya sebelum bertebaran ke mana-mana. Suasana siang haripun tak mendukung keadaan saat itu, karena cuaca yang tidak terik dan juga tidak menampakkan ingin turun hujan.
“Hhh.. lama sekali..” Keluhnya.
Ia mengecek jam tangan yang terus saja berjalan di setiap detiknya, tapi orang yg ditunggunya tak juga menampakkan batang hidungnya.
Ddddrrtt! Ddddrrtt! Dddrrtt!
“Yoboseo?”
“….”
“Ah, Ne. Oppa.”
“….”
“Ani. Aku sekarang berada di rumah. Aku tau Oppa pasti tidak akan datang lagi!” ucap gadis itu sedikit manja dan pura-pura kesal.
“…”
“Gwencanayo~ Aku hanya bercanda. Bekerja keraslah ^^.”
“….”
“Ne, Annyeong__ Saranghae-yo” jawab gadis itu. tapi di akhir kalimat ia tak sempat menyampaikannya karena telah di putus duluan.
FLIP.


Ia menghembuskan napasnya dalam-dalam lagi. Gadis tersebut mengerti pasti akan begini lagi, ia mengerti bahwa tunangannya berbeda dengan namja manapun. Tapi entah bagaimanapun ia bisa bertahan tanpa membatalkan pertunangannya tersebut yang telah berjalan selama 3 tahun ini. Walau seperti apapun ia telah mengerti pekerjaan tunangannya, dari awal ia telah memaklumi dan mencoba mengerti semua hal yang telah di kerjakan tunagannya selama 3 tahun tersebut.
Ia tau bahwa tunangannya bukan seorang Bisnismen, Dokter, Arsitektur, atau pekerjaan seorang namja kantoran yang hanya peduli pada map-map yang bertumpuk di atas meja. Tunangannya adalah seorang yang di cintai bahkan mungkin di gilai oleh semua yeoja di dunia ini. Gadis tersebut hanya bisa menyimpan perasaannya dalam-dalam. Karena ia adalah salah 1 dari beribu bahkan berjuta-juta orang yang juga sama mencintainya, tapi ia berbeda, ia menjadi gadis yang beruntung.

 

Gadis tersebut merapikan kertas-kertasnya tapi mengambil selembar kertas tersebut dan mengamatinya. Ia tersenyum dan memasukan kertas-kertas yang lain ke dalam tas,yang sedari tadi juga setia menemani di sampingnya. Ia berdiri dan merenggangkan sedikit otot-totonya yang mungkin mengeras (?) karena menunggu terlalu lama.
Gadis tersebut melangkahkan kakinya meninggalkan tempat yang sedari tadi ia diami selama satu setengah jam dan itu membuatnya sedikit pegal karena harus duduk selama itu.

~~~~~~

Gadis tersebut berhenti di sebuah terminal bus di dekat tempat ia tadi menunggu. Tak banyak orang di hari yang kelihatannya tak mendukung ini untuk berjalan-jalan keluar dari rumah. Iapun bersyukur karena bisa mendapatkan tempat duduk dan tak harus berdiri seperti hari-hari sebelumnya.
Bis yang ia tunggupun datang. Ia dan beberapa orang yg telah menunggu datang. Benar, yang ia duga bis tersebut tak penuh dan ia dapat duduk di kursi yang lengang. Sepanjang perjalan bus tersebut, ia hanya melihat ke arah luar, berharap pemandangan di luar sana dapat lebih menenangkan dirinya. Iapun mengambil headset serta ponsel yang berada di sakunya lalu memasangkan headset tersebut di telinganya. “On Rainy Days” tiba-tiba lagu itu terputar di media putarnya. Ia hanya bisa tersenyum kecil.

~~~~~~~

Kling Kling Kling.
“Annyeong, Selamat datang” sapa pemilik toko tersebut.
Gadis tersebut menghampiri sang pemilik toko.
“Annyeong Ahjussi” sapa Seung Hyo kembali, ia menghampiri Ahjussi tersebut ”Bisakah membantu saya memilih Cincin?”
“Cincin? Apakan Cincin pertunangan atau pernihakan, Agassi?”
Gadis tersebut terdiam, ia bingung lidahnya kelu tapi hanya ini yang bisa ia lakukan.
“Cincin pernikahan.”
“Ne, tentu saja.” jawab Ahjussi itu antusias
“Bagaimana Dengan yang ini Agesshi? Berliannya membuatmu dan pasangan anda semakin berkilau.”
“Mian Ahjussi, tunangan saya seorang Idol, dia tidak mungkin memakai benda yang bisa menarik perhatian orang lain ^^. Ah, yang ini saja.” Tolak Seung Hyo halus. Dan menunjuk ke Cincin yang lain.
Ahjussi tersebut sedikit kaget, tapi karena tak ingin kehilangan pembelinya ia merubah cepat mimic wajahnya. “Wooahh pilihanmu sangat tepat Agesshi, benarkah calon semuamimu seorang Idol?”
“Ah, Ne ^^”

~~~~~~~~~

Klik.


“Ah, Annyeong..”
“Annyeong. ^^”
“Anda datang sendiri Seung Hyo Agesshi?” Tanya namja paruh baya itu menghampiri Gadis yg bernama Seung Hyo.
“Ne.” jawab gadis itu singkat. Ia tak ingin terlalu banyak menghambur-hamburkan rasa kesepiannya kepada orang lain yang menurutnya yang sangat tidak penting.
“bagaimana menurut anda?”
“Seperti Harapanku, Gomawo Ahjussi sudah sangat merepotkanmu ”
Namja paruh baya tersebut berdiri di sebelah Seung Hyo dan menatap hasil karyanya.
“Untuk anda yang terbaik” puji namja paruh baya tersebut yang langsung di tatap oleh Hyo bingung tapi namja paruh baya tersebut hanya tersenyum dan Seung Hyo’pun mengerti.
Namja paruh baya itu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Hyo supaya dapat menikmati hasil karya terbaik untuk pelanggan istimewanya kali ini.
“Bekerja keraslah Ahjussi :) ” teriak Seung Hyo dengan senyum yang sumringah.
Namja paruh baya itu hanya melambai-lambaikan tangannya tanpa berbalik memandang Seung Hyo.
“Seharusnya andalah yg bekerja keras!” gumam namja paruh baya tersebut yang sebenarnya iba, namun juga mengagumi sifat yeoja itu, yang sangat kuat.

Aku bukan seorang peri yg memiliki sihir cantik untuk dapat membuat seseorang jatuh cinta..
Aku bukan seorang malaikat yg di takdirkan untuk dapat melindungi setiap pasangan cinta di dunia ini..
Aku adalah diriku yg selalu ingin berada di sisimu, menyempurnakan semua kekuranganmu dan menjadikanmu yg terbaik di mata setiap manusia..

~~~~~~~~

Klik.

“Aku Pulang…” sapa gadis tersebut duduk dan mengganti Sepatunya menjadi sendal rumah.

“Kau sudah pulang, apa kau lapar?” Tanya wanita paruh baya tersebut yang muncul dengan majalah di tangannya.

Seung Hyo tersenyum, tapi ada yang aneh, rumah ini terlihat sepi. “Ani Eomma. Di mana Appa?”

“Appa sedang bertemu Tuan Lee, masih membicarakan kepastian pernikahan kalian.”

Gadis tersebut hanya menatap ibunya sekilas, kemudian tak memberikan pertanyaan lagi. Ia sangat mengerti keinginan orang tuanya. Iapun hanya berlalu dan ingin memasuki kamarnya, mungkin sedikit mengistirahatkan badannya.

“Apa kau benar-benar tidak ingin membatalkan semua ini sebelum terlambat Seung Hyo-ah? Eomma tak ingin nanti kau tak bahagia karena perjodohan ini.” Khawatir yeoja paruh baya tersebut yang terlihat iba pada anaknya.

Seung Hyo menghentikan langkahnya tepat di anak tangga yg ke lima –menuju kamarnya–. Ia menghembuskan napasnya, ia tau eommanya pasti akan mengucapkan hal ini lagi. Dan eommanya pasti sudah tau jawaban yang ia berikan.

“Eomma lebih tau aku. hanya ini yang bisa aku lakukan terkahir kali untuk kebahagian kalian. Aku tak pernah mneyesal Eomma, aku seperti merasa sangat beruntung. Eomma tak perlu khawatir, aku selalu mendukung keputusan kalian.”

“Tapi kau pasti tidak tuli dengan semua berita yang beberapa hari ini menjadi hot news di beberapa siaran TV bukan? Eomma, mohon Seung Hyo-ah..”

“Lalu? Aku tau mana yg terbaik eomma, aku tidak tuli ataupun buta untuk dapat melihat dan mendengar semua berita tersebut. Aku mempercayainya, ia’pun pasti tidak akan berbohong pada orang tuanya sepertiku. Ia hanya bekerja keras walaupun seperti ini cara yang ia lakukan. Eomma, sekarang aku yang memohon, untuk mempercayainya. :)

Seung Hyo pun melangkahkan kakinya kembali menaiki anak tangga tersebut menuju kamarnya, ia yakin sekarang ibunya dapat lebih memahami sepertia yang ia rasakan sekarang. Ia sudah banyak berkorban, dan ia tak ingin semua berakhir karena sia-sia saja semua yang telah ia lakukan untuk bertahan 3 tahun ini.

Jangan mudah menyerah dengan apa yang telah kau putuskan.
Takdir bisa merubahmu, tapi kaulah yg memainkan kinerja hidupmu,
Kau adalah peran utama di hidup ini, ketika kau memutuskan untuk bahagia.
Kadang kau harus bersikap Egois, tapi inilah.. inilah yang di namakan Kehidupan.

~~~~~~~~

Suasana di dorm kali ini lebih sangat terlihat suram karena para member keliatan sangat lelah.
“Hyungg.. bagaiamana kalau kita keluar untuk mengisi perut?” usul Yo Seob yg terlihat sangat bosan.
“Ne, aku juga ingin makan sesuatu yang hangat hangat..” tambah Dongwoon berguling-guling (?).
“Arraseo.. kita akan mencari makan di dekat sini saja.” Putus Doojon yang akhirnya menurut dan di sambut sorakan 2 namja yang berkelakuan seperti anak umur 7 tahun tersebut.
Tapi semuanya tiba-tiba terdiam ketika Gi Kwang telah siap duluan dengan penyamarannya yang sangat lengkap.
“kau mau ke mana kwangiee~ah? Kami akan makan di kedai dekat sini, apa kau tidak ikut?” Tanya Yoseob melihat Gi kwang yang sepertinya terburu-buru.
“aku ada keperluan sebentar, kalian duluan saja nanti aku akan menyusul. Gi Kwang pun tanpa menunggu jawaban ataupun Izin dari sang Leader . Segera melangkahkan kakinya meninggalkan dorm.
Gi kwang mencari-cari letak keberadaan mobilnya, setelah di rasa ia melihat mobilnya, ia segera masuk dan menancapkan gasnya. Melaju dengan kecepatan yang tak beraturan. Perasaannya sekarang sangat kacau.

~~~~~~~

Kini ia tak dapat mengontrol emosinya, ia begitu sangat khawatir. Ia dengan tergesa-gesa memasuki cafe yang menjadi tempat utama yg menyebabkan hatinya kacau.
DUUUAAARRRR!! DDUUUAAARRR!! *ehh O.o*
Tiba-tiba ia di kagetkan dengan beberapa pernak pernik yang menghambur di tubuhnya.Gi Kwang terkejut, ia benar-benar tak menyangka bahwa ia telah di bohongi. Sebuah perayaan. Ya, siapa lagi kalau bukan Ji Rin, Yeojachingunya.
“Happy Birthday Oppa.. ^^” sapa seorang gadis yg memeluk Gi Kwang dan mengecup sekilas bibir pasangannya tersebut yang sudah selama 5 tahun ini menemaninya sebagai seorang Namjachingu.
“Kau berbohong padaku?”
“Emm. Mian oppa, jika aku jujur kau pasti tidak akan datang. Aku ingin memberi kejutan yg special padamu. Apa kau senang?” Manja Ji Rin, karena ia tau pasti sekarang Namja di depannya ini Kesal karena di bohongi.

“Seangil Chukkae uri Gi kwang.” Ujar teman-teman mereka yang telah berkumpul juga merayakan hari kelahirannya, padahal yang seharusnya masih beberapa jam lagi.
“Kami ingin menantikan hari kelahiranmu bersama-sama Oppa, lagipula kita sudah lama tidak bertemu dengan teman-teman kita sewaktu kuliah.”
Gi Kwang pun tak dapat berkata apa-apa, Karena sudah di tarik oleh Ji Rin untuk masuk dalam perayaan tersebut dan ikut berbaur dengan mereka semua. Di sisi lain ia bahagia, tapi di sisi lain ia merasakan hal yang lain. Hal yang selama ini tak boleh ia biarkan tetap ada di hatinya.

~~~~~~~~

Gi kwang menatap nanar ke langit malam yang semakin gelap. Kini ia duduk di luar café tersebut mencari udara segar, bukan bermaksud sudah jengah tapi hanya ingin memikirkan apa yg terbaik ia lakukan saat ini.

“Oppa… “ sapa gadis yang sekarang memeluk Gi kwang dari belakang, kemudian beralih duduk di samping namjachingunya dan bersandar tepat di bahu Gi kwang.
“Ne..”
“Apa kau bahagia?”
“Sangat. Gomawo, kau pasti sangat lelah untuk membuat semua ini.”
“Ani. Aku ingin membuatmu bahagia ^^”
Mereka sama-sama terdiam. Gadis yg bernama Ji Rin tersebut terus memeluk namjachingunya itu dengan erat, berharap waktu hanya dapat berhenti saat ini untuk mereka saja. Ia tau pemikiran namjachingunya sekarang tidak terarah padanya. begitu lama mereka berhubungan, tapi 1 tahun ini namjachingunya telah memperlihatkan perubahan yang tak pernah siapapun tau, kecuali dia. Ji Rin benar-benar tau seluk beluk sifat namjachingunya. Tapi ia tak pernah ingin mengungkapkan hal ini. Karena bagaimanapun dengan berada di sisi namjachingunya hingga sampai saat ini telah menjadi kebahagiaan tersendiri baginya.

“Oppa.. bagaimana masalah pertunanganmu?” ucap Ji Rin memecah keheningan tersebut.
“Bisakah kita tidak membicarakan hal itu sekarang ini?”
“Apa kau benar-benar telah membatalkannya?”
“Aku mohon~” pinta namja itu lagi, yang akhirnya gadis tersebut menuruti keinginan namja tersebut.
“Aku sudah mencobanya, dan terus mencobanya. Aku tau kau pasti lelah menunggu dan menutupi ini semua. Aku pasti akan memberikan kepastian secepatnya untukmu, Ji Rin-ah.” lanjut Gi Kwang memberikan kepercayaan pada Ji Rin. Berharap gadis itu dapat mengerti dan mau menunggunya lagi, walaupun ia tau gadisnya sekarang benar-benar sudah lelah.

“Aku tak ingin jawaban yang menyakitkan, Oppa. Selambat apapun itu aku akan terus menunggu asalkan aku dapat terus bersamamu.” Tutur Ji RIn yang melonggarkan pelukannya.
“Oppa, sebaiknya kita cepat masuk, aku tak ingin mereka mencari kita dan tetaplah berada di sampingku dengan sifatmu yang seperti biasa. Wajahmu terlihat aneh, aku tetap ingin wajah aegyomu seperti sebelumnya.”
Gi Kwangpun hanya menurut dan memunculkan senyumnya. Mereka berdua kembali dan bergabung bersama teman-teman mereka yang lain untuk melanjutkan pesta tersebut.

~~~~~~~~

Malam semakin berlanjut, semua sangat menanti-nantikan dan terus memuji pasangan yg sangat awet, menunjukkan kemesra’an mereka.
Dan saat-saat yang dinantikan sebentar lagi tiba. Mereka sama-sama menghintung serentak.
“10.. 9.. 8.. 7.. 6.. 5.. 4.. 3.. 2.. 1..!! DUARRRRRR!! yeayy.. Seangil Chukkae uri Gi kwang-ah..”
Semuanya meniupkan terompet dan siulan kepada namja yg tepat malam itu berumur 23 tahun tersebut. Semua memberikannya hadiah dan memakaikan berbagai pernah pernik yg membuat Gi Kwang semakin aegyo.

~~~~~~~

Klik.


Dorm kini telah sepi, Gi kwang pulang tepat jam 4 dini hari. Ia tau bahwa semua hyungnya dan maknae di groupnya pasti telah terlelap dengan pulas. Ia sangat menyesal tidak bisa melewatkan hari kelahirannya bersama keluarga yang paling ia cintai.
Gi Kwang menuju ke dapur dan meneguk air yang benar-benar melegakan tenggorokannya. Ia benar-benar sangat lelah. Ia memegang dadanya, merasakan detak jantung, ia bingung pada dirinya sendiri.
Kini Gi Kwang telah beralih duduk di sofa dan membuka ponselnya yg selama beberapa jam ini tak ia buka.
DDdddrrttt!

-Kim Seung Hyo-
“Oppa, jangan lupa untuk makan”
-Kim Seung Hyo-
“Kalau kau lelah beristirahatlah, Oppa”
-Kim Seung hyo-
“Apa sekarang kau telah beristirahan dan makan?”
-Kim Seung Hyo-
“Bekerja keraslah dan jangan lupa untuk tetap tersenyum”

Begitulah beberapa pesan yg lebih banyak masuk bertuliskan nama Gadis yg telah menjadi tunangannya. Ia mengacak-ngacak rambutnya.
Kini ia benar-benar sadar, bahwa gadis yang selama ini ia sia-siakan adalah gadis yang sangat mencintainya. Gadis tersebut, tetap bertahan di tempatnya padahal tak pernah terlihat olehnya. Padahal ia selalu berada di manapun ia di cintai banyak orang, tapi ia tak pernah mampu memperlihatkan dirinya hanya karena ia berbeda, ia tak ingin menjadi salah seorang yang membuat semua orang meliriknya. Seperti keinginanku, ia tak pernah ingin ada yang membuat semua orang meliriknya. Hanya karena keegoanku.

-Kim Seung Hyo-
“Happy Birthday Oppa. Saranghae~yeo”

Gi Kwang bener-benar telah memantapkan hatinya. Ia menekan beberapa nomor dan segera menempelkan Ponselnya, di telinganya tersebut.

“Yoboseyo, Oppa? ^^”
“Rin~ah, aku ingin mengatakan sesuatu..” ucap Gi kwang masih ragu.

Ji RIn seperti merasakan suatu firasat. Ia tak ingin kalau firasat itu menjadi benar. Ia tak ingin tertohok oleh perasaannya sendiri. ia sudah terlalu mencintai namja tersebut.
“Oppa, aku mohon.. Aku mencintaimu Oppa, lebih dari apapun. Aku mohon jangan katakana apapun dan tetap di sampingku. Tetap berada di sisiku” Mohon yeoja tersebut yang tak kuat menahan tubuhnya. Gi Kwang memang tak dapat melihatnya tapi ia dapat merasakan perasaan yeojachingu saat ini. Tapi ini benar-benar keputusannya.

“Mianhae Rin-ah, Jeongmal Mianhae~”
Tak ada suara sekitar beberapa menit, Gi Kwang merasa sangat bersalah tapi ini merupakan keputusan yang terbaik bgainya, ia tak ingin menyakiti hati siapapun lagi.
“Berbahagialah Oppa, jangan kecewakan dia seperti kau kecewakan aku~”
Dan saat itupun sambungan terputus, Ji Rin telah memutus sambungan tersebut. Ia dapat mengerti bagaimana tersakitinya, tapi ia benar-benar telah memikirkan kepada siapa perasaanya saat ini.

Ddddrrttt! Ddddrrttt! Ddddrrrttt!

Gi Kwang sedikit menyerngit ketika di dapati Display name yg sangat asing di matanya, kini tiba-tiba saja menghubunginya.

“Yoboseyo Aboeji?”
“Gi Kwang-ah, Seung Hyo telah membatalkan pertunangan kalian. Appa tak dapat bertindak apa-apa ini keputusannya. Ia akan melanjutkan studinya ke Italy besok.”
“Mwo?? Kenapa Appa memutuskannya sendiri?”
Gi Kwang dengan kesal mematikan sambungannya dan membanting ponselnya tersebut. Ia benar-benar frustasi. Dan kali ini ia menitikkan air matanya, mengacak rambutnya berulang kalinya. Lag-lagi ia beranggap, Ia adalah namja bodoh yang menyia-nyiakan yeoja yang mencintainya dengan tulus. Dan ia lebih bodoh lagi karena baru menyadari bahwa perasaannya untuk gadis tersebut.

~~~~~~~

Pagi yang telah menampakkan Cahaya Matahrinya, membangunkan Gi Kwang yg tertidur di sofa ruang tengah dorm tersebut. Ia tak sadar bahwa ia terlelap setelah tangisannya tadi malam. Gi kwang menyerngitkan matanya ketika ia mendapati selimut yg telah menyelimuti tubuhnya.

Ddddrrttt! Ddddrrttt! Ddddrrrttt

“Yoboseyo?” Tanya Gi kwang dengan tenggorokan yang tersengar serak.
“Yakk! Kenapa belum bangun. 7 menit lagi acara akan di mulai, kau mau kita mengecewakan B2UTIES di sini?” kesal Doo Joon mengetahui Gi Kwang masih berasyik ria di tempat tidurnya.
“Bukankah hari ini kita tidak ada Schedule Hyung?” Tanya Gi Kwang bingung.
“Kita ini seorang Entertainer, apapun yg terjadi harus siap! Cepat pakai bajumu yang telah di siapkan di kamar. Kami menunggumu di sini 5 menit!!

TIT.

Lagi-lagi sambungan terputus secara tiba-tiba. Mau tak mau Gi kwang bangun dari tidurnya. Ia menuju kamar mandi. Ia tak mungkin menunjukan dirinya dengan wajah yang seperti ini. Tapi ia tak mau menimbulkan berita yang tak baik karena tak ada kehadiran dirinya.

Gi kwang membasahi dirinya. Menggosok giginya dan segera menuju ke kamarnya mencari baju yang telah di siapkan –mungkin– oleh Umma dari groupnya tersebut, siapa lagi kalau bukan Jun Hyung.
Dan lagi-lagi-lagi Gi kwang menyerngitkan matanya ketika melihat kostum/baju yg ia pakai. Ia hanya melihat note yg tertulis di dekat baju tersebut.
“Kau harus berdandan rapi. Ini alamat yang harus kita hadiri, Jangan sampai terlambat kali ini!”

Begitulah bunyi Note tersebut. Gi kwang tak terlalu memikirkannya dan segera menuruti semua skejul yg ada. Ia hanya bisa menghembuskan berat napasnya.

~~~~~~~

Gi kwang telah berdandan rapi walaupun di wajahnya-tepat di bagian matanya masih terlihat sembab akibat tangisannya semalam. Ia benar-benar tak salah alamat, tapi ia benar-benar sekarang curiga karena apakah ia perform di sebuah acara resmi, makanya ia memakai jas yang harus sangat rapid an resmi seperti ini?

Gi kwang memasuki tempat tersebut dan langsung di sambut oleh ke-5 orang yang sedari tadi telah menunggunya.
“kau lama sekali!” kesal Jyunseung memukul kepala Gi Kwang pelan.
“Kajja!” ajak Yo Seob.

Mereka berenam berjalan bersama, tapi Gi kwang tetap merasakan sedikit kecurigaan. Ketika mereka masuk, berjalan beriringan. Dan tiba-tiba, semua member berhenti, Gi kwang menengok kebelakang. Bingung, ada apa sebenarnya? Saat itu… Beberapa balon berjatuhan dari atas, Ia benar-benar terkejut. Ini seperti lautan balon yang sangat indah.

Ketika itu, Di pintu masuk, telah datang-muncul lebih tepatnya- orang tua Gi kwang, kini Gi Kwang benar-benar bingung. Apakah ini rencana orang tuanya? Tapi, Ini surprise yang seperti apa? Kenapa harus di rayakan seperti ini.

“Seangil Chukkae Gi kwang-ah” ucap Appa Gi Kwang.
“Ada apa ini Aboeji? Biasanya kalian hanya membuat acara kecil-kecillan di rumah.”

Dan lagi-lagi, tiba-tiba saja beberapa kertas warna warni berhamburan dari atas. Saat itu munculah yeoja dengan Gaun yang sangat anggun dan juga membawa sebuket bunga di tangannya. Gi Kwang sangat terkejut, karena Appanya mengatakan bahwa Yeoja tersebut telah pergi ke Luar Negeri. Tapi sekarang, ia dapat melihat Yeoja tersebut ada di hadapannya. Yeoja yang dikiranya tak akan lagi bertemu dengannya, atas semua kesalahannya.

“Aku tak ingin ini semua terlambat, aku tak menerima penolakanmu Oppa.”
Yeoja tersebut, Kim Seung Hyo memberikan sebuket bunga tersebut. Gi Kwang menyerngitkan matanya mendapati benda yang berada di tengah buket bunga tersebut. Kotak beledru berwarna Merah. Ketika, membukanya dan betapa terkejutnya ia melihat benda yang di dalamnya.
“Apa ini?” Tanya Gi Kwang masih bingung.
“Kau tidak ingin melamarku, Oppa? Karena aku tidak ingin pergi tanpa terikat denganmu.” Tanya Seung Hyo yang membuat Gi Kwang langsung memeluk Seung hyo.
“Gomawo Seung Hyo-ah, Gomawo masih mau memercayaiku. Saranghaeyo. Neomu Neomu Saranghaeyo.”
“Nado. Seangil Chukkae Hamnida Oppa. ^^” Balas Seung Hyo memeluk erat Gi Kwang, merasakan kembali betapa rindu saat-saat seperti ini, saat di mana ia dapat mencium bau parfum Gi Kwang yang sangat ia rindukan.
“Tapi. Kau bilang kemairin?___”

CUP.


Kecupan sekilas itu mampu membuat Gi Kwang terdiam di tempat. Ia masih merasa sangat bingung dan sedikit canggung.
“Mianhae Oppa, ini semua rencanaku. Aku ingin kau tahu bahwa aku mencintaimu dan kaupun HARUS dapat membalas perasaanku.”
Semua para tamu yang hadir langsung bertepuk tangan, kini beberapa balon pun berjatuhan lagi dari atas langit gedung tersebut, semua langsung takjub dan Gi Kwang juga merasa sangat bahagia.

“Kau yg mempersiapkan Semua ini?”
“Ne. Apa kau tidak menyukai pesta ulang tahunmu kali ini?” Tanya Seung Hyo. Ia tahu Gi Kwang sangat tidak suka sesuatu yg menarik perhatian orang lain.
“Ani. Aku sangat bahagia, benar-benar bahagia. Saranghaeyo Seung Hyo~ah. ^^”

Kisah inipun di akhiri dengan tepuk tangan lagi yang sangat meriah, semua member B2ST [BEAST] juga bahagia melihat kebahagiaan Gi Kwang di hari spesialnya. Tampak di kejauhan Ji Rin’pun tersenyum sendu, bagaimanapun ia harus bisa menerima. Tak ada yang bisa memisahkan mereka lagi. Ji Rin berjalan pergi, meninggalkan mereka dan mencari kebahagiaannya.

Dan dua pasangan yg baru itupun saling menatap dan tak lama menautkan dua bibir mereka kembali. Bagi Gi Kwang ini memang benar-benar akhir yg membahagiakan dengan menemukan cintanya, ia berjanji akan menjaga cinta ini dan mengembalikan semua pengorbanan gadis yg mencintainya dengan tulus tersebut.

Tidak ada yang tidak bahagia di dunia ini..
Aku, Kamu, Mereka, dan kita semua pada akhir cerita pasti akan selalu bahagia..
Tapi, kita memiliki, jalan, jalur, proses dan tahap yg berbeda untuk menuju kebahagiaan tersebut..
Percayalah, Tidak menyerah, Selalu bersemangat, Yakinlah karena takdir akan selalu menuntun kita pada 1 tempat yg sama yaitu KEBAHAGIAAN “HAPPILY EVER AFTER”

[END]

Note From Author : Annyeong, MeSya imnida, 16 yo, Kaltim. B2UTY, SHAWOL, ELF, EXOTIC, BTOB Fans ^^. Author manis nan baik hati, Istri dari Lee Gi Kwang /plak *dibakarACES*. Pertama-tama mau berterima kasih buat yg udah bersedia masuk di cast aku yaitu My Husband : uri Gi Kwang :D . kedua mau berterima kasih sama sahabat aku yg udah bersedia meluangkan waktunya untuk memperbaiki beberapa typo di ff ini. Ketiga, buat penerimaan aku di blog ini. Keempat, Untuk kalian semua yaitu READER’s baik hati yang bersedia meluangkan waktunya untuk sekedar mengucapkan kesannya di sini. Mari saling berkenalan ^^.

FF pertama untuk mengucapkan kedatanganku di sini. Aku butuh dukungan kalian untuk selalu menyemangatiku, Oxygenku adalah kalian (Reader’s). Mungkin masih ada banyak typo ataupun kalian masih kurang feel terhadap ff ini, karena ff ini sebenarnya untuk Event ulang tahunnya GK kemaren, tapi karena gak menang jadi aku share ke kalian sekalian minta pendapat. Hehe xD
OneShoot pertama, semoga di sambut dengan baik. Sekian. Kalau mau kenal lebih jauh, silahkan hubungi aku di Twitter :@CHOCHO_LATTE (mention ajj, mau ngefollow juga boleh koe, tapi jangan lupa mention buat follow back,karena aku orang yg menepati janji. Hehe ^^). Atau mau tau lebih banyak tentang aku langsung buka Page About FFI ajj yaa.. Byeee Readerss~~ *kisses+hug* /salam sayang anak ayam/ #bow#