Judul : Love become Friend or Friend become Love? Chapter 1
Author : Sparkdey
Cast : Kang Ji Ri (OC), Park Jung Soo, Park Hyuni (OC), Cho Kyuhyun, dan Lee Donghae
Genre : Romance, Happy, Friendship
Rate : PG – 17
Long : Chaptered
Annyeong^^~ author come back nih ahahaha, kali ini author bakalan bawain FF baru dong pastinya! Ini 100% hasil pemikiran author sendiri! Jangan jadi plagiat ye~ okelah cus baca aja lah yuk, Happy Reading^^
-Kang Ji Ri POV-
Hari ini seperti biasa aku melakukan aktivitasku sehari-hari, pergi kuliah, kerja part time di sebuah cafe di tengah kota Seoul, lalu memasak makanan untuk diriku sendiri di tempat kost-an milikku. Pagi-pagi aku sudah siap dengan pakaian yang rapi, yap hari ini aku mendapatkan jadwal kuliah di pagi hari di karenakan dosenku kali ini ada rapat dosen mendadak di Universitas lain. Berjalan keluar kost-an milikku dengan sebuah tas ransel dan beberapa buku di tanganku ah tak lupa dengan headphone yang selalu menjadi teman setiaku, headphone merupakan benda kesayanganku karena setiap saat aku butuh dia selalu ada menemaniku dan memutarkan lagu untukku.
Kini aku sudah berada di halte bus, sudah pasti aku menunggu bus yang akan melewati kampusku. 15 menit aku menunggu dan akhirnya bus tujuanku datang juga. Aku menaiki bus tersebut dan duduk di tempat favoritku, di sebelah jendela. Aku mengeluarkan headphone milikku dan menyetel lagu dari androidku. 30 menit dan kini aku sudah turun dan berdiri di depan gerbang kampusku, kampus yang lumayan megah dan ternama di Seoul, yap aku kuliah di Universitas Chung Woon. Aku berjalan memasuki halaman kampusku masih dengan headphone di kepalaku.
“Ya! Ji Ri-ya!” panggil Donghae. Nama lengkapnya Lee Donghae dia satu fakultas denganku, fakultas Teknik Informatika, dia temanku sejak ospek di kampus ini, dia namja yang baik dan yaa sedikit tampan menurutku. “Mwo? Kau mengagetkanku saja Donghae-ya!” jawabku dengan sedikit cemberut, karena teriakannya tadi membuat aku lupa lirik lagu yang sedang aku dengarkan kali ini. “Ah mianhae ne, ke kelas bareng yuk?” ajaknya padaku dan aku hanya menganggukkan kepalaku sebagai pertanda ‘iya’ untuknya. Kami berjalan beriringan dan akhirnya sampai di kelas, aku menaruh buku yang aku bawa dengan tanganku di atas meja lalu melepas tas ranselku, headphone? Tentunya masih setia di kepalaku dan handphone di tanganku.
“Ji Ri-ya, aku mau ke kantin dulu ne?” izin Donghae padaku. “Umh” jawabku singkat. “Kau ingin nitip sesuatu?” tanyanya. “Ani, gomawo Donghae-ya” jawabku. Aku melihat Donghae sudah keluar dari kelas dan berjalan menuju kantin. Aku masih setia mendengarkan lagu lagu Super Junior dari androidku. “Untukmu” kata seseorang sambil menyodorkan sebuah minuman ke depan wajahku, aku melihat ke arah namja itu dan ternyata itu Donghae yang kini tersenyum melihatku. “Ah gomawo Donghae-ya, aku kan sudah bilang tidak ingin nitip apapun padamu” kataku. “Gwenchana, aku tau kau pasti haus, jadi aku membelikanmu minuman ini” jawabnya dan kemudian tersenyum kembali padaku. “Ne ne, kau tau saja hahaha jeongmal gomawo Donghae-ya!” jawabku dengan muka berseri-seri.
Tiba-tiba pintu ruang kelasku terbuka dan terlihat seorang namja masuk ke dalam kelasku, aku dan teman-temanku saling bertatapan dan kemudian saling bertanya satu sama lain. “Nuguya? Apakah dia anak baru di sini? Tampan sekali bahkan mengalahkan ketampanan Donghae” kata salah satu temanku yang duduk di belakangku. Aku langsung menoleh ke arah Donghae yang kini duduk di sebelahku, tampang Donghae seperti menahan kesal dan aku tertawa sedikit setelah melihat Donghae. Donghae langsung berbalik menghadap temanku yang duduk di belakangku. “Ya! Kalian ini bicara apa sih? Tentu saja aku yang paling tampan di kelas ini!” kata Donghae narsis. “Ya! Kau pede sekali Donghae-ya!” jawab temanku itu.
“Annyeonghaseyo, joneun Park Jung Soo imnida. Saya adalah senior kalian di sini dan saya juga adalah asisten dosen. Dosen kalian hari ini tidak dapat hadir karena ada rapat antar dosen di Universitas Kyunghee. Jadi saat ini saya akan menggantikan dosen kalian sementara sampai beliau kembali” jelas namja yang masuk ke kelasku. Teman belakangku kemudian saling berbisik namun tetap kedengaran olehku. “Ah sayang sekali ya dia di sini jadi dosen saat ini, aku kira dia adalah anak baru di sini, tapi walaupun dia senior kita dia tetap tampan kok dan ketampanannya melebihi Donghae” kata temanku. Kali ini Donghae terlihat sangat kesal dan lagi-lagi aku menahan tawa melihat tampang Donghae yang menahan kesal seperti itu, wajahnya lucu sekali kkkk.
“Ya! Kau! Apa yang kau lakukan umh?” suara seorang namja yang kini tiba-tiba ada di depan wajahku. “Ah, umh, aniyo seongsanim” jawabku kaget. “Kau seperti menahan ketawa, apa yang kau tertawakan umh?” tanyanya lagi. “Aniyo, tidak ada kok.” Jawabku. “Kalau begitu berkonsentrasilah kau terhadap pelajaran ini! Arraseo?” katanya dengan nada sedikit membentak. “Umh arraseo, mianhae” jawabku. Kemudian namja itu kembali ke depan dan melanjutkan tugasnya sebagai pengaganti dosen kami. Wajah namja itu tampan tapi sayang dia galak ckck.
-Lee Donghae POV-
Hari ini aku berangkat dengan naik bus karena mobilku sedang masuk bengkel. Aku berjalan menuju halte dekat rumahku dan menunggu bus di situ. 10 menit aku menunggu akhirnya bus tujuanku datang juga. Aku menaiki bus tersebut dan duduk di tempat favoritku, pojokan belakang sebelah jendela. 20 menit aku naik bus, kini aku sudah sampai di kampusku, berjalan memasuki halaman kampus dan tunggu…aku melihat yeoja yang sepertinya aku kenal, ya dia adalah Kang Ji Ri, teman satu fakultasku, dia anak yang baik dan juga periang. Aku berjalan menghampirinya dan menyapanya tak ku sangka dia malah kaget dengan sapaanku ini.
Kini aku berjalan beriringan dengannya menuju kelas kami sampai akhirnya di kelas dan perutku terasa sangatlah lapar karena aku belum sarapan di rumah tadi. Aku memutuskan untuk ke kantin membeli sarapan dan pastinya minuman untuk Ji Ri, aku tau dia pasti kehausan karena di lihat dari wajahnya saja dapat kutebak kalau dia sedang menahan rasa haus. Aku membelikannya minuman dingin dan membawanya ke kelas kami. “Untukmu” kataku sambil tersenyum ke arahnya dan menyodorkan botol minuman itu ke depan wajahnya. Dia menoleh ke arahku dan mengatakan terima kasih lalu aku membalasnya dengan senyumanku saja.
Tiba-tiba pintu ruang kelas kami terbuka lalu seorang namja masuk. Aku akui dia memang tampan bahkan lebih tampan dariku, tapi siapa dia? Apakah dia anak baru di kelas ini? Ah jika benar, ketampananku akan tersaingi olehnya. Teman yang duduk di belakangku saja mengakui kalau dia memang lebih tampan dariku, kini aku hanya memasang wajah kesal saat teman-temanku mengatakan hal itu. Kemudian namja tersebut memperkenalkan diri. Untunglah dia hanya sebagai asisten dosen di sini karena dosen kami berhalangan hadir.
Aku sedang serius memahami penjelasan dari sunbaeku itu, tiba- tiba dia berjalan ke arahku dan Ji Ri, kemudian dia bicara dengan nada kesal dan sedikit bentakan kepada Ji Ri. Aku tidak tau apa penyebabnya dia sampai bisa kesal pada Ji Ri. Aku menoleh ke arah Ji Ri setelah sunbaeku itu kembali ke tempatnya. “Kau kenapa? Apa yang sedang kau pikirkan umh?” tanyaku pada Ji Ri. “Ah aniyo Donghae-ya, aku tadi hanya menahan tawa” jawabnya. “Memangnya apa yang ingin kau tertawakan Ji Ri-ya?” tanyaku lagi. “Aku ingin tertawa saat melihat wajahmu yang kesal saat teman teman kita mengatakan bahwa Jung Soo-ssi lebih tampan darimu” jelasnya. ‘Aigo, sampai segitunya Ji Ri memperhatikanku?’ tanyaku dalam hati. “Aigo, seaneh apa tampangku waktu itu umh?” tanyaku. “Molla, hanya saja ingin membuatku tertawa” jawabnya.
“Kalian berdua sedang membicarakan apa umh? Sepertinya perbincangan kalian lebih seru ketimbang mapel kuliah saat ini?” suara sunbaeku yang entah sejak kapan ada di depan kami. “Ah umh” kata Ji Ri. “Apa yang kalian bicarakan?!” tanya sunbaeku itu dengan nada sedikit meninggi. “Tidak ada seongsanim” jawabku membela Ji Ri. “Lantas mengapa kalian tidak memperhatikanku?” tanya sunbaeku lagi. “Ah kami memperhatikan seongsanim kok, tadi kami hanya berdiskusi tentang materi ini” jawabku asal. “Apakah kalian yakin?” tanyanya. “Ah mianhae seongsanim, kami salah. Kami siap terima hukuman kalau seongsanim mau memberikan kami hukuman” jawab Ji Ri yang membuatku kaget lalu menatapnya.
‘Aigo apa yang Ji Ri pikirkan saat ini?! Apa? Hukuman? Aigo aku malas dengan hukuman’ kataku dalam hati. “Baiklah untuk kalian berdua, kalian akan saya beri hukuman, setelah selesai mapel kuliah kali ini kalian harus ikut saya” jelas sunbae. “Umh” jawab aku dan Ji Ri bersamaan, entah ini suatu kebetulan atau apa. 90 menitpun telah terlewati dan kini aku bersama Ji Ri mengikuti Jung Soo sunbae untuk mendapatkan hukuman. Sungguh aku malas dengan hukuman apapun itu. Tapi aku tak tega dengan Ji Ri, bagaimanapun juga dia adalah temanku sejak ospek di kampus ini.
TO BE CONTINUE…
Like this:
Like Loading...